Megawatt Flash Charger BYD Siap Ekspansi Global, Cas EV 5 Menit

21 January 2026 | 3:47 pm | Rizky Dermawan

Bagi para pemilik mobil listrik, satu hal yang jadi ganjalan adalah waktu yang dibutuhkan untuk pengecasan daya baterai. Di sejumlah unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listirik Umum (SPKLU) memang sudah dilengkapi perangkat fast charger DC, akan tetapi jumlahnya masih terbatas.

Selain itu, untuk mengisi daya baterai dari 30% hingga 80% tetap saja butuh waktu sekira 30-45 menit. Antrean kendaraan yang akan mengisi daya bakal jadi panjang? Lalu, bagaimana solusinya?

BYD Megawatt Flash Charger

Soal lamanya waktu pengisian ulang daya baterai, saat ini memang terbilang kurang efisien. Jika mengisi daya baterai di rumah dengan wallbox charger standar 11 kW, bisa sampai 6 jam. Apalagi yang versi 7 kW, wah… butuh waktu 7-9 jam!

Nah, kini BYD sudah punya solusinya yakni charger super cepat bernama Megawatt Flash Charger. Output dayanya pun tak main-main, 1 MW (megawatt) atau setara 1.000 kW. Seukuran pembangkit daya listrik untuk mencukupi kebutuhan listrik selevel kota kecamatan di Indonesia.

Teknologi mutakhir ini mulai diperkenalkan BYD pada April 2025 lalu di China. Saat kami berkunjung ke Sirkuit All-Terrain BYD di Zhengzhou, China, alat ini terpasang di sana. Bahkan tim teknis BYD memperagakan kemampuan alat ini.

Dalam paparannya, Kelvin Lai, product team BYD China menyatakan bahwa pengecasan daya baterai dari level 20% hingga 80% cuma butuh waktu tak sampai 5 menit! Daya listrik yang cukup untuk menempuh jarak hingga 400 km.

Baca juga :  Harga Geely EX2 di Bawah Rp 250 Juta!

Jelas, waktu yang dibutuhkan jauh lebih cepat dibandingkan charger berdaya 200 kW yang tersedia pada sejumlah SPKLU di Indonesia. Paling cepat butuh waktu sekira 15-30 menitan, bergantung kemampuan baterai mobilnya. Meskipun fast chargernya bisa sampai 200 kW, tapi output daya yang disalurkan tidak maksimal, karena suplai daya listrik dari PLN masih belum stabil.

Lahirnya teknologi Megawatt Flash Charger bukan lantaran tajut kalah saing dari brand kompetitor yang gencar bikin superchaeger berdaya besar.

Lonjakan populasi mobil listrik di berbagai negara, terutama di RRC jadi pemicu BYD untuk terus mengembangkan teknologi pengecasan yang cepat dan efisien. Jika hanya mengandalkan sumber listrik rumah tentu saja akan butuh waktu relatif lama untuk melakukan pengecasan.

Dari segi kinerja, Megawatt Flash Charger buatan BYD ini mampi mematahkan rekor output daya fast charger yang selama ini yang dipegang Tesla (500 kW) dan Xpeng (800 kW). Jika tak dibatasi oleh sistem manajemen baterai, BYD malah menyebut jika output daya yang disalurkan charger ke baterai bisa mencapai hingga 1.360 kW!

“Ini adalah teknologi flash charging terbaru dari BYD. Kami berharap teknologi ini bisa digunakan di luar China secara global,” ujar salah satu perwakilan BYD China saat presentasi.

Super e-Platform 1.000 Volt

Apakah semua mobil listrik buatan BYD bisa pakai perangkat Megawatt Flash Charger? Ah, ternyata tidak semua. Hanya mobil listrik BYD terbaru yang sudah menggunakan sistem Super e-Platform dengan kemampuan tegangan listrik 1.000 volt.

Baca juga :  Operasi Ketupat 2026 Fokus di Lima Klaster

Platform voltase tinggi terbaru ini memiliki motor listrik penggerak, chip pengendali dan sistem pendingin baterai versi termutakhir.

Baterai lithium-iron phosphate (LFP) yang digunakan pun beda dari generasi terdahulu.Hebatnya lagi, teknologi charger ini adalah hasil pengembangan mandiri BYD. Jadi tak melibatkan pasokan komponen dari perusahaan teknologi lainnya.

Karena spesifikasinya khusus, untuk saat ini yang bisa menggunakan teknologi Megawatt Flash Charger baru dua produk dari BYD Group, yaitu sedan BYD Han L dan SUV BYD Tang L. Kedua model mobil listrik tersebut telah dipasarkan di China sejak tahun 2025 lalu. Nantinya, akan ada model mobil listrik lainnya dari BYD maupun Denza yang berbasis Super-e Platform.

Pada mobil BYD yang jadi peraga perangkat Megawatt Flash Charger memiliki posisi charger port sebanyak 2 buah, di sisi kiri dan kanan mobil. Karena kemampuan kabel serta soket konektor yang ada saat ini masih terbatas, maka semoga saja di masa mendatang akan dibuat kabel dan konektor tunggal yang mampu menyalurkan arus listrik berkekuatan besar hingga 1.000 ampere.

Ekpansi Global Megawatt Charger

Perihal rencana penjualan BYD Han L dan BYD Tang L, serta ketersediaan teknologi Megawatt Flash Charger ini di Indonesia masih belum diumumkan oleh pihak pabrikan.

Meskipun demikian, BYD saat ini berupaya membangun ribuan unit Megawatt Flash Charger di seluruh pelosok Cina. Tahun lalu, jumlah unit yang dibangun telah mencapai 4.000 yang kebanyakan berada di jaringan dealer dan showroom BYD.

Baca juga :  Penjualan Chery Group 2025 Tembus 2,806 Juta Unit!

Untuk di luar RRC, BYD tengah berencana membangun jaringan fasilitas Megawatt Flash Charger di Afrika Selatan dan Eropa. Pembangunan infrastruktur Megawatt Flash Charger di kedua kawasan tersebut paling cepat dimulai pada April atau Mei 2026 mendatang. Wah, tak cuma melakukan ekspansi mobil listrik ke pasar global, tapi juga alat chargernya.

Pihak BYD menargetkan akan ada sebanyak 200 hingga 300 titik Megawatt Flash Charger yang dibangun di kedua kawasan tersebut hingga akhir tahun 2026.

Sebagian besar unit charger akan dipasang di jaringan dealer BYD, dan unit lainnya akan bekerjasama dengan jaringan SPKLU atau SPBU lokal. Agar tak terlalu bergantung pada pasokan listrik dari jaringan induk, daya listrik untuk Megawatt Flash Charger akan bersumber dari pembangkit listrik panel surya yang dibangun BYD. Terutama untuk di wilayah pinggiran kota maupun tempat yang agak terpencil.

Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi atas kekhawatiran pengguna mobil listrik terkait waktu pengisian daya baterai dan jarak tempuh. Bakal seperti apa nantinya rencana ekspansi teknologi revolusioner BYD ini ke pasar global? Semoga bisa hadir pula di Indonesia.

 

5 1 vote
Article Rating

Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x