GAC Aion Y Plus uji jalan

GAC Aion Y Plus Mulai Uji Jalan di Indonesia

GAC Aion Y Plus mulai menjalani uji coba di jalanan Indonesia. Bukan spyshot, tapi kegiatan ini diumumkan langsung p=oleh PT Indomobil Energi Baru dan GAC Aion melalui rilis resminya.

Melalui uji coba ini, pastinya mereka akan mendapatkan informasi soal bagaimana kinerja Y Plus saat dihadapkan pada kondisi jalanan dan lalu lntas di Indonesia.

Hasilnya, diklaim kalau GAC Aion Y Plus adalah “Sahabat berkendara yang cerdas, aman, terdepan secara teknologi dan fitur, ramah lingkungan, serta menyediakan pengalaman pengguna yang memuaskan.”

Pengujian tersebut mencakup berbagai aspek. Dimulai dari performa mesin, efisiensi energi, sistem pengereman. Lalu suspensi, hingga teknologi keselamatan dan kenyamanan bagi pengemudi serta penumpang.

AION Y Plus

“Ini guna membuktikan bahwa Aion Y Plus merupakan solusi kendaraan yang tepat bagi kebutuhan konsumen Indonesia. Kami sangat senang dapat melakukan kegiatan ini, karena kini kami satu langkah lebih dekat menuju peluncuran Aion Y Plus di Indonesia,” kata Andry Ciu, CEO PT Indomobil Energi Baru.

Ditegaskan Andry juga, secara keseluruhan, pihaknya yakin kehadiran Aion Y Plus dapat mendisrupsi industri otomotif nasional. Sekaligus membawa dampak positif bagi lingkungan dengan rangkaian teknologi yang dibawa. 

Aion Y Plus diperkirakan akan mulai tampil ke hadapan publik Indonesia di GIIAS 2024, bulan Juli nanti. Harganya belum mereka ungkap. Tapi sepertinya akan sangat kompetitif. 

Pabrikan Tiongkok ini juga sudah menyiapkan fasilitas perakitan di wilayah Jawa Barat. Pabrik ini juga nantinya akan menjadi basis ekspor untuk Y Plus ke sejumlah pasar mancanegara.  

Kia EV3

Kia EV3: Desain Keren, Daya Jelajah Hingga 600 KM!

Pabrikan Korea Selatan, Kia, resmi memperkenalkan mobil listrik Kia EV3 kemarin (23/05). Tambahan terkini untuk keluarga mobil listrik Kia EV, diklaim punya banyak inovasi dan teknologi terkini. 

Sesuai nomenklatur, EV3 jadi yang paling kecil di keluarga mobil listrik mereka. Tapi yang kami lihat, ini mobil menarik yang menjanjikan banyak hal. 

Karim Habib, EVP dan Kepala Kia Global Design desainer Kia membuat bentuk EV3 berdasarkan filosofi Opposite United yang juga diterapkan pada produk lainnya. Platform EGMP yang dibuat oleh Hyundai-Kia Group jadi basis pengembangan. 

“EV3 mewujudkan filosofi desain kami dengan sempurna – kombinasi desain yang menyenangkan digabungkan dengan fungsionalitas. Meskipun compact, eksteriornya menyelubungi ruang kabin luas yang menekankan relaksasi untuk setiap perjalanan,” kata Habib yang mantan desainer utama BMW ini. 

Memang, kabinnya terlihat luas dan menampung lima orang. Mereka mengklaim telah menciptakan kabin yang fungsional dan efektif. Memancarkan suasana seperti ruang keluarga.

Layarnya berukuran hampir 30 inci. Dibagi menjadi instrument cluster dan multimedia masing-masing berukuran 12,3 inci. Serta satu layar pengaturan AC sebesar lima inci. Dashboard terlihat bersih karena hampir semua pengaturan dipindah ke layar-layar tersebut. 

Di balik itu, ada banyak teknologi baru yang dipasangkan. Ada kemampuan V2L, digital key 2.0 supaya tidak repot bawa-bawa kunci, in-car gaming. Lumayan biar tidak bosan saat sedang charging dan sebagainya. 

Spesifikasi Kia EV3

Kia EV3 2025

Dimensinya cukup masuk akal untuk sebuah mobil harian. Panjang 4.300 mm, lebar 1.850 mm dan tinggi 1.560 mm. Jarak sumbu roda (wheelbase) 2.680 mm. 

Sebagai penggerak, untuk awal ini dipasangkan motor listrik yang menggerakkan roda depan. Tenaganya 201,1 hp (150 kW), dengan torsi 283 Nm. Sumber energinya diambil dari baterai berukuran 58,3 kWh untuk varian Standard Range. Tidak disebutkan berapa jarak jelajahnya, tapi kami rasa tidak akan kurang dari 400-an km.

Kia EV3 baru

Sedangkan versi jarak jauh, (Long Range) dibekali baterai 81,4 kWh. Versi ini mampu menempuh hingga 600 km (klaim berdasarkan metode uji WLTP). 

Kedua varian ini sudah dibekali Battery Management Unit (BMU) dan Cell Management Unit (CMU) terkini buatan mereka. Dan dengan metode DC charging, keterisian dari 10 hingga 80 persen selesai dalam waktu 31 menit. 

Kia EV3 akan diperlihatkan ke publik bulan Juli 2024 di Korea Selatan. Kemudian diikuti oleh pasar Eropa di paruh kedua 2024. Pasar lainnya akan menyusul setelah itu. Informasi harga kemungkinan akan terlihat setelah Juli nanti. 

 

 

LEVC 380, MPV 8-seater berepenggerak listrik

Biasa Bikin Taksi Sekarang Bikin MPV Listrik, Inilah LEVC L380

Ini bukan Cloud EV versi sasis panjang, tapi merupakan MPV berpenggerak listrik buatan London EV Company (LEVC). Namanya L380 dengan panjang 5,3 meter.

Apa itu LEVC? Ini adalah perusahaan yang aslinya berasal dari Inggris bernama British London Taxi Company. Ya, mobil taksi khas ibukota Inggris itu mereka yang buat. Lalu diambil alih oleh Geely, raksasa otomotif asal Cina. Namanya berubah jadi London EV Company, dan tetap memproduksi taksi warna hitam, yang sekarang ada varian berpenggerak listrik.

LEVC L380

Lalu LEVC L380? Ini adalah MPV listrik pertama buatan mereka yang akan dipasarkan lebih dulu di RRC. Sejak kemarin (21/05), mereka sudah membuka keran pemesanan. Untuk pasar Inggris, akan tersedia mulai 2026 nanti.

Tidak berhenti di Inggris, Geely mencanangkan MPV Listrik L380 ini untuk bisa dijual di pasar global.

Harganya belum disebutkan, tapi kabin L380 bisa menampung mulai dari tiga hingga delapan penumpang berkat interiornya yang lega. Kelengkapannya belum diinformasikan, tapi kami yakin ini akan jadi MPV kelas premium, dengan harga moderat.

Berdiri di atas platform Geely SOA (turunan dari SEA yang juga dipkai Volvo) L380 dibagi menjadi tiga berdasarkan penggerak dan jarak tempuh. Yang pertama adalah 570 km dengan motor listrik tunggal bertenaga 268,2 hp. Baterainya berkapasitas 100 kWh. Berikutnya, versi 675 km. penggeraknya sama, tapi baterainya lebih besar yaitu 116 kWh.

MPV Listrik L380

Terakhir, versi dual motor. Biasanya, dengan sepasang penggerak begini, jarak tempuh tersunat. Tapi LEVC memperbesar baterai jadi 140 kWh, sehingga mampu menjelajah hingga 785 km. Dual motor elektrik menghasilkan tenaga hingga 536,4 hp.

Ketiga varian tersebut menggunakan baterai model NMC buatan CATL.

MG di PEVS 2024

Produk EV MG Dipamerkan di PEVS 2024, Ini Yang Paling Menarik

Tidak ada kegiatan yang signifikan di booth MG pada event PEVS 2024. Pameran kendaraan listrik ini berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta hingga 5 Mei 2024. Namun lini yang mereka tampilkan cukup untuk menarik perhatian. Ada tiga mobil listrik MG yang dipamerkan. MG 4EV, Maxus 9 dan MG ZS EV.

“Ajang pameran kendaraan listrik ternama ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan ekosistem kendaraan listrik tanah air. MG sebagai salah satu pemain kunci di industri otomotif lokal, sangat tersanjung untuk mengambil bagian dari perhelatan ini. Dengan turut memperkenalkan teknologi hijau yang kami bawa dari kancah global untuk bisa diterapkan di pasar otomotif Indonesia,” kata Donald Rahmat, COO MG Motor Indonesia.

Bahkan Ketua Umum Periklindo (Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia),  Moeldoko yang membuka gelaran ini pun berhenti cukup lama di booth MG, untuk mengamati Maxus 9.

Wajar, Maxus 9 jadi MPV paling mahal yang dipajang di PEVS 2024 ini. Mobil listrik sekelas Toyota Alphard ini belum punya label harga memang. Sejak diperkenalkan di IIMS 2024 Februari lalu, MG Motor Indonesia belum melakukan sesuatu yang signifikan untuk mobil ini, selain memajang di event pameran.

MG Maxus 9 di PEVS 2024

Selain interiornya yang mewah dengan kursi pijat, Maxus 9 dibekali penggerak yang menarik. sumber energinya baterai lithium-ion 90 kWh yang memberikan jarak tempuh hingga 540 km. Motor listriknya menghasilkan tenaga hingga 241,5 hp dan torsi 350 Nm.

Mobil ini memiliki panjang 5.270 mm, lebar 2.000 mm dan tinggi 1.840 mm. Jarak sumbu rodanya (wheelbase) mencapai 3.200 mm.

Dongfeng M-Hero 1 Spektakulernya Pendatang Baru SUV Listrik Untuk Eropa

Pabrikan otomotif asal RRC kian hari semakin gencar berekspansi ke pasar Eropa. Salah satunya adalah SUV listrik Dongfeng MHero 1.

Jika brand senegaranya membuka jalan dari Jerman dan Inggris, Dongfeng justru mulai dari Swiss. Negara yang dikelilingi oleh pegunungan ini mungkin dianggap cocok untuk SUV seperti MHero 1.

Citarasa Eropa

Dongfeng Mhero 1

Seperti umumnya mobil SUV buatan China yang kerap mengadopsi beragam gaya desain SUV yang populer di pasaran. Demikian pula dengan yang dilakukan Dongfeng pada MHero 1. Kembaran dari Mengshi M-Terrain ini mencomot elemen tampilan eksterior dari GMC Hummer EV dan Toyota FJ Cruiser.

Hanya saja MHero 1 tampil lebih macho dan garang dengan gaya militer. Terlihat dari siluet bodinya yang cenderung kotak.

Handle pintu yang menonjol tak hanya terinspirasi dari SUV militer. Tapi lebih pada sisi kepraktisan.

MHero 1 memiliki ground clearance 33,5 cm dan fording depth (kemampuan rendam) hingga 90 cm. Jadi tak perlu khawatir menerabas genangan banjir yang kini kerap terjadi di sejumlah negara di Eropa.

Mobil ini, pada mode Off-road menghasilkan approach angle hingga 36,8 derajat dan departure angle  hingga 37.5 derajat. Jadi jika ingin melibas trek berlubang atau kubangan lumpur pun tak masalah. 

Torsi 1.400 Nm!

Untuk teknologi sistem penggerak EV, pabrikan otomotif di RRC tak kalah dari pabrikan AS, Eropa atau Jepang. Empat motor penggerak yang dibekalkan pada MHero 1 punya output performa luar biasa. Tenaganya sebesar 800 kW atau setara 1.073 hp. Torsi puncaknya tak main-main, 1.400 Nm!

Dengan rancang bangun platform Smart Off-road, memungkinkan untuk memasang satu motor elektrik pada setiap poros roda. Tak hanya itu, mobil ini juga memiliki kemampuan rear-wheel steering alias keempat rodanya bisa belok.

Bukan cuma mampu melibas trek off-road dengan mudah, Dongfeng yang satu ini diklaim hanya butuh waktu 4,2 detik untuk melesat hingga 100 km/jam di jalan aspal. 

Tetap saja catatan waktu akselerasinya masih jauh di bawah GMC Hummer EV bertenaga 1.000 hp yang hanya butuh waktu 3 detik.

Sebagai pasokan energi listrik, Dongfeng MHero1 dibekali baterai berkapasitas daya 142.7 kWh. Jarak jelajahnya dikatakan mampu mencapai 450 km. Untuk pengisian daya baterai, hanya butuh 47 menit dari 30 persen hingga 80 persen menggunakan perangkat fast charger.

Varian Hybrid

MHero 1 juga akan ada versi plug-in hybrid dengan tiga motor listrik. Jarak tempuhnya mampu mencapai 750 km. Hanya saja belum dapat dipastikan apakah bakal dipasarkan di Eropa atau tidak. 

Namun ternyata label harga Dongfeng MHero 1 di Swiss tak bisa dibilang murah. Banderol harganya mulai dari 145.700 Swiss franc. Kurang lebih sekira Rp 2,5 miliar.

 

Honda Yè GT

Honda Yè Series, Lini Produk Kendaraan Listrik Siap Ramaikan Jagat Otomotif

Honda Yè Series adalah deretan khusus mobil listrik yang dibuat oleh Honda. Sayangnya, tidak semua pasar otomotif dunia menerima lini ini, karena hanya dijual di Cina. Yè sendiri, artinya bersinar cemerlang. 

Honda mengumumkan bahwa mereka akan membuka selubung Yè Series di Beijing Auto Show yang akan berlangsung 25 April-4 Mei 2024. Di ajang itu, akan diperkenalkan tiga model pertamanya yaitu Yè P7, Yè S7, dan Yè GT Concept.

Namun masiih sebatas perkenalan karena pabrikan Jepang itu akan memasarkan Yè mulai akhir 2024 nanti. Seperti biasa, pabrikan Jepang tidak buru-buru memasarkan mobil listriknya.

Honda Yè S7

Dikutip dari rilis resmi Honda, “Seri terbaru ini dikembangkan untuk berfokus pada pengalaman pengemudi. Dimana seri ini menawarkan performa berkendara yang disempurnakan, platform EV khusus yang baru dan teknologi elektrifikasi terkini. Dengan penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI), Yè Series menghadirkan ruang bagi semua penumpang dapat menikmati mobilitas dengan nyaman.”

RWD dan AWD

Honda Yè P7

Yang menarik, Honda Yè P7 dan Yè S7 dihadirkan sebagai mobil berpenggerak roda belakang dan AWD. Seperti diketahui, mobil gerak belakang tidak sering dibuat oleh produsen ini.

Varian penggerak roda belakang dirancang untuk menawarkan pengalaman yang sporty dan tajam. Sementara yang AWD dirancang untuk menawarkan tenaga tinggi dan pengendalian yang sangat responsif untuk mewujudkan pengendaraan sesuai keinginan pengemudi. Sepasang mobil ini yang akan hadir akhir 2024.

Honda Yè GT

Terakhir, Honda Yè GT mengusung desain konsep rendah dan lebar yang sesuai dengan nama GT (Grand Tourer). Model konsep ini mengusung desain dengan titik bobot yang serendah mungkin. Bahkan kursi pengemudi diposisikan serendah mungkin. Selain titik gravitasi rendah,juga untuk memberikan pengalaman berkendara seorang pembalap.

Selain itu, diklaim performa dinamis telah disempurnakan untuk memberikan pengalaman berkendara terbaik di mana pengemudi menikmati rasa menyatu dengan kendaraannya. Honda Yè GT CONCEPT direncanakan akan mulai dijual sebelum akhir tahun 2025.

Chery iCar V23: Es Campur SUV Listrik Siap Tampil Tahun Ini

Apa jadinya jika elemen desain dari bermacam model SUV digabung jadi satu? Jawabannya adalah mobil listrik terbaru dari iCar, yakni V23.

Salah satu anak perusahaan dari pabrikan otomotif RRC yakni Chery tersebut berkolaborasi dengan Zhimi Technology, anak usaha dari Xiaomi.

Es Campur SUV

Bagaikan minuman es campur yang terbuat dari berbagai macam bahan, demikian pula halnya dengan SUV EV iCar V23 ini. Elemen desain SUV dari berbagai brand diblender jadi satu.

Lampu depan LED model bulat, grille, serta lubang intake pada kap mesin mencuplik gaya Land Cruiser FJ40. Bahkan hingga bagian fender depan dan belakang. Bumper depan dan model kaca depan miripgaya desain dari Jeep Wrangler.

Siluet bodi yang minimalis terutama pada bagian samping sangat kental dengan nuansa Land Rover Defender. Hanya sedikit beda gaya di bagian handle pintunya.

Pada bagian belakang, iCar seperti terinspirasi gaya desain Mercedes-Benz G-Class. Terlihat pada bentuk lampu belakang LED yang dipasang di bagian bawah.

Agak berbeda dari SUV pada umumnya yang dilengkapi ban serep pada pintu belakang. iCar V23 dilengkapi kompartemen penyimpanan yang bentuknya mirip cover ban serep.

Interior Mewah

iCar V23

Kemasan interior mobil listrik buatan Negeri Panda saat ini tak bisa dianggap remeh. Terlebih untuk model kelas premium. Tak kalah dari mobil listrik buatan Eropa.

Kabin dipastikan mewah dengan balutan kulit. Kombinasi warna hitam dan putih pada interior terlihat elegan. Lagi-lagi elemen gaya dari Defender terlihat pada setir yang nampak sangat mirip.

Demikian pula dengan fitur hiburan pemanja penumpang pada SUV listrik ini. Layar touchscreen berukuran besar terpampang pada bagian tengah dashboard. Layar head unit berukuran besar seolah jadi ciri khas mobil listrik buatan China.

Oh ya, sekujur bodi mobil ini kabarnya dilengkapi beragam sensor pendeteksi terpadu. Sensor dan radar tersebut terintegrasi dengan sistem ADAS Level 2+. Tentunya seluruh fitur berkendara pada mobil ini dikendalikan via layar digital.

Spek Masih Rahasia

Saat ini sayangnya pihak pabrikan belum membeberkan detail spek teknis mobil listrik ini. Hanya dikatakan bakal tersedia versi berpenggerak RWD dan AWD. Sumber daya listrik dipasok oleh baterai buatan CATL.

Jarak jelajah maksimumnya pun tak dijelaskan secara rinci. Hanya dikatakan untuk versi AWD mampu mencapai lebih dari 400 km dan tembus 500 km untuk versi RWD. Cukup untuk pengendaraan harian dalam kota maupun perjalanan antara kota.

Segera Tampil Perdana

Ingin melihat versi lengkapnya? Sabar, iCar V23 rencananya bakal tampil perdana pada 12 April 2024 mendatang di Beijing Auto Show. Namun dipasarkana paling cepat setelah pertengahan tahun ini. Jadi tak perlu penasaran berapa harganya.

Selain itu, kolaborasi antara Chery dan Zhimi Technology masih akan terus berlanjut. Rencananya bakal muncul enam hingga delapan model mobil listrik lainnya yang akan diproduksi dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.

 

Lingxi L EV, Hasil Kolaborasi Honda & Dongfeng Segera Mulai Diproduksi

Sedan bertenaga listrik (EV) akan bertambah lagi. Inilah Lingxi L EV. Ini adalah produk dari brand otomotif baru Lingxi yang merupakan hasil kolaborasi antara Honda dengan produsen otomotif RRC, Dongfeng.

Kabar tersebut diunggah secara resmi oleh pihak Kementerian Industri dan Teknologi Informasi pemerintah RRC. Kami mulai suka dengan kementrian ini. Informasi mobil baru jadi lebih mudah. 

Sedan EV Sportscar

Versi konsep dari mobil ini telah diperkenalkan di China pada September tahun lalu bersamaan dengan debut perdana brand Lingxi. Segmentasinya, akan sekelas dengan Honda Civic

Dari tampilan eksteriornya, guratan garis bodi yang bersudut tegas membuat gayanya terlihat kekar.

Area bumper dan lampu depan nampak bergaya futuristik.  Sementara, ada yang bilang wajahnya perpaduan antara Prius, Lamborghini dan Civic Type R. Harus diakui jika desainnya cocok kalau menyasar konsumen usia muda di RRC. 

Dari dimensi, Lingxi L memiliki wheelbase 2.731 mm. Hanya 4 mm lebih panjang dari Honda Civic. Beratnya 1.702 kg.  Sayang, tak diungkap seperti apa interiornya. Mungkin nanti saat sudah siap dipamerkan.

Bikin Penasaran

Detail spesifikasi Lingxi L EV masih dirahasiakan. Hanya sebatas informasi yang seperlunya saja. Namun informasi yang diungkap oleh pihak pemerintah RRC cukup menggugah rasa penasaran kami.

Sebagai sumber penggerak, sedan Lingxi L dilengkapi satu motor listrik dengan output hingga 160 kW. Kurang lebih setara 215 hp. 

Sebagai sumber pasokan listrik, mobil ini akan mengusung baterai berbahan lithium iron phosphate (LFP). Jenis baterai ini diklaim jauh lebih aman. Meski tak disebutkan berapa kapasitas daya baterainya. Demikian pula dengan kemampuan jelajah maksimumnya. 

Yang jelas dibekali teknologi canggih. Termasuk fitur keselamatan berkendara berbasis advanced driver assistance system (ADAS) berbasis radar dan sensor di sekeliling body. 

NIssan Leaf

Lupakan Kompetisi, Nissan dan Honda Sekarang Kerjasama

Bukti kalau merancang mobil listrik itu tidak gampang dan kompetisinya makin panas. Nissan dan Honda akhirnya kerjasama untuk penetrasi pasar mobil listrik dunia. Penandatanganan MoU keduanya dilakukan pada 15 Maret 2024 lalu.

Tidak disebutkan cakupan kolaborasi ini, yang pasti MoU ini memungkinakn keduanya melihat area yang bisa dijadikan lahan kerjasama. Jadi, bisa berbagi komponen dan teknologi yang membentuk EV atau saling berbagi platform. Seperti diketahui, Nissan adalah pionir dalam teknologi EV, dengan Nissan Leaf sebagai mobil listrik pertama yang dipasarkan masal. Sayang, penjualannya tertatih-tatih belakangan ini.

Dengan kerjasama Nissan dan Honda ini, diharapkan ongkos untuk membangun sebuah mobil listrik bisa dibagi diantara keduanya. Skala ekonominya jadi lebih masuk akal. Ini penting untuk menghadapi gempuran pabrikan RRC macam BYD, atau bahkan menjegal Tesla sekalian.

Honda e

Makoto Uchida, CEO Nissan mengakui kalau para pendatang baru ini memiliki strategi yang agresif. “Dan merek masuk ke pasar dengan kecepatan yang luar biasa,” kata Uchida. “Kita tidak akan menang kalau hanya berpegangan pada kebijakan dan pendekatan tradisional.”

Sementara dari Honda, Toshihiro Mibe, CEO-nya mengatakan, “Kami terkekang waktu tapi juga harus bergerak cepat. Kalau mau berhasil di 2023, keputusan harus dibuat sekarang.” Artinya, mereka punya enam tahun untuk kolaborasi menghasilkan produk. Mibe menambahkan, kedua belah pihak akan mencari cara untuk menekan biaya produksi. Termasuk, kalau mau efektif, memiliki batas minimum jumlah produksinya.

Lalu, apakah dengan kerjasama ini Nissan akan meninggalkan aliansi bersama Renault? Pasti tidak. Bahkan Nissan saat ini sedang bergantung dengan pabrikan Perancis itu untuk mobil listrik di Eropa.

Renault 5 yang baru diluncurkan, platformnya akan jadi basis untuk Nissan Micra EV. Di Indonesia, Micra dikenal juga sebagai Nissan March.

Sumber: Reuters

Mini Aceman S

Ada MINI EV Baru, Akan Debut di Beijing Auto Show 2024

Inilah MINI Aceman, EV terbaru yang akan debut di gelaran Beijing Auto Show 2024 bulan April nanti. Informasi ini bukan resmi dari BMW, tapi valid karena keluarnya dari Kementerian Indsutri dan Teknologi Informasi Cina (MIIT).

MINI Aceman pernah ditampilkan oleh BMW/MINI sebagai mobil konsep pada bulan July 2022 lalu. Ukurannya lebih kecil dari MINI Countryman, dan beberapa media menganggap ini kemungkinan jadi penerus Clubman yang akan segera diakhiri masa edarnya.

Aceman dibuat bersama oleh BMW/MINI dan Great Wall Motors (GWM), melalui perusahaan patungan mereka, Spotlight Automotive. Karena ini ada campur tangan GWM, kami tidak akan kaget kalau baterai yang dipakai buatan Svolt, yang sempat kami sambangi pabriknya beberapa waktu lalu di Baoding, Cina.

Mini Aceman akan hadir di Beijing auto show 2024

Mobil ini akan hadir dalam dua varian, Aceman dan Aceman S. Keduanya akan menggunakan baterai NMC (Nickel Manganese Cobalt) bikinan Svolt. Jarak tempuhnya tidak terlalu spektakuler karena untuk varian S dengan baterai 54,2 kWh, bisa menempuh 400 km. Perfroamnya didukung oleh motor listrik bertenaga 215 hp dengan torsi 329 Nm.

Versi standar, menggunakan baterai 40 kWh dengan jarak tempuh 300-an km. Motor listriknya mampu mengeluarkan 181 hp dengan torsi puncak 290 Nm.

Dimensi mobil dengan kode J05 ini adalah 4,076 mm untuk panjangnya. Lebar 1,754 mm dan tinggi 1,515 mm. Wheelbase yang tersedia sepanjang 2,606 mm. Sedikit perbedaan untuk versi Aceman S, yang panjangnya 4.094 berkat overhang yang lebih panjang.

MINI di Beijing Auto show 2024

MINI dan GWM akan merakit mobil ini di pabrik Spotlight Automotive di Zhangjiagang, Cina. Yang menarik adalah, menurut CarNewsChina, perusahaan Spotlight ini seperti bukan patungan. Karena mereka akan sama-sama mendesain produk, tapi lalu masing-masing akan punya model sendiri. Jadi, tidak menutup kemungkinan basis J05 ini akan punya versi GWM dengan bentuk berbeda.

Kita tunggu saja debutnya di Beijing Auto Show 2024 bulan depan. Sepertinya kami akan ada di sana. 

Fisker Alaska diincar Nissan

Bakal Kolaborasi Baru, Nissan Invest $400 Juta di Fisker Demi Pickup EV

Fisker, pabrikan mobil listrik Amerika Serikat yang sukses membuat semua tercengang dengan Fisker Karma, mobil PHEV super mewah pertama di dunia. Kini, mereka beralih membuat mobil listrik yang lebih moderat. Ada Ocean, Alaska, Pear dan Ronin. Sayangnya, mereka kurang berhasil dalam hal penjualan.

Tahun 2023, perusahaan ini menyatakan rugi hingga US $463 juta. Hal tersebut mendorong mereka untuk mengirimkan sinyal SOS dan perlu bantuan dana segar. Diberitakan Reuters pada 1 Maret lalu, Nissan akan turun tangan mengucurkan dana. Hal ini tentunya bukan tanpa alasan. Nissan perlu Fisker.

Fisker Alaska pickup

Seperti diketahui, Nissan sedang berjuang untuk mencapai target produk elektrifikasi mereka. SUV sudah ada Ariya, mobl perkotaan ada Sakura EV, tapi untuk kelas pikap belum punya. Ini penting untuk pasar besar seperti Amerika Serikat. Fisker sudah siap dengan Alaska, tapi tidak punya dana untuk produksi (dicanangkan mulai 2025).

Alaska adalah pickup kecil seukuran Ford F150 Lightning yang belum lama meluncur di Amerika. Namun Nissan tidak hanya me-rebadge Alaska. Mereka butuh platform dan teknologinya. Seperti diketahui, merancang sebuah platform mobil bukan hal yang mudah dan murah.

Potong Karyawan

Fisker Inc mengalami kesulitan menjual mobil mereka, terutama Fisker Ocean. SUV premium ini sulit diterima pasar bukan karena modelnya. Tapi gara-gara bunga cicilan yang tinggi. Dikatakan juga,dengan kondisi keuangan mereka sekarang, harus memangkas jumlah karyawan hingga 15 persen. Selain itu, harga saham mereka sedang turun sejadi-jadinya. Sekarang berada di angka 38 sen per lembar saham.

Henrik Fisker, CEO dan pendiri Fisker Inc mengatakan pihaknya sudah negosiasi dengan lima produsen mobil besar. Terutama supaya Ocean bisa diproduksi antara 20.000 hingga 22.000 unit. Ia tidak menyebutkan siapa saja, tapi sepertinya Nissan yang paling mendekati keputusan final.

Kalau memang jadi, kerjasama ini juga akan memudahkan Nissan. Keduanya punya fasilitas perakitan di beberapa tempat di Amerika Serikat. Jadi logistik tidak akan masalah. Akan kejadian, sepertinya begitu. Akhir bulan ini kemungkinan besar sudah ada keputusan.

Sumber: Reuters

Mobil Listrik Apple Batal, Timnya Bubar!

Proyek mobil listrik Apple yang sudah berjalan sepuluh tahun akhirnya dibatalkan. Tim bentukan yang disebut Special Project Group yang berisi 2.000 pekerja pun akhirnya bubar. Sebagian besar pekerjanya dilebur masuk ke proyek AI.

Keputusan Apple ini diumumkan oleh Chief Operating Officer mereka, Jeff Williams. Belakangan ini, perusahaan teknlogi tersebut memang sedang fokus mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI, Artificial Inteligent).

Dikutip dari Bloomberg, beberapa tahun belakangan ini mobil buatan Apple tersebut diusulkan untuk fokus di rentang harga US $100.000. Artinya, akan dimasukan ke kelas premium, terutama untuk pasar Amerika Serikat. Dengan begitu, saingannya juga berat. Ada Tesla Model S di situ.

Para eksekutif Apple pun khawatir soal profit. Apalagi, mereka sangat terbiasa dengan marjin keuntungan ‘lumayan’ yang didapat dari penjualan produk seperti handphone dan gadget harian lainnya.

Apa Itu Mobil Listrik Apple?

Tahun 2015, proyek ini pertama kali diungkap ke publik. Dikenal dengan nama Project Titan. Persiapannya cukup matang. Termasuk membawa tiga desainer terkenal dari berbagai merek mobil ternama.

Ada Julian Honig, desainer Audi RSQ Concept. Ditambah Aaron Van Minden, orang yang menggambar mobil konsep BMW Gina. Terakhir ada Marc Newson. Desainer mobil konsep Ford 021c. Kalau Anda perhatikan mobil-mobil yang mereka buat, sangat cocok dengan segmentasi desain Apple yang unik.

Beberapa hal ambisius coba diaplikasikan untuk Project Titan, namun berujung jadi ganjalan dan membuat tidak konsisten. Contohnya, mobil akan otonomus sepenuhnya (level 5). Tapi setahun kemudian diturunkan jadi otonomos tingkat empat, yang masih memerlukan campur tangan pengemudi. Sekarang (sebelum dibatalkan) diturunkan lagi jadi level 2.

Selain itu, proyek ini kerap didera pergantian personil kunci yang signifikan. Paling krusial, Doug Field yang jadi pimpinan proyek mengundurkan diri tahun 2021. Wajar kalau akhirnya Tim Cook, CEO Apple memerintahkan pembatalan proyek, dan fokus ke teknologi AI.

Patut disayangkan sebetulnya. Karena perusahaan tekologi lain seperti HuaWei malah sukses bikin mobil yang sudah diperkenalkan ke publik dunia. 

Renault 5 E-Tech

Renault 5 Resmi Lahir Kembali, Pastinya jadi Mobil Listrik

Renault 5 lahir kembali! Ya, itu yang digemborkan oleh Renault untuk mobil terbaru mereka. Inilah Renault 5 E-Tech electric yang diperkenalkan secara daring kemarin (27/02).

Ya, namanya merepresentasikan kalau ini adalah sebuah mobil listrik. Bentuknya masih menunjukan sebuah hatchback dengan lekukan khas sebuah Renault 5. Terutama di bagian belakang. Guratan body-nya mengggabungkan kedinamisan dan ketegasan melalui sudut-sudut desain yang variatif.

Renault 5 versi listrik. Sudah dijual.

Mukanya minim grill karena hanya segaris bukaan di bemper dan air dam di bawahnya. Logo Renault di depan itu bisa dibuka dan di baliknya ada soket untuk pengisian ulang baterai. Desainernya memberikan ciri khas berupa lampu persegi yang unik. Anda tidak akan salah kalau ini Renault 5. Entah kenapa, bagian ini mengingatkan kami pada model mobil-mobilan yang dibuat oleh Lego.

Berdiri di atas platform AmpR Small, yang didesain memang untuk mobil listrik berukuran compact. Panjangnya 3,92 meter dengan wheelbase 2,54 meter. Lebarnya 1,7 meter dengan tinggi 1,5 meter.

Sebagai penggerak diberikan tiga opsi. Pertama motor listrik bertenaga 147,8 hp dengan torsi 245 Nm. Varian ini dibekali baterai nikel (NMC) berkapasitas 52 kWh. Jarak tempuhnya 400 km. Kedua 120 hp/225 Nm serta 93,6 hp/215 Nm. Dua yang terakhir ini menggunakan baterai NMC 40 kWh, dengan jarak tempuh hingga 300 km.

Lama pengecasan ulang dikatakan 30 menit dengan tingkat keterisian 15-80 persen. Tapi untuk DC charging, versi 52 kWh mampu menerima listrik hingga 100 kW. Versi di bawahnya sanggup menelan aliran listrik hingga 80 kW.

Kelengkapan & Harga

Interior renault 5 EV

Menurut Renault, mobil ini dilengkapi fitur yang sangat lengkap untuk sebuah mobil B-segment. Ada cruise control adaptif, pengereman darurat otomotis, lane keeping assist.

Disediakan fitur infotainment dengan sistem operasi OpenR Link, yang merupakan buatan Renault sendiri. Di dalamnya sudah tersedia akses Google. Dengan begitu, Anda bisa membuka Google Maps, Youtube dan sebagainya. Tentunya sudah punya kemampuan Aplle Carplay dan Android Auto nirkabel.

Renault 5 E-Tech untuk versi awal hanya tersedia dalam penggerak 247 hp. Dibagi jadi dua varian bernama Techno dan Iconiq Chic. Harganya mulai dari (setara) Rp 424 jutaan.

Kendaraan Niaga Listrik Mitsubishi L100 EV Resmi Dijual di Indonesia

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengumumkan secara resmi penjualan kendaraan niaga listrik Minicab L100 EV di Tanah Air. Pemberitahuan tersebut, dilancarkan di acara Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024.

Sebuah keputusan yang sangat berani bagi Mitsubishi untuk mendobrak pasar mobil listrik di Indonesia, khususnya di segmen kendaraan niaga. Pasalnya, belum banyak yang bermain di segmen yang satu ini. Segmen tersebut hanya ada DFSK dengan Gelora E. Pangsa pasarnya pun cukup besar dan potensial untuk diolah.

Rakitan Indonesia

Untuk memudahkan dan mempercepat distribusi produk ke pasar dalam negeri Indonesia, tak ada jalan lain kecuali melakukan proses perakitan secara lokal.

Mitsubishi L100 EV telah diproduksi di pabrik perakitan Mitsubishi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat sejak Desember 2023 lalu. Harga jual pun jadi lebih kompetitif dan terjangkau.

Direktur PT MMKSI Atsushi Kurita meyakini produk L100 EV sangat kompetitif. “Berdasarkan hasil proof of concept (POC) yang dilakukan oleh Mitsubishi bersama para partner di bidang logistik dan jasa, Mitsubishi L100 EV diakui memiliki keunggulan. Baik dari sisi produk dan maupun kemampuan operasional,” papar Atsushi Kurita saat melakukan pembukaan booth Mitsubishi di IIMS 2024, Kamis (15/2/2024).

Dari segi spesifikasi yang ditawarkan, L100 EV yang di Jepang disebut Minicab EV ini memang cukup meyakinkan. Jangkauan jelajah maksimumnya mencapai 180 kilometer untuk sekali pengisian daya.

Bahkan hanya butuh waktu 42 menit untuk mengisi ulang daya baterainya hingga terisi 80 persen, dengan perangkat fast charger. Kedua hal tersebut tentunya jadi pertimbangan tersendiri bagi para operator dari sisi operasional.

Kendaraan Operasional Di IKN

Salah satu yang menjadi partner pelaksana dalam kegiatan proof of concept adalah PT Pos Indonesia.

Mobil ini akan digunakan sebagai kendaraan penunjang operasional logistik PT Pos Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN). Seperti diketahui, di lingkungan Ibu Kota Nusantara (IKN) nantinya akan menerapkan penggunaan kendaraan bebas emisi gas buang. Jadi,  L100 EV sangat cocok untuk digunakan di sana.

Mitsubishi L100 EV model blind van two-seaters dibanderol dengan harga Rp 320 juta on the road Jakarta. Harga yang cukup rasional untuk sebuah kendaraan niaga bebas emisi gas buang seperti Mitsubishi L100 EV.

Teaser MG Maxus 9

MG Maxus 9, EV Semewah Toyota Alphard Siap Hadir di IIMS 2024

Apakah Akan Melantai di IIMS 2024? Itu adalah sebagian judul rilis media yang dikirim oleh MG Indonesia, soal MG Maxus 9. Judul yang tidak biasa untuk memberitahukan kehadiran mobil baru. Intinya, MG Maxus 9, MPV mewah sekelas Toyota Alphard akan hadir di IIMS 2024.

“Dengan semangat inovasi dan komitmen kami untuk memenuhi kebutuhan mobilitas, MG Motor Indonesia siap menghadirkan kejutan di IIMS 2024. Apakah itu MG Maxus 9 EV atau sesuatu yang sama inovatifnya menanti untuk diperkenalkan? Kami mengundang Anda untuk menyaksikan sendiri kejutan yang kami siapkan,” kata Arief Syarifudin, Marketing & PR Director MG Motor Indonesia. Agak lain memang merek yang satu ini kalau mengirimkan informasi.

Kalau Anda familiar dengan nama mobilnya, tidak salah. MG Maxus 9 adalah Maxus Mifa 9 yang juga pernah muncul di GIIAS 2023, dengan harga yang spektakuler, Rp 1,4 milyar. Lalu kenapa jadi MG? Maxus dan MG adalah merek yang berada di bawah naungan SAIC Group di Cina.

Maxus Mifa 9

Mengenai mobilnya sendiri, ini adalah MPV berpenggerak listrik dengan baterai lithium-ion berkapasitas 90 kWh. Jarak tempuhnya diklaim 540 km. Pengisian dengan arus AC perlu waktu 8,5 jam hingga penuh. Sementara menggunakan fast cahrging, 30-80 persen hanya perlu 36 menit. Mobil ini juga telah bersertifikasi keselamatan lima bintang dari dari EuroNCAP.

Tidak disebutkan seperti apa kemampuan teknisnya. Tapi melihat yang pernah hadir di GIIAS lalu, memliki tenaga hingga 245 hp. Faktor kenyamanan didukung oleh deretan kursi berbalut kulit tebal dan ukurannya lebar. Fitur keselamatannya komplit, serta kemampuan konektivitas yang selalu terhubung dengan internet sepanjang perjalanan.

Entah kalau nanti ada perubahan spesifikasi. Yang pasti, mobil ini akan jadi gebrakan MG di pasar otomotif Indonesia. Karena jadi MPV pertama yang berpenggerak listrik sepenuhnya.

Neta EP41 Station wagon EV

Gerak Cepat, Neta Ungkap Keberadaan Station Wagon Neta EP41

Pabrikan mobil listrik China, Neta sepertinya akan bergerak cept tahun 2024 ini. Minggu lalu, mereka memperkenalkan SUV Neta L yang akan segera dipasarkan di negara itu. Kini, dipastikan akan ada model baru dalam formt station wagon. Kodenya, Neta EP41

Nama resminya memang belum diungkap, tapi yang Anda lihat di sini adalah foto resmi dari Neta. Foto ini dikeluarkan setelah bocor beberapa foto Neta station wagon sedang uji jalan. Bentuk mukanya tidak terlalu berbeda dari Neta S, dan ini memicu istilah Neta S station wagon.

EV berbasis sedan Neta S ini akan diperkenalkan di Beijing Auto Show 2024 bulan April mendatang. Harganya diperkirakan kurang dari US $42.000. Atau kurang dari Rp 661 jutaan. Zhang Yong, CEO Neta mengatakan station wagon tersebut dibentuk berdasarkan arsitektur Shanhai 2.0. Yang menarik, kalau diperhatikan, ada semacam benjolan di atas kaca depan. Itu adalah sistem ADAS berbasis LiDAR buatan perusahaan teknologi Hesai.

Informasi teknisnya belum disebar, tapi kalau melihat Neta S, panjang body-nya adalah 4.980 mm dengan wheelbase 2.980 mm. Seperti yang pernah kami uji, Neta S memiliki performa jempolan berkat dua motor (AWD) bertenaga 455,9 hp. Mungkin untuk versi wagon, akaan sedikit diperhalus performanya. 

Akan masuk ke Indonesia? Jujur kami agak ragu. Station wagon bukan segmen yang menarik untuk dimasuki di negara ini. Eropa mungkin akan bisa lebih mudah menyerap Neta EP41. Seperti diketahui, Neta memiliki rencana ekspansi yang gencar. Untuk itu, mereka perlu produk yang sesuai dengan setiap negara yang mereka masuki.

Neta L

Neta L EV Diperkenalkan di China, Diklaim Senyaman Rumah

Pagi ini (20/01), kami menerima informasi kalau Neta L, SUV berpenggerak listrik asal China meluncur di negara itu. Mobil tersebut diklaim mampu memberikan pengendaraan nyaman dan rileks bagi penggunanya. Berkapasitas lima penumpang, dan dikategorikan sebagai medium SUV.

Neta L menyuguhkan kenyamanan berlebih berkat interior yang lega dan pengaturan kabin yang lebih cerdas. Menurut Neta, desain kabin mobil berkode EP32 tersebut diberikan kursi senyaman sofa di rumah. Penumpang belakang bahkan dimanjakan dengan hadirnya meja lipat dan ruang kaki yang lega.

Interior Neta L

Fiturnya belum disebutkan secara lengkap, tapi berdasarkan foto-foto saat peluncuran, ada layar penampil yang cukup besar terpampang di tengah dashboard hingga ke hadapan penumpang depan. Tidak ketinggalan panoramic roof dan cool box. Menarik.

Secara desain, sepintas Neta L memiliki desain yang modern, layaknya SUV listrik kekinian. dimensinya belum disebutkan secara resmi, tapi menurut beberapa media setempat, wheelbasenya sekitar 2,98 meter, dengan lebar 1,98 meter. Pastinya ini lebih besar dari BYD Atto3 yang wheelbase-nya 2.720 mm, lebar 1.875 mm. Karena itu juga, kami berasumsi mobil ini diposisikan lebih tinggi dari SUV yang akan hadir di Indonesia, Neta X.

Dari sisi teknis, EV ini menggunakan baterai CATL Shenxing. Penyimpanan daya ini dikatakan sangat bisa diandalkan dengan umurnya yang lebih panjang dari beterai EV kebanyakan. Selain itu, Neta juga mengklaim, jarak tempuhnya lebih panjang, kemampuan fast charging di rentang suhu yang lebih beragam dan punya sistem keamanan baterai yang superior. Itu kata mereka. Lalu kapan akan meluncur di Indonesia? Sumber kami di Neta mengatakan paling cepat 2025.

baterai mobil listrik

Mulai 2027, Eropa Berlakukan ‘Paspor Baterai Kendaraan Listrik’

Uni Eropa akan memperketat jalur penjualan mobil listrik. Mulai Februari 2027 mereka akan mewajibkan semua komponen baterai untuk kendaraan listrik ataupun industri, dengan kapasitas diatas 2 kWh untuk diberikan ‘paspor’.

Untuk mobil, paspor ini akan dihubungkan dengan VIN (nomor rangka). Dengan melakukan pemindaian, beragam informasi soal baterai akan terpampang. Mulai dari hal teknis, siapa yang buat dan dari tambang mana material yang digunakan. Termasuk informasi kapasitas dan kondisi baterai. Dengan demikian, semua informasi yang diperlukan oleh calon pembeli bisa didapat dengan mudah.

Dikutip dari Autocar, informasi ini untuk memberikan transparansi pemasok bahan baku baterai baik untuk produsen maupun konsumennya, hingga mereka yang akan mendaur ulang. “Banyak produsen tidak mengetahui rantai pasokan mereka. Dan seringkali (pemasok) berganti sekitar tiga atau empat kali setahun, terutama di tier menengah, berdasarkan kontrak yang berubah. Menyesuaikan dengan biaya yang lebih rendah,” kata Ellen Carey, Chief External Affair Officer Circulor. Mereka adalah satu dari sekian banyak perusahaan yang akan membuat sistem paspor baterai Eropa.

Menuju 2035

 

Dengan adanya paspor baterai kendaraan listrik ini, diharapkan semua menjadi jelas. Produsen EV mengetahui, dari mana saja material yang membentuk baterai kendaraan mereka. Konsumen juga mendapatkan informasi supaya tidak ‘apes’ di masa mendatang atau selama mereka menggunakan EV-nya.

Peraturan ini merupakan bagian dari EU Battery Regulation, yang bertujuan untuk memantau emisi karbon. Mulai dari proses penambangan bahan mentah, hingga penggunaan oleh konsumen. Kemudian, aturan tersebut juga menjelaskan, seberapa banyak komponen yang harus bisa didaur ulang. Ketetapan ini demi memantapkan aturan pelarangan penjualan mobil konvensional, tahun 2035 mendatang.