VW Golf GTI: Pembuatnya Saja Tidak Yakin Bakal Sukses

7 December 2023 | 8:30 am | Indra Alfarisy

Tahun 1974, Volkswagen siap memperkenalkan produk baru yang akan menggantikan kesuksesan VW Beetle. Dinamai VW Golf (Mk1), didesain oleh Giugiaro, bermesin konvensional dengan empat silinder dan berpendingin cairan.

Petinggi VW, tentunya sudah cukup puas. Golf ini mobil yang lincah, ramah untuk digunakan sehari-hari, dan irit BBM dengan performa yang lumayan. Bukan spektakuler, tapi lumayan.

Yang tidak diketahui publik dan manajemen VW sendiri adalah, ada delapan orang yang merasa mobil ini punya potensi lebih. 

VW Golf GTI

Tim kecil ini dipelopori oleh kepala bagian media VW, Anton Konrad dan engineer Alfons Lowenberg. Merekalah yang paling ‘gatal’ menggali potensi di mobil ini. Body compact, ringan, ruang mesin lega dan chassis yang lincah harusnya bisa memberikan produk turunan yang akan membuat nama VW ‘terang benderang’.

Keduanya dibantu oleh Herbert Schuster, ahli suspensi. Kemudian ada Jurgen Adler yang jagoan di bidang chassis. Franz Hauk ikut bergabung untuk mengurus mesin, bersama Gunther Kuhl yang bekerja bersama Konrad di bagian media. Ikut ditarik juga Horst-Dieter Schwittlinsky, ahli marketing. Terakhir dan jadi orang yang paling penting adalah Hermann Hablitzel. Dialah adalah salah satu anggota petinggi Volkswagen yang mengurusi teknologi.

Delapan orang ini bekerja secara rahasia dikomandani oleh Hablitzel. Dengan pengaruhnya, Hablitzel bisa memastikan proyek ini tetap rahasia, tapi memiliki semua sumber daya yang diperlukan.

Baca juga :  Modifikasi Bosozoku, Dulu Kriminal Sekarang Diakui Dunia

Hampir Beres

Mereka bekerja keras membuat Golf GTI layak disebut mobil hebat. Setahun setelah peluncuran perdana Golf, proyek ini hampir selesai. Penamaan yang tadinya hanya disebut Golf Sport terdengar kurang menarik. Horst-Dieter Schwittlinsky mengusulkan nama yang sederhana tapi mewakili kemampuan, Golf GTI. Semua langsung setuju.

Mesin VW Golf GTI Mk1

Mesin berkode EA827, diracik oleh Franz Hauk. Empat silinder berkapasitas 1,6 liter, dengan tenaga 109 hp. Angka yang biiasa saja? Mungkin. Tapi bobot mobil ini hanya 800 kg! Mesin tersebut sebetulnya penggerak untuk Audi 80 dengan teknologi injeksi elektronik buatan Bosch.  Tapi ternyata bisa dipasang di Golf yang compact. Beres urusan teknis, sekarang tinggal memberitahu para petinggi, kalau anak buahnya membuat sesuatu tanpa mereka ketahui. Dan tentunya, ini tugas Hablitzel.

Mereka mengajukan proyek Golf GTI awal tahun 1975. Perlu waktu beberapa bulan sebelum BOD VW akhirnya menyetujui untuk membuat tidak lebih dari 5.000 unit saja. Proses produksi pun dimulai. Tepatnya di bulan Mei. Begitu skeptisnya manajemen VW, hingga muncul pernyataan dari tim sales, “Mobil ini paling hanya laku 5oo unit!” 

Tukang Cat dan Kain

Sekarang, yang mereka perlukan adalah seseorang yang telaten untuk mengurus desain interior. VW menegaskan Golf GTI harus berbeda dengan yang reguler. Masuklah orang kesembilan, wanita bernama Gunhild Liljequist.

interior Golf GTI

Gunhild Liljequist pertama kali bergabung di VW tahun 1964. Ia masuk di departemen Panting & Fabric, dan jadi wanita pertama di bagian tersebut. Pengalamannya di bidang ini membuat semua percaya Liljequist mampu menghasilkan interior yang lebih sporty. Dan ternyata lebih dari itu.

Baca juga :  Deretan Mesin 'Panjang Umur' Andalan Mobil Biasa di Indonesia

Untuk Golf GTI, ia memberikan dua kontribusi yang signifikan. Begitu pentingnya, sampai hari ini Golf GTI tanpa dua hal yang ia buat, tidak akan tidak akan terasa pas merepresentasikan status Golf GTI yang legendaris.

Kotak dan Bola

Pertama, jok motif kotak-kotak. “Arahannya, (waktu itu) kita sedang membuat Golf yang lebih sporty. Jadi saya melakukan pendekatan dari sisi itu. Hitam sudah pasti sporty, tapi saya juga ingin lebih berwarna dan berkualitas,” ujar Gunhild dalam sebuah wawancara tahun 2016.

Ia lalu mengambil inspirasi dari tradisi Inggris. Gunhild mengakui, mendapatkan banyak ilham dari kain berkualitas di negara itu, dengan pola kotak-kotaknya. “Tentu saja saya tidak bisa pakai pola kotak-kotak Skotlandia, tapi itu yang jadi inspirasi.”

Dan jadilah, jok kotak-kotak yang jadi khas VW Golf GTI hingga sekarang. Meski awalnya banyak yang menentang di kalangan internal, tapi terbukti jok motif kotak-kotak adalah salah satu faktor yang bikin mobil jadi sukses, selain performa dan kepraktisan.

Motif bola Golf

Kontribusi kedua, bola golf. Kalau Anda punya Golf GTI Mk1 yang orisinil, pasti paham bentuk kepala tuas transmisi manual yang bermotif macam bola golf.

“Itu hal yang benar-benar spontan,” kata Gunhild. “Antara sporty dan golf, saya langsung bilang gimana kalau kita pasang bola golf untuk kepala tuas perseneling? Saya langsung ditertawakan.” Sekarang, tanpa hal sepele ini Golf GTI seperti bukan Golf GTI. Terutama yang bertransmisi manual. 

Baca juga :  Mengenal Kei Car ABC, Trio Mungil Dari Jepang 

Sekarang, VW Golf GTI mematahkan semua prediksi. Dari hanya diizinkan untuk membuat 5.000 unit, diperkirakan hanya akan laku 500 mobil, kini lebih dari 2,3 juta unit (hingga generasi kedelapan) VW Golf GTI laku terjual, sejak tahun 1976 awal, saat Golf GTI mulai masuk pasar. Dan sambutannya luar biasa. 

5 4 votes
Article Rating

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x