Dalam sebuah pameran di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Barat pekan lalu, Wuling memamerkan satu unit city car EV terbaru mereka.

Mobil listrik mungil yang diberi label Mini EV tersebut membuat pengunjung dan awak media penasaran. Pasalnya, beredar kabar Wuling Motors telah mendaftarkan nama Wuling Aira EV dan tertera dalam dokumen Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI). Apakah ini dia mobil yang dimaksud?
Aira EV atau Mini EV?
Kemunculan nama Aira EV diduga bakal menjadi generasi penerus dari mobil listrik Wuling Air ev yang telah dipasarkan di Indonesia selama beberapa tahun. Model yang satu ini popularitasnya di pasar mobil listrik Tanah Air cukup tinggi dan jadi salah satu penopang penjualan Wuling Motors.
Berdasarkan data yang tercantum di laman PDKI, nama Aira EV didaftarkan oleh SAIC GM Wuling Automobile Co., Ltd. pada 8 April 2026. Hmm…masih cukup hangat.

Hal tersebut memicu berbagai prediksi dan dugaan seputar model baru yang sedang dipersiapkan untuk pasar global, termasuk Indonesia. Pendaftaran nama dagang kerap menjadi tahapan awal serta petunjuk jelang peluncuran sebuah produk baru ke publik.
Berdasarkan referensi yang ada, Wuling Mini EV di pasar domestik China menggunakan label Wuling Hongguang Mini EV generasi II.
Sedangkan model Wuling Hongguang Mini EV generasi I yang hingga saat ini masih diproduksi dan dipasarkan di China punya kekerabatan erat dengan Air EV.

Jika ditilik dari rancang bangunnya, Wuling Air EV yang di pasar domestik China punya kode nomenklatur E50 berbasis platform SGMW Global Small Electric Vehicle (GSEV). Platform untuk mobil listrik ukuran kecil ini juga digunakan model Baojun dan Macaron.
Untuk model Mini EV, kode nomenklaturnya E110C dan berbasis platform Tianyu S Architecture. Antara model Air ev dan Mini EV, keduanya menggunakan motor listrik tunggal penggerak roda belakang (RWD).
Meskipun bentuknya sepintas hampir mirip, ternyata terdapat sejumlah perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaan yang paling terlihat adalah jumlah pintu. Wuling Mini EV memiliki lima pintu, sedangkan Air ev model tiga pintu.
Berdasar data yang tertera pada situs resmi Wuling Motors di China, dimensi bodi Mini EV dan Air ev cukup banyak selisihnya.
Berikut perbandingan dimensi Air EV dan Wuling Mini EV (Aira).
Wuling Air ev: (P x L x T) 2.974mm x 1.506mm x 1.631mm dan wheelbase 2.010mm.
Wuling Mini EV (Aira): (P x L x T) 3.268mm x 1.520mm x 1.575mm dan wheelbase 2.190mm.
Dari sektor performa tak ada perbedaan antara kedua model tersebut.

Wuling Air ev yang dipasarkan di Indonesia dibekali motor listrik tunggal penggerak roda belakang (RWD) dengan output daya 30 kW (40 hp) dan torsi puncak 110 Nm. Performa yang dimiliki Wuling Hongguang Mini EV setara dengan Air ev.
Untuk baterai, Air ev tersedia versi Lite 200 dengan baterai berdaya 17,3 kWh yang bisa menghasilkan jarak tempuh hingga 200 km. Sedangkan untuk varian Standard dan Long Range dibekali baterai berdaya 26,7 kWh dengan jarak tempuh hingga 300 km.
Wuling Hongguang Mini eV yang dipasarkan di China tak disebutkan berapa besaran kapasitas daya baterainya. Hanya tertera dua opsi jarak jelajah yakni 205 km dan 301 km. Tak banyak perbedaan dari Air ev.

Nah, ternyata para konsumen sudah bisa melakukan pemesanan via pre-booking (inden) untuk Wuling Mini EV meskipun belum diluncurkan secara resmi di Indonesia.
Jadi, apakah bakal tetap pakai nama Mini EV atau Aira EV? Kita tunggu tanggal tayang resminya, kemungkinan tak akan lama lagi.