Tips Menjaga Kualitas Ban Saat Mobil Lama Tidak Dipakai

22 October 2022 | 9:00 am | Rizky Dermawan

Mobil jarang dipakai? Perhatikan kondisi ban dulu sebelum menggunakan kembali. 

Jarang menggunakan mobil sebagai kendaraan harian? Meskipun begitu, jangan lupa selalu lakukan pengecekan kaki-kaki kendaraan seperti cakram, maupun kampas rem yang lebih mudah berkarat pada kendaraan di posisi diam. Sedangkan kampas rem pada ban belakang bisa menjadi lengket karena terlalu lama mencengkram.

Begitu juga kondisi ban. Ban rentan mengalami flat spot. Tapak ban akan mengalami kerusakan yang disebabkan oleh tekanan secara terus menerus di posisi yang sama. Kondisi ban dingin dan lembab karena cuaca juga menjadi penyebab tekanan udara pada ban akan lebih cepat berkurang.

“Secara fisik ban yang mengalami flat spot susah untuk diketahui (karena bagian yang mengalami flat spot berada pada bagian yang berkontak langsung dengan jalanan). Saat mengemudi, Anda bisa merasakan getaran, handling yang tidak nyaman, hingga dentuman halus.” National Sales Manager Passenger Car Radial (PCR) PT Hankook Tire Sales Indonesia, Apriyanto Yuwono.

Untuk itu, perusahaan ban Korea Selatan ini memberikan beberapa tips untuk mencegah flat spot pada ban kendaraan Anda.

Pertama, gunakan penyanggah ban. Dengan cara ini maka ban akan tetap bertahan pada bentuk aslinya. Hal ini bisa mencegah terjadinya flat spot dalam cuaca apapun. Namun, hindari kontak langsung sinar matahari terhadap ban. Karena sinar UV bisa merusak dan membuat ban menjadi kering.

Baca juga :  Deretan Mesin 'Panjang Umur' Andalan Mobil Biasa di Indonesia

Kedua, panaskan kendaraan secara berkala agar mesin tetap bekerja dengan baik, juga kesehatan ban. Gunakan kendaraan Anda berkeliling selama 5 – 7 menit di sekitar rumah. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga suhu ban agar tetap stabil sehingga struktur ban tersebut tidak berubah.

Ketiga, naikan tekanan angin pada ban. Sebelum meninggalkan kendaraan Anda, cobalah untuk menaikan tekanan hingga ±3 psi, atau pastikan tidak melewati batas maksimal rekomendasi dari pabrikan.

Keempat, cek tekanan angin secara berkala. Tekanan yang stabil dapat mengurangi kerusakan yang fatal.

Kelima, cek keausan ban pada simbol TWI (tread wear indicator) secara berkala. Berkurangnya tekanan angin pada ban dapat mempercepat keausan pada ban. Karena, beban yang diterima oleh tapak ban akan menjadi lebih besar sehingga terjadi defleksi ban. Pengecekan ini dapat dilakukan minimal satu minggu sekali.

 

3 2 votes
Article Rating

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x