Di tengah dominasi pabrikan otomotif dari Benua Asia yang memeriahkan pameran Bangkok International Motor Show (BIMS) 2026, Tesla optimis dapat menancapkan kukunya di Negeri Gajah Putih. Di BIMS tahun ini pabrikan kendaraan listrik asal Amerika Serikat tersebut memperkenalkan mobil listrik terbarunya, Model Y L.

Debut perdana Tesla Model Y L di kawasan Asia Tenggara ini menyusul launching yang telah dilakukan beberapa bulan lalu di China, Australia dan Selandia Baru. Apa yang membedakan Tesla Model Y L dengan versi Model Y terdahulu?
Bodi Lebih Besar Namun Tetap Aerodinamis
Tesla Model Y L adalah hasil pengembangan yang dilakukan pada Model Y terdahulu. Jika Model Y sebelumnya adalah versi dua baris bangku, Model Y L ini versi 6 penumpang berkonfigurasi tiga baris bangku dengan layout 2-2-2. Jelas yang dibidik oleh mobil ini segmen keluarga, terutama konsumen di kawasan Asia Tenggara dan China yang gemar mobil berkabin lapang serta joknya banyak. Tentunya agar bisa memuat seluruh anggota keluarga plus barang bawaan saat bepergian.

Dengan ruang kabin yang lebih besar, maka ada sedikit perbedaan pada postur Model Y L dibanding Model Y biasa. Terlihat pada area atap yang sedikit lebih tinggi dan lebih mulur. Agar lebih aerodinamis, pada buritan dipasangi spoiler. Sebagai pembeda, bodi berlabur warna Cosmic Silver, serta pakai velg Machina 2.0 ukuran 19-inci.
Dibandingkan Tesla Model Y standar, versi L lebih panjang 177 mm (menjadi 4.969 mm) dan lebih tinggi 44 mm (1.668 mm). Jaral wheelbase lebih mulur 149 mm menjadi 3.040 mm. Meskipun bongsor, hambatan udaranya (coefficient of drag) cukup minim yakni 0.216 (Cd).
Kabin Lebih Lapang dan Nyaman
Tesla tentunya juga merombak tata letak ruang kabin sebagai penyesuaian dimensi bodi yang berubah.
Agar lebih nyaman dan mewah, bangku baris kedua pakai model captain seat dengan pengaturan elektrik plus fitur pemanas serta ventilasi. Arm rest pun versi elektrik yang bisa dilipat otomatis.

Berbeda dengan versi 7-penumpang di AS dan Eropa berkonfigurasi 2-3-2, pada Model Y L kursi baris ketiga dibuat lebih nyaman dan sudah pakai headrest. Kursi belakang pun dilengkapi setelan posisi duduk elektrik.
Bangku paling belakang dapat dilipat cukup dengan menekan tombol. Volume bagasi pun meningkat dari 2.138 liter menjadi 2.539 liter dalam kondisi bangku belakang terlipat. Bukaan pintu bagasi pun otomatis alias hands free.
Oh ya, ruang kabin yang lebih lapang dan captain seat di baris kedua membuat para penumpang bangku belakang lebih leluasa keluar-masuk.
Fitur Makin Lengkap
Penunjang kenyamanan kabin belakang tak dilupakan. Cup holder, ventilasi AC di pilar C plus soket USB Type-C tersedia di sisi kiri dan kanan. Sistem audio pun diupgrade dari 15 speaker menjadi 18 speaker, termasuk subwoofer.

Seperti di Australia, Tesla Model Y L yang dipasarkan di Thailand hanya tersedia varian Premium AWD. Fitur standar lainnya sama seperti bawaan Model Y reguler varian Premium AWD.
Mulai dari panel interior berbahan tekstil, jok kulit sintetis, layar infotainment 16 inci, layar 8 inci untuk penumpang baris kedua, atap panoramic, serta dual wireless charger Qi. Kamera eksterior jumlahnya 8 dan belum versi 360 derajat penuh.
Spek Performa
Perihal spek performa, motor elektrik ganda berpenggerak All-wheel drive (AWD) yang dibekalkan outputnya 340 kW (640 hp).
Baterai Nickel-Manganese Cobalt (NMC) yang dibopong kapasitasnya lebih besar, yakni 82 kWh. Hasilnya, jarak tempuh mencapai 681 km (WLTP), meningkat dari 629 km pada Model Y Premium AWD.

Tesla mengklaim akselerasi 0 – 100 km/jam cukup hanya dalam waktu 5 detik. Lebih gesin 0,5 detik dari Model Y L yang beredar di China, tapi 0,2 detik lebih lamban dari Model Y AWD. Top speed dibatasi hanya sampai 201 km/jam.
Untuk menopang hobot yang lebih berat, suspensi kini memakai adaptive dampers seperti pada varian Performance. Stabilitas berkendara dijamin meningkat dan ayunan suspensi bikin perjalanan kian nyaman.
Harga Rp 1 Miliaran
Tesla Model Y L Premium AWD akan resmi dipasarkan di Thailand jelang pertengahan tahun ini. Label harganya mulai dari 1,999 juta baht atau sekira Rp 1 miliaran.

Tak hanya melakukan debut perdana Model Y L, Tesla juga mengemukakan strategi dan proyeksi ekspansi pasar mereka di Thailand.
Saat ini Tesla mengoperasikan 5 showroom, 41 SPKLU Supercharger, 15 SPKLU standar plus lima jaringan bengkel serta workshop ringan. Rencananya tahun ini Tesla akan menambah 3 showroom baru di Thailand, berikut 6 titik SPKLU Supercharger, 3 SPKLU standar, serta tiga titik jaringan bengkel
Masuknya Tesla Model Y L di Thailand jadi sinyal dimulainya penetrasi pasar negara setir kanan di ASEAN secara bertahap. Apakah mobil listrik ini juga bakal masuk ke Indonesia?