Leapmotor D19, SUV Mewah Simpel dengan Nilai Value Tinggi

6 May 2026 | 4:16 pm | Rizky Dermawan

Dalam kunjungan Motomobinews ke event pameran otomotif Beijing Auto Show 2026, booth Leapmotor sukses menarik perhatian pengunjung. Salah satu model yang jadi magnet adalah Leapmotor D19, SUV mewah berlivery aneka karakter McDonald’s pada sekujur bodinya.

Kami berkesempatan berbincang langsung dengan Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil National Distributor yang akrab disapa pak Tan. Selaku pimpinan perusahaan agen pemegang merek Leapmotor di Indonesia, pak Tan memberi cukup banyak informasi seputar SUV Leapmotor D19 ini.

Desain Penuh Kehangatan

Kami bertanya perihal tampilan eksterior D19 yang kalem dan sederhana tanpa banyak taburan aksen chrome yang blink-blink. Tak seperti SUV premium lainnya yang tampil ala mobil futuristik. Ternyata setiap model mobil Leapmotor yang dipasarkan di China punya gaya dan bahasa desain yang berbeda.

Trend mobil mewah di China saat ini telah bergeser, konsumen lebih mengutamakan kualitas material dan finishing produksi secara keseluruhan. Tak hanya terpikat pada desain yang rumit atau tampil gemerlap

Seperti halnya pada model MPV flagship D99 yang berbagi platform dengan D19, Leapmotor menerapkan standar mutu tinggi dengan kemasan dan desain yang penuh kehangatan. Leapmotor menyebut sebagai filosofi “warm tech”.

Dengan panjang bodi 5,2 meter, lebar nyaris 2,0 meter, tinggi nyaris 1,8 m serta jarak wheelbase 3110 mm, Leapmotor D19 hadir dalan konfigurasi 6 dan 7 penumpang.

Posturnya yang agak bongsor seukuran BYD Sealion 8, Chery Tiggo 8, Hyundai Santa Fe, Kia Sorento, Mazda CX-80, dan Omoda 9. Bahkan mobil ini digarap semewah Lexus LX dan lebih besar dari BMW X7.

Desainnya yang terlihat tak banyak pernik bukan berarti D19 biasa saja. Justru ada sejumlah fitur unik yang tersembunyi pada desainnya. Lampu utama di bagian depan sudah pakai teknologi canggih Digital Light Processing (DLP), tak lagi pakai lampu LED biasa. Proyektor lampu depan satu juta pixel pada D19 dapat memproyeksikan beraneka gambar animasi cahaya termasuk paus yang sedang berenang saat mobil dihidupkan.

Baca juga :  Leapmotor C10 Siap Diboyong Masuk Pasar SUV EV Indonesia

Sementara di belakang pakai proyeksi layar interaktif ‘Happy Pixels’. Tak hanya berfungsi sebagai lampu sein, rem dan lampu mundur. Proyektor lampu dapat menampilkan ganbar animasi unik dan juga indikator daya baterai saat melakukan pengecasan.

Kualitas kemewahan baru kami rasakan saat masuk ke kabinnya. Jok berbalut kulit semi-Aniline nan lembut dan empuk dilengkapi pengaturan posisi duduk elekrik. Pada baris kedua bahkan dilengkapi fitur pemijat untuk versi captain seat 6-seater.

Ornamen kayu pada panel interior dan lapisan beludru pada plafon benar-benar mewah dan penuh kehangatan.

Teknologi multimedia intetaktif pun jadi poin plus pada D19 yang mengadopsi Smart Cabin. Layar utama pada panel dashboard ukurannya cukup besar yakni 17.3-inci. Layar instrumen ukurannya cuma 10.25-inci, tapi ada layar proyektor augmented reality 60 inci yang menampilkan informasi berkendara secara interaktif dan navigasi real time.

Itu baru kabin depan. Pada kabin baris kedua terpampang layar sarana hiburan ukuran 21.4-inci plus layar kontrol fitur berukuran 6.0-inci untuk penumpang baris kedua dan ketiga.

Kendali seluruh sistem berkendara pada mobil ini memakai dua chip Qualcomm Snapdragon 8797 dengan total daya komputasi 1.280 TOPS. Ya, 1.280 operasi sistem secara simultan perdetik! Sadis…

Sistem audio pada D19 pun menggunakan 23 speaker high end dengan kualitas suara yang jernih. Jika dua sunroof dan tirai kaca otomatis masih dianggap kurang mewah, pada kabin D19 terdapat kulkas mini 8,1 liter.

Baca juga :  Suzuki Hadirkan Ragam Solusi Mobilitas di GIICOMVEC 2026

Volume ruang bagasi D19 standarnya 337 liter, dan bisa dimekarkan menjadi 2677 liter dengan melipat bangku baris kedua dan ketiga hingga rata. Pada versi EV masih ditambah lagi ruang bagasi sebesar 176 liter di balik kap depan yang juga menjadi tempat soket listrik 220 V. Itu baru dari segi tampilan.

Kenyamanan berkendara ditunjang oleh sistem suspensi alloy dual-wishbone di depan dan five links di belakang yang dipadukan dengan sistem peredam ‘Dual-cavity’ air-suspension. Kondisi jalan sejelek apapun tak jadi rintangan. Ayunan suspensi dijamin tetap empuk mengikuti kontur permukaan jalan secara otomatis.

Teknologi Baterai Mutakhir

Leapmotor D19 ternyata tak hanya ada versi listrik (EV), tapi juga hybrid (EREV). Kedua versi tersebut mengakomodir segmen serta selera konsumen yang berbeda.

D19 versi hybrid Extended-Range Electric Vehicle (EREV) menggunakan mesin 1,5-liter turbocharged yang berfungsi sebagai generator pengisi daya baterai. Jadi tak perlu khawatir harus sering mampir SPKLU untuk mengecas daya baterai.

Motor listrik ganda berpenggerak all-wheel drive (AWD) yang dibekalkan menghasilkan daya gabungan 300 kW (402 hp). Baterai lansiran CATL yang ditawarkan merupakan baterai berdaya terbesar di dunia untuk mobil hybrid EREV. Tersedia versi 63,7 kWh dengan jarak jelajah 400 km dan 80,3 kWh dengan daya jelajah mode EV hingga 500 km (CLTC). Jarak jelajah maksimum dalam mode hybrid mencapai 1.180 km-1.300 km!

Berkat sistem kelistrikan 800 V, pengisian daya dari 30 ke 80 persen menggunakan fast charger DC hanya butuh 15 menit. Wah, sangat cepat!

Untuk versi EV lebih mencengangkan lagi. Rancang bangunnya mengusung platform dengan sistem kelistrikan 1.000 V. Cukup 15 menit pengecasan dengan fast charger DC untuk bisa menempuh jatak hingga 350 km.

Baca juga :  Toyota GR 86, Tampil Sexy di Motomobi Karnaval 2026

Tersedia versi dua motor listrik penggerak AWD beroutput 410 kW dengan opsi baterai 99,6 kWh (620 km) dan 115 kWh (720 km). Sedangkan versi tiga motor listrik penggerak outputnya 540 kW dibekali baterai 115 kWh yang jarak jelajahnya mencapai 680 km. Kelebihan dari versi tiga motor yakni cuma butuh waktu sekira 3 detik untuk sprint 0-100 km/jam! Sangat gesit untuk ukuran SUV berbodi besar.

Soal sistem penunjang keselamatan dan bantu berkendara, Leapmotor D19 dibekali sistem ADAS, 28 sensor termasuk LiDAR di atap. Sistem kemudi otonom Navigate On Autopilot (NOA) yang disematkan pada D19 memandu kemudi secara otomatis saat perjalanan jarak jauh di tol. Bahkan saat kondisi darurat, mobil mampu menghindari rintangan mendadak pada kecepatan laju 80-130 km/jam. Mobil ini juga dilengkapi Autonomous Emergency Braking (AEB) yang bekerja pada kecepatan 4-150 km/jam.

Value For Money

Leapmotor D19 varian EREV dipasarkan di China seharga 219.800 yuan atau sekira Rp 550 jutaan untuk versi 400 km. Versi 500 km harganya 239.800 yuan atau sekitar Rp 602 jutaan.

Untuk versi BEV dua motor dibanderol mulai dari 239.800 yuan (Rp 602 jutaan) untuk versi 620 km serta 249.800 yuan (Rp 627 jutaan) untuk versi 720 km.

Varian teratas yakni BEV tiga motor dengan jarak jelajah 680 km dibanderol 269.800 yuan (sekira Rp 677 jutaan).

Label harganya jelas sangat value for money jika dibandingkan dengan konten teknologi serta fitur wah yang ditawarkan. Apakah D19 juga bakal melenggang masuk ke Tanah Air?

 

5 1 vote
Article Rating

Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x