Mau Beli Toyota Sienta Bekas? Pahami Dulu Mobilnya

29 September 2022 | 10:06 am | Indra Alfarisy

Toyota Sienta bekas tersedia banyak di pasaran. Sebelum beli, kenalan dulu supaya paham rasa dan kualitasnya.

Sedang terpikir untuk punya MPV bekas Rp 200 jutaan? Ada banyak yang bisa dipilih. Namun kami kepincut dengan Sienta. Lebih spesifik lagi, Toyota Sienta Q bekas buatan tahun 2016-2018, yang harganya sekitar Rp 180 juta hingga Rp 250 jutaan. Tergantung kondisi.

Namun harap diperhatikan, ini harga di pasar mobil bekas daring di wilayah DKI Jakarta. Di luar itu, Anda harus pastikan lagi. Namun yang bikin kami tertarik pada Toyota Sienta bekas ini adalah, kepraktisan yang diusung dalam kemasan yang compact.

Toyota Sienta adalah MPV berukuran ringkas yang berusaha keras untuk meyakinkan Anda kalau kabinnya lega dan punya tiga baris kursi. Panjangnya 4.235 mm dengan lebar 1.695 mm. Tinggi juga hanya 1.695 mm. Jarak sumbu roda juga tidak istimewa dengan angka 2.750 mm.

Fasilitas Kabin Toyota Sienta

Kabin Toyota Sienta dipermudah dengan akses pintu geser elektrik untuk bagian belakang. Ditambah lagi ground clearance yang tidak terlalu tinggi. Tapi jangan mengharapkan captain seat. Sesuatu yang cukup kami sayangkan. Bangku sambung kurang memberikan keleluasaan untuk akses baris ketiga. Meski, ruang kaki di baris dua harus diacungi jempol.

Beberapa hal yang kurang kami pahami adalah, posisi tuas perseneling yang terlalu rendah. Begitu juga dengan rem tangan. Kalau Anda memiliki tinggi tubuh diatas rata-rata orang Indonesia, mungkin dengan posisi duduk yang rendah bisa menjangkau lebih mudah. Kami dengan tinggi 165 cm, harus duduk dengan posisi yang agak tinggi untuk menemukan bidang pandang yang luas.

Baca juga :  Suka Beli Mobil dengan Prinsip Value for Money atau Jual Kembali?

Selain itu, absennya armrest di jok depan menjadikan pengendaraan kurang rileks. Hal lain adalah soal pelipatan kursi deret ketiga. Bangku di hadapannya harus diangkat dulu baru bisa melipat kursi tersebut. Lalu kembalikan lagi baris kedua ke posisi normal. Agak panjang prosesnya. 

Tapi harus diakui, segalanya mudah diraih. Cup holder di sebelah kanan setir sangat strategis. Mengambil minuman jadi mudah. Selain itu, segalanya tertata rapi. Kecuali posisi tempat kartu. Perlu dibiasakan dulu agar mudah meletakan dan mengambil kartu pembayaran (e-Toll).

Fiturnya tentu selaras dengan harga. Pintu geser elektrik itu sudah tersedia pada G (hanya pintu kiri), V dan Q. Yang terakhir itu sebagai pemegang kasta tertinggi. Sementara sistem multimedia ketiganya dibekali layar monitor sentuh yang punya kemampuan mirroring. Tapi menggunakan kabel. Konektivitas wireless tersedia untuk bluetooth dan sambungan wifi. Khusus G, pengendali AC masih berupa kenop putar, belum mengandalkan tombol seperti varian diatasnya.

Performa dan Pengendalian

Mesin Toyota Sienta menggunakan penggerak bensin empat silinder berkode 2NR-FE. Kapasitasnya 1,5 liter (1.496 cc). Tenaga 106 hp dengan torsi puncak 140 Nm pada 4.200 rpm. Mesin Ini bisa ditemukan di mobil-mobil Toyota seperti Vios, Limo, Yaris. Sebagai informasi, semua mobil itu, termasuk Sienta, menggunakan platform yang serupa. Namanya Toyota B Platform, belum TNGA. Makanya bisa berbagi komponen.

Baca juga :  Jajal Mobil Listrik GAC AION, Memang Bikin Penasaran

Dari pengujian kami menggunakan Sienta Q buatan 2016, meski odometer menunjukkan lebih dari 75.000 km, tapi masih terasa responsif. Bahkan transmisi otomatis CVT yang digunakan, mampu merespon permintaan akselerasi dengan baik. Meski mungkin karena usia, saat beranjak awal terasa agak tersendat.

Respon pergerakan transmisi CVT yang dimanualkan (Shiftmatic) juga cukup baik. Meski tidak istimewa. Sekali lagi, mungkin karena jarak tempuh dan usia. Ada tujuh tingkat percepatan yang bisa digunakan.

Sebagai penopang, Toyota mengandalkan suspensi MacPherson Strut dengan per keong (coil spring) dan Stabilizer di depan. Belakangnya torsion beam dengan stabilizer dan juga coil spring. Tidak ada yang istimewa, baik secara konstruksi maupun kualitas peredamannya. Saat di kecepatan tinggi, kestabilan cukup terjaga dan tidak terlalu limbung. Namun ban ekonomis yang sudah bukan bawaan standar terasa berisik. Ini karena kompon yang keras.

Konsumsi BBM

Untuk yang satu ini, kami mohon kebijakan pemahaman Anda. Konsumsi BBM akan berbeda-beda pada setiap mobil, cara Anda berkendara hingga kondisi cuaca. Kami mencoba Sienta Q ini di jalan tol Cipularang tujuan Bandung dan balik ke Jakarta. Kecepatan maksimal mengikuti aturan batas 100 km/jam, menurut kondisi. Kondisi cuaca saat itu cerah dengan suhu luar di MID 32 derajat di siang hari dan 30 derajat saat malam. 

Di jalan bebas hambatan, dengan berkendara sendiri tanpa membawa barang berat, tercatat angka 16,4 km/liter saat menuju Bandung. Arah balik, kami mendapat 19,0 km/liter karena jalan menurun dan lalu lintas relatif lancar di malam hari.

Baca juga :  Tak Hanya di Kota, Chery Tiggo 5X Mau Diajak Pergi Jauh

Sementara di dalam kota, setelah melakukan reset pada penunjuk informasi dan menempuh rute sekitar Jakarta Selatan di jam padat pagi hari, tertera di MID 11,2 km/liter. Cukup mengejutkan. Namun sekali lagi, ini angka yang ditampilkan pada MID (Multi Information Display). Kalau ada kesempatan lagi, kami akan coba dengan metode full to full. 

Mengenai Toyota Sienta Q

Varian Q adalah yang paling lengkap di jajaran Sienta. Meski perbedaan dengan Sienta V yang setingkat di bawahnya kelewat tipis. Di interior, kehadiran MID dengan teknologi TFT jadi pembeda. Lainnya sama. Penyalaan mesin dengan tombol, keyless entry, power sliding door kiri kanan dan sebagainya.

Sementara di eksterior, versi V terlihat lebih polos tanpa tambahan aksesoris aerodinamika di bemper depan belakang dan roof spoiler di atas penutup bagasi. Lampu belakang Q diberikan kurva merah yang tampak lebih modern dan mahal. Selebihnya sama, sampai ke pelek 15 inci yang digunakan.

 

 

 

 

 

 

4.5 2 votes
Article Rating

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x