Diskon tarif tol mudik lebaran 2026

Diskon Tarif Tol Mudik Lebaran 2026 Dimulai H-9

Diskon tarif tol mudik lebaran 2026 dimulai H-9. Adapun besaranya mencapai 30 persen yang berlaku untuk semua ruas jalan tol.

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengumumkan pemberian diskon tarif tol sebesar 30 persen. Potongan tarif ini ditujukan untuk meringankan beban masyarakat dalam membayar tarif tol selama periode mudik Lebaran 2026.

Diskon tarif tol mudik lebaran 2026 sebesar 30 persen tentunya lebih besar jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2025) yang angkanya hanya sebesar 20 persen. Ini menjadi salah satu bagian kontribusi pemerintah untuk meringankan beban untuk masyarakat yang berniat mudik.

“Kami memangkas tarif tol sebagai instrumen teknis untuk mendorong distribusi lalu lintas agar tidak menumpuk pada puncak arus mudik. Periode diskonnya akan kami buat cukup panjang di awal, tujuannya supaya masyarakat tidak mudik di waktu yang bersamaan atau saat peak. Kita mau mereka berangkat lebih awal dan balik lebih awal,” jelas Menteri PU, Doddy Hanggodo, dikutip dari laman Kompas.com (1/3).

Menteri PU juga menambahkan, diskon tarif tol ini merupakan bonus bagi pengguna jalan, sekaligus strategi manajemen demand untuk memecah konsentrasi kendaraan di titik-titik krusial seperti Gerbang Tol Cikampek Utama dan Kalikangkung.

Tol Gratis Saat Mudik Lebaran 2026

Diskon tarif tol mudik lebaran 2026

Foto: Go Bekasi

Selain diskon tarif tol mudik lebaran 2026 yang dimulai dimulai H-9, pemerintah juga memberlakukan tol fungsional gratis untuk beberapa ruas. Berikut daftar jalan tol gratis saat lebaran 2026:

Trans Jawa

  • Japek II Selatan sepanjang 54,75 kilometer

  • Jogja Bawen sepanjang 4,85 kilometer

  • Jogja Solo sepanjang 11,48 kilometer

  • Probolinggo Banyuwangi tahap I sepanjang 49,68 kilometer.

Trans Sumatera

  • Sigli Banda Aceh seksi I sepanjang 23,9 kilometer

  • Palembang Betung seksi I dan II sepanjang 53,6 kilometer.

Kemenhub Antisipasi Arus Mudik Libur Nyepi dan Lebaran 2026

Momen mudik Lebaran 2026 atau Idulfitri 1447 H akan segera dimulai dalam beberapa pekan mendatang. Sejumlah instansi terkait sudah mulai melakukan persiapan sebagai langkah antisipasi.

Terkait arus mudik Lebaran tahun ini, hasil survei nasional memprediksi sekitar hampir 144 juta orang akan melakukan perjalanan mudik.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan, realisasi jumlah pemudik diperkirakan bakal melampaui target prediksi. Hal tersebut bercernin pada pengalaman tahun sebelumnya.

“Kami melakukan survei, ada 143,7 juta orang atau hampir 144 juta orang yang akan melakukan perjalanan. Namun kami mengantisipasi kemungkinan kenaikan karena tahun lalu survei 146 juta, realisasinya mencapai 154 juta,” ujar Menhub, dilansir dari laman humas polri, Senin (23/2).

Sebagai dukungan kesiagaan di lapangan, operasional posko angkutan Lebaran akan berlangsung pada 13–29 Maret 2026 untuk mengkoordinasikan transportasi laut, udara, darat serta perkeretaapian.

Menurut Menhub, sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan, antara lain pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas, kecuali kendaraan pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan penting lainnya sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian.

Selain itu, Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas pada sejumlah titik rawan kemacetan berupa contraflow, sistem satu arah (one way), dan ganjil genap, terutama pada sejumlah ruas tol yang berpotensi mengalami kepadatan dan penumpukan arus kendaraan.

Pemerintah juga menerapkan kebijakan Work from Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) pada 16–17 Maret untuk arus mudik dan 25–26 Maret untuk arus balik, yang telah disetujui oleh Presiden dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB).

“Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendistribusikan pergerakan masyarakat agar tidak menumpuk pada tanggal-tanggal tertentu sehingga keselamatan dan kelancaran perjalanan lebih terjamin,” tutur Menhub.

Dishub Jatim Antisipasi Lonjakan Pemudik Jelang Hari Raya Nyepi di Bali

Terkait perayaan Nyepi di Bali pada 19 Maret 2026, Menhub mengatakan penyeberangan kapal laut menuju Pulau Bali akan dihentikan sementara. Seagai antisipasi, akan disiapkan sistem penundaan (delaying system) serta zona penyangga (buffer zone).

“Kami akan informasikan kepada seluruh masyarakat terkait penutupan sementara pelabuhan agar bisa mengatur jadwal perjalanan,” ujar Menhub.

Langkah antisipasi juga dilakukan oleh Dinas Perhubungan Jawa Timur yang melakukan persiapan angkutan mudik Lebaran 2026 lebih awal. Hal tersebut guna menyikapi bila terjadi lonjakan penumpang penyeberangan kapal ferry menuju Pulau Bali sekaligus dampak penutupan Pelabuhan Ketapang saat Hari Raya Nyepi.

Perhatian khusus diberikan pada jalur penyeberangan ferry Ketapang–Gilimanuk. Pelabuhan Ketapang akan ditutup pada 18 Maret menjelang Nyepi pada 19 Maret 2026. Kondisi ini berpotensi memicu penumpukan kendaraan di seputar Banyuwangi menuju Pelabuhan Ketapang.

Dishub Jatim telah memetakan sejumlah kantong parkir yang ada di sekitar kawasan Pelabuhan Ketapang untuk mencegah kemacetan. Pengelolaan parkir tentunya akan bergantung pada kepemilikan lahan, baik milik BUMDes maupun swasta.

Untuk areal parkir di kawasan Terminal Sri Tanjung akan diupayakan gratis, tapi tetap berkoordinasi dengan pengelola lahan. Hal tersebut dikarenakan pemerintah provinsi tidak memiliki kewenangan langsung dalam hal penentuan tarif parkir untuk lahan non-pemprov.

Secara nasional, jumlah pemudik untuk tahun ini diperkirakan menembus 144 juta orang. Sementara di Jawa Timur, pergerakan penumpang angkutan umum diprediksi mencapai 7,7 juta orang, naik sekitar 5 persen dibanding tahun lalu.

Rinciannya:

– Kereta api: 2,92 juta penumpang

– Bus: 2,67 juta penumpang

– Penyeberangan: 1,23 juta penumpang

– Pesawat: 756 ribu penumpang

– Kapal laut: 150 ribu penumpang

Guna mengakomodir lonjakan tersebut, Dishub Jatim menyiapkan 6.637 unit bus, 148 rangkaian kereta api, 302 pesawat, 55 kapal laut, dan 71 kapal penyeberangan.

Pemantauan arus mudik kendaraan pribadi juga diperkuat melalui dukungan sarana kamera berbasis Artificial Intelligence (AI) di perbatasan Jawa Tengah–Jawa Timur dan Bali–Jawa Timur.

Jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Surabaya Raya melalui jalur arteri non-tol untuk saat ini tercatat mencapai sekitar 251 ribu kendaraan per hari. Sementara arus keluar-masuk Jawa Timur melalui jalur arteri tercatat sekitar 33 ribu kendaraan per hari.

Selain Ketapang, perhatian juga diberikan pada Pelabuhan Jangkar, Situbondo, yang diperkirakan mengalami lonjakan saat Nyepi. Saat ini tersedia dua kapal penyeberangan tujuan Pulau Bawean dan satu kapal menuju Pulau Gili Iyang.

Pemprov Jatim mengusulkan tambahan tiga kapal berkapasitas minimal 250 penumpang per kapal atau sekitar 750 penumpang per hari selama masa Lebaran. Selain itu, akan disiapkan enam kali pelayaran laut gratis mulai 8 Maret dengan total kapasitas sekitar 3.000 penumpang.

Di sektor transportasi darat, tersedia 200 bus program mudik gratis, yang terdiri dari 25 bus AKAP, 100 bus AKDP, dan 75 bus tambahan dukungan stakeholder. Total kapasitas angkut pemudik mencapai sekitar 8.000 penumpang. Dengan tambahan kuota angkutan laut gratis 3.000 penumpang, totalnya menjadi sekira 11.000 pemudik yang akan difasilitasi tahun ini.

Selain itu, Dishub Jatim juga menyiapkan pengangkutan 200 unit sepeda motor ke sejumlah daerah tujuan seperti Madiun, Ponorogo, Magetan, Tulungagung, Jember, dan Banyuwangi.

Para pemudik diberangkatkan dengan bus, sementara motornya diangkut menggunakan truk. Hal tersebut sebagai upaya menekan risiko kecelakaan selama arus mudik yang didominasi kendaraan roda dua. Program mudik gratis tahun sebelumnya mampu menekan angka kecelakaan hingga 3–5 persen selama masa angkutan Lebaran.

Pendaftaran mudik gratis dibuka secara online pada 2–5 Maret 2026 dan daftar offline mulai 8 Maret. Untuk angkutan laut, pendaftaran dilakukan melalui situs resmi Pemprov Jatim sebelum 8 Maret dengan kuota 3.000 orang.

Persiapan yang dilakukan diharapkan dapat meningkatkan kelancaran lalu-lintas arus mudik sekaligus meminimalkan potensi kemacetan dan kecelakaan selama periode Lebaran 2026.

jalan tol gratis saat lebaran 2026

Berikut Daftar Jalan Tol Gratis Saat Lebaran 2026

Berikut informasi daftar jalan tol gratis saat lebaran 2026. Totalnya ada 6 jalan tol yang akan digratiskan oleh pemerintah.

Dilansir dari laman akun sosial media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), kebijakan ini berlaku karena ruas tol tersebut dioperasikan secara fungsional dan sementara alias momentum untuk mendukung kelancaran arus mudik. 6 ruas jalan tol gratis saat lebaran 2026 itu mencapai 198 kilometer yang terbagi di jalur Trans Jawa dan Trans Sumatera.

“Kebijakan ini diharapkan membantu mengurai kepadatan arus kendaraan serta mendukung kelancaran perjalanan pemudik menuju kampung halaman. Ruas tol tersebut dibuka sementara dan dapat dimanfaatkan tanpa tarif selama masa operasional mudik,” tulis Bakom dalam akun Instagramnya.

Berikut daftar jalan tol gratis saat lebaran 2026:

Trans Jawa

  • Japek II Selatan sepanjang 54,75 kilometer

  • Jogja Bawen sepanjang 4,85 kilometer

  • Jogja Solo sepanjang 11,48 kilometer

  • Probolinggo Banyuwangi tahap I sepanjang 49,68 kilometer.

Trans Sumatera

  • Sigli Banda Aceh seksi I sepanjang 23,9 kilometer

  • Palembang Betung seksi I dan II sepanjang 53,6 kilometer.

Kenaikan Arus Mudik di Lebaran 2026

jalan tol gratis saat lebaran 2026

Adanya jalan tol gratis saat lebaran 2026 bertujuan untuk mengurangi kemacetan selama musim mudik berlangsung. Bukan tanpa alasan, dilansir dari laman bloombergtechnoz, data Survei Angkutan Lebaran 2026 yang dilakukan Kementerian Perhubungan menunjukkan sebanyak 143,9 juta orang diprediksi melakukan perjalanan selama periode Mudik Lebaran 2026.

Pergerakan arus mudik diperkirakan mulai terjadi pada Kamis 12 Maret 2026. Sementara puncak arus mudik pertama diprediksi berlangsung pada Jumat 13 Maret dan Rabu 18 Maret 2026.

Selanjutnya, untuk arus balik diprediksi mulai terjadi pada Senin 23 Maret 2026. Kemudian puncak arus balik pertama diprediksi berlangsung pada Selasa 24 Maret, sedangkan puncak kedua pada Sabtu 28 Maret 2026.

Nah, bagi Anda yang punya rencana untuk mudik ke kampung halaman diharapkan bisa menyesuaikan tanggal puncak arus mudik agar bisa terhindar dari kemacetan. Selain itu, jangan lupa cek kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan.

Rekayasa lalu lintas mudik lebaran 2026

Rekayasa Lalu Lintas Mudik Lebaran 2026 Sudah Dipersiapkan

Rekayasa lalu lintas mudik lebaran 2026 sudah dipersiapkan oleh Korlantas Polri dan stake holdernya. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kemacetan.

Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menjelaskan bahwa penerapan Contraflow dan One Way dilakukan berdasarkan parameter yang telah dihitung secara matang bersama pengelola jalan tol.

“Ketika bicara mengeksekusi Contraflow dan One Way, ada parameter-parameter yang tentunya kami koordinasi dengan Jasa Marga, sehingga hitungan itulah menjadi putusan akan kita lakukan Contraflow satu lajur (atau) akan kita lakukan Contraflow dua lajur, dan akan kita buka ujungnya di KM 70 sampai KM 188 untuk melancarkan arus yang menuju ke Trans Jawa,” ujar Agus, seperti dikutip dari laman Korlantas Polri.

Evaluasi Operasi Ketupat tahun lalu menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pengamanan tahun ini. Kebijakan Pemerintah dalam mengatur kendaraan sumbu 3 dan Work From Anywhere.

“Mengevaluasi operasi ketupat tahun lalu (2025), negara harus hadir, sehingga kebijakan pemerintah salah satunya adalah SKB bagaimana mengatur kendaraan sumbu 3 boleh atau tidak boleh ini sangat mempengaruhi flow daripada lalin dan Pemerintah dengan cepat membuat kebijakan tentang work from anywhere,” tambahnya.

Dalam mendukung pengelolaan lalu lintas, Korlantas Polri juga menyiapkan berbagai kebijakan dan sarana teknologi. Selain itu, dalam pelaksanaan Operasi Ketupat akan memberlakukan ganjil genap.

“Korlantas, kita sendiri akan memperlakukan ganjil genap, termasuk juga akan menghadirkan infrastruktur teknologi agar supaya baik di jalan tol, baik di arteri, termasuk di penyeberangan, terminal, bandara, kita bisa monitoring dalam satu genggaman. Itu sudah kita persiapkan,” ungkapnya.

Ia memastikan seluruh skenario darurat telah disiapkan untuk menghadapi situasi tak terduga, baik dari pendirian Pos PAM, Pos Pelayanan dan Pos Terpadu untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pengguna jalan.

“Menyiapkan emergency split apabila ada bencana rangkaian-rangkaian skenario itu sudah kita persiapkan, baik dari sisi rekasa lalu lintas, termasuk pendirian pos PAM (pengamanan), pos pelayanan, pos terpadu, ini sudah kita siapkan semuanya baik yang ada di arteri, yang di jalan tol, termasuk di tempat penyebrangan, bandara, terminal, dan lain sebagainya kita sudah siap semuanya,” tegasnya.

Diprioritaskan Wilayah Trans Jawa, menuju Sumatera, dan ke Bandung

Rekayasa lalu lintas mudik lebaran 2026

Rekayasa lalu lintas mudik lebaran 2026 sudah dipersiapkan. Lebih lanjut, Irjen Pol Agus menuturkan bahwa prioritas pengamanan arus mudik dan balik telah ditetapkan berdasarkan wilayah tujuan dan asal pemudik. Meski terdapat potensi bangkitan arus yang tinggi, khususnya di pelabuhan penyeberangan, Polri memastikan telah menyiapkan langkah antisipasi.

“Ketika kita bicara arus mudik, kita utamakan yang menuju ke Trans Jawa, menuju Sumatera, dan ke Bandung. Ketika kita bicara balik, kita akan memprioritaskan arus yang dari Trans Jawa menuju Jakarta, dari Sumatera menuju Jakarta. Kaitannya dengan resiko, jelas ada semua keputusan ada resiko,” ujarnya.