Jelang Dakar Rally 2026, Julian Johan Siap Latihan di Sahara

28 August 2025 | 6:30 pm | Aldi Prihaditama

Beberapa waktu silam, pereli Julian Johan, mengumumkan akan berpartisipasi pada ajang Dakar Rally 2026. Usai melakukan pendaftaran, kini ia segera melakukan sesi latihan bersama tim asal Perancis, Compagnie Saharienne. Rencananya Latihan tersebut diselenggarakan di Gurun Sahara, Afrika Utara, pada September 2025 nanti.

Hal ini akan melengkapi serangkaian tes yang ia lakukan, sebelum memiliki kemampuan optimal untuk melibas ganasnya gurun pasir Arab Saudi. Di samping itu, latihan di Gurun Sahara juga dimaksudkan agar menopang performa. Mengingat pada kompetisi ini akan jauh lebih berat dari Asia Cross Country Rally (AXCR), yang pernah ia ikuti pada tahun 2023 dan 2024.

Sebelumnya, pada awal Agustus 2025 lalu ia bersama timnya sempat melakukan latihan perdana, di Gumuk Pasir, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sesi tersebut dimanfaatkan untuk membiasakan diri, ketika mengendarai mobil di medan pasir. Sekaligus mencari ritme agar mendapatkan bayangan kondisi nanti di Dakar Rally 2026.

Latihan Awal Pakai Toyota Fortuner

“Jadi kalau kemarin yang di Gumuk Pasir itu latihan pertama. Sebenarnya pada saat latihan kemarin, lokasi itu adalah yang paling menyerupai dengan padang pasir. Karena di Indonesia tidak ada yang seperti itu, jadi kita fokuskan latihan di Gumuk Pasir. Kemarin saya pakai Toyota Fortuner yang dipinjamkan oleh PT Toyota Astra Motor. Mobilnya pun belum ada modifikasi apa-apa, hanya mengganti ban dengan jenis M/T,” papar pria yang akrab disapa Jeje.

Baca juga :  Toyota Sienta Modular Juno Tampil Atraktif dan Modern, Kapan Masuk ke Indonesia?

Untuk porsi latihan di Gurun Sahara nanti, Jeje bakal melakukan beberapa pengujian. Di samping itu, pada kesempatan itu pula, ia akan menggunakan Toyota Land Cruiser 100, kendaraan yang bakal ia besut di Dakar Rally 2026.

Untuk mengikuti reli paling ganas di dunia ini, menurutnya lebih memungkinkan untuk melakukan penyewaan kendaraan dari tim, yang memang sudah memiliki pengalaman. Alasan tersebut juga untuk menghindari beberapa hal terkait regulasi, pengiriman, serta biaya persiapan unit kendaraannya.

Co-driver Asal Perancis

“Pada saat latihan berikutnya akan kita lakukan di Gurun Sahara di Afrika. Latihan di awal September itu sudah menggunakan Toyota Land Cruiser 100, yang sudah disiapkannya dari Perancis. Karena kami belum pernah ikut reli ini, maka lebih baik sewa di satu workshop yang memang sudah langganan ikut Dakar Rally. Sewanya itu sudah termasuk dengan tim support beserta kendaraan, dan  mekanik,” imbuhnya.

Jeje akan ditemani oleh co-driver asal Perancis. Ada beberapa hal yang nantinya akan ia pelajari dalam latihan bersama tim dan co-driver. Tentu terkait adaptasi terhadap mobil yang menggunakan setir kiri. Kemudian belajar teknik menyetir di gurun pasir, termasuk mempelajari navigasi yang menjadi hal penting untuk Dakar Rally.

“Saya memutuskan agar co-driver merupakan orang yang memang sudah pengalaman. Namanya Mathieu Monplaisi, dia juga memiliki pengalaman di Dakar ini,” tutup Jeje.

5 1 vote
Article Rating

Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x