BYD Perkenalkan Blade Battery Generasi Kedua dan FLASH Charging, Isi Daya Mobil Listrik Cuma 9 Menit!

14 October 2026 | 7:10 pm | Firdaus Ali

BYD memperkenalkan Blade Battery generasi kedua dan teknologi FLASH Charging di Indonesia sebagai langkah baru dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik (EV). Kombinasi kedua teknologi ini diklaim mampu mengisi daya kendaraan dari 10% hingga 70% dalam waktu sekitar lima menit dan mencapai 97% hanya dalam sembilan menit pada kondisi suhu normal.

Mengusung konsep “Ready in 5, Full in 9”, teknologi tersebut dirancang untuk menjawab salah satu tantangan utama penggunaan mobil listrik, yakni durasi pengisian daya. Melalui inovasi ini, BYD ingin menghadirkan pengalaman mobilitas listrik yang semakin praktis untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jarak jauh.

Liu Xueliang, Vice President of BYD Co., Ltd. sekaligus General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, mengatakan pengenalan teknologi terbaru ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membawa kemajuan teknologi global lebih dekat kepada konsumen Indonesia.

Sementara itu, Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, menyebut pasar kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) di Indonesia menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data yang disampaikan BYD, pangsa pasar NEV nasional mencapai 26% per September 2026, dengan BYD dan DANZA berkontribusi sekitar 37% terhadap pasar tersebut.

Blade Battery dan FLASH Charging Jadi Andalan BYD

BYD Blade Battery generasi kedua

Blade Battery generasi kedua dikembangkan melalui penelitian selama enam tahun dengan fokus pada peningkatan kepadatan energi, kecepatan pengisian, serta keselamatan. BYD mengklaim kepadatan energi baterai ini meningkat 5%, sekaligus mampu menerima daya pengisian lebih tinggi melalui optimalisasi perpindahan ion dan pengelolaan panas.

Baca juga :  Update Harga Mobil BYD Bulan September 2026

Baterai tersebut menggunakan teknologi FlashPass Ion Transport System yang mengoptimalkan struktur katode, elektrolit, dan anode untuk mengurangi hambatan internal. Pengembangan ini ditujukan agar proses pengisian berlangsung lebih efisien tanpa mengabaikan daya tahan dan keamanan.

BYD juga mengungkapkan bahwa Blade Battery generasi kedua telah melewati serangkaian pengujian keselamatan, termasuk pengujian penusukan paku saat proses FLASH Charging. Menurut perusahaan, pengujian tersebut tidak memicu thermal runaway, asap, maupun api, bahkan setelah 500 siklus pengisian cepat.

Sebagai pendampingnya, FLASH Charging menawarkan daya pengisian hingga 1.500 kW melalui satu konektor. Sistem ini menggunakan desain overhead berbentuk huruf T untuk menjaga kabel tetap menggantung, sehingga lebih mudah digunakan dan tidak menyentuh permukaan yang basah atau kotor.

Teknologi tersebut juga mendukung fitur Plug-and-Charge pada kendaraan kompatibel yang telah mengaktifkan layanan terkait. Dengan demikian, proses autentikasi dapat berlangsung otomatis ketika konektor dihubungkan.

Untuk pasar Indonesia, BYD akan memulai implementasi FLASH Charging di 10 dealer DENZA sepanjang 2026. Perusahaan juga menjajaki peluang kerja sama dengan PLN dan operator infrastruktur pengisian daya untuk memperluas jaringan ke lokasi strategis lainnya.

Dua model premium yang diperkenalkan bersama teknologi ini adalah DANZA New D9 dan DANZA Z9GT. New D9 dibanderol Rp1,08 miliar, dengan tenaga 340 kW dan jarak tempuh hingga 730 km berdasarkan standar NEDC. Sementara itu, DANZA Z9GT ditawarkan seharga Rp2,25 miliar, dengan tenaga hingga 850 kW dan jarak tempuh listrik mencapai 701 km berdasarkan standar yang sama.

Baca juga :  GIIAS Semarang 2026 Siapkan 45 Lebih Kendaraan untuk Test Drive dan Test Ride

BYD juga membuka peluang penerapan teknologi tersebut pada model lain, termasuk BYD M6 EV, yang memerlukan peningkatan perangkat lunak sebelum kemampuan FLASH Charging dapat digunakan.

Melalui pengembangan baterai, pengisian daya ultra cepat, dan infrastruktur pendukung, BYD menargetkan pengalaman berkendara listrik yang lebih efisien, aman, dan nyaman bagi konsumen Indonesia.

0 0 votes
Article Rating

Subscribe
Notify of

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x