Rekomendasi mobil listrik 250 jutaan semakin beragam di Indonesia. Konsumen kini tidak hanya memiliki pilihan city car berukuran kompak, tetapi juga crossover dan kendaraan listrik dengan fitur yang semakin lengkap.
Pasar kendaraan listrik Tanah Air terus berkembang dengan hadirnya sejumlah merek baru. Kondisi tersebut membuat persaingan harga semakin ketat, terutama pada segmen mobil listrik di bawah Rp250 juta.
Bagi konsumen yang memiliki anggaran terbatas, beberapa model menarik kini bisa menjadi pilihan. Mulai dari BYD Atto 1, Wuling Air EV, Changan Lumin, Vinfast VF3, Chery Q, hingga Geely EX2, tersedia dengan harga yang masih berada di kisaran Rp200 juta hingga Rp250 jutaan. Harga dapat berbeda tergantung varian, wilayah, serta program promosi dealer. Berikut daftar harganya (OTR Jakarta):
- BYD Atto 1: Rp210 juta-Rp245 juta
- Chery Q: Rp239 juta-Rp259 juta
- Changan Lumin: Rp222 juta
- DFSK Seres E1: Rp219 juta
- Geely EX2: Rp239 juta-Rp269 juta
- Vinfast VF3: Rp230 jutaan (termasuk baterai)
- Vinfast 5 Eco: Rp232 juta (sewa baterai)
- Vinfast e34 Nerio Green: Rp299 juta (sewa baterai)
- Wuling Air EV: Rp214 juta-Rp251 juta
Perhatikan Kebutuhan Sebelum Membeli Mobil Listrik

Memilih mobil listrik tidak hanya berdasarkan harga. Konsumen perlu mempertimbangkan jarak tempuh, kapasitas baterai, fitur keselamatan, ketersediaan bengkel resmi dan suku cadang, garansi baterai serta kemudahan pengisian daya di rumah.
Rekomendasi mobil listrik Rp250 jutaan pada 2026 menunjukkan bahwa pilihan EV semakin luas. Dengan anggaran tersebut, konsumen sudah dapat memilih kendaraan untuk mobilitas perkotaan, penggunaan harian, hingga kebutuhan keluarga kecil dengan biaya operasional yang lebih hemat dibanding mobil ICE.
Namun, harga mobil listrik dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, calon pembeli sebaiknya melakukan pengecekan langsung ke dealer resmi untuk mengetahui harga OTR, promo, serta ketersediaan unit terbaru.

