Partisipasi Publik Dapat Mengurangi Kecelakaan Mudik Lebaran

12 March 2026 | 1:09 pm | Rizky Dermawan

Kasus kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu tantangan utama setiap musim mudik Lebaran. Meski berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dan pemangku kepentingan, faktor manusia masih menjadi penyebab dominan terjadinya kecelakaan di jalan raya. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat, khususnya para pemudik, dinilai sangat penting untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas selama mudik Lebaran 2026.

Isu ini menjadi pembahasan utama dalam diskusi panel bertajuk “Berkendara Aman & Selamat” yang diselenggarakan oleh organisasi masyarakat sipil Jaringan Aksi Keselamatan Jalan atau Jarak Aman di Jakarta pada Selasa (10/3). Diskusi ini menghadirkan sejumlah pemerhati keselamatan jalan serta pakar defensive driving untuk membahas langkah-langkah pencegahan kecelakaan selama periode arus mudik.

Koordinator Jarak Aman, Edo Rusyanto, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat memiliki peran besar dalam menekan jumlah kecelakaan maupun fatalitas di jalan raya. Menurutnya, kesadaran pengemudi dalam memahami potensi risiko saat berkendara menjadi langkah awal yang sangat penting.

Ia menambahkan bahwa penerapan manajemen perjalanan yang baik, termasuk perencanaan rute, waktu perjalanan, serta kesiapan fisik pengemudi, dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas.

“Faktor manusia masih menjadi penyebab dominan kecelakaan lalu lintas. Karena itu, para pemudik perlu meningkatkan kesadaran berlalu lintas yang rendah risiko guna memangkas fatalitas kecelakaan di jalan,” ujar Edo dalam diskusi tersebut.

Baca juga :  Lima Dekade, TMMIN Terus Perkuat Label 'Made in Indonesia' 

Selain itu, para pemudik juga diimbau untuk mempersiapkan kondisi fisik dengan baik sebelum memulai perjalanan jauh. Istirahat yang cukup dinilai sangat penting agar pengemudi tetap fokus dan mampu mengambil keputusan dengan cepat saat menghadapi situasi di jalan.

Kabar baiknya, tren kecelakaan lalu lintas selama mudik Lebaran tahun 2025 menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Berdasarkan data dari Korlantas Polri selama periode Operasi Ketupat 2025, jumlah kecelakaan tercatat sebanyak 3.181 kasus. Angka tersebut turun sekitar 31 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 787 orang atau menurun hingga 53 persen dibandingkan tahun 2024. Meski demikian, angka tersebut masih tergolong tinggi sehingga berbagai upaya pencegahan tetap perlu ditingkatkan.

Penurunan jumlah kecelakaan ini tidak hanya didukung oleh kerja sama berbagai pemangku kepentingan, tetapi juga oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berkendara.

Dalam kesempatan yang sama, Senior Trainer dari Global Defensive Driving Consulting, Lilik Andi Baryono, mengingatkan bahwa kecelakaan lalu lintas dapat berdampak luas, tidak hanya pada kesehatan tetapi juga pada kerugian materi, waktu, bahkan masa depan seseorang.

Menurut Lilik, salah satu penyebab utama kecelakaan adalah kegagalan pengemudi dalam mengantisipasi situasi di jalan. Kondisi tersebut sering dipicu oleh kelelahan akibat mengemudi dalam waktu lama tanpa istirahat yang cukup.
Ia menyarankan agar pengemudi melakukan istirahat sekitar 15 hingga 20 menit setiap dua jam perjalanan. Selain itu, pengemudi juga dianjurkan untuk menghindari konsumsi kafein secara berlebihan dan memperbanyak minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Baca juga :  Simak 5 Titik Lokasi Posko Mudik Polytron

Mudik Lebaran memang menjadi momen yang dinanti banyak orang untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Namun, perjalanan yang aman dan selamat tetap harus menjadi prioritas utama agar seluruh pemudik dapat tiba di tujuan dengan kondisi sehat.

5 1 vote
Article Rating

Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x