Perjalanan kami bersama BYD masih terus berlanjut. Kali ini kami berkesempatan untuk mengunjungi fasilitas manufaktur terpadu milik BYD yang berlokasi di Zhengzhou, Provinsi Henan, China. Ingin tahu seperti apa pabrik terbesar BYD tersebut?
Super Factory Berteknologi Mutakhir
Tak cuma brand Tesla saja yang bisa punya pabrik sekelas Mega Factory di China, BYD juga punya Super Factory! Pabrik yang berlokasi di kawasan berikat Zhengzhou Airport Economy Zone ini dibangun mulai September 2021.

Dengan areal lahan seluas 10,67 juta m² (1.067 hektare), pabrik BYD di Zhengzhou ini tak ubahnya sebuah kota mini dengan beraneka fasilitas infrastruktur pendukungnya. Segala hal yang dibutuhkan tersedia di tempat ini. Dana investasinya jelas lebih besar dari Sirkuit All-Terrain BYD.
Zhengzhou dipilih sebagai lokasi produksi bukan lantaran tersedia areal lahan yang sangat luas. Kota ini merupakan salah satu sentra industri otomotif di China, terutama New Energy Vehicle (NEV). Di kawasan ini, terdapat sejumlah produsen otomotif yang telah beroperasi cukup lama termasuk pula pabrikan suku cadang kendaraan. Kota ini pun kemudian menjadi sebuah ekosistem industri manufaktur kendaraan elektrifikasi.

Tak sekadar sebuah fasilitas besar yang memproduksi kendaraan, pabrik ini menjadi contoh super factory terintegrasi dengan segala industri pendukungnya. Lab riset, distribusi logistik bahan baku, produksi suku cadang dan perakitan kendaraan hingga tahapan pasca produksi, semua terintegrasi di tempat ini. Bisa dibilang, ini pabrik yang serba ada dan serba bisa.
Pabrik BYD di Zhengzhou dioperasikan oleh sekira 60 ribu pekerja. Populasinya nyaris satu kecamatan sendiri. Meski demikian, proses produksi tetap mengandalkan sistem robotika dan otomatisasi. Dengan proses kerja yang cepat dan presisi, tak heran jika pabrik ini mampu memproduksi 2 juta unit kendaraan per tahun. Pabrik konvensional jelas kalah jauh dari pabrik BYD ini.

Lini produksi di tempat ini ada 4 tahapan utama, yakni stamping, welding, painting dan final assembly. Setidaknya ada 1.800 robot yang bekerja di lini produksi termasuk 14 robot pengelasan berteknologi laser yang kuat, presisi dan rapi. Stamping, welding dan painting hampir seluruhnya dikerjakan robot. Untuk finishing dan quality control sebagian masih digarap teknisi, terutama untuk area yang sulit dijangkau robot.
Hampir semua komponen kendaraan dibuat di sini oleh BYD, jadi tanpa vendor sub-kon. Terutama untuk komponen utama seperti motor listrik, baterai serta sensor dan chip kontrol elektronik berikut softwarenya. Inilah yang jadi alasan mengapa biaya produksi mampu ditekan maksimal, tapi kualitas tetap terjaga dan konsisten.
Tahapan Produksi
Tahap stamping menjadi proses awal dalam produksi kendaraan. Ada lima mesin cetak berkecepatan tinggi dengan kapasitas 7.900 ton yang mampu mencetak rangka dan panel bodi hingga 15 kali per menit.

Rangka dan panel bodi kendaraan kemudian berlanjut ke proses welding serta perakitan. Peran 1.800 robot industri berstandar global, termasuk 14 robot welding yang bekerja secara simultan jadi penopang utama. Untuk proses pengerjaan welding satu unit mobil cuma butuh 35-45 detik. Super cepat!
Selanjutnya, proses pengecatan menjadi tahap krusial yang menentukan daya tahan serta perlindungan terhadap korosi. Bukan cuma warna apa yang akan disemprot ke bodi. Fasilitas ini mengadopsi sistem robotik suoer canggih dengan tingkat otomatisasi yang hampir menyeluruh. Pelapisan tahan karat dan pengecatan dijamin presisi.
Seluruh rangkaian proses produksi mulai dari pre-treatment, electrodeposition coating dan drying, dilanjutkan dengan grinding, sealant application, chassis sill armor spraying, color grouping, topcoat application, hingga topcoat drying dikendalikan oleh sistem kontrol terpusat berbasis data. Kualitas yang dihasilkan jelas lebih konsisten dan terjaga.

Sebelum masuk ke tahap final assembly, seluruh komponen dikumpulkan di area pre-assembly, kemudian dikirim ke lini perakitan akhir menggunakan sistem otomatis Automated Guided Vehicle (AGV).
Perakitan kendaraan listrik termasuk battery pack dan motir listrik dilakukan secara fleksibel dan efisien. Tahap final asembly masih tetap memanfaatkan proses manual oleh teknisi untuk menjaga kualitas produk agar presisi.

“Pabrik BYD di Zhengzhou merupakan perwujudan nyata dari prinsip integrasi vertikal kami yang menyeluruh, dimana seluruh value chain mulai dari produksi baterai, komponen inti, perakitan akhir hingga pengujian kendaraan terkonsolidasi dalam satu ekosistem terpadu,” ujar Eagle Zhao, presdir PT BYD Motor Indonesia yang ikut mendampingi kami saat kunjungan ke pabrik BYD di Zhengzhou.
Market Leader Pasar Global
Di kancah persaingan otomotif global, BYD masih mempertahankan statusnya sebagai produsen otomotif China terbesar dari sisi volume penjualan. Sepanjang tahun 2025 BYD membukukan penjualan sebanyak 4,6 juta unit kendaraan NEV, baik mobil listrik maupun hybrid. Capaian tersebut setara 83,68% dari target penjualan 5,5 juta unit.

Walau target belum tercapai, namun BYD mampu menunjukkan dominasinya di pasar otomotif domestik RRC, bahkan di pasar global terutama kawasan Asia.
Kesuksesan yang dicapai BYD tentu saja tak dapat terwujud tanpa dukungan lini produksi yang mumpuni, salah satunya adalah Super Factory di Zhengzou. Pabrik ini menjadi pilar penting dalam visi dan strategi jangka panjang BYD untuk mempercepat proses transformasi mobilitas yang berkelanjutan.
Kemampuan yang dimiliki Zhengzhou Super Factory akan dikembangkan dan diupgrade secara berkala oleh BYD. Teknologi mutakhir seperti otomasi, digitalisasi proses produksi dan pengendalian kualitas berbasis data akan terus berkembang seiring waktu.

Hal tersebut juga berlaku untuk pabrik BYD lainnya, termasuk di Indonesia. Saat ini BYD telah membangun pabrik perakitan mobil listrik di Subang, Jawa Barat. Sebagai tahap awal, kapasitas produksinya ditargetkan mencapai 150.000 unit kendaraan pertahun.
Rencananya, produksi lokal mobil BYD di pabrik tersebut akan dimulai pada awal tahun ini. Dengan produksi lokal berstandar tinggi, BYD dapat memastikan konsistensi kualitas, efisiensi operasional yang optimal, serta fleksibilitas dalam merespons beragam kebutuhan pasar yang beragam.
BYD terus berupaya menghadirkan solusi teknologi yang relevan bagi pasar otomotif Indonesia. Selain itu, BYD sekaligus turut serta mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional secara bertahap.