Pabrik BYD Subang Siap Produksi 150.000 Mobil Listrik Per Tahun

18 February 2026 | 11:36 am | Rizky Dermawan

Pembangunan pabrik perakitan mobil listrik BYD di Subang, Jawa Barat telah rampung. Lini produksi pun dikabarkan siap beroperasi dalam waktu dekat. Keberadaan pabrik perakitan tersebut merupakan bagian dari komitmen investasi produsen kendaraan listrik asal China tersebut di Indonesia.

BYD merupakan salah satu merek penerima insentif mobil listrik impor dari pemerintah pada 2024. Sebagai imbal balik, BYD wajib melakukan perakitan lokal sesuai jumlah unit impor yang terjual secara ritel sepanjang periode 2024–2025. Dengan produksi lokal, Tingkat Komponen dalam Negeri (TKDN) dapat terus ditambah. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam upaya mendorong tumbuh kembang industri manufakur kendaraan listrik berbasis produksi lokal di Tanah Air.

Pemenuhan Pasar Domestik Indonesia

Fasilitas perakitan BYD yang berlokasi di kawasan Smartpolitan, Subang, Jawa Barat dibangun secara bertahap. Pengembangan fasilitas tersebut menempati lahan seluas 108 hektare hingga 126 hektare. Investasi yang ditanamkan pun cukup besar, yakni 1 miliar dolar AS atau setara Rp 16,864 triliun dengan kurs saat ini US$ 1 = Rp 16.864.

Kapasitas produksi pabrik ini secara penuh ditargetkan mampu mencapai 150.000 unit kendaraan listrik per tahun. Kapasitasnya setara pabrik EV BYD di Rayong, Thailand. Bahkan pabrik di Subang areal lahannya jauh lebih besar.

Keberadaan pabrik ini mempertegas ambisi BYD untuk memperkuat posisinya sebagai pemain utama kendaraan listrik di Indonesia. Jika proses produksi berjalan sesuai target pada kuartal pertama 2026, pabrik BYD di Subang berpotensi menjadi salah satu pusat manufaktur EV terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga :  iCAR V23 Dapat 5-Star ASEAN NCAP!

Unit kendaraan listrik yang diproduksi di tempat ini diutamakan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik Indonesia. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan fasilitas ini juga akan menjadi basis suplai untuk pasar ekspor kawasan ASEAN.

Persiapan Produksi Secara Penuh

Pabrik ini ditargetkan mulai berproduksi secara penuh pada kuartal pertama 2026. Meski hingga Februari 2026 produksi massal belum dilakukan, perusahaan memastikan perakitan lokal berjalan sesuai jadwal.

Sebagai syarat keberlangsungan produksi, BYD telah memperoleh empat sertifikat. Hal tersebut disampaikan oleh Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan di IIMS 2026.

Keempat sertifikat yang telah dikantongi tersebut meliputi Certificate of Standard, Sertifikat World Manufacturer Identifier (WMI) yang berfungsi untuk mendapatkan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK), serta sertifikasi implementasi dan izin Industri Kendaraan Dalam Negeri (IKD) khusus untuk kendaraan elektrik.

Kehadiran dokumen serifikasi tersebut tak sekadar pemenuhan syarat administratif. Tapi menjadi bukti bahwa fasilitas produksi BYD telah memiliki peralatan yang lengkap dan siap memenuhi target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang dipersyaratkan oleh pemerintah Indonesia.

Saat ini tim teknis BYD tengah melakukan uji coba produksi serta mengintegrasikan ratusan peralatan canggih di dalam pabrik. Hal tersebut guna memastikan setiap tahap produksi berjalan dengan presisi tinggi. Uji coba produksi bertujuan untuk memastikan setiap model yang dirakit di Indonesia dalam kondisi sempurna tanpa kesalahan dari sisi produksi saat pabrik beroperasi penuh.

Baca juga :  Super Factory BYD Zhengzhou, Tulang Punggung Produksi EV Global

“Fasilitas yang kita miliki ini sudah sangat siap, ter-recognize, lengkap secara peralatan untuk memproduksi sebuah kendaraan dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) diharapkan oleh pemerintah,” ujar Luther.

Sebagai informasi, saat ini BYD memasarkan beragam model kendaraan listrik lintas segmen. Salah satu model terlaris adalah city car BYD Atto 1. Dengan harga termurah Rp 199 jutaan, on the road Jakarta, pesanan BYD Atto 1 membludak sejak diluncurkan.

Angka penjualan wholesales (penyaluran dari pabrik ke diler) menjelang akhir 2025 bahkan tembus lebih dari 9.000 unit. Hal ini jadi indikator kuat, Atto 1 bakal jadi kandidat model pertama BYD yang dirakit lokal secara Completely Knocked Down (CKD) di Subang. Model apa saja yang nantinya akan dirakit di tempat ini?

5 2 votes
Article Rating

Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x