Ajang Bangkok International Motor Show 2026 (BIMS) ke-47 menjadi panggung penting bagi para pabrikan otomotif global untuk menampilkan inovasi terbaru, khususnya di segmen kendaraan elektrifikasi. Dalam momentum ini, GAC International menunjukkan keseriusannya memperluas penetrasi pasar di Asia Tenggara melalui strategi “Thailand Action 2.0”.

Program ini diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran layanan purna jual GAC CARE, yang untuk pertama kalinya diterapkan di luar China. Thailand dipilih sebagai titik awal implementasi, menandakan peran strategis negara tersebut sebagai hub ekspansi GAC di kawasan.
Bangun Fondasi Industri di Thailand
Langkah GAC di Thailand bukan sekadar memperluas penjualan, melainkan membangun ekosistem industri secara menyeluruh. Melalui sub-brand AION, GAC telah memulai penetrasi pasar kendaraan listrik sejak beberapa tahun terakhir.
Sebagai bagian dari strategi “Thailand Action 1.0”, GAC membangun fasilitas produksi modern pada Juli 2024 dengan nilai investasi mencapai sekitar US$64,8 juta. Pabrik ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 50.000 unit per tahun, tidak hanya untuk memenuhi pasar domestik, tetapi juga sebagai basis ekspor ke Asia Tenggara dan Oceania.

Tak berhenti di situ, GAC juga meresmikan GACB Sathorn Experience Center dan GAC Thailand Battery Service Center di Bangkok pada 2025. Kehadiran fasilitas ini memperkuat pendekatan bisnis “Sales + Energy Services” yang mengintegrasikan penjualan kendaraan dengan layanan energi dan purna jual.
Penjualan EV Melonjak Tajam
Strategi bertahap yang dijalankan GAC mulai menunjukkan hasil positif. Sepanjang 2025, penjualan kendaraan listrik GAC di Thailand mencapai 15.301 unit, melonjak hingga 305 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menjadi indikator kuat bahwa pasar Thailand memiliki potensi besar bagi pengembangan kendaraan listrik. Lebih dari itu, GAC tidak hanya menjual produk, tetapi juga mulai membangun basis industri lokal yang berkelanjutan.

Melalui pendekatan “One GAC 2.0”, perusahaan mengadopsi strategi yang menekankan pada pemanfaatan sumber daya lokal. Produk yang dipasarkan di Thailand kini telah mengandung komponen lokal lebih dari 40 persen, termasuk penyesuaian desain dan fitur sesuai kebutuhan konsumen setempat.
Hadirkan Produk Khusus untuk Pasar Thailand
Salah satu wujud nyata strategi tersebut adalah peluncuran AION V 500KM, model kendaraan listrik yang dirancang khusus untuk pasar Thailand dan debut di BIMS 2026.
Langkah ini menunjukkan bahwa GAC tidak sekadar mengekspor produk global, tetapi juga melakukan riset dan pengembangan berbasis pasar lokal. Pendekatan ini dinilai efektif untuk meningkatkan daya saing di tengah ketatnya persaingan industri otomotif kawasan.

Dengan kombinasi fasilitas produksi, jaringan layanan, serta strategi bisnis yang terintegrasi, GAC semakin memperkuat posisinya sebagai pemain utama kendaraan listrik di Thailand.
Ke depan, menarik untuk melihat apakah strategi agresif GAC di Negeri Gajah Putih ini juga akan diterapkan di pasar Indonesia, yang memiliki potensi pertumbuhan kendaraan listrik yang tak kalah besar.