Suzuki XL7 Beta Hybrid Tawarkan Aspek Value for Money

Tepat di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Suzuki memperkenalkan XL7 model terbaru. LMPV tiga baris ini tetap hadir dalam tiga varian, yaitu Alpha Hybrid, Beta Hybrid, dan Zeta. Tak cuma menyuguhkan teknologi mild hybrid saja, tapi juga menawarkan sejumlah fitur modern serta tampilan eksterior yang semakin atraktif.

Biasanya konsumen Tanah Air gemar memilih varian tertinggi dari suatu model kendaraan, atau malah membeli varian bawah untuk menyesuaikan budget. Tapi dengan Suzuki menyediakan varian Beta Hybrid sebagai middle-spec, maka konsumen kendaraan keluarga yang berbekal dana sebesar Rp 300 juta lebih sedikit, tentu punya pilihan baru.

Agar XL7 Beta Hybrid terbaru ini semakin terlihat segar dibanding model sebelumnya, Suzuki telah memberi sentuhan di sejumlah bagian. Karakter SUV tetap dipertahankan pada eksteriornya, namun kini dibalut detail desain yang lebih ‘tenang’. Sehingga cocok digunakan sebagai kendaraan keluarga maupun untuk penunjang aktivitas harian.

Karakter Tetap Dipertahankan

Bagian depannya menggunakan grille berukuran besar, dengan pola horizontal beraksen satin silver, sehingga menghasilkan kesan premium. Bumper depan dengan desain baru, dilengkapi garis tegas dan skid plate bernuansa silver. Untuk mendongkrak pencahayaan saat berkendara, terdapat sepasang LED foglamp. Sedangkan headlamp menggunakan LED yang seolah menyatu dengan grille.

Bagian sisi kendaraan memang tidak banyak berbeda dengan XL7 model sebelumnya. Namun karakter khasnya tetap dipertahankan. Sudah menjadi ciri khas dari setiap Suzuki XL7 ialah adanya overfender yang lebih menonjol, layaknya pada kendaraan SUV. Setiap ruang fender diisi oleh velg Polished Alloy Multi-Spoke ring 16 yang dibalut ban Dunlop Enasave EC300+ berukuran 195/60 R16.

Penyegaran pada bagian belakangnya terpusat pada kombinasi lampu belakang yang diberi sentuhan black accent. Sedangkan bumper belakang tetap mempertahankan skid plate berkelir silver. Kesan sporty semakin mencuat berkat adanya rear spoiler dengan high mount stop lamp.

Interior Dengan Warna Atraktif

Masuk ke dalam kabin, Suzuki juga memberi sentuhan pada desain interior. Kombinasi warna yang atraktif dipadu dengan material soft-touch, utamanya pada bagian dashboard hingga doortrim. Headunit touchscreen berukuran 9 inci menjadi pusat informasi kendaraan dan hiburan selama perjalanan. Tersedia konektivitas smartphone, USB port, Bluetooth, monitor kamera parkir, dan sebagainya. 

Untuk panel instrumen, terdapat kombinasi tampilan analog dengan Multi Information Display (MID) digital, untuk memantau kondisi kendaraan. Kenyamanan pengemudi dan penumpang, ditunjang oleh sistem AC dengan digital touch-panel, ditambah fitur Auto Climate Control with Heater.

Suzuki masih mengandalkan unit K15B 1.5 liter DOHC VVT, yang dipadu dengan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS). Mesin bensin empat silinder tersebut mampu menelurkan 105 PS pada 6.000 rpm, dan torsi puncak 138 Nm di 4.400 rpm.

Tidak Mengesampingkan Aspek Keselamatan

Teknologi SHVS tersebut memakai ISG (Integrated Starter Generator) dan baterai Lithium-Ion Battery 10 Ah. Teknologi ini bertugas sebagai sistem mild hybrid, yang berfungsi membantu mesin bensin pada kondisi tertentu. Tak ketinggalan juga ada fitur Engine Auto Stop.

Sebuah mobil hybrid tak hanya mengedepankan efisiensi bahan bakar saja. Sebab Suzuki XL7 Beta Hybrid tidak mengesampingkan aspek keselamatan berkendara. Oleh karenanya, terdapat ABS dengan EBD, Rear Parking Sensor, Electronic Stability Programme (ESP), Seatbelt Reminder, Hill Hold Control (pada transmisi otomatis), hingga Dual SRS Airbag.

Untuk pasar Jakarta, Suzuki XL7 Hybrid Beta dengan transmisi manual 5-speed, dijual dengan harga Rp 301,9 juta. Sedangkan yang bertransmisi otomatis 4-speed dibanderol seharga Rp 312,9 juta. Anda berminat?

Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro Resmi Meluncur di GIIAS 2026

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kembali memperkuat lini SUV kompaknya dengan meluncurkan Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Sebagai varian flagship terbaru, model ini hadir dengan penyegaran visual dan penambahan fitur keselamatan yang semakin lengkap, sekaligus menawarkan karakter SUV Coupe yang lebih tegas dan premium.

Peluncuran Fronx SGX Hybrid Kuro menjadi respons Suzuki terhadap tingginya minat masyarakat terhadap Fronx sejak pertama kali diperkenalkan pada 2025. Kini, konsumen mendapatkan pilihan baru yang tidak hanya tampil lebih eksklusif, tetapi juga memberikan rasa aman lebih baik selama berkendara.

Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra, mengatakan bahwa pengembangan varian Kuro dilakukan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan desain lebih sporty dengan dukungan teknologi keselamatan yang semakin lengkap.

Identitas Baru Bernuansa Hitam

Nama “Kuro”, yang berarti hitam dalam bahasa Jepang, menjadi identitas utama varian terbaru ini. Karakter tersebut langsung terlihat melalui penggunaan Black Front Grille Garnish yang menggantikan aksen grille sebelumnya.

Sentuhan berwarna hitam pada bagian depan memberikan tampilan yang lebih agresif, maskulin, sekaligus memperkuat karakter SUV Coupe yang menjadi ciri khas Suzuki Fronx. Perubahan ini memang tidak mengubah keseluruhan desain kendaraan, namun berhasil menghadirkan kesan yang lebih premium dan berkelas.

Dipadukan dengan warna eksterior Cool Black, Fronx SGX Hybrid Kuro tampil semakin elegan tanpa meninggalkan kesan sporty yang menjadi daya tarik utamanya.

Dibekali Digital Video Recorder (DVR)

Selain penyegaran desain, Suzuki juga menambahkan Digital Video Recorder (DVR) sebagai fitur standar pada Fronx SGX Hybrid Kuro.

Perangkat ini mampu merekam kondisi di depan kendaraan secara real-time selama perjalanan berlangsung. Rekaman tersebut dapat diakses melalui aplikasi pada smartphone sehingga memudahkan pemilik kendaraan ketika membutuhkan dokumentasi perjalanan maupun sebagai bukti jika terjadi insiden di jalan.

Kehadiran DVR melengkapi berbagai fitur keselamatan yang sebelumnya telah dimiliki Fronx SGX Hybrid, sekaligus memberikan perlindungan tambahan bagi pengemudi.

Di balik kap mesin, Fronx SGX Hybrid Kuro tetap mengusung teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang menjadi salah satu keunggulan utama model ini.

Sistem mild hybrid tersebut membantu meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar sekaligus membuat proses akselerasi terasa lebih halus, tanpa mengurangi karakter berkendara khas mesin bensin Suzuki yang responsif dan nyaman digunakan untuk mobilitas harian.

Kombinasi desain SUV Coupe, efisiensi teknologi hybrid ringan, serta tambahan fitur keselamatan membuat Fronx SGX Hybrid Kuro menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan kendaraan bergaya modern dengan biaya kepemilikan yang tetap kompetitif.

Harga Tetap Kompetitif

Meski hadir sebagai varian tertinggi, Suzuki tetap mempertahankan harga yang kompetitif. Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro dipasarkan dengan banderol Rp333.800.000 (OTR DKI Jakarta).

Selama GIIAS 2026, pengunjung dapat melihat langsung model terbaru ini di booth Suzuki sekaligus mencoba pengalaman berkendara melalui sesi test drive. Kehadiran Fronx SGX Hybrid Kuro memperlihatkan komitmen Suzuki untuk terus menyempurnakan produknya, tidak hanya dari sisi desain, tetapi juga melalui peningkatan fitur keselamatan yang semakin relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Promo Sparepart Suzuki di GIIAS 2026, Banyak Kejutannya!

Mengunjungi booth Suzuki di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 tak hanya menjadi kesempatan melihat jajaran mobil terbaru. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) juga menghadirkan berbagai program purnajual yang sayang untuk dilewatkan, khususnya bagi pemilik kendaraan Suzuki yang ingin melakukan perawatan dengan biaya lebih hemat.

Selama pameran berlangsung, Suzuki memberikan promo menarik berupa diskon hingga 25 persen untuk berbagai Suzuki Genuine Parts (SGP), pelumas Ecstar, Suzuki Genuine Accessories (SGA), hingga merchandise resmi. Program ini menjadi bentuk apresiasi kepada pelanggan sekaligus mengajak pengguna kendaraan Suzuki untuk tetap mengutamakan penggunaan suku cadang asli demi menjaga performa dan keamanan kendaraan.

“Merawat kendaraan secara berkala menggunakan suku cadang asli merupakan investasi untuk menjaga performa, keamanan, sekaligus umur pakai kendaraan. Karena itu, melalui GIIAS 2026 kami ingin memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk memperoleh produk-produk resmi Suzuki dengan penawaran yang lebih menguntungkan,” ujar Christiana Yuwantie, Asst. to Aftersales Department Head of Spareparts PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Diskon Sparepart Asli hingga 25 Persen

Program ini berlaku bagi seluruh pengunjung GIIAS 2026 yang ingin membeli berbagai produk resmi Suzuki. Potongan harga hingga 25 persen diberikan untuk Suzuki Genuine Parts, dengan pengecualian busi dan oil filter. Sementara itu, bagi penggemar merchandise resmi Suzuki, tersedia diskon sebesar 15 persen selama periode pameran.

Promo ini menjadi kesempatan menarik bagi pemilik kendaraan Suzuki yang ingin melakukan perawatan preventif maupun mengganti komponen yang sudah memasuki masa pakainya tanpa harus mengeluarkan biaya lebih besar.

Menggunakan suku cadang asli juga memberikan berbagai keuntungan, mulai dari kualitas yang telah sesuai standar pabrikan, daya tahan yang lebih baik, hingga menjaga performa kendaraan tetap optimal dalam jangka panjang.

Belanja Rp500 Ribu Dapat Voucher

Tak berhenti pada potongan harga, Suzuki juga memberikan keuntungan tambahan bagi pelanggan yang berbelanja selama GIIAS 2026.

Setiap transaksi pembelian Suzuki Genuine Parts, pelumas Ecstar, maupun Suzuki Genuine Accessories dengan nilai minimal Rp500.000 akan memperoleh voucher belanja senilai Rp25.000. Menariknya, voucher tersebut berlaku secara kelipatan sesuai nilai transaksi, selama persediaan masih tersedia.

Program ini tentu memberikan nilai tambah bagi pelanggan yang melakukan pembelian dalam jumlah lebih besar, baik untuk kebutuhan servis berkala maupun pembelian aksesori kendaraan.

Hadiah Souvenir Resmi Suzuki

Suzuki juga menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih menyenangkan melalui pembagian souvenir eksklusif selama pameran berlangsung.

Pengunjung yang melakukan transaksi di atas Rp500.000 berkesempatan membawa pulang souvenir resmi Suzuki sebagai bentuk apresiasi. Hadiah diberikan selama stok masih tersedia sehingga pengunjung disarankan memanfaatkan promo sejak awal penyelenggaraan GIIAS.

Layanan Digital Permudah Perawatan Kendaraan

Selain menghadirkan promo menarik di area pameran, Suzuki terus memperkuat ekosistem layanan purnajual melalui platform digital MySuzuki dan situs resmi Suzuki Indonesia.

Melalui layanan tersebut, pelanggan dapat dengan mudah melakukan booking service, melihat jadwal perawatan berkala, mencari informasi suku cadang asli, hingga memperoleh berbagai informasi mengenai promo terbaru dari Suzuki.

Dengan dukungan layanan digital yang semakin lengkap, Suzuki ingin menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan yang lebih praktis, transparan, dan nyaman bagi seluruh konsumennya.

Bagi pemilik mobil Suzuki yang berencana mengunjungi GIIAS 2026, promo sparepart dan aksesori ini menjadi kesempatan tepat untuk melakukan perawatan kendaraan sekaligus mendapatkan berbagai keuntungan tambahan. Selain menghemat biaya, penggunaan produk resmi Suzuki juga menjadi investasi penting agar kendaraan tetap andal, aman, dan memiliki usia pakai yang optimal.

Warna Ice Greyish Blue Jadi Magnet Baru Suzuki XL7 New Alpha

Pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 menjadi panggung bagi Suzuki untuk menghadirkan penyegaran pada salah satu SUV andalannya, Suzuki XL7 New Alpha. Bukan hanya membawa peningkatan fitur, Suzuki juga memperkenalkan pilihan warna baru Ice Greyish Blue, yang memberikan nuansa lebih modern sekaligus mempertegas karakter premium dari SUV berkapasitas tujuh penumpang tersebut.

Di tengah tren konsumen yang semakin memperhatikan tampilan kendaraan, kehadiran warna baru ini menjadi strategi Suzuki untuk menghadirkan pilihan yang lebih segar. Ice Greyish Blue memadukan nuansa abu-abu dengan semburat biru lembut, menghasilkan karakter yang elegan tanpa kehilangan kesan tangguh khas sebuah SUV.

Berbeda dengan warna-warna konvensional, Ice Greyish Blue mampu memunculkan permainan cahaya yang menarik ketika terkena sinar matahari. Pada siang hari, warna ini terlihat cerah dan modern, sementara pada malam hari tampil lebih eksklusif dengan kesan premium yang kuat. Karakter tersebut membuat XL7 New Alpha tetap tampil menonjol, baik saat digunakan untuk aktivitas harian maupun perjalanan bersama keluarga.

Pilihan warna baru ini juga berpadu harmonis dengan desain eksterior XL7 New Alpha. Grille depan beraksen gelap, lampu LED modern, velg bergaya sporty, roof rail, hingga over fender berwarna hitam semakin memperkuat identitas SUV yang gagah namun tetap elegan. Sentuhan tersebut membuat XL7 New Alpha terlihat lebih berkelas dibandingkan sekadar kendaraan keluarga biasa.

Masuk ke dalam kabin, Suzuki tetap mempertahankan keunggulan XL7 sebagai SUV keluarga yang mengutamakan kenyamanan. Konfigurasi tiga baris kursi menawarkan ruang yang lapang bagi tujuh penumpang, sementara pembaruan pada model terbaru menghadirkan berbagai fitur modern seperti head unit dengan tampilan baru, kamera 360 derajat, dashcam bawaan, hingga beragam fitur konektivitas yang mendukung mobilitas sehari-hari.

Di balik kap mesin, Suzuki masih mengandalkan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang telah menjadi salah satu daya tarik utama XL7. Sistem hybrid ringan ini membantu meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar tanpa mengubah karakter berkendara yang sudah akrab bagi pengguna mobil bermesin bensin. Hasilnya, XL7 New Alpha tetap nyaman digunakan di dalam kota maupun saat menempuh perjalanan luar kota bersama keluarga.

Kehadiran Ice Greyish Blue juga menjadi jawaban bagi konsumen yang menginginkan kendaraan dengan tampilan lebih eksklusif tanpa harus melakukan modifikasi. Warna ini mampu memberikan kesan berbeda sejak pandangan pertama sekaligus meningkatkan nilai estetika kendaraan.

Dipadukan dengan berbagai program penjualan menarik selama GIIAS 2026, termasuk promo pembiayaan dan trade-in, Suzuki XL7 New Alpha semakin menarik untuk dipertimbangkan. Penyegaran melalui warna Ice Greyish Blue membuktikan bahwa Suzuki tidak hanya fokus pada teknologi dan efisiensi, tetapi juga memahami kebutuhan konsumen yang ingin tampil lebih percaya diri dengan kendaraan yang stylish.

Bagi pengunjung GIIAS 2026, Suzuki XL7 New Alpha berbalut Ice Greyish Blue menjadi salah satu model yang layak disempatkan untuk dilihat langsung. Warna baru ini bukan sekadar penyegaran visual, melainkan simbol evolusi XL7 sebagai SUV keluarga modern yang memadukan desain elegan, fitur lengkap, teknologi Smart Hybrid, serta nilai kepemilikan yang kompetitif di kelasnya.

GAIKINDO Usulkan Insentif Untuk Semua Jenis Kendaraan

Industri otomotif nasional kembali mendapat angin segar setelah Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Perindustrian, dalam menjaga pertumbuhan dan daya saing sektor otomotif di Tanah Air.

Menurut GAIKINDO, pemerintah selama ini konsisten menghadirkan berbagai kebijakan strategis, mulai dari insentif fiskal, fasilitas investasi, hingga forum komunikasi dengan pelaku industri. Langkah tersebut dinilai mampu menjaga keberlangsungan industri otomotif di tengah berbagai tantangan, mulai dari pandemi COVID-19, transisi menuju elektrifikasi, hingga dinamika ekonomi global.

Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, mengatakan bahwa hubungan pemerintah dengan industri otomotif dibangun melalui komunikasi terbuka dan kebijakan yang berkesinambungan.

Salah satu bentuk dukungan yang diapresiasi adalah fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS). Selama periode Juli 2008 hingga Desember 2025, skema tersebut telah dimanfaatkan oleh 74 perusahaan, dengan 57 di antaranya berasal dari industri otomotif. Fasilitas ini memungkinkan pembebasan bea masuk untuk impor bahan baku dan komponen yang belum diproduksi di dalam negeri sehingga mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi.

Selain itu, kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) juga dinilai berperan penting dalam menjaga permintaan kendaraan domestik. Program tersebut dimanfaatkan oleh berbagai produsen otomotif seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi, Suzuki, Nissan, hingga Isuzu yang telah memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Di sisi lain, implementasi Program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 Tahun 2021 turut mendorong investasi baru di sektor kendaraan elektrifikasi. Program ini mencakup kendaraan Low Cost Green Car (LCGC), Hybrid Electric Vehicle (HEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV).

GAIKINDO juga menilai forum komunikasi antara pemerintah Indonesia dan Jepang, seperti Indonesia–Japan Automobile Dialogue serta Biofuel Co-Creation Task Force Meeting, telah menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat pengembangan biofuel sekaligus mempererat kerja sama industri otomotif kedua negara.

Melihat besarnya kontribusi industri otomotif terhadap perekonomian nasional, GAIKINDO berharap dukungan pemerintah terus diperluas. Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO, Jongkie Sugiarto, mengungkapkan bahwa sejumlah produsen otomotif asal Tiongkok yang mulai berinvestasi di Indonesia juga menginginkan dukungan kebijakan serupa agar dapat menjalankan investasi jangka panjang.

Karena itu, GAIKINDO telah mengusulkan kepada Kementerian Perindustrian agar stimulus insentif tidak hanya diberikan kepada kendaraan elektrifikasi, tetapi juga mencakup kendaraan bermesin konvensional (ICE), Hybrid (HEV), Plug-in Hybrid (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV). Langkah tersebut diyakini mampu menjaga keseimbangan pertumbuhan pasar sekaligus memperkuat daya tarik Indonesia sebagai pusat investasi otomotif di kawasan Asia Tenggara.

Beredar Teaser Siluet SUV, Apakah ini Suzuki XL7 Facelift?

Suzuki nampaknya bakal meluncurkan model SUV terbarunya. Kabar tersebut merebak setelah pabrikan otomotif berlogo S tersebut secara resmi mengunggah gambar bocoran atau teaser siluet mobil misterius di akun Instagram Suxuki.

Apakah sosok SUV tersebut adalah versi penyegaran terbaru dari Suzuki XL7? Jika benar, persaingan pasar segmen Low SUV (LSUV) tujuh penumpang di Tanah Air bakal makin seru.

Penyegaran Eksterior?

Dalam unggahan video tersebut siluet bodi kendaraan nampak samar dengan latar belakang gelap. Fokus utama pada sorot sepasang lampu utama (headlamp) dengan lampu kabut (fog lamp) di area bumper depan bagian bawah menjadi petunjuk awal.

Dengan slogan “The SUV Redefined”, makin jelas jika ini adalah sosok versi facelift alias penyegaran. Suzuki XL7 memang sudah waktunya untuk dikemas tampilannya agar terlihat lebih modern dan memikat.

Saat ini pihak PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memang masih menutup rapat keran informasi seputar identitas asli dari mobil tersebut. Namun prediksi kuat mengarah pada spyshot yang diduga sosok Suzuki XL7 versi facelift sedang menjalani uji jalan dengan selubung kamuflase.

Dari segi postur dan dimensinya menyerupai Suzuki XL7. Cukup banyak yang memprediksi jika XL7 bakal mengalami ubahan cukup banyak di area depan. Mulai dari grille, lamlu utama hingga bumper depan nampaknya bakal mengalami ubahan desain tampilan.

Upgrade Mesin dan Fitur?

Perihal sektor performa, Suzuki mungkin akan tetap mempercayakan pada mesin 4-silinder 1.500 cc berkode K15B yang sudah teruji. Demikian pula dengan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang sukses menghasilkan konsumsi bahan bakar yang efisien serta menekan emisi gas buang.

Penyegaran pada area eksterior tentu tak lengkap tanpa upgrade pada kemasan gaya maupun fitur interior.

Potensi upgrade fitur prediksinya menguat pada peningkatan ukuran layar utama pada dashboard. Kombinasi warna interior pun namoaknya bakal ada penyegaran. Tentu saja pars konsumen berharap akan ada upgrade fitur keselamatan aktif terintegrasi. Tak hanya tampil makin gaya, tapi juga ounya daya saing yang lebih besar di kelasnya.

Apakah Suzuki bakal segera meluncurkan secara resmi mobil misterius ini dalam waktu dekat? Atau justru PT SIS menunggu momen yang pas di perhelatan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 pada penghujung Juli 2026 nanti? Kita tunggu saja tanggal tayangnya…

Suzuki Hadirkan Ragam Solusi Mobilitas di GIICOMVEC 2026

Bisnis sektor logistik dan layanan publik di berbagai wilayah Indonesia mengalami pertumbuhan cukup pesat. Para pelaku usaha pun butuh kendaraan niaga yang semakin spesifik dan beragam.

Dalam menjawab tantangan tersebut, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menghadirkan solusi mobilitas yang relevan bagi pelaku usaha di ajang GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026. Melalui tema Drive Your Business Forward, Suzuki kian menegaskan posisinya sebagai produsen kendaraan niaga pilihan pelaku usaha di Tanah Air.

Dony Ismi Saputra, Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), menjelaskan, GIICOMVEC 2026 memiliki makna penting bagi Suzuki untuk kembali menegaskan peran kendaraan niaga sebagai bagian utama dari perkembangan usaha, distribusi logistik, serta layanan publik di Indonesia.

“Selama lebih dari 50 tahun hadir di Indonesia, Suzuki terus tumbuh bersama kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha. Melalui tema ‘Drive Your Business Forward’, kami menampilkan beragam solusi kendaraan komersial yang fleksibel dan relevan,” kata Dony di GIICOMVEC 2026.

Karoseri Pilihan Sesuai Kebutuhan Usaha

Di GIICOMVEC 2026, Suzuki Indomobil Sales menampilkan enam referensi model karoseri kendaraan niaga berbasis sasis yang sangat fleksibel untuk berbagai sektor. Mulai dari transportasi publik, distribusi logistik, unit bantuan layanan kesehatan, hingga pelaku UMKM.

Basis model yang menjadi unggulan Suzuki adalah New Carry dan APV. Kedua mobil ini sangat fleksibilitas sebagai basis platform yang dapat diaplikasikan menjadi berbagai versi fungsi kendaraan sesuai kebutuhan.

Salah satu yang cukup menarik adalah New Carry Angkot Concept. Konsep moda transportasi publik modern ini dirancang lebih efisien, adaptif, dan ramah lingkungan. Ini adalah bagian dari visi baru dari Suzuki terhadap kebutuhan mobilitas perkotaan yang semakin dinamis.

Suzuki juga menampilkan New Carry Box MBG dan APV MBG sebagai solusi distribusi program Makan Bergizi Gratis. Kedua model ini dirancang sebagai solusi mobilitas cepat yang mampu menjangkau berbagai wilayah, didukung jaringan purnajual Suzuki yang luas di Indonesia.

Kendaraan unit bantuan layanan kesehatan juga menjadi perhatian Suzuki melalui New Carry Ambulance dan APV Ambulance. Dua model ini memang sudah banyak digunakan di berbagai pelosokTanah Air.

Para pelaku usaha sektor UMKM pun dapat mengambil inspirasi dari konsep New Carry Moko. Konsep mobil toko yang ditawarkan Suzuki ini sangat fleksibel dan efisien dalam hal biaya operasional.

Deputy to 4W Sales & Marketing Director Suzuki, Dony Ismi Saputra, menyebut fleksibilitas sebagai keunggulan utama. “Sasis kendaraan niaga Suzuki memiliki fleksibilitas tinggi agar dapat menyesuaikan berbagai kebutuhan pelanggan,” ujarnya.

Carry dan APV memang terbukti sukses sebagai basis platform kendaraan niaga multiguna. Namun demikian, Suzuki harus lebih inovatif dalam menghadapi persaingan pasar yang kian ketat. Terlebih lagi saat ini mulai marak kendaraan berbasis teknologi elektrifikasi, terutama mobil listrik. Mungkin perlu ada model baru yang dapat menjadi pendukung bahkan calon pengganti kedua model yang telah kondang tersebut.

Perkembangan inovasi desain dan teknologi terus bergerak dinamis dan harus dapat diimbangi dengan cepat.

Program Penjualan

Selama event GIICIMVEC 2026 berlangsung, Suzuki menghadirkan program penjualan yang menarik bagi pengunjung terutama para pelaku usaha.

Pengunjung yang melakukan pemesanan kendaraan selama pameran, berkesempatan memperoleh hadiah berupa uang elektronik senilai Rp 1.000.000 serta merchandise eksklusif.

Para pengunjung juga dapat merasakan pengalaman langsung melalui unit New Carry varian pick-up yang tersedia di area test drive Selain itu, Pengunjung dapat mengeksplorasi performa dan fungsionalitas kendaraan sebelum menentukan pilihan. Peserta test drive juga  mendapatkan merchandise spesial setelah melakukan uji coba.

Selama event GIICOMVEC 2026, Suzuki juga menghadirkan bincang interaktif dengan para pengunjung bersama sejumlah nara sumber di booth Suzuki.

Acara pertunjukan hiburan serta permainan interaktif dengan berbagai hadiah menarik dan exclusive souvenir juga menjadi upaya Suzuki untuk lebih dekat kepada konsumen, terutama para pelaku usaha serta khalayak masyarakat.

Suzuki Recall Burgman 125 EX di Indonesia, Cek Komponen Ini!

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi menjalankan program Product Quality Update yang menyasar skuter premium Suzuki Burgman 125 EX di Indonesia. Program ini menjadi langkah proaktif Suzuki dalam memastikan kualitas dan keselamatan kendaraan tetap terjaga di tangan konsumen.

Dalam kampanye ini, Suzuki mengundang pemilik Burgman 125 EX dengan kriteria tertentu untuk segera melakukan pemeriksaan di Bengkel Resmi. Fokus utama pengecekan berada pada komponen rear brake cable atau kabel rem belakang yang berperan penting dalam sistem pengereman.

Ribuan Unit Terdampak, Ini Periode Produksinya

Program ini menyasar sekitar 2.595 unit Burgman 125 EX yang diproduksi oleh Suzuki Indomobil Motor di fasilitas Tambun I. Unit yang termasuk dalam daftar pemeriksaan merupakan produksi periode 12 Juni 2025 hingga 23 Februari 2026.

Suzuki menekankan bahwa langkah ini bersifat preventif, guna memastikan seluruh unit memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan.

Pemeriksaan difokuskan pada jalur pemasangan kabel rem belakang. Dalam kondisi tertentu, jalur kabel yang kurang optimal berpotensi menyebabkan kabel terjepit, yang dapat merusak lapisan pelindungnya.

Jika tidak ditangani, kondisi tersebut berisiko memicu korosi dan mengganggu performa sistem pengereman. Oleh karena itu, Suzuki siap  melakukan pengecekan menyeluruh, termasuk penyesuaian jalur hingga penggantian komponen bila diperlukan.

Servis Gratis, Pengerjaan Sekitar 90 Menit

Kabar baiknya, seluruh proses pemeriksaan hingga penanganan dilakukan tanpa biaya. Konsumen hanya perlu datang ke Bengkel Resmi Suzuki, di mana teknisi profesional telah siap menangani unit dengan peralatan khusus.

Estimasi waktu pengerjaan sekitar 90 menit, sehingga relatif cepat dan tidak mengganggu aktivitas harian pengguna.

Suzuki mengimbau pemilik Burgman 125 EX untuk segera memastikan apakah unit mereka termasuk dalam program ini. Pengecekan dapat dilakukan melalui nomor rangka (VIN) di situs resmi Suzuki Indonesia. Selain itu, konsumen juga disarankan melakukan booking service terlebih dahulu untuk mendapatkan jadwal yang lebih pasti dan menghindari antrean.

Melalui program ini, Suzuki berkomitmen akan terus menjaga kualitas produk sekaligus memastikan keselamatan pengguna sebagai prioritas utamanya.

Vitara Turbo Hybrid Perkuat Lini SUV Suzuki di Pasar Australia

Pertumbuhan pasar SUV hybrid yang kian pesat di Australia memacu optimisme Suzuki untuk meluncurkan Suzuki Vitara Turbo Hybrid model tahun 2026. Compact SUV ini ditujukan bagi konsumen Negeri Kanguru yang menginginkan mobil dengan konsumsi BBM efisien namun tanpa mengorbankan sektor performa.

Meskipun perkembangan SUV bertenaga listrik murni (EV) cukup pesat, namun masih banyak konsumen yang belum yakin dengan mobil SUV tanpa asap.

Melalui sistem Mild-Hybrid (MHEV), Suzuki Vitara Turbo Hybrid menjembatani peralihan konsumen dari mobil bermesin konvensional ke jenis kendaraan berteknologi elektrifikasi. Suzuki Vitara Turbo Hybrid sekaligus menjadi alternatif pengganti model Vitara bermesin bensin 1.6-liter non turbo.

Mesin Booster Jet Turbo Hybrid

Suzuki Vitara Turbo Hybrid spek Australia dibekali mesin bensin 4-silinder 1.4-liter BoosterJet Turbo sebagai penggerak utama. Sistem hybrid SHVS memanfaatkan motor listrik Integrated Starter Generator (ISG) 48-volt guna membantu kinerja akselerasi awal dan mengoptimalkan penggunaan bahan bakar melalui fitur start-stop.

Kombinasi sistem hybrid yang dibekalkan ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 121 hp. Sedikit lebih rendah dari versi 1.6-liter non turbo yang bertenaga 138 hp. Namun torsinya naik dari 220 Nm menjadi 235 Nm.

Opsi transmisi hanya automatic 6-speed, dengan pilihan sistem penggerak roda depan (2WD) atau sistem penggerak empat roda AllGrip AWD.

Suzuki mengklaim konsumsi BBM Vitara Turbo Hybrid cukup ekonomis yakni 5,8 liter/100 km atau setara 17,24 km/liter untuk versi 2WD dan 5,9 liter/100 km atau sekira 16,95 km/liter untuk versi AllGrip AWD.

Upgrade Fitur

Untuk varian standar 2WD, interior tak beda jauh dari versi terdahulu yang bermesin 1.6 liter non turbo. Panel instrumen analog dan tombol fisik masih dipertahankan agar lebih mudah dioperasikan saat berkendara.

Nah, bedanya yakni layar head unit sudah pakai layar sentuh ukuran 7-inci. Fitur kamera parkir di belakang, kontrol AC otomatis dan adaptive cruise control, Autonomous Emergency Braking (AEB), Lane-keep assist, Blind-spot monitoring, Rear cross-traffic alert serta sensor parkir depan dan belakang jadi fitur standar. Sistem audio dilengkapi 4 buah speaker.

Untuk versi AllGrip, fiturnya lebih lengkap Mulai dari atap panoramik, interior lapis kulit sintetis, layar sentuh 9-inci dan sistem audio dengan 6 speaker serta Drive Mode selector.

Harga dan Warna

Vitara Turbo Hybrid varian 2WD hadir dalam tiga pilihan warna, yaitu Putih, Cosmic Black Pearl Metallic dan Titan Dark Grey Pearl Metallic.

Varian AllGrip opsi warna eksteriornya lebih beragam. Selain warna single tone Putih dan Titan Dark Grey, tersedia opsi dual-tone, yakni Savanna Ivory Metallic serta Ice Greyish Blue Metallic yang dipadukan dengan atap bernuansa hitam Cosmic Black Pearl.

Untuk warna Putih tidak dikenakan biaya extra. Sedangkan untuk opsi warna Titan Dark Grey Pearl Metallic, dan Cosmic Black Pearl Metallic dikenakan biaya extra sebesar AU$ 745 atau sekira Rp 8,9 jutaan. Opsi warna dual-tone dikenakan biaya extra sebesar AU$ 1.345 atau sekitar Rp 16 jutaan.

Untuk pasar Australia, Suzuki Vitara Turbo Hybrid harganya mulai dari AU$ 39.990 atau sekitar Rp 477 jutaan untuk versi 2WD. Sedangkan untuk versi AllGrip AWD, label harganya mulai dari AU$ 45.990 atau sekitar Rp 549 jutaan. Seluruhnya harga OTR Australia.

Strategi Suzuki di Tengah Transisi Elektrifikasi

Peluncuran Suzuki Vitara Turbo Hybrid menunjukkan strategi realistis Suzuki dalam menghadapi era elektrifikasi. Dengan mengusung teknologi mild-hybrid, model ini menawarkan keseimbangan antara efisiensi bahan bakar, performa turbo, dan kepraktisan SUV kompak. Bagi pasar Australia yang masih berada dalam fase transisi dari mesin konvensional ke kendaraan listrik penuh, Vitara Turbo Hybrid menjadi alternatif menarik yang rasional sekaligus futuristis.

Trio Hybrid Suzuki Yang Hemat Bahan Bakar 

Berbicara tentang mobil hybrid di Indonesia, nama Suzuki mungkin bukan yang paling sering muncul pertama kali. Tapi diam-diam, pabrikan berlogo “S” ini sedang meracik langkah yang cukup matang lewat tiga jagoan elektrifikasinya: All New Ertiga Hybrid Cruise, New XL7 Hybrid, dan Grand Vitara.

Ketiganya hadir dengan karakter yang benar-benar berbeda, tapi tetap membawa benang merah yang sama: efisiensi bahan bakar, kenyamanan keluarga, dan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang makin disempurnakan.

Ertiga Hybrid Cruise

Mari mulai dari yang paling familiar: All New Ertiga Hybrid Cruise. Mobil keluarga satu ini sudah lama jadi primadona di segmennya, tapi versi Hybrid Cruise membawa napas baru.

Tampilan luar dibuat makin segar dengan sentuhan sporty, sementara di balik kap mesinnya tersimpan kombinasi mesin bensin 1.5 liter dengan ISG (Integrated Starter Generator) dan baterai lithium-ion. Teknologi ini bukan cuma bikin konsumsi bensin lebih irit, tapi juga membuat perpindahan tenaga terasa halus, terutama saat stop & go di kemacetan kota besar.

Suspensinya tetap nyaman, khas Ertiga, dan kabinnya lega untuk keluarga yang suka road trip. Fitur cruise control pada varian ini juga terasa pas untuk perjalanan luar kota yang panjang.

New XL7 Hybrid

Naik sedikit ke segmen LSUV, Suzuki punya New XL7 Hybrid, mobil yang diciptakan untuk pengemudi yang ingin sedikit rasa petualangan tanpa mengorbankan efisiensi. Dibanding Ertiga yang lebih kalem, XL7 tampil lebih gagah dengan ground clearance tinggi dan desain fascia lebih tegas.

Bagian hybrid-nya menggunakan teknologi yang sama, tapi sensasi berkendaranya berbeda. XL7 lebih mantap saat diajak melibas jalan tidak rata, dan kabinnya punya nuansa lebih maskulin berkat aksen gelap dan layout kursi yang fleksibel.

Mobil ini cocok buat mereka yang doyan aktivitas outdoor, tapi tetap butuh mobil keluarga harian yang hemat dan mudah dirawat.

Suzuki Grand Vitara

Terakhir, ada si premium yang jadi pusat perhatian baru Suzuki: Grand Vitara Hybrid.

Setelah lama tidak terdengar, nama Vitara kembali dengan konsep modern yang stylish. Dari luar, mobil ini tampak jauh lebih berkelas—grille lebar, DRL tajam, dan proporsi bodi yang gagah.

Masuk ke dalam, atmosfernya langsung terasa berbeda. Material kabin lebih solid, layar infotainment besar, panoramic sunroof, dan berbagai fitur keselamatan modern membuat Grand Vitara naik kelas dibanding dua hybrid Suzuki lainnya.

Meski sistem hybrid-nya masih SHVS, tuning-nya dibuat lebih responsif sehingga akselerasi terasa lebih bertenaga untuk penggunaan harian maupun perjalanan panjang.

Ketiga mobil hybrid Suzuki ini membawa satu pesan yang cukup jelas: elektrifikasi tidak selalu harus mahal, rumit, atau menuntut pengisian daya khusus.

Suzuki lebih memilih jalur praktis namun tetap memberikan manfaat nyata seperti hemat bensin, emisi lebih rendah, dan pengalaman berkendara yang lebih halus. Bagi konsumen Indonesia yang mulai penasaran dengan teknologi hijau tapi tetap ingin mobil yang mudah dirawat dan harganya bersahabat, trio hybrid Suzuki ini bisa jadi paket lengkap yang pas.

Di tengah persaingan industri otomotif yang makin panas, kehadiran Ertiga Hybrid Cruise, XL7 Hybrid, dan Grand Vitara bukan sekadar strategi mengikuti tren, namun bagian dari evolusi karakter Suzuki: sederhana, tangguh, dan selalu relevan dengan kebutuhan pengguna di Indonesia.

 

 

Suzuki Grand Vitara Tampil di GJAW 2025 Dengan Warna Baru

Pameran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang jadi momen bagi PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) untuk menampilkan model Suzuki Grand Vitara versi penyegaran terbaru.

Sejumlah pembaruan minor seputar area eksterior dan interior membuat SUV andalan Suzuki ini terlihat lebih fresh dan makin stylish dibandingkan model sebelumnya.

Dony Ismi Saputra, Deputy Sales and Marketing Managing Editor PT SIS mengatakan bahwa perubahan minor pada Grand Vitara diharapkan bisa memberi nilai lebih dan mampu memikat para konsumen penyuka SUV di Tanah Air.

“Melalui peluncuran Grand Vitara minor change kami berkomitmen untuk memberikan peningkatan nilai tambah yang telah disesuaikan dengan masukan dan kebutuhan pasar,” papar Dony Ismi saat acara launching Suzuki Grand Vitara di ICE BSD, Tangerang, Jumat (21/11).

Tampil Lebih Fresh

Pada area eksterior, Suzuki Grand Vitara kini hadir dengan opsi warna baru hitam kemilau Pearl Cave Black yang bernuansa elegan. Desain velg baru yang lebih sporty bikin gaya tampilan makin eyecatching.

Saat masuk dalam kabin, penyegaran di bagian interior ternyata cukup banyak. Pada dashboard kini dilengkapi layar MID digital TFT berukuran 7 inci. Jok kini pakai bahan yang lebih lembut dan dilengkapi ventilasi yang bisa diatur. Fitur baru yang diimbuhkan antara lain Electronic Parking brake dan pencahayaan lampu LED di bagian dalam kabin.

Sektor performa Suzuki Grand Vitara masih tetap dengan mesin bensin 4-silinder 1.462 cc K15C berteknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki atau SHVS dengan output tenaga 103 hp dan torsi 136,8 Nm.

Sejumlah fitur lainnya seperti panaromic sunroof, layar proyeksi head-up display (HUD) dan fitur bantu berkendara Cruise Control masih tetap dipertahankan.

Suzuki Grand Vitara versi penyegaran ini untuk warna bodi single tone dibanderol Rp 416 jutaan. Bagi penyuka gaya warna two tone dengan atap berkelir hitam cukup tambah Rp 3 jutaan. Harga on the road (OTR) Jakarta.

Geliat Suzuki Untuk Pasar Ekspor, Mulai Kirim Fronx dan Satria

PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) resmi menandai babak sejarah baru dengan memulai ekspor perdana dua model secara sekaligus, Suzuki Fronx dan Suzuki Satria. Seremoni yang digelar di fasilitas Plant Cikarang pada 18 November 2025 ini, mempertegas posisi Suzuki Indonesia selaku basis produksi serta ekspor kedua model tersebut untuk wilayah Asia Tenggara.

Momen strategis ini penting sebagai pembuktian kapabilitas Suzuki beserta ekosistem rantai pasok pendukung pada kancah industri otomotif nasional maupun global. Langkah maju ini menegaskan peran Indonesia, sebagai salah satu basis produksi strategis Suzuki di Asia Tenggara.

Daya Saing Lebih Andal

“Ekspor perdana Fronx dan Satria adalah bentuk nyata dari kesiapan Indonesia untuk bersaing pada pasar Internasional. Kami memproduksi kendaraan berstandar global serta mampu menyesuaikan dengan regulasi negara tujuan,” kata President Director PT Suzuki Indomobil Motor – PT Suzuki Indomobil Sales, Minoru Amano.

Komitmen strategis tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah melalui kehadiran Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza. Keterlibatan Pemerintah pada seremoni turut menegaskan sinergi kuat antara regulator dan pelaku industri. Dengan memperkuat ekspor, Suzuki menunjukkan kapabilitas beserta daya saing yang lebih andal ditengah kompetisi merek serta bisnis otomotif dalam negeri.

Suntikan Positif Bagi Devisa

Sebagai kontributor ekspor sektor manufaktur (non-migas), Suzuki memproyeksikan pendapatan dari kedua produknya sanggup memberikan suntikan positif bagi devisa negara. Suzuki yang telah lama membangun industri di Indonesia ini, menargetkan bisa mengapalkan Fronx sejumlah 30 ribu unit, serta Satria sebanyak 150 ribu unit. Angka tersebut dihitung mewakili target volume kumulatif pengiriman ke luar negeri hingga tahun 2027.

Proyeksi kuantitas tersebut juga menempatkan masing-masing produk sebagai model strategis. Menurut kalkulasi internal, Fronx diperkirakan bakal berkontribusi sekitar 30 persen terhadap ekspor mobil Suzuki hingga 2027. Sedangkan Satria diproyeksi mampu mencapai kontribusi lebih kurang 60 persen dari keseluruhan ekspor sepeda motor Suzuki dengan durasi yang sama.

Representasi Kompetensi Industri

Pada tahap awal, kawasan Asia Tenggara akan menjadi destinasi utama ekspor Fronx dan Satria. Suzuki memilih Fronx untuk menjawab tren Sport Utility Vehicle (SUV) global yang saat ini bertumbuh. Sedangkan Satria dapat memenuhi hasrat publik sejumlah negara terhadap sepeda motor dengan performa tinggi.

Suzuki mampu mengupayakan rata-rata kandungan komponen dalam negeri lebih kurang 63 persen untuk Fronx, serta lebih kurang 82 persen bagi Satria. Kondisi tersebut sekaligus menyimpan makna yaitu kesiapan mitra rantai pasok lokal dari segi kualitas maupun kuantitas.

“Setiap unit yang diirim ke pasar mancanegara adalah representasi kompetensi industri, serta kepercayaan terhadap kualitas tenaga kerja Indonesia. Kami akan terus memperkuat sekaligus mengamankan posisi sentral Indonesia di panggung otomotif dunia,” pungkas Minoru Amano.

Grand Vitara Dikabarkan Bakal Muncul Edisi Hitam?

Gelaran pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 akan segera dihelat. Kabarnya Suzuki akan memboyong mobil kejutan disana.

Beredar bocoran info jika pabrikan otomotif berlogo “S” tersebut menyiapkan produk baru untuk diperkenalkan di GJAW 2025. Informasi resminya saat ini tentu saja masih ditutup rapat. Namun demikian, satu hal yang jadi petunjuk adalah model mobil tersebut akan bertematik warna hitam. Nah, penasaran bukan?

Black Edition?

Tematik bernuansa warna hitam? Kami pun teringat pada model ‘Black Edition’ yang diluncurkan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) beberapa bulan lalu, yakni Suzuki New XL7 Hybrid Alpha Kuro. Tampilannya diimbuhi aksen bertematik serba hitam.

Lantas model apalagi kira-kira yang akan jadi basis Black Edition selanjutnya? Grand Vitara Black Edition? Mungkin saja. Pasalnya, model sejenis telah launching di India sejak Agustus lalu dengan label Phantom Blaq.

Penyegaran pada Grand Vitara versi India tersebut melalui ubahan minor seputar area eksterior. Aksen bernuansa hitam yang mendominasi bikin tampilan Grand Vitara Phantom Blaq terlihat eyecatching

Mengacu pada versi yang beredar di India, Grand Vitara Phantom Blaq Edition ini tampil lebih ekslusif dengan warna eksterior Mate Black yang jadi ciri khas penanda. Mulai dari grille dan fender berwarna hitam hinggaika lampu model smoke kian menguatkan aura mistis yang menghipnotis.

Warna hitam pekat memberi kesan elegan serta karakter maskulin pada Grand Vitara. Di India, Grand Vitara Phantom Blaq Edition hanya tersedia varian Strong Hybrid Alpha+.

Nuansa serba hitam pada kabin Grand Vitara diimbuhi aksen warna champagne gold yang bikin tampilan jadi makin terlihat mewah.

Grand Vitara Phantom Blaq Edition dibekali beberapa fitur unggulan yang dijamin bikin konsumen terpikat. Atap kaca panoramik yang memberikan kesan lapang jadi fitur wajib pendongkrak pamor kemewahan pada mobil SUV dan crossover era kekinian.

Layar sentuh berukuran 9-inci penampil sistem infotaintment SmartPlay Pro+ turut mendukung konektivitas nirkabel Android Auto dan Apple CarPlay. Sistem audio pada Grand Vitara di India pakai lansiran Clarion.

Fitur yang dibekalkan pun cukup lengkap. Mulai dari kamera 360 derajat, Head-Up Display (HUD) hingga charger nirkabel untuk ponsel. Teknologi sistem informasi terpadu Suzuki Connect yang memungkinkan pemilik mengakses berbagai fitur kendaraan secara jarak jauh juga jadi fitur standar.

Perihal fitur keselamatan berkendara, Grand Vitara Phantom Blaq Edition dibekali enam airbag, Electronic Stability Program (ESP), Anti-lock Braking System (ABS) dengan Electronic Brakeforce Distribution (EBD), Hill Hold Control, serta sensor parkir mundur.

Lantas apa yang ada di balik kap mesinnya? Jika sekadar makeover agar tampil beda, maka spek mesin tak berubah. Tetap sama seperti Grand Vitara Smart Hybrid yang kini beredar di Indonesia.

Varian hybrid dengan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) dibekali mesin bensin 4-silinder 1.460 cc DualJet berkode K15C yang bertenaga 102 hp dengan torsi 137 Nm.

Modul hybrid memanfaatkan motor listrik Integrated Starter Generator (ISG) plus baterai lithium ion 12 Volt 6 Ah.

Motor ISG pada teknologi SHVS memiliki dua peran utama. Pertama ketika berhenti di lampu merah, motor ISG pada Grand Vitara menjalankan fungsi Auto Start Stop. ISG secara otomatis mematikan mesin saat berhenti dan menstater mesin kembali saat pedal gas dipijak. Fungsi kedua yakni untuk memberi suplemen daya extra saat butuh berakselerasi lebih cepat.

Apakah nantinya Grand Vitara bernuansa hitam ini bakal pakai label Black Edition atau Kuro Edition? Kita tunggu kemunculannya di GJAW 2025

Suzuki Satria Pro dan Satria F150 Resmi Meluncur

Bagi penyuka motor bebek sport underbone di Tanah Air, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) baru saja meluncurkan dua model terbaru, yakni Satria Pro dan Satria F150. Bedanya apa sih antara kedua model ini?

Kemunculan versi terbaru Suzuki Satria dalam dua varian berbeda bukan tanpa alasan. Suzuki Satria Pro ditujukan bagi para rider muda yang ingin tampil beda dengan berbagai ubahan dan fitur-fitur baru. Bagi penyuka gaya sporty khas Satria “ayago” (ayam jago), pilihannya adalah Satria F150.

Presiden Direktur (Presdir) PT SIS, Minoru Amano mengatakan, Suzuki Satria punya sejarah panjang di Indonesia. Dia berharap, model terbarunya bisa memikat lebih banyak konsumen dari kalangan usia muda.

Terlihat jelas jika tampilan Satria Pro dan F150 memang dibuat berbeda. Yang paling jelas terlihat yakni bagian headlamp atau lampu utama. Jika lampu depan Satria F150 masih terlihat gaya khas ‘kepala belalang’, pada Satria Pro lampu depannyabebih besar dari F150 dan modelnya pin beda.

Suzuki Satria Pro mengusung gaya agresif khas motor balap dengan bodi lebih kekar dengan siluet garis bodi tegas. Penyematan winglet kecil yang menyatu dengan bodi meningkatkan aerodinamika saat melaju.

Satria Pro juga punya tempat penyimpanan tambahan di area dashboard untuk menyimpan ponsel. Kemudian perbedaan eksterior lainnya terdapat di pilihan warna.

Keduanya juga berbeda dalam urusan fitur atau teknologi. Khusus untuk Satria Pro, layar digitalnya mampu menampilkan info navigasi, notifikasi pesan, hingga peringatan cuaca secara real time via koneksi Bluetooth dan aplikasi ponsel Suzuki Ride Connect.

Soket pengisian daya ponsel dan sistem pengereman antilock braking system (ABS) berkanal ganda, serta fitur keyless ignition jadi kelengkapan standar. Nah, fitur keyless ignition memungkinkan pengendara menyalakan mesin hanya dengan membawa smart key.

Satria Pro tampil dengan warna eksklusif Candy Mat Bordeaux Red/Titan Black. Sedangkan F150 tersedia pilihan corak livery: Pearl Bright Ivory/Metallic MatFibroin Gray atau Metallic Medium Blue/ Metallic MatFibroin Gray.

2W Sales & Marketing Department Head PT SIS Teuku Agha menyampaikan bahwa Suzuki Satria Pro dan Satria F150 memiliki 4 karakter utama, yakni akselerasi kuat, pengendalian lincah, desain ramping, dan kelengkapan fungsional. Empat karakter tersebut sesuai dengan ciri khas Suzuki Satria yang telah tersohor di kawasan Asia Tenggara, terutama di Indonesia.

Dalam hal postur, keduanya punya panjang 1.955 mm, lebar 675 mm, tinggi 980 mm dan jarak sumbu roda 1.280 mm. Sama plek, tak ada perbedaan.

Soal performa, Satria Pro dan Satria F150 dibekali mesin 4-tak silinder tunggal 147 cc DOHC, berpendingin radiator. Tenaga puncak 18 hp bermain di 10.000 rpm dan torsi sebesar 13,8 Nm dicapai di 8.500 rpm.

Kedua varian dibekali fitur Suzuki Clutch Assist System (SCAS). Teknologi canggih slipper clutch ini memungkinkan pelepasan sedikit cengkeraman plat kopling saat melakukan perpindahan gigi. Oper gigi transmisi pun jadi lebih cepat. Mesin juga dilengkapi Easy Start System untuk proses starter yang lebih mudah dan halus.

Soal harga, Suzuki Satrio Pro dibanderol Rp 34,9 juta. Sedangkan untuk Satria F150 Rp 31 juta. Keduanya berstatus on the road Jakarta. Wah, cuma beda Rp 3 jutaan! Jadi, pilih yang mana?

Vision e-Sky Jadi Visi Baru Elektrifikasi Suzuki 

Suzuki tak mau ketinggalan dengan brand lainnya pada event Japan Mobility Show (JMS) 2025 yang kini tengah dihelat di Tokyo Big Sight. Konsep mobil listrik Vision e-Sky yang ditampilkan brand berlogo ‘S’ ini jadi simbol ambisi dan visi masa depan Suzuki dalam memasuki pasar mobil listrik global.

Dari segi tampilan fisik, Kei Car EV berbody mungil ini merefleksikan visi filosofi desain era baru dari Suzuki yakni: Unik, Cerdas dan Positif.

Saat dicermati, ternyata konsep Vision e-Sky ini merupakan pengembangan tahap lanjut dari eWX Concept yang dibawa Suzuki ke Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada bulan Juli 2025 lalu.

Visi Desain Masa Depan

Desain bodi Vision e-Sky yang berbentuk kotak khas kei car Jepang dikemas dengan gaya futuristik. Dengan panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm dan tinggi 1.625 mm, ukuran bodi mobil listrik ini sesuai regulasi Kei Car yang berlaku di Jepang.

Lampu depan LED berbentuk huruf C di kiri dan kanan menyambung dengan panel lampu LED lightbar yang menggantikan grille di bagian depan. Wajah polos tanpa grille menegaskan jika ini adalah mobil listrik.

Bentuk bodi semi kotak dipadukan dengan garis tegas di bagian samping dan pilar kaca berwarna gelap sedikit mengingatkan pada gaya Suzuki Wagon R, Hustler, Spacia dan Alto Lapin LC.

Bahasa desain “tall boy” dengan kubah kabin tinggi mampu memaksimalkan volume ruang kabin agar tetap terasa lapang dan leluasa. Meskipun bodinya mungil, namun kabin Vision e-Sky cukup lapang, terutama pada area plafon maupun ruang kaki. Jok belakang bisa dilipat untuk meningkatkan volume ruang bagasi.

Sesuai trend warna yang sedang digemari, kemasan interior Vision e-Sky tampil dengan nuansa warna two-tone. Panel layar digital berukuran cukup besar pada dashboard jadi daya tarik pada mobil ini.

Suzuki menegaskan Vision e-Sky nantinya akan dilengkapi fitur yang sesuai dengan kebutuhan pengguna di kawasan perkotaan. Mulai dari penunjang keselamatan seperti ABS, EBD, ESC, airbag, sistem ADAS hingga kamera 360 derajat bakal dibekalkan. Sistem infotainment pun mendukung konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto yang dapat dipantau via aplikasi ponsel.

Meskipun tak dijelaskan perihal detail spek performanya, Vision e-Sky dirancang untuk mendukung mobilitas yang efisien di area perkotaan. Suzuki mengklaim jarak tempuh mampu mencapai lebih dari 270 km. Cukup realistis untuk kelas Kei Car EV. Dengan jarak tempuh nyaris 300 km, baterai yang diusung diperkirakan berdaya 20-25 kWh.

Untuk pengisian daya cepat menggunakan Fast Charger DC, pengecasan daya hingga 80% dikatakan butuh waktu 30-40 menit bergantung pada output daya perangkat charger yang digunakan.

Bakal Segera Diproduksi

Penampilan perdana Vision e-Sky di JMS 2025 mengisyaratkan kesiapan Suzuki dalam kancah persaingan yang semakin ketat di pasar mobil listrik perkotaan.

Suzuki sedianya akan mulai memproduksi mobil listrik Vision e-Sky pada tahun 2026. Pasar mobil listrik kelas Kei Car EV di Jepang serta segmen citycar EV Asia Tenggara jadi target yang dibidik. Khusus di kawasan ASEAN, akan jadi penantang bagi mobil listrik mungil seperti Wuling Air EV, Lumin EV atau BYD Atto 1.

Beralih ke India, Maruti Suzuki dikabarkan tengah menggarap hatchback EV dengan desain yang diadopsi Vision e-Sky. Basis konstruksi yang digunakan adalah platform Kei Car EV Suzuki yakni K-EV versi lokal India. Mobil listrik perkotaan bercitarasa India ini kemungkinan akan mulai diproduksi pada tahun 2026 atau 2027.

Apakah versi produksi dari mobil listrik Vision e-Sky nantinya juga bakal dipasarkan Suzuki di Indonesia? Cukup menarik jika benar kejadian….

 

Suzuki Tegaskan Komitmen Berkelanjutan Lewat Jambore Suzuki Club 2025

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kembali mendukung penuh penyelenggaraan Jambore Suzuki Club 2025 yang digelar di Museum Purna Bhakti Pertiwi, TMII, Jakarta. Kegiatan ini menjadi simbol filosofi layanan Suzuki yang berfokus pada kepercayaan, kepuasan, dan pendampingan jangka panjang melalui wadah komunitas.

Tahun ini menandai pelaksanaan Jambore Suzuki Club edisi ketiga, setelah sebelumnya sukses diadakan pada 2019 dan 2022 lalu. Antusiasme peserta pun meningkat kehadiran lebih dari 2.200 anggota komunitas dan beragam model kendaraan Suzuki dari lini terbaru hingga legendaris.

“Senang rasanya Suzuki Indonesia bisa kembali memberikan support bagi para konsumen yang tergabung dalam komunitas Suzuki untuk menyelenggarakan Jambore Suzuki Club 2025,” ujar Dony Ismi Saputra, 4W Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales. Ia menegaskan, meningkatnya jumlah peserta menjadi bukti loyalitas pelanggan sekaligus bentuk nyata hubungan emosional antara Suzuki dan konsumennya.

Mengusung tema “Lovely Day”, Jambore Suzuki Club 2025 dibangun di atas tiga pilar utama: Love for the Family, Love for the Earth, dan Drive with Love. Fokus dukungan Suzuki tahun ini berada pada pilar Drive with Love — yang menekankan pentingnya layanan purna jual, keselamatan berkendara, dan pengalaman pelanggan.

Suzuki juga menghadirkan berbagai fasilitas yang maksimal bagi peserta, salah satunya layanan servis gratis dan uji emisi. Ada pula edukasi keselamatan berkendara melalui test drive dan safety driving track, serta area interaksi dan apresiasi pelanggan berupa goodie bag, photo booth, dan zona refreshment.

Tahun ini juga menjadi momen spesial dengan bergabungnya Suzuki XL7 Community Indonesia (SXLCI) sebagai komunitas ke-16 di bawah naungan Suzuki Club. Kehadiran SXLCI makin memperkuat ekosistem pengguna Suzuki sekaligus menegaskan kepercayaan terhadap SUV unggulan New XL7 Hybrid.

Tak hanya fokus pada layanan, dua pilar lainnya — Love for the Family dan Love for the Earth — turut memperkuat nilai kekeluargaan dan kepedulian lingkungan melalui fun games, car showcase, serta kolaborasi dengan NGO #SeaSoldier untuk kampanye Suzuki Club Cinta Lingkungan.

Menurut Dony, seluruh inisiatif ini merupakan wujud nyata konsep “Peace of Mind” dari Suzuki memberikan rasa aman dan nyaman melalui layanan purna jual yang kuat, komunitas solid, serta dukungan berkelanjutan.

Suzuki XBee Tampil Lebih Fresh, Cuma Ada Di Jepang

Suzuki melakukan penyegaran pada salah satu model Kei Car terpopulernya, XBee (baca: “Crossbee”). Mobil imut ini di Jepang kondang dengan nama Suzuki Kurosubī, sesuai dialek orang Jepang untuk pelafalan “Crossbee”. Kiprah city car crossover yang diproduksi di pabrik Suzuki Makinohara, Shizuoka, Jepang ini sudah cukup lama yakni sejak Desember 2017. Anda tak akan melihatnya di negara lain, karena XBee cuma beredar secara eksklusif di Jepang. Ya, ini mobil spek Japan Domestic Market (JDM).

Sejak diproduksi tahun 2017, mobil ini sedikit mendapat sentuhan penyegaran eksterior di tahun 2022. Tahun 2023, tambah satu fitur kamera parkir di belakang sesuai regulasi keselamatan berkendara yang berlaku di Jepang. Karena kini usia produksinya sudah genap delapan tahun, perlu lebih banyak sentuhan penyegaran pada tampilannya agar makin terlihat kekinian.

Tampilan Makin Trendy

XBee versi terbaru ini bergaya adventure ala crossover. Tampilannya sepintas bagai perpaduan antara Hustler dan S-presso.

Ubahan paling terlihat ada di area depan. Beda jauh dari generasi awal yang muncul di Tokyo Motor Show 2017. Grille kini terlihat lebih ramping dengan aksen chrome. Lampu depan pun kini pakai model semi-circular dan sudah versi LED. Lekukan pada bumper depan kini lebih tegas dan terlihat kekar.

Siluet bodi jika dilihat dari samping tak terlalu banyak berubah. Ubahan pada area belakang terlihat pada bumper. Blok lampu (sein,rem dan lampu mundur) juga ganti model dan sudah pakai LED.

Tampilan eksterior tentu saja disesuaikan dengan varian tipe. Varian entry-level yakni MX pakai velg ‘kaleng’ standar berbahan baja dengan dop di bagian tengah. Varian MZ yang jauh lebih mahal pakai velg alloy model diamond -cut bermotif X.

Untuk opsi warna eksterior tersedia versi single-tone maupun two-tone. Konsumen juga bisa menambahkan paket aksesoris opsional seperti decal sticker bodi, garnish bumper dan grille dengan model berbeda.

Upgrade Interior

Layout interior sebagian besar tak berubah. Namun tentu Suzuki melakukan upgrade fitur dan kemasan agar tampil kekinian.

Panel instrumen di balik kemudi kini pakai layar digital 7-inci. Desain setir juga ganti model dan dilengkapi tuas paddle-shift. Pada dashboard tak hanya mengalami ubahan desain ventilasi AC. Layar penampil sistem infotainment kini pakai layar touchscreen 9-inci.

Karena ini adalah mobil mungil, kepraktisan layout kabin jadi perhatian. Jok belakang bisa digeser maju-mundur (sliding) dan direbahkan serta dilipat. Karpet bagasi dan lapisan jok belakang pun menggunakan bahan anti noda. Di bawah dek bagasi pun tersedia kompartemen penyimpanan.

Jika ingin upgrade, tersedia paket opsional yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.

Mulai dari garnish kulit pada dashboard dan door trim, jok berlapis bahan tahan air, hingga lampu tambahan LED pada interior. Tersedia opsi jok dan setir  berpenghangat yang cocok saat musim dingin.

Upgrade Platform Heartect

Salah satu yang menjadi keunggulan dari platform Heartect yakni bisa pakai mesin dan transmisi yang sama dengan model mobil Suzuki lainnya. Demikian pula dengan Suzuki XBee yang konstruksinya berbasis platform Heartect.

Suzuki XBee generasi awal dibekali mesin bensin 3-silinder turbo 1.0-liter mild-hybrid. Output mesin berkode K10C ini 98 hp/5.500 rpm dengan torsi 150 Nm/1.700-4.000 rpm. Motor elektrik Integrated Starter Generator (ISG) yang dibekalkan berdaya 2,3 kW (3,1 hp) dengan torsi 60 Nm.

Untuk model tahun 2025, XBee pakai mesin 3-silinder 1.2-liter berkode Z12E plus modul mild-hybrid berupa motor ISG. Mesin tanpa turbo ini sama seperti yang digunakan Solio dan Swift spek JDM.

Output motor ISG tak berubah. Hanya output mesinnya yang berbeda, tenaganya 81 hp/5.700 rpm dengan torsi 109 Nm/4.500 rpm. Performanya mungkin lebih kecil, tapi dengan transmisi CVT membuat penyaluran performa lebih halus dibandingkan versi sebelumnya yang bertransmisi automatic 6-speed. Konsumsi BBM pun dikatakan lebih ekonomis. Sistem penggerak tersedia versi 2WD dan 4WD.

Sejumlah revisi serta upgrade juga dilakukan pada konstruksi bodi, sasis dan suspensinya untuk meredam gejala body roll sekaligus meningkatkan stabilitas berkendara.

Fitur bantu berkendara pun turut diupgrade, sehingga pengendaraan makin aman dan nyaman. Fitur Adaptive Cruise Control dan Lane Keeping Assist kini jadi kelengkapan standar pada semua varian. Khusus varian MZ kini dikengkapi rem parkir elektrik, Hill Descent Control, Grip control, serta mide berkendara Snow dan Sport. Berkendara dengan XBee jadi makin menyenangakan.

Versi terbaru Suzuki XBee ini sudah dapat dipesan para konsumen di Jepang. Label harganya mulai dari 2.157.100 Yen atau sekira Rp 243 jutaan untuk varian MX 2WD. Varian MZ 4WD harganya mulai dari 2.500.300 Yen atau kurang lebih sekira Rp 282 jutaan. Oke juga modelnya, sayang cuma beredar di Jepang.

Suzuki XL7 Hybrid Alpha Kuro, Makin Stylish Dengan Nuansa Hitam

Seperti yang dijanjikan, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi meluncurkan Suzuki XL7 Hybrid Alpha Kuro secara daring pada 19 September 2025 lalu.

Kehadiran varian terbaru dari Suzuki XL7 ini diharapkan dapat semakin memperkuat lini model XL7 di pasar SUV Indonesia.

Tak hanya sebagai varian tertinggi dari lini model Suzuki XL7. New XL7 Hybrid Alpha Kuro sekaligus melengkapi varian XL7 yang sudah ada, yakni Zeta, Beta, dan Alpha.

Pihak SIS optimis XL7 Hybrid Alpha Kuro bakal diminati para konsumen dan menargetkan penjualan sebanyak 300 unit per bulan.

Suzuki menegaskan bahwa varian Alpha Kuro tak hanya menjadi opsi baru bagi para konsumen dan pelanggan setia Suzuki di Tanah Air. Aksen bernuansa hitam memberi karakter gaya sporty yang sedikit berbeda dari varian XL7 yang telah ada.

4W Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra memaparkan bahwa nama ‘Kuro’ diambil dari bahasa Jepang, yang artinya Hitam. Penjelasan tersebut memiliki makna jika varian baru ini kurang lebih adalah Black Edition.

“Melihat antusiasme terhadap New XL7 Hybrid Alpha sebagai varian paling diminati, kami hadirkan New XL7 Hybrid Alpha Kuro. Model kendaraan dengan aksen warna Hitam ini menjadi persembahan spesial untuk konsumen setia Suzuki,” ujar Donny Saputra dalam tele press conference secara online.

Aksen Hitam Sporty dan Eksklusif

Sesuai labelnya yakni ‘Kuro’ yang berarti Hitam, tampilan eksterior varian Alpha Kuro didominasi aksen warna hitam. Aura sporty dan kesan eksklusif pun semakin menonjol. Sentuhan aksen serba hitam pada eksterior saat ini tengah menjadi trend di kalangan para kawula muda.

Lampu depan dan belakang kini hadir dengan efek smoke ala JDM street style. Aksen garnish warna hitam glossy di bumper depan memberi kesan eksklusif.

Di area bodi bagian samping, nuansa hitam disematkan pada handle pintu dan garnish bawah pintu. Roof rail berwarna hitam pada atap kian memberi kesan gagah dan sporty.

Aksen bernuansa hitam juga diimbuhkan pada bagian belakang. Mulai dari garnish pintu bagasi, upper spoiler, serta emblem Alpha kini bernuansa hitam.

Agar tampilan makin paripurna, Suzuki XL7 Hybrid Alpha Kuro dibekali velg 16 inci hitam glossy berbalut ban berukuran 195/60 R16.

Ground clearance dengan ketinggian 200 mm menjadi keunggulan SUV andalan Suzuki ini. Tak hanya menunjang kemampuan saat melewati jalanan bergelombang atau medan semi-offroad. Pengemudi tak perlu khawatir saat harus melewati jalan dengan genangan air yang kerap ditemui di Indonesia.

Teknologi Mild Hybrid

Pada sektor performa, Suzuki XL7 Hybrid Alpha Kuro tak mengalami ubahan. Masih dengan mesin bensin 4-silinder, DOHC, berkapasitas 1.500 cc berkode K15B.

Baterai Lithium-Ion 12V 10Ah jadi penunjang sistem Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS).

Output tenaga maksimum sebesar 102 hp dicapai pada putaran mesin 6.000 rpm. Torsi puncak sebesar 138 Nm bermain di 4.400 rpm. Mesin berpenggerak roda depan ini dipadukan dengan transmisi automatic 4-speed dengan torque converter.

Teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) menjadi keunggulan pada lini model Suzuki XL7 Hybrid.

Sistem hybrid ini bekerja cerdas pada saat berkendara dalam kondisi stop-and-go melalui bantuan motor listrik Integrated Starter Generator (ISG).

Saat mobil berhenti, kinerja mesin akan berhenti secara otomatis untuk menghemat konsumsi bahan bakar. Mesin akan kembali menyala dengan halus ketika pengemudi menekan pedal gas

Baterai Lithium-Ion 12V 10Ah jadi sumber pasokan daya listrik untuk motor ISG. Salah satu fungsi dari motor listrik ISG yakni memberikan suplemen daya tambahan pada saat akselerasi awal, sehingga beban kinerja mesin jadi lebih ringan. Akselerasi pun makin gesit dan responsif, namun konsumsi bahan bakar tetap efisien. Pengendaraan pun jauh lebih halus dibandingkan mesin non-hybrid.

Single Tone Atau Two-tone?

Suzuki XL7 Hybrid Alpha Kuro hadir dalam tiga pilihan warna. Bagi penyuka warna single-tone, tersedia varian Cool Black yang dijual dengan harga Rp 312.200.000. Penyuka tampilan bernuansa two-tone, ada dua pilihan kombinasi warna, yakni Savanna Ivory-Black dan Show White Pearl-Black yang dipasarkan seharga Rp 314.200.000. Seluruhnya harga on-the-road (OTR) Jakarta.

Unit model XL7 Hybrid Alpha Kuro telah tersedia di jaringan dealer resmi Suzuki seluruh Indonesia. Konsumen bisa langsung menyambangi outlet Suzuki terdekat untuk melihat unitnya dan sekaligus melakukan pembelian.

Berikut varian dan harga lengkap Suzuki XL7:

Zeta MT : Rp 264 juta
Zeta AT : Rp 275 juta

Beta MT SHVS : Rp 286 juta
Beta AT SHVS : Rp 297 juta

Alpha MT SHVS : Rp 296,2 juta
Alpha AT SHVS : Rp 307,2 juta
Alpha MT SHVS Two Tone : Rp 298,2 juta Alpha AT SHVS Two Tone: Rp 309,2 juta

Alpha Kuro Cool Black Rp 312,2 juta
Alpha Kuro Savanna Ivory-Black (Two Tone) Rp 314,2 juta
Alpha Kuro Snow White Pearl-Black (Two Tone) Rp 314,2 juta