LEPAS L8 PHEV dan E4 EV Tampil di GIIAS Surabaya 2026

LEPAS memperkuat pasar Jawa Timur dengan menampilkan dua kendaraan elektrifikasi di GIIAS Surabaya 2026. Keduanya adalah LEPAS L8 PHEV dan LEPAS E4 EV. Dalam kesempatan ini, LEPAS juga mengumumkan harga resminya untuk wilayah Jawa Timur.

LEPAS E4 EV ditawarkan mulai Rp359 juta OTR Jawa Timur. Sementara itu, LEPAS L8 PHEV dipasarkan dengan harga Rp599 juta OTR Jawa Timur.

Kehadiran kedua model tersebut memberikan pilihan berbeda bagi konsumen. E4 mengusung teknologi full electric, sedangkan L8 menawarkan fleksibilitas plug-in hybrid.

Pendekatan ini menjadi strategi LEPAS untuk menjangkau kebutuhan mobilitas yang semakin beragam, khususnya di Surabaya dan sejumlah wilayah Jawa Timur.

LEPAS L8 PHEV Siap Jelajah Lebih dari 1.300 Km

LEPAS L8 PHEV menyasar konsumen yang membutuhkan fleksibilitas kendaraan elektrifikasi. Urban SUV ini menawarkan combined range lebih dari 1.300 kilometer.

Angka tersebut membuat L8 menarik untuk penggunaan harian maupun perjalanan antarkota. Pengguna tidak harus bergantung sepenuhnya pada infrastruktur pengisian daya.

Kenyamanan juga menjadi perhatian melalui sejumlah fitur modern. Di antaranya Remote Parking Assist, Automated Parking Assist, dan Front Cloud-Feel Seats.

LEPAS turut memberikan paket LEPAS CARE untuk mendukung kepemilikan. Program tersebut mencakup garansi kendaraan enam tahun atau 150.000 km.

Garansi baterai dan motor berlaku hingga delapan tahun atau 160.000 km. Sementara garansi mesin mencapai 10 tahun atau 1 juta kilometer untuk pemilik pertama.

LEPAS E4 EV Mengandalkan Baterai 67 kWh

Berbeda dari L8, LEPAS E4 EV menawarkan pengalaman berkendara sepenuhnya menggunakan tenaga listrik. Model ini dibekali baterai berkapasitas 67 kWh. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 600 kilometer berdasarkan standar CLTC.

Kemampuan pengisian cepat juga menjadi salah satu keunggulannya. E4 EV mendukung DC Fast Charging berdaya 130 kW. Dengan kemampuan tersebut, baterai dapat terisi dari 30 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 20 menit.

E4 EV juga memiliki kemampuan melewati genangan dengan wading depth hingga 525 mm. Fitur tersebut memberikan tambahan kepercayaan diri saat menghadapi kondisi jalan tertentu.

Untuk pasar Jawa Timur, E4 EV dibanderol Rp359 juta OTR Jawa Timur. Konsumen mendapatkan garansi kendaraan selama enam tahun atau 150.000 km.

Dua Karakter Elektrifikasi dalam Satu Platform

LEPAS E4 EV dan L8 PHEV sama-sama menggunakan LEX Platform. Platform tersebut mengedepankan empat prinsip utama. Keempatnya adalah More Stable, More Spacious, More Quiet, dan More Energy-Efficient.

Meski memiliki fondasi yang sama, karakter keduanya berbeda. E4 EV cocok bagi konsumen yang ingin beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik. Sementara, L8 PHEV menawarkan fleksibilitas lebih besar untuk perjalanan dengan jarak dan kebutuhan yang beragam.

Kehadiran dua model ini memperlihatkan strategi LEPAS di pasar Jawa Timur. Tidak hanya menawarkan kendaraan elektrifikasi, namun juga menghadirkan pengalaman Premium Lifestyle NEV melalui desain, teknologi, kenyamanan, dan layanan kepemilikan.

GIIAS Surabaya 2026 menjadi langkah penting untuk mendekatkan konsep tersebut kepada konsumen regional.

Toyota Tutup GIIAS 2026 dengan 6.175 SPK, Mobil EV Kuasai 56 Persen

PT Toyota-Astra Motor (TAM) menutup partisipasinya di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan torehan positif. Selama 11 hari pameran yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, Toyota membukukan 6.175 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).

Menariknya, kendaraan elektrifikasi atau xEV menyumbang 56 persen dari total SPK Toyota. Capaian ini memperlihatkan semakin kuatnya penerimaan konsumen terhadap pilihan mobilitas elektrifikasi, sekaligus menunjukkan strategi Multi-Pathway Toyota mulai menemukan momentumnya di pasar Indonesia.

“Selama 55 tahun, Toyota telah tumbuh bersama masyarakat Indonesia dengan menghadirkan solusi mobilitas yang relevan. Kami sangat mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap Toyota selama GIIAS 2026,” ujar Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Hiroyuki Oide.

Innova Zenix Hybrid Jadi Andalan

Di antara jajaran kendaraan elektrifikasi Toyota, Kijang Innova menjadi kontributor terbesar dengan total 2.221 SPK. Dari jumlah tersebut, Innova Zenix Hybrid EV menyumbang 1.669 unit.

Performa tersebut memperlihatkan bahwa teknologi hybrid masih menjadi pilihan menarik bagi konsumen keluarga Indonesia. Selain menawarkan efisiensi, format MPV yang sudah lama dikenal masyarakat membuat transisi menuju kendaraan elektrifikasi terasa lebih mudah.

Sementara itu, Veloz Hybrid EV mencatat 1.115 SPK. Model lainnya seperti Alphard Hybrid EV dan Yaris Cross Hybrid EV masing-masing mengumpulkan 307 dan 302 SPK.

Toyota juga memperluas pilihan elektrifikasinya melalui New Land Cruiser 300 Hybrid EV dan bZ4X Touring Battery EV yang diperkenalkan di GIIAS 2026.

New Hilux Mendapat Respons Positif

Bukan hanya kendaraan elektrifikasi yang mencuri perhatian. Debut publik New Hilux turut memberikan hasil positif dengan mencatat 345 SPK selama pameran.

Kehadiran New Hilux memperkuat portofolio Toyota di segmen kendaraan komersial, terutama bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan dengan karakter tangguh untuk mendukung aktivitas bisnis maupun pekerjaan.

Di sisi lain, Toyota juga membawa pulang sejumlah penghargaan. Booth Toyota meraih Best Booth kategori lebih dari 2.000 meter persegi, sementara bZ4X Touring mendapatkan penghargaan Favorite Passenger Car Crossover.

Capaian GIIAS 2026 akhirnya menjadi gambaran menarik mengenai arah pasar otomotif Indonesia. Ketika kendaraan hybrid dan listrik semakin diterima, Toyota berhasil mempertahankan pilihan mobilitas yang beragam, mulai dari MPV keluarga, SUV, hingga kendaraan komersial.

Dengan 6.175 SPK dan kontribusi xEV sebesar 56 persen, Toyota menutup GIIAS 2026 dengan sinyal kuat bahwa elektrifikasi kini bukan lagi sekadar alternatif, tetapi mulai menjadi bagian penting dari pilihan konsumen Indonesia.

LEPAS L8 PHEV, 100 Km Full EV Dan Jarak Kombinasi 1.300 Km

Mobilitas harian kini semakin sulit dipisahkan dari kebutuhan akan efisiensi. Namun, ketika perjalanan berubah menjadi agenda luar kota, jarak tempuh dan fleksibilitas tetap menjadi pertimbangan utama. Di titik inilah LEPAS L8 PHEV mencoba menawarkan jalan tengah melalui kombinasi tenaga listrik dan mesin bensin.

Dibanderol Rp589 juta, LEPAS L8 PHEV membawa teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang memungkinkan kendaraan digunakan dengan tenaga listrik hingga 100 km untuk kebutuhan sehari-hari. Ketika perjalanan semakin jauh, mesin bensin mengambil peran sehingga pengguna tidak sepenuhnya bergantung pada pengisian daya.

LEPAS mengklaim combined range L8 PHEV mencapai lebih dari 1.300 km. Angka tersebut membuat SUV ini menarik bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas perkotaan sekaligus perjalanan jarak jauh.

“LEPAS L8 PHEV kami hadirkan dengan fleksibilitas yang memungkinkan konsumen menikmati efisiensi tenaga listrik untuk keseharian, sekaligus memiliki keleluasaan melakukan perjalanan lebih jauh,” ujar Temmy Wiradjaja, Vice Country Director LEPAS Indonesia.

Bukan Sekadar Mengejar Jarak Tempuh

Kekuatan L8 PHEV tidak hanya berada pada angka jangkauan. LEPAS membangun kendaraan ini menggunakan LEX Platform dengan optimalisasi Noise, Vibration, and Harshness (NVH) untuk menciptakan kabin yang lebih senyap.

Kenyamanan juga menjadi bagian penting. Tersedia Massage Seat, 256-color Ambient Lighting, Air Conditioning Fragrance System dan perlindungan UV lebih dari 99 persen.

Kebutuhan penumpang selama perjalanan turut diperhatikan melalui berbagai ruang penyimpanan, delapan speaker Sony, Voice Assistant serta 50W wireless charger.

Dengan paket tersebut, L8 PHEV mencoba memosisikan diri sebagai kendaraan yang tidak hanya efisien, tetapi juga menawarkan pengalaman kabin yang lebih premium.

ADAS dan Kamera 540 Derajat

Untuk mendukung pengemudi, LEPAS membekali L8 PHEV dengan 16 Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Fitur tersebut bekerja membantu memantau lingkungan sekitar kendaraan dan memberikan peringatan ketika mendeteksi potensi risiko tertentu.

Perlindungan penumpang diperkuat delapan airbags, sedangkan kamera 540 derajat membantu pengemudi ketika bermanuver di ruang terbatas.

Urusan parkir juga dibuat lebih praktis melalui Automatic Parking Assist (APA) dan Remote Parking Assist (RPA).

Jadi Sumber Listrik di Luar Rumah

Menariknya, kemampuan elektrifikasi L8 PHEV tidak berhenti pada sistem penggerak. Melalui Vehicle-to-Load (V2L) hingga 6,6 kW, energi dari kendaraan dapat dimanfaatkan untuk mengoperasikan perangkat listrik ketika berada di luar rumah.

Fitur tersebut dapat berguna ketika piknik, berkemah atau melakukan aktivitas keluarga di area yang minim akses listrik.

Kemampuan melewati genangan hingga 600 mm juga memberikan tambahan fleksibilitas, meski pengguna tetap perlu menyesuaikan perjalanan dengan kondisi jalan dan batas keamanan kendaraan.

Untuk memberikan rasa tenang setelah pembelian, LEPAS menawarkan garansi kendaraan enam tahun/150.000 km, garansi baterai, motor dan controller delapan tahun/160.000 km, servis gratis empat tahun/60.000 km serta garansi mesin hingga 10 tahun/1.000.000 km.

Dengan kombinasi jarak listrik 100 km, combined range lebih dari 1.300 km, fitur kenyamanan dan teknologi bantuan berkendara, LEPAS L8 PHEV menawarkan pendekatan PHEV yang cukup lengkap: irit untuk rutinitas, tetapi tetap siap ketika perjalanan mendadak menjadi jauh.

OMODA O4 Bawa AI Cockpit, Kabin Mobil Pintar Belajar Kebiasaan Pemilik

Perkembangan teknologi mobil mulai bergerak melampaui urusan performa dan fitur keselamatan. OMODA O4 membawa pendekatan berbeda melalui AI Cockpit, sistem kecerdasan buatan yang dirancang bukan hanya untuk menerima perintah, tetapi juga mempelajari kebiasaan dan preferensi penggunanya.

Teknologi tersebut menjadi salah satu daya tarik OMODA O4 setelah tampil di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. OMODA & JAECOO mengembangkan AI Cockpit sebagai bagian dari strategi intelligent technology, dengan dukungan Large Language Model (LLM) ByteDance Seed.

Yang membuatnya menarik, sistem ini dibangun agar pengalaman di dalam mobil terasa semakin personal. OMODA & JAECOO membekali AI Cockpit dengan 10 AI Agent yang dapat bekerja secara terkoordinasi dan mendukung interaksi dalam lima bahasa.

Artinya, kabin OMODA O4 tidak lagi sekadar menjadi ruang untuk mengoperasikan AC, audio atau navigasi. Sistemnya dirancang untuk memahami konteks perjalanan sekaligus menyesuaikan respons berdasarkan kebiasaan pengguna.

Mobil yang Mulai Mengenal Pemiliknya

Salah satu kemampuan paling menarik adalah scenario memory. Teknologi ini memungkinkan AI Cockpit mengenali pola berdasarkan waktu, lokasi dan situasi tertentu.

Misalnya, pengguna rutin berolahraga setiap akhir pekan bersama dua penumpang. Sistem dapat mengenali pola tersebut dan mengarahkan navigasi menuju lokasi olahraga. Setelah kembali ke mobil, sistem dapat menyesuaikan AC agar tidak langsung mengarah ke tubuh, meningkatkan ventilasi kursi dan mengaktifkan pemurni udara dengan intensitas lebih tinggi.

Konsep tersebut membuat personalisasi tidak berhenti pada pengaturan profil. Mobil mulai mengambil peran sebagai asisten yang memahami konteks.

Pengoperasian berbagai fitur juga dapat dilakukan melalui satu perintah suara. Pengguna bisa meminta sistem menutup jendela, menyalakan AC, mengaktifkan ventilasi kursi, memutar musik dan mengatur ambient lighting secara bersamaan.

Navigasi pun dibuat lebih natural. Pengguna dapat menyebut lokasi berdasarkan deskripsi umum atau landmark, kemudian meminta sistem membuat rute dengan beberapa tujuan sekaligus sambil mempertimbangkan kondisi lalu lintas secara real-time.

Bukan Cuma Pintar, Tapi Juga Personal

OMODA & JAECOO mencoba membawa unsur emosional ke dalam AI Cockpit. Ketika terjebak kemacetan, teknologi AI voiceprint cloning dapat digunakan untuk memutar pesan yang direkam keluarga atau teman.

Ada pula AI-generated pet pada layar tengah yang dapat merespons sentuhan dengan gerakan seperti berkedip dan berguling. Fitur sederhana ini menjadi cara OMODA O4 menghadirkan pengalaman kabin yang lebih interaktif.

Personalisasi semakin luas melalui nickname untuk sistem, pembuatan AI wallpaper secara real-time berdasarkan kata kunci, rekomendasi playlist, berita dan skor olahraga hingga permainan kuis berbasis suara.

Seluruh kemampuan tersebut dibangun melalui empat pilar, yakni Better Intent Understanding, Better Understanding of User Habits, Better Understanding of Emotions, dan Better Understanding of Trends.

Menuju Mobil sebagai AI Life Companion

OMODA O4 menjadi bagian dari visi “The First AI Car for Everyone” yang dikembangkan OMODA & JAECOO melalui konsep Cyber Verse.

Pengembangan teknologi ini juga diarahkan menuju roadmap yang lebih panjang, dari AI Interactive Cockpit, Globally Intelligent Cockpit hingga AI Life Companion Cockpit.

Menariknya, langkah tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan teknologi elektrifikasi dan intelligent driving. OMODA & JAECOO saat ini mengembangkan kendaraan PHEV, HEV dan BEV sekaligus teknologi intelligent driving.

Dengan kehadiran AI Cockpit, OMODA O4 memperlihatkan bahwa persaingan mobil masa depan tidak lagi hanya soal siapa yang paling bertenaga atau paling irit. Mobil juga mulai dituntut mampu memahami siapa yang mengendarainya.

Changan Resmikan Dealer Bali, Perkuat Layanan 3S untuk Kendaraan Elektrifikasi

Changan Indonesia semakin agresif memperluas jaringan di Tanah Air. Merek otomotif global di bawah naungan Indomobil Group ini resmi membuka Dealer Changan Bali di Jimbaran, Badung, pada Senin, (10/8).

Berkolaborasi dengan Top Motor, fasilitas ini menjadi dealer kelima Changan dengan full identity di Indonesia. Selain itu, sekaligus memperkuat akses konsumen Bali terhadap kendaraan elektrifikasi dan layanan purna jual.

Dealer yang berlokasi di Jalan Bypass Ngurah Rai No.18, Jimbaran, ini mengusung layanan 3S (Sales, Service, Spare Parts). Berdiri di atas lahan sekitar 1.400 meter persegi dengan luas bangunan 1.100 meter persegi, fasilitas tersebut dilengkapi showroom, area servis modern hingga charging station.

Kehadiran fasilitas pengisian daya menjadi bagian penting, mengingat Changan membawa portofolio kendaraan elektrifikasi yang semakin lengkap ke pasar Bali.

“Bali merupakan salah satu wilayah dengan potensi pasar yang sangat besar, didukung oleh pertumbuhan sektor pariwisata, aktivitas ekonomi yang dinamis, serta semakin tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan,” ujar Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.

23 Dealer dan Target 100 Outlet

Pembukaan dealer di Bali menjadi bagian dari strategi ekspansi Changan yang cukup agresif. Hingga Agustus 2026, Changan telah memiliki 23 dealer resmi di berbagai wilayah Indonesia. Target berikutnya tidak kecil. Changan berambisi memperluas jaringan menjadi lebih dari 100 dealer pada 2030.

Langkah ini menunjukkan bahwa strategi Changan tidak berhenti pada peluncuran produk. Jaringan penjualan dan purna jual menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan konsumen. Nampaknya Changan semakin serius bermain di segmen kendaraan listrik dan elektrifikasi.

Jajaran EV Changan Makin Lengkap

Konsumen yang datang ke Dealer Changan Bali dapat melihat berbagai model elektrifikasi, mulai dari Changan Lumin, Deepal S07, Deepal S05 BEV dan REEV, hingga Changan Nevo Q05.

Nevo Q05 menjadi salah satu produk yang menarik perhatian karena baru diperkenalkan di Indonesia pada GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Sementara itu, kehadiran Deepal S05 dalam pilihan BEV dan REEV memperlihatkan strategi Changan dalam menyediakan lebih banyak pilihan teknologi bagi konsumen dengan kebutuhan berbeda.

Dengan format 3S, konsumen tidak hanya mendapatkan tempat untuk melihat dan membeli kendaraan. Dealer juga menjadi pusat perawatan serta penyediaan suku cadang asli, sehingga pengalaman kepemilikan diharapkan lebih mudah dan terintegrasi.

Bali Jadi Titik Penting Ekspansi

Bagi Changan, pembukaan dealer di Bali bukan sekadar menambah jumlah outlet. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi langkah untuk mendekatkan teknologi elektrifikasi kepada konsumen di luar pusat-pusat pasar otomotif utama.

Dengan target lebih dari 100 dealer pada 2030, Changan kini memasuki fase penting: membangun jaringan sekuat portofolio produknya.

Jika ekspansi tersebut berjalan sesuai rencana, Dealer Changan Bali dapat menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan merek ini memperluas ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

DFSK E5 Plus Jadi Magnet GIIAS 2026, Raih 380 SPK!

DFSK E5 Plus Jadi Magnet GIIAS 2026, PHEV Mulai Dilirik Konsumen Indonesia

DFSK E5 Plus menjadi salah satu magnet perhatian pengunjung GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Bukan hanya ramai dilihat, SUV plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) ini juga menjadi model yang paling banyak dicoba pengunjung melalui fasilitas test drive DFSK.

Hingga menjelang penutupan GIIAS 2026 di ICE BSD City, PT Sokonindo Automobile mencatat lebih dari 10.000 pengunjung menyambangi booth DFSK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 625 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) berhasil dikumpulkan.

DFSK E5 Plus menyumbang 380 SPK, disusul SERES E1 sebanyak 125 SPK dan Gelora E dengan 120 SPK. Namun, daya tarik E5 Plus terlihat lebih jelas dari aktivitas test drive.

Sepanjang pameran, DFSK mencatat lebih dari 700 aktivitas test drive. Menariknya, 427 di antaranya menggunakan E5 Plus. Artinya, lebih dari separuh pengunjung yang mencoba kendaraan DFSK memilih merasakan langsung SUV PHEV tersebut.

Angka ini memperlihatkan bahwa ketertarikan terhadap E5 Plus tidak berhenti pada desain atau tampilan di booth. Konsumen mulai ingin mengetahui seperti apa sensasi berkendara kendaraan PHEV sekaligus memahami teknologi elektrifikasi yang ditawarkannya.

“Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat kendaraan, tetapi juga ingin mencoba dan merasakan langsung teknologi PHEV yang kami hadirkan,” ujar Cing Hok Rifin, Director Sales Center PT Sokonindo Automobile.

PHEV Jadi Jalan Tengah Kendaraan Elektrifikasi

DFSK E5 Plus hadir sebagai SUV PHEV pertama DFSK di Indonesia yang menyasar segmen premium passenger vehicle. Model ini mengandalkan teknologi Smart Power System DE-i yang mengombinasikan motor listrik dengan mesin pembakaran internal.

Salah satu daya tarik utamanya adalah klaim combined range hingga 1.400 kilometer. Karakter tersebut menjadi nilai penting bagi konsumen yang ingin mendapatkan pengalaman berkendara elektrifikasi, tetapi masih membutuhkan fleksibilitas saat melakukan perjalanan jauh.

Kehadiran E5 Plus sekaligus menunjukkan bahwa pilihan kendaraan elektrifikasi di Indonesia mulai bergerak lebih beragam. Konsumen tidak lagi hanya dihadapkan pada pilihan mesin bensin atau mobil listrik murni, tetapi juga teknologi PHEV yang menawarkan karakter berbeda.

Meski demikian, DFSK menyadari penerimaan PHEV membutuhkan proses. Teknologi ini masih relatif baru bagi sebagian konsumen Indonesia sehingga pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman pasar.

Diproduksi Lokal di Cikande

Menariknya, DFSK E5 Plus bukan sekadar produk elektrifikasi yang dipasarkan di Indonesia. SUV ini diproduksi secara massal di fasilitas manufaktur DFSK di Cikande, Banten, yang telah menerapkan standar Industry 4.0.

Produksi lokal tersebut memperkuat posisi DFSK dalam membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi di Tanah Air. Dengan basis manufaktur domestik, E5 Plus sekaligus menjadi bagian dari langkah DFSK mengikuti perubahan kebutuhan pasar otomotif Indonesia.

GIIAS 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar panggung peluncuran dan pameran bagi E5 Plus. Tingginya angka test drive menunjukkan satu hal: konsumen Indonesia mulai membuka ruang lebih besar untuk teknologi PHEV, dan DFSK E5 Plus berhasil mencuri perhatian di momentum tersebut.

JETOUR T2 i-DM Meluncur di GIIAS 2026, Harga dibawah 700 Juta!

PT JETOUR Sales Indonesia resmi membuka babak baru di segmen Adventure Plug-in Hybrid SUV dengan meluncurkan JETOUR T2 i-DM pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Menggabungkan karakter SUV petualang dengan teknologi elektrifikasi Intelligent Dual Mode (i-DM), model terbaru ini dipasarkan dengan harga Rp688.000.000 (OTR Jakarta).

Kehadiran JETOUR T2 i-DM menjadi langkah strategis JETOUR dalam memperluas portofolio kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Tak hanya menawarkan efisiensi khas plug-in hybrid, SUV ini tetap mempertahankan karakter tangguh yang telah menjadi identitas seri T, sekaligus menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan kendaraan nyaman untuk penggunaan harian maupun perjalanan lintas kota.

“Kami bangga dapat secara resmi menghadirkan JETOUR T2 i-DM ke Indonesia. Kehadiran model ini merupakan langkah penting bagi JETOUR dalam membawa era baru Adventure SUV ke pasar Indonesia, sekaligus memperluas akses konsumen terhadap teknologi i-DM kami” ujar Caroline Ling, President Director PT JETOUR Sales Indonesia.

Evolusi JETOUR T2 dengan Teknologi Plug-in Hybrid

Secara global, JETOUR T2 telah menjadi salah satu model terlaris JETOUR dengan penjualan kumulatif lebih dari 500.000 unit hanya dalam waktu 33 bulan. Di Indonesia sendiri, T2 berhasil menjadi kontributor penjualan terbesar JETOUR sekaligus meraih posisi mobil China bermesin ICE terlaris pada semester pertama 2026.

Kini, kesuksesan tersebut diteruskan melalui T2 i-DM yang mengusung teknologi Intelligent Dual Mode, tanpa menghilangkan DNA Adventure SUV yang telah melekat pada model ini.

Sistem plug-in hybrid tersebut mengombinasikan mesin Hybrid Dedicated Engine ACTECO 1.5 TGDI generasi kelima, baterai CATL LFP berkapasitas 18,4 kWh, 3-Speed Dedicated Hybrid Transmission (DHT), serta dual motor listrik yang bekerja secara cerdas sesuai kebutuhan berkendara.

Hasilnya, JETOUR mengklaim T2 i-DM mampu menempuh jarak lebih dari 1.200 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh. Jarak jelajah tersebut menjadi salah satu keunggulan utama bagi konsumen yang gemar melakukan perjalanan jauh tanpa harus sering berhenti untuk mengisi bahan bakar maupun daya baterai.

Efisiensi semakin ditingkatkan melalui teknologi Energy Recovery yang secara otomatis mengubah energi saat deselerasi atau pengereman menjadi listrik untuk mengisi ulang baterai. Semua proses berlangsung tanpa perlu pengaturan mode berkendara yang rumit sehingga pengalaman berkendara tetap terasa praktis.

Tetap Tangguh untuk Menjelajah

Meski kini mengusung teknologi elektrifikasi, karakter petualang JETOUR T2 tetap dipertahankan.

SUV ini menggunakan struktur Hardtop Cage Body Monocoque yang memanfaatkan sekitar 80 persen baja berkekuatan tinggi. Konstruksi tersebut menghasilkan tingkat kekakuan bodi (torsional rigidity) mencapai 32.000 Nm/degree serta kemampuan menopang beban statis hingga 300 kilogram.

Desain eksterior bergaya boxy dipadukan dengan berbagai elemen fungsional seperti Tie-Down Point untuk mendukung kebutuhan aktivitas luar ruang. Identitas elektrifikasinya ditandai melalui emblem i-DM dan PHEV yang terpasang pada bodi kendaraan.

JETOUR T2 i-DM tersedia dalam lima pilihan warna, yakni Khaki White, Carbon Crystal Black, Aviation Silver, Highway Gray, dan Electroplated Green, dengan dua warna terakhir menjadi opsi eksklusif yang memberikan kesan lebih premium.

Garansi Panjang dan Promo Khusus GIIAS

Sebagai bagian dari program Fearless Adventure, setiap pembelian JETOUR T2 i-DM dilengkapi berbagai keuntungan purna jual.

Konsumen memperoleh garansi kendaraan dan mesin selama enam tahun tanpa batasan kilometer, serta garansi sistem baterai dan penggerak listrik selama delapan tahun atau 160.000 kilometer yang mencakup baterai, motor listrik, motor controller, hingga sistem kontrol.

Khusus selama GIIAS 2026, JETOUR juga menawarkan pilihan promo berupa voucher Paint Protection Film (PPF) senilai Rp22 juta atau program cicilan bunga 0 persen selama satu tahun, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Perkuat Strategi Elektrifikasi JETOUR

Peluncuran T2 i-DM melanjutkan keberhasilan JETOUR T1 i-DM yang lebih dulu diperkenalkan di Indonesia. Menurut JETOUR, sekitar 60 persen pemesanan T1 berasal dari varian i-DM, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan plug-in hybrid.

Dengan memperluas teknologi Intelligent Dual Mode ke lini Adventure SUV, JETOUR mempertegas komitmennya menghadirkan kendaraan elektrifikasi yang tidak hanya efisien, tetapi juga tetap menyenangkan untuk diajak berpetualang.

Selama GIIAS 2026, pengunjung dapat melihat langsung JETOUR T2 i-DM bersama jajaran produk lainnya seperti JETOUR T2, T1, T1 i-DM, DASHING, dan X70 Plus di Hall 6C ICE BSD City. Kehadiran model ini sekaligus menandai dimulainya era baru Adventure SUV plug-in hybrid di pasar otomotif Indonesia.

DFSK E5 Plus Kantongi 1.100 Pre-Booking Sebelum GIIAS 2026

Antusiasme masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi kembali terlihat menjelang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Bahkan sebelum resmi diluncurkan, DFSK E5 Plus telah mengantongi 1.100 unit pre-booking, sebuah pencapaian yang menunjukkan tingginya minat konsumen terhadap SUV Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) terbaru dari DFSK. Saat ini, DFSK E5 Plus telah mengantongi perkiraan kisaran harga jual dari Rp500 – 550 juta.

Capaian tersebut diraih hanya dalam waktu sekitar satu bulan sejak program pemesanan dibuka pada 23 Juni 2026. Bagi PT Sokonindo Automobile, angka ini menjadi sinyal positif sekaligus memperkuat optimisme bahwa pasar Indonesia semakin siap menerima kendaraan elektrifikasi yang mampu menawarkan efisiensi sekaligus fleksibilitas penggunaan.

Momentum ini juga menjadi bagian dari transformasi DFSK menuju konsep Intelligent Mobility, yaitu menghadirkan kendaraan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga cerdas, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas keluarga modern.

Respons Positif Sebelum Peluncuran Resmi

Dalam acara Exclusive Press Launch di Jakarta, COO PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, mengatakan tingginya jumlah pemesanan sebelum peluncuran resmi menjadi indikator meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap teknologi Plug-in Hybrid.

“Pencapaian 1.100 pre-booking bahkan sebelum peluncuran resmi menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap kendaraan elektrifikasi yang mampu menghadirkan keseimbangan antara efisiensi, kenyamanan, dan fleksibilitas. DFSK E5 Plus bukan sekadar produk baru, tetapi bagian dari transformasi kami dalam menghadirkan intelligent mobility yang benar-benar bermanfaat bagi konsumen,” ujar Franz Wang.

Indonesia sendiri menjadi salah satu pasar penting bagi DFSK E5 Plus setelah model ini lebih dulu diperkenalkan di sejumlah negara, termasuk versi setir kanan yang diluncurkan di Hong Kong.

Mampu Menempuh Hingga 1.400 Kilometer

Keunggulan utama DFSK E5 Plus terletak pada teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang mengombinasikan motor listrik dengan mesin bensin untuk memberikan efisiensi sekaligus daya jelajah lebih jauh.

SUV ini diklaim mampu menempuh hingga 1.400 kilometer berdasarkan standar NEDC, sementara dalam mode listrik murni sanggup melaju sejauh 140 kilometer. Konfigurasi tersebut memungkinkan pengguna menikmati sensasi berkendara layaknya mobil listrik saat digunakan di dalam kota, sekaligus menghilangkan kekhawatiran akan keterbatasan stasiun pengisian daya ketika bepergian jarak jauh.

NICE Experience Jadi Identitas Baru DFSK

Bersamaan dengan peluncuran awalnya, DFSK juga memperkenalkan filosofi NICE Experience yang menjadi dasar pengembangan E5 Plus.

Konsep tersebut diwujudkan melalui empat pilar utama, yakni New Energy Long Range, Intelligent Safety, Comfort Family Space, dan Exciting Driving Experience. Keempatnya dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang efisien, aman, nyaman, sekaligus menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga.

Tak hanya menawarkan teknologi elektrifikasi, E5 Plus juga mengedepankan kabin tiga baris yang lapang dengan berbagai fitur premium. Selama masa pre-booking, fitur seperti rear entertainment, ventilated seat hingga baris kedua, serta kenyamanan kabin menjadi aspek yang paling banyak diapresiasi calon konsumen.

Direktur Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, menilai kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi kini telah berkembang. Konsumen tidak lagi sekadar mencari efisiensi bahan bakar, tetapi juga menginginkan kendaraan yang nyaman digunakan seluruh anggota keluarga dalam berbagai aktivitas.

Sebagai pendukung pengalaman kepemilikan, DFSK juga memastikan kesiapan jaringan layanan purnajual, ketersediaan suku cadang, dan fasilitas servis di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan modal 1.100 unit pre-booking, teknologi PHEV berdaya jelajah hingga 1.400 kilometer, serta beragam fitur yang berorientasi pada keluarga, DFSK E5 Plus memiliki peluang besar menjadi salah satu pemain baru yang patut diperhitungkan di segmen SUV elektrifikasi saat resmi mengaspal di GIIAS 2026.

iCAR V27 Siap Debut di GIIAS 2026, tembus Jarak 1.230 Km

Pasar SUV elektrifikasi Indonesia diprediksi bakal semakin ramai pada GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Setelah sukses memperkenalkan iCAR V23 di awal tahun, iCAR Indonesia dikabarkan siap membawa amunisi baru, yakni iCAR V27, SUV berteknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV) yang menawarkan perpaduan karakter mobil listrik dengan fleksibilitas kendaraan bermesin bensin.

Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai peluncurannya, kemunculan iCAR V27 di GIIAS 2026 menjadi salah satu yang paling dinantikan. Pasalnya, model ini hadir menyasar konsumen yang menginginkan SUV tangguh dengan daya jelajah jauh tanpa dihantui kekhawatiran kehabisan daya baterai.

Desain Boxy Modern

Dari sisi desain, iCAR V27 tetap mempertahankan DNA khas keluarga iCAR melalui siluet bodi boxy yang kokoh. Namun dibandingkan V23, tampilannya kini terlihat lebih modern dan futuristis.

Bagian depan dibekali lampu LED berdesain tegas yang dipadukan kap mesin tinggi, overfender berukuran besar, serta buritan bergaya SUV off-road premium. Dimensinya pun jauh lebih besar dengan panjang 5.055 mm, lebar 1.976 mm, tinggi 1.894 mm, serta wheelbase 2.910 mm, membuatnya masuk ke segmen mid-size SUV.

Tak hanya mengandalkan tampilan gagah, V27 juga dirancang sebagai SUV multifungsi. Kehadiran towing hook dengan kapasitas tarik hingga 1.600 kg, side box tambahan, side ladder, hingga roof platform memberikan nilai lebih bagi konsumen yang gemar bertualang maupun beraktivitas di alam terbuka.

Kabin lima penumpang yang lapang serta ruang bagasi besar semakin mempertegas karakter V27 sebagai SUV keluarga sekaligus kendaraan petualang.

Teknologi EREV, Solusi bagi yang Belum Siap Beralih ke Mobil Listrik Murni

Salah satu daya tarik terbesar iCAR V27 adalah penggunaan teknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV). Berbeda dengan iCAR V23 yang sepenuhnya bertenaga listrik (BEV), sistem EREV tetap mengandalkan motor listrik sebagai penggerak roda, sementara mesin bensin 1.5-liter turbo hanya bertugas sebagai generator untuk mengisi daya baterai.

Artinya, mesin bensin tidak pernah menggerakkan roda secara langsung. Hasilnya, sensasi berkendara tetap terasa halus, instan, dan senyap layaknya mobil listrik, tetapi pengguna tidak perlu khawatir saat melakukan perjalanan jarak jauh karena baterai dapat terus diisi oleh mesin saat dibutuhkan.

Performa Kencang, Siap Jelajah Lebih dari 1.200 Km

Untuk varian Rear Wheel Drive (RWD), iCAR V27 menggunakan satu motor listrik berkekuatan 185 kW. Sementara varian Intelligent AWD (iWD) mengombinasikan motor listrik depan dan belakang dengan total tenaga mencapai 335 kW.

Konfigurasi AWD tersebut diklaim mampu melesat dari 0-100 km/jam hanya sekitar 5,5 detik, angka yang tergolong impresif untuk SUV berukuran besar.

Baterai berkapasitas 32,4 kWh memungkinkan kendaraan menempuh hingga 210 kilometer dalam mode listrik murni (CLTC). Ketika dikombinasikan dengan mesin generator dan tangki bahan bakar 60 liter, daya jelajah totalnya diklaim mencapai 1.230 kilometer dalam sekali pengisian penuh.

Sebagai pelengkap, varian AWD juga dibekali delapan mode berkendara yang dapat disesuaikan dengan berbagai kondisi jalan, mulai dari penggunaan harian hingga medan yang lebih menantang.

Jika benar melakukan debut pada GIIAS 2026, iCAR V27 berpotensi menjadi salah satu SUV elektrifikasi paling menarik tahun ini. Kombinasi desain boxy modern, teknologi EREV, kemampuan off-road, serta jarak tempuh sangat jauh menjadi modal kuat untuk menarik perhatian konsumen Indonesia yang menginginkan kendaraan elektrifikasi tanpa kompromi.

Jetour T1 dan T1 i-DM Resmi Meluncur, Siap Menjelajah 1.200 Km

Jetour T1 dan T1 i-DM Resmi Mengaspal, Compact SUV Bergaya Petualang dengan Jarak Tempuh 1.200 Km

Pasar SUV di Indonesia semakin ramai dengan kehadiran pemain baru yang menawarkan kombinasi desain tangguh, teknologi modern, dan efisiensi tinggi. Kali ini, PT Jetour Motor Indonesia menghadirkan dua model sekaligus, yakni Jetour T1 bermesin bensin dan Jetour T1 i-DM yang mengusung teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Kehadiran keduanya menjadi langkah strategis Jetour untuk menjangkau konsumen yang menginginkan SUV serbaguna dengan karakter petualang namun tetap nyaman digunakan sehari-hari.

Desain Macho Siap Diajak Bertualang

Meski bermain di segmen compact SUV, dimensi Jetour T1 terbilang bongsor. Mobil ini memiliki panjang 4.706 mm, lebar 1.967 mm, dan tinggi 1.845 mm, menjadikannya salah satu SUV paling besar di kelasnya. Ground clearance setinggi 190 mm juga memberikan rasa percaya diri saat melintasi jalan rusak, medan berbatu, maupun jalur semi off-road.

Secara visual, Jetour T1 dan T1 i-DM mengusung DNA desain yang mirip dengan sang kakak, Jetour T2. Garis bodi tegas, fender besar, serta proporsi bodi yang tinggi menciptakan aura SUV petualang yang kuat. Velg alloy 19 inci berdesain two-tone semakin mempertegas kesan premium dan tangguh.

Tak hanya mengandalkan tampang, SUV ini juga telah membuktikan kualitasnya lewat raihan lima bintang ASEAN NCAP dan penghargaan Red Dot Design Award 2024. Bahkan, desain panel bodi depan dan belakang dirancang untuk meminimalkan risiko cedera pejalan kaki saat terjadi benturan.

Kabin Modern dan Fungsional

Masuk ke dalam kabin, nuansa modern langsung terasa. Tata letak dashboard dibuat minimalis dengan fokus pada kemudahan penggunaan. Jetour T1 i-DM dibekali layar sentuh berukuran 15,6 inci, sementara versi bensin menggunakan layar 12,8 inci. Keduanya dipadukan dengan panel instrumen digital 10,25 inci yang menampilkan berbagai informasi kendaraan secara real-time.

Dengan wheelbase mencapai 2.810 mm, ruang kabin terasa lapang untuk lima penumpang dewasa. Khusus T1 i-DM, panoramic sunroof turut menghadirkan kesan lega dan mewah. Menariknya, terdapat 45 ruang penyimpanan yang tersebar di berbagai sudut kabin, menjadikan SUV ini ideal untuk perjalanan jauh maupun aktivitas outdoor.

Dari sisi keselamatan, Jetour menyematkan ADAS Level 2 dengan 13 fitur, termasuk Adaptive Cruise Control, Blind Spot Detection, dan Automatic Emergency Braking.

T1 i-DM PHEV, Bisa Tempuh Hingga 1.200 Kilometer

Daya tarik utama tentu berada pada Jetour T1 i-DM. SUV ini mengombinasikan mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine dengan motor listrik dan Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Mesin bensin ini menghasilkan tenaga 134 hp dan torsi 220 Nm, sementara motor listrik menyumbang tenaga 201 hp dan torsi 310 Nm.

Energi listrik disuplai oleh baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh yang mampu membawa mobil melaju hingga 100 km dalam mode listrik murni berdasarkan standar WLTC.

Ketika baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh, Jetour mengklaim T1 i-DM mampu menempuh jarak hingga 1.200 km. Angka tersebut menjadikannya salah satu SUV PHEV dengan daya jelajah paling impresif di kelasnya.

Pengisian daya cepat juga cukup praktis. Menggunakan fast charger DC dengan konektor CCS2, baterai dapat terisi dari 30% hingga 80% hanya dalam waktu 27 menit. Selain itu, fitur Vehicle-to-Load (V2L) 3,3 kW memungkinkan mobil menjadi sumber listrik portabel untuk berbagai perangkat elektronik saat beraktivitas di luar ruangan.

Harga Jetour T1 dan T1 i-DM di Indonesia

Sebagai bagian dari program peluncuran, Jetour memberikan harga spesial untuk 500 konsumen pertama di masing-masing model:

Jetour T1 Bensin: Rp388 juta (harga perkenalan)
Jetour T1 Bensin: Rp408 juta (harga normal)
Jetour T1 i-DM: Rp538 juta (harga perkenalan)
Jetour T1 i-DM: Rp558 juta (harga normal)

JETOUR T1  hadir dengan lima pilihan warna Electroplated Green, Sand Gold, Aviation Silver, Khaki White dan Carbon Crystal Black. Khusus warna eksklusif, Anda bisa siapkan kocek lebih sebesar Rp10 juta.

 

JAECOO Resmikan Dealer Aneka Karawaci di Tangerang

JAECOO terus memperluas jaringan pemasarannya di Indonesia. Kali ini, JAECOO Indonesia meresmikan dealer baru bernama JAECOO Aneka Karawaci, yang berlokasi di Kota Tangerang, Banten.

Dealer yang dikelola oleh PT Jaya Mobilindo Sejahtera tersebut menjadi bagian dari 25 jaringan dealer JAECOO yang kini telah beroperasi di berbagai kota di Indonesia. Ke depan, JAECOO menargetkan ekspansi jaringan yang lebih luas dengan menghadirkan hingga 80 dealer secara nasional pada tahun 2026.

Mengusung konsep layanan terpadu 3S (Sales, Service, Spare Parts), dealer JAECOO Aneka Karawaci dirancang untuk memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan yang lengkap bagi para pelanggan. Mulai dari proses pembelian unit kendaraan hingga layanan purna jual, seluruh kebutuhan konsumen dapat dilayani dalam satu lokasi yang sama.

Area showroom dealer ini mampu menampilkan hingga enam unit kendaraan display dari berbagai lini produk unggulan JAECOO. Beberapa model yang dipamerkan antara lain JAECOO J5 EV, JAECOO J7 SHS-P, serta JAECOO J8 SHS-P ARDIS. Dengan begitu, pelanggan dapat melihat secara langsung desain, teknologi, serta fitur yang ditawarkan oleh setiap model kendaraan.

Tak hanya area penjualan, fasilitas bengkel juga menjadi bagian penting dari dealer ini. Area servis dilengkapi dengan dua service bay yang mampu menangani hingga lima kendaraan setiap hari. Seluruh pekerjaan servis didukung oleh teknisi terlatih serta ketersediaan suku cadang resmi, sehingga kualitas layanan tetap terjaga sesuai standar pabrikan.

Sejalan dengan tren elektrifikasi kendaraan, dealer ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas charging station. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bentuk dukungan JAECOO terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, sekaligus memberikan kemudahan bagi pemilik kendaraan elektrifikasi JAECOO untuk melakukan pengisian daya.

Dealer JAECOO Aneka Karawaci berdiri di atas lahan seluas 1.295 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 1.052 meter persegi. Berlokasi di Jalan Imam Bonjol No.31, Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, fasilitas ini dirancang dengan konsep modern dan nyaman untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan.

Untuk jam operasional, dealer ini melayani konsumen setiap Senin hingga Sabtu pukul 08.30–17.30 WIB, serta Minggu pukul 08.30–15.30 WIB. Konsumen juga dapat memperoleh informasi terkait penjualan maupun layanan purna jual melalui nomor 0815-2377-3549.
Selain layanan di dealer, JAECOO Aneka Karawaci juga menyediakan fasilitas home service serta layanan darurat 24 jam yang dapat diakses melalui nomor 0800-1797-979.

Menurut Jim Ma, peresmian dealer ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas jaringan layanan sekaligus mendekatkan brand kepada konsumen di berbagai wilayah Indonesia. Tangerang sendiri dinilai sebagai kawasan dengan pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan mobilitas yang terus meningkat.

Sementara itu, Lusy Firmanto menegaskan bahwa kehadiran dealer ini diharapkan mampu memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan yang lebih nyaman melalui layanan penjualan dan purna jual yang profesional.

Mobil Hybrid Dominasi Penjualan Toyota di IIMS 2026

Perhelatan pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 pada 5-15 Februari lalu menjadi stimulus pendongkrak angka penjualan bagi sejumlah pabrikan otomotif.

Hal tersebut dirasakan oleh PT Toyota-Astra Motor (TAM) yang mencatatkan total 2.793 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama gelaran IIMS 2026. Meningkatnya minat pasar Indonesia terhadap kendaraan ramah lingkungan berdampak pada penjualan lini kendaraan elektrifikasi Toyota. Dari seluruh capaian penjualan selama IIMS 2026, jenis kendaraan elektrifikasi menyumbang hingga 42,6 persen. Segmen MPV pun mendominasi penjualan kendaraan Toyota.

Mobil Hybrid Laris Manis

Kijang Innova Zenix Hybrid EV, masih jadi model terlaris dengan 615 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).  Sebagai pendatang baru, Veloz Hybrid EV pun sukses memikat para konsumen dengan total pesanan 381 unit. Kehadiran varian hybrid pada Veloz terbukti efektif dalam mempopulerkan teknologi elektrifikasi ke kalangan konsumen yang jauh lebih luas di Tanah Air. Hal tersebut terlihat dari minat konsumen yang tinggi terhadap low MPV ini. Dalam waktu tiga bulan sejak World Premiere, Veloz Hybrid EV terjual sebanyak 5.000 unit.

Vice President Director Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto, mengungkapkan apresiasinya terhadap respon pasar yang tetap dinamis walau tengah dalam kondisi ekonomi yang cukup sulit dan menantang saat ini.

“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan pelanggan setia Toyota dan seluruh pengunjung IIMS 2026. Di tengah pasar yang cenderung stagnan, masyarakat masih memilih Toyota sebagai solusi mobilitas yang diandalkan. Terlihat dari sambutan yang luar biasa positif terhadap solusi elektrifikasi terbaru Toyota yang disiapkan untuk lebih banyak kalangan. Dengan pesanan lebih dari 5.000 unit hanya 3 bulan setelah world premiere, Veloz Hybrid EV kembali memperlihatkan popularitasnya dengan raihan 381 SPK di Iims 2026,” terang Henry.

Meskipun lini hybrid tengah jadi primadona, kendaraan bermesin konvensional pun tetap tak kehilangan pangsa pasarnya. Tiga model non-hybrid masuk lima besar mobil terlaris, yakni Kijang Innova (309 SPK), Avanza (306 SPK), dan Calya (259 SPK). Capaian tersebut menunjukkan pasar Indonesia masih imbang, antara kebutuhan terhadap mobil keluarga yang praktis dan terjangkau dengan mobil berteknologi elektrifikasi.

Optimisme Toyota di Tahun 2026

Selain meraih sukses di capaian penjualan, Toyota juga memperoleh dua penghargaan bergengsi di IIMS 2026, yakni kategori Best Low MPV untuk Veloz Hybrid EV dan Best Hatchback untuk GR Corolla.

Kedua anugerah penghargaan tersebut jadi penanda bahwa nilai Quality, Durability, dan Reliability (QDR) yang menjadi pilar utama Toyota tetap relevan dengan karakter para konsumen lintas segmen maupun generasi.

Ketiga pilar tersebut sejalan dengan strategi multi-jalur (multi-pathway) yang dijalankan Toyota guna menghadapi tantangan pasar otomotif domestik, regional maupun global. Oleh sebab itu, Toyota berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan solusi mobilitas yang lengkap dalam memenuhi beragam kebutuhan masyarakat Indonesia serta turut berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan pengurangan emisi nasional.

Sebagai catatan, kesuksesan Veloz Hybrid EV tak terlepas dari sejumlah sorotan sebagian kalangan masyarakat serta para pemerhati otomotif. Label harga Veloz Hybrid yang di kisaran Rp 299-390 jutaan head-to head dengan berbagai mobil listrik murni (Battery EV) maupun hybrid asal China yang tengah naik daun.

Dari segi value for money, produk mobil dari brand asal China menawarkan ragam teknologi dan fitur keselamatan aktif yang lebih lengkap, tampilan lebih mewah serta performa dan baterai lebih besar pada rentang harga Rp 300 juta hingga Rp 400 jutaan yang setara dengan Veloz Hybrid EV.

Namun demikian, Toyota tetap percaya diri serta optimis bahwa brand awareness dan citra produk Toyota sudah melekat kuat di kalangan masyarakat Tanah Air.  Ditambah lagi dengan kekuatan jaringan purnajual yang luas dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia serta nilai jual kembali yang stabil menjadi keunggulan dan daya tawar kuat untuk menghadapi kompetitor.

JTD Toyota 2024

Toyota Unjuk Gigi, Tunjukan Semua Lini Mobil Elektrifikasi Selama Tiga Hari

Ini cara unik Toyota untuk mendorong pengetahuan khalayak soal paham Multi Pathway yang mereka anut. Multi pathway adalah bagian dari usaha pabrikan JEpang ini, untuk menghasilkan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Salah satunya adalah, dengan mengeluarkan mobil yang lebih ramah lingkungan baik dalam bentuk Hybrid (HEV), Plug-in Hybrid (PHEV) ataupun mobil listrik murni (battery electric vehicle/BEV).

Toyota all new Prius road test.

Kali ini Toyota mengundang kami untuk mencoba lini mobil-mobil tersebut. Bukan cuma satu, tapi ada 12 unit HEV berbeda, ditambah satu unit PHEV. Mulai dari Yaris Cross hybrid, All New Prius, bahkan yang jarang dikeluarkan untuk pengujian media seperti Toyota RAV4 PHEV, Alphard dan Vellfire.

Pastinya tidak semua sempat kami rasakan karena memang waktu terbatas. Tapi di hari pertama, kami berkesempatan mencoba Yaris Cross dan MPV mewah All New Toyota Alphard HEV.

Impresinya cukup menyenangkan. Terutama untuk Alphard baru yang mampu menyuguhkan kenyamanan untuk penumpangnya. Biarpun diisi hingga tujuh orang.

Hari kedua bahkan lebih spesial karena selain menguji menguji All New Prius, kami ketambahan penumpang petinggi Toyota Astra Motor yang ikut mencoba produk terbarunya. Ia pun sama terkejutnya dengan kami soal performa penggerak Prius generasi keempat ini.

Kami akan membuat artikel lebih detail soal mobil-mobil elektrifikasi Toyota ini. Saat tulisan ini dibuat, rute Solo – Jogja sedang kami tempuh menggunakan Toyota Kijang Innova Zenix hybrid.

Lexus Indonesia

Lexus Indonesia Sukses Cetak Penjualan Tertinggi di Asia Pasifik

Lexus Indonesia kembali menegaskan komitmen mereka untuk mendukung proses elektrifikasi kendaraan bermotor di Indonesia. Tentunya, sesuai dengan segmennya yang menyasar kalangan atas. Hal ini ditegaskan Lexus pada acara media gathering di Jakarta (21/12). Acara dilangsungkan di Lexus Electrified: Aethereum 2.0, mal Senayan City, Jakarta.

“Lexus Indonesia terus mempopulerkan kendaraan dengan beragam teknologi elektrifikasi di Indonesia demi mewujudkan lingkungan yang bebas emisi karbon,” tegas Bansar Maduma, General Manager Lexus Indonesia. “Kami berterima kasih khususnya pada masyakarat Indonesia yang telah memberikan respon positif terhadap kendaraan elektrifikasi Lexus.”

Yang menarik, Lexus Indonesia mencatatkan penjualan 2.200 unit dari Januari hingga November 2023. Atau setara 20 persen pangsa pasar mobil mewah. Ini adalah angka penjualan terbesar untuk Lexus di kawasan Asia Pasifik. Sekaligus, menjadi tonggak sejarah penjualan tertinggi sejak merek ini hadir di Indonesia tahun 2007 lalu. 74 persen dari mobil yang terjual, dibekali teknologi perlistrikan. Diklaim sebagai persentase terbesar di kelas kendaraan premium yang menjual mobil dengan imbuhan teknologi elektrik.

Menurut Bansar, inilah hasil dari respon positif konsumen menengah ke atas untuk Lexus tadi. Jumlah produk dengan teknologi elektrifikasi mengalami peningkatan hingga 130 persen, dibanding periode yang sama tahun 2022. “Dengan semangat visi Lexus Electrified dan komitmen Making Luxury Personal, ke depannya Lexus akan terus menghadirkan kendaraan elektrifikasi yang semakin bervariasi dan semakin personal untuk pelanggan Indonesia,” tambah Bansar.

Masih Mempopolerkan

Mobil listrik

Meski berhasil mencetak angka penjualan yang bagus, Lexus mengaku kalau teknologi elektrifikasi ini masih harus dipopulerkan lagi. Upaya ekspansi Lexus untuk mempopulerkan elektrifikasi tidak sebatas menghadirkan kendaraan elektrifikasi yang cukup beragam. Lexus Indonesia juga telah menyediakan berbagai layanan dan privilege ekslusif untuk pelanggan elektrifikasi Lexus dan Lexus Enthusiast.

Mereka menyebutkan, penambahan Lexus Exclusive Parking Privilege dan Charging Station di PIK Avenue pada April lalu. Lexus juga meningkatkan kenyamanan dalam memiliki sebuah kendaraan elektrifikasi melalui ekstensi hybrid battery warranty menjadi 8 tahun. Serta diadakannya berbagai luxury lifestyle experience yang bertemakan elektrifikasi seperti Lexus Feast di bulan November.

Masih di tahun 2023, Lexus juga menghadirkan digital platform untuk dapat memberikan edukasi elektrifikasi melalui Lexus Virtual Electrified Experience yang dinamakan Aethereum yang dapat diakses pada www.lexusexperience.com. Tidak lama setelahnya, Lexus kemudian mentransformasikan Virtual Electrified Experience tersebut menjadi sebuah ekshibisi offline melalui Lexus Electrified: Aethereum yang untuk pertama kalinya diadakan di Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Juni – Juli lalu. Kemudian di bulan November, Lexus kembali menghadirkan Lexus Electrified: Aethereum untuk kedua kalinya di Senayan City Mall, Jakarta Selatan dengan konsep yang berbeda dengan yang sebelumnya.