Dilema BMW, M3 dan Orang Amerika

30 August 2022 | 7:28 pm | Indra Alfarisy

Dilema BMW M3 di Amerika, sampai harus dibuatkan versi khusus yang lebih murah. 

Ya, kami jujur saja. Tim redaksi motomobinews.id adalah orang-orang lama yang kadang gagal paham dengan sebuah desain mobil kekinian. Grill BMW M3/M4 terbaru misalkan. Kami tidak mengerti kenapa harus begitu. Memang ada fungsinya pasti. Tapi apakah tidak ada cara lain? Anyway, kembali ke masalah M3. Yang akan kami bahas adalah BMW E36 M3. 

Latar belakangnya harus diceritakan dulu. Ini berkaitan dengan pasar Amerika Serikat yang kadang unik tapi menggiurkan. Akhirnya pabrikan rela bikin mobil dengan spesifikasi khusus negeri adidaya itu. Termasuk BMW M3. 

BMW M3 dari generasi E30 ternyata sulit untuk diterima pasar Amerika Serikat waktu itu. Penyebabnya adalah, ini mobil yang dibuat berdasarkan homologasi balap. Jadi basisnya mobil untuk pacuan, dijadikan kendaraan harian jalan raya. Orang Eropa dan Indonesia pasti ‘ngiler’, tidak dengan orang Amerika. Bahkan diler-diler setempat sampai memberikan diskon besar. Tapi tetap susah jualan. 

Dari situ, BMW Amerika sempat mengatakan, “Kami tidak mau jual BMW M3 lagi!” Tapi BMW Jerman, tetap pada pendiriannya. “Kalian harus jualan M3. Kami berikan yang lebih baik.” Dan lebih baik itu hadir dalam bentuk BMW M3 E36. Mobil M yang dibuat bukan untuk balapan, tapi memang hadir sebagai sedan jalan raya yang kencang. Jantungnya adalah mesin S50 enam silinder yang menyenangkan. Dua silinder lebih banyak dari sebelumnya. 

Baca juga :  GAC AION Bakal Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik Di Indonesia?

E36 M3 muncul tahun 1992. Tepat pada saat BMW Amerika baru selesai menghabiskan stok E30 M3. Mereka malas harus jualan mobil itu lagi. Namun ada satu orang yang sadar kalau mobil ini punya potensi besar. Namanya Bob Ruemer, editor majalah BMW Car Club America. Mengajak penggemar BMW untuk menyurati APM setempat agar M3 bisa dibawa masuk. Isinya sebagian besar menyatakan akan membeli M3 dengan harga yang masuk akal, tentunya. 

Harganya Tidak Masuk

Masalah muncul karena benda paling mahal di mobil itu adalah sang S50. Kalau memaksakan pakai mesin itu, harganya (waktu itu) bisa menyentuh US $55.000. Erik Wensberg, Manajer BMW M Amerika pesimis. Dengan banderol itu paling bisa terjual 100 unit. Hitung-hitungan pak Wensberg, untuk bisa ‘sexy’ M3 harus bisa dihargai US $35.000 saja. 

Solusinya, BMW rela melepas S50, dan menggantinya dengan mesin M50B25 yang terpasang pada E36 323i, 2,5 liter. Tentu ada perubahan. Kapasitasnya dinaikkan jadi 3.0 liter, noken as dengan derajat yang lebih agresif, kruk as dan piston baru. Nama mesinnya jadi S50B30US. Tenaganya 240 hp, 42 hp lebih rendah dari versi M3 Eropa, dengan torsi 305 Nm. Meski begitu, bagian kaki dan sistem kemudinya sama persis.

Di luar dugaan, mobil ini laris manis. Sampai BMW sendiri kepayahan memenuhi SPK yang terbit. Media suka, pembelinya cinta dan menggunakan mobil ini sebagai tunggangan harian. Selanjutnya bisa ditebak, BMW Amerika malah minta tambahan varian. Diamini oleh Jerman yang menyediakan M3 empat pintu. Karena pasarnya ada. Selain kencang, praktis karena punya ekstra pintu. Makin banyak yang menggunakannya sebagai andalan sehari-hari. Tahun 1996 BMW memasangkan mesin S52 terbaru di mobil ini. Meski tenaganya sama, torsinya naik jadi 319 Nm. Jadilah E36 M3 merajalela di Amerika Serikat dalam bentuk coupe dan sedan. 

5 1 vote
Article Rating

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x