Kami mendapatkan First Drive BYD M6 DM-i (Dual Mode) alias PHEV, mobil baru dari BYD Indonesia yang sudah bisa dipesan di dealer.
Kami berangkat dari dealer BYD Harmoni yang terletak di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat yang akan menuju salah satu restoran di kawasan Bogor, kemudian ke BSD dan kembali ke dealer.
Sekilas desain eksterior BYD M6 DM-i sama dengan BYD M6 EV yang sudah beredar, namun jika diperhatikan lebih detail ada perbedaan pada desain grill depan, over fender berwarna hitam dan desain velgnya. Untuk dimensi masih sama.
Awal keberangkatan duduk di jok penumpang depan, tujuannya jelas untuk bisa mengeksplor fitur-fitur yang ada di M6 DM-i. Posisi duduknya cukup nyaman, pengaturan kursi juga sudah elektrik.
Headunitnya cukup besar untuk mengakomodir kebutuhan hiburan, layar kamera 360 dan berbagai fitur mobil. Pengoperasiannya juga cukup mudah. Menariknya, di mobil ini juga masih tersedia beberapa tombol fisik untuk mengatur AC dan beberapa fitur. Kemudian pancel cluster sudah full digital dan transmisi memakai tuas yang posisinya ada di sebelah kanan setir.

Saat mulai perjalanan ke Bogor, kondisi baterai di mobil kami di 95 persen dan bensin diisi full. Karena kondisi jalanan di Jakarta macet, kami menggunakan mode EV, begitu juga saat memasuki jalan tol, kami juga menggunakan mode EV serta mengaktifkan fitur cruise control di kecepatan 60 km/jam.
Hasilnya, sampai di Bogor, mesin bensin tidak terpakai alias menggunakan full EV. Saat menuju BSD posisi duduk pindah ke baris kedua, dan posisi duduknya cukup nyaman. Sayangnya, jok baris kedua hanya bisa diatur senderannya saja, tidak bisa dimajukan dan dimundurkan.
Selain itu, di BYD M6 DM-i yang kami coba juga tidak dilengkapi panoramic sunroof. Meski fitur itu jarang dipakai karena cuaca di Ibu Kota yang panas, namun mengurangi kesan eksklusif mobil tersebut.
Perpindahan dari EV ke Mesin Bensin Terasa Halus

Perjalanan Dirsr Drive BYD M6 DM-i dilanjutkan dari BSD kembali ke dealer BYD Harmoni di Sudirman, kali ini kami menggunakan mode PHEV atau DM. Dikecepatan tertentu, perpindahan dari EV ke mesin bensin hampir tidak terasa, dan menariknya suara mesin yang bekerja tidak terdengar ke kabin interior, menarik.
Secara spesifikasi, BYD Indonesia memang belum merilis secara resmi, namun mobil ini sebenarnya sudah dijual di Cina dengan nama Song Max.
Di sana, BYD M6 DM-i mengadopsi mesin 1.500 cc bertenaga 100 ps dan torsi 126 Nm. Sementara motor listriknya bertenaga 163 ps dan torsi 210 Nm.
Setup tersebut dipadu dengan baterai berkapasitas 18,3 kWh yang menghasilkan range 100 km. Sementara untuk jarak tempuh gabungan mesin bensin dan baterai diklaim bisa mencapai lebih dari 1.000 km.