lokasi rawan macet jalur selatan

4 Lokasi Rawan Macet Jalur Selatan Saat Arus Balik Lebaran 2026

Berikut 4 lokasi rawan macet jalur selatan saat arus balik lebaran 2026. Daerah tersebut umumnya mengalami kemacetan karena tingginya volume kendaraan dan aktivitas pasar tradisional.

Setiap tahun, arus balik Lebaran selalu menjadi momen krusial bagi para pemudik yang kembali ke kota asal, terutama di wilayah Jawa Barat. Salah satu jalur yang kerap dipadati kendaraan adalah jalur selatan, yang menghubungkan berbagai kota seperti Tasikmalaya, Garut, hingga Bandung.

Dikutip dari laman Daihatsu Indonesia, berikut titik lokasi rawan macet jalur selatan saat arus balik lebaran:

1. Pasar Limbangan Garut

lokasi rawan macet jalur selatan

Foto: RRI

Lokasi rawan macet jalur selatan yang pertama ada di Pasar Limbangan Garut. Area ini identik dengan lalu lintas yang padat, terutama saat pagi dan sore hari. Faktor penyebab kemacetan meliputi:

  • Aktivitas pasar tradisional
  • Angkutan umum yang sering berhenti mendadak
  • Tingginya volume kendaraan saat arus balik.

2. Tanjakan Gentong

lokasi rawan macet jalur selatan

Foto: Tribun Jabar

Selanjutnya ada Tanjakan Gentong di jalur selatan Jawa Barat. Lokasinya yang berada di perbatasan Tasikmalaya dan Garut memiliki medan jalan menanjak dan berkelok. Umumnya kemacetan biasanya terjadi karena:

  • Kendaraan berat yang melaju lambat saat menanjak
  • Kendaraan yang mengalami gangguan mesin
  • Penyempitan lajur di beberapa titik.

3. Rancaekek

lokasi rawan macet jalur selatan

Foto: katerciko.com

Rancaekek juga menjadi salah satu lokasi rawan macet jalur selatan. Daerah ini merupakan kawasan industri dan permukiman yang padat di wilayah Bandung Timur. Saat arus balik Lebaran, titik ini menjadi salah satu bottleneck yang cukup serius. Tak jarang, kemacetan di kawasan ini terjadi cukup panjang, terutama pada sore hingga malam hari.

Kemacetan di Rancaekek biasanya disebabkan oleh:

  • Perlintasan kendaraan dari berbagai arah
  • Aktivitas pabrik dan kendaraan logistik
  • Persimpangan jalan yang padat.

4. Pasar Lewo Garut

lokasi rawan macet jalur selatan

Foto: Media Nasinal Potret

Pasar Lewo menjadi titik rawan macet di jalur selatan karena aktivitas masyarakat yang cukup tinggi. Lokasinya berada tepat di pinggir jalan utama, sehingga sering terjadi hambatan lalu lintas. Pada musim arus balik, kepadatan kendaraan meningkat drastis sehingga memperparah kondisi lalu lintas.

Penyebab utama kemacetan di sini antara lain:

  • Kendaraan yang berhenti sembarangan
  • Aktivitas bongkar muat barang
  • Pejalan kaki yang menyeberang jalan.
One way tahap dua arus balik lebaran

One Way Tahap Dua Arus Balik Lebaran Dimulai Hari Ini

One way tahap dua arus balik lebaran dimulai hari ini (27 Maret 2025) mulai pukul 10.23 WIB. Rekayasa ini dimulai dari KM 263 Tol Pejagan sampai KM 70 Tol Cikampek Utama (Cikatama).

Dilansir dari laman Korlantas Polri, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menerapkan rekayasa lalu lintas berupa One Way Tahap II Presisi di ruas Tol Trans Jawa guna mengantisipasi peningkatan arus balik lebaran.

Kakorlantas mengatakan One Way Tahap II Presisi mulai dari KM 263 Tol Pejagan sampai KM 70 Tol Cikampek Utama (Cikatama) telah resmi dibuka Menhub.

“Menhub langsung mengendalikan untuk membuka one way arus balik tahap dua presisi ya, yang tadi pagi, terus pagi ini tahap kedua di kilometer 263,” kata Kakorlantas.

Perkembangan Arus Balik Arus Balik Lebaran

One way tahap dua arus balik lebaran

One way tahap dua arus balik lebaran dimulai hari ini di Tol Trans Jawa, tepatnya mulai KM 263 Tol Pejagan sampai KM 70 Tol Cikampek Utama.

Lebih lanjut Irjen Pol. Agus menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Setelah penerapan one way tahap pertama dari KM 132 Tol Cipali hingga KM 70 Tol Cikampek Utama (Cikatama), dilakukan skema one way tahap kedua yakni dari KM 263 sampai KM 70 Tol Cikatama.

Penerapan One Way Tahap II Presisi kata Kakorlantas untuk memprioritaskan arus balik dari Tol Trans Jawa menuju Jakarta.

“Ini kaitannya dengan bagaimana tata kelola manajemen lalu lintas untuk memprioritaskan arus balik yang datangnya dari Trans Jawa, khususnya Semarang Raya, Solo, Jogja, dan Jawa Timur,” tuturnya

“Termasuk juga pada saat yang sama juga, kita monitoring arus balik yang dari Jawa Barat, termasuk juga yang dari Trans Sumatra yang melalui Bakauheni, Merak, sampai Cikupa,” sambungnya.

Lebih lanjut, Kakorlantas mengatakan, apabila kondisi di KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung menunjukkan indikator mendekati 4.000 kendaraan, maka akan diberlakukan one way nasional dari KM 414 sampai KM 70 pada Sabtu (28/3).

“Akan diberlakukan one way nasional pada Sabtu (28/3),” ucap Irjen Agus.

Irjen Pol. Agus juga menyampaikan hasil analisis dan evaluasi selama pelaksanaan Operasi Ketupat menunjukkan tren positif. Angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan, termasuk fatalitas korban meninggal dunia yang turun signifikan.

“Fatalitas korban meninggal dunia turun 30,4 persen, dan jumlah peristiwa kecelakaan juga menurun sebesar 5,3 persen,” pungkasnya.

one way arus balik lebaran tol kalikangkung

One Way Arus Balik Lebaran Tol Kalikangkung Hingga Tol Pejagan Dihentikan Hari Ini

One way arus balik lebaran Tol Kalikangkung km 414 hingga Tol Pejagan km 263 resmi dihentikan hari ini mulai pukul 12.00 WIB. Sebab arus sudah mulai kondusif.

Dilansir dari laman Korlantas Polri, Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus menyatakan, sebelumnya one way nasional arus balik telah diberlakukan dari KM 414 Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah. Namun, setelah dilakukan evaluasi pada Rabu 25 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, diputuskan untuk mencabut one way pada ruas KM 414 Tol Kalikangkung hingga KM 263 Tol Pejagan secara bertahap pukul 12.00 WIB.

“Hari ini Rabu pukul 10.00 WIB, kami evaluasi bersama Pak Dirlantas, Pejabat Utama Korlantas Polri, dan Satgas Kamsel, kondisi arus lalu lintas mulai landai dan cukup terkendali. Oleh sebab itu, atas izin Bapak Kapolri, kami melakukan sosialisasi. Namun untuk KM 263 sampai KM 70 masih berlangsung one way lokal tahap kedua. Setelah sosialisasi, sekitar pukul 12.00 akan dibuka dua jalur normal menuju Jakarta, termasuk bagi masyarakat dari arah Pejagan menuju Semarang” jelas Irjen Pol. Agus (25/3).

Volume Kendaraan Arus Balik Meningkat Dibanding Tahun 2025

one way arus balik lebaran tol kalikangkung

One way arus balik lebaran di km 414 Tol Kalikangkung hingga km 263 Tol Pejagan resmi dihentikan hari ini. Meski begitu, Kakorlantas mengungkapkan, puncak arus balik terjadi pada Selasa 24 Maret 2026 dengan jumlah kendaraan mencapai 256.388 unit. Angka tersebut meningkat sekitar 14,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 223.163 kendaraan.

Adapun, hingga saat ini sekitar 58 persen kendaraan atau sebanyak 1,9 juta unit telah kembali ke arah Jakarta. Sisa arus balik diperkirakan masih akan berlangsung hingga 29 Maret 2026.

“Saat ini kendaraan yang sudah kembali ke Jakarta mencapai hampir 58% atau sekitar 1.958.000 kendaraan. Sisa kendaraan diperkirakan sekitar 1,4 juta hingga tanggal 29 Maret 2026. Artinya, setelah Operasi Ketupat selesai, masih ada sekitar 250.000 kendaraan yang perlu dikelola di Trans Jawa menuju Jakarta,” jelas Irjen Pol Agus.

Terakhir, Kakorlantas mengapresiasi kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas yang dinilai turut berkontribusi terhadap kelancaran arus balik.

“Tahun ini tidak terdapat kejadian kecelakaan yang menonjol, sehingga kondisi secara umum terkendali. Keberhasilan ini juga didukung oleh meningkatnya disiplin para pengguna jalan. Ini merupakan kesuksesan bersama,” pungkasnya.