Kode61 Birdcage, Reinkarnasi Maserati Tipo 61 Versi Modern

26 May 2023 | 11:50 am | Rizky Dermawan

Di antara sederet mobil konsep yang turut dipamerkan di Concorso d’Eleganza Villa d’Este 2023, ada satu mobil yang cukup menarik perhatian, Kode61 Birdcage.

Pembuatnya ternyata adalah Ken Okuyama. Perancang otomotif asal Jepang yang membidani lahirnya Honda NSX. Mantan perancang di biro desain Pininfarina ini pun turut merancang sejumlah model mobil Ferrari termasuk Enzo.

Selepas dari Pininfarina, Okuyama mendirikan biro desain Ken Okuyama Cars. Sejumlah mobil berdesain khusus pun dibuatnya dengan label “KODE” yang merupakan akronim dari Ken Okuyama Design.

Mobil hasil garapan Okuyama terbilang unik. Ia memadukan sasis sportscar dan supercar yang ada di pasaran dengan body hasil rancangannya. Kode garapan Okuyama berbasis dari Lamborghini Aventador. Sedangkan Kode57 menggunakan sasis Ferrari 599.

Kode61 Birdcage, Perpaduan Gaya Klasik dan Modern

Pada Kode61 Birdcage, Okuyama merefleksikan rancang bangun mobil balap Maserati Tipo 61 Birdcage yang diproduksi pada tahun 1959-1961. Tak hanya mencuplik gaya body speedster dengan wajah garang dan fender berukuran besar dari Tipo 61 yang dikemas ulang dengan gaya klasik-modern. Dominasi warna putih dengan kombinasi garis berwana biru pada body Kode61 pun terinspirasi dari livery mobil balap Maserati Tipo 61 dari tim Camoradi yang legendaris.

Konstruksi sasis Kode61 Birdcage pun dibuat menggunakan 200 batang pipa tubular yang dilas menyerupai kerangkeng sangkar burung. Dari sini rupanya asal mula julukan Birdcage.

Baca juga :  Vespa Primavera Batik Satukan Dua Warisan Budaya Indonesia

Pada area interior, Okuyama mengemas dengan gaya ala supercar modern. Panel dashboard bernuansa aluminium nampak kontras dengan aksen serat karbon pada panel interior. Jok balap pada mobil ini pun terpisah oleh konsol tengah berbahan serat karbon.

Perihal spek mesin dan transmisi yang digunakan, Ken Okuyama tidak mengungkapkan kepada publik. Namun dengan konfigurasi mesin berada di depan, Kode61 Birdcage kemungkinan menggunakan basis platform Ferrari Roma, Portofino atau 812 Superfast. Jika benar, maka spek mesinnya tentu saja menggunakan versi 3.9-liter V8 twin-turbo atau 6.5-liter V12.

Seperti halnya seluruh mobil buatan Ken Okuyama, Kode61 Birdcage pun digarap handmade di pabrik milik Ken Okuyama Cars yang berlokasi di Yamagata, Jepang.

Mobil yang hanya dibuat satu unit ini nantinya akan diproduksi sesuai pesanan konsumen. Hanya saja tak disebutkan berapa harga per unitnya. Namun seperti mobil garapan Okuyama terdahulu, untuk satu unit Kode61 Birdcage biayanya bisa lebih dari $2 juta atau hampir Rp 30 miliar.

Maserati Tipo 60/61 ‘Birdcage’

Mobil balap Maserati Tipo 61 Birdcage yang menjadi inspirasi Ken Okuyama merupakan salah satu mobil balap legendaris.

Mobil balap hasil rancangan Giulio Alfieri ini pada awal kemunculannya di tahun 1959 berkode Tipo 60 dengan mesin 4-silinder 2.0-liter. Mobil ini membawa Sir Stirling Moss menjuarai sejumlah laga balap.

Baca juga :  Harga VinFast VF 5 di Indonesia Sudah Resmi Nih!

Tim balap asal Amerika Serikat, Casner Motor Racing Division (CAMORADI) pun tertarik untuk menggunakannya di balap kelas 3000 cc. Maserati pun membekali Tipo 60 dengan mesin 4-silinder 2.9-liter bertenaga 250 hp. Top speed pun meningkat dari 270 km/jam menjadi 285 km/jam. Inilah mobil balap Maserati Tipo 61 Birdcage.

Tipo 61 Birdcage tampil memukau di balap ketahanan 24 Hours of Le Mans 1960. Namun sayangnya gagal finish di menit-menit terakhir akibat masalah mesin. Kekecewaan team Camoradi terbayar lunas saat Tipo 61 menjuarai balap Nūrburgring 1000-Km dua tahun berurutan yakni 1960 dan 1961.

Maserati Tipo 60/61 Birdcage berlaga di 100 laga balap dan meraih juara di periode tahun 1959-1966. Hanya 17 unit Tipo 61 yang pernah dibuat. Bahkan Tipo 60 hanya dibuat sebanyak 6 unit. Tak heran jika harganya kini amat sangat fantastis.

Di tahun 2005 Maserati merayakan 75 tahun lahirnya Tipo 60/61 dengan mobil Birdcage berbasis Maserati MC12. Perancangnya adalah… Ken Okuyama saat masih di Pininfarina.

5 1 vote
Article Rating

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x