Aletra jadi salah satu brand pendatang baru yang memeriahkan event otomotif Motomobi Karnaval 2026 yang digelar pekan lalu di Qbig, BSD City, Tangerang.

Kehadiran mobil listrik L8 EV yang diboyong Aletra menjadi pertanda keseriusan untuk bisa bersaing di pasar kendaraan listrik Tanah Air. Keikutsertaan Aletra bertujuan agar masyarakat dan para konsumen bisa melihat lebih dekat seperti apa sosok mobil listrik Aletra L8 EV secara langsung.
Nah, ternyata pengunjung Qbig banyak yang belum mengetahui jika ini bukan mobil lansiran brand asal Tiongkok, tapi brand asal Indonesia. Produknya pun sudah dirakit secara lokal di Indonesia. Komponen yang digunakan pun sudah menenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40 persen. Lalu bagaimana dengan kualitasnya, apakah setara dengan produk impor?
Rakitan Lokal Berstandar Global
Untuk mempercepat distribusi unit pesanan para konsumen, Aletra menjalin kemitraan strategis dengan PT Handal Indonesia Motor (HIM) guna melakukan perakitan lokal MPV listrik Aletra L8 EV. Ini adalah model pertama Aletra yang lahir dari pabrik di Purwakarta, Jawa Barat tersebut. Perakitan dilakukan secara Completely Knocked Down (CKD).

Proses produksi Aletra di Purwakarta terdiri dari empat tahapan utama yang terintegrasi. Pengawasan kualitas pun dilakukan dengan cermat dan ketat sesuai standar global.
Tahap pertama dimulai di Trimming Station (T1–T7). Di sinilah pemasangan komponen interior, eksterior, hingga komponen motor listrik penggerak berlangsung.
Setelah itu, unit kendaraan akan berlanjut ke Chassis Station (C1–C6). Fase ini merupakan bagian paling krusial, karena melibatkan pemasangan komponen underbody, meliputi rear axle, sistem rem, roda, motor listrik penggerak berikut baterai short blade berkapasitas 64,74 kWh yang menjadi sumber tenaga utama.
Setelah perakitan komponen bawah sasis rampung, mobil pun memasuki tahap Final Station (F1–F9). Proses pemasangan dan penyetelan komponen akhir hingga proses penggarapan detail kendaraan berlangsung di tempat ini.
Spek Sesuai Kondisi Indonesia
Setelah seluruh proses perakitan komponen selesai, unit kendaraan akan masuk ke Final Assembly Inspection. Para teknisi khusus akan melakukan penyetingan, penyesuaian fungsi, serta pemeriksaan kualitas secara cermat dan menyeluruh pada kendaraan sebelum dinyatakan layak keluar dari lini produksi.

Proses perakitan tidak hanya menyatukan komponen, tetapi melibatkan penyesuaian teknis pada hasil riset tim R&D lokal. Seluruh unit mobil listrik Aletra L8 EV yang keluar dari lini produksi pabrik Purwakarta telah dikalibrasi sesuai kondisi dan kebutuhan konsumen di Indonesia.
Salah satu fitur unik yang disematkan pada Aletra L8 EV spek Indonesia adalah aktivasi mode netral untuk parkir paralel melalui kombinasi pedal rem dan tombol rem parkir elektrik. Sistem suspensi Active Comfort Suspension juga mendapatkan kalibrasi dan pengaturan khusus agar mampu meredam guncangan lebih optimal di jalanan yang tidak rata atau rusak maupun speed bump.
Jelas bahwa unit L8 EV rakitan Purwakarta ini dikembangkan secara spesifik dengan kondisi lingkungan serta kebiasaan pengemudi di Tanah Air.