Suka Beli Mobil dengan Prinsip Value for Money atau Jual Kembali?

20 June 2024 | 8:00 pm | Aldi Prihaditama

Mobil dimanfaatkan banyak orang untuk membantu mobilitas. Karena itu, banyak orang memikirkan resale value (harga atau nilai jual kembali kendaraan), ketimbang membeli kendaraan dengan prinsip value for money. Meskipun produk Jepang mendominasi pasar Indonesia, kini banyak brand otomotif asal Korea dan Cina yang telah berhasil merebut hati konsumen di Tanah Air.

Mereka hadir dengan produk yang mampu bersaing dengan kendaraan asal Jepang. Kehadiran para pelaku industri otomotif tersebut membuat persaingan pasar kendaraan jenis sport utility vehicle (SUV) hingga multi purpose vehicle (MPV) kini semakin ketat. Termasuk, di industri mobil listrik.

Para pelaku industri otomotif tersebut menawarkan tampilan yang modern, jaminan layanan purna jual dan harga terjangkau sebagai senjata utamanya. Bahkan, mereka sudah melengkapi sejumlah fasilitas lengkap yang sebelumnya hanya ada di kendaraan kelas premium.

Sebelum memutuskan membeli mobil dengan prinsip resale value ataupun value for money, simak perbedaan di antara keduanya.

Prinsip resale value

Sebelum membeli mobil, Anda tentu tahu jika sebuah kendaraan tentu mengalami depresiasi atau penyusutan harga. Penurunan harga kendaraan terjadi karena pemakaian rutin yang dilakukan pemiliknya. Meski begitu, harga mobil buatan Jepang tidak mengalami depresiasi yang tinggi dibandingkan kendaraan buatan Korea atau Cina.

Ada beragam faktor yang menjadi penyebabnya, salah satunya karena kurangnya peminat. Biasanya harga mobil bekas tersebut jatuh karena kurang laris di pasaran. Meski begitu, tidak semua model mengalami penurunan harga drastis. Harga kendaraan yang bertahan itu biasanya model yang laris, sedangkan model yang kurang laris sulit untuk dijual.

Baca juga :  Rawat Baterai Mobil Listrik? Ada Caranya!

Prinsip value for money

Konsumen membeli kendaraan dengan prinsip value for money lebih kepada kebanggaan memakai produk tertentu dengan alasan tertentu. Sebab, prinsip value for money merupakan upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan tepat dan sesuai sasaran. Dengan begitu, tercipta mutu pelayanan yang baik dengan pemanfaatan sumber daya yang ekonomis dan efisien.

Adapun aspek ekonomi, efisien dan efektivitas menjadi indikator dalam menjalankan prinsip value for money. Dalam otomotif, ekonomi bisa diartikan sebagai output dan input dalam satuan moneter. Harga mobil disesuaikan dengan fasilitas atau fitur yang ada, pajak hingga komponen lain sebagai penentu nilai jual kendaraan tersebut.

Sedangkan, efisien adalah biaya operasional rendah dengan nilai manfaat tinggi, termasuk konsumsi BBM yang ‘masuk akal’, dan suku cadang yang mudah ditemukan. Aspek efektivitas merupakan pencapaian dari target yang ditetapkan. Karena itu, prinsip tersebut banyak diterapkan pembeli kendaraan untuk kepentingan bisnis.

5 1 vote
Article Rating

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x