Nissan Gallery MT Haryono

Honda, Nissan, Mitsubishi Sepakati Kemungkinan Untuk Berintegrasi

Honda dan Nissan plus Mitsubishi memperdalam lagi kerjasama mereka. Kali ini, mereka sepakat untuk bekerjasama untuk mencapai kesepakatan tentang bagaimana menyatukan kedua perusahaan raksasa tersebut, ke dalam satu perusahaan induk (holding company).

Hal tersebut seperti mengkonfirmasi pemeberitaan bahwa Honda akan jadi penyelamat Nissan yang saat ini sedang dalam kesulitan keuangan.

Namun ini adalah tahapan awal soal ‘merger’ kedua perusahaan ini. Karena Honda dan Nissan baru menyetujui pembentukan komite untuk memuluskan proses pengintegrasian bisnis keduanya.

Honda, Nissan, Mitsubishi merger

Tapi hal tersebut jadi pembuka bersatunya dua raksasa otomotif dunia. Kesepakatan ini juga berlaku untuk Mitsubishi. Ingat, Nissan adalah pemilik merek mobil MItsubishi.

Rilis yang kami terima dari Nissan mengatakan bahwa mereka dapat mengintegrasikan sumber daya manajemen masing-masing. Seperti pengetahuan, sumber daya manusia, dan teknologi. Kemudian menciptakan sinergi yang lebih dalam; meningkatkan kemampuan untuk menanggapi perubahan pasar serta berharap untuk meningkatkan nilai perusahaan jangka menengah hingga panjang.

Tahap Awal Integrasi Bisnis

Nissan Motors top executive saat mengumumkan keadaan keuangan 2024

“Honda dan Nissan telah mulai mempertimbangkan integrasi bisnis, dan akan mempelajari penciptaan sinergi yang signifikan antara kedua perusahaan di berbagai bidang. Penting untuk dicatat bahwa mitra Nissan, Mitsubishi Motors, juga terlibat dalam diskusi ini. Kami mengantisipasi bahwa jika integrasi ini membuahkan hasil, kami akan dapat memberikan nilai yang lebih besar kepada basis pelanggan yang lebih luas,” tegas Makoto Uchida, CEO Nissan.

Sementara itu, Toshihiro Mibe, President Honda mengatakan, “Kami berharap partisipasi Mitsubishi Motors dalam diskusi integrasi bisnis Nissan dan Honda akan menghasilkan perubahan sosial lebih lanjut, dan kami akan mampu menjadi perusahaan terkemuka dalam menciptakan nilai baru dalam mobilitas melalui integrasi bisnis. Nissan dan Honda akan memulai diskusi mulai hari ini dan seterusnya dengan tujuan untuk mengklarifikasi kemungkinan integrasi bisnis pada akhir Januari sesuai dengan pertimbangan Mitsubishi Motors.”

 

Nissan Kicks 2024 buatan NIssan Motors

Nissan Motor Corporation Perlu Investor, ‘Nafasnya’ Tinggal 14 Bulan Lagi

Iya, Anda tidak salah baca. Nissan Motor Corporation, raksasa otomotif asal Jepang itu sedang mengalami masalah signifikan. Mengutip dari Financial Times, salah satu anggota manajemen seniornya menegaskan hal tersebut.

Awal November lalu, kami juga membaca laporan penjualan Nissan yang mereka rilis, untuk semester pertama tahun fiskal 2024 (yang berakhir September 2024 lalu). Tidak bagus. Mereka bahkan harus merevisi target pendapatan bersih dari 14 triliun Yen menjadi 12,7 triliun Yen.

Penyebabnya? Penjualan yang menurun, biaya meningkat. Menurut sumber yang dikutip Financial Times, Nissan sekarang sedang berada di emergency mode. Kalau tidak ada yang bantu, dalam 12-14 mendatang bisa berbahaya bagi mereka.

Nissan Motors top executive

Melihat ke beberapa bulan lalu, antara Juni hingga Agustus, penjualan mereka tergerus hingga menghasilkan kerugian sebesar 9,3 milyar Yen. Periode yang sama tahun sebelumnya, mereka untung hingga 190,7 milyar Yen.

Nissan tidak tinggal diam, mereka melangkah dengan memangkas jumlah pekerja hingga 9.000 orang di berbagai negara. Kemudian, produksi juga dipangkas hingga 20 persen. Bahkan para jajaran top executive harus rela digaji setengahnya.

Disebutkan juga bahwa Nissan mencoba menelaah semua opsi. Termasuk restrukturisasi aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi. Dan dari sini, jadi semakin menarik.

Bersatu Dengan Honda?

Solid state battery buatan Nissan

Kalau Anda ingat, beberapa bulan lalu Nissan dan Mitsubishi mengumumkan beberapa kerjasama dengan Honda di bidang teknologi dan pengembangan komponen mobil. Terutama untuk menghadapi pasar otomotif RRC.

Sejak Renault mengurangi jumlah sahamnya dari 43 persen menjadi 36 persen pada 2023 lalu, hubungan Nissan – Honda jadi lebih mesra.

Renault mengatakan, mereka tidak keberatan untuk menjual saham Nissan yang masih dimiliki, kepada Honda. Tapi, menurut sumber Financial Times, Honda adalah ‘pegangan’ terakhir mereka. Pastinya, tidak ada yang mau berkomentar soal kemungkinan Honda menguasai saham Nissan.

Toh, krisis Nissan ini juga menarik perhatian perusahaan investasi raksasa Asia macam Effissimo Capital Management yang berbasis di Singapura dan Oasis Management dari Hongkong.

Sementara ini, langkah kongkrit lainnya adalah, Nissan menjual saham Mitsubishi sebanyak 10 persen, menyisakan pegangan 24 persen untuk menghasilkan dana segar.

Tapi kalau memang Honda dan Nissan bersatu ditambah ada Mitsubishi, aliansi ini mungkin bisa jadi ujung tombak yang tajam dalam menghadapi persaingan dengan pabrikan Tiongkok.

Dan pastinya, tidak ada yang mau melihat pabrikan legendaris ini lenyap. 

Sumber: Financial Times