Penjualan mobil nasional Oktober 2025

Penjualan Mobil Nasional Oktober 2025 Masih Didominasi Astra Group

Penjualan mobil nasional Oktober 2025 masih didominasi Astra Group. Brand Toyota masih di puncak klasemen dan disusul Daihatsu diperingkat kedua.

Daya serap mobil baru di bulan Oktober 2025 ini memang masih belum optimal jika dibandingkan dengan Oktober tahun 2024. Di bulan ke-10 ini, penjualan nasional mencatat angka 74.020 unit. Sementara itu di bulan yang sama di tahun 2024 angkanya menyentuh 77.404 unit.

Berikut daftar urutan penjualan mobil nasional Oktober 2025:

  • Toyota+Lexus: 20.613 unit
  • Daihatsu: 11.783 unit
  • Mitsubishi: 9.944 unit
  • Suzuki: 5.550 unit
  • Honda: 3.647 unit
  • Isuzu: 2.402 unit
  • Hyundai: 1.354 unit.

Jika dilihat dari angka dari Gaikindo, semua brand mengalami penurunan. Termasuk Toyota, Daihatsu, Honda, dan brand lain. Hanya Mitsubishi, Isuzu dan Suzuki yang mengalami kenaikan. Berikut capaian brand-brand tersebut di Oktober 2024:

  • Toyota+Lexus: 27.211 unit
  • Daihatsu: 14.096 unit
  • Mitsubishi: 7.900 unit
  • Suzuki: 5.492 unit
  • Honda: 8.633 unit
  • Isuzu: 2.106 unit
  • Hyundai: 1.711 unit.

BYD Mendominasi Brand China di Indonesia

Penjualan mobil nasional Oktober 2025

Penjualan mobil nasional Oktober 2025 memang menurun, lalu bagaimana dengan brand China yang beredar di Indonesia? Dari data Gaikindo yang kami terima, BYD dan Denza menjadi juaranya, mengalahkan Chery dan Wuling. Berikut datanya:

  • BYD+Denza: 10.785 unit
  • Chery: 1.560 unit
  • Wuling: 1.415 unit.

Lonjakan penjualan BYD di Oktober 2025 ini terbilang signifikan. Di tahun 2024, BYD hanya mencatatkan 2.488 unit saja. Wajar, kemungkinan karena belum ada lini produk Atto 1 dan Denza. Begitu juga dengan Chery, brand ini menorehkan capaian angka penjualan di Oktober 2024 hanya 699 unit saja.

Sebagai tambahan informasi, kehadiran mobil asal China memang terbilang pesat, sebab pemerintah mendorong dengan subsidi untuk kendaraan listrik. Seperi keringanan pajak dan bebas ganjil genap.

Meski begitu, realita populasi kendaraan listrik di Indonesia nyatanya belum bisa menyamai kendaraan dari Jepang. Mayoritas pemilik mobil listrik adalah konsumen yang beli untuk mobil kedua dan seterusnya. Dalam artian, mobil listrik belum menjadi prioritas kendaraan pertama bagi masyarakat Indonesia.

Kabar terbaru, menjelang akhir tahun 2025, pemerintah juga akan mengevaluasi kebijakan mengenai subsidi untuk kendaraan listrik. Nantinya, apakah akan dicabut atau dikurangi subsidinya, atau justru akan ditambah.

Omoda E5 di GIIAS 2024

Setengah Dari Penjualan Chery Selama 2024 Adalah Mobil Setrum

Penjualan mobil listrik meningkat lima persen sepanjang 2024. Selain BYD, Chery juga bahagia dengan hasil penjualan mereka selama tahun lalu. Setengah dari penjualan total Chery Sales Indonesia selama 2024 adalah mobil setrum. Omoda E5 sukses mencetak penjualan lebih dari 4.000 unit sejak diperkenalkan pada Februari 2024 lalu.

Tepatnya, 4.421 unit Omoda E5 laris secara retail di Indonesia, atau setara dengan 51 persen penjualan Chery di tanah air. Dan dari angka tersebut, 90 persen yang dibeli adalah Omoda E5 varian tertinggi, bukan tipe bawah. Bukan hal mengejutkan di Indonesia, di mana konsumennya tidak suka tanggung-tanggung.

Penjualan Chery cukup cemerlang. Omoda E5 2024 paling laris.

Prestasi penjualan ini juga dikatakan sesuai dengan ekspektasi Chery. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas apresiasi yang begitu besar dari masyarakat Indonesia terhadap Chery OMODA E5. Antusiasme yang sangat tinggi terhadap SUV Crossover bergaya sporty ini, benar-benar sesuai harapan kami,” kata Rifkie Setiawan, Head of Brand Department PT Chery Sales Indonesia, melalui siaran persnya.

Rifkie juga menegaskan bahwa Omoda E5 adalah wujud nyata komitmen Chery untuk mendukung program Net Zero Emission 2060 yang digadang pemerintah Republik Indonesia. “Kami juga mengikuti aturan minimum 40 persen untuk Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sesuai arahan pemerintah Indonesia,” tambahnya.

Cara Sukses Chery

Salah satu yang membuat Omoda E5 laris adalah kemudahan yang disediakan untuk memiliki. Salah satu yang menarik perhatian kami adalah program Go Green Fund. Chery Sales Indonesia menyediakan dana hingga 100 milyar, untuk mendanai program tukar tambah (trade-in) mobil lama dengan E5.

Hingga akhir 2024, dana yang terserap sebesar Rp 30 milyar. Total 615 mobil lama ditukarkan oleh konsumen menjadi Omoda E5.

Selain itu, program lainnya cukup sering terdengar seperti gratis peranti V2L, charger portabel, instalasi charger 7 kW di rumah. Dan pastinya, setiap mobil ditempeli garansi bernama Ultimate Warranty. Mencakup garansi baterai selama delapan tahun atau 180.000 km, garansi kendaraan enam tahun atau 160.000 km, serta gratis biaya jasa dan sparepart selama lima tahun atau 75.000 km.