Chery Sales Indonesia mengumumkan kehadiran teknologi baru di pasar otomotif Indonesia. Inilah yang disebut Chery Super Hybrid (CSH) yang sangat efisien. Indonesia menjadi negara pertama yang menghadirkan Chery Super Hybrid dengan sistem kemudi kanan (right hand drive).
Di Indonesia, teknologi ini diperlihatkan dalam format Tiggo 8 CSH di Senayan, jakarta (24/03) kemarin.
Chery Super Hybrid adalah sistem penggerak baru yang diklaim menghabiskan satu liter BBM untuk jarak 76 km. Ini lebih irit dari motor bebek Honda Supra yang super irit itu. Kata rekan kami yang pakai Honda Supra.
Kenapa bisa begitu? Seperti biasa, untuk mewujudkan sebuah mobil hybrid harus ada mesin, motor listrik dan baterai. Tiga komponen utama ini yang dioptimalkan untuk menghasilkan kinerja yang efisien.
Mesin ACTECO H4J15
Ini mesin baru yang dikembangkan untuk Chery Group oleh Wuhu Acteco Powertrain. Beberapa hal menarik yang bisa ditarik adalah, thermal efficiency yang mencapai 44,5 persen.
Untuk membandingkan, mesin M20-FXS yang dipakai oleh mobil hybrid Toyota Innova Zenix memiliki thermal efficiency hingga 40 persen.
Selain itu, H4J15 dibekali injektor bertekanan 350 bar yang disemprotkan langsung ke silinder, plus turbocharger. Ribet? Mungkin saja, tapi inilah kemajuan teknologi dan suka atau tidak, pasti akan dimanfaatkan oleh semua pabrikan besar otomotif, nantinya.
“Chery Super Hybrid menjadi sebuah terobosan inovatif khususnya di segmen hybrid, dengan performa lebih bertenaga dan efisiensi energi yang lebih baik dibandingkan hybrid konvensional. Teknologi ini ditenagai mesin canggih dengan torsi hingga 920 Nm dan akselerasi 0-100 km/jam dalam 5,4 detik (di Tiggo 9 AWD),” kata Rifkie Setiawan, Head of Brand Department PT Chery Sales Indonesia.
Stepless Super Hybrid System
Ini mungkin bisa dibilang inti dari teknologi Super Hybrid Chery. Seperti diketahui, hampir semua mobil hybrid buatan Tiongkok menggunakan DHT (Dedicated Hybrid Transmission) untuk menyalurkan tenaga, baik dari penggerak listrik maupun mesin.
Pada Stepless Super Hybrid System DHT, caranya mungkin sama tapi engineer Chery menghasilkan sebuah transmisi yang memiliki efisiensi mekanis hingga 98,5 persen. Menjadikan DHT tersebut bekerja dengan efisien karena meminimalisir hilangnya tenaga mesin saat disalurkan ke roda.
Selain itu, Super Hybrid DHT ini juga diklaim mampu mengakomodir lontaran daya besar secara halus. Ditambah mampu memberikan transisi yang diklaim ‘seamless’ antara EV mode, hybrid atau menggunakan mesin.
Baterai
Chery Super Hybrid menggunakan baterai lithium iron phosphate yang dikembangkan sendiri oleh Chery Automobile.
Baterai tersebut memiliki standar ketahanan IP68 yang tahan air, debu dan suhu hingga 95 derajat celcius.
Kemampuan isi ulangnya juga cukup menarik. 30-80 persen (standar keterisian baterai mobil hybrid) selesai dalam waktu 20 menit. Tentunya diisi ulang oleh mesin mobilnya.
Kemudian tergantung mobilnya, baterai CSH bisa menyediakan jarak tempuh hingga 90 km.
“Secara keseluruhan, Chery Super Hybrid menawarkan High Energy Efficiency, High Performance, High Safety dan High Intelligence yang dihadirkan sebagai bentuk komitmen dan keseriusan kami dalam menghadirkan inovasi teknologi untuk diterapkan pada beberapa produk Chery kedepannya dan ini tidak lain spesial untuk Chery Family di Indonesia,” tambah Rifkie.