Kemenhub Antisipasi Arus Mudik Libur Nyepi dan Lebaran 2026

26 February 2026 | 7:35 pm | Rizky Dermawan

Momen mudik Lebaran 2026 atau Idulfitri 1447 H akan segera dimulai dalam beberapa pekan mendatang. Sejumlah instansi terkait sudah mulai melakukan persiapan sebagai langkah antisipasi.

Terkait arus mudik Lebaran tahun ini, hasil survei nasional memprediksi sekitar hampir 144 juta orang akan melakukan perjalanan mudik.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan, realisasi jumlah pemudik diperkirakan bakal melampaui target prediksi. Hal tersebut bercernin pada pengalaman tahun sebelumnya.

“Kami melakukan survei, ada 143,7 juta orang atau hampir 144 juta orang yang akan melakukan perjalanan. Namun kami mengantisipasi kemungkinan kenaikan karena tahun lalu survei 146 juta, realisasinya mencapai 154 juta,” ujar Menhub, dilansir dari laman humas polri, Senin (23/2).

Sebagai dukungan kesiagaan di lapangan, operasional posko angkutan Lebaran akan berlangsung pada 13–29 Maret 2026 untuk mengkoordinasikan transportasi laut, udara, darat serta perkeretaapian.

Menurut Menhub, sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan, antara lain pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas, kecuali kendaraan pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan penting lainnya sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian.

Selain itu, Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas pada sejumlah titik rawan kemacetan berupa contraflow, sistem satu arah (one way), dan ganjil genap, terutama pada sejumlah ruas tol yang berpotensi mengalami kepadatan dan penumpukan arus kendaraan.

Baca juga :  Massiv Hadirkan Thunder EV, Spesial Buat Mobil Listrik

Pemerintah juga menerapkan kebijakan Work from Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) pada 16–17 Maret untuk arus mudik dan 25–26 Maret untuk arus balik, yang telah disetujui oleh Presiden dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB).

“Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendistribusikan pergerakan masyarakat agar tidak menumpuk pada tanggal-tanggal tertentu sehingga keselamatan dan kelancaran perjalanan lebih terjamin,” tutur Menhub.

Dishub Jatim Antisipasi Lonjakan Pemudik Jelang Hari Raya Nyepi di Bali

Terkait perayaan Nyepi di Bali pada 19 Maret 2026, Menhub mengatakan penyeberangan kapal laut menuju Pulau Bali akan dihentikan sementara. Seagai antisipasi, akan disiapkan sistem penundaan (delaying system) serta zona penyangga (buffer zone).

“Kami akan informasikan kepada seluruh masyarakat terkait penutupan sementara pelabuhan agar bisa mengatur jadwal perjalanan,” ujar Menhub.

Langkah antisipasi juga dilakukan oleh Dinas Perhubungan Jawa Timur yang melakukan persiapan angkutan mudik Lebaran 2026 lebih awal. Hal tersebut guna menyikapi bila terjadi lonjakan penumpang penyeberangan kapal ferry menuju Pulau Bali sekaligus dampak penutupan Pelabuhan Ketapang saat Hari Raya Nyepi.

Perhatian khusus diberikan pada jalur penyeberangan ferry Ketapang–Gilimanuk. Pelabuhan Ketapang akan ditutup pada 18 Maret menjelang Nyepi pada 19 Maret 2026. Kondisi ini berpotensi memicu penumpukan kendaraan di seputar Banyuwangi menuju Pelabuhan Ketapang.

Dishub Jatim telah memetakan sejumlah kantong parkir yang ada di sekitar kawasan Pelabuhan Ketapang untuk mencegah kemacetan. Pengelolaan parkir tentunya akan bergantung pada kepemilikan lahan, baik milik BUMDes maupun swasta.

Baca juga :  Changan dan CATL Uji Coba Baterai Sodium-Ion di Medan Ekstrem

Untuk areal parkir di kawasan Terminal Sri Tanjung akan diupayakan gratis, tapi tetap berkoordinasi dengan pengelola lahan. Hal tersebut dikarenakan pemerintah provinsi tidak memiliki kewenangan langsung dalam hal penentuan tarif parkir untuk lahan non-pemprov.

Secara nasional, jumlah pemudik untuk tahun ini diperkirakan menembus 144 juta orang. Sementara di Jawa Timur, pergerakan penumpang angkutan umum diprediksi mencapai 7,7 juta orang, naik sekitar 5 persen dibanding tahun lalu.

Rinciannya:

– Kereta api: 2,92 juta penumpang

– Bus: 2,67 juta penumpang

– Penyeberangan: 1,23 juta penumpang

– Pesawat: 756 ribu penumpang

– Kapal laut: 150 ribu penumpang

Guna mengakomodir lonjakan tersebut, Dishub Jatim menyiapkan 6.637 unit bus, 148 rangkaian kereta api, 302 pesawat, 55 kapal laut, dan 71 kapal penyeberangan.

Pemantauan arus mudik kendaraan pribadi juga diperkuat melalui dukungan sarana kamera berbasis Artificial Intelligence (AI) di perbatasan Jawa Tengah–Jawa Timur dan Bali–Jawa Timur.

Jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Surabaya Raya melalui jalur arteri non-tol untuk saat ini tercatat mencapai sekitar 251 ribu kendaraan per hari. Sementara arus keluar-masuk Jawa Timur melalui jalur arteri tercatat sekitar 33 ribu kendaraan per hari.

Selain Ketapang, perhatian juga diberikan pada Pelabuhan Jangkar, Situbondo, yang diperkirakan mengalami lonjakan saat Nyepi. Saat ini tersedia dua kapal penyeberangan tujuan Pulau Bawean dan satu kapal menuju Pulau Gili Iyang.

Baca juga :  Promo Menarik Changan di IIMS 2026, Bisa Dapat Iphone 17!

Pemprov Jatim mengusulkan tambahan tiga kapal berkapasitas minimal 250 penumpang per kapal atau sekitar 750 penumpang per hari selama masa Lebaran. Selain itu, akan disiapkan enam kali pelayaran laut gratis mulai 8 Maret dengan total kapasitas sekitar 3.000 penumpang.

Di sektor transportasi darat, tersedia 200 bus program mudik gratis, yang terdiri dari 25 bus AKAP, 100 bus AKDP, dan 75 bus tambahan dukungan stakeholder. Total kapasitas angkut pemudik mencapai sekitar 8.000 penumpang. Dengan tambahan kuota angkutan laut gratis 3.000 penumpang, totalnya menjadi sekira 11.000 pemudik yang akan difasilitasi tahun ini.

Selain itu, Dishub Jatim juga menyiapkan pengangkutan 200 unit sepeda motor ke sejumlah daerah tujuan seperti Madiun, Ponorogo, Magetan, Tulungagung, Jember, dan Banyuwangi.

Para pemudik diberangkatkan dengan bus, sementara motornya diangkut menggunakan truk. Hal tersebut sebagai upaya menekan risiko kecelakaan selama arus mudik yang didominasi kendaraan roda dua. Program mudik gratis tahun sebelumnya mampu menekan angka kecelakaan hingga 3–5 persen selama masa angkutan Lebaran.

Pendaftaran mudik gratis dibuka secara online pada 2–5 Maret 2026 dan daftar offline mulai 8 Maret. Untuk angkutan laut, pendaftaran dilakukan melalui situs resmi Pemprov Jatim sebelum 8 Maret dengan kuota 3.000 orang.

Persiapan yang dilakukan diharapkan dapat meningkatkan kelancaran lalu-lintas arus mudik sekaligus meminimalkan potensi kemacetan dan kecelakaan selama periode Lebaran 2026.

5 1 vote
Article Rating

Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x