Penjualan pameran Gaikindo 2025

Penjualan Pameran Gaikindo 2025 Tembus 60 Ribu Unit Kendaraan

Penjualan pameran Gaikindo 2025 tembus 60 ribu unit kendaraan. Angka ini tentunya bersifat positif di tengah kondisi ekonomi yang belum optimal.

Anton Kumonty, Ketua Harian Sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh rangkaian pameran otomotif Gaikindo sepanjang tahun 2025.

“Capaian yang tercatat selama rangkaian pameran Gaikindo di tahun 2025 berhasil mencapai penjualan melebihi 60 ribu unit kendaraan, atau secara persentase naik sebesar 14% dibandingkan dengan yang dicatat pameran Gaikindo tahun 2024 lalu. Sebuah capaian yang sangat positif, khususnya untuk catatan industri otomotif Indonesia di tahun ini,” ujar Anton.

Ia juga menambahkan, bahwa dalam capaian tersebut juga termasuk dengan catatan capaian pameran yang bertujuan menciptakan penjualan secara masif, yakni Permata Bank GJAW 2025 pada penghujung November 2025 lalu, yang berhasil mencatatkan penjualan total lebih dari 14 ribu unit kendaraan, naik lebih dari 20% dibandingkan dengan catatan di pameran sebelumnya.

Total Pengunjung Pameran 780 Ribu

Penjualan pameran Gaikindo 2025

Penjualan pameran Gaikindo 2025 mengalami kenaikan 14 persen. Yang membanggakan, total pengunjung yang hadir disemua pameran Gaikindo tembus 780 ribu orang.

“Kami sangat bersyukur atas pencapaian yang telah berhasil dicatatkan seluruh pameran otomotif Gaikindo ditahun ini. Tercatat lebih dari 780 ribu pengunjung hadir pada enam pameran Gaikindo yang berlangsung di seluruh Indonesia, menunjukkan perhatian masyarakat yang masih sangat tinggi terhadap industri otomotif Indonesia,” imbuh Anton.

Keberhasilan pameran Gaikindo di tahun 2025 juga tidak lepas dari partisipasi dan dukungan para merek otomotif kelas dunia yang menjadi peserta pameran, sepanjang rangaian pameran otomotif Gaikindo ditahun ini, berbagai inovasi kendaraan dan teknologi terkini diluncurkan dan diperkenalkan mulai dari Indonesian Premier, Asian Premier, hingga World Premier, menunjukkan antusiasme industri otomotif global terhadap sektor otomotif Indonesia yang terus berkembang.

“Tahun 2025 menjadi tahun yang menantang bagi industri otomotif Indonesia, dan penyelenggaraan rangkaian pameran otomotif merupakan upaya Gaikindo untuk menunjukkan perkembangan dan prestasi industri otomotif Indonesia, serta juga menjadi dorongan untuk pertumbuhannya, kami sangat bersyukur seluruh rangkaian pameran yang kami selenggarakan dapat berlangsung dengan sukses, mencatat hasil yang sangat positif dan berkontribusi terhadap capaian industri tanah air, khususnya untuk catatan di akhir tahun ini,” pungkas Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli.

Penjualan Mobil Indonesia 2025: Tercapaikah Target Gaikindo?

Penutupan pameran Gaikindo Indonesia Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 tidak serta-merta mengubah situasi pasar otomotif nasional. Harapan agar pameran besar tersebut mampu mendorong penjualan menjelang akhir tahun ternyata belum terwujud. Hingga awal November, performa pasar mobil Indonesia masih bergerak melambat, memaksa Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mempertimbangkan penyesuaian target penjualan untuk 2025 sekaligus membuka ruang evaluasi untuk proyeksi 2026.

Di awal tahun, Gaikindo menetapkan target penjualan wholesales sebesar 850.000–900.000 unit, mengacu pada realisasi 2024 yang mencapai 865.000 unit. Namun sepanjang Januari–Oktober 2025, penjualan wholesales justru stagnan dan hanya mencatat 635.844 unit, turun 10,6% year-on-year dibandingkan periode yang sama di 2024 (711.064 unit). Persentase ini baru memenuhi sekitar 70% dari target bawah, menandakan tantangan besar di dua bulan terakhir.

Dari sisi retail, penurunan juga terjadi. Total penjualan retail hingga Oktober 2025 berada di angka 660.659 unit, melemah 9,6% dibandingkan capaian tahun lalu yang mencapai 731.113 unit. Untuk mengejar ketertinggalan, industri harus mendorong penjualan 132.078 unit per bulan selama November–Desember untuk mencapai target wholesales minimal. Sementara di lini penjualan retail, dibutuhkan sekitar 95.000 unit per bulan, sebuah angka yang relatif berat di tengah tingginya tekanan ekonomi terhadap daya beli masyarakat.

Meski merek-merek asal Tiongkok menunjukkan pertumbuhan signifikan dan mulai mendapat tempat di pasar nasional terutama di segmen EV dan SUV kompak, namun kontribusinya belum cukup mengangkat performa pasar secara keseluruhan. Sektor otomotif masih dibayangi isu utama berupa melemahnya daya beli, tingginya beban kredit, serta ketidakpastian kondisi ekonomi secara umum.

Gaikindo pun memastikan akan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh anggota untuk menetapkan target baru yang lebih realistis. Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, menegaskan bahwa revisi target penjualan 2025 hampir pasti akan dilakukan. Keputusan ini diambil untuk menyesuaikan dinamika pasar yang menunjukkan tren penurunan sepanjang tahun.

Sementara itu, penyelenggaraan GJAW 2025 masih membawa sedikit optimisme. Panitia menargetkan tingkat kunjungan melebihi capaian tahun sebelumnya, yakni 148.000–150.000 pengunjung, serta berharap nilai transaksi dapat melampaui Rp5,1 triliun yang dicatatkan pada GJAW 2024. Namun pelaku industri menegaskan bahwa ekspektasi harus tetap terukur, mengingat perubahan tren pasar membutuhkan stimulus yang lebih kuat serta pemulihan ekonomi yang lebih stabil.