Ada beberapa penyebab mobil listrik terbakar yang penting untuk disimak. Salah satunya adalah instalasi home charging yang tidak sesuai dengan standar keselamatan.
Kekhawatiran tentang kebakaran baterai dan pengisian daya di rumah masih menjadi hambatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Ketakutan tersebut lebih banyak dipicu oleh informasi yang beredar tanpa klarifikasi teknis.
Survei Global EV Alliance (GEVA) 2025 menunjukkan 77 persen dari 26.071 pengemudi EV di 30 negara menilai mitos, termasuk isu kebakaran, sebagai hambatan terbesar adopsi. Temuan tersebut menegaskan pentingnya edukasi publik dalam transisi energi.
Pengalaman pengguna membuktikan bahwa kendaraan listrik aman bila instalasi mengikuti standar,” kata Arwani Hidayat, Ketua Komunitas Mobil Elektrik Indonesia. “Risiko teknis memang ada, khususnya pada instalasi listrik rumah yang tidak standar maupun thermal runaway pada baterai. Namun risiko ini dapat dicegah, dikelola, dan distandarisasi. Pemerintah perlu menetapkan aturan keselamatan yang jelas agar publik percaya dan berani beralih,” jelas Arwani.
Pemasangan Home Charging Harus Sesuai Standar Keselamatan dan Keamanan

Foto: PLN
Salah satu penyebab mobil listrik terbakar adalah pemasangan home charging yang kurang memperhatikan standar keselamatan dan keamanan.
Arwani menekankan perlunya standar nasional instalasi home charging, sertifikasi teknisi, peralatan pemadam khusus baterai, serta SOP penanganan Thermal Runaway. Tanpa standar tersebut, pemerintah daerah dan masyarakat menghadapi ketidakpastian. Sejatinya, pemasangan home charging disarankan dilakukan oleh teknisi resmi dari PLN
Waspadai Thermal Runaway

Foto: Atra Otoshop
Selain pemasangan home charging kurang fokus pada tingkat keamanan dan keselamatan, penyebab mobil listrik terbakar lain adalah Thermal Runaway.
Dilasnir dari laman Astra Otoshop, Thermal Runaway adalah kondisi ketika baterai lithium-ion mengalami kenaikan suhu ekstrem yang tidak bisa dikendalikan. Proses ini biasanya dimulai dari satu sel baterai yang mengalami masalah, lalu menyebar ke sel lainnya akibat reaksi berantai.
Kondisi ini dapat menimbulkan panas ekstrem dan mengeluarkan asap hitam, sehingga sangat berbahaya jika terjadi pada motor dan mobil listrik yang sedang digunakan.
Kenaikan suhu baterai ini bisa berasal dari berbagai sumber, seperti arus listrik yang terlalu tinggi, listrik pada baterai yang tidak stabil, atau termal lingkungan yang terlalu panas. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa menjadi penyebab dari mobil listrik terbakar.
Tips Mencegah Thermal Runway
Langkah preventif dapat membantu menghindari risiko terjadinya Thermal Runaway. Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:
- Hindari Overcharge: Selalu hentikan pengisian daya saat baterai penuh. Jangan meninggalkan kendaraan terhubung ke charger terlalu lama. Pakai timer di HP dan sesuaikan dengan waktu pengisian baterai.
- Gunakan Charger Original: Menggunakan charger palsu dapat menyebabkan arus listrik tidak stabil dan memicu terjadinya kebakaran.
- Simpan Kendaraan di Tempat Sejuk: Hindari parkir di bawah sinar matahari langsung. Suhu atau lingkungan yang terlalu panas bisa mempercepat kerusakan baterai.
- Rutin Inspeksi Baterai: Lakukan pengecekan berkala untuk melihat apakah ada tanda-tanda kerusakan fisik, kabel terbuka, atau komponen yang aus.
- Hindari Modifikasi Tanpa Ahli: Kelistrikan kendaraan sangat kompleks. Modifikasi tanpa panduan ahli bisa menyebabkan korsleting atau kerusakan sistem.
Kesadaran dan pemahaman terhadap risiko thermal runaway bisa menyelamatkan kendaraan dan nyawa. Dengan perawatan yang tepat, performa baterai bisa tetap optimal dan aman.