Kendaraan elektrifikasi yang rendah emisi gas buang saat ini mulai jadi pilihan utama sebagai moda transportasi. Tak hanya oleh masyarakat umum, tapi juga kepolisian.
Tak hanya polisi di Indonesia yang pakai sepeda motor listrik sebagai kendaraan patroli. Kepolisian Metropolitan Tokyo di Jepang juga mulai menggunakan sepeda motor listrik sebagai tahap uji coba.

Tak tanggung-tanggung, model yang dipilih adalah moge listrik Honda WN7! Kebijakan tersebut sejalan dengan visi Tokyo Zero Emission sekaligus mendukung target pemerintah Jepang yang menetapkan seluruh sepeda motor baru di Tokyo harus bebas bahan bakar fosil pada tahun 2035.
Seremoni serah terima unit Honda WN7 kepada Kepolisian Metropolitan Tokyo berlangsung awal pekan ini bertepatan dengan event lomba lari jarak jauh Hakone Ekiden 2026. Sebanyak empat unit Honda WN7 versi patroli polisi tersebut digunakan melalui skema hibah pinjam pakai.
Tak hanya seremoni serah terima, keempat unit Honda WN7 tersebut langsung bertugas mengawal para pelari yang menempuh jarak 219 km selama dua hari.
Senyap Tanpa Asap
Honda WN7 awalnya merupakan prototype bernama EV Fun Concept yang dipamerkan di EICMA 2024. Versi produksinya yakni WN7 secara resmi diluncurkan oleh Honda dalam event EICMA 2025 yang digelar di Milan, Italia pada November tahun lalu.

Model WN7 ini menjadi sepeda motor listrik ukuran penuh pertama yang dikembangkan Honda untuk masuk ke pasar sepeda motor listrik global. Spek dan tampilannya setara moge sport naked bike kelas 1.000 cc.
Secara visual, Honda WN7 versi unit patroli polisi ini tetap mempertahankan desain standarnya. Namun demikian ada ciri khas dan kelengkapan penunjang khusus tugas kepolisian yang membedakannya dari versi umum yang beredar di pasaran.
Sekujur bodi dilabur warna putih dengan aksen hitam sesuai livery khas unit patroli Kepolisian Metropolitan Tokyo.
Identitas khusus lain yang ditambahkan antara lain lampu strobo depan-belakang, sirine, box penyimpanan perlengkapan di belakang bertuliskan “Police”, serta logo khas Kepolisian Jepang lengkap dengan tulisan kanji di sisi bodi. Sentuhan tersebut membuat tampilannya jadi seperti motor patroli polisi yang bergaya futuristik.

Pemilihan moge listrik sebagai unit patroli polisi bukan sekadar latah ikutan trend. Bodi yang ringkas dan senyap tanpa suara serta tanpa asap membuat Honda WN7 cocok untuk patroli di wilayah Tokyo yang padat.
Bobot standarnya yang sekira 235 kg jauh lebih ringan dari moge 1.600 cc peminum bensin yang biasa digunakan untuk patroli polisi saat ini. Alat kelengkapan penunjang tugas polisi yang dibekalkan pun cuma menambah bobot motor sekira 18 kg.
Soal komponen yang dibekalkan tentu saja berkualitas tinggi. Suspensi depan pakai garpu up-side down Showa SFF-BP dengan rem cakram dan kaliper rem model radial lansiran Nissin. Tak beda dari moge Honda lainnya.
Sebagai sistem penggerak, Honda WN7 dibekali motor listrik berdaya 50kW (67 hp) dengan torsi puncak 100 Nm. Penerus daya ke roda menggunakan sabuk. Selain minim kebutuhan perawatan dan memaksimalkan efisiensi dalam mentransfer torsi ke roda belakang, penyaluran tenaga pun lebih responsif. Nah, setara spek moge 1.000 cc yang beredar di pasaran bukan?
Baterai jenis lithium-ion voltase tinggi berdaya 9,3 kWh berpendingin cairan yang dibopong memiliki jarak tempuh 140 km (siklus uji WMTC).

Lebih dari cukup untuk mengawal para pelari di etape pertama Hakone Ekiden yang jaraknya 21,3 km, dan bagian etape terakhir yang jaraknya 23 km.
Sistem pengisian daya cepat bisa pakai fast charger DC dengan soket CCS2. Hanya butuh 30 menit untuk mengisi ulang baterai dari 20% hingga 80%. Untuk pengecasan daya dengan charger 6 kVA via sumber listrik standar, waktunya tak sampai tiga jam.
Honda WN7 juga memanfaatkan energi regeneratif hasil deselerasi dan pengereman untuk mengisi daya listrik baterai.
Setting tingkatan deselerasi dapat diatur via tuas Deceleration Selector yang ada pada setang bagian kiri. Honda WN7 juga mudah keluar-masuk area parkir yang sempit via fitur Walking Speed Mode. Tuas yang ada di setang sebelah kiri bisa disetel agar motor bisa maju atau mundur perlahan. Ya, Honda WN7 bisa atret, jadi tak perlu repot dorong motor saat hendak keluar dari parkiran.
Siap Dipasarkan
Honda WN7 akan diproduksi di fasilitas manufaktur Honda Kumamoto Factory. Tak cuma untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik Jepang, tapi juga pasar global ternasuk kawasan Inggris dan Eropa.

Estimasi harga unit Honda WN7 di pasar global berada di kisaran Rp 290 juta hingga Rp 291 jutaan. Harga jual di tiap negara atau kawasan tentunya bakal berbeda. Apakah nantinya PT Astra Honda Motor (AHM) bakal memboyong unit moge listrik Honda WN7 ini ke Indonesia?
Namun pastinya untuk versi dengan livery seperti unit patroli polisi Jepang jelas tak dijual bebas. Keren kan?