Suzuki RGR 150, Sportbike Idaman Kawula Muda Era ’90an

3 March 2023 | 6:05 pm | Rizky Dermawan

Kita sedikit bernostalgia ke era ’90an. Pada saat itu, Suzuki memiliki sportbike yang sangat populer dan kondang di Indonesia, RGR 150.

Motor yang kerap disebut “Suzy Er Ji (RG)” ini hadir pertamakali di Indonesia pada Februari 1990 dengan model Sprinter. Sportbike bermesin 2-tak ini diimpor dari Thailand secara CBU oleh PT Suzuki Indomobil Sales selaku APM Suzuki di Indonesia. Sementara di negara asalnya yakni Thailand, motor ini dipasarkan dengan label RG-V 150 SS. Sedangkan di Malaysia dikenal dengan nama TXR 150.

Desainnya yang ramping dan sporty terinspirasi dari sportbike Suzuki GSX 1100 S Katana yang populer pada era ’80an. Hadirnya RGR 150 bagaikan penghibur hati para kawula muda pecinta sportbike yang saat itu hanya bisa melihat sosok GSX 1100 S Katana melalui gambar pada majalah maupun poster yang terpampang di dinding kamar.

Ada tiga generasi yang dipasarkan di Indonesia mulai tahun 1990 hingga 1997. Apa sajakah itu?

Suzuki RGR 150 Spinter (1990-1992)

RGR 150 generasi pertama dikenal dengan julukan RG (er ji) Sprinter karena lampu rem dan sein belakangnya terpisah seperti pada motor bebek Suzuki Sprinter.

Body ramping dengan half-fairing plus cover mesin alias under cowl berbalut livery putih strip biru khas Suzuki membuat tampilannya terlihat sporty dan keren. Spidometernya pun modelnya paling keren. Tak heran jika Er Ji begitu digandrungi oleh para remaja ABG dan kawula muda. Ya, motor idaman dan impian.

Baca juga :  Mengenal Kei Car ABC, Trio Mungil Dari Jepang¬†

Dibanding kompetitor seangkatannya yang masih bermesin 125 cc-135 cc, mesin 150 cc yang diusung RGR jelas lebih besar. Swing arm belakangnya pun sudah menggunakan monoshock.

Teknologi yang dibekalkan pun terbilang paling canggih di zamannya. Mulai dari SIPC (Suzuki Intake Pulse Control) yang mengontrol pasokan bensin sesuai kebutuhan mesin. Lalu ada SSS (Suzuki Super Scavenging System) yang berfungsi memberi asupan udara ekstra saat mesin berada di rpm tinggi.

Mesin 2-tak berkapasitas 147 cc (dibulatkan jadi 150 cc) tanpa radiator yang diusung memiliki rasio kompresi lumayan tinggi, 7,0:1. Pengabutan bensin dan udara menggunakan karburator Mikuni VM26SS. Pengapian telah menggunakan CDI, namun sistem kelistrikan hanya 6V.

Output tenaga maksimumnya 24,2 hp di putaran mesin 10.000 rpm, dengan torsi maksimun 17,2 Nm pada 8.500 rpm.

Sayangnya, produksinya berakhir pada tahun 1992. Di tahun 1993 muncul generasi kedua yang di Indonesia populer dengan sebutan RGR 150 Crystal.

Suzuki RGR 150 Crystal (1993-1995)

Pada generasi kedua, body RGR 150 telah memakai full fairing yang ramping. Lampu rem dan sein belakang sudah jadi satu, modelnya persis seperti pada bebek Suzuki Crystal. Dari sinilah muncul julukan RGR 150 Crystal.

Pada Er Ji gen-2 ini ada dua generasi variant body. Versi pertama (1993) panel body belakangnya masih terpisah seperti pada gen-1. Versi kedua (1994-1995) panel body mulai dari bawah tangki sampai belakang sudah utuh tanpa sambungan.

Baca juga :  All-New RE Bullet 350 Tersedia 100 Unit Saja di Indonesia

Dua generasi awal Er Ji tak hanya populer di kalangan anak nongkrong kota-kota besar di Indonesia. Er Ji pun sangat disegani di berbagai ajang kejuaraan road race. Tak hanya di Indonesia, namun juga di Malaysia dan Thailand.

Hanya saja, usia produksi gen-2 ini hanya sampai akhir tahun 1995 dan digantikan Suzuki RGR 150 generasi ketiga.

Suzuki RGR 150 Tornado/Jumbo (1996-1997)

Pada generasi ketiga, RGR 150 mengalami perubahan besar. Body, frame dan fairingnya lebih besar, mirip Suzuki RG-V 250. Karena bodynya yang bongsor inilah maka muncul julukan “Jumbo”. Nah, soal kenapa disebut Tornado, karena lampu belakangnya sudah model semi oval seperti bebek 2-tak Suzuki Tornado GS 110.

Mesin pun mengalami perubahan teknologi. Generasi ini tak hanya dilengkapi radiator, namun juga dibekali perangkat AETC (Automatic Exhaust Timing Control) seperti pada Suzuki RG-V 250.

Pada rpm rendah, katup otomatis pengatur buangan pada lubang saluran exit ini akan menjaga aliran gas buang tidak loss agar torsi mesin tetap terjaga. Pada putaran mesin di atas 7.000 rpm, katup akan membuka penuh dan membebaskan aliran gas buang.

Hanya saja, RGR 150 gen-3 untuk Indonesia lebih banyak beredar versi tanpa radiator. Nah, sistem kelistrikan pada gen-3 telah berubah menjadi 12V.

Tabung knalpotnya yang lebih besar dan karbu baru Mikuni TM28SS pun membuat tenaganya meningkat menjadi 38 hp dengan torsi maksimum 24 Nm yang dicapai pada 10.000 rpm. Dengan transmisi manual 6-speed close ratio dan limiter di 12.500 rpm, top speednya yang dibatasi hanya 180 km/jam masih bisa ditembus. Edan…! Tak perlu kaget jika konsumsi BBM nya kurang dari 10 km/liter.

Baca juga :  Penjualan Toyota 2023 Dan Misteri Mobil Hybrid Baru Tahun Ini

Er Ji gen-3 masuk ke Indonesia hanya sampai 1997. Krisis ekonomi yang melanda Tanah Air di tahun 1998 membuat pihak APM tak lagi mendatangkannya ke Indonesia.

Nah, model mana yang akan Anda buru sebagai pembangkit nostalgia?

5 1 vote
Article Rating

Subscribe
Notify of
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
dwijef
10 months ago

Request next bahas rival nya yaitu Honda NSR150RR. Please…

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x