Hino dorong keselamatan berkendara bersama KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) dan Primajasa. Inisiatif Hino tersebut dituangkan dalam diskusi bertajuk “Membangun Moda Transportasi yang Aman & Laik Jalan dengan Penyediaan Pengemudi yang Kompeten dan Manajemen Perawatan Kendaraan” yang berlangsung di GIICOMVEC 2026.
Dalam diskusi tersebut, Hino menekankan bahwa pelaksanaan safety campaign secara berkelanjutan merupakan bagian dari misi perusahaan untuk menciptakan transportasi yang aman, khususnya untuk perpindahan orang, sekaligus berkontribusi untuk aktif mencegah kecelakaan melalui kolaborasi dengan seluruh stakeholder.
Panel diskusi ini menghadirkan perwakilan dari Senior Investigator, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan, Bayu Permana, Direktur Pengembangan Bisnis dan Organisasi PO Primajasa serta Pieter Andre, Training Division Head HMSI. Diskusi ini menjadi wadah kolaborasi antara Hino, regulator, dan operator dalam membangun ekosistem transportasi yang lebih aman dan berkelanjutan.
“Berdasarkan hasil investigasi KNKT, human factor masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Selain itu, kondisi kendaraan dan sistem operasional juga berpengaruh. Karena itu peningkatan kompetensi driver serta manajemen perawatan kendaraan menjadi kunci penting dalam meningkatkan keselamatan transportasi,” jelas Ahmad Wildan, Senior Investigator KNKT (10/4).
Pentingnya Pelatihan Pengemudi dan Manajemen Perawatan Kendaraan

Foto: Solo Sae
Hino dorong keselamatan berkendara bersama KNKT dan Primajasa. Menurut Hino, pelatihan pengemudi dan manajemen perawatan kendaraan sangat penting, sebagai investasi keselamatan.
“Pengemudi kendaraan niaga memiliki tanggung jawab besar. Pelatihan yang berkelanjutan akan meningkatkan kompetensi, kesadaran keselamatan, serta efisiensi berkendara. Selain itu, manajemen perawatan kendaraan yang baik memastikan kendaraan selalu laik jalan dan fitur keselamatan bekerja optimal,” ujar Pieter Andre, Training Division Head PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI).
Sementara itu, dari pihak Primajasa menekankan kualitas kendaraan juga tidak kalah penting selain pelatihan pengemudi dan manajeman perawatan kendaraan.
“Sebagai operator, kami memastikan rekrutmen driver yang selektif, pelatihan berkala, serta penerapan sistem manajemen perawatan kendaraan yang disiplin. Kami juga meningkatkan standar perawatan sesuai standar ATPM, mulai dari prosedur bengkel, fasilitas, hingga peningkatan kompetensi mekanik dan penyediaan inspector kendaraan,” ungkap Direktur Pengembangan Bisnis dan Organisasi PO Primajasa, Bayu Permana.