Teknologi SHS dan J5 EV Jadi Senjata JAECOO di Indonesia

Sejak pertamakali hadir di pasar otomotif Indonesia pada tahun lalu, brand Jaecoo sukses memikat konsumen dan menorehkan angka penjualan yang sangat mengesankan.

Lini kendaraan SUV New Energy Vehicle (NEV) yang terdiri dari J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS yang dihadirkan Jaecoo telah merubah paradigma masyarakat Indonesia terhadap kendaraan elektrifikasi.

Di tahun 2026 ini Jaecoo terus memperkuat komitmennya di pasar otomotif Indonesia melalui semangat “Full Power, Real SUV”.

Dengan perpaduan efisiensi, teknologi modern, kenyamanan berkendara, serta kapabilitas tinggi, lini SUV Jaecoo menjadi kendaraan ideal yang dapat mengakomodir kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang semakin beragam.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi perkembangan kendaraan NEV. Kami melihat konsumen Indonesia kini tidak hanya mencari efisiensi dan teknologi, tetapi juga kenyamanan serta kemampuan SUV yang tetap relevan untuk berbagai kondisi jalan. Melalui lini J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS, kami ingin menghadirkan pilihan NEV SUV yang lebih lengkap untuk berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” ujar Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia.

J5 EV Jadi EV Terlaris di Indonesia

Salah satu model unggulan yang menjadi ujung tombak utama Jaecoo di Indonesia adalah SUV listrik J5 EV. Selama periode Januari – April 2026, Jaecoo J5 EV berhasil menjadi mobil EV terlaris di Indonesia.

Pencapaian tersebut didukung oleh angka penjualan retail (dari dealer ke konsumen) sebesar 10.587 unit. Sedangkan penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer) mencapai 11.006 unit dalam empat bulan pertama tahun 2026. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan penerimaan positif konsumen Indonesia terhadap teknologi NEV Jaecoo.

Efisiensi konsumsi energi menjadi nilai plus yang dimiliki J5 EV. Berdasarkan uji internal, J5 EV juga menawarkan biaya operasional yang hemat untuk penggunaan sehari-hari.

Dengan tarif daya listrik Rp 1.700 per kWh, biaya operasional J5 EV dikatakan tercatat hanya sekitar Rp 9.600 per hari atau paling minim Rp 290.000 an per bulan.

Dengan jarak jelajah maksimum hingga 461 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh, cukup untuk menunjang mobilitas harian di perkotaan maupun perjalanan antar kota. Dalam uji berkendara jarak jauh, perjalanan dari Jakarta menuju Semarang dilakukan tanpa perlu pengisian ulang di tengah perjalanan.

Harga jual J5 EV pun relatif terjangkau di kelasnya, yakni di kisaran Rp 279.900.000 hingga Rp 309.900.000, tergantung pada varian dan wilayah domisili. Dengan harga jual yang menarik serta keunggulan yang dimiliki, tak heran jika J5 EV laris manis dan diminati konsumen.

Teknologi SHS Mendobrak Kancah Hybrid

Bagi konsumen yang awam mobil listrik tapi membutuhkan fleksibilitas dan efisiensi energi, pilihannya adalah SUV berteknologi Super Hybrid System (SHS). Lini model SUV J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS yang hadir di Tanah Air menawarkan fleksibilitas tinggi, baik untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.

Teknologi SHS menggabungkan efisiensi berkendara khas kendaraan listrik dengan performa dan kemampuan perjalanan jarak jauh kendaraan bermesin bensin. Mesin bensin berfungsi sebagai generator pengisi daya listrik baterai. Sedangkan penggerak roda menggunakan motor listrik. Berbrkal teknologi Dedicated Hybrid Transmission (DHT), penyaluran tenaga dan torsi pun lebih halus namun tetap responsif.

Faktor kenyamanan dan karakter SUV tulen yang disematkan membuat kedua SUV ini mampu melintasi berbagai kondisi jalan dan menunjang beragam kebutuhan mobilitas.

Jaecoo J7 SHS-P menawarkan jarak tempuh kombinasi hingga 1.377 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh. Dalam mode Full EV mengandalkan energi listrik baterai, jarak jelajahnya bisa mencapai 100 km. Cukup memadai untuk mendukung mobilitas harian di perkotaan.

Fitur intelligent driving seperti kamera 540 derajat dan transparent chassis yang ada pada J7-SHS-P membantu visibilitas saat melintasi jalur sempit, tanjakan, maupun kontur jalan yang beragam.

Selain J7 SHS-P, tersedia pula model J8 SHS-P ARDIS. SUV kelas premium ini sukses mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dengan jarak tempuh terjauh di Indonesia, yakni 1.660 km dalam satu kali pengisian penuh bahan bakar dan daya baterai. Menariknya, rekor itu berhasil dipecahkan oleh salah satu tim Motomobinews di bulan September 2025 lalu.

Kemampuan berkendara lintas medan yang dimiliki J8 SHS-P ARDIS ditunjang teknologi penggerak all-wheel drive ARDIS. Distribusi torsi dan tenaga secara real-time membantu menjaga stabilitas dan traksi kendaraan di berbagai kondisi jalan. Dukungan sembilan mode berkendara cerdas turut memberikan pengalaman berkendara yang lebih adaptif, mulai dari perkotaan, jalan pedesaan dan pegunungan hingga trek semi offroad.

Guna mengakomodir pangsa pasar NEV di Indonesia yang terus bertumbuh, Jaecoo terus menambah jumlah jaringan dealernya.

Tak sekadar memperluas cakupan wilayah layanan konsumen, kualitas layanan pun ditingkatkan sebagai bagian dari komitmen jangka panjang Jaecoo Indonesia dalam menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan yang nyaman dan terpercaya.

Saat ini Jaecoo memiliki 35 dealer yang beroperasi di sejumlah kota di Indonesia. Perluasan titik jaringan dealer akan terus dilakukan dengan target hingga 80 dealer di seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2026.

Geely Okavango Bakal Masuk Pasar SUV Indonesia?

Tak semua konsumen cocok atau berminat dengan mobil listrik. Peminat mobil bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) masih jauh lebih banyak. Oleh sebab itu Geely Auto Indonesia (GAI) saat ini tengah mempersiapkan untuk memboyong salah satunya ke Tanah Air.

Banyak prediksi yang beredar seputar model mobil apa yang nantinya dibawa pabrikan otomotif asal China tersebut. Salah satu nama yang muncul adalah Geely Okavango. Namanya diadopsi dari padang savannah di Afrika yang kondang dengan wisata safari.

SUV berkapasitas tujuh penumpang ini sejak tahun lalu namanya telah terdaftar dalam database kekayaan intelektual (PDKI) dengan nomor IDM001344365. Walau belum ada pengumuman resmi dari pihak Geely, langkah tersebut menjadi wujud kesiapan dari sisi legalitas untuk memasarkan model tersebut di Tanah Air. Lantas seperti apa sisi keunggulan yang ditawarkan Okavango?

SUV 7-Seater Yang Ideal

Geely Okavango posturnya terbilang cukup bongsor dengan panjang 4.860 mm, lebar 1.910 mm, dan tinggi 1.770 mm. Jarak sumbu roda yang cukup panjang yakni mencapai 2.825 mm mengindikasikan ruang kabin yang lumayan lapang.

SUV yang dipasarkan di China pakai label Haoyue ini ternyata kembaran dari Proton X90 yang dipasarkan di Malaysia. Lebih tepatnya, Proton X90 adalah versi rebadge dari Geely Okavango. Platform bodi serta mesin yang digunakan sama, cuma sedikit perbedaan gaya tampilan dan fitur.

Tampilan eksteriornya terlihat modern dan elegan dengan grille ukuran extra besar. Lampu depan dan belakang pakai LED. Kaca spion pun sudah model lipat elektrik. Pintu bagasi juga sudah model bukaan elektrik.

Elemen pendongkrak gaya tampilan seperti antena shark fin, roof rail, spoiler belakang, serta pelek berukuran 18 inci menguatkan aura SUV keluarga yang stylish dan sporty.

Dengan konfigurasi 2-3-2, kabin Okavango bisa memuat tujuh penumpang dewasa. Jok dikemas ala SUV mewah dengan material kulit berpola jahitan diamond serta lekuk dessin yang ergonomis. Pengemudi pun dapat mengatur posisi duduk dengan mudah berkat pengaturan elektrik.

Jika butuh ruang extra untuk membawa barang bawaan yang lebih banyak, jok belakang bisa dilipat dengan konfigurasi 50:50 untuk meningkatkan volume ruang bagasi.

Kenyamanan selama perjalanan ditunjang sistem pendingin udara triple-zone otomatis, lengkap dengan ventilasi di setiap baris. Hawa sejuk merata ke seluruh ruang kabin.

Pada dashboard berdesain minimalis namun elegan terpampang layar sentuh 12,3 inci dengan konektivitas Mirror Link dan Bluetooth. Panel instrumen digital berukuran sama di balik kemudi menampilkan informasi berkendara dengan lengkap.

Geely Okavango juga dilengkapi panoramic sunroof, tombol start/stop, keyless entry, port USB, serta power outlet 12 volt yang jadi fitur wajib pada SUV premium masa kini. Masih ditambah dengan wireless charging smartphone. Fitur yang lengkap dan sesuai kebutuhan penggunanya.

Fitur Berkendara Lengkap

Fitur keselamatan dan bantu berkendara yang dibekalkan pada Okavango pun cukup lengkap. SUV ini memiliki enam airbag, sistem pengereman ABS, electronic stability control, serta ISOFIX untuk kursi balita.

Fitur berkendara esensial seperti hill-hold control, hill-descent control, sensor parkir, kamera 360 derajat, tire pressure monitoring system hingga fitur anti-theft (anti maling) dan pengingat pintu terbuka terdapat pada Okavango.

Paket sistem bantuan berkendara terpadu Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang dibekalkan pun cukup lengkap. Fitur seperti Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Keeping Assist (LKA), Rear Cross Traffic Alert, dan Automatic Emergency Braking (AEB) meningkatkan kualitas keselamatan berkendara dalam setiap perjalanan.

Performa Mesin Hybrid Efisien

Di sektor performa, Geely Okavango dibekali  mesin bensin 1.5 liter turbocharged dengan modul mild hybrid 48V. Output tenaga yang dihasilkan mencapai 190 hp dengan torsi puncak 300 Nm. Transmisi pakai versi automatic dual-clutch (DCT) 7-speed.

Pengemudi pun dapat memilih opsi mode berkendara sesuai kebutuhan, yakni Sport, Eco dan Comfort.

Untuk ukuran SUV 7-seater, konsumsi BBM Okavango diklaim cukup irit yakni mencapai 6,6 liter/100 km atau sekira 15 km per liter.

Guna menunjang kenyamanan dan stabilitas berkendara, suspensi depan menggunakan MacPherson strut, dan di belakang pakai jenis multi-link.

Bakal Segera Masuk Indonesia?

Geely Okavango ternyata sudah lebih dulu dipasarkan di Filipina dalam dua varian, yakni Elite AT (standar) dan Urban Plus yang fiturnya lebih lengkap.

Harga jualnya mulai dari 1.368.000 Peso hingga 1.765.000 Peso, atau sekira Rp 386 jutaan sampai Rp 498 jutaan. Sesuai regulasi terbaru di Filipina, Okavango masuk kategori mobil hybrid yang mendapatkan insentif pajak.

Sementara saudara kembarnya di Malaysia yakni Proton X90 (2026) dibanderol mulai dari 106.800 Ringgit – 122.800 Ringgit. Lebh kurang sekira Rp 473 jutaan hingga Rp 544 jutaan.

Jika nantinya Okavango resmi dipasarkan di Indonesia, harga jual yang kompetitif jadi pertimbangan yang harus digodok oleh GAI agar dapat bersaing dengan kompetitor. Kita tunggu kemunculannya…

JETOUR Pertegas Dominasi Global di Auto China 2026

Partisipasi JETOUR di Auto China 2026 makin mempertegas arah pengembangan ekosistem otomotif yang terintegrasi dengan gaya hidup modern.

Nah, untuk pertama kalinya JETOUR menampilkan dua merek sekaligus, yakni JETOUR dan SOUEAST, strategi multi-brand yang saling melengkapi. Filosofi “Travel+” kini berkembang menjadi representasi gaya hidup yang menggabungkan teknologi, budaya, dan eksplorasi dalam satu kesatuan.

Dari sisi produk, JETOUR menghadirkan inovasi melalui pengembangan teknologi hybrid yang semakin relevan secara global. Model seperti JETOUR T2 i-DM hadir sebagai SUV plug-in hybrid yang menggabungkan efisiensi dan performa. Dibekali sistem hybrid 1.5TD DHE + 3DHT, mobil ini mampu menghasilkan tenaga hingga 280 kW dengan torsi 610 Nm juga jarak tempuh kombinasi lebih dari 1.000 km. Hmm…jauh juga.

Sementara itu, JETOUR G700 dengan kemampuan ekstrem memiliki tenaga 665 kW dan torsi 1.135 Nm. G700 mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam hanya dalam 4,6 detik. Dukungan tiga differential lock, suspensi udara adaptif, serta kemampuan melibas genangan hingga 970 mm siap menjadi pilihan ideal untuk berpetualang.

Strategi “Travel+” juga diperkuat melalui pengembangan komunitas global. Hingga saat ini, JETOUR telah membangun lebih dari 300 komunitas pengguna di berbagai negara.

Untuk memperkuat positioning global, JETOUR menggandeng sejumlah tokoh dunia. Kehadiran Alan Walker sebagai brand ambassador menjadi simbol kolaborasi antara dunia otomotif dan musik modern. Selain itu, atlet legendaris Mo Farah serta penjelajah Hazen Audel turut memperkuat citra petualangan dan ketangguhan yang diusung brand ini. Di sisi lain, kolaborasi dengan Laurie Marker menegaskan komitmen JETOUR terhadap isu keberlanjutan dan konservasi lingkungan.

Tak hanya itu, JETOUR juga aktif dalam berbagai kegiatan global, mulai dari event olahraga hingga festival budaya di berbagai kawasan dunia. Hal ini semakin memperluas makna “Travel+” sebagai jembatan antara mobilitas, gaya hidup, dan pengalaman lintas budaya.

Partisipasinya di Auto China 2026 membuat brand ini tidak hanya fokus pada inovasi produk, namun juga menciptakan mobilitas masa depan yang lebih personal, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan konsumen global.

JETOUR G700 & T2 i-DM Diuji Dengan Trek Simulasi “Travel+”

JETOUR menggelar sesi uji kendara eksklusif di Beijing, China tepatnya di kawasan Haidian Airport. Pengujian ini dilakukan para media dan influencer global mengendarai JETOUR G700 dan JETOUR T2 i-DM dalam berbagai kondisi ekstrem hingga penggunaan harian.

Acara ini menjadi bagian dari strategi JETOUR dalam menghadirkan pengalaman “Travel+”, yang tidak hanya menampilkan teknologi, tetapi juga membuktikan langsung kapabilitas kendaraan di lapangan. Beragam skenario pengujian disiapkan, mulai dari akselerasi, pengereman, slalom, hingga simulasi off-road berat yang menguji stabilitas dan daya tahan kendaraan.

JETOUR G700 tampil sebagai bintang utama dengan karakter All-Terrain Premium Hybrid Off-road SUV. Dari sisi desain, G700 memadukan tampilan rugged dengan sentuhan kemewahan modern. Namun, kekuatan utamanya justru terletak pada performa dan teknologi. Dalam pengujian, SUV ini mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam hanya dalam 4,6 detik, sekaligus menunjukkan kemampuan melibas genangan air hingga kedalaman 970 mm.

Di medan ekstrem, sistem GAIA Architecture yang dipadukan dengan tiga differential lock bekerja optimal untuk menjaga traksi di berbagai kondisi, termasuk saat melewati rintangan seperti side slope, cross-axle, hingga roller ramp. Hal ini menjadikan G700 tidak hanya tangguh, tetapi juga stabil dan presisi saat menghadapi tantangan off-road.

Menariknya, kenyamanan tetap menjadi prioritas. Kabin G700 dilengkapi sistem audio premium Lexicon yang dikembangkan bersama Rolls-Royce, menghadirkan kualitas suara layaknya teater. Selain itu, kursi multifungsi dengan fitur pijat 8 titik, sandaran kaki, dan meja lipat semakin memperkuat kesan premium di dalam kabin.

Sementara itu, JETOUR T2 i-DM menawarkan pendekatan berbeda dengan mengedepankan efisiensi dan fleksibilitas. SUV Plug-in Hybrid (PHEV) ini menggabungkan mesin 1.5TD dengan sistem hybrid 3DHT, menghasilkan tenaga total 280 kW dan torsi 610 Nm. Kombinasi ini memberikan performa responsif sekaligus efisiensi energi yang optimal.

Dalam sesi pengujian, T2 i-DM menunjukkan keseimbangan antara kenyamanan dan kemampuan jelajah. Handling tetap stabil saat melibas berbagai rintangan, sementara karakter berkendara terasa lebih halus dan adaptif untuk penggunaan sehari-hari. Teknologi seperti Snapdragon 8155 Smart Chip dan layar kontrol 15,6 inci juga memberikan pengalaman berkendara yang modern dan intuitif.

Fitur unggulan lainnya mencakup 540° panoramic imaging untuk visibilitas maksimal, suplai daya eksternal 3,3 kW untuk kebutuhan outdoor, serta parking air conditioning yang meningkatkan kenyamanan saat berhenti. Semua ini menjadikan T2 i-DM sebagai SUV yang siap mendukung gaya hidup aktif, baik di perkotaan maupun saat berpetualang.

Melalui sesi uji kendara ini, JETOUR G700 hadir sebagai SUV ekstrem dengan performa maksimal, sementara T2 i-DM menawarkan solusi mobilitas yang efisien dan serbaguna.

Dengan pendekatan yang menggabungkan teknologi, performa, dan lifestyle, JETOUR semakin memperkuat posisinya sebagai brand yang siap mendefinisikan ulang pengalaman berkendara modern, termasuk untuk pasar Indonesia yang memiliki kebutuhan mobilitas beragam.

Vitara Turbo Hybrid Perkuat Lini SUV Suzuki di Pasar Australia

Pertumbuhan pasar SUV hybrid yang kian pesat di Australia memacu optimisme Suzuki untuk meluncurkan Suzuki Vitara Turbo Hybrid model tahun 2026. Compact SUV ini ditujukan bagi konsumen Negeri Kanguru yang menginginkan mobil dengan konsumsi BBM efisien namun tanpa mengorbankan sektor performa.

Meskipun perkembangan SUV bertenaga listrik murni (EV) cukup pesat, namun masih banyak konsumen yang belum yakin dengan mobil SUV tanpa asap.

Melalui sistem Mild-Hybrid (MHEV), Suzuki Vitara Turbo Hybrid menjembatani peralihan konsumen dari mobil bermesin konvensional ke jenis kendaraan berteknologi elektrifikasi. Suzuki Vitara Turbo Hybrid sekaligus menjadi alternatif pengganti model Vitara bermesin bensin 1.6-liter non turbo.

Mesin Booster Jet Turbo Hybrid

Suzuki Vitara Turbo Hybrid spek Australia dibekali mesin bensin 4-silinder 1.4-liter BoosterJet Turbo sebagai penggerak utama. Sistem hybrid SHVS memanfaatkan motor listrik Integrated Starter Generator (ISG) 48-volt guna membantu kinerja akselerasi awal dan mengoptimalkan penggunaan bahan bakar melalui fitur start-stop.

Kombinasi sistem hybrid yang dibekalkan ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 121 hp. Sedikit lebih rendah dari versi 1.6-liter non turbo yang bertenaga 138 hp. Namun torsinya naik dari 220 Nm menjadi 235 Nm.

Opsi transmisi hanya automatic 6-speed, dengan pilihan sistem penggerak roda depan (2WD) atau sistem penggerak empat roda AllGrip AWD.

Suzuki mengklaim konsumsi BBM Vitara Turbo Hybrid cukup ekonomis yakni 5,8 liter/100 km atau setara 17,24 km/liter untuk versi 2WD dan 5,9 liter/100 km atau sekira 16,95 km/liter untuk versi AllGrip AWD.

Upgrade Fitur

Untuk varian standar 2WD, interior tak beda jauh dari versi terdahulu yang bermesin 1.6 liter non turbo. Panel instrumen analog dan tombol fisik masih dipertahankan agar lebih mudah dioperasikan saat berkendara.

Nah, bedanya yakni layar head unit sudah pakai layar sentuh ukuran 7-inci. Fitur kamera parkir di belakang, kontrol AC otomatis dan adaptive cruise control, Autonomous Emergency Braking (AEB), Lane-keep assist, Blind-spot monitoring, Rear cross-traffic alert serta sensor parkir depan dan belakang jadi fitur standar. Sistem audio dilengkapi 4 buah speaker.

Untuk versi AllGrip, fiturnya lebih lengkap Mulai dari atap panoramik, interior lapis kulit sintetis, layar sentuh 9-inci dan sistem audio dengan 6 speaker serta Drive Mode selector.

Harga dan Warna

Vitara Turbo Hybrid varian 2WD hadir dalam tiga pilihan warna, yaitu Putih, Cosmic Black Pearl Metallic dan Titan Dark Grey Pearl Metallic.

Varian AllGrip opsi warna eksteriornya lebih beragam. Selain warna single tone Putih dan Titan Dark Grey, tersedia opsi dual-tone, yakni Savanna Ivory Metallic serta Ice Greyish Blue Metallic yang dipadukan dengan atap bernuansa hitam Cosmic Black Pearl.

Untuk warna Putih tidak dikenakan biaya extra. Sedangkan untuk opsi warna Titan Dark Grey Pearl Metallic, dan Cosmic Black Pearl Metallic dikenakan biaya extra sebesar AU$ 745 atau sekira Rp 8,9 jutaan. Opsi warna dual-tone dikenakan biaya extra sebesar AU$ 1.345 atau sekitar Rp 16 jutaan.

Untuk pasar Australia, Suzuki Vitara Turbo Hybrid harganya mulai dari AU$ 39.990 atau sekitar Rp 477 jutaan untuk versi 2WD. Sedangkan untuk versi AllGrip AWD, label harganya mulai dari AU$ 45.990 atau sekitar Rp 549 jutaan. Seluruhnya harga OTR Australia.

Strategi Suzuki di Tengah Transisi Elektrifikasi

Peluncuran Suzuki Vitara Turbo Hybrid menunjukkan strategi realistis Suzuki dalam menghadapi era elektrifikasi. Dengan mengusung teknologi mild-hybrid, model ini menawarkan keseimbangan antara efisiensi bahan bakar, performa turbo, dan kepraktisan SUV kompak. Bagi pasar Australia yang masih berada dalam fase transisi dari mesin konvensional ke kendaraan listrik penuh, Vitara Turbo Hybrid menjadi alternatif menarik yang rasional sekaligus futuristis.

Mitsubishi Bakal Produksi Xpander Atau Xforce HEV di Indonesia?

Mitsubishi Bakal Produksi Mobil Hybrid di Indonesia, Xpander Atau Xforce HEV?

Beredar kabar bahwa PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) akan meluncurkan model terbaru jenis hybrid HEV di Tanah Air. Sementara ini belum ada info yang dibuka secara gamblang. Akan tetapi prediksi yang beredar kian mengarah pada versi HEV dari Xpander dan Xforce.

Mitsubishi Xpander HEV atau hybrid telah lebih dulu diluncurkan di Thailand pada tahun 2024. Kita tentunya tertinggal satu tahun lebih dari Negeri Gajah Putih. Xpander HEV diluncurkan bersamaan dalam dua versi sekaligus, yaitu untuk New Xpander dan Xpander Cross.

Demikian pula dengan Xforce HEV, pertama kali diluncurkan pun di Thailand pada Maret 2025. Peluncuran Xforce HEV merupakan fase lanjutan dari peluncuran Xpander HEV Play. Basis platform Xforce HEV didasarkan pada Xforce bermesin bensin yang awalnya diluncurkan di Indonesia pada tahun 2023.

Apa keunggulan yang dimiliki oleh kedua model HEV dari Mitsubishi tersebut?

Apa itu HEV?

Sebelumnya, kita bahas dulu apa itu HEV yang merupakan singkatan dari Hybrid Electric Vehicle. Mobil jenis HEV atau lebih umum disebut mobil hybrid memadukan mesin bensin dengan modul sistem hybrid yang terdiri dari motor listrik penggerak dan baterai sebagai sumber pasokan daya listrik.

Sebagai pemasok daya untuk motor listrik hybrid, Xpander dan Xforce HEV dilengkapi baterai jenis Lithium-ion yang terletak pada bagian bawah dek kabin.

Pada mode hybrid, output performa yang dihasilkan oleh perpaduan kinerja mesin bensin dan motor listrik lebih besar dibandingkan mesin bensin non-hybrid.

Dengan sistem hybrid, konsumsi BBM pun lebih ekonomis dan efisien. Bahkan terdapat mode EV yang mengaktifkan motor listrik sebagai sumber penggerak utama.  Saat berkendara di kemacetan lalu lintas yang stop and go, pengemudi bisa memanfaatkan mode EV untuk berkendara pada kecepatan rendah. Daya listrik dari baterai digunakan untuk menghemat konsumsi BBM.

Yang membedakan dengan mobil elektrik murni atau plug-in hybrid (PHEV), baterai pada kendaraan jenis HEV tidak bisa diisi ulang secara langsung melalui charging port. Pengisian ulang daya pada mobil HEV memanfaatkan sistem pengereman regeneratif. Energi pengereman akan diubah menjadi arus listrik untuk mengisi daya baterai.

Mitsubishi Xpander HEV

Sekarang kita bahas satu persatu. Jika pada Xpander biasa dibekali mesin bensin 1.500 cc, pada versi HEV kapasitas mesin MIVEC yang digunakan lebih besar, yakni 1.600 cc.

Xpander HEV mengandalkan mesin bensin 1.6-liter MIVEC dengan output 95 hp (96 PS) dan torsi 134 Nm. Mesin dipadukan dengan motor listrik berdaya 116 hp (117 PS) dan torsi puncak 255 Nm yang tersalur ke roda depan.

Dengan sistem hybrid, penghematan bahan bakar bisa mencapai 10% dibanding dengan model Xpander non-hybrid bertransmisi CVT. Efisiensi konsumsi BBM bahkan mampu mencapai 34% untuk pengendaraan harian dalam kota.

Agar faktor kenyamanan penumpang dan kapasitas ruang kabin tidak terkompromi, maka posisi penyimpanan baterai berada di bawah kursi penumpang depan sebelah kiri.

Ada 7 mode berkendara yang dibekalkan, yakni: Charge, EV Priority, Normal, Wet, Gravel, Tarmac dan Mud. Pengemudi dapat memilih mode berkendara yang sesuai dengan kebutuhan maupun kondisi jalan yang dilintasi.

Sistem Active Yaw Control (AYC) tetap disematkan untuk meningkatkan stabilitas. Sistem suspensi pun turut direvisi. Keempat roda dibekali rem cakram untuk menunjang kinerja pengereman regeneratif.

Untuk sistem keselamatan aktif, Xpander HEV dibekali sistem ADAS Mitsubishi Safety Sensing (Diamond Sense). Konten fiturnya terdiri dari Rear Cross Traffic Alert, Blind Spot Alarm, Blind Spot Warning with Lane Change Assist (BSW with LCA), dan Lane Departure Warning. Hanya saja untuk fitur seperti Adaptive Cruise Control atau Autonomous Emergency Braking saat ini masih belum tersedia.

Xforce HEV

Model kedua yakni Xforce HEV masih terbilang gress, karena baru diluncurkan di Thailand pada Maret 2025. Perihal kenapa model HEV lebih dulu dipasarkan di Thailand dibanding Indonesia, tentu terkait dengan trend pasar yang berkembang saat itu.

Konsumen di Thailand sudah melek mobil hybrid lebih dulu dari Indonesia, dan jumlah peminatnya pun banyak. Pangsa pasar mobil hybrid di Negeri Gajah Putih terbilang punya prospek yang cerah untuk di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut didukung adanya insentif untuk jenis kendaraan elektrifikasi yang lebih besar, sehingga harga jual mobil hybrid di Thailand tidak terlampau tinggi.

Disamping itu, ada kebijakan internal terkait dengan posisi Thailand sebagai rantai pasok dan basis produksi utama Mitsubishi Motors untuk pasar Asia Tenggara selain Indonesia.

Spek mesin yang dibekalkan pada Xforce HEV sama dengan Xpander HEV. Posisi baterai pun sama, yakni terletak di bawah jok depan.

Yang menbedakan, sistem hybrid Xforce HEV lebih canggih dari model Xpander HEV. Ada tambahan perangkat transaxle yang akan menyalurkan torsi ke roda dengan lebih sempurna guna menunjang traksi saat melintasi jalan non aspal.

Selain itu terdapat fungsi pemutus kinerja motor listrik dari poros penggerak saat mobil melaju pada kecepatan tinggi. Teknologi yang dibekalkan diklaim dapat menghasilkan penghematan konsumsi bahan bakar lebih baik menjadi sekitar 24,4 kilometer per liter.

Xforce HEV dilengkapi 5 mode berkendara yang sama seperti Xforce reguler yakni meliputi: Normal, Tarmac, Gravel, Mud, Wet. Bedanya, ada tambahan mode berkendara Charge dan EV Priority. Sama seperti pada Xpander HEV.

Fitur berkendara Active Yaw Control (AYC) pun tetap melekat pada Xforce HEV. Fitur ini membantu meningkatkan performa saat menikung dengan menyesuaikan gaya pengereman di roda depan. Sehingga mengoptimalkan kestabilan mobil saat bermanuver secara cepat atau di jalan licin.

Perihal fitur bantuan berkendara aktif, sistem ADAS Mitsubishi Motors Safety Sensing (Diamond Sense) pada Xforce HEV lebih lengkap dari Xpander HEV. Fiturnya termasuk Adaptive Cruise Control (ACC), Forward Collision Mitigation (FCM), Blind Spot Warning with Lane Change Assist (BSW / LCA), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Automatic High Beam (AHB), dan Lead Car Departure Notification (LCDN).

Fitur Diamond Sense inilah yang membuat SUV XForce HEV meraih peringkat tertinggi dalam pengujian keselamatan ASEAN NCAP.

Selain itu, Xforce HEV juga memastikan kinerja keselamatan tabrakan dengan bodi RISE2. Konstruksi rangka bodil menyerap energi benturan dan meminimalkan deformasi kabin jika terjadi tabrakan. Masih ditambah lagi dengan enam SRS Airbag.

Perihal harga jual, Xpander HEV dan Xforce HEV di Thailand di banderol kisaran harga Rp 400-500 jutaan. Lantas, model manakah yang nantinya diproduksi dan dipasarkan di Indonesia? Akankah ada pertanda launching di GIIAS 2026? Hmm kita tunggu…

Geely Serahkan Starray EM-i Rakitan Lokal ke Konsumen Pertama

Geely Auto Indonesia baru saja meluncurkan secara resmi mobil plug-in hybrid (PHEV) Starray EM-i di Indonesia. Namun konsumen sebenarnya sudah memesan unitnya sejak Agustus 2025 lalu. Setelah melalui masa perkenalan dengan pemesanan via inden pre-booking, harga resminya pun kini telah diumumkan yakni Rp 499 juta (OTR Jakarta).

Sejak diperkenalkan di GIIAS 2025 lalu, para konsumen di Indonesia memberikan respon yang positif. Meskipun tak dijelaskan secara rinci, namun Geely mengeklaim pemesanan Starray EM-i sudah mencapai ratusan unit.

Agar distribusi unit pesanan para konsumen dapat lebih cepat, Starray EM-i telah dirakit secara lokal dengan skema completely knock-down (CKD) oleh PT Handal Motors di Purwakarta, Jawa Barat sejak September 2025.

Konversi posisi kemudi menjadi setir kanan telah dilakukan sesuai spek di Indonesia. Kualitas produk yang dirakit di Indonesia pun sesuai standar global Geely.

Perakitan unit Starray EM-i secara lokal di Indonesia merupakan langkah awal dari komitmen jangka panjang Geely untuk bisa berkontribusi terhadap kemajuan industri otomotif Indonesia.

Yusuf Anshori, Brand Director Geely Auto Indonesia, mengatakan, pengiriman Starray EM-i untuk tahap pertama sudah mulai dilakukan di bulan Oktober. Hal tersebut dikarenakan tahap awal proses perakitan baru selesai pada akhir bulan September.

Pengiriman Unit Kepada Konsumen

Geely Auto Indonesia pun resmi menyerahkan unit perdana Geely Starray EM-i kepada pelanggan pertama dalam acara “Geely Starray EM-i Exhibition – Drive More with Less Energy” di Summarecon Mall Serpong. Momentum ini menandai dimulainya fase distribusi nasional sekaligus menegaskan komitmen Geely terhadap perakitan lokal di Indonesia.

“Setiap unit Starray EM-i dirakit dengan standar global dan quality control ketat. Melalui perakitan lokal, kami mempercepat pengiriman kendaraan sekaligus mendukung industri otomotif nasional,” ujar Constantinus Herlijoso, Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia.

Sebagai SUV hybrid canggih, Starray EM-i hadir dengan kombinasi baterai 18,4 kWh dan tangki bahan bakar 51 liter, yang mampu menempuh jarak listrik murni hingga 105 km dan jarak total lebih dari 1.000 km. Konsumsi bahan bakarnya sangat efisien, mencapai 83 km/liter, berkat teknologi EM-i Super Hybrid dengan tiga mode berkendara serta efisiensi termal mesin hingga 46,5%.

Dari sisi keselamatan, SUV ini mengusung struktur bodi berstandar tinggi dan sistem ADAS Level 2 dengan 14 fitur canggih yang meningkatkan proteksi dan kenyamanan berkendara. Sementara dari sisi desain, Starray EM-i tampil aerodinamis dengan interior fungsional dan lapang, mengusung filosofi desain “intentional design” — setiap detail dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang cerdas dan menyenangkan.

Sebagai bagian dari komitmen purna jual, Geely juga menggelar Geely National Service Skills Competition 2025, kompetisi teknisi dan service advisor dari berbagai diler resmi di Indonesia. Program ini memastikan seluruh tenaga aftersales memiliki kemampuan teknis kuat dan pelayanan profesional berstandar internasional.

Ke depan, Geely akan terus memperluas jaringan diler dan layanan purna jual di seluruh Indonesia untuk menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan premium dan efisien.

BAIC BJ30 Hybrid Resmi Meluncur di GIIAS 2025, SUV Gagah dan Efisien

BAIC BJ30 Hybrid resmi meluncur di GIIAS 2025. Kemunculan BJ30 ini juga menjadi pertama di dunia untuk versi setir kanan. Menariknya, BAIC juga menawarkan harga khusus untuk SUV dengan desain gagah ini.

Mobil dengan dimensi panjang 4.730 mm, lebar 1.910 mm, dan tinggi 1.790 mm memiliki desain mengotak yang tangguh, Pada bagian depan terdapat grille lima lubang khas BAIC, yang dipadukan dengan lampu LED strip sehingga membuat BJ30 memiliki tampilan yang unik dan khas.

Tuas Transmisi Bergaya Aviasi

Berlanjut pada bagian samping, terdapat desain L-Style floating hardtop yang unik dan terdapat over fender plastik yang mempertegas kesan offroad, pada bagian over fender ini terdapat lampu samping dan terakhir terdapat footstep yang mempermudah akses masuk. Terakhir pada bagian belakang terdapat lampu LED vertikal.

Masuk ke dalam, terdapat instrument cluster 10,25 inci yang dipadukan dengan layar infotainment 14,6 inci. Dashboard mobil sudah dilengkapi dengan bahan soft touch dan uniknya terdapat aksen mural pegunungan di sisi penumpang. Tuas transmisi BJ30 juga memiliki desain unik, yang terinspirasi dari pesawat terbang.

Dapur pacu BAIC BJ30 Hybrid menggunakan mesin empat silinder 1.500 cc turbo hybrid yang mampu menghasilkan tenaga 403 hp dan torsi 685 Nm. Tenaga mesin disalurkan melalui transmisi DHT menuju keempat roda atau depan.

Hasilnya BJ30 mampu melaju dari 0-100 km/jam dalam waktu 6,9 detik. Tidak hanya itu mesin ini juga diklaim memiliki konsumsi BBM mencapai 15,5 km/liter.

Tidak Gentar Medan Offroad

Dengan sistem All Terrain (ATS), yang terdiri dari empat mode yaitu Salju, Lumpur, Pasir, dan Menyeberang Genangan, BJ30 memiliki performa offroad yang baik.

BJ30 mampu melibas berbagai medan berat. Sebab didukung dengan ground clearance 215 mm, sudut mendekat 25°, sudut keberangkatan 30°, dan kedalaman genangan aman 450 mm.

Untuk harganya BJ30 dibanderol dengan harga Rp 605 juta untuk varian 4×4, dan Rp 529 juta untuk varian 4×2. Namun selama pelaksanaan GIIAS 2025 terdapat harga khusus untuk 500 pembeli pertama. Rp 575 juta untuk varian 4×4, dan Rp 499 juta untuk varian 4×2. Seluruh harga tersebut merupakan OTR Jakarta.

Review: Hyundai Santa Fe Calligraphy 1.6 T-GDi HEV

Hyundai membuat gebrakan baru, melalui kehadiran Santa Fe generasi terbaru. Jika Santa Fe generasi sebelumnya memiliki bentuk yang berotot, maka Santa Fe generasi terbaru malah terlihat semakin maskulin. Bahkan tidak ada aspek yang tersisa dari semua generasi Santa Fe sebelumnya. Agar tak berlama-lama penasaran, kami langsung saja pilih varian Calligraphy yang bermesin hybrid.

Dari depan, area depan Santa Fe tampak agresif karena disertai dengan lampu daytime running (DRL) berpola ‘H’ dan lampu depan LED yang menyorot tajam. Semuanya benar-benar mengusung garis lurus dan terlihat kontras dengan kaca depan yang miring. Bahkan bentuk kap mesinnya saja tampak sangat kokoh.

Secara visual saja, SUV ini pasti menawarkan ruang kabin yang lapang. Memandang Hyundai Santa Fe dari sisi samping, amat jelas bahwa SUV ini sarat akan garus lurus yang tegas. Lekuk fender yang berotot, diisi oleh velg multi-spoke 20 inci berwarna hitam, dan dibalut ban 255/45 R20. Fisiknya yang berukuran besar, memiliki wheelbase sepanjang 2.815 mm.

Assist Handle fungsional

Ada keunikan pada pilar C-nya, yakni tersedia Assist Handle. Sehingga memudahkan pengguna untuk memanjat, untuk mengakses barang-barang yang terpasang di atap. Amat fungsional buat pengguna yang menggunakan roobox atau yang gemar beraktivitas di alam terbuka.

Masuk ke kabin depan, tersedia kursi depan sendiri suportif dan nyaman. Dilengkapi pemanas dan sistem ventilasi, serta penyesuaian elektrik dengan dua pengaturan memori untuk pengemudi. Sehingga mengatur kursi ke posisi yang diinginkan menjadi mudah. Setirnya dilengkapi kontrol untuk audio, telepon, adaptive cruise control, dan untuk scrolling berbagai halaman di panel instrumen.

Seperti yang ada pada Hyundai masa kini, dua layar besar diletakkan berdampingan di dashboard. Panel instrumen ditata dengan baik dan di sampingnya terdapat sistem infotainment layar sentuh 12,3 inci, yang dilengkapi Apple CarPlay dan Android Auto. Asyiknya, tata letaknya tergolong dan mudah dimengerti. Sistem audio juga terdengar mantap, wajar saja karena didukung seperangkat speaker bikinan Bose.

Ruangan sterilisasi beragam barang

Panel kontrol AC, mempunyai kombinasi optimal antara kontrol fisik dan tombol sentuh, sehingga pengoperasinya sangat mudah. ​​Laci dashboard berukuran cukup besar, bahkan ada kompartemen untuk sterilisasi UV-C di atasnya. Pengoperasiannya? Cukup tekan tombol di sebelah layar infotainment, fitur ini dapat digunakan untuk sterilisasi ponsel, dompet, dan lain-lain.

Pada varian Calligraphy, terdapat panoramic sunroof berukuran besar, sehingga memungkinkan penumpang belakang dapat melihat langsung ke arah langit. Tirai pada sunroof tersebut juga dioperasikan secara elektris. Ada dua wireless charger pada konsol tengah, agar daya ponsel pengemudi dan penumpang depan tetap dapat terisi.

Di konsol tengah, terdapat Bilateral Multi-Console. Istilah bilateral ini berarti tutup konsol dapat dibuka dari depan dan belakang. Di baliknya ada laci yang berukuran cukup lapang dan dalam, bisa untuk menyimpan berbagai macam barang. Ventilasi AC tersedia di kedua pilar B, untuk menjaga penumpang baris kedua tetap sejuk. Sedangkan, port USB Type-C berada di sisi belakang setiap kursi depan.

Untuk masuk ke kabin belakang, cukup tekan tombol One-touch Walk-In, maka jok baris kedua pun memberikan akses untuk masuk dan keluar. Jok baris ketiga cukup untuk menampung anak-anak untuk perjalanan jarak jauh, atau untuk orang dewasa untuk perjalanan singkat. Jika perlu ruang bagasi yang besar, cukup lipat jok baris ketiga tersebut. Sehingga ruang bagasi yang awalnya memiliki kapasitas 628 liter, maka menjadi nyaris 2.000 liter.

Tersedia torsi besar

Dimensi Hyundai Santa Fe terbaru ini memang terlihat cukup besar, dengan panjang 4.830 mm, lebar 1.900 mm, dan tinggi 1.720 mm. Meski begitu, tak perlu canggung untuk mengendarainya. Sebeb pengendaliannya cukup supel dan mudah. Kaca spion samping yang besar dan kaca yang luas, memberikan visibilitas yang baik.

Sumber tenaga berasal dari mesin Smartstream 1.6 T-GDi yang dipadu dengan motor listrik 44,2 kW. Output gabungannya sebesar 235 PS dan torsi kombinasi 367 Nm. Karena SUV ini memiliki teknologi hybrid, maka akselerasi terasa mantap dan padat. Wheelbase yang panjang, membuat ayunan bodi terasa oke. Sehingga membuat perjalanan jarak jauh tetap terasa menyenangkan.

Hyundai Santa Fe terbaru dipasarkan dalam empat varian yang menarik. Mulai dari varian Prime 2.5 GDi (Rp 699 juta), Prime 1.6 T-GDi HEV (Rp 786,3 juta), Calligraphy 2.5 GDi (Rp 784,5 juta), dan tentunya Calligraphy 1.6 T-GDi HEV (Rp 869,6 juta).

Wuling Almaz RS Hybrid

Review Wuling New Almaz RS Hybrid, Ternyata Begini Rasanya!

Saat ini kendaraan roda empat sudah dianggap menjadi penunjang aktivitas sehari-hari. Hampir semua brand ternama berlomba untuk menjajakan sebagai produk terbaik. Tidak terkecuali dengan mobil bertenaga hybrid. Ya, tentunya mobil hybrid salah satu teknologi yang dimiliki oleh banyak brand di Indonesia.

Dengan berbagai fitur yang canggih hingga tingkat efisiensi, menjadi sederet hal yang diunggulkan. Tak terkecuali oleh Wuling, yang mengunggulkan Almaz RS Hybrid sebagai produk flagship. Bagaimana dengan rasa berkendaranya? Kami membuktikannya dalam aktivitas #MotomobiMauKemana, untuk berlibur bersama keluarga.

Interior cukup mewah

Masuk ke interiornya, kami menganggap bahwa ruang kemudinya tergolong lega, sehingga membuat pengemudi cepat beradaptasi dengan SUV ini. Kabin untuk penumpang baris pertama dan kedua tidak perlu diragukan. Namun, untuk baris ketiga memang terasa sedikit sempit, apabila diisi oleh orang dewasa. Konsekuensinya pun akan ada kompromi dengan kapasitas bawaan di ruang bagasi.

Interiornya termasuk mewah dengan balutan material kulit di sejumlah area. Posisi dashboard pun tidak terlalu tinggi, sehingga membuat kami tetap nyaman saat berkendara jarak jauh. Nah, terkait perjalanan jarak jauh, ground clearance yang cukup tinggi pada New Almaz RS Hybrid ini membuat bantingan suspensi tetap nyaman, walau diisi dengan penumpang penuh.

Tarikan awal terasa ringan

Teknologi voice command andalan dari Wuling, memberikan kesan yang menyenangkan dan tentunya memudahkan pengemudi ketika ingin mengoperasikan fitur yang diinginkan. Saat melaju, SUV ini memberikan kenikmatan berakselerasi. Sejak awal menginjak pedal gas, mobil terasa sangat ringan untuk melesat, sebab penggerak awalnya didukung oleh tenaga motor listrik.

Terkait efisiensi, Wuling New Almaz RS Hybrid yang kami gunakan ini memang hanya menyentuh 18 km per liter. Hal ini mungkin bisa disebabkan juga oleh bobot kendaraan yang cukup berat, mengingat material yang digunakan Wuling sepertinya pelat yang tebal pada bagian bodinya. Sehingga kami pun sama sekali tidak kecewa dengan angka tadi.

Nyaris 10 hari kami ‘berinteraksi’ dengan Wuling New Almaz RS Hybrid. Kami pun menyimpulkan bahwa SUV ini patut jadi pilihan buat Anda yang mempunyai keluarga kecil dan suka dengan teknologi yang mumpuni. Dengan harga mulai dari Rp 438 juta, SUV ini dapat dikatakan tidak terlalu mahal untuk sebuah mobil hybrid dengan fitur ‘segudang’.

Reviewer: Nova Trianto

Editor: Aldi Prihaditama

Indonesia Siap Jadi Basis Produksi Kendaraan Great Wall Motor

Masuknya brand otomotif asal China, Great Wall Motor (GWM) di Tanah Air sejak pertengahan tahun ini semakin meramaikan persaingan pasar antar brand otomotif di Indonesia.

Keagenan dan pemasaran produk kendaraan Great Wall Motor di Indonesia dikelola oleh PT Inchcape Automotive Indonesia yang menjalin kerjasama dengan PT Indomobil.

Great Wall Motor (GWM) siap memamerkan produk mereka di event pameran Smart Transportation and Energy 2023. Pameran teknologi transportasi ini dihelat di JIEXPO Kemayoran, Jakarta dari tanggal 23-26 November 2023.

Dua produk kendaraan yang akan dipamerkan yakni GWM Tank 500 yang berteknologi hybrid dan mobil listrik baterai (BEV) GWM Ora 03.

SUV Tank 500 ditenagai mesin 2.0-liter turbo bermodul hybrid. Output tenaga sebesar 342 hp dan torsi maksimum sebesar 648 Nm disalurkan ke poros roda via transmisi automatic 9-speed.

Sistem penggerak 4WD dan transfer case Mlock 4WD generasi terbaru yang dibekalkan membuat GMW Tank 500 mampu melibas trek off-road.

Produksi Di Indonesia

Tak sekadar memasarkan produk saja, GWM bahkan berencana melakukan perakitan secara lokal di Indonesia.

Minggu lalu, Presiden Direktur PT Inchcape Automotive Indonesia, Khoo Shao Tze, menyampaikan bahwa perakitan unit kendaraan sedianya akan dimulai awal tahun 2024 di Wanaherang, Bogor. Fasilitas perakitan tersebut saat ini memproduksi mobil-mobil Mercedes-Benz.

Kenapa bisa dirakit di fasilitas Mercedes-Benz? Ini karena operasional pabrikan Jerman tersebut juga dikuasai oleh Inchcape. Jadi sah saja mereka memproduksi di situ.

Pihak GWM untuk saat ini masih belum mengumumkan secara resmi mobil apa yang bakal diproduksi di Indonesia. Namun diperkirakan GWM akan memprioritaskan untuk merakit Haval dan mobil off-road bermesin hybrid Tank 500 secara lokal di Bogor.

Untuk mobil listrik GWM Ora 03, nampaknya masih akan didatangkan dari Thailand secara utuh (CBU).

Makin penasaran mobil apa yang bakal diproduksi dan dipasarkan oleh Great Wall Motor nantinya bukan? Kita tunggu kabar selanjutnya…

Range Rover Sport Hybrid Hadirkan Tenaga Besar Sekaligus Efisien

PT JLM Auto Indonesia, sebagai distributor tunggal kendaraan Land Rover di Indonesia kembali meluncurkan Range Rover Sport seri terbaru. Kali ini, Range Rover hadir dengan tampilan bodi kekar bertenaga, serta beberapa desain eksterior seperti lampu, grille, dan sudut overhang pendek yang melambangkan karakter gagah.

Didukung dengan desain interior dramatis dan canggih, semakin menguatkan karakter Range Rover yang mewah dan elegan. Range Rover Sport plug-in hybrid ini akan berkontribusi dalam proses energi transisi nasional, dengan menghadirkan teknologi alternatif yang menarik bagi industri otomotif Indonesia.

“Melalui inovasi, elegance in mobility, modern sophistication, dan teknologi canggih, PT JLM Auto Indonesia berkomitmen untuk selalu konsisten menyediakan hanya yang terbaik untuk semua klien eksklusif kami di seluruh Indonesia,” ungkap Gerry Kertowidjojo, Presiden Direktur PT JLM Auto Indonesia, saat peluncuran Range Rover Sport generasi baru hari ini (17/01).

0-100 km/jam: 5,4 detik saja

Range Rover Sport memadukan desain sporty dan mewah, tersedia dalam varian yang menerapkan teknologi plug-in hybrid berkekuatan 2.0 liter namun tetap halus dan menghasilkan emisi yang rendah. Dilengkapi dengan fitur turbocharger, mesin SUV ini mampu menghasilkan tenaga mencapai 510 PS (atau 503 hp) dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam 5,4 detik. Sedangkan kecepatan maksimumnya mencapai 242 km/jam.

Roda belakang bisa ikut belok 7,3 derajat

Sistem all-wheel drive yang tersedia, memberikan keseimbangan pengendalian saat kondisi jalan normal, dan mentransmisikan tenaga secara halus untuk mencegah selip saat berada di medan yang menantang. Tak hanya itu, SUV ini juga mampu melakukan manuver secara optimal dengan membelokkan roda belakang secara berlawanan searah jarum jam hingga 7,3 derajat melalui sistem all-wheel steering.

“Kami berharap dengan performa dari Range Rover Sport Hybrid ini dapat mendorong adaptasi kendaraan listrik di Indonesia dan memberikan opsi kendaraan electric hybrid bagi para pelanggan,” tambah Irvino Edwardly, Direktur Penjualan & Pemasaran PT JLM Auto Indonesia.

Range Rover Sport ini juga memiliki interior yang dilengkapi dengan leather seats premium, termasuk sistem audio berteknologi MeridianTM 3D Surround Sound System, sehingga menghasilkan kualitas suara jernih dan merata untuk setiap penumpang. Bahkan ada 18 unit speaker dan dual-channel subwoofer dengan 825W Amplifier di mobil ini.

“Saya sangat bangga dan yakin dengan keunikan fitur serta desain terbarunya, mobil ini akan menambah dimensi baru pada kategori kendaraan mewah juga menjadi salah satu pendorong kesuksesan bisnis kami di masa depan, tidak hanya di Indonesia namun juga seluruh dunia,” tukas Dean Brigham, Sales Director of Jaguar Land Rover Asia Pacific, di kesempatan yang sama.

Review Wuling Almaz Hybrid, Percaya Diri di Segmen Baru

Wuling resmi meluncurkan Almaz Hybrid di Indonesia pada 3 November 2022 silam. Sport Utility Vehicle (SUV) kelas medium ini sekaligus menjadi mobil Wuling hybrid pertama di Tanah Air. Sesuai nama yang diusung, SUV ini menggunakan perpaduan antara dua jenis sumber tenaga, yaitu mesin konvensional dan motor listrik.

Kombinasi sumber tenaga tersebut membuat performa berkendara Wuling Almaz Hybrid semakin mantap, menghasilkan efisiensi bahan bakar yang baik, dan pastinya rendah emisi gas buang. Bahkan Wuling Almaz Hybrid mengaplikasikan teknologi Multi-mode Hybrid Performance yang terdiri dari EV Mode, Series Hybrid Mode, dan Parallel Hybrid Mode.

Selain mengimplementasikan teknologi hybrid dengan Multi-mode Hybrid Performance, Almaz Hybrid pun dibekali jajaran inovasi, mulai dari Advanced Driver Assistance System (ADAS), Internet of Vehicle (IoV) hingga Wuling Indonesian Command (WIND). Ketiga memang sudah menjadi ciri khas dari sejumlah produk Wuling yang dipasarkan di Indonesia.

Dengan kata lain, paduan mesin bensin dengan motor listrik melalui sistem hybrid pada SUV ini diklaim mampu menghadirkan rasa berkendara yang menyenangkan. Inovasi lengkap untuk mendukung kenyamanan berkendara sekaligus memberikan ketenangan dan perlindungan secara aktif turut hadir dalam Almaz Hybrid ini.

Wuling Almaz Hybrid dibekali dengan mesin bensin 4 silinder Atkinson-cycle berkapasitas 2.0 liter yang bertenaga maksimal 123 hp dan torsi sebesar 168 Nm. Selain itu, terdapat motor listrik yang mampu memproduksi tenaga setara 174 hp dan torsi 320 Nm. Tentu saja ada juga baterai ternary lithium berkapasitas 1.8 kWh. Seluruh output yang dihasilkan selanjutnya disalurkan menuju roda depan melalui Dedicated Hybrid Transmission.

Tiga mode berkendara

Sajian utama yang langsung menjadi fokus kami ialah merasakan beberapa mode berkendara yang ada pada Wuling Almaz Hybrid ini. Yang pertama ialah EV Mode, yakni ketika roda digerakkan oleh motor listrik mengambil energi listrik yang berasal dari baterai ternary lithium. SUV ini diklaim mampu melaju dengan motor listrik saja hingga kisaran kecepatan 30 km/jam.

Namun kami sempat melaju lebih cepat dan masih hanya motor listrik saja yang beroperasi, hingga kecepatan di atas 45 km/jam. Hal tersebut tentu saja terkait dengan gaya mengemudi, kondisi baterai, serta penggunaan daya listrik yang ada pada mobil.  Meski melaju senyap, torsi yang tersedia untuk melaju pun tetap melimpah.

Memasuki Series Hybrid Mode, yakni kondisi roda masih digerakkan oleh motor listrik, namun mesin bensin beroperasi mengisi daya listrik pada baterai melalui motor generator. Kami merasakan mesin bensin mulai hidup, namun output yang dihasilkan tetap halus, tanpa lonjakan seketika. Ada dua hal  yang kami rasakan saat mesin bensin mulai beroperasi, yaitu lampu bertulisan ‘HEV’ pada meter cluster TFT dan ada sedikit getaran pada lingkar setir.

Selanjutnya, untuk performa berkendara yang maksimal maka Almaz Hybrid langsung menyuguhkan Hybrid Parallel Mode. Kondisi ini ialah mesin bensin dan motor listrik beroperasi untuk menghasilkan daya penggerak roda secara bersamaan. Kami mengujinya di saat mendahului kendaraan di depan dan dalam kondisi jalan yang menanjak.

Belasan fitur di dalam ADAS

Perbedaan performa suspensi memang tidak terlalu signifikan dengan Almaz bermesin konvensional, malah terasa ayunannya yang lebih empuk. Mungkin saja hal ini karena adanya komponen motor listrik dan baterai tambahan. Saat mengendarai Almaz Hybrid, permainan pedal gas memang perlu penyesuaian selama beberapa saat. Sebab luapan torsi di kecepatan rendah memang cukup terasa, sehingga akselerasi dari posisi diam pun terasa kuat.

SUV ini adalah lini produk kedua Wuling yang mengusung fitur ADAS. Inovasi ini terbagi menjadi 4 kategori dengan total 12 fitur. Kategori pertama ialah Adaptive Cruise yang memungkinkan pengaturan kecepatan jelajah dan penyesuaikan jarak aman dengan kendaraan di depannya secara otomatis. Lalu, Lane Recognition menjaga agar kendaraan tidak keluar dari lajur jalan.

Kemudian, Safe Distance & Braking Assistance yang siaga memberikan peringatan hingga mitigasi secara aktif berupa pengereman darurat otomatis saat kendaraan menghadapi situasi yang berpotensi bahaya. Tak ketinggalan, Automatic Lamp yang membantu pengemudi berkendara di malam hari melalui pengaturan ketinggian lampu utama yang menyesuaikan pencahayaan sekitar.

Di bawah ‘angka sakral’ Rp 500 juta

Inovasi Wuling Remote Control App melalui teknologi Internet of Vehicle (IoV) menghubungkan pengguna dengan kendaraannya melalui jaringan internet yang dapat diakses melalui melalui aplikasi MyWuling+ dan Head Unit. Sedangkan Wuling Indonesian Command (WIND) dapat diakses dengan kata kunci ‘Halo Wuling’ dan perintah suara berbahasa Indonesia dengan mudah. WIND membantu pengguna untuk tetap fokus berkendara dan tetap nyaman selama perjalanan.

Dengan banderol Rp 470 juta (on the road DKI Jakarta), mobil ini berada di bawah ‘angka sakral’ Rp 500 juta di pasar otomotif Tanah Air. Wuling sendiri menyediakan program pembelian unit Almaz Hybrid melalui skema SGMW Multifinance, dengan down payment mulai dari Rp 100 jutaan, sedangkan angsurannya mulai dari Rp 8 jutaan.

Jika dilihat dari segmen dan harga jual (on-the-road DKI Jakarta), menurut kami sepertinya kompetitor terdekat SUV ini ialah Toyota All New Kijang Innova Zenix V Hybrid. Kalau saja Anda sedang menyasar produk SUV dan tertarik dengan teknologi hybrid dan sederet fitur penunjang berkendara dari Wuling, maka Almaz Hybrid bisa menjadi salah satu pilihan saat ini.

Bentley Bentayga Hybrid

Bentley Luncurkan Sepasang Bentayga Hybrid: S Dan Azure

Bentley Bentayga sukses menggeser paradigma konservatif selama bertahun-tahun.

Saat membahas 2 hal, Bentley dan Sport Utility Vehicle (SUV), maka hanya satu hal yang akan terucap, Bentayga. Ya, SUV ultra mewah dari pabrikan otomotif asal Inggris ini telah menggeser paradigma para pecinta Bentley konservatif dari model saloon dan limosin ke genre SUV.

Menjelang tutup tahun, Bentley dari markasnya di Crewe, Inggris meluncuran dua varian baru Bentayga Hybrid model 2023. Kedua varian tersebut adalah Bentayga Hybrid S sebagai varian yang lebih sporty dari Bentayga Hybrid standar, dan varian Azure sebagai versi yang jauh lebih mewah. Di luar dari sektor penggerak, pada dasarnya kedua varian ini nyaris identik dengan Bentayga model S dan Azure versi non hybrid.

Secara sepintas, tampilan eksterior Bentayga Hybrid S maupun versi non-hybrid terlihat mirip. Namun saat dicermati, pihak pabrikan menyematkan sejumlah penanda khas pada Bentayga Hybrid S.

Bentayga Hybrid S ditopang velg alloy eksklusif berukuran 22-inci dengan kaliper rem berwarna merah. Aksen eksterior didominasi warna hitam yang terlihat kontras dengan lampu depan dan lampu belakang. Demikian pula dengan bumper depan dan belakang serta pipa exhaust sport model oval yang disematkan pada Bentayga Hybrid S desainnya terinspirasi dari Bentayga Speed.

Tak hanya pada area eksterior, interior Bentayga Hybrid S pun mengusung gaya Bentayga S dengan sedikit mencuplik desain Bentayga Speed. Terlihat pada dial cluster instrumen yang begitu identik dengan Bentayga Speed, namun dengan tambahan indikator kapasitas daya hybrid yang posisinya berdekatan dengan indikator RPM.

Kabin minim getaran dan guncangan

Berbeda dengan varian Bentayga Hybrid Azure yang lebih mengutamakan esensi kemewahan pada tampilannya plus sejumlah peningkatan sektor kenyamanan berkendara. Kabin pun kini lebih senyap dan minim getaran serta guncangan.

Pada varian ini tak dilengkapi dengan sports exhaust seperti pada varian Bentayga S baik versi hybrid maupun non-hybrid. Akan tetapi pada area eksterior, Bentayga Hybrid Azure dikemas dengan aksen chrome pada bagian bawah bumper. Velg alloy 10-spoke 22-inci dan emblem ‘Azure’ menjadi ciri khusus pada varian ini.

Kemasan interior Bentayga Hybrid Azure terlihat lebih mewah dengan balutan kulit Nappa plus jahitan berpola ‘diamond’ yang tersedia dalam 15 pilihan warna. Kursi berpenghangat dengan 22-setelan posisi duduk dan setir motif two-tone dengan penghangat menjadi kelengkapan standar pada Bentayga Hybrid Azure. Aaah.. Anda bagai sedang berada di sebuah lounge VIP.

Spek mesin bensin 3.0-liter twin-turbo V6 dan transmisi automatic 8-speed yang diusung varian S maupun Azure tak ada perbedaan dari varian sebelumnya. Akan tetapi motor listrik hybrid yang diusung mengalami peningkatan output performa menjadi 100 kW dengan torsi 400 Nm.

Baterai lithium-ion 18 kWh yang dibekalkan pun mengalami peningkatan kapasitas daya sebesar 0,7 kWh dari varian sebelumnya. Dengan kapasitas daya baterai yang ‘sedikit’ lebih besar, daya jelajah pada mode EV pun meningkat menjadi 43 km dari sebelumnya yang di kisaran 40 km.

Torsi kombinasi menyentuh angka 700 Nm

Total output daya kombinasi spek hybrid terbaru ini menjadi 340 kW (setara 456 hp). Namun pihak pabrikan tak menyebutkan berapa torsi maksimum yang dihasilkan pada kedua varian hybrid terbaru ini. Sebagai catatan, Bentayga Hybrid model sebelumnya memiliki torsi kombinasi sebesar 700Nm.

Dengan adanya revisi pada spek dan output performa, pihak pabrikan mengklaim kedua varian baru Bentayga Hybrid ini mampu mencapai angka 100 km/jam dari posisi start dalam waktu 5,3 detik – terkoreksi 0,2 detik lebih cepat dari varian sebelumnya. Bentayga S dan Azure pun diklaim mampu melaju hingga 254 km/jam.

Perihal berapa harga jual kedua varian ini, pihak pabrikan untuk sementara belum mengumumkan secara resmi. Namun pemesanan untuk model Bentayga Hybrid S Hybrid dan Bentayga Hybrid Azure telah dibuka. Dan tentunya Bentley akan dengan senang hati melayani pesanan khusus untuk menyematkan sentuhan bercitarasa personal sesuai permintaan calon pemiliknya.

Rizky Vox