Teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle Wuling Darion semakin diyakini banyak konsumen, sebagai solusi terbaik dari transisi menuju ke mobil listrik murni.
Salah satu model dengan sistem ini, adalah Wuling Darion PHEV, yang memiliki jarak tempuh gabungan bensin dan motor listrik hingga 1.000 km lebih.
Wuling Darion PHEV mengandalkan Sistem Hibrida Ling Power, yang secara otomatis memilih sumber tenaga paling efisien sesuai kondisi berkendara. Sistem ini memiliki tiga pola kerja utama, yaitu Mode EV untuk berkendara sepenuhnya dengan tenaga listrik tanpa mesin, Hibrida Seri di mana mesin menghasilkan listrik untuk menggerakkan motor, serta Hibrida Paralel ketika mesin dan motor bekerja bersama untuk kebutuhan daya lebih tinggi. Perpindahan antar mode tersebut berlangsung otomatis dan dirancang tetap halus saat digunakan di jalan.
Dari sisi komponen, Wuling Darion PHEV dibekali mesin hybrid khusus 1.5L, motor penggerak listrik bertenaga 145 kW, motor generator, serta baterai LFP berkapasitas 20,5 kWh yang dapat diisi ulang secara eksternal. Sistem ini dipadukan dengan transmisi hybrid khusus.
Untuk pengaturan penggunaan energi, tersedia beberapa manajemen baterai seperti EV Max yang bisa memanfaatkan EV Mode sampai sisa SOC batre di 12%, sedangkan EV First yang bisa memanfaatkan EV Mode sampai sisa SOC baterai di 35%.
Apabila kondisi SOC Baterai sudah mencapai angka tersebut maka otomatis sistem akan merubah mode berkendara ke Hybrid atau menyalakan mesin bensin untuk menjalankan mobil dan membantu untuk melakukan pengisian kembali pada batre.
Disamping itu terdapat fitur Force Power Retention yang memungkinkan pengisian level baterai pada kisaran tertentu, dari 35% hingga 70% sesuai dengan pengaturan yang dilakukan oleh pengguna, untuk keperluan tertentu seperti memasuki area perkotaan yang ingin menggunakan EV mode. Fitur ini dapat diaktifkan dari layar head unit.
Dalam hal jarak tempuh, Darion PHEV menawarkan jangkauan gabungan hingga lebih dari 1.000 km, dengan kemampuan berkendara listrik murni hingga 125 km. Sistem baterainya dilengkapi manajemen hybrid tingkat lanjut, perlindungan termal cerdas, serta pemantauan keselamatan untuk mendukung keandalan jangka panjang.
“Darion PHEV mengombinasikan motor listrik, baterai berkapasitas besar, dan mesin pembakaran dalam dalam satu sistem. Kendaraan ini memungkinkan pengoperasian dalam mode listrik pada kondisi tertentu, serta beralih secara otomatis ke sistem hybrid untuk mendukung fleksibilitas penggunaan pada berbagai skenario berkendara,” ujar Aji Ibrahim, Product Planning Wuling Motors.
Keunggulan Teknologi PHEV

Melalui pendekatan pengalaman berkendara yang nyata, sistem PHEV dirancang agar mudah dipahami dan relevan untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh, karena memadukan tenaga listrik dan mesin bensin dalam satu model.
Secara sederhana, PHEV adalah kendaraan yang menggabungkan motor listrik dan mesin pembakaran internal, dengan dukungan baterai berkapasitas besar yang bisa diisi ulang dari sumber listrik eksternal. Dengan konfigurasi tersebut, mobil dapat berjalan menggunakan tenaga listrik murni, bensin, atau kombinasi keduanya.
Dibanding hybrid biasa, PHEV memiliki kemampuan berkendara dengan mode listrik lebih lama karena kapasitas baterainya lebih besar dan bisa diisi ulang langsung melalui pengisian daya.
Perbedaan utama dibanding hybrid konvensional, PHEV dapat diisi daya secara eksternal dan memiliki mode EV Max serta EV First, sehingga perjalanan harian bisa ditempuh dengan tenaga listrik sebelum sistem berpindah ke mode hybrid saat dibutuhkan.


