peserta giias 2026

Berikut Daftar Peserta GIIAS 2026, Banyak Brand Baru!

Daftar peserta GIIAS 2026 bertambah dari tahun sebelumnya. Kalau ditotal, GIIAS tahun ini diikuti oleh 65 merek yang ada di Indonesia.

Seluruh peserta GIIAS 2026 akan memenuhi total 11 area pameran di ICE BSD-City, Kabupaten Tangerang, termasuk total lebih dari 65 merek peserta mulai dari kendaraan penumpang, kendaraan komersial, sepeda motor, karoseri, dan ratusan merek industri pendukung.

Pada kategori mobil penumpang, sebanyak 43 merek siap berpartisipasi, yaitu:

  • Aletra
  • Audi
  • BAIC
  • BAW
  • BMW
  • BYD
  • Changan
  • Chery
  • Citroen
  • Daihatsu
  • DFSK
  • Ford
  • GAC Indonesia
  • Geely
  • GWM
  • Honda
  • Hyundai
  • Icar
  • Jaecoo
  • Jeep
  • Jetour
  • KIA
  • Leapmotor
  • Lepas
  • Lexus
  • Maxus
  • Mazda
  • Mercedes-Benz
  • MG
  • MINI
  • Mitsubishi Motors
  • Nissan
  • Polytron
  • Subaru
  • Suzuki
  • Solarky
  • Toyota
  • VinFast
  • Volkswagen
  • Volvo
  • Wuling
  • Xpeng
  • Zeekr.

Sedangkan 7 merek kendaraan komersial yang hadir semakin lengkap diantaranya DFSK, Farizon, Hino, Isuzu, Mitsubishi Fuso, SAG, dan UD Trucks.

Sementara bagi para pencinta roda dua, pameran tahun ini dimeriahkan oleh 13 merek sepeda motor terkemuka, mulai dari Alva, Astra Honda Motor, BMW Motorrad, Can-am, Exotic, Harley-Davidson, Kupprum, NUV, Pacific e-bike, Polytron, Royal Enfield, Scomadi, hingga Triumph.

Kemeriahan ini semakin lengkap dengan kehadiran lima industri karoseri besar tanah air, yaitu Adiputro, Laksana, New Armada, Piala Mas, dan Tentrem.

Harga Tiket GIIAS 2026

peserta giias 2026

Peserta GIIAS 2026 semakin bertambah, event ini akan berlangsung mulai 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.

GIIAS juga turut memanjakan para pecinta otomotif dengan menghadirkan program spesial yaitu Presale Tiket 25%. Pada kesempatan khusus ini, masyarakat dapat menikmati penawaran terbaik berupa potongan harga sebesar 25% untuk pembelian tiket masuk secara online melalui aplikasi dan website Auto360 secara terbatas.

Program ini akan berlangsung mulai tanggal 13 Juli 2026, di mana pengunjung berkesempatan membeli tiket GIIAS untuk hari kerja (Weekdays) hanya seharga Rp37.500 dari harga normal yaitu Rp50.000 maupun akhir pekan (Weekends) hanya seharga Rp75.000 dari harga normal Rp100.000.

harga tiket pesale giias 2026

Harga Tiket Presale GIIAS 2026 Mulai Dari Rp 25 Ribu

Harga tiket presale GIIAS 2026 mulai dari Rp 25 ribu dan dijual mulai 1Juli, adapun jumlah tiketnya terbatas dan ada promo diskon 50 persen untuk weekdays dan weekend.

Harga tiket presale ditawarkan dengan harga khusus, yaitu Rp 25.000 untuk hari kerja (weekdays) dari harga normal Rp 50.000, dan Rp 50.000 untuk akhir pekan (weekend) dari harga normal Rp 100.000. Tiketnya bisa dibeli melalui website auto360.

Anton Kumonty selaku Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO menyatakan bahwa GIIAS konsisten menjadi barometer industri otomotif nasional melalui kehadiran berbagai inovasi terkini.

“GIIAS selalu menjadi panggung utama bagi merek-merek global untuk memamerkan kendaraan dan teknologi terbaru mereka, yang menjadikannya magnet kuat bagi para pecinta otomotif di Indonesia. Berdasarkan informasi yang kami terima dari para peserta, akan ada puluhan kendaraan yang siap di launching pada gelaran tahun ini. Hal inilah yang membuat GIIAS 2026 menjadi agenda wajib yang tidak boleh dilewatkan oleh masyarakat,” ujar Anton.

GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) akan kembali digelar pada 29 Juli – 9 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang.

Berikut cara beli tiket presale GIIAS 2026:

  • Masuk ke halaman website www.auto360.id
  • Lakukan registrasi atau masuk (login) ke akun Anda.
  • Pilih menu “Tiket GIIAS 2026” dan tentukan hari serta tanggal kunjungan yang diinginkan.
  • Selesaikan pembayaran melalui berbagai pilihan metode pembayaran digital yang tersedia.
  • E-ticket akan langsung tertera di akun website dan dikirimkan ke alamat email untuk siap digunakan masuk ke area pameran.

GIIAS Series 2026 Hadir di 5 Kota Besar

harga tiket pesale giias 2026

Foto: Seven

 

Selain di ICE BSD Tangerang, GIIAS 2026 juga akan hadir dibeberapa kota besar Indonesia. Hal ini untuk mengoptimalkan industri otomotif nasional.

Rangkaian kedua akan dimulai dengan GIIAS Surabaya pada 26–30 Agustus 2026 di Grand City Convex, Surabaya. Selanjutnya, GIIAS Bandung akan dilaksanakan pada 9–13 September 2026 di Sudirman Grand Ballroom.

Rangkaian berikutnya, GIIAS Semarang, akan berlangsung pada 30 September–4 Oktober 2026 di Muladi Dome, Semarang, dan rangkaian periode 2026 akan ditutup dengan GIIAS Makassar pada 28 Oktober–1 November 2026 di Summarecon Mutiara Makassar.

Selain rangkaian di tahun ini, GIIAS juga berkomitmen untuk memperluas jangkauan pameran dengan menambah satu kota baru yang akan diselenggarakan pada awal tahun depan. GIIAS Bali dijadwalkan hadir pada 27–31 Januari 2027 di The Meru Sanur, Bali, sekaligus menjadi destinasi baru yang melengkapi kesuksesan rangkaian pameran otomotif GIIAS ke wilayah Indonesia bagian timur.

GAIKINDO Usulkan Insentif Untuk Semua Jenis Kendaraan

Industri otomotif nasional kembali mendapat angin segar setelah Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Perindustrian, dalam menjaga pertumbuhan dan daya saing sektor otomotif di Tanah Air.

Menurut GAIKINDO, pemerintah selama ini konsisten menghadirkan berbagai kebijakan strategis, mulai dari insentif fiskal, fasilitas investasi, hingga forum komunikasi dengan pelaku industri. Langkah tersebut dinilai mampu menjaga keberlangsungan industri otomotif di tengah berbagai tantangan, mulai dari pandemi COVID-19, transisi menuju elektrifikasi, hingga dinamika ekonomi global.

Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, mengatakan bahwa hubungan pemerintah dengan industri otomotif dibangun melalui komunikasi terbuka dan kebijakan yang berkesinambungan.

Salah satu bentuk dukungan yang diapresiasi adalah fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS). Selama periode Juli 2008 hingga Desember 2025, skema tersebut telah dimanfaatkan oleh 74 perusahaan, dengan 57 di antaranya berasal dari industri otomotif. Fasilitas ini memungkinkan pembebasan bea masuk untuk impor bahan baku dan komponen yang belum diproduksi di dalam negeri sehingga mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi.

Selain itu, kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) juga dinilai berperan penting dalam menjaga permintaan kendaraan domestik. Program tersebut dimanfaatkan oleh berbagai produsen otomotif seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi, Suzuki, Nissan, hingga Isuzu yang telah memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Di sisi lain, implementasi Program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 Tahun 2021 turut mendorong investasi baru di sektor kendaraan elektrifikasi. Program ini mencakup kendaraan Low Cost Green Car (LCGC), Hybrid Electric Vehicle (HEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV).

GAIKINDO juga menilai forum komunikasi antara pemerintah Indonesia dan Jepang, seperti Indonesia–Japan Automobile Dialogue serta Biofuel Co-Creation Task Force Meeting, telah menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat pengembangan biofuel sekaligus mempererat kerja sama industri otomotif kedua negara.

Melihat besarnya kontribusi industri otomotif terhadap perekonomian nasional, GAIKINDO berharap dukungan pemerintah terus diperluas. Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO, Jongkie Sugiarto, mengungkapkan bahwa sejumlah produsen otomotif asal Tiongkok yang mulai berinvestasi di Indonesia juga menginginkan dukungan kebijakan serupa agar dapat menjalankan investasi jangka panjang.

Karena itu, GAIKINDO telah mengusulkan kepada Kementerian Perindustrian agar stimulus insentif tidak hanya diberikan kepada kendaraan elektrifikasi, tetapi juga mencakup kendaraan bermesin konvensional (ICE), Hybrid (HEV), Plug-in Hybrid (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV). Langkah tersebut diyakini mampu menjaga keseimbangan pertumbuhan pasar sekaligus memperkuat daya tarik Indonesia sebagai pusat investasi otomotif di kawasan Asia Tenggara.

Indonesia Jadi Lokasi Uji ASEAN NCAP, Fasilitas Sudah Memadai?

Lolos uji laik jalan serta uji sertifikasi tipe dan spesifikasi teknis kendaraan bermotor adalah salah satu prasyarat yang harus dipenuhi oleh seluruh jenis kendaraan yang ada di Indonesia.

Pengujian dilakukan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB). Fasilitas yang berlokasi di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat tersebut tak hanya berbenah dan meningkatkan mutu sarana serta alat uji yang dimiliki. Pengujian tipe dan sertifikasi kendaraan pun kini semakin diperketat guna menjamin aspek teknis serta kelaikan jalan.

Langkah ini diambil untuk memastikan setiap unit kendaraan yang diproduksi maupun diimpor memenuhi standar keamanan sebelum digunakan oleh masyarakat luas.

Fasilitas Terlengkap di Asia Tenggara

Sebagai catatan, fasilitas pengujian yang merupakan unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan ini merupakan salah satu yang terlengkap di kawasan Asia Tenggara.

Seluruh parameter pengujian telah mengacu pada integrasi regulasi domestik dan global. Penyesuaian ini bertujuan agar standar mutu kendaraan di Indonesia setara dengan kualitas internasional.

Landasan hukum nasional yang digunakan mencakup Peraturan Pemerintah serta berbagai Peraturan Menteri Perhubungan terkait pengujian tipe fisik kendaraan konvensional maupun berbasis listrik. Selain itu, sejumlah regulasi dari dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengenai ambang batas kebisingan dan baku mutu emisi gas buang juga menjadi acuan.

Guna kian meningkatkan mutu standarisasi, BPLJSKB mengadopsi regulasi homologasi dari United Nations Economic Commission for Europe (UNECE). Fasilitas uji ini pun telah memenuhi standar kompetensi ISO/IEC 17025 guna menjamin validitas setiap hasil pengujian kendaraan bermotor kategori M, N, dan O.

Pengujian kualitas dan kelaikan kendaraan yang dilakukan di tempat ini sesuai standar uji ASEAN Mutual Recognition Arrengement (ASEAN MRA). Seluruh produk kendaraan di Indonesia yang telah lolos uji dan memenuhi standar tersebut bisa diakui di seluruh negara ASEAN. Dengan demikian, produk yang diekspor tak perlu lagi diuji di negara tujuan, terutama untuk negara di kawasan Asia Tenggara sebagai pasar ekapor utama.

Lantas, bagaimana dengan uji keselamatan berkendara dan uJi benturan ASEAN NCAP yang selama ini jadi acuan pabrikan otomotif di Asia Tenggara?

Indonesia Bisa Jadi Penyelenggara Uji ASEAN NCAP?

Uji kelaikan dan keselamatan berkendara jadi salah satu bagian dari proses pasca produksi yang tak boleh diabaikan. Kualitas kendaraan yang diproduksi baik kebutuhan pasar domestik maupun ekspor harus selalu terjaga.

Salah satu acuan utama dan barometer kualitas produk kendaraan di kawasan Asia Tenggara adalah uji ASEAN NCAP (New Car Assessment Program for Southeast Asia).

ASEAN NCAP merupakan program penilaian keselamatan kendaraan baru yang berlaku di negara-negara Asia Tenggara. Lembaga ini bertujuan untuk memberikan informasi keselamatan yang transparan kepada konsumen, mendorong produsen meningkatkan standar keselamatan kendaraan, serta menekan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan raya

Penilaian ASEAN NCAP didasarkan pada beberapa kategori utama, yaitu:

Adult Occupant Protection (AOP): Menilai perlindungan terhadap penumpang dewasa saat terjadi tabrakan depan dan samping.

Child Occupant Protection (COP): Mengukur tingkat perlindungan untuk penumpang anak-anak, termasuk kompatibilitas child seat dan sistem ISOFIX.

Safety Assist Technologies (SAT): Menilai fitur keselamatan aktif, seperti: ABS (Anti-lock Braking System), ESC (Electronic Stability Control), Forward Collision Mitigation, Lane Departure Warning, Seatbelt Reminder, dll

Motorcyclist Safety (MS): Aspek tambahan untuk melindungi pengendara motor yang sangat relevan di kawasan ASEAN.

Beberapa syarat sebuah mobil bisa meraih Bintang 5 ASEAN NCAP, yang artinya harus memenuhi beberapa ketentuan penting. Di antaranya:

•Struktur bodi kuat dan stabil saat uji tabrak.
Skor tinggi pada AOP dan COP.

•Dilengkapi fitur keselamatan aktif yang lengkap.

•Memiliki sistem pengingat sabuk pengaman di semua kursi utama.

•Performa airbag dan sistem keselamatan pasif yang optimal.

Mobil yang dinilai akan melakukan uji tabrak depan, samping dan fungsional perangkat keselamatan. Penilaian dilihat dari dampak terhadap dummy yang terpasang di dalam mobil. Selain kuat menahan efek tabrakan, mobil juga harus mampu mencegah kecelakaan sejak awal melalui teknologi keselamatan aktif.

Selama ini uji ASEAN NCAP dilakukan di laboratorium Provisional Crase Crash Centre (PC3) milik Malaysian Institute of Road Safety Research (MIROS). Dua fasilitas uji lainnya yakni Japan Automobile Research (JARI) di Tokyo, Jepang dan China Automotive Technology & Research Center (CATARC) di Tianjin, China.

Namun pada prakteknya, pengujian tidak harus selalu dilakukan di lokasi tersebut. Pengujian bisa dilakukan di lokasi lain bila memang diperlukan. Hal tersebut untuk menghemat biaya yang dikeluarkan oleh pihak pabrikan.

Bagaimana dengan di Indonesia? Pengujian sebenarnya juga bisa dilakukan dilakukan di Indonesia, karena fasilitasnya saat ini sudah tersedia yakni Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB).

Dengan fasilitas dan sarana yang lengkap, rangkaian pengujian untuk menilai kelayakan keselamatan sebuah kendaraan sesuai protokol standar ASEAN NCAP di BPLJSKB tentu sangat memungkinkan.

Jika uji ASEAN NCAP dapat dilakukan di Indonesia, maka mobil produksi Indonesia yanh akan diuji tak perlu harus dikirim ke Jepang atau Malaysia. Biaya pengujian jadi lebih hemat, dan hasil penilaian dapat lebih cepat diakses oleh pihak pabrikan sebagai bahan koreksi untuk ditindaklanjuti.

Sangat ironis jika Indonesia yang merupakan negara dengan industri otomotif terbesar di kawasan Asia Tenggara tapi harus menguji kendaraan di negara lain.

Tentu saja perlu sinergitas dan dukungan penuh dari para pemangku kepentingan termasuk pemerintah dan GAIKINDO agar uji ASEAN NCAP bisa dilakukan di Indonesia secara penuh. Fasilitasnya ada, SDM pun tersedia. Hanya perlu effort yang lebih serius untuk dapat mewujudkannya.

EV Melejit! Penjualan Mobil Listrik RI Geser Dominasi Mobil BBM

Kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai mesin pertumbuhan baru industri otomotif nasional. Lonjakan penjualan yang terjadi sejak tahun lalu diprediksi terus berlanjut hingga 2026. Perubahan preferensi konsumen semakin mengarah pada kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan.

Momentum ini kian menguat seiring kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, serta semakin tipisnya selisih harga antara mobil listrik dan kendaraan bermesin ICE (internal combustion engine). Di sisi lain, peningkatan teknologi baterai yang mampu menjelajah hingga 600 km turut mengurangi kekhawatiran pengguna terhadap range anxiety.

Pangsa Pasar EV Melonjak, ICE Tergerus

Transformasi pasar otomotif nasional terlihat jelas dari pergeseran kontribusi penjualan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, porsi kendaraan ICE turun signifikan dari 99,6% pada 2021 menjadi 78,2% di 2025.

Sebaliknya, segmen battery electric vehicle (BEV) melonjak dari hanya 0,1% menjadi 12,9% di periode yang sama. Tren ini berlanjut hingga Maret 2026, di mana porsi BEV meningkat menjadi 15,6%, sementara ICE turun menjadi 75%.

Dari sisi volume, penjualan BEV tumbuh 96% menjadi 33.146 unit, jauh melampaui pertumbuhan industri otomotif secara keseluruhan yang hanya 1,7%. Sebaliknya, penjualan mobil ICE mengalami penurunan dari 174.776 unit menjadi 156.684 unit.

Hingga akhir 2026, pangsa pasar BEV diproyeksikan menembus kisaran 19–20%, menegaskan peran strategisnya sebagai pendorong utama pertumbuhan industri.

Lonjakan adopsi EV tidak lepas dari berbagai faktor kunci, mulai dari kenaikan harga energi global hingga semakin banyaknya pilihan model di pasar. Saat ini, jumlah model BEV di Indonesia telah mencapai 74 unit, meningkat drastis dibandingkan hanya 11 model pada 2021.

Selain itu, harga EV yang semakin kompetitif dengan kisaran Rp300 jutaan, membuatnya semakin terjangkau bagi konsumen. Total biaya kepemilikan (total cost of ownership/TCO) yang lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar fosil juga menjadi daya tarik utama.

Kebijakan Pajak Baru

Di tengah tren positif ini, pemerintah menerapkan kebijakan baru melalui Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 yang mengatur bahwa kendaraan listrik tidak lagi otomatis bebas dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sejak 1 April 2026.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap memiliki kewenangan untuk memberikan insentif berupa pembebasan atau pengurangan pajak. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah penyesuaian, bukan hambatan, selama diterapkan secara proporsional.

Sejumlah pihak bahkan mendorong penerapan tarif pajak progresif, di mana EV dengan harga tinggi dikenakan pajak lebih besar, sementara model yang lebih terjangkau tetap mendapatkan keringanan guna menjaga daya beli masyarakat.

PHEV sebagai Jembatan Transisi

Selain BEV, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dinilai memiliki potensi besar sebagai solusi transisi menuju elektrifikasi penuh. Dengan kemampuan berkendara menggunakan listrik untuk kebutuhan harian serta mesin konvensional untuk perjalanan jarak jauh, PHEV dianggap cocok untuk kondisi Indonesia yang masih menghadapi ketimpangan infrastruktur pengisian daya.

Saat ini, penjualan PHEV juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, dari hanya 42 unit pada Maret 2025 menjadi 1.521 unit pada Maret 2026. Oleh karena itu, banyak pihak mendorong agar PHEV mendapatkan tambahan insentif guna mempercepat adopsinya.

Dari sisi industri, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB). Hingga kini, tercatat ada 14 perusahaan perakitan mobil listrik dengan kapasitas 409.860 unit/tahun. Kemudian untuk motor Listrik ada 68 produsen dengan kapasitas 2,51 juta unit/tahun. Disusul pasar komersial dengan 9 produsen bus listrik berkapasitas 4.100 unit/tahun. Maka, total investasi di sektor ini telah mencapai Rp25,67 triliun.

Populasi kendaraan listrik nasional pun telah menyentuh 358.205 unit per Maret 2026, dengan pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) di atas 140% dalam lima tahun terakhir.

Pemerintah juga menargetkan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dari minimal 40% hingga 2026, menjadi 80% pada 2030. Langkah ini bertujuan memastikan bahwa investasi EV memberikan nilai tambah maksimal bagi industri domestik.

Sementara itu, pemain global seperti BYD semakin agresif menggarap pasar Indonesia dengan menghadirkan berbagai model dan memperluas jaringan dealer. Hal ini turut mendorong kompetisi yang sehat sekaligus mempercepat adopsi EV di Tanah Air.

Menuju Pusat Produksi EV Global

Dengan dukungan kebijakan yang semakin matang, pertumbuhan permintaan domestik, serta masuknya investasi global, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat produksi kendaraan listrik di kawasan, sekaligus basis ekspor global.

Di tengah dinamika harga energi dunia dan tuntutan pengurangan emisi karbon, EV bukan lagi sekadar tren, melainkan fondasi baru bagi masa depan industri otomotif nasional.

peserta giicomvec 2026

Peserta GIICOMVEC 2026 Siap Tampilkan Produk Unggulan

Peserta GIICOMVEC 2026 siap tampilkan produk unggulan. Total akan ada 14 brand internasional yang akan meramaikan pameran tersebut.

Pameran business-to-business (B2B) khusus kendaraan komersial, GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026, akan dilangsungkan pada 8-11 April 2026. Adapun lokasinya akan berlangsung di Hall B, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

“GIICOMVEC 2026 menjadi bukti nyata bahwa industri otomotif Indonesia memiliki kemampuan mumpuni dalam memproduksi berbagai ragam kendaraan komersial yang spesifik dan adaptif terhadap kebutuhan berbagai sektor industri, tentunya dengan dukungan teknologi terkini. Ketangguhan ini juga dibuktikan melalui angka ekspor yang terus menunjukkan performa positif, yang menandakan bahwa kualitas produksi dalam negeri tidak hanya mampu memenuhi standar global, tetapi juga efektif dalam memaksimalkan penyerapan hasil produksi nasional,” ujar Putu Juli Ardika, selaku Ketua Umum GAIKINDO (31/3).

Sebelumnya, berbagai merek ternama telah memastikan partisipasinya dalam gelaran tahun ini, antara lain:

  • Daihatsu
  • DFSK
  • Foton
  • Hino
  • Isuzu
  • JAC Motor
  • Mitsubishi Fuso
  • Suzuki
  • Toyota
  • Wuling, hingga Guangzi Auto.

Kehadiran total 14 merek global tersebut akan menghadirkan rangkaian kendaraan komersial terbaru yang telah dilengkapi inovasi terkini, mulai dari sistem keamanan mutakhir hingga teknologi manajemen armada berbasis digital yang mempermudah kendali operasional sehari-hari.

Seluruh peserta tidak hanya menampilkan produk unggulan, tetapi juga memperkenalkan berbagai solusi baru yang lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan operasional bisnis saat ini..

Ajang Pertemuan Produsen dan Pembeli Potensial

peserta giicomvec 2026

Peserta GIICOMVEC 2026 akan menampilkan line up dan teknologi terbaru unutk mendukung pemilik bisnis di Indonesia. Selain menampilkan line up kendaraan komersial yang lengkap, GIICOMVEC 2026 juga didukung oleh lebih dari 35 merek industri pendukung yang menawarkan berbagai kebutuhan operasional, mulai dari suku cadang, pelumas, ban, hingga teknologi manajemen armada terbaru.

Kehadiran sektor industri pendukung ini memastikan bahwa para pengusaha bisa mendapatkan solusi perawatan dan pengembangan armada secara menyeluruh dalam satu tempat.

Sebagai pameran bisnis, GIICOMVEC tidak memberlakukan tiket masuk, melainkan membuka kesempatan untuk seluruh pelaku industri dan pebisnis, untuk mendaftarkan diri sebagai trade visitors melalui official website GIICOMVEC 2026 pada laman visitors registration.

GIICOMVEC 2026 akan dikhususkan bagi para pelaku bisnis pada tanggal 8 hingga 10 April 2026, dan terbuka untuk kunjungan publik dihari terakhir penyelenggaraannya pada tanggal 11 April 2026.

giicomvec 2026

GIICOMVEC 2026 Targetkan 11 Ribu Trade Visitors

GIICOMVEC 2026 targetkan 11 ribu trade visitors. Pameran mobil komersil ini akan berlangsung di JIEXPO Kemayoran mulai 8-11 April 2026.

Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026 di dukung penuh oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

“Sebagai pameran yang fokus pada pertemuan bisnis (business-to-business), GIICOMVEC dirancang untuk menjadi jembatan yang mempertemukan industri otomotif nasional dengan para calon pembeli potensial, baik dari dalam maupun luar negeri. Kehadiran pembeli internasional di pameran ini diharapkan dapat membuka jalan yang lebih luas bagi produk kendaraan niaga Indonesia untuk dikenal dan digunakan di lebih banyak negara. Dengan memperluas jaringan pasar melalui pameran ini, angka ekspor tersebut dapat terus bertambah dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap capaian industri kendaraan bermotor Indonesia,” jelas Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika (23/2).

GIICOMVEC 2026 akan menghadirkan merek-merek ternama di Indonesia dari industri kendaraan komersial dan industri pendukungnya, termasuk juga beberapa merek baru yang akan unjuk inovasi, di antaranya;

  • Daihatsu
  • DFSK
  • Foton
  • Hino
  • Isuzu
  • JAC Motor
  • Mitsubishi Fuso
  • Suzuki
  • Toyota
  • Wuling.

Melengkapi penyelenggaraan tahun ini, GIICOMVEC 2026 juga akan menghadirkan area khusus China Pavilion yang menampilkan beragam inovasi terbaru dari para peserta pameran asal Tiongkok. Selain itu, pameran ini juga akan diikuti oleh industri karoseri tanah air dan industri pendukung lainnya.

Kontribusi Ekspor 4 Persen di 2025

giicomvec 2026

Foto: Commercialautoexpo

Adanya GIICOMVEC 2026 tentu saja untuk mendongkrak penjualan domestik dan ekspor di tahun 2026. Jika melihat di tahun kemarin (2025), pencapaian gemilang sepanjang tahun 2025 tercermin dari total pengiriman kendaraan utuh (CBU) ke 93 negara tujuan yang mencapai 518.212 unit, atau meningkat sebesar 9,75% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 472.194 unit.

Sektor kendaraan komersial sendiri menyumbangkan hampir 4% dari total ekspor tersebut atau sebesar 20.326 unit, di mana berbagai kategori kendaraan niaga unggulan Indonesia kini telah menjadi andalan operasional di pasar internasional.

“Pencapaian ekspor yang mencetak rekor di tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa kualitas produksi otomotif Indonesia telah diakui secara global. Peningkatan volume produksi sangat krusial untuk memastikan industri kendaraan Indonesia memiliki basis pasokan yang kuat untuk memenuhi permintaan global yang terus tumbuh, sekaligus memperkokoh posisi kita dalam rantai pasok otomotif dunia,” ujar Putu.

Sebagi tambahan informasi, saat ini angka produksi mobil di Indonesia tercatat berada di kisaran 1,2 juta unit pada tahun 2025 dan diprediksi akan terus berkembang, GAIKINDO optimis penyerapan produksi akan dapat memaksimalkan kapasitas produksi industri otomotif Indonesia yang mencapai angka 2.59 juta unit per tahun.

Respon Gaikindo soal impor mobil India

Respon Gaikindo Soal Impor Mobil India: Kita Juga Mampu!

Berikut respon Gaikindo soal impor mobil India untuk kebutuhan operasional Koperasi Merah Putih. Gaikindo mengungkapkan bahwa anggotanya sanggup memenuhi permintaan pemerintah jika diberi watku yang memadai.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) saat ini beranggotakan 61 (enam puluh satu) perusahaan otomotif dengan total kapasitas produksi 2,5 juta unit kendaraan bermotor roda empat atau pun lebih.  Dan untuk kendaraan komersial kelas menengah ke-bawah atau pick-up selama ini diproduksi oleh beberapa Perusahaan anggota GAIKINDO yakni:

  1. PT Suzuki Indomobil Motor
  2. PT Isuzu Astra Motor Indonesia
  3. PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor
  4. PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors)
  5. PT Sokonindo Automobile (DFSK)
  6. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)
  7. PT Astra Daihatsu Motor.

Secara keseluruhan anggota-anggota GAIKINDO tersebut mempunyai kapasitas produksi untuk jenis kendaraan pick-up mencapai lebih dari 400.000 unit per-tahun yang hingga kini belum dapat dipergunakan secara optimal.

Kendaraan-kendaraan yang diproduksi tersebut umumnya adalah kendaraan dengan penggerak 4×2, dan kendaraan-kendaraan tersebut ini sudah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang cukup tinggi, mencapai lebih dari 40%.

Kendaraan-kendaraan komersial penggerak 4×2 atau jenis pick-up tersebut telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat diseluruh pelosok tanah air.  Hal ini juga berkat dukungan jaringan servis bengkel pelayanan purna jual yang tersebar cukup luas. Sedangkan untuk kendaraan jenis penggerak  4×4 juga dapat diproduksi, namun memerlukan waktu untuk persiapan produksinya.

Total pekerja 1.5 juta orang di seluruh ekosistim industrinya

Respon Gaikindo soal impor mobil India

Respon Gaikindo soal impor mobil India adalah bahwasanya mereka sebenarnya mampu untuk menyuplai mobil komersial untuk kebutuhan operasional Koperasi Merah Putih, dengan catatan diberikan waktu yang memadai.

Dilain sisi, beberapa tahun belakangan ini penjualan kendaraan bermotor dalam negeri sedang tertekan, mencatat angka penjualan dibawah 1 juta unit dalam kurun waktu satu tahun. Namun, angka eksport kendaraan bermotor dari Indonesia ke-93 negara, dapat mencapai lebih dari 518,000 unit.

Terkait dengan rencana impor kendaraan dari India, Putu Juli Ardika selaku Ketua Umum GAIKINDO meyatakan keyakinan GAIKINDO bahwa perusahaan kendaraan bermotor di Indonesia mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

”Sebenarnya anggota GAIKINDO dan juga industri-industri pendukungnya, diantaranya industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, namun memang diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi,” ungkap Putu Juli.

Ia juga menambahkan bahwa bila diberikan kesempatan dan waktu yang memadai maka anggota-anggota GAIKINDO dan Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM) sebagai bagian dari ekosistim Industri Otomotif Nasional diharapkan bisa ikut berpartisipasi untuk memenuhi kebutuhan kendaraan-kendaraan komersial tersebut, sehingga dapat mengoptimalkan kapasitas produksi dalam negeri yang ada serta menghindari terjadinya pengurangan tenaga kerja yang saat ini berpotensi cukup tinggi karena penurunan permintaan pasar dalam negeri selama beberapa tahun belakangan.

nasib insentif mobil listrik di tahun 2026

Nasib Insentif Mobil Listrik di Tahun 2026, Lanjut Atau Stop?

Insentif mobil listrik masih menjadi pembicaraan hangat di Indonesia. Sebab sampai saat ini Pemerintah belum ketok palu mengenai aturan terbarunya.

Sebelumnya, mobil listrik full baterai menjadi salah satu jenis mobil yang memperoleh insentif pajak. Insentif tersebut meliputi bebas PPnBM, PPN DTP 10%, dan bea masuk 0%. Namun, ketiga insentif pajak untuk mobil listrik tersebut resmi berakhir pada 31 Desember 2025 kemarin.

Saat peraturan tersebut masih diberlakukan, mobil listrik CBU mendapat insentif bea nol persen dari seharusnya 50 persen, PPnBM nol persen dari seharusnya 15 persen. Hasilnya, total pajak yang dibayar ke pemerintah pusat dari mobil listrik CBU hanya sebesar 12 persen dari seharusnya 77 persen.

Dilansir dari Bloomberg, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Kemenperin yang juga melibatkan sejumlah APM (Ageng Pemegang Merek) sedang terus membahas secara marathon mengenai kebijakan insentif kendaraan listrik. Ada dua opsi yang nantinya akan diterapkan, yaitu:

  • Opsi pertama

Pembebasan Pajak Barang Mewah (PPnBM) untuk ICE dan Hybrid sebesar 100% untuk ICE di bawah Rp 275 juta, Hybrid dan BEV di bawah Rp 375 juta dan pikap komersial di bawah Rp 275 juta.

Selanjutnya, insentif pada BEV diusulkan berdasarkan penggunaan jenis baterai, di mana EV yang menggunakan baterai berbahan NMC (Nickel Manganese Cobalt) akan dibebaskan PPNnya 100%. Sementara bagi mobil listrik yang menggunakan baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) akan dikenakan diskon 6% setelah dikenai insentif 50%. Aturan ini juga berlaku untuk opsi kedua.

  • Opsi kedua

Pembebasan PPN 100% untuk mobil ICE di bawah harga Rp 275 juta, Hybrid dan BEV di bawah harga Rp 375 juta dan pikap komersial di bawah Rp 275 juta.

Menteri Keuangan Evaluasi Dampak Industri dan Tenaga Kerja

insentif mobil listrik di tahun 2026

Foto: Berita Nasional

Nasib insentif pajak mobil listrik dan mobil hybrid belum terlihat “hilalnya” meski Menteri Perindustrian sudah mengungkapkan opsi draft usulannya. Namun begitu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan mengkaji terlebih dahulu efek untuk industri dan lapangan kerja.

“Saya akan lihat dulu seperti apa. Dan kita akan lihat juga dampak insentif sebelumnya seperti apa. Ke penjualan mobil, ke industri, ke lapangan kerja,” Ungkap Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dikutip dari laman Bloomberg beberapa waktu lalu.

Penjualan mobil listrik triwulan 1 tahun 2026

Penjualan Pameran Gaikindo 2025 Tembus 60 Ribu Unit Kendaraan

Penjualan pameran Gaikindo 2025 tembus 60 ribu unit kendaraan. Angka ini tentunya bersifat positif di tengah kondisi ekonomi yang belum optimal.

Anton Kumonty, Ketua Harian Sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh rangkaian pameran otomotif Gaikindo sepanjang tahun 2025.

“Capaian yang tercatat selama rangkaian pameran Gaikindo di tahun 2025 berhasil mencapai penjualan melebihi 60 ribu unit kendaraan, atau secara persentase naik sebesar 14% dibandingkan dengan yang dicatat pameran Gaikindo tahun 2024 lalu. Sebuah capaian yang sangat positif, khususnya untuk catatan industri otomotif Indonesia di tahun ini,” ujar Anton.

Ia juga menambahkan, bahwa dalam capaian tersebut juga termasuk dengan catatan capaian pameran yang bertujuan menciptakan penjualan secara masif, yakni Permata Bank GJAW 2025 pada penghujung November 2025 lalu, yang berhasil mencatatkan penjualan total lebih dari 14 ribu unit kendaraan, naik lebih dari 20% dibandingkan dengan catatan di pameran sebelumnya.

Total Pengunjung Pameran 780 Ribu

Penjualan pameran Gaikindo 2025

Penjualan pameran Gaikindo 2025 mengalami kenaikan 14 persen. Yang membanggakan, total pengunjung yang hadir disemua pameran Gaikindo tembus 780 ribu orang.

“Kami sangat bersyukur atas pencapaian yang telah berhasil dicatatkan seluruh pameran otomotif Gaikindo ditahun ini. Tercatat lebih dari 780 ribu pengunjung hadir pada enam pameran Gaikindo yang berlangsung di seluruh Indonesia, menunjukkan perhatian masyarakat yang masih sangat tinggi terhadap industri otomotif Indonesia,” imbuh Anton.

Keberhasilan pameran Gaikindo di tahun 2025 juga tidak lepas dari partisipasi dan dukungan para merek otomotif kelas dunia yang menjadi peserta pameran, sepanjang rangaian pameran otomotif Gaikindo ditahun ini, berbagai inovasi kendaraan dan teknologi terkini diluncurkan dan diperkenalkan mulai dari Indonesian Premier, Asian Premier, hingga World Premier, menunjukkan antusiasme industri otomotif global terhadap sektor otomotif Indonesia yang terus berkembang.

“Tahun 2025 menjadi tahun yang menantang bagi industri otomotif Indonesia, dan penyelenggaraan rangkaian pameran otomotif merupakan upaya Gaikindo untuk menunjukkan perkembangan dan prestasi industri otomotif Indonesia, serta juga menjadi dorongan untuk pertumbuhannya, kami sangat bersyukur seluruh rangkaian pameran yang kami selenggarakan dapat berlangsung dengan sukses, mencatat hasil yang sangat positif dan berkontribusi terhadap capaian industri tanah air, khususnya untuk catatan di akhir tahun ini,” pungkas Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli.

lokasi shuttle bus gjaw 2025

Simak Enam Titik Lokasi Shuttle Bus GJAW 2025, Gratis!

Berikut enam titik lokasi shuttle bus GJAW 2025. Adanya fasilitas ini tentu memudahkan masyarakat yang ingin datang ke event otomotif akhir tahun tersebut.

Untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi para pengunjung, Permata Bank GJAW 2025 menyediakan fasilitas shuttle bus gratis dari dan menuju area pameran. Fasilitas ini ditujukan untuk pengunjung yang datang menggunakan transportasi umum seperti Commuter Line, maupun bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi dan memarkir di area parkir tambahan yang telah disediakan.

“Kami ingin memastikan setiap pengunjung dapat menikmati pameran dengan mudah tanpa harus khawatir mengenai akses atau parkir kendaraan. Melalui layanan shuttle bus gratis ini, kami berharap masyarakat dapat datang dengan lebih nyaman dan leluasa menikmati seluruh program dan keseruan yang kami siapkan di Permata Bank GJAW 2025,” ujar Anton Kumonty, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO (18/11).

Berikut enam titik lokasi shuttle bus gratis yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung selama berlangsungnya Permata Bank GJAW 2025:

1. Stasiun Rawa Buntu

Titik lokasi shuttle bus pertama ada di Stasiun Rawa Buntu. Pengunjung yang menggunakan Commuter Line dapat turun di Stasiun Rawa Buntu dan melanjutkan perjalanan ke area pameran menggunakan shuttle bus gratis.

Shuttle bus ini mulai beroperasi pukul 10.00 setiap hari, dengan keberangkatan setiap 30 menit, sehingga memudahkan pengunjung dari berbagai wilayah Jabodetabek untuk menuju lokasi pameran.

2. Edutown2 (Dekat Kampus Prasetya Mulya BSD)

Area ini disiapkan sebagai lokasi parkir tambahan bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi. Shuttle bus dari Edutown 2 mulai beroperasi pukul 10.00 WIB, dengan jadwal keberangkatan setiap 15 menit, memastikan pengunjung dapat tiba di area pameran dengan cepat dan nyaman.

3. AEON Mall BSD

lokasi shuttle bus gjaw 2025

Pengunjung yang ingin berbelanja atau bersantai terlebih dahulu dapat memanfaatkan fasilitas parkir di AEON Mall BSD. Dari lokasi ini tersedia shuttle bus gratis yang beroperasi mulai pukul 10.00 pagi, dengan keberangkatan setiap 30 menit menuju area pameran.

4. The Breeze BSD City

Titik lokasi shuttle bus GJAW 2025 selanjutnya ada di The Breeze BSD City. Shuttle bus gratis dari The Breeze mulai beroperasi pukul 10.00 pagi, dengan jadwal keberangkatan setiap 30 menit, memberikan akses yang mudah dan nyaman menuju ICE BSD City.

5. Pasar Modern Intermoda BSD

Sebagai alternatif parkir tambahan, Pasar Modern Intermoda BSD menyediakan layanan shuttle bus gratis menuju Permata Bank GJAW 2025. Shuttle ini beroperasi mulai pukul 10.00 WIB setiap hari, dengan keberangkatan setiap 30 menit, memudahkan pengunjung yang datang dari area Serpong dan sekitarnya.

6. Bintaro Xchange

Bagi pengunjung yang berasal dari kawasan Bintaro dan sekitarnya, tersedia fasilitas parkir di Bintaro Xchange pada akhir pekan. Shuttle akan beroperasi mulai pukul 10.00 dengan jadwal keberangkatan setiap 60 menit menuju lokasi pameran.

Penjualan mobil listrik triwulan 1 tahun 2026

10 Merek Mobil Terlaris Oktober 2025

Berikut deretan 10 merek mobil terlaris Oktober 2025. Di bulan ke 10 tahun ini, ada pabrikan asal Cina yang merangsek mengalahkan brand otomotif Jepang.

Pasar otomotif di Indonesia memang dinamis, deretan merek mobil Jepang yang selama ini mendominasi kini mulai “terusik” dengan kehadiran mobil dari Cina. BYD misalnya, belum lama ini mereka meluncurkan Atto 1 dengan harga yang mengagetkan, mulai dari Rp 195 juta.

Hasilnya, BYD mampu membukukan distribusi (wholesales) di Oktober 2025 sebanyak 10.593 unit. Mengalahkan Honda, Mitsubishi dan Suzuki. Padahal, di bulan sebelumnya BYD hanya meraih 1.088 unit.

Berikut daftar lengkap wholesales bulan Oktober 2025:

1. Toyota: 20.559 unit
2. Daihatsu: 11.783 unit
3. BYD: 10.593 unit
4. Mitsubishi Motors: 7.620 unit
5. Suzuki: 5.550 unit
6. Honda: 3.647 unit
7. Isuzu: 2.402 unit
8. Mitsubishi Fuso: 2.324 unit
9. Hino: 1.861 unit
10. Chery: 1.560 unit

Insentif Kendaraan Listrik Akan Dievalusi

merek mobil terlaris Oktober 2025

BYD masuk tiga besar merek mobil terlaris Oktober 2025 dengan lini produk mobil listrik yang mendapat insentif dari pemerintah.

Dilansir dari Antara, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bahwa mulai Januari 2026 pemerintah tak memperpanjang insentif untuk mobil berbasis baterai listrik (battery electric vehicle, BEV) dari impor utuh (completely built-up, CBU).

Sebagaimana diketahui Insentif kendaraan liatrik selama ini berupa keringanan bea masuk dan keringanan PPnBM dan PPN.

Insentif tersebut diberikan kepada para produsen mobil listrik impor CBU dengan syarat bahwa para produsen mobil listrik impor CBU tersebut harus melakukan proses produksi di Indonesia.

Komposisi produksinya 1:1. Artinya mereka harus memproduksi mobil di Indonesia dengan jumlah yang sama dengan jumlah mobil lsitrik impor CBU yang mereka masukkan ke Indonesia sebelumnya (seperti ketika mendapatkan insentif).

Saat ini ada enam perusahaan penerima manfaat insentif kemdaraan liatrik. Yaitu:

  • PT National Assemblers (Citroen, AION, dan Maxus)
  • PT BYD Auto Indonesia
  • PT Geely Motor Indonesia
  • PT VinFast Automobile Indonesia
  • PT Era Indusri Otomotif (Xpeng)
  • PT Inchape Indomobil Energi Baru (GWM Ora).

Selanjutnya, Kemenperin mendorong para penerima manfaat insentif dapat merealisasikan produksinya secara domestik. Dalam hal ini produsen otomotif mobil listrik berbasis baterai dalam bentuk utuh untuk memenuhi kewajiban produksinya dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mulai tahun 2026. Dari 40 persen harus secara bertahap naik menjadi 60 persen.

shuttle bus di giias makassar 2025

Ada Shuttle Bus di GIIAS Makassar 2025, Start Dari Pantai Losari

Ada Shuttle Bus di GIIAS Makassar 2025, adapun titik berangkatnya dari Pantai Losari menuju venue di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center.

Bagi masyarakat yang ingin datang tanpa membawa kendaraan pribadi, GIIAS Makassar 2025 menyediakan layanan shuttle bus gratis mulai pukul 11.00 hingga 21.00 WITA. Pengunjung dapat menunggu di titik keberangkatan khusus yang berlokasi di kawasan Pantai Losari, tepatnya di depan Anjungan Bugis. Shuttle akan beroperasi secara berkala untuk memastikan perjalanan menuju lokasi pameran berlangsung lancar dan tepat waktu.

Abiyoso Wietono, selaku Project Director GIIAS, menyampaikan bahwa fasilitas ini merupakan bentuk komitmen penyelenggara untuk menghadirkan pengalaman berkunjung yang lebih menyenangkan bagi masyarakat Makassar dan sekitarnya.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh pengunjung GIIAS Makassar 2025 dapat menikmati pameran dengan mudah dan nyaman. Dengan area parkir yang luas serta shuttle bus gratis dari Pantai Losari, kami berharap akses menuju pameran tidak menjadi kendala, bahkan menjadi bagian dari pengalaman yang menyenangkan,” ujar Abi.

Selain shuttle bus, untuk kenyamanan pengunjung, ada area parkir utama di kawasan Summarecon Mutiara Makassar Convention Center yang mampu menampung hingga 400 kendaraan, baik roda empat maupun roda dua.

Lokasinya yang strategis dan mudah diakses langsung menuju area pameran menjadi nilai tambah bagi pengunjung yang datang dengan kendaraan pribadi. Selain itu, sistem pengaturan parkir yang juga memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh pengunjung selama berada di area pameran.

Harga Tiket GIIAS Makassar 2025

shuttle bus di giias makassar 2025

Shuttle Bus di GIIAS Makassar 2025 tentu memudahkan pengunjung untuk datang ke venue. Lalu berapa harga tiketnya?

Pembelian tiket bisa secara online melalui aplikasi Auto360 dengan harga Rp 15.000 untuk weekdays (Rabu–Jumat) dan Rp 25.000 untuk weekends (Sabtu–Minggu). Tiket juga dapat dibeli langsung di lokasi pameran yang terdapat di ticket box dengan harga Rp 20.000 untuk weekdays (Rabu–Jumat) dan Rp 30.000 untuk weekend (Sabtu–Minggu).

GIIAS Makassar 2025 akan resmi digelar pada 5–9 November 2025. Tahun ini, pameran akan hadir di venue terbaru yang lebih besar dan strategis, yakni Summarecon Mutiara Makassar Convention Center.

harta tiket giias makassar 2025

Harga Tiket GIIAS Makassar 2025 Hanya Rp 10 Ribu

Harga tiket GIIAS Makassar 2025 hanya Rp 10 ribu, promo itu berlaku mulai 15 – 19 Oktober 2025 melalui aplikasi 360. Tak hanya itu saja, ada pula program “buy one get one.”

Para pengunjung dapat memanfaatkan promo tiket terbatas yang tersedia secara online melalui aplikasi Auto360. Program flash sale 24 jam “Buy 1 Get 1” akan berlangsung pada 15–19 Oktober 2025 mulai pukul 17.00 WIB, dengan harga tiket spesial Rp10.000 yang berlaku untuk tiket weekday maupun weekend.

Setelah periode tersebut, tiket reguler dapat dibeli secara online melalui aplikasi yang sama pada 20 Oktober–9 November 2025, dengan harga Rp15.000 untuk weekday (Rabu–Jumat) dan Rp25.000 untuk weekend (Sabtu–Minggu). Tiket juga tersedia secara on the spot di area pameran dengan harga Rp20.000 untuk weekday dan Rp30.000 untuk weekend.

GIIAS Makassar 2025 hadir di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC). Berlangsung pada 5–9 November 2025,

Peserta Lebih Lengkap

harta tiket giias makassar 2025

Harga tiket GIIAS Makassar 2025 sangat ramah di kantong. Menariknya, di tahun ini pesertanya lebih lengkap dengan area pameran juga lebih luas. Untuk kategori kendaraan penumpang akan hadir:

  • BAIC
  • BYD
  • Chery
  • Daihatsu
  • Honda
  • Jaecoo
  • Mitsubishi Motors
  • Suzuki
  • Toyota
  • Wuling.

Sementara dari segmen roda dua, akan turut meramaikan Benelli, Kupprum, Scomadi, dan Royal Enfield. Tak hanya itu, 11 merek industri pendukung otomotif juga akan tampil untuk memberikan pengalaman pameran yang lebih menyeluruh bagi pengunjung.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Kukuh Kumara, menyampaikan bahwa potensi tersebut juga meyakinkan GAIKINDO untuk kembali menyelenggarakan GIIAS di Sulawesi Selatan.

“Kehadiran GIIAS di Makassar menjadi bukti bahwa perkembangan industri otomotif tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi juga tumbuh pesat di kawasan timur Indonesia. Sulawesi Selatan saat ini menempati posisi keenam dengan kontribusi sebesar 4,1% terhadap total penjualan kendaraan nasional pada periode Januari hingga Juli 2025, yang menunjukkan besarnya potensi daerah ini dalam memperkuat pertumbuhan industri otomotif nasional,” ujar Kukuh (15/10).

Menurutnya dengan hadirnya GIIAS Makassar 2025, akan dapat menjadi stimulus yang dibutuhkan untuk memaksimalkan capaian pasar di Indonesia Timur ini.

GIIAS Surabaya 2025 Diramaikan Tujuh Brand Anyar

Pameran otomotif GIIAS Surabaya 2025 resmi dibuka hari ini, Rabu, 27 Agustus 2025. Pameran ini diresmikan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian RI, Setia Diarta. Didampingi oleh Plt Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika. Serta Ketua GAIKINDO, Yohannes Nangoi dan Ketua Penyelenggara Pameran, Rizwan Alamsjah.

“Kementerian Perindustrian mendukung penuh penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2025. Diharapkan acara ini akan melanjutkan dan bahkan memperluas kesuksesan yang telah diraih pada GIIAS 2025 di Tangerang. Sekaligus menegaskan posisi Surabaya sebagai salah satu kota strategis, dalam peta industri otomotif Indonesia,” ujar Setia Diarta.

Potensi Besar Pasar Jawa Timur

Tanpa terasa GIIAS Surabaya sudah mencapai kali ke-10 dalam penyelenggaraannya. Pencapaian GIIAS Surabaya selama ini, tentu tidak terlepas dari dukungan pemerintah. Baik dari Kementerian Perindustrian RI, maupun pemerintah provinsi Jawa Timur.

“GIIAS Surabaya adalah bagian dari upaya GAIKINDO, untuk menghadirkan perkembangan industri otomotif Indonesia kepada masyarakat Jawa Timur. Sebuah pencapaian penting yang tidak mungkin tercapai, tanpa dukungan penuh dari berbagai pihak,” kata Yohannes Nangoi.

Partisipasi dari sejumlah brand baru di GIIAS Surabaya 2025, tentu mendapat sorotan. Hadirnya tujuh brand baru dari kategori kendaraan roda empat dan roda dua, menjadi bukti nyata antusiasme dan potensi pasar otomotif yang besar di wilayah Jawa Timur.

“Yang menjadi bukti bertumbuhnya industri otomotif di Jawa Timur, bahwa di tahun ini terdapat tujuh brand baru yang bergabung di GIIAS Surabaya. Dari kategori kendaraan roda empat dan roda dua. Hal ini menunjukkan potensi pasar yang besar di wilayah ini,” imbuh Nangoi.

Ada 30 Brand Otomotif Turut Meramaikan

GIIAS Surabaya 2025 akan menghadirkan total 30 merek kendaraan bermotor, diantaranya 21 merek kendaraan penumpang. Sedangkan, untuk kendaraan roda dua ada delapan brand yang berpartisipasi. Tak ketinggalan ada 14 brand dari industri pendukung yang meramaikan penyelenggaraan ini.

Selama lima hari penyelenggaraan, GIIAS Surabaya 2025 akan menghadirkan beragam keseruan dan pengalaman otomotif yang sayang untuk dilewatkan. Para pengunjung dapat membeli tiket secara online melalui aplikasi Auto360 dengan harga Rp 25 ribu untuk weekdays (Rabu-Jumat) dan Rp 40 ribu untuk weekend (Sabtu-Minggu). Tiket juga dapat dibeli langsung di lokasi pameran yang terdapat di ticket box Lantai 3 dan lantai Ground, dengan harga Rp 35 ribu untuk weekdays dan Rp 50 ribu untuk weekend.

shuttle bus di giias makassar 2025

Transaksi GIIAS 2025 Mencapai Lebih Dari Rp 11 Triliun

Transaksi GIIAS 2025 mencapai Rp 11,8 triliun. Hasil tersebut bisa disebut kurang memuaskan jika dibandingkan dengan GIIAS 2024 lalu.

Dilansir dari laman bisnis.com, nilai transaksi GIIAS 2025 merosot 37,04% YoY menjadi Rp 11,8 triliun, dibandingkan GIIAS tahun lalu yang digelar pada 18-28 Juli 2024 sebesar Rp 18,75 triliun.

Meski begitu, jumlah kendaraan yang terjual meningkat. Mengacu data Gaikindo, penjualan mobil selama pameran GIIAS 2025 tercatat 38.929 unit, tumbuh 12% (year-on-year/YoY) dibandingkan GIIAS 2024 yang membukukan 34.887 unit.

Jika dilihat dari hasil angka tersebut memang mengherankan, penjualan unit kendaraan tumbuh tapi nilai transaksi merosot. Hal itu disebabkan karena beberapa brand menurunkan harga jual yang cukup drastis dengan dalih promo selama GIIAS 2025 berlangsung.

Salah satu brand yang menjadi daya tarik pengunjung dan industri otomotif di Indonesia adalah BYD. Sebab mereka meluncurkan Atto 1 dengan harga mulai Rp 195 juta hingga Rp 235 juta. Mobil listrik Atto 1 punya jarak tempuh terjauh 380 km, jelas ini membuat pengunjung penasaran.

Selanjutnya ada brand Wuling yang menurunkan harga beberapa line up mereka. Wuling Air EV dilepas mulai Rp160 juta, dari harga normal Rp 184 juta, sedangkan Wuling Binguo EV turun menjadi Rp 196 juta dari sebelum GIIAS 2025 Rp 279 juta.

Sebagai tambahan informasi, Gaikindo mencatat wholesales sepanjang Januari sampai Juli 2025 sebanyak 435.390 unit, turun sekitar 10,1% dibanding periode sama tahun lalu sebesar 484.250 unit. Sementara itu, penjualan ritel juga drop 10,8% menjadi 453.278 unit dari 508.041 unit pada Januari hingga Juli 2024.

GIIAS 2025 Diikuti 60 Merek Otomotif

transaksi giias 2025

Transaksi GIIAS 2025 mencapai Rp 11,8 triliun dengan total peserta 60 brand otomotif yang terdiri atas 40 merek kendaraan penumpang, 4 merek kendaraan komersial, 17 merek sepeda motor, serta 4 perusahaan karoseri.

Sebelumnya, pada GIIAS 2024 diikuti oleh 35 merek mobil penumpang dan komersial, 20 merek sepeda motor, dan 3 karoseri. Luas wilayah pun masih sama sekitar 120.000 meter persegi.

Selain para pemain lama seperti Toyota, Honda, Mitsubishi, Suzuki, Daihatsu, dan Hyundai, GIIAS 2025 juga diramaikan sejumlah merek baru asal China, di antaranya BYD, AION, Aletra, BAIC, Lepas, Geely, Denza, Maxus, Polytron dan Jaecoo.

mobil terlaris bulan juli 2025

20 Mobil Terlaris Bulan Juli 2025, Innova Zenix Jadi Juaranya!

Toyota Innova Zenix Hybrid jadi mobil terlaris bulan Juli 2025. Ini menjadikan mobil MPV ini masih mengukuhkan sebagai yang terlaris di tengah-tengah gempuran mobil Cina.

Maraknya brand otomotif Cina yang masuk ke Indonesia, ternyata brand besar dari Jepang, Toyota masih menjadi yang terlaris di bulan Juli 2025. Lebih spesifik, mobil jenis MPV hybrid yaitu Innova Zenix membukukan angka lebih dari 4 ribu unit.

Selanjutnya, penjualan mobil di Indonesia bulan Juli 2025 naik tipis dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), secara wholesales (distribusi pabrik ke dealer) per Juli 2025, distribusi mencapai 60.552 unit, atau naik 4,8% dibanding bulan sebelumnya. Sementara penjualan retail naik tipis sekitar 1,8 persen dari 61.887 unit menjadi 62.770 unit.

Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto mengatakan pertumbuhan ini salah satu faktornya karena ditopang dari pameran GIIAS 2025 kemarin . Namun dia menegaskan angka persis kontribusi pameran itu sendiri baru terlihat pada bulan berikutnya.

“Ya antara lain (pertumbuhan penjualan Juli karena pameran GIIAS), tapi kan pameran baru berakhir tanggal 3 Agustus. Jadi hasil pameran kayaknya belum kelihatan di angka-angka Juli ya,” jelas Jongkie, beberapa hari lalu.

Daftar 20 Mobil Terlaris Bulan Juli 2025

mobil terlaris bulan juli 2025

  1. Toyota Kijang Innova (Zenix dan Reborn): 4.311 unit
  2. Toyota Avanza: 3.348 unit
  3. Daihatsu Gran Max Pikap: 3.175 unit
  4. Daihatsu Sigra: 2.951 unit
  5. Toyota Calya: 2.525 unit
  6. Suzuki Carry pikap: 2.400 unit
  7. Toyota Rush: 2.400 unit
  8. Honda Brio (Satya dan RS): 2.267 unit
  9. Suzuki Fronx: 2.197 unit
  10. Mitsubishi Xpander (termasuk Xpander Cross): 1.999 unit
  11. Honda HR-V: 1.949 unit
  12. BYD M6: 1.442 unit
  13. Daihatsu Gran Max Blind Van and minibus: 1.416 unit
  14. Daihatsu Terios: 1.375 unit
  15. Toyota Hilux: 1.237 unit
  16. Toyota Fortuner: 1.110 unit
  17. Toyota Agya: 1.057 unit
  18. Isuzu Traga: 947 unit
  19. BYD Sealion 7: 939 unit
  20. Mitsubishi L300 pikap: 877 unit.

Itulah informasi mengenai 20 mobil terlaris bulan Juli 2025. Untuk informasi otomotif menarik lainnya, simak terus motomobinews dan chanel youtube motomobitv.

harga tiket giias 2025

Harga Tiket GIIAS 2025 Cuma Rp 50 Ribu, Banyak Mobil Baru dan Bisa Test Drive!

Harga tiket GIIAS 2025 cuma Rp 50 ribu untuk weekdays dan Rp 100 ribu untuk weekend. Tiket tersebut bisa dibeli melalui onlen Auto360.

Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 akan diselenggarakan pada 24 Juli hingga 3 Agustus 2025 di ICE BSD City, Tangerang, dan akan menghadirkan beragam inovasi otomotif terkini dari berbagai merek dunia.

Berikut daftar tiket Gaikindo Indonesia International Auto Show 2025:

Weekdays

  • Onlen: Rp 50.000
  • Onsite: Rp 100.000
  • VIP: Rp 250.000.

Weekend

  • Onlen: Rp 100.000
  • Onsite: Rp 125.000
  • VIP: Rp 300.000.

“Berdasarkan informasi terkahir, akan ada lebih dari 40 model kendaraan yang dijadwalkan untuk diluncurkan di GIIAS 2025. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya GIIAS sebagai panggung utama industri otomotif untuk memperkenalkan inovasi mereka kepada publik,” ujar Rizwan Alamsjah, Ketua III Gaikindo (15/7).

Peserta GIIAS 2025:

  1. Volvo
  2. Aletra
  3. Astra Financial
  4. Hino
  5. Fuso
  6. UD Trucks
  7. Isuzu
  8. DFSK
  9. Seres
  10. Subaru
  11. Hyundai
  12. Jaecoo
  13. Vinfast
  14. Jetour
  15. Maxus
  16. KIA
  17. GWM
  18. XPENG
  19. Jeep
  20. Citroen
  21. Mercedes-Benz
  22. Nissan
  23. Audi
  24. Volkswagen
  25. GAC Aion
  26. Polytron
  27. Geely
  28. Ford
  29. BMW
  30. Mini Cooper
  31. Toyota
  32. Baic
  33. Honda
  34. Lexus
  35. Pertamina
  36. Daihatsu
  37. Mazda
  38. Chery
  39. Suzuki
  40. MG
  41. Wuling
  42. Mitsubishi
  43. BYD
  44. Laksana
  45. New Armada
  46. Tentrem
  47. Adiputro
  48. Piaggio
  49. Vespa
  50. Aprilia
  51. Motoguzzi
  52. NUV
  53. Wedison EV
  54. KUPPRUM
  55. Scomadi
  56. U-Winfly
  57. ALVA
  58. Pasific & Exotic
  59. Royal Enfield, dan beberapa brand terkenal lain seperti produk aftermarket, lembaga pembiayaan.

GIIAS 2025 The Series Hadir di 5 Kota

harga tiket giias 2025

Harga tiket GIIAS 2025 cuma Rp 50 ribu untuk weekdays dan Rp 100 ribu untuk weekend. Pameran ini juga hadir di kota besar lain.

Setelah pameran di BSD Tangerang, GIIAS The Series akan dilanjutkan ke sejumlah kota. Rangkaian kedua akan dimulai dengan GIIAS Surabaya, yang akan diselenggarakan pada 27-31 Agustus 2025 di Grand City Convex, Surabaya.

Selanjutnya, GIIAS Semarang akan berlangsung pada 24-28 September 2025 di Muladi Dome, Semarang, dan GIIAS Bandung akan dilaksanakan pada 1-5 Oktober 2025 di Sudirman Grand Ballroom, Bandung.

Seri Pameran ini akan ditutup dengan GIIAS Makassar pada 5-9 November 2025 di Sumarecon Mutiara Makassar, yang kembali hadir setelah terakhir kali diselenggarakan pada 2019.