AES Resmi Hadir di Indonesia Lewat BullAES

Keselamatan berkendara di malam hari kini menjadi perhatian utama seiring berkembangnya teknologi otomotif. Kebutuhan akan lampu kendaraan yang lebih terang, presisi, dan aman bagi pengguna jalan lain semakin meningkat. Untuk itu, Guangzhou AES Car Parts Co., Ltd. hadir menawarkan standar baru di kelasnya.

AES dikenal sebagai perusahaan riset, pengembangan, dan produksi lampu otomotif yang komprehensif. Portofolionya mencakup lensa proyektor bi-LED dan laser, lampu kabut, DRL, dan berbagai komponen retrofit berkualitas tinggi. Selama dua dekade, AES konsisten menghadirkan produk yang mengutamakan keselamatan dan efisiensi pencahayaan.

Mengusung filosofi “beradaptasi dengan pasar dan melayani pelanggan”, AES kini mendominasi pasar modifikasi lampu otomotif dunia. Produk mereka telah dipasarkan di lebih dari 110 negara, termasuk Amerika, Eropa, Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Amerika Latin.

Selain itu, AES memiliki lebih dari 100 paten serta sederet sertifikasi bergengsi, seperti EMARK Eropa, US DOT, ISO9001, dan IATF 16949. Sertifikasi tersebut memastikan kualitas, keamanan, serta konsistensi produksi yang memenuhi standar industri otomotif global. AES juga menawarkan layanan OEM dan ODM untuk memenuhi kebutuhan spesifik setiap pasar.

BullAES, Wajah Resmi AES untuk Konsumen Indonesia

Di Indonesia, AES hadir melalui merek BullAES yang dikelola Setia Utama Bullaes. Resmi beroperasi sejak 2007, BullAES telah memperoleh hak paten dan dikenal luas lewat produk Bi-LED dan Bilaser untuk mobil dan motor. Keenam keunggulannya meliputi pencahayaan optimal, performa terbaik, durabilitas tinggi, teknologi anti-silau, proses R&D mendalam, serta layanan aftersales profesional.

Untuk membuktikan kualitas produk di kondisi nyata, AES mengundang dua figur otomotif Indonesia yaitu Ziko Garasi Drift dan Jejelogy untuk menguji lampu AES dan UPS WAY MAKER langsung di Guangzhou. Ziko menguji Xiaomi SU7 di kondisi perkotaan malam hari, sementara Jejelogy menguji di medan pegunungan ekstrem menggunakan Tank 300. Hasilnya, kedua penguji sepakat bahwa teknologi AES mampu meningkatkan visibilitas secara signifikan baik di jalan kota maupun medan off-road.

Dengan dukungan teknologi global dan validasi lapangan, BullAES menegaskan komitmennya sebagai penyedia solusi pencahayaan otomotif profesional di Indonesia.

Mengusung kualitas sebagai prioritas, AES dan BullAES siap menghadirkan standar baru penerangan kendaraan yang lebih aman, inovatif, dan tahan lama. Produk ini bukan hanya meningkatkan kenyamanan berkendara, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi para pengguna kendaraan di Indonesia.

Yamaha Tracer 9 2025, punya lampu Matrix LED canggih.

Matrix LED di Yamaha Tracer 9 2025, Canggih Tapi Tidak Mudah

Lampu jenis matrix LED mungkin bukan barang baru di mobil. Fitur ini sudah sepuluh tahun lebih tersemat, dan biasanya mobil mewah. Namun untuk sepeda motor adalah hal yang sama sekali baru. Kini, pertama kalinya ada motor yang pakai matrix LED: Yamaha Tracer 9 2025.

Tracer 9 Tourer juga bukan motor murah. Ini adalah motor jelajah yang berstatus produk ‘flagship’ dari pabrikan Jepang itu.

Lalu, kenapa harus matrix LED? Untuk diketahui, lampu ini tidak sembarangan dan lebih pintar dari yang punya kendaraan. Deretan LED yang menjadi lampu utama memiliki kemampuan untuk memberikan tingkat pencahayaan secara independen. Jadi jangan kaget kalau dalam satu batok lampu, pendaran sinarnya bisa beda intensitas.

Kemampuan itu memberikan kelebihan dalam hal penyebaran cahaya yang lebih presisi untuk berbagai kondisi. Contoh, saat bermanuver, intensitas cahaya ke arah kendaraan berbelok bisa berbeda.

Kemudian saat pakai lampu jauh dan mendeteksi ada kendaraand ari arah berlawanan, cahaya bisa menyesuaikan. Lebih cepat dari tangan pengemudi mematikan high beam tersebut. Atau, lampu bisa lebih terang saat kondisi sangat gelap, meredup saat agak terang. Semua terjadi secara otomatis dan instan, menggunakan sensor dan software.

Bukan Hal Mudah

Yamaha Tracer 9 2025

Tapi itu saat terpasang di sebuah mobil yang kalau belok tidak miring. Beda dengan motor yang harus body-nya tidak bisa lurus terus.

Juru bicara Yamaha, mengutip dari situs Motorcycle News mengatakan sangat sulit mengembangkan matrix LED untuk di motor. “Kami mulai menelaah penggunaan lampu ini sejak 2019 atau 2020, sebelum bisa masuk ke lini produksi masal. Tapi itu bukan hal yang mudah.”

Ia mengatakan kondisi pergerakan motor yang banyak miring, membuat tim Yamaha harus berpikir keras untuk membuat sistem yang sesuai. “Untuk mendeteksi orang, sepeda, mobil, semuanya, sulit untuk membuatnya lancar dan efektif karena dapat salah mendeteksi.”

lampu matrix LED untuk motor. Pertama kalinya ada di Tracer 9 2025.

Diakui juga, sulit untuk membuat perangkat lunak yang sempurna, “Kami hanya mencoba membuat sesempurna mungkin dan itulah yang telah kami lakukan.”

Hasilnya, di bawah lampu depan Yamaha Tracer 9 2025, ada kamera untuk mendeteksi pergerakan di depan. Data dari kamera tersebut dikirim ke ECU, yang akan memerintahkan lampu untuk menyesuaikan pencahyaannya.

Sistem ini, meski terlihat canggih, tapi tetap bisa dimaatikan oleh yang mengendarai motor.