Review AION V 2025

Review: AION V 2025

Kami berkesempatan melakukan review jarak jauh dengan AION V. Ini salah satu mobil listrik yang menarik perhatian kami. Desainnya berbeda dengan kebanyakan mobil listrik ‘made in China’, plus diklaim memiliki jarak tempuh lebih dari 600 km. 

Pastinya, ini sangat menggoda. Apalagi AION Indonesia memasarkannya dengan harga kurang dari Rp 499 juta. Harga pastinya akan segera diungkap beberapa hari lagi.

Desain & Rekayasa

AION V

AION V yang beredar di Indonesia adalah generasi kedua, muncul pertama Juli 2024 di Beijing Auto Show. Hadir di Indonesia bulan November lalu, bertepatan dengan event Gaikindo Jakarta Auto Week 2024.

Mobil ini berdiri mengandalkan platform Architecture Electric Platform (AEP) 3.0, yang juga digunakan oleh Toyota bZ3X.

Desainnya terlihat kaku, khas sebuah SUV dan ini yang membuatnya berbeda dari merek lain. Biasanya, mobil listrik pasti penuh lekukan halus.

Mukanya dihias DRL yang menurut pembuatnya, merepresentasikan cakar T-rex. Roof rail di atap yang lurus mempertegas kesan SUV yang multifungsi.

Aion V review

Lampu belakang juga diberikan penataan selaras dengan depan. Sepintas, lampu buritan ini mengingatkan kami pada Peugeot 3008 yang merepresentasikan cakar singa.

Efeknya, AION V terlihat lebih tegas namun sukses menonjolkan desain mobil modern.

Pelek alloy berukuran 19 inci membungkus ban berukuran 245/55.

Dimensinya tidak merepotkan dengan panjang 4.605 mm, lebar 1.854 mm, dan tinggi 1.686 mm. Dari dimensi ini juga bisa diperkirakan kalau mobil bisa menjejak dengan mantap di berbagai tingkat kecepatan.

Namun, wheelbase sebesar 2.775 mm mungkin terdengar tidak spektakuler, tapi ini juga hal yang membuat kami terkejut. Dijelaskan di bawah.

Performa & Pengendaraan

AION V dipacu ke Jogja dari Jakarta

AION memberikan V motor listrik tunggal yang menggerakkan roda belakang. Tenaganya diklaim 150 kW (201 hp) dengan torsi 240 Nm yang langsung tersedia begitu pedal akselerator diinjak.

Sumber energinya didapat dari baterai LFP yang disebut magazine battery dengan kapasitas 75,3 kWh. Cukup besar dan ini yang menyebabkan klaim jarak tempuh 602 km tadi.

Performanya menggoda kami untuk memacu mobil ini di tol dari Jakarta menuju Yogyakarta.

Angka spesifikasi terbukti membuat AION V terasa menyenangkan saat dibawa akselerasi. Segalanya terasa instan dan tidak perlu waktu lama untuk speedometer menunjukkan angka 100 km/jam. Bahkan dalam mode ‘hemat’ sekalipun.

Untuk menahan laju, AION memberikan rem cakram di keempat roda. Pastinya dengan kemampuan deselerasi regeneratif.

Di perkotaan, mobil ini akan sangat bisa diandalkan. Namun saat harus berhadapan dengan kontur jalan tol, ceritanya lain.

Kondisi permukaan jalan tol Trans Jawa yang beragam, jadi lahan yang pas untuk mengetahui karakter peredamannya. Dan catatan dari kami, suspensinya terlalu mengayun, terutama di belakang, yang diisi barang dan dua orang.

Di jalan luar kota non-tol, yang permukaannya lebih beraneka rupa lagi, suspensi belakang ini terasa bekerja keras, dan tidak jarang shockbreaker terasa mentok (bottoming). Hal ini mengurangi kenyamanan.

Namun untuk bermanuver, kemudinya terasa netral biarpun terasa kosong. Sesuatu yang lumrah terjadi di mobil listrik. Toh sistem kemudinya masih mampu menghasilkan pergerakan yang linear dan akurat.

Aion V 2025

Jarak tempuh cukup bisa diandalkan. Meski kami tidak bisa mencapai angka 600-an km, tapi dengan berangkat dari PIK 2 di Jakarta Utara, pengisian ulang baterai dilakukan di rest area km 379, menjelang Semarang.

Di rest area tersebut, keterisian baterai tinggal 20 persen, dengan konsumsi listrik tercatat 13,4 liter/100 km. Cukup masuk akal mengingat pada review AION V ini kami tidak menjaga kaki, dan berkendara senormal mungkin mengikuti arus lalu lintas.

Bagi pengemudi, fitur bantu berkendaranya cukup lengkap. AION V memiliki adaptive cruise control dengan kemampuan stop and go, lane keeping assist, forward collision warning, dan sederet fitur lain, layaknya mobil kekinian.

Interior

Interior AION V

Ini yang kami bilang mengejutkan. Dengan wheelbase yang tidak terlalu mencolok, tapi AION V mampu memberikan ruang luas di depan atau belakang.

Jarak kaki untuk penumpang belakang lega. Terasa lebih lega dari EV asal Tiongkok manapun. Lalu, jok belakang dengan sandaran yang bisa diatur, membuat posisi duduk terasa nyaman.

Bicara nyaman, kalau penumpang buritan dimanjakan ruang dan posisi duduk, pengemudi dan orang di sebelahnya diberikan kursi dengan pemijat plus pendingin. Lebih menarik lagi, ada ruang penyimpanan yang suhunya bisa diatur dingin atau panas. Bahkan bisa jadi freezer untuk bawa es krim. 

Untuk posisi pengemudi, cukup ergonomis. Segala pengaturan dilakukan dari layar multimedia. Bahkan pengaturan spion sekalipun.

Masalahnya, pengaturan seperti ini perlu pembiasaan yang agak lama. Untungnya, beberapa pengaturan yang sifatnya esensial bisa dibuatkan shortcut di layar depan. Bagi kami yang ‘old fashion’, tombol fisik terasa lebih baik.

Kesimpulan

Setelah review ini, AION V dengan harganya yang diperkirakan akan menarik, jadi layak dipertimbangkan.

Bagi kami, kinerja suspensi di jalur luar kota patut jadi perhatian pembuatnya untuk ditingkatkan. Meskipun untuk penggunaan dalam kota, diakui AION V akan sangat menyenangkan.

Kenapa? Karena punya baterai besar, kabin lega, fitur komplit baik untuk pengendara maupun kenyamanan penumpang. Ini jadi nilai lebih bagi AION V. Selain itu, lontaran tenaga dan torsi serta ukurannya juga tidak merepotkan untuk berkelit di lalu lintas.

Soal kesiapan APM-nya, ini yang kami juga yakin. AION dan Indomobil sudah memiliki pabrik di kawasan Cikampek, Jawa Barat, khusus untuk merakit produk AION. Bahkan AION V menggeser Y Plus yang sedianya akan jadi mobil AION pertama rakitan Indonesia. 

Penuhi Komitmen, AION Indonesia Siap Kirim 500 Unit Y Plus Kepada Konsumennya

Sebanyak 500 unit AION Y Plus siap datang langsung dari China ke Indonesia. Yup, AION Indonesia memenuhi janji pengiriman tepat waktu kepada konsumennya.

AION Y Plus pesanan konsumen AION Indonesia segera dikirim dari Cina

Major Qin, Vice President AION Indonesia mengungkapkan kegembiraannya, “Kami akan menjaga kualitas dan kehandalan setiap kendaraan, termasuk AION Y Plus, AION ES dan HYPTEC HT dalam setiap tahapan pengiriman. Memastikan seluruh proses pengiriman Electric Vehicle (EV) tepat waktu untuk memenuhi ekspektasi konsumen.”

Tak hanya itu, AION juga menyampaikan mulai beroperasinya fasilitas manufaktur AION Thailand di kawasan industri provinsi Rayong. Pabrik ini siap memproduksi sebanyak 50.000 unit EV setiap tahunnya, dengan tujuan mendukung industri kendaraan listrik di Thailand dan memposisikan negara tersebut sebagai pusat manufaktur kendaraan listrik terkemuka di Asia Tenggara.

Sementara untuk Indonesia, pabriknya akan beroperasi tahun depan. “Kami akan meresmikan pabrik manufaktur AION Indonesia yang berlokasi di Cikampek, Jawa Barat. Jika semua berjalan dengan baik dan lancar, pabrik manufaktur AION akan diresmikan pada kuartal pertama tahun 2025 mendatang,” ungkap Andry Ciu, CEO AION Indonesia.

Dengan kehadiran pabrik ini, Andry yakin pihaknya dapat menghadirkan produk EV kelas dunia. Utamanya untuk Indonesia, serta tentunya pasar utama di kawasan ASEAN lainnya. Serta tentunya, membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Selain AION Y Plus, merek yang berada dibawah naungan GAC ini menjual sedan ES dan Hyptec HT. Yang terakhir itu diposisikan sebagai mobil premium yang harga jualnya Rp 600 jutaan.