Modifikasi Toyota Rangga Inspirasikan Peluang Usaha Baru

Sejak diinisiasi pada bulan Agustus 2023 silam, menempuh sejumlah kurasi dan penilaian mendalam, akhirnya kompetisi Toyota Rangga Concept Digital Modification Contest (Digimodz) mencapai puncaknya. Akhirnya terpilih tiga karya modifikasi yang dapat memberikan inspirasi peluang usaha baru.

Gambaran seutuhnya dari ide konversi

PT Toyota-Astra Motor (TAM) bersama NMAA (National Modificator and Aftermarket Association), membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengeksplor berbagai ide konversi Toyota Hilux Rangga. Selanjutnya ide kreatif yang terpilih dibuatkan model skala 1:1. Guna menggambarkan seutuhnya hasil desain konversi ketika diaplikasikan pada versi produksi massal.

Peserta dari coachbuilder mengerjakan sendiri modifikasi Hilux Rangga Cab & Chassis, sedangkan peserta perorangan menggandeng modifikator yang telah berpengalaman. Setelah melalui tahapan penjurian yang ketat, akhirnya diputuskan karya tiga besar Toyota Rangga Concept Digimodz. Posisi pertama dimenangkan oleh Campervan (CV. Delima Mandiri), disusul posisi kedua ialah Ditpolsatwa (DSP Styling), dan di posisi ketiga merupakan adalah Chicken Transporter (Dhandy Mustika).

Kebutuhan yang spesifik dan beragam

“Toyota-Astra Motor ingin masyarakat luas turut memberikan kontribusi pada pengembangan Toyota Hilux Rangga dengan menciptakan desain konversi sesuai kebutuhan pelanggan yang semakin spesifik dan beragam. Toyota melihat bahwa masyarakat merupakan pihak yang paling mengerti peluang bisnis yang sesuai,” ujar Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT Toyota-Astra Motor.

Lahirnya Toyota Hilux Rangga tentu tidak terlepas dari kesuksesan Toyota Kijang Pick Up di masa lalu. Mobil ini banyak memikat masyarakat karena mengajak karoseri lokal dalam pengembangannya. Kini, Toyota memperluas kolaborasi dengan mengajak publik ikut merancang desain kendaraan niaga multiguna Toyota Hilux Rangga.

Memberikan banyak dampak positif

Sebagai pemenang pertama, CV. Delima Mandiri berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp 20 juta untuk desain dan Rp 20 juta untuk modifikasi. Sementara DSP Styling mendapatkan hadiah senilai Rp 15 juta untuk desain dan Rp 15 juta untuk modifikasi. Terakhir, Dhandy Ramadhan mendapatkan hadiah sejumlah Rp 10 juta untuk desain. Dan Akasia Motor mendapatkan hadiah Rp 10 juta untuk modifikasi.

“Semoga desain para pemenang dapat diaplikasikan dalam produksi massal kelak dan menginspirasi lebih banyak lagi desain konversi yang sesuai kebutuhan usaha dan gaya hidup pelanggan. Melalui kompetisi ini, diharapkan lahir berbagai usaha baru atau ide kreatif lainnya yang dapat memberikan banyak dampak positif untuk kemajuan ekonomi Indonesia,” tutup Anton Jimmi Suwandy.

Toyota Bawa ‘Pasukan’ Ramah Lingkungan di IIMS 2024

PT Toyota-Astra Motor (TAM) menghadirkan tema Complete Mobility Ecosystem dalam pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024. Toyota ingin menyongsong masa depan mobilitas yang ramah lingkungan, melalui berbagai cara yang memungkinkan. Hal ini direpresentasikan melalui penampilan lengkap dari kendaraan elektrifikasi (xEV).

“Partisipasi Toyota di pameran IIMS 2024, sejalan pula dengan target Toyota Environmental Challenge 2050 dan Net Zero Emission 2060 Pemerintah Indonesia untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi semua orang,” kata Hiroyuki Ueda, President Director PT Toyota-Astra Motor.

Pendekatan menuju netralitas karbon melalui tiga cara

Sejak tahun 2022, TAM telah mengajak partisipasi masyarakat melalui pendekatan menuju netralitas karbon melalui tiga cara. Mulai dari aktivitas pengurangan karbon kolektif, teknologi kendaraan rendah emisi, dan kendaraan elektrifikasi. Toyota juga terus mengembangkan layanan pendukung serta ekosistem yang memadai untuk masyarakat yang menggunakan xEV Toyota, khususnya untuk Battery EV dan Plug-In Hybrid EV yang membutuhkan dukungan infrastruktur seperti charging station.

Mulai dari kesiapan seluruh jaringan dealer resmi Toyota untuk servis berkala dan mengatasi permasalahan kendaraan elektrifikasi, hingga charging station yang kini tersebar di 100 titik termasuk outlet resmi Toyota di seluruh Indonesia. Seluruh charging station di outlet resmi Toyota sudah memiliki spesifikasi medium charger 22 kW yang bisa memaksimalkan kemampuan charging mobil pada socket AC dan memangkas waktu charging dibandingkan AC charger 7 kW.

Jumlah charging station akan terus ditambah

Sedangkan Ultra-Fast Charging (UFC) juga ikut hadir di 5 titik, yaitu tiga dealer di Aceh, Yogyakarta, dan Semarang, serta di ASHTA Mall SCBD Jakarta, termasuk di Rest Area 695A Jombang. Jumlah charging station akan terus ditambah, untuk mengoptimalkan range BEV dan PHEV Toyota dalam menunjang mobilitas ramah lingkungan yang semakin nyaman.

Toyota menghadirkan berbagai teknologi elektrifikasi yang lengkap untuk ditampilkan di IIMS 2024. Mulai dari Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), bahkan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) Toyota Mirai. Berdampingan dengan Yaris Cross HEV dan Kijang Innova Zenix HEV, Toyota juga memperkenalkan All New Vellfire HEV.

All New Vellfire HEV sebagai sosok baru di segmen Luxury MPV

“Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV merupakan xEV yang diproduksi lokal, serta menjadi xEV Toyota pertama yang diekspor dari Indonesia. Kami juga memperkenalkan All New Vellfire HEV yang memperluas pilihan eco-friendly vehicle,” tambah Henry Tanoto, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor.

Lebih lanjut, tak lama lagi TAM bakal menambah opsi xEV bagi pasar Indonesia, melalui kehadiran All New Vellfire HEV di segmen Luxury MPV. Model ini telah mendapatkan full model change yang menggunakan platform terbaru, bersama peningkatan kenyamanan dan beragam fitur modern. Tak ketinggalan Toyota Hybrid System sebagai pengelola kinerja mesin hybrid engine yang efisien, bertenaga, dan rendah emisi gas buang.

Chairman Toyota, Akio Toyoda

Di Balik Komitmen Toyota Kembangkan Mesin Mobil Konvensional

Saat pabrikan lain mulai menggeser fokus pengembangan ke mobil listrik, Toyota punya pandangan berbeda. Mereka meyakini mesin konvensional masih punya potensi. Dan tetap komitmen untuk membuat mesin Toyota konvensional baru. 

Hal ini dsampaikan oleh Chairman Toyota, Akio Toyoda pada acara Toyota Group Vision Briefing akhir Januari lalu. “Mobil listrik berbasis baterai (BEV) bukan satu-satunya cara untuk mencapai netralitas karbon,” tegas Toyoda. “Kami akan terus membuat mesin konvensional karena (mesin tersebut) juga memainkan peranan penting dalam mencapai netralitas karbon.” Akio juga menegaskan, pihaknya tengah menjalankan pengembangan mesin terbaru.

Komitmen Toyota ini merupakan bagian dari program Multi Pathway yang dijalani pabrikan Jepang tersebut. Dimana mereka mengembangkan berbagai cara untuk menekan emisi. Baik yang keluar dari produknya, atau saat proses produksi. Makanya, mereka akan punya produk mobil listrik, hybrid (HEV atau PHEV), mobil bahan bakar hidrogen hingga yang bermesin pembakaran internal biasa. Pertimbangan ini juga didasari karena tidak semua pasar memiliki kemampuan untuk menyerap kendaraan dengan energi alternatif.

Mobil hidrogen Toyota

Toyoda juga mengatakan, sektor kendaraan komersial yang sangat potensial untuk penggunaan mesin pembakaran internal, dengan bahan bakar hidrogen. Yang ini, Toyota, BMW, Hyundai dan Mazda sedang serius mendalami dan mengembankan.

Assessment yang dilakukan Toyota mengatakan bahwa mobil listrik hanya akan mencapai pangsa pasar sebesar 30 persen. Terlepas dari seberapa maju teknologi yang dimiliki. Agak mengkhawatirkan karena para pemangku keputusan di dunia telah memutuskan melarang penjualan kendaraan dengan pembakaran internal dalam waktu dekat. Contohnya di Eropa yang akan memberlakukan aturan tersebut mulai 2035.

Benar atau tidak prediksi dan komitmen Toyota ini, hanya akan bisa dijawab oleh waktu. Sementara itu, tetap tidak ada salahnya mempertimbangkan punya kendaraan dengan energi alternatif seperti hybrid, plug-in hybrid dan listrik.

Enam Varian Spesial Mobil Kencang Era 90an di Indonesia

Ekonomi Indonesia pada akhir 80an dan awal 90an yang semakin baik mendekati era ‘Tinggal Landas’, membuat semakin banyak penduduk yang mampu membeli mobil dan bahkan memiliki kemampuan untuk membeli mobil hobi. Karena itu para pabrikan mobil mulai menawarkan versi performa tinggi alias yang lebih kencang, utamanya untuk memuaskan permintaan pasar. 

Meski saat itu aturan Indonesia yang masih melarang mobil built-up, ‘memaksa’ lini model mobil di Indonesia terbatas. Hal ini tidak membuat para pabrikan kesulitan untuk menghadirkan mobil spesial. Berikut ini adalah beberapa pilihan mobil 90an yang memiliki varian kencang di Indonesia. Kira-kira mobil mana yang menjadi favorit Anda? 

Toyota Corolla GTI 

Penggemar Toyota pasti tahu akan mesin legendaris 4A-GE yang tertanam pada Corolla Levin atau Sprinter Trueno. Nah, ada satu mobil bermesin 4A-GE yang pernah dijual di Indonesia secara resmi. Ya, Toyota Corolla Twincam GTI yang diluncurkan pada tahun 1990. 

Perbedaan utama Corolla Twincam GTI dengan Corolla biasa adalah mesin 4A-GE empat silinder 1.6 liter 16 katup DOHC EFI yang mampu menghasilkan tenaga 140 hp pada 7.200 rpm dan torsi 149 Nm pada 4.800 rpm alias naik 46 hp dibanding Corolla 1.6 SE Limited dengan mesin 4A-F karburator. 

Kemudian terdapat strut bar yang membantu mobil agar tetap kokoh dan rem cakram menjadi standar di depan. Secara tampilan hanya ada sedikit perbedaan seperti grille yang berbeda, emblem, side decal, dan velg berukuran 14 inci. Untuk bagian dalam, terdapat indikator tambahan, setir palang tiga, tuas transmisi, serta jok dengan desain berbeda. 

Mitsubishi Eterna GTI

Jika pada stage reli ada Galant VR4, maka di jalanan Indonesia ada Eterna GTI. Varian kencang dari Eterna ini mendapatkan mesin empat silinder 2.0 liter 16 valve DOHC EFI dengan kode 4G63 yang mampu menghasilkan tenaga 145 hp pada 6.500 rpm. Konon, untuk menembus 220 km/jam, hal yang sepele buat mobil ini… 

Tampilan luar Eterna GTI pun tidak kalah lantaran memiliki front spoiler serta rear wing yang mirip dengan Galant VR4 sehingga mobil ini pun semakin terlihat sebagai ‘adik’ dari Galant VR4. Jika Eterna GTI masih dianggap kurang langka, maka ada varian LeMans yang bertenaga 170 hp. Jumlahnya hanya 50 unit saja di tahun 1993. Sebagian dari komponen mesinnya menggunakan produk Ralliart, suspensi spek balap dan juga rem buatan Brembo. 

Mitsubishi Lancer GTI 

Tidak hanya Eterna yang mendapat varian GTI, rupanya Lancer juga tersedia dalam varian kencang yang diluncurkan pada tahun 1994. Jika Lancer GLXi memiliki mesin 1.6 liter SOHC, maka pada varian GTI menggunakan mesin berkode 4G93 empat silinder 1.8 liter DOHC EFI yang mampu menghasilkan tenaga 137 hp pada 6.500 rpm dan torsi 167 Nm pada 5.500 rpm.

Mobil yang berkode bodi CB5 ini memiliki beberapa identitas fisik yang membuatnya terlihat ‘agak’ seperti Lancer Evolution. Mulai dari fog lamp di bumper depan, grille sewarna bodi, velg multi spoke serta spoiler belakang. Kemudian di bagian dalam terdapat setir 3 spoke yang sporty. 

Volvo 740 Turbo Intercooler

Berkat keikutsertaannya di ajang balap touring, Volvo bermesin turbo mendapat julukan flying brick. Rupanya Indonesia juga pernah mendapat unit 740 Turbo Intercooler. Sedan asal Swedia ini dilengkapi dengan mesin empat silinder 2.3 liter dengan sistem injeksi bahan bakar Bosch LH-Jetronic yang mampu menghasilkan tenaga 168 hp dan torsi 265 Nm. Transmisi yang digunakan ialah otomatis 4-speed buatan Aisin-Warner. 

Eksteriornya memiliki ciri khas dengan grille bermotif kotak (egg-crate), kaca samping belakang dengan aksen bergaris, serta velg Draco 5-spoke. Pada kap bagasi, terdapat emblem Turbo Intercooler pada bagian kanan, menandakan kalau mobil lebih ‘kencang’ dari Volvo 740 GLE. 

Citroën BX 19 GTI

Meski identik sebagai sedan nyaman, Citroën juga bisa ‘dibeset’ ialah model BX 19 GTI. Di balik kap depan, ada mesin XU9J2 empat silinder 1.9 liter SOHC dengan sistem injeksi bahan bakar Bosch LE-Jetronic. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga 121 hp dan dipasangkan dengan transmisi manual 5 percepatan menuju roda depan. 

Versi GTI tetap mempertahankan suspensi hydropneumatic yang menjadi andalan Citroën. Pada eksterior terdapat perbedaan dengan penambahan spoiler depan. Sedangkan di kap bagasi, bertengger spoiler yang ukurannya lebih besar. Tak ketinggalan velg alloy buatan Speedline. Interiornya pun berbeda dengan BX 16 TRS, karena BX 19 GTI punya aksen warna lebih gelap.

Fiat Uno Turbo 1.4 i.e.

Ungkapan ‘kecil-kecil cabe rawit’ mungkin tepat untuk Fiat Uno Turbo 1.4 i.e., apalagi jika warnanya merah. Fiat Uno Turbo pertama kali diluncurkan di Indonesia pada tahun 1994. Jumlahnya amat terbatas, yaitu hanya 48 unit saja. Si kecil asal Italia ini menggunakan mesin empat silinder 1.4 liter dengan sistem injeksi bahan bakar elektronis. Karena ada ‘perabotan’ turbocharger dan intercooler, maka hot-hatch ini punya tenaga 118 hp pada 5.750 rpm dan torsi 172 Nm pada 3.500 rpm. 

Fiat Uno Turbo sendiri mudah dibedakan, karena hanya tersedia dalam format bodi tiga pintu saja. Sedangkan Uno 1.4 dan Uno 1.4 Selecta i.e. berbodi lima pintu. Velg alloy yang digunakannya juga punya dengan desain unik. Masuk ke dalam kabinnya, terdapat jok bucket serta setir dari Momo.

Toyota Tunda Kiriman Unit? Ada Keanehan di Mesin Diesel

Produsen kendaraan asal Jepang, Toyota, lagi-lagi diterpa masalah. Kini yang menjadi sorotan ialah Toyota Industries Corporation (TICO). Perusahaan ini ditunjuk oleh Toyota Motor Corporation (TMC) untuk mengembangkan mesin diesel untuk sejumlah kendaraan Toyota. Baik untuk model yang dipasarkan di Jepang, maupun untuk pasar ekspor.

Hari ini (29/01/2023), sebuah temuan disampaikan oleh komite yang dipimpin oleh Hiroshi Inoue, kepada Toyota Industries Corporation. Temuan tersebut ialah terkait hasil pengetesan output dari tiga jenis mesin diesel yang dibuat oleh TICO, untuk keperluan sertifikasi. Saat dilakukan pengetesan, output diukur oleh sistem manajemen mesin (ECU) dengan software ‘khusus’. Sehingga hasilnya terlihat ‘oke’…

Setidaknya ada sepuluh model kendaraan global yang terdampak kasus ini, enam di antaranya pun dipasarkan di Jepang. Untuk langkah awal, TICO menghentikan pengiriman sejumlah unit mesin yang terdampak untuk sementara waktu. Toyota pun melakukan penundaan pengiriman unit kendaraan bermesin diesel buatan TICO tersebut.

Tiga jenis mesin diesel buatan TICO yang terdampak kasus ini ialah unit 1GD, 2GD, dan F33A. Sedangkan deretan kendaraan yang menggunakan ketiga mesin buatan TICO tersebut amat beragam. Mulai dari kendaraan niaga, truk ringan, MPV, hingga SUV. Lebih lanjut, tak kalah mengejutkan ialah Toyota Fortuner bermesin 1GD yang dipasarkan di Indonesia pun masuk ke dalam daftar.

Setelah kasus yang melibatkan hasil pengujian sejumlah kendaraan Daihatsu, pada beberapa waktu silam, kini Toyota harus menghadapi masalah baru. Terkait dengan temuan kejanggalan mesin diesel buatan TICO ini, TMC akan segera menyiapkan solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kami pun tak sabar untuk mendengar kabar terbarunya…

Mobil hidrogen Toyota

Toyota Mirai FCV 2024 Resmi Melenggang Di AS

Generasi kedua Toyota Mirai model tahun 2024 resmi dipasarkan di Amerika Serikat. Revisi tampilan eksterior tidak banyak. Upgrade pada konten fitur dan teknologi justru jadi perhatian utama.

Sentuhan estetika pada area eksterior Mirai yang paling terlihat yakni warna eksterior baru Elemental Silver untuk seluruh varian trim. Desain emblem Beyond Zero yang digunakan pun baru. Sementara pada area bemper dan bagian aksesoris bodi tak terlihat banyak revisi. Hal ini dilakukan untuk menyiasati agar tak terjadi kenaikan harga yang terlampau tinggi.

Fitur Berkendara Kian Lengkap

Mirai tak hanya digadang sangat ramah lingkungan, tapi memiliki fitur keselamatan berkendara terlengkap. Sistem keselamatan berkendara terpadu ADAS Toyota Safety Sense 3.0 kini jadi kelengkapan standard pada seluruh variant trim yakni XLE dan Limited.

Setiap varian trim juga mengalami upgrade fitur

Mulai dari fitur full-speed range dynamic radar cruise control, pre-collision with pedestrian detection, lane departure alert with steering assist, lane tracing assist, proactive driving assist, automatic high beams, hingga fitur road sign assist.

Fitur lain seperti blind spot monitor with rear cross-traffic alert, traffic jam assist, dan kamera parkir juga menjadi kelengkapan standard.

Itu baru sebagian saja dari upgrade fitur yang diimbuhkan pada Mirai. Masing-masing varian trim juga mengalami upgrade fitur. Pada varian standard yakni Toyota Mirai XLE kini dilengkapi fitur keyless entry with a smart key, panic button, auto-leveling headlamps.

Pada area interior, upgrade fitur pun cukup banyak. Jok depan tak hanya dapat disetel secara otomatis, tapi juga dilengkapi penghangat. Material pelapis jok kini menggunakan bahan kain SofTex yang lebih halus. Untuk sistem audio menggunakan lansiran JBL dengan 14 speaker.

Jika ingin fitur tambahan, tersedia paket opsional Advanced Technology Package. Fitur tambahan yang cukup menarik yakni front and rear parking assist with automated braking, serta panoramic view monitor.

Lima Menit Untuk Charge Ulang

Jika ingin daftar fitur yang jauh lebih lengkap, maka pilihannya adalah Toyota Mirai varian Limited. Tak hanya jok depan, jok belakang juga dilengkapi penghangat. Sistem iklim kabin tiga zona meningkatkan kenyamanan seluruh penumpang. Fitur paling keren yakni panoramic moonroof berpanel kaca permanen plus panel tabir surya otomatis.

Fitur bantu parkir semi otomatis Advanced Park juga jadi kelengkapan standard. Yang jadi perhatian calon konsumen pada Mirai adalah waktu isi ulang hidrogen. Mirai kini hanya butuh waktu sekira lima menit untuk melakukan isi ulang bahan bakar hidrogen. Cukup cepat…

Jarak jelajah maksimum berdasarkan standar EPA yang belaku di AS kurang lebih sekitar 647 km. Cukup untuk perjalanan antar kota jarak sedang maupun pengendaraan harian dalam kota.

Pada sektor performa, Mirai dibekali motor elektrik tunggal penggerak poros roda belakang. Output tenaganya 136 kW atau setara 182 hp dengan torsi maksimum 407 Nm.

Ini adalah mobil ramah lingkungan untuk pengendaraan harian. Jadi 9,2 detik untuk mencapai kecepatan 100 km/jam sudah lumayan.

Jaminan Layanan Purna Jual

Perihal layanan purna jual, Toyota memberi jaminan garansi 8 tahun/100.000 mil (160.934 km) untuk komponen fuel cell. Sedangkan untuk komponen utama sistem hybrid mendapat jaminan garansi 10-tahun/150.000 mil (241.402 km).

Para konsumen juga memperoleh layanan perawatan kendaraan berkala ToyotaCare selama 3 tahun/35.000 mil (56.327 km), mana yang tercapai lebih dulu.

Meskipun upgrade fitur dan teknologi pada Mirai terbilang cukup banyak, namun kenaikan harga terbilang kecil. Label harga variant XLE kini mulai dari $50.190, atau sekitar Rp 790,5 juta. Terkoreksi $690 atau Rp 10,8 jutaan lebih mahal dari model tahun 2023.

Untuk variant Limited kini dipasarkan mulai dari $67.155 atau sekira Rp 1 miliaran. Hanya naik $1.155 atau Rp 18 juta dari harga model sebelumnya. Kenaikan harga yang sepadan dengan apa yang didapat oleh konsumen.

Pertamina dan Toyota Buat Ekosistem Hidrogen Bagi Transportasi

Untuk mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) berkolaborasi dengan Toyota untuk mengembangkan ekosistem hidrogen di Indonesia. Peresmian fasilitas hydrogen refueling station (HRS) ini dilaksanakan pada tanggal 17 Januari 2024, di SPBU Daan Mogot, Jakarta.

Keduanya sepakat bahwa dalam membangun ekosistem tersebut tidak hanya penting menyiapkan infrastrukturnya, melainkan juga kolaborasi dengan konsumen untuk memastikan tingkat permintaan.

Kolaborasi kedua entitas tersebut tertuang dalam Joint Development Agreement, yang dilakukan oleh Chief Executive Officer Pertamina NRE Dannif Danusaputro dan President Director Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto.

Diharapkan agar ekosistem ini terus berkembang

Peresmian ini juga disaksikan oleh Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama, dan Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati. “Saya harap kerjasama ini terus berlanjut, agar ekosistem ini terus berkembang,” ujar Basuki Thahaja Purnama dalam sambutannya.

“Dengan infrastruktur dari hulu ke hilir yang kami miliki, Pertamina siap untuk mengembangkan ekosistem hidrogen untuk transportasi. Di tambah lagi, kolaborasi dengan Toyota ini menjadi langkah yang sangat tepat untuk mempercepat terciptanya ekosistem ini,” tambah Nicke Widyawati.

Perkuat ketahanan energi

“Groundbreaking hydrogen refueling station ini menjadi salah satu milestone dalam membangun ekosistem hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan di Indonesia. Dalam menciptakan ekosistem adalah berkolaborasi tidak saja di sisi hulu tapi di sisi hilir. Kami sangat menyambut baik kolaborasi strategis bersama Toyota,” imbuh Dannif Danusaputro.

Hidrogen sebagai bahan bakar transportasi akan memperkuat ketahanan energi, pengendara kendaraan bermotor nantinya punya hidrogen sebagai alternatif bahan bakar.

“Kami sangat bangga menjadi bagian dari proyek ini dan bersama-sama memastikan mekanisme pengisian hidrogen yang cepat, efisien, serta aman,” kata Nandi Julyanto.

SPBU Daan Mogot akan menjadi integrated energy refueling station pertama di Indonesia. Dengan menyediakan tiga jenis bahan bakar dalam satu stasiun pengisian. Mulai dari BBM, gas, serta hidrogen. 

Toyota GR Yaris Versi ‘Penyegaran’ Hadir di Tokyo Auto Salon

Toyota baru saja menguak sejumlah aspek peningkatan atau upgrade untuk hot hatch kebanggaan mereka, yakni GR Yaris. Mobil ini tampil di ajang Tokyo Auto Salon 2024, yang berlangsung dari 12-14 Januari 2024, di Makuhari Messe, Jepang. Kisi-kisi dari upgrade yang dilakukan oleh Toyota ialah peningkatan tenaga dan torsi, penyegaran pada kokpit, serta ada pilihan transmisi otomatis DirectShift 8-speed.

Untuk pertama kalinya Toyota GR Yaris memiliki opsi transmisi otomatis, hal ini ternyata untuk memperluas potensi pasar. Konsumen pun tak perlu merisaukan performa transmisi otomatis ini, sebab Toyota telah mengembangkannya sesuai standar kebutuhan motorsport.

Disiksa para joki balap Gazoo Racing  

Para ‘joki balap’ Toyota Gazoo Racing World Rally Team telah menguji transmisi otomatis DirectShift tersebut, baik di medan aspal maupun non-aspal. Bahkan, mereka tak segan-segan untuk menyiksanya, agar mengetahui batas kekuatan transmisi. Sehingga dapat menghasilkan transmisi yang andal dan berperforma tinggi.

Software manajemen transmisi juga dioptimalkan untuk menghasilkan rasa berkendara yang dinamis. Oleh karenanya, sensor pada transmisi dapat menghitung akurasi pedal gas dan rem yang dioperasikan oleh pengendara. Hasilnya perpindahan gigi pun dapat diantisipasi secepat mungkin, tanpa harus kehilangan momen putaran mesin.

Kini tenaganya mencapai 300 hp

Konstruksi pelat kopling pada transmisi otomatis 8-speed ini menggunakan material yang tahan panas, dan rasio gigi yang saling berdekatan juga membantu menyalurkan seluruh potensi output mesin secara baik. Tak hanya transmisi, output mesin juga terkena peningkatan. Kini tenaganya mencapai 300 hp dan torsi puncaknya berada di angka 400 Nm.

Seluruh kemampuan mesin disalurkan menuju keempat roda melalui beberapa pilihan pada driving mode dan torque distribution. Sistem ini akan mengatur kinerja electronic power steering, a/c, serta sejumlah komponen mekanis lain, sesuai dengan preferensi yang diinginkan oleh pengendara.

Upgrade pada penampilan fisik pun dilakukan di sejumlah titik. Termasuk mengubah sudut dashboard dan layar multimedia sebanyak 15 derajat menuju hadapan pengendara. Keselamatan berkendara juga ditingkatkan melalui penambahan sejumlah fitur keselamatan dan adanya teknologi Toyota Connected Services.

Apakah bakal masuk ke Indonesia? Tunggu saja, jawabannya bisa ya dan bisa tidak…

Review Toyota Yaris Cross Hybrid, Lane Hogger Perlu Waspada

Toyota Yaris Cross Hybrid merupakan satu dari 20 mobil yang tim Motomobi gunakan dalam aktivitas #MotomobiMauKemana. Ya, kegiatan ini diadakan di penghujung tahun 2023 lalu. Selain itu, mobil ini juga salah satu dari beberapa mobil hybrid yang kami gunakan saat masa libur akhir tahun.

Seperti yang telah diketahui, Toyota adalah produsen kendaraan yang mengutamakan kenyamanan, tak terkecuali dengan Yaris Cross Hybrid ini. Selama kami mengemudikan mobil ini, rasanya tidak banyak komplain yang muncul.

Kekedapan kabin masih bisa ditingkatkan

Apple Car Play yang ada di audio standar mobil ini tergolong mumpuni dalam memutarkan lagu favorit kami. Bahkan kualitas suara yang dihasilkan oleh speaker pun ternyata di atas ekspektasi kami. Meski begitu, tingkat kekedapan kabin seperti masih bisa ditingkatkan. Solusi cepatnya, cukup tambah sedikit volume pada sound system…

Output Toyota Yaris Cross Hybrid ini juga tergolong oke, akselerasinya juga bisa dibilang cekatan. Kami memang tidak sempat mengetes performa 0-100 km/jam, tapi rasanya memang cukup cepat. Sebab, Yaris Cross punya mesin dengan tenaga 89,9 hp, dengan torsi 121 Nm. Sedangkan motor listriknya menghasilkan 79,1 hp dengan momen puntir 141 Nm.

Mesin Toyota Yaris Cross

Mudah menghadapi para lane hogger jalan tol

Dari yang kami rasakan, mobil ini cukup responsif apalagi kalau kedua penggeraknya bekerja bersamaan. Performa tersebut berasal dari mesin 4 silinder 1.5 liter dan baterai 0,76 kWh 177 V lithium-ion. Ketika ingin melewati para lane hogger di jalan tol, kami tidak memerlukan usaha yang lebih.

Kami menyukai efisiensi bahan bakarnya. Walaupun dengan gaya mengemudi yang cukup agresif, tetap saja konsumsi bahan bakarnya bertengger di angka 21 km per liter. Menyenangkan sekali. Apalagi ketika menempuh jarak rumah menuju ‘markas’ pun terbilang cukup jauh, sekitar 36 km.

Toyota Yaris Cross hybrid putih.

Sama sekali tidak mengecewakan

Jadi, mobil ini termasuk mobil yang kami inginkan untuk dimiliki di masa depan. Namun, dengan konfigurasi tempat duduk untuk lima penumpang saja, sepertinya kami harus berpikir ulang. Dengan banderol sekitar Rp 440 jutaan, sepertinya masih ada beberapa pilihan mobil lain yang pas untuk keluarga kami.

Tapi, sekali lagi ini adalah sebuah Toyota, sebuah brand yang sudah sangat berpengalaman di industri otomotif Tanah Air. Banyak orang yang tidak perlu berpikir panjang untuk memilih brand ini karena aspek ‘peace of mind’, ketersediaan suku cadang, biaya perawatan, dan resale value yang kuat. Secara garis besar, Toyota Yaris Cross Hybrid ini adalah salah satu mobil yang membuat kami terkesima.

Reviewer: Acid

Editor: Aldi Prihaditama

Honda e:N1

Honda, Isuzu, Toyota, Mitsubishi Investasi Besar di Thailand

15 Desember lalu, Honda mengumumkan mereka telah sukses melakukan perakitan mobil listrik Honda e:N1 di Thailand.  Isuzu siap menghadirkan pickup elektrik tahun 2025 nanti. Toyota sudah siap uji coba mobil komersial listrik, yang kami perkirakan bentuknya macam Hilux Champ/Rangga. Tapi itu hanya secuil kabar.

Berita besarnya adalah, empat pabrikan otomotif Jepang itu melakukan penanaman modal besar-besaran di Thailand. Total 150 milyar Baht (setara Rp 66,9 trilyun) akan mengucur dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Ini diungkap resmi oleh pemerintah Thailand, melalui Chai Watcharong, juru bicara perdana menteri.

Menurut Chai, perdana menteri Thailand Settha Thavisin telah melakukan diskusi dengan tujuh pabrikan Jepang, saat berlangsungnya peringatan 50 tahun kerjasama Thailand-Jepang pada 14-18 Desember lalu. Dalam diskusi tersebut tujuh pabrikan berkomitmen untuk menjadikan Thailand sbeagai pusat produksi mereka.

Sementara itu, empat diantaranya berjanji akan memperluas produksi EV di negara itu. Investasi Toyota dan Honda masing-masing sebesar 50 milyar baht, Isuzu yang menguasai setengah pasar pikap di negara itu mengucurkan 30 milyar baht dan Mitsubishi menanamkan 20 milyar Baht.

“Perdana Menteri menegaskan kembali bahwa produsen mobil Jepang telah memainkan peran penting dalam pengembangan dan promosi industri kendaraan listrik di Thailand untuk menjadi pemimpin dalam produksi kendaraan listrik di kawasan ASEAN,” kata Chai Watcharong.

Investasi Toyota cs di segmen EV ini akan memuluskan jalan menuju target 750.000 kendaraan listrik di Thailand pada 2030 yang akan datang. Di Indonesia, target produksi mobil listrik adalah 600.000 unit di tahun yang sama, mulai 2024. Tentunya, di Indonesia ada syarat harus memenuhi TKDN 40 persen. Ketentuan itu harus dipenuhi oleh produsen kalau mau mendapatkan insentif pajak.

Sumber: Thaigov.go.th

Toyota Avanza

Produk Toyota di Indonesia Terkena Imbas Skandal Daihatsu

Toyota hari ini (20/12) mengumumkan bahwa anak perusahaannya, Daihatsu Motor Corporation akan menghentikan sementara pengiriman mobil. Hal ini berkaitan dengan penyimpangan prosedur, termasuk diantaranya pengujian keselamatan yang tidak sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan. Tidak main-main, skandal ini meliputi 64 model mobil dan satu mesin. 24 diantaranya, mobil Toyota yang dibuat oleh Daihatsu. 

Diawali pada bulan April 2023 lalu, Daihatsu ketahuan tidak melaksanakan prosedur uji tabrak samping yang sesuai standar. Ini terjadi di 88.000 mobil yang sebagian besar justru bermerek Toyota. Namun setelah dilaksanakan penyelidikan lebih lanjut, ternyata ketahuan ketidak sesuaian itu sudah berjalan lebih lama dari yang diperkirakan.

Komite penyelidikan independen juga menemukan 174 penyimpangan dalam 25 item pengujian Daihatsu. Meski tidak disebutkan secara lengkap. Tapi Daihatsu mengakui, kontrol elektronik pengatur airbag di beberapa model yang diuji, berbeda dengan yang dipasang di mobil yang dijual. Salah satunya ada di Toyota Town Ace/Mazda Bongo. Atau kalau di Indonesia, dikenal sebagai Daihatsu Grand Max.

Perlu Reformasi

Sialnya, bukan cuma model yang dijual di pasar domestik Jepang yang terpengaruh skandal Daihatsu. Mobil yang dijual di luar negeri pun kena imbas. Dan seperti diketahui, salah satu pasar terbesar di luar Jepang untuk mobil buatan Daihatsu adalah Indonesia. 

Rilis Toyota menyebutkan, model yang dipasarkan di luar Jepang yang terdampak skandal Daihatsu ini adalah Toyota Agya rakitan Astra Daihatsu Motor (ADM) versi ekspor. Agya 2023 ini dikirim ke Ekuador, Uruguay, Kamboja. Berikutnya, adalah Toyota Rush untuk pasar Malaysia dan Ekuador. Dengan catatan, untuk Malaysia dirakit oleh Perodua (PMSB). Toyota Raize rakitan ADM untuk Ekuador dan Meksiko juga disebutkan dalam rilis yang kami terima.

Terdampak juga, mobil-mobil yang dirakit oleh TMIIN dan ADM untuk pasar Indonesia, yaitu Toyota Avanza dan Veloz. Sementara Yaris Cross, yang kena untuk pasar ekspor ke Kamboja, Uruguay dan Chile. Seperti diketahui, ketiganya menggunakan platform DNGA buatan Daihatsu.  Sementara untuk mesin yang ditemukan ketidak sesuaian adalah keluarga mesin 1KR-FE

Sejak 2013, Toyota memperbanyak model yang dibuat oleh anak perusahaannya itu. Tidak heran, mereka jengkel. Karena itu, pihak Toyota menegaskan akan melakukan perubahan di tubuh organisasi Daihatsu. Termasuk, mengkaji ulang proses sertifikasi di pabrikan itu. 

Temuan kasus skandal Daihatsu terbaru ini sudah dilaporkan oleh Daihatsu dan Toyota ke pemerintah Jepang. Keduanya menyatakan akan tunduk sepenuhnya kepada petunjuk yang harus mereka jalankan. 

 

 

Yaris Cross hybrid 2023.

Belum Bisa Digeser, Ini Penjualan Toyota Tahun 2023

PT Toyota Astra Motor (TAM) mengklaim mereka sukses menjual 304.736 unit tahun 2023 ini. Angka tersebut memastikan mereka menguasai 33 persen pangsa pasar wholesales (dari pabrik ke dealer) otomotif di Indonesia. Penjualan Toyota ini juga menegaskan kesuksesan raksasa otomotif Jepang itu mempertahankan penguasaan pasar diatas 30 persen selama lima tahun berturut-turut.

“PT Toyota-Astra Motor (TAM) mengucapkan terima kasih atas loyalitas pelanggan yang memercayakan produk kami sebagai mobility solution,” jelas Vice President Director PT. Toyota-Astra Motor (TAM), Henry Tanoto. Pihaknya juga mengapresiasi upaya pemerintah membangun iklim xEV (mobil dengan elektrifikasi) yang semakin kondusif. “Sehingga popularitas kendaraan elektrifikasi Toyota meningkat dan masyarakat masih mempercayai Toyota sebagai pilihan utama mobilitas.”

“Dengan Multi Pathway Strategy, kami akan menghadirkan produk-produk ramah lingkungan yang lebih lengkap dan sesuai kebutuhan masyarakat, serta membangun ekosistem yang mendukung mobilitas xEV Toyota, diperkuat kolaborasi bersama stake holder untuk memberikan peace of mind,” tambahnya.

Elektrifikasi Ikut Laris

Toyota Kijang Innova Zenix

Keberhasilan penjualan mobil Toyota juga turut disumbangkan oleh mobil-mobil yang diimbuhi teknologi elektrifikasi. Tercatat mereka menjual lebih darai 33.603 unit mobil elektrifikasi sepanjang tahun ini, hingga November 2023. Setara dengan 54,3 persen pangsa pasar. Menurut TAM angka itu naik hingga enam kali lipat.

Untuk informasi, TAM secara resmi melakukan world premiere All New Yaris Cross HEV di bulan Mei lalu. Yang menarik, ini jadi mobil hybrid kedua setelah Zenix yang dibuat di fasilitas perakitan Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Selain itu, mereka juga memboyong  MPV mewah Alphard Hybrid. Tidak lupa, All New RAV4 GR Sport PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) muncul di bulan Agustus. Sayangnya, Toyota Prius yang banyak ditunggu malah belum dijual.

Sementara itu, penjualan mobil tahun ini, hingga November 2023 tercatat 920.518 unit. Terjadi penurunang dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 942.686 unit. Akankah penjualan mobil mencapai satu juta unit lagi? Semoga saja. Toh merek mobil juga makin banyak. 

Honda Accord vs toyota camry

Ini Yang Ditawarkan Honda Accord RS e:HEV dan Toyota Camry Hybrid

Honda Prospect Motor baru saja mengumumkan dimulainya penjualan Honda Accord generasi kesebelas kemarin (07/12) di Jakarta. Hadir dengan teknologi e:HEV (hybrid) dan trim RS yang sporty. Tentunya ini menggelitik kami untuk membandingkannya, dengan sang rival abadi, Toyota Camry yang juga punya varian hybrid.

Kedua mobil ini berada di segmen yang sama dengan harga yang terpaut tipis. Honda Accord RS e:HEV dihargai Rp 959.900.000 sedangkan Toyota Camry Hybrid dijual senilai Rp 937.400.000. Keduanya harga OTR wilayah Jakarta.

Dengan harga tersebut kami tidak akan menilai mana yang lebih baik dibeli, tapi mencoba mengungkap apa yang ditawarkan. Selebihnya silahkan Anda nilai sendiri.

Desain

Honda Accord mulai bergeser sejak generasi sepuluh lalu dalam hal desain. Bentuknya mulai terlihat menyasar pasar lebih luas dengan rupa yang lebih sporty. Hal serupa dilakukan juga oleh Toyota untuk Camry.

Bentuk kedua mobil ini sarat dengan lekukan tajam. Accord dengan muka yang tegak, lampu depan yang tipis mengapit grill terlihat tegas seperti menyatakan kemampuannya. Sementara Camry mengkombinasikan muka khas Toyota dengan grill lebar dan lekukan body yang lebih dinamis.

Jujur, keduanya sukses mengkombinasikan kesan sedan mahal dengan aura sporty. Meski menurut kami bentuk Toyota ini terlihat lebih kompleks dan terkesan mengedepankan ‘ini sedan modern’.

Secara dimensi, Accord memiliki panjang 4.962 mm sementara Camry 4.885 mm. Hal serupa berlaku untuk urusan wheelbase meski bedanya hanya 5 mm (Accord 2.830 mm vs Camry 2.825 mm). Sementara, lebar sedan Toyota tersebut adalah 1.840 mm, kalah lebar dari Accord yang 1.862 mm. Camry juga lebih ceper 4 mm (1.445 vs 1.449 mm).

Artinya, Accord akan punya ruang yang sedikit lebih lega, meski bedanya terlalu tipis untuk Anda sadari.

Fitur & Kenyamanan

Toyota Camry pernah menggebrak dengan sistem konektivitas T intouch. Sebuah sistem yang memungkinkan pemiliknya mengetahui berbagai hal soal mobil. Mulai dari posisi, pembatas jarak tempuh (geofencing), speed & idle alert, pengingat servis hingga koneksi untuk meminta bantuan Toyota saat keadaan darurat.

Honda Accord RS e:HEV menggebrak dengan teknologi yang lebih canggih: Honda Connect. Sistem yang memungkinkan Anda lebih leluasa mengoperasikan dan mengetahui kondisi kendaraan. Contohnya, Anda bisa menyalakan mesin dan AC melalui handphone. Melihat kemampuan ini, telematika Toyota sepertinya harus segera dibenahi.

Bentuk dashboard keduanya seperti mengikuti tema desain eksterior. Accord dibekali dashboard yang minimalis dan rata minim lekukan. Camry, sekali lagi terlihat kompleks dan modern. Meski begitu, keduanya memiliki nilai ergonomis yang tinggi karena mudah dijangkau dan dipahami.

Harus diakui, kedua sedan ini dibekali interior yang kualitasnya mumpuni. Meski di Honda kami menemukan beberapa kekurangan seperti di area penempatan subwoofer yang kurang rapi. Jok dan trim semua diberikan bahan dengan kualitas yang sepadan dengan harga jual.

Layar monitor untuk multimedia tidak ada yang mengejutkan di kedua mobil ini. Accord menggebrak dengan layar multimedia yang sudah built-in dengan Google dan koneksi internet. Tentunya, ada biaya langganan untuk mengaktifkannya. Sebagai pengolah suara, Honda menyerahkannya pada Bose. Yang menarik, ada Heads Up Display (HUD berukuran 11,5 inci di Accord. Isinya lengkap pula, bisa menampilkan navigasi. Ini yang pertama di kelasnya.

Toyota Camry membalas dengan monitor model floating berukuran 9-inci, yang punya kemampuan NFC. Ditambah kemudahan pengendalian fitur multimedia, AC dan mengoperasikan tirai jendela dari armrest belakang. Untuk sistem audio, JBL jadi andalan di mobil ini.

Baik Camry maupun Accord sudah dibekali dengan sunroof. Bedanya, Accord diberikan panoramic sunroof yang membentang dari depan ke belakang. Selebihnya, fitur bantu berkendara seperti cruise control adaptif sudah jadi standar di keduanya. Begitu juga dengan ABS, EBD, lane keeping assist dan sebagainya.

Performa

Mesin empat silinder jadi pilihan Camry dan Accord untuk jadi penggerak utama. Camry dibekali penggerak dari keluarga mesin Dynamic Force, A25A-FXS, berkapasitas 2,5 liter. Dipasangkan dengan Toyota Hybrid System (THS) jadi penggerak listriknya. Toyota tidak mengungkap berapa total tenaga yang dihasilkan, tapi beberapa sumber kami mengatakan berada di kisaran 208 hp.

Ini beda tipis dengan punya Accord yang menghasilkan daya total 207 hp. Didapat dari mesin bensin empat silinder berkapasitas 2,0 liter. Dipadukan dengan motor listrik membentuk sistem penggerak hybrid Honda yang disebut e:HEV.

Kesimpulan

Kedua mobil ini seperti benar-benar beradu di pasaran dengan harga yang tidak terpaut jauh. Yang mungkin bisa jadi pertimbangan, desain Camry sudah ada sejak 2018 dan mengalami facelift tahun 2021 lalu.

Honda Accord RS hadir dengan desain yang benar-benar fresh dan punya kelebihan di bagian infotainment serta telematika Honda Connect. Selain itu, ini adalah Accord pertama yang diberikan penggerak hybrid.

Sementara Camry, sudah lebih ‘berpengalaman’ karena varian hybrid sudah ada sejak Camry generasi XV50 yang muncul di 2011 lalu.

Land Cruiser 70 Series Meluncur di Jepang, Nyaris Seharga LC 300

Tahun depan Land Cruiser 70 Series genap berusia 40 tahun. Ini adalah SUV klasik Toyota yang hingga saat ini masih diproduksi dan beredar di berbagai belahan dunia, termasuk Afrika Selatan dan Australia. Hanya saja, regulasi keselamatan berkendara yang kian ketat membuat Toyota terpaksa menghentikan penjualan 70 Series di Jepang sejak tahun 2015.

Namun kini para penyuka mobil off-road di Negeri Matahari Terbit boleh bersukacita. Setelah vakum selama sembilan tahun, Toyota kembali memasarkan 70 Series di Jepang. Tentunya ada sejumlah penyesuaian dan revisi pada rancang bangunnya. Apa saja yang berubah?

Rancang Bangun Modern

Modelnya memang klasik, namun para engineer di Toyota tak hanya melakukan revisi pada sasis ladder frame yang digunakan Land Cruiser 70 Series. Suspensi dan perangkat elektronik modern pun dijejalkan. Tujuannya meningkatkan kualitas keselamatan berkendara dan kemampuan berkendara di berbagai kondisi jalan.

Sistem penggerak 4WD jenis baru yang digunakan dilengkapi dengan differential lock berpengendali elektronik. Fitur berkendara seperti Hill Start Assist Control, Downhill Assist Control, Active Traction Control dan Vehicle Stability Control jadi fitur standar pada 70 Series.

Fitur bantu berkendara berbasis ADAS Toyota Safety Sense juga diimbuhkan pada Land Cruiser 70 Series. Sebut saja mulai dari automatic emergency braking, lane departure alert, road sign assist, hingga sorotan lampu automatic high beams. 

Mesin yang dibekalkan pada 70 Series spek JDM pun generasi baru yakni mesin 4-silinder 2.8-liter turbodiesel berkode 1GD-FTV. Mesin yang sama dengan Fortuner 2.8 ini output tenaganya 201 hp dengan torsi maksimum 500 Nm. Transmisi hanya tersedia versi automatic 6-speed Super ECT.

Berbeda dengan spek Australia yang tersedia dalam versi mesin diesel 4.5-liter V8 bertenaga 202 hp dengan torsi 430 Nm plus transmisi manual 5-speed.

Tampilan Lebih Modern

Untuk tampilan eksterior sepintas masih bergaya klasik khas Land Cruiser 70 Series. Namun demikian Toyota melakukan penyegaran agar terlihat lebih modern dan kekinian.

Lampu sein depan warna kuning model menonjol dan lampu depan bulat kembali ke gaya orisinil tahun 1984. Seluruh sistem lampu sudah LED tentunya.

Bemper depan polos tanpa cat dan kaca spion di ujung fender kian menguatkan ciri khas 70 Series. Bagian belakang, lampu kini menyatu dengan bemper. Desain dan posisi knalpot direvisi agar tidak terendam saat menerabas genangan air atau kubangan lumpur.

Desain kemasan pada interior memang tak banyak berubah. Bentuk AC masih model manual, namun panel instrument model analognya tampil modern dengan layar MID berukuran 4,2 inci. Kaca power window dan tombol pengunci pintu central lock mengingatkan pada fitur 70 Series era ’90an. Agar sedikit kekinian, terdapat soket USB-C untuk ponsel.

Hanya saja untuk fitur infotainment dengan layar touchscreen merupakan fitur opsional. Biaya ekstra yang harus dikeluarkan tak terlampau mahal. Berbeda dengan spek Uni Emirat Arab, fitur infotaintment menjadi kelengkapan standar.

Hanya Ada Versi 5-Pintu

Entah mengapa varian model yang beredar di masing-masing kawasan berbeda. Untuk pasar Aussie ada versi pickup D-cab sasis panjang. Sedangkan di Uni Emirat Arab ada versi pickup single-cab dan short wagon 3-pintu. Nah, khusus untuk pasar domestik Jepang sementara ini hanya tersedia variant model wagon 5-pintu klasik khas Land Cruiser 70 Series.

Yang sedikit mengejutkan adalah label harganya. Toyota Land Cruiser 70 Series spek JDM dibanderol mulai dari ¥4,8 juta. Kurang lebih sekira Rp 503,6 jutaan. Harga off the road belum termasuk pajak dan biaya lainnya.

Hanya terpaut tipis dari Land Cruiser 300 Series yang lebih canggih dan modern dengan banderol mulai dari ¥5,1 juta atau sekitar Rp 535 jutaan. Hanya beda Rp 30 jutaan.

LExus LS

Circle F, Upaya Toyota Membungkam Amerika dan Jerman

Era 1970-an hampir bisa dibilang merupakan titik balik industri otomotif dunia. Krisis minyak dunia yang melanda, membuat pasar mobli, terutama di Amerika Serikat berubah total. Mesin besar yang menggerakkan mobil di negara itu jadi tidak laku karena boros BBM. Hasilnya, pabrikan Jepang, meraja dengan produknya yang bisa diandalkan dan irit. Menariknya, upaya berbeda ditempuh Toyota, yang mengubah peta persaingan mobil mewah dunia. 

Banjirnya produk dari negara itu di Amerika Serikat, membuat pabrikan setempat (Ford, GM, Chrysler dan lainnya) khawatir. Mereka lalu mendekati kongres dan minta tolong. Hasilnya, pemerintah AS menentukan kuota mobil impor, khususnya dari Jepang, maksimal 1,68 juta unit setiap tahun.

Demi Pasar Amerika

Toyota Circle F

Orang Jepang pun putar otak. Ada dua hal yang harus dilaksanakan. Pertama, bikin pabrik di Amerika. Solusi kedua adalah, bagaimana caranya supaya keuntungan mereka bisa maksimal. Semua seperti senada: Masuk di pasar yang lebih elit. Jangan hanya berkutat di segmen menengah ke bawah. Honda yang pertama hadir dengan merek Acura tahun 1986. Mereka yang tadinya hanya punya Civic untuk bersaing dengan Ford Pinto, jadi punya amunisi untuk melawan sedan Cadillac dengan Honda Legend. Diikuti Nissan melalui Infiniti. Mazda mencoba dengan Amati. Langkah ini tentu tidak diduga oleh pabrikan setempat yang minta pemerintahnya membuat aturan impor.

Toyota? Mereka seperti biasa, lihat dan perhatikan dulu. Bukan tidak punya barang untuk bersaing di segmen mewah. Tapi mereka perlu sesuatu yang lain. Era 80-an, Toyota punya Century yang sudah beredar sejak 1967, tapi hanya untuk pasar domestik. Crown dirasa kurang bisa bersaing. Head of Operaiion Toyota di Amerika Serikat, Yukiyasu Togo menantang manajemen di pusat untuk membuat mobil yang luar biasa. Lahirlah tim untuk mengerjakan Project Circle F. F itu singkatan dari Flagship. Upaya Toyota yang hingga kini, dibilang ambisius.

Awalnya, mereka melakukan peningkatan khusus untuk Crown. Tapi setelah mencoba dua mobil mewah terbaik di dunia (saat itu), BMW 7-Series dan Mercedes-Benz S-Class, Crown tidak ada apa-apanya. Delapan proposal dan 18 bulan kemudian, manajemen Toyota akhirnya setuju untuk bikin mobil yang beda. Tahun 1985, mereka membentuk tim berisi 60 desainer, 1.400 engineer dan 2.300 teknisi yang tersebar di AS dan Jepang. Menghasilkan 450 contoh purwarupa dan menyedot dana hingga US $1 milyar (setara US $2,5 milyar sekarang)!

Permintaan Yang Bertentangan

Chief engineer yang mengepalai proyek ini, Ichiro Suzuki, menerapkan standar yang tidak biasa. Mobilnya harus kencang tapi irit BBM, supaya pajaknya tidak mahal di Amerika. Wajib punya pengendaraan yang sunyi tapi mobil harus ringan. Bentuknya aerodinamis tapi juga elegan. Bagi engineer, yang diminta oleh bosnya sangat bertentangan dengan ilmu yang mereka punya. “Bukannya harusnya dia juga paham, ya?” begitu yang ada di benak mereka soal permintaan Suzuki.

Namun tidak ada hal yang mustahil. Ditambah, Suzuki sangat tegas menjalankan prinsip tadi. Setelah membuat 930 protoype mesin, mereka memastikan satu mesin V8 dengan blok alumunium untuk menjalankan mobil. Tenaganya 241 hp, konsumsi BBM 9 km/liter. Okelah. Tugas ‘harus kencang tapi irit’ terselesaikan. Berikutnya, bagaimana mobil ini bisa senyap. V8 bukan mesin yang minim getaran dan bunyi.

Mesin LExus

Inovasi lalu lahir. Pertama, dudukan mesin model hydraulic-pneumatic. Ini barang mahal, tapi efektif meredam getaran mesin. Pernah lihat iklan Lexus LS dengan gelas champagne yang isinya tidak tumpah, padahal mobil sedang digeber? Itu ulah dudukan mesin tersebut.

Ingat, Harus Ringan!

Kemudian, upaya Toyota berikutnya adalah posisi mesin tidak lurus mengikuti body. Tapi sedikit mendongak. Tujuannya, supaya transmisi dan as kopel bisa lurus sempurna hingga ke gardan, tidak menekuk. Efeknya, selain meminimalisir kehilangan daya, getaran bisa diredam dan tidak berisik. Dua hal ini berkontribusi terhadap pengendaraan yang halus dan sunyi, tanpa perlu peredam kabin berlebihan. Ingat, peredam kabin itu berat. Ichiro Suzuki memperhatikan betul soal bobot ini. “Pokoknya, kalau ada tambahan peranti dengan bobot lebih dari 10 gram, ngomong dulu sama saya!” tegasnya.

Soal desain ini juga bikin pusing. Toyota berkiblat pada Citroen dan Audi yang mampu bikin body mobil dengan nilai hambatan angin 0,29. Dan ini jadi patokan. Masalahnya, karena ini untuk pasar AS yang doyan mobil dengan muka tegas, bagian depan harus tegak dan punya grille lebar. Ini didapat dari hasil survey mereka (konsumen mobil mewah Amerika) yang sudah beli BMW Seri-7 atau S-class. Kalau Anda perhatikan, dua merek ini punya kesan yang tegas berkat bentuk muka dan grill.

Jangan Gampang Rusak

Mobil ini juga jadi standar baru bagi Toyota dalam hal produksi. Pengelasan dengan memanfaatkan laser jadi barang baru dan menghasilkan rangka yang lebih kuat dengan menggunakan material yang lebih sedikit. Metode ini juga akhirnya jadi standar dalam dunia perakitan mobil.

Lalu soal kualitas, ditegaskan semuanya harus lebih baik dari BMW atau Mercedes yang jadi patokan. Bagian pengembangan jadi pusing sendiri karena batas toleransi yang bisa diterima ditekan semaksimal mungkin. Hampir semua komponen yang ada diuji hingga hancur, untuk melihat seberapa kekuatannya. Ini karena Toyota memperhatikan, umur sebuah komponen jadi masalah di mobil-mobil mewah.

Cara ini menguntungkan mereka sendiri. Kalau sudah tahu cara menghasilkan komponen yang berkualitas dan tahan lama, semua produk yang keluar dari pabriknya bisa memanfaatkan.

Bukan cuma komponen yang bergerak. Di interior, mereka memanggil Yamaha untuk membantu memastikan kualitas. Yamaha diminta membuat trim kayu (asli) yang kualitasnya tertinggi. Desainer kabin memastikan, pencahyaan di dashboard tidak membuat mata lelah dan semuanya mudah dimengerti. Hasilnya, biarpun tombol bertebaran di dashboard dan sekitarnya, tapi mudah dimengerti dan dijangkau.

Setelah semua menyatu, pengujian di kehidupan nyata dilangsungkan. Prototype-nya disamarkan sebagai Crown atau Cressida, dan berkeliaran di daerah ekstrim seperti Arab Saudi atau Australia. Tidak lupa, di Jerman mereka menjalankan uji kecepatan tinggi di Autobahn. Akhir 1988, Toyota merasa siap membuka tabir mobil baru ini. Detroit Auto Show 1989, publik dan kompetitor terperangah melihat sedan baru dari Toyota, tapi logonya ‘L’.

Menegaskan upaya Toyota bahwa sedan ini akan melawan BMW dan Mercedes-Benz, mereka mengadakan konferensi pers di Jerman. Sekalian mengundang jurnalis untuk mencobanya. Dan yang diundang merasa puas dengan sedan bernama Lexus LS400 ini. Pabrikan Jerman terperangah karena mobilnya memiliki kualitas yang lebih baik, tapi harga jual lebih murah di Amerika Serikat. Acura dan Infiniti tidak kalah kaget, karena LS400 tidak bisa disamakan dengan produk mereka yang lebih inferior.

Nama Jadi Masalah

Lexus di Amerika

Tim marketing Toyota menyadari, kalau mereka mau naik kelas dan menyasar kaum berduit, nama Toyota tidak bisa dipakai. Merek Toyota terlalu identik dengan mobil terjangkau untuk kaum menengah ke bawah.

Diskusi menghasilkan nama Alexis. Entah kenapa. Namun tantangan datang karena nama Alexis, menggambarkan tokoh antagonis. Siapa? Alexis Colby adalah karakter yang tidak disukai di film seri televisi ternama waktu itu, Dynasti.

Akhirnya diputuskan Lexus. Beberapa ada yang bilang, ini adalah singkatan Luxury EXport for US. Meski Toyota tidak mengiyakan. Mereka yang suka, mengakui ini sebagai merek mobil mewah. Yang skeptis akan bilang, “Ini cuma Toyota yang lebih mahal.” BMW dan Mercedes-Benz yang tadinya santai saja, jadi khawatir karena hanya dalam dua tahun, LS400 jadi mobil mewah paling laris di Amerika berkat harganya yang lebih murah dari kompetitornya, US $35.000. Satu dari tiga pengguna Cadillac, menukar mobilnya dengan LS400.

Berkat upaya Toyota yang kelewat gigih ini, Lexus ini lalu berkembang dari LS400 menjadi berbagai model lain. Tidak hanya untuk Amerika, tapi pasar global. Lexus pun mendunia sebagai merek mewah yang mentereng. Standar mereka dalam hal kualitas dan pelayanan jauh lebih tinggi ketimbang induknya, Toyota. Termasuk di Indonesia.

Toyota IMV 0 Dan Rangga Bakal Diproduksi?

Kemunculan mobil konsep Toyota IMV 0 dan juga konsep pickup Rangga di Tokyo, Jepang masih terbilang hangat. Bahkan masih cukup banyak pertanyaan seputar mobil konsep tersebut yang belum terjawab.

Mendadak tersiar kabar bahwa kedua konsep pickup tersebut bakal segera diproduksi dan akan mulai dipasarkan pada tahun 2025 mendatang.

Sebuah label nama yang sempat sayup-sayup beredar yakni Hilux Champ. Hmmm… Apakah bakal terjadi lagi seperti awal kemunculan Innova Zenix?

Desain modular yang diusung konsep pickup IMV 0 dan Rangga yang fleksibel memungkinkan untuk mengaplikasikan beragam bentuk dan varian sesuai kebutuhan.

Kendaraan seperti ini tentunya sangat potensial untuk bermain di kawasan dengan pangsa pasar kendaraan niaga ringan yang cukup gemuk. Selain kawasan ASEAN termasuk Thailand dan Indonesia, pangsa pasar di India pun sangat meyakinkan.

Mesin Hybrid Atau Diesel?

Toyota belum mengungkap secara gamblang perihal spek teknis dari mobil bersasis ladder-frame ini. Rancang bangun mobil ini dikatakan merupakan hasil pengembangan dari Hilux dan Fortuner.

Opsi mesin bensin bermodul hybrid dan juga mesin diesel yang dimiliki Hilux dan juga Fortuner kemungkinan besar bakal digunakan. Sementara untuk sistem penggeraknya yakni RWD dan 4×4 (Tetradrive).

Salah satu pilihan yang cukup banyak digunakan saat ini adalah mesin diesel 4-silinder 2.8-liter dengan teknologi VNT (Variable Nozzle Turbo). Mesin berkode 1GD-FTV ini digunakan pertama pada Toyota Fortuner Legender spek Thailand sejak tahun 2020 dan juga pada Fortuner yang kini dipasarkan di Indonesia.

Tenaga maksimum 201 hp yang dicapai pada rentang 3.000-3.400 rpm. Torsi maksimum sebesar 500 Nm bermain di putaran rendah, kisaran 1.600-2.800 rpm. Performa yang terbilang cukup untuk kategori kendaraan niaga ringan.

Bisa Jadi Ada Varian Hybrid

Untuk varian hybrid, mungkin akan seperti Hilux spek Australia yang menambahkan modul mild-hybrid 48V pada mesin turbo diesel 2.8.

Lantas bagaimana untuk opsi mesin bensin dengan modul hybrid? Apakah ada kemungkinan bakal mengusung mesin dari Innova Zenix Hybrid? Atau bakal ada opsi mesin hybrid lainnya?

Selain model pickup, dikabarkan bakal muncul pula dalam versi SUV. Perihal tampilannya akan seperti apa, masih belum ada informasi lebih lanjut. Tentunya saat ini tengah dipersiapkan secara matang oleh pihak R&D Toyota.

Soal label nama, apakah Toyota IMV 0 bakal terlahir sebagai Hilux Champ ataukah Rangga? Kita tunggu saja potongan-potongan puzzle yang akan muncul selanjutnya…

 

Toyota Corolla

Toyota Produksi 300 Juta Unit, Corolla Jadi Yang Paling Dominan

Toyota Motor Corporation mengumumkan pencapaian baru kemarin (06/11/2023). Mereka menyatakan telah memproduksi 300 juta unit mobil sejak mobil pertama mereka, Toyota Model G1 menggelinding keluar pabrik pada tahun 1935. Ini merupakan angka gabungan produksi di pabrik domestik Jepang dan juga global.

Disebutkan dalam rilis yang kami terima, produksi Toyota di Jepang sebanyak 180,52 juta unit. Sedangkan pabrik yang tersebar di beberapa negara menyumbangkan 119,6 juta unit. Angka tersebut dihitung selama 88 tahun, hingga September 2023 lalu. Model yang paling banyak diproduksi? Jawabannya adalah Toyota Corolla. Sedan ini secara akumulatif dibuat sebanyak 53,399 juta di seluruh dunia.

Corolla WRC

“Saya sampaikan rasa terima kasih kepada konsumen ynag telah memilih Toyota di seluruh dunia,” ujar Koji Sato, President Toyota. “Juga kepada mereka yang telah membuat (merakit) mobil Toyota dengan setulus hati, serta kepada para supplier dan dealer yang telah menghantarkan produk Toyota. Juga kepada para stakeholder.”

Koji menambahkan, “Saya yakin, angka 300 juta ini hanya bisa dicapai dengan usaha dari para kolega di semua bagian perusahaan. Mulai dari perencanaan komponen dan produk, produksi, sales hingga service. Bersama juga dengan mereka yang membantu mendukung setiap langkah (kami).” Diakui Sato, tantangan yang telah mereka lewati benar-benar tidak mudah. Gempa bumi besar, Covid-19 dan kelangkaan micro chip adalah sebagian dari contoh pengganjal produksi Toyota. “Setiap kali kami terancam tidak bisa memproduksi, semua bekerjasama untuk memulihkan atau menyesuaikan produksi,” kata mantan bos Lexus ini.

Toyota Camry JDM

Sementara itu, Akio Toyoda yang sekarang menjabat sebagai Chairman tidak menutupi rasa bangganya. “Kiichiro Toyoda pernah mengatakan, membuat mobil adalah sebuah kerjasama. Saya rasa, angka 300 juta ini adalah bukti kerja keras tim setiap hari di Toyota, supplier, dealer dan mereka yang ada sebelum kami.” Akio juga tidak melepaskan penghargaannya kepada para pendiri Toyota yang sudah jatuh bangun membuat nama dan citra Toyota seperti sekarang.

Toyota LC70

Toyota Land Cruiser 70 Terbaru Versi PBB, Keren Biarpun Standar

Kalau Anda mengamati perkembangan konflik dunia, yang melibatkan PBB atau Palang Merah Internasional, kemungkinan Anda akan ‘notice’ jip Toyota Land Cruiser 70 berwarna putih, dengan logo UN atau Red Cross di pintunya. Itu adalah mobil khusus yang dipesan oleh organisasi dunia. 

Land Cruiser 70 tersebut dibuat oleh Toyota Gibraltar Stockholdings (TGS). Dan kini, mereka mengumumkan kehadiran versi terbarunya. Tapi karena TLC 70 tidak pernah berubah bentuk sejak awal kelahirannya tahun 1984, maka yang baru ini juga tidak kelihatan baru. Oke, lah, ada sedikit perubahan, tapi dari sisi manapun dilihat, perubahannya sangat minimalis.

Toyota Land Cruiser PBB

Parasnya mengikuti Land Cruiser terbaru yang baru saja diperkenalkan secara global. Lampu bulat mengapit grill, sedangkan lampu sein diletakan di sisi luar moncongnya. Body kotak tidak berubah. Bahkan garis desainnya juga sama saja. Belakangnya juga begitu.

Khusus untuk TLC 70 yang dipesan oleh badan dunia tadi, diberi kode GDJ76. Menggantikan HZJ76, yang sekarang juga sebetulnya masih tersedia di gudang TGS. GDJ76 memiliki spesifikasi paling bawah di keluarga TLC 70. Lampu depannya masih halogen tanpa automatic high beam, lupakan jok kulit karpet dan segala kemewahan yang bisa Anda pikirkan.

TLC 70 versi UN

Dibuat Modular

Tapi SUV ini bisa menampung 10 penumpang, punya alternator kelistrikan yang lebih besar dibanding standar karena harus mengakomodir beberapa peralatan yang diminta oleh PBB atau Palang Merah. Contohnya, radio komunikasi atau cool box untuk membawa vaksin, organ tubuh untuk transplantasi dan sebagainya. Selebihnya, ban off road, pelek kaleng dan snorkle untuk mendukung pergerakan di medan berat. Atau kalau mau, bisa dipesan dalam berbagai bentuk.  Mulai dari pickup, cargo ataupun ambulans. 

Di balik kap mesin, terpasang mesin turbodiesel yang sama seperti Toyota Fortuner 2.8. Yaitu 1GD-FTV. Transmisi manual 6-speed jadi andalan untuk menggerakan roda. Bicara penggerak ban, tentunya dibekali sistem 4WD. Untuk GDJ76 bahkan sudah dibekali A-TRAC (Active Traction Control). Dan itulah satu-satunya fitur canggih yang ada di mobil. Differential lock saja masih manual.

Lalu, kenapa mobil untuk organisasi dunia harus standaran begitu? Jawabannya adalah perawatan dan daya tahan. Mobil-mobil ini akan berhadapan dengan medan berat di berbagai penjuru dunia, setiap hari. Kebanyakan fitur canggih akan membuat mobil tidak bisa digunakan. Selain Land Cruiser 70, TGS juga memasarkan Land Cruiser 300, Hilux double cabin, hingga Corolla Altis.