Akhirnya, Citroën Ë-C3 Diserahkan Untuk 50 Konsumen Pertama

Hari ini (14/06/2024), Citroën Indonesia menyerahkan unit Ë-C3 All yang diwakili 50 pelanggan pertama, di Citroën Experience Center PIK, Jakarta Utara. Hal ini dilakukan menyusul diterbitkannya izin untuk mengikuti Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Citroën menjadi merek pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memperoleh fasilitas impor secara resmi dari pemerintah.

Untuk menghadirkan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas di Indonesia, Citroën telah memperkenalkan Ë-C3 pada ajang Gaikindo International Auto Show (GIIAS) 2023 lalu. Kemudian, pada tanggal 3 Mei 2024, pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM) telah memberikan persetujuan secara resmi atas permohonan Citroën Indonesia, untuk ikut serta di dalam Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Transisi menuju produksi lokal

Citroen e-C3 diserahkan kepada 50 pembeli pertamanya.

Dengan diterbitkannya Surat Persetujuan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia no 1/KBLBB-CBU/1/OSS/PMDN 2024 kepada PT National Assemblers. Maka Citroën resmi memperoleh fasilitas impor Ë-C3 secara utuh dengan bea masuk 0 persen. Dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah.

Aktivitas impor dalam keadaan utuh ini akan dilakukan dalam masa transisi menuju produksi lokal selambat-lambatnya sebelum tahun 2026. Hal ini menjadi salah satu wujud komitmen Citroën dalam menggarap pasar di Indonesia dalam jangka waktu panjang.

“Pada hari ini, kami bangga dapat menyerahkan unit Citroën Ë-C3 yang diwakili oleh 50 pelanggan yang sudah menanti mobil ini. Aktivitas ini diikuti juga dengan serah terima di dealer Citroën lainnya di Indonesia,” jelas Tan Kim Piauw, Chief Executive Officer, PT Indomobil National Distributor.

Komitmen jangka panjang Citroën

Kehadiran dan penyerahan Ë-C3 ini merupakan bukti komitmen jangka panjang Citroën dalam menggarap pasar kendaraan bermotor di Indonesia. Termasuk kontribusi Citroën dalam mendukung program pemerintah Indonesia untuk mobilitas bebas emisi.

Citroën Ë-C3 telah tersedia tidak hanya di wilayah Jabodetabek saja, tetapi juga di sejumlah dealer Citroën di Indonesia. Tak ketinggalan didukung dengan layanan purna jual, dan suku cadang yang lengkap di seluruh dealer Citroën di Indonesia.

Citroën Indonesia menawarkan Ë-C3 sebagai kendaraan bertenaga listrik 100 persen, yang terjangkau bagi masyarakat luas. Harga yang ditawarkan mulai Rp 377 juta (on the road Jakarta). 

Neta V-II dilengkapi fitur ADAS yang lengkap

Bedah Kemampuan ADAS di Neta V-II

Neta V-II jadi produk baru yang diperkenalkan di Indonesia. Sudah dirakit lokal pula oleh Neta Auto, di Bekasi. Salah satu kemampuan V-II yang dikedepankan oleh produsen mobil Tiongkok ini adalah ADAS.

ADAS atau Advance Driver Assitance System, pasti bukan barang baru. Sekarang hampir semua mobil punya. Namun jadi menarik kalau akhirnya dipasangkan pada mobil yang rentang harganya Rp 200-300 juta. Untuk informasi, harga V-II adalah Rp 299 juta (OTR Jakarta).

Lalu apa saja isi paket ADAS di Neta V-II? Tercatat ada sembilan kemampuan yang dipasang. Selengkapnya bisa dilihat di bawah.

ADAS pada Neta V-II sangat lengkap

Forward Collision Warning (FCW)

Bukan barang baru juga. Tapi kehadiran FCW membantu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. Fitur ini akan mendeteksi benda yang berpotensi menabrak atau ditabrak di depan mobil. Kemudian mengeluarkan peringatan suara.

Automatic Emergency Braking (AEB)

Ini fitur paling menyebalkan dalam sebuah ADAS. Apapun mobilnya. Dengan AEB, mobil bisa mengerem sendiri saat sensor mengira tabrakan sangat mungkin terjadi. Masalahnya, lalu lintas di Indonesia jauh dari kata lancar dan segala benda beroda yang ada di jalan raya, berjalan berdempetan. Paham, kan?

Front Vehicle Start Alert (FSA)

Nah ini sangat diperlukan. Kami acungi jempol untuk Neta V-II yang menghadirkan fitur ini. Contoh sederhananya, saat lampu lalu lintas sudah hijaun dan kendaraan di depan mulai bergerak, Anda akan diberikan peringatan untuk jangan lupa ikut maju.

Adaptive Cruise Control

Juga hal yang belakangan ini sudah biasa, terutama di mobil-mobil mahal. Dengan ACC diaktifkan, mobil akan berakselerasi dan deselerasi secara otomatis, mengikuti kendaraan di depannya.

Intelligent Cruise Assist

Jadi bagian dari ACC. Dengan fitur ini Neta V-II bisa membaca dan menjaga jarak dengan mobil di depannya. Dengan begitu, perjalanan bisa lebih santai dan aman. Di Neta V-II, kemampuan ini akan aktif setelah speedometer melewati 60 km/jam.

Traffic Jam Assist (TJA)

Masih bagian dari ACC, ini yang sangat cocok untuk ada di mobil harian. Dengan TJA, mobil akan menjaga jarak, berakselerasi, deselerasi secara otomatis di kondisi lalu lintas padat. Contohnya lalu lintas di jalan tol dalam kota Jakarta, saat jam pulang kantor. Jadi Anda tidak perlu injak pedal gas atau rem, mobilnya yang akan mengerjakan. Bagus untuk mengurangi rasa lelah. Tapi ingat, pengemudi harus tetap waspada. Fitur ACC akan non-aktif saat Anda intervensi dengan menginjak pedal rem.

Lane Departure Warning

Sistem akan mendeteksi kalau tanpa sengaja mobil keluar dari jalur dan memperingatkan pengemudinya.

Emergency Lane Keeping System (ELKS)

Jika lane departure warning diatas diabaikan, maka Neta V-II akan mengkoreksi setir supaya mobil kembali ke jalurnya. Untuk menghindari kedua fitur ini tiba-tiba aktif, nyalakan lampu sein saat pindah jalur. Dengan begitu, mobil paham kalau Anda memang ingin ganti jalur.

High Beam Assist

Pasti sebal kalau ada mobil dari arah berlawanan, atau di belakang yang memakai lampu jauh (high beam). Nah, inilah gunanya HIgh Beam Assist. Saat mendeteksi ada kendaraan di depan, maka otomatis akan ‘pindah’ ke lampu besar biasa. Saat memungkinkan, high beam assist akan bekerja.

Interior Neta V-II

Tapi harap diingat, meski Neta V-II dibekali paket ADAS yang canggih, Anda tetap pegang kendali dan bertanggung jawab sepenuhnya. Kemampuan bantu berkendara ada untuk mengurangi beban pengemudi, bukan mengambil alih.  Selalu waspada saat berkendara dan jangan bergantung pada fitur.

Zeekr Hadir di Indonesia, Tidak Biasa Namun Siap Menggoda

Hari ini (05/06) satu lagi brand mobil RRC mendarat di tanag air. Namun yang ini sangat tidak biasa. Mereka adalah Zeekr, yang keagenannya di Indonesia dipegang Premium Group.

Tepatnya PT Premium Auto Prima. Zeekr adalah merek premium yang berada di bawah naungan Geely, dan produknya tidak main-main. Saat ini ada lima model mobil listrik yang mengisi segmen berbeda.

Zeekr 001 untuk pangsa pasar station wagon, 001 FR dengan tenaga hingga 1282 hp, 009 adalah MPV EV mewah pertama berpenggerak EV di dunia, Sedan 007, serta SUV Zeekr X. Kami katakan tidak biasa, karena produknya berperforma kencang, premium, dan memiliki jarak jelajah yang lebih jauh dari mobil EV pada umumnya.

Brand ini memang menyasar segmen mewah, dan menjadi flagship dalam jajaran merek Geely di Cina. Jangan lupa, Geely juga pemegang paham mayoritas Volvo, Proton dan sebagainya. Zeekr memiliki kantor pusat di Hangzhou, lengkap dengan pabrik dan fasilitas R&D. Namun, pusat desainnya ada di Gothenburg, Swedia. Dikepalai oleh mantan desainer Audi, Stefan Sielaff. Makanya bentuk mobil-mobil Zeekr terlihat sangat Eropa.

Mewah, Ramah Lingkungan

Karena masuk ke segmen mobil premium, tentunya tidak perlu kaget kalau kualitasnya juga menyesuaikan. Dengan semua keunggulan yang diklaim brand ini, tentu pasar kendaraan listrik akan semakin ‘berwarna’. Pilihan bagi calon konsumen pun bakal semakin banyak, asal saldo menyesuaikan saja.

Lalu, Premium Auto Prima juga menegaskan, mereka akan hadir di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Surabaya dan Bandung. Bahkan ditegaskan showroom pertama mereka akan ada di Jakarta Selatan dalam waktu tidak lama lagi. 

Selebihnya, supaya bisa lebih dekat dengan calon konsumen, Premium akan membuka semacam pop up store di beberapa mall kenamaan. 

“Kami sangat optimis dengan kemitraan antara Zeekr dan PT Premium Auto Prima, tegas JiHong Lin Darwin, Managing Director PT Premium Auto Prima. “Bersama-sama, kami berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman gaya hidup mobilitas yang mewah, cerdas, dan ramah lingkungan kepada masyarakat Indonesia.”

Kita tunggu seperti apa kiprah merek ini di Tanah Air.

Mercedes-Benz ‘Pagoda’ Buatan Everrati, Anti Bau Asap Knalpot

Mercedes-Benz SL ‘Pagoda’ dianggap menjadi salah satu mobil roadster yang elegan dan tak lekang oleh waktu. Mobil tersebut telah menjadi ‘kesayangan’ banyak selebriti sejak tahun 1960an. Mulai dari John Lennon, Tina Turner, Audrey Hepburn, hingga pembalap F1 David Coulthard. Jadi wajar saja jika Mercedes-Benz Pagoda dianggap penting dalam perjalanan dunia otomotif global.

Restorasi padat karya 

Berbekal ketenarannya tersebut, kini Everrati memoles kembali predikat dengan kode bodi W113 itu. Tidak hanya direstorasi secara menyeluruh dan ‘padat karya’, tapi juga dikonversi menjadi kendaraan listrik. Komponen yang digunakan pun dirancang, dikembangkan, dan dibuat langsung oleh Everrati. Hasilnya, SL ‘Pagoda’ ini tak hanya berpenampilan anggun, tapi juga bebas emisi gas buang.

Seperti produk Everrati lainnya, teknologi EV yang diterapkan juga dikembangkan dengan menggunakan bantuan CAD, guna memudahkan proses instalasi. Hal tersebut juga memungkinkan Everrati tetap mempertahankan tingkat orisinalitas struktur kendaraan. Seluruh komponen EV yang disematkan juga disesuaikan dengan bobot asli kendaraan.

Kekuatan struktural dipertahankan

Everrati tidak ingin ada kompromi dengan kedinamisan berkendara, performa kendaraan, hingga tingkat keselamatan pengendara. Oleh sebabnya, kekuatan struktural tetap dipertahankan, agar konversi tidak menyulitkan. Selain itu, jika ingin dikembalikan menjadi menggunakan mesin asli, prosesnya pun tidak merepotkan.  

Ada dua varian Mercedes-Benz SL ‘Pagoda’ yang dibuat oleh Everrati. Untuk varian standar, baterai yang digunakan berkapasitas 54.4 kWh, memungkinkan jarak tempuhnya mencapai 240 km. Akselerasi 0-100 km/h di bawah 8 detik. Sedangkan varian ‘Touring’ menggunakan baterai 68 kWh, dan jarak tempuhnya lebih dari 300 km. Untuk akselerasi 0-100 km/jam tidak sampai 7 detik.

Bisa ‘one-pedal’

Motor listriknya mampu memberikan output sebesar 300 hp, gardan belakang sudah dilengkapi komponen LSD, dan sistem pengereman regeneratifnya memungkinkan berkendara ‘one-pedal’. Untuk mengisi daya listriknya, tersedia sistem fast charging AC maupun DC.

“Mercedes-Benz SL ‘Pagoda’ listrik Everrati memperlihatkan bahwa mobil klasik legendaris dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masa kini. Kami berhasil membuat sebuah mobil grand tourer dengan komponen EV, tanpa harus menghilangkan karakter asli dan desain abadi dari Mercedes-Benz,” bangga Justin Lunny, CEO dan Co-Founder Everrati.

Jajal Mobil Listrik GAC AION, Memang Bikin Penasaran

Kita lanjut lagi dengan kisah perjalanan Motomobinews Goes to Guangzhou. Banyak hal menarik dan menakjubkan yang kami lihat saat mengunjungi fasilitas manufaktur milik GAC AION di Guangzhou. Salah satunya adalah hypercar electric Aion Hyper SSR. Mobil listrik fenomenal GAC ini justru debut perdana di pusat litbang desain GAC Advance Design di Milan, Italia.

Saat kami dibawa menuju ke area litbang yakni GAC R&D Centre, akhirnya kami bisa melihat langsung Hyper SSR dari dekat. Ya, luar dalam, bahkan unit display yang terurai.

GAC AION memiliki beberapa lokasi litbang (R&D). Satu berada di Los Angeles, Amerika Serikat, satu di Milan, Italia dan tiga lokasi di Tiongkok (Guangzhou, Shanghai, dan Xiamen).

Hyper SSR dikatakan mampu melesat pada kecepatan 0-100 km/jam dalam 1,9 Detik! Ya, kami tidak bercanda. Cuma selisih tak sampai sekedip mata dari Rimac Nevera yang catatan waktunya 1,8 detik.

Di balik bodi serat karbonnya yang mirip Acura NSX, Hyper SSR dibekali tiga motor elektrik penggerak.

Total output tenaganya memang ‘hanya’ 1.208 hp, tak sebrutal hypercar electric made in Kroasia yakni Rimac Nevera yang output tenaganya 1.877 hp.

Kecepatan maksimum Hyper SSR dibatasi hanya 250 km/jam. Tak seberingas Rimac Nevera yang mampu tembus 412 km/jam.

Pintunya dirancang cukup unik, terbuka model dihedral alias melipat ke atas ala Acura NSX. Saat pintu terangkat, barulah bisa terlihat interiornya yang tak jauh beda dari hypercar modern.

Dengan kemampuan beda tipis dari Rimac Nevera, konsumen di RRC dijamin akan kesengsem dengan GAC AION Hyper SSR yang dibanderol tak sampai setengah juta dolar. Ya, saat ini Hyper SSR hanya untuk pasar domestik China.

GAC AION Y Plus

Satu lagi mobil yang cukup menarik adalah GAC AION Y Plus. Sedianya GAC AION akan memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia sebelum perhelatan pameran otomotif GIIAS 2024.

Penampilan perdananya di Thailand pada event Bangkok International Motor Show (BIMS) Maret 2024 lalu merupakan debut perdananya di kawasan Asia Tenggara. Tak perlu heran mengapa mobil ini muncul duluan di Negeri Gajah Putih. Pasalnya, GAC AION Y Plus akan diproduksi di pabrik GAC AION Thailand yang bakal segera mulai beroperasi.

Crossover berkapasitas 5 penumpang yang akan tampil di Indonesia kemungkinan besar bakal identik dengan yang muncul di Thailand. Tentunya karena unit kendaraan tersebut masih didatangkan dalam kondisi utuh alias CBU (Completely Build Up).

Bodi mobil ini terbilang cukup compact. Dengan dimensi panjang 4.535 mm, lebar 1.870 mm, dan tinggi 1.650 mm. Jarak antar sumbu roda (wheelbase) yang di angka 2.750 mm mengindikasikan bahwa kabin crossover bertenaga listrik baterai ini cukup lapang. Ukurannya sekelas dengan BYD Atto 3, Chery Omoda E5 dan Hyundai Ioniq 5.

Dari tampilan eksteriornya yang cukup unik, terlihat lampu depan LED yang nampak bagai kepak sayap burung. Siluet bodi pun tak terlalu banyak pernik, lebih terkesan minimalis. Desain pelek model palang 5 pada Aion Y Plus pun membuat tampilan jadi kian trendy.

Bukan EV ‘ecek-ecek’

Saat masuk ke dalam kabin, interiornya sangat minimalis dan tak terlalu ruwet dipandang mata. Layar head unit pada dashboardnya punya ukuran cukup besar. Demikian pula dengan panel instrument digital yang terpampang di balik setirnya, lebih mirip ponsel pintar berukuran besar.

Kabin terasa lapang baik di baris bangku depan maupun belakang. Bahkan ruang kaki penumpang belakang pun tak mentok dan kesempitan. Jok mobil ini pun terbilang wah, bahkan terdapat panoramic roof. Para perancang di pusat R&D GAC AION punya taste gaya Eropa nampaknya. Padu padan warna pastel nan kalem pada interior bikin betah. Seluruh fitur dalam kabin pun tata letaknya sangat ergonomis dan praktism Tipikal mobil ideal untuk kaum perkotaan.

Saat kami dipersilahkan untuk mencobanya di Guangzhou, ini bukan mobil listrik kelas ‘ecek-ecek’. GAC AION punya track uji coba yang digunakan untuk sesi test drive setiap unit kendaraan yang diproduksi.

Tak hanya kabinnya saja yang lega dan nyaman. Mobil listrik ini juga punya setting suspensi yang membuatnya sangat nyaman dikendarai. Baik menikung maupun melaju lurus pada kecepatan tinggi, mobil ini tetap stabil dan tidak menunjukkan gejala body roll alias limbung. Menurut kami, ini mobil yang cocok digunakan sebagai kendaraan harian dalam kota terutama untuk keluarga.

Spesifikasi Indonesia mirip dengan Thailand

AION Y Plus di Thailand ditawarkan dalam dua varian, 490 Elite dan 550 Ultra. Yang bakal dipasarkan di Indonesia nantinya kemungkinan besar punya spek yang identik dengan versi Negeri Gajah Putih.

Sebagai penggerak, AION Y Plus dilengkapi motor elektrik jenis permanent magnet synchronous motor. Output tenaganya 150 kW (sekira 201 hp) dengan torsi maksimum 225 Nm. Saat dipacu masih bisa menyentuh angka 150 km/jam. Cukup kencang untuk mobil listrik harian dalam kota.

Pasokan energi listriknya bersumber dari baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas daya 63,2 kWh. Jarak jelajah maksimumnya mampu mencapai 490 km (standar siklus NEDC). Untuk versi dengan baterai berdaya 68,2 kWh, jarak jelajahnya dikatakan bisa mencapai 550 km (standar siklus NEDC).

Di Indonesia pun saat ini GAC AION Y Plus tengah melakukan sesi uji jalan dengan jarak tempuh cukup jauh. Jadi bisa dilihat nantinya seperti apa kemampuan mobil ini. Apakah mampu untuk beradaptasi dengan kondisi jalan maupun lalu lintas di Indonesia.

GAC AION Bakal Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik Di Indonesia?

Kunjungan kami ke fasilitas manufaktur GAC AION di Guangzhou, China tak hanya pada lini produksi mobil listriknya saja. Di tempat ini juga terdapat pabrik baterai. 

Fasilitas manufaktur baterai dan motor listrik tersebut merupakan hasil kerja sama dengan CATL. Satu dari tiga raksasa ‘penguasa’ industri baterai dunia ini memasok komponen ke berbagai brand otomotif, terutama produsen mobil listrik.

Alasan mengapa kami juga diajak untuk melihat pabrik baterai ternyata berkaitan dengan rencana investasi yang akan dilakukan oleh GAC AION di Indonesia.

Tak hanya membangun fasilitas manufaktur mobil listrik saja, tapi GAC AION juga akan mendirikan pabrik baterai di Indonesia. Kurang lebihnya, akan menjadi sebuah fasilitas manufaktur terpadu seperti di Guangzhou. Bahkan mungkin lebih besar dari pabrik yang ada di Thailand.

Rencana investasi pabrik baterai GAC AION tersebut diungkapkan Managing Director of GAC Aion South East Asia, Ma Hai di Guangzhou, China. Namun hal tersebut masih dalam tahap pengkajian.

“Kami memiliki rencana kerjasama dengan Indomobil untuk mendirikan pabrik baterai di Indonesia. Tentunya rencana tersebut harus disesuaikan dengan regulasi yang ada di Indonesia,” ucap Ma Hai.

Lalu, sejauh mana perkembangan teknologi baterai yang dikembangkan oleh GAC AION dan CATL sebagai mitra industrinya?

Teknologi Baterai Canggih GAC -CATL

Pada tahun 2021 lalu GAC memperkenalkan teknologi baterai ternary lithium yang dikembangkan bersama CATL. Proses uji ketahanan baterai ini pun cukup panjang.

Tak hanya tahan benturan maupun tahan suhu tinggi, tapi juga tahan gores dan tusukan. Bagian dalam cangkang baterai terdapat cairan elektrolit yang akan menambal cangkang baterai bilamana terjadi kebocoran. Cairan ini juga meredam panas berlebih pada sel baterai.

Rangka cangkang selubung baterai sangat kedap air. Bahkan sekat sel baterai mampu mencegah perambatan panas berlebih antar sel baterai.

Cangkang baterai ternary lithium tahan hingga temperatur 1.400°C. Rahasianya terletak pada teknologi pelapisan bahan peredam panas skala nano. Tak hanya pada cangkangnya saja, tapi juga pada katoda elemen baterainya.

Untuk menjaga suhu agar tetap stabil, baterai ini juga dilengkapi sistem pendingin. Akan bekerja secara otomatis jika terdeteksi anomali voltase atau temperatur berlebih pada baterai. Risiko kebakaran atau meledak pun dapat ditekan.

Dibandingkan dengan baterai lithium biasa buatan GAC dan CATL, densitas energi baterai ternary lithium volumenya diklaim 9.4 persen lebih tinggi. Biaya produksinya pun sekira 10 persen lebih rendah.

GAC Group tak hanya memproduksi baterai jenis lithium. Tapi juga baterai berteknologi “all-solid-state” yang diharapkan mampu menghasilkan daya jelajah maksimum tembus 1.000 km!

Dari segi keamanan dan keselamatan penggunaan, GAC mengklaim baterai ini jauh lebih aman. Densitas energinya yang mencapai 400 watt-jam per kilogram (Wh/kg), dikatakan 60% lebih baik dari baterai Qilin buatan CATL yang menggunakan sel hybrid solid-state electrolyte.

Pabrik Baterai Terpadu

Di pabrik baterai yang ada di Guangzhou, GAC memproduksi baterai konvensional jenis lithium iron phosphate (LFP) untuk kebutuhan mobil listrik AION. Dari satu jalur produksi baterainya yang berkapasitas daya 6 GWh, GAC AION mampu memproduksi 2 juta sel baterai per menit!

Tak perlu heran, satu unit baterai yang digunakan mobil listrik GAC AION terdiri dari ratusan ribu sel elemen baterai.

Pabrik baterai GAC AION di Guangzhou pada tahun 2025 mendatang diharapkan mampu berproduksi dengan kapasitas daya hingga 36 gigawatt-jam (GWh).

Tak hanya memproduksi baterai saja, namun GAC AION juga membangun fasilitas infrastruktur jaringan pengisian ulang daya baterai (charging station).

Pada penghujung tahun 2023 lalu GAC AION mengoperasikan 7.084 DC superfast charging di seantero RRC (berdasarkan data China Electric Vehicle Charging Infrastructure Promotion Alliance). Sebanyak 1.300 superfast charging station yang dibangun merupakan jenis voltase tinggi yakni bertegangan 1.000V.

Interior Gelap Chery Omoda E5, Lebih Mantap!

PT Chery Sales Indonesia (CSI) meluncurkan varian baru untuk Chery Omoda E5, yaitu interior All Black dan sekaligus memperkenalkan penggunaan aplikasi inovatif Car Link O. Kedua pembaruan tersebut dilakukan oleh Chery, sebagai upaya untuk memenuhi antusiasme permintaan dari konsumen.

Sebab, kepuasan konsumen menjadi hal utama bagi Chery. Selain dari keunggulan yang saat ini ditawarkan, Chery Omoda E5 memperoleh prestasi sebagai mobil listrik terlaris pada bulan April 2024 berdasarkan data retail sales Gaikindo, dengan total penjualan sebanyak 1.274 unit.

Interior All Black pada Chery Omoda E5 merupakan hasil pengembangan berdasarkan masukan para konsumen. Warna interior yang seluruhnya hitam membuat Chery Omoda E5 tampil elegan, namun tetap berwibawa. Untuk varian ini, harganya tetap Rp 488,8 juta. Harga ini masih berlaku untuk 4.000 konsumen pertama.

“Chery selalu mendengarkan masukan dari para konsumen agar dapat mengembangkan produk yang sesuai dengan tren dan kebutuhan mereka. Interior All Black pada Chery Omoda E5 ini adalah salah satu masukan dari para konsumen,” kata Rifkie Setiawan, Head of Brand Department PT Chery Sales Indonesia.

Selain interior All Black, Chery Omoda E5 juga memiliki interior Saint Cyrillus Blue yang menarik. Untuk pilihan warna bodi, terdapat pilihan warna Green Jade Two Tone, White Howlite Black, White Howlite, Black Platinum, dan Grey Morganite.

Selain estetika, Chery juga berfokus pada peningkatan teknologi konektivitas. Aplikasi Car Link O memungkinkan pengguna mengontrol berbagai fungsi kendaraan melalui smartphone, mulai dari navigasi hingga informasi penting seputar mobil. Car Link O, memungkinkan pengguna untuk mengakses berbagai fitur fungsional kendaraan. Termasuk memantau kondisi kendaraan, terutama baterai dengan menghubungkan ponsel ke kendaraan.

Tugas Resmi EV Wuling Dalam 10th World Water Forum 2024

Kegiatan 10th World Water Forum 2024, sejak 18 hingga 25 Mei di Bali, usai diselenggarakan. Acara tersebut juga menjadi pencapaian yang membanggakan bagi Wuling. Kali ini, Wuling kembali berkontribusi untuk menghadirkan mobilitas ramah lingkungan, untuk para delegasi yang berasal dari 132 negara.

Wuling menyediakan 150 unit kendaraan listrik (EV) yang terdiri dari Air ev, BinguoEV, dan Cloud EV, sebagai moda transportasi bagi delegasi negara, organisasi internasional, komite, serta protokol rangkaian VIP selama kegiatan berlangsung.

Diberangkatkan langsung dari Cikarang

“Keberhasilan World Water Forum 2024 merupakan pencapaian bersama dalam mengupayakan kelestarian alam dalam menjaga sumber daya, khususnya air. Pengalaman berkendara bersama Wuling ABC Stories diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan yang lebih bersih,” kata Dian Asmahani, Sales & Marketing Director Wuling Motors.

Partisipasi Wuling sebagai Official Car Partner World Water Forum 2024 ditandai dengan mobilisasi 16 unit Air ev, 84 unit BinguoEV, dan 50 unit Cloud EV. Rangkaian kendaraan ini diberangkatkan dari Cikarang, Jawa Barat, menuju Bali. Tujuan selanjutnya ialah ITDC Central Parking Nusa Dua dan Wuling Pool Jimbaran.

Pool Wuling dengan fasilitas lengkap

Unit Air ev varian Long Range dan unit BinguoEV varian Premium Range bertugas sebagai moda transportasi para delegasi, organisasi internasional, dan komite. Sedangkan unit Cloud EV mendapat tugas sebagai mobil protokol rangkaian VIP untuk pengawalan para senior official dan menteri. Wuling pun menyiapkan fasilitas parkir, perawatan, dan stasiun pengisian daya di Wuling Jimbaran Pool selama World Water Forum 2024.

Wuling Jimbaran Pool area disiapkan sebagai fasilitas parkir, pengecekan kesiapan, hingga pengisian daya unit Air ev dan BinguoEV. Lokasi ini didukung fasilitas pengisian daya, service bay, teknisi Wuling, hingga dengan Wuling Mobile Service (WMS).

Untuk unit Cloud EV, pengisian daya dan lokasi parkirnya berlokasi di kawasan ITDC Central Parking Nusa Dua. EV ini bertugas sebagai mobil protokol rangkaian VIP. EV ini secara khusus dikemudikan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Jauh sebelum berjalannya acara forum ini, pembekalan teori serta praktek mengemudi Cloud EV pun diberikan kepada Paspampres yang ditugaskan. Sehingga mereka dapat dengan terampil mengoperasikan selama kegiatan berlangsung.

GAC AION Y Plus

Indomobil Siap Bikin EV GAC Aion Versi Lokal

Indomobil Group kembali mengutarakan komitmennya untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik (EV) di Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dari kerjasama bersama GAC Aion, salah satu produsen mobil listrik asal Cina. Langkah ini sebagai upaya bersama membentuk ekosistem kendaraan listrik yang menyeluruh, dari hulu hingga hilir.

Indomobil dan Aion telah menandatangani akta kerjasama pada April 2024 silam. Melalui kerja sama ini, memungkinkan perakitan, penjualan, serta pengembangan produk GAC Aion di Indonesia. Sekaligus mengembangkan industrialisasi kendaraan GAC Aion yang akan dijual secara resmi di Tanah Air.

“Pada akhir tahun ini, kami akan mulai produksi secara Completely Knocked Down (CKD) di salah satu fasilitas pabrik kami. Secara bertahap, kami akan membangun ekosistem lengkap, termasuk mendirikan fasilitas komponen mobil listrik,” kata Andry Ciu, CEO PT Indomobil Energi Baru.

Pabrik GAC Aion di Indonesia tidak hanya akan memenuhi permintaan dalam negeri tetapi juga menjadi basis ekspor ke mancanegara. Untuk tahap awal, model mobil listrik GAC Aion Y Plus yang akan diperkenalkam pada Juni mendatang. Tak ketinggalan, segera dilaksanakannya uji jalan Aion Y Plus, untuk menjelajahi sejumlah titik destinasi di Indonesia.

GAC Aion dikenal sebagai salah satu produsen mobil listrik yang mengembangkan dan memproduksi teknologi inti, seperti baterai, motor listrik, dan pengatur listrik secara mandiri. Fasilitas perakitan GAC Aion di Indonesia akan berada di bawah naungan PT Nasional Assemblers yang berada di Cikampek. Indonesia akan menjadi negara kedua di Asia Tenggara, yang pertama ialah Thailand.

“Dengan komitmen kuat dari Indomobil Group dan GAC Aion, masa depan kendaraan listrik di Indonesia tampak cerah. Kami yakin kolaborasi strategis ini akan mendisrupsi industri otomotif nasional melalui rangkaian inovasi teknologi yang dimiliki oleh GAC Aion,” pungkas Andry Ciu.

Kia EV3

Kia EV3: Desain Keren, Daya Jelajah Hingga 600 KM!

Pabrikan Korea Selatan, Kia, resmi memperkenalkan mobil listrik Kia EV3 kemarin (23/05). Tambahan terkini untuk keluarga mobil listrik Kia EV, diklaim punya banyak inovasi dan teknologi terkini. 

Sesuai nomenklatur, EV3 jadi yang paling kecil di keluarga mobil listrik mereka. Tapi yang kami lihat, ini mobil menarik yang menjanjikan banyak hal. 

Karim Habib, EVP dan Kepala Kia Global Design desainer Kia membuat bentuk EV3 berdasarkan filosofi Opposite United yang juga diterapkan pada produk lainnya. Platform EGMP yang dibuat oleh Hyundai-Kia Group jadi basis pengembangan. 

“EV3 mewujudkan filosofi desain kami dengan sempurna – kombinasi desain yang menyenangkan digabungkan dengan fungsionalitas. Meskipun compact, eksteriornya menyelubungi ruang kabin luas yang menekankan relaksasi untuk setiap perjalanan,” kata Habib yang mantan desainer utama BMW ini. 

Memang, kabinnya terlihat luas dan menampung lima orang. Mereka mengklaim telah menciptakan kabin yang fungsional dan efektif. Memancarkan suasana seperti ruang keluarga.

Layarnya berukuran hampir 30 inci. Dibagi menjadi instrument cluster dan multimedia masing-masing berukuran 12,3 inci. Serta satu layar pengaturan AC sebesar lima inci. Dashboard terlihat bersih karena hampir semua pengaturan dipindah ke layar-layar tersebut. 

Di balik itu, ada banyak teknologi baru yang dipasangkan. Ada kemampuan V2L, digital key 2.0 supaya tidak repot bawa-bawa kunci, in-car gaming. Lumayan biar tidak bosan saat sedang charging dan sebagainya. 

Spesifikasi Kia EV3

Kia EV3 2025

Dimensinya cukup masuk akal untuk sebuah mobil harian. Panjang 4.300 mm, lebar 1.850 mm dan tinggi 1.560 mm. Jarak sumbu roda (wheelbase) 2.680 mm. 

Sebagai penggerak, untuk awal ini dipasangkan motor listrik yang menggerakkan roda depan. Tenaganya 201,1 hp (150 kW), dengan torsi 283 Nm. Sumber energinya diambil dari baterai berukuran 58,3 kWh untuk varian Standard Range. Tidak disebutkan berapa jarak jelajahnya, tapi kami rasa tidak akan kurang dari 400-an km.

Kia EV3 baru

Sedangkan versi jarak jauh, (Long Range) dibekali baterai 81,4 kWh. Versi ini mampu menempuh hingga 600 km (klaim berdasarkan metode uji WLTP). 

Kedua varian ini sudah dibekali Battery Management Unit (BMU) dan Cell Management Unit (CMU) terkini buatan mereka. Dan dengan metode DC charging, keterisian dari 10 hingga 80 persen selesai dalam waktu 31 menit. 

Kia EV3 akan diperlihatkan ke publik bulan Juli 2024 di Korea Selatan. Kemudian diikuti oleh pasar Eropa di paruh kedua 2024. Pasar lainnya akan menyusul setelah itu. Informasi harga kemungkinan akan terlihat setelah Juli nanti. 

 

 

Kenapa Neta V-II Varian Atas Yang Duluan Dijual?

Kemarin (22/05/2024), PT NETA Auto Indonesia sudah membeberkan harga bagi produk mobil listrik terbarunya, Neta V-II. Harga jual yang mereka pasang ialah Rp 299 juta. Sudah termasuk insentif PPn dan telah berbekal sertifikasi TKDN hingga 44 persen.

Namun, unit yang diluncurkan terlebih dahulu malah varian atas, alias Smart. Varian ini sudah dilengkapi dengan fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Sedangkan varian Lite yang tidak ada fitur ADAS, belum disampaikan harga jualnya.

“Langkah ini merupakan strategi kami. Karena strategi masing-masing brand tentu ada perbedaan,” kata Fajrul Ilhami, External Affairs & Product Director PT NETA Auto Indonesia. Selain itu, PT NETA Auto Indonesia melihat preferensi konsumen Tanah Air lebih tertarik pada kendaraan dengan fitur canggih dan komplit.

Neta V-II varian Smart dilengkapi dengan sembilan fungsi ADAS. Mulai dari Forward Collision Warning (FCW), Automatic Emergency Braking (AEB), Front Vehicle Start Alert (FSA), Full- Speed Adaptive Cruise (ACC), Traffic Jam Assist (TJA), Intelligent Cruise Assist (ICA), Lane Departure Warning (LDW), Lane Keeping Assist (LKA), dan High Beam Assist (HBA).

Diumumkannya harga resmi Neta V-II varian Smart ini, diharapkan strategi tersebut dapat menarik antusiasme banyak calon konsumen dan mendukung penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Sehingga mereka dapat melihat nilai tambah dari teknologi yang ditawarkan.

Neta V-II sudah diproduksi secara lokal di fasilitas perakitan, di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Dengan begitu, Neta V-II akan mulai didistribusikan ke konsumen pada akhir bulan Mei ini.

Setelah pengumuman harga varian Smart, PT NETA Auto Indonesia berencana untuk mengumumkan harga varian Lite yang lebih kompetitif. Rasa-rasanya, kami menduga ketika pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 mendatang…

Berharap Banyak Dari Neta V-II, Ternyata Rp 299 Juta

Hari ini (22/05/2024) menjadi ‘pertemuan’ kami dengan Neta V-II yang kesekian kalinya. Yang pertama, tentu saja di ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2024, bulan April silam. Nah, saat itu kami sempat kaget dengan estimasi harga yang disampaikan oleh PT NETA Auto Indonesia. Ya, menurut mereka harganya sekitar dua ratus jutaan Rupiah.

Melalui grand launching Neta V-II hari ini, harga resminya dibeberkan oleh PT NETA Auto Indonesia. Kami sempat menduga kalau harga mobil listrik ini sekitar ‘dua ratus kecil’, namun ternyata Neta V-II dibanderol dengan harga Rp 299 juta. Perlu dicatat, angka tersebut sudah termasuk insentif PPn dan mobil ini telah memiliki sertifikasi TKDN hingga 44 persen.

“Neta V-II menjadi jajaran terbaru pertama kami di tahun 2024. Kami menghadirkan mobil ini untuk generasi muda yang aktif dan energik. Kami yakin mobil ini akan menjawab kebutuhan dan menjadi teman berkendara yang andal untuk menemani aktivitas sehari-hari,” ujar Jerry Huang, Managing Director PT NETA Auto Indonesia.

PT NETA Auto Indonesia menciptakan Neta V-II sebagai mobil listrik tepat untuk mendukung mobilitas pengendara sehari-hari. Sederet fitur dan spesifikasi yang inovatif dipasang pada kendaraan listrik ini. Hal tersebut mungkin yang membuat brand ini merasa ‘percaya diri’ dan kompetitif di pasar Indonesia.

“Neta V-II menjadi salah satu tujuan kami untuk menarik minat konsumen Indonesia. Terutama bagi mereka yang baru mau mencoba beralih dari mobil dengan mesin pembakaran internal, menuju penggunaan mobil listrik,” tutup Jerry.

LEVC 380, MPV 8-seater berepenggerak listrik

Biasa Bikin Taksi Sekarang Bikin MPV Listrik, Inilah LEVC L380

Ini bukan Cloud EV versi sasis panjang, tapi merupakan MPV berpenggerak listrik buatan London EV Company (LEVC). Namanya L380 dengan panjang 5,3 meter.

Apa itu LEVC? Ini adalah perusahaan yang aslinya berasal dari Inggris bernama British London Taxi Company. Ya, mobil taksi khas ibukota Inggris itu mereka yang buat. Lalu diambil alih oleh Geely, raksasa otomotif asal Cina. Namanya berubah jadi London EV Company, dan tetap memproduksi taksi warna hitam, yang sekarang ada varian berpenggerak listrik.

LEVC L380

Lalu LEVC L380? Ini adalah MPV listrik pertama buatan mereka yang akan dipasarkan lebih dulu di RRC. Sejak kemarin (21/05), mereka sudah membuka keran pemesanan. Untuk pasar Inggris, akan tersedia mulai 2026 nanti.

Tidak berhenti di Inggris, Geely mencanangkan MPV Listrik L380 ini untuk bisa dijual di pasar global.

Harganya belum disebutkan, tapi kabin L380 bisa menampung mulai dari tiga hingga delapan penumpang berkat interiornya yang lega. Kelengkapannya belum diinformasikan, tapi kami yakin ini akan jadi MPV kelas premium, dengan harga moderat.

Berdiri di atas platform Geely SOA (turunan dari SEA yang juga dipkai Volvo) L380 dibagi menjadi tiga berdasarkan penggerak dan jarak tempuh. Yang pertama adalah 570 km dengan motor listrik tunggal bertenaga 268,2 hp. Baterainya berkapasitas 100 kWh. Berikutnya, versi 675 km. penggeraknya sama, tapi baterainya lebih besar yaitu 116 kWh.

MPV Listrik L380

Terakhir, versi dual motor. Biasanya, dengan sepasang penggerak begini, jarak tempuh tersunat. Tapi LEVC memperbesar baterai jadi 140 kWh, sehingga mampu menjelajah hingga 785 km. Dual motor elektrik menghasilkan tenaga hingga 536,4 hp.

Ketiga varian tersebut menggunakan baterai model NMC buatan CATL.

Toyota Sodorkan Solusi Mobilitas Nol Emisi di World Water Forum

PT Toyota-Astra Motor (TAM) kembali mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emissions 2060. Melalui penyediaan kendaraan elektrifikasi (xEV) jenis Battery Electric Vehicle (BEV), untuk digunakan oleh sejumlah delegasi negara dunia di acara World Water Forum (WWF) 2024.

Total ada 130 unit Toyota bZ4X yang digunakan oleh para menteri dan delegasi negara peserta, selama 18-20 Mei 2024, di Bali. Kendaraan xEV Toyota telah mendukung berbagai acara skala internasional yang diadakan oleh Pemerintah Indonesia. Konsistensi ini menunjukkan dukungan penuh Toyota kepada Pemerintah Indonesia untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan berkualitas.

“Sebuah kehormatan bagi PT Toyota-Astra Motor karena kembali dipercaya oleh Pemerintah Indonesia, untuk menyediakan kendaraan elektrifikasi berupa Toyota bZ4X di ajang World Water Forum 2024,” kata Henry Tanoto, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor.

BEV pertama Toyota global ini sanggup menghadirkan pengalaman mobilitas terbaik bagi para delegasi tamu negara. Mobil berbasis platform e-TNGA ini menggunakan baterai Lithium-ion 71,4 kWh, dan jarak tempuh hingga 500 km jika baterainya terisi penuh.

Di Indonesia, Toyota melaksanakan Multi Pathway Strategy untuk meningkatkan popularitas kendaraan elektrifikasi. Deretan lengkap kendaraan elektrifikasi Toyota, mulai dari Hybrid Electric Vehicle, Plug-in Hybrid Electric Vehicle, hingga Battery Electric Vehicle. Nantinya ada kemungkinan riset untuk menghadirkan jenis Fuel Cell Electric Vehicle, dengan emisi berupa air murni alias tetap ramah lingkungan.

“Kontribusi PT Toyota-Astra Motor menuju netralitas karbon akan terus ditingkatkan dengan berbagai strategi. Mulai dari melengkapi opsi kendaraan elektrifikasi, hingga memperkuat layanan purnajual. Semoga partisipasi masyarakat Indonesia dalam menjaga lingkungan akan semakin meningkat,” tukas Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT Toyota-Astra Motor.

Wuling Cloud EV Resmi Dijual, Harga Meleset Dari Estimasi

Wuling secara resmi meluncurkan dan mengumumkan harga kendaraan listrik terbarunya, Cloud EV, pada 15 Mei 2024. Dalam kesempatan ini, banderol yang dipasang ialah Rp 398 jutaan (termasuk insentif PPN untuk area Jakarta). Menurut kami, harga tersebut sepertinya ‘meleset’ dari perkiraan yang berkisar di angka Rp 410 jutaan.

“Dengan meluncurnya Cloud EV, kini konsumen memiliki pilihan mobil listrik yang menjawab kebutuhan akan ruang kabin yang mewah dan luas, kenyamanan yang maksimal dengan inovasi canggih untuk mobilitas keluarga,” kata Arif Pramadana, Vice President Wuling Motors.

Lekukan halus pada bodi samping

Wuling Cloud EV menyodorkan kenyamanan yang dipadukan dengan inovasi berkendara, serta fitur keselamatan canggih untuk memaksimalkan pengalaman berkendara.

Karena keunikan Cloud EV ialah tampilan eksteriornya, maka inspirasinya berasal dari awan. Sehingga Wuling menerjemahkan bahasa desain Cloud EV melalui lekukan halus di sisi samping, dengan mengintegrasikan lampu depan dan belakang sebagai perpaduan estetika.

Ruang kabin dengan kenyamanan seperti di rumah, dihadirkan pada interior Cloud EV. Kesan mewah pada bagian dalam didukung dengan Soft Touch Interior dengan Rose Gold Panel.

18 kompartemen penyimpanan barang

Dengan rasio pemanfaatan ruang yang sangat tinggi hingga 84,7 persen, kabin Cloud EV sangat lapang dan dirancang dengan jok yang dapat direbahkan maksimal menjadi sofa panjang yang nyaman.

Lebih lanjut, Wuling Cloud EV didukung bagasi dengan volume hingga 1.707 L dan 18 kompartemen penyimpanan. Termasuk deretan fitur modern seperti All-Around 360° Camera, Smart Electric Tailgate, hingga 15,6” Control Panel.

Wuling Cloud EV didukung juga dengan Digital AC dengan PM 2.5 Filter, 6 speakers, 20W Fast Charging USB Port, dan Wireless Charger. Ada pula Wuling Indonesian Command (WIND), Advanced Driver Assistance System (ADAS), hingga fasilitas vehicle status monitoring via MyWuling+.

Garansi seumur hidup

Untuk perjalanan lebih jauh, pengguna tidak perlu kuatir dengan kapasitas baterai. Sebab dalam kondisi penuh, maka Cloud EV mampu menempuh jarak hingga 460 km. Pengisian daya baterai pun dapat dilakukan dengan mudah melalui konfigurasi AC, maupun pengisian cepat DC.

Dalam periode launching, Wuling menghadirkan berbagai promo. Salah satunya Lifetime Core EV Components Warranty. Ini merupakan garansi seumur hidup untuk baterai, motor listrik, dan motor control unit.

Wuling juga memberikan gratis 7kW charging device, serta pengisian daya gratis dengan DC charging Wuling secara eksklusif, hingga 30 Juni 2024.

“Wuling Cloud EV dihadirkan untuk mengakomodir kebutuhan konsumen yang mencari kenyamanan dalam setiap perjalanan,” ujar Dian Asmahani, Sales and Marketing Director Wuling Motors.

Citroën Dapat Lampu Hijau Ikut Program BEV

Pada tanggal 3 Mei 2024, Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM), memberikan persetujuan secara resmi atas permohonan Citroën Indonesia, untuk ikut serta di dalam Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Hal ini salah satu langkah strategis untuk menghadirkan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas di Indonesia.

Terbitnya Surat Persetujuan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia no 1/KBLBB-CBU/1/OSS/PMDN 2024 kepada PT National Assemblers, selaku perusahaan perakitan kendaraan di bawah Indomobil Group, akan dimanfaatkan Citroën Indonesia untuk mengimpor Ë-C3 All Electric.

Bebas bea masuk dan pajak barang mewah

Mobil ini akan diimpor secara utuh (CBU) dengan bea masuk nol persen dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah, dipergunakan di dalam masa transisi sampai dengan dimulainya kegiatan produksi Ë-C3 All Electric dalam negeri, maksimal hingga tahun 2026.

Saat ini, Citroën merupakan merek pertama dan satu-satunya di Indonesia yang saat ini memperoleh persetujuan keikutsertaan program BEV dan fasilitas impor secara resmi dari pemerintah. Citroën Indonesia segera menawarkan Ë-C3 All Electric dengan banderol mulai Rp. 377 juta (on the road Jakarta).

“Langkah kami ini sekaligus membuktikan komitmen Citroën untuk berkontribusi dalam menciptakan mobilitas bebas emisi,” kata Tan Kim Piauw, Chief Executive Officer, PT Indomobil National Distributor.

Tombol transmisi E-Toggle

Citroën Ë-C3 All Electric memiliki jarak tempuh 320 km (ARAI MIDC 1 Certified). Tenaganya mencapai 56 hp dan torsi 143 Nm, sehingga akselerasi dari 0-60 km/jam dapat ditempuh dalam waktu 6,8 detik dan top speed 107 km/jam.

Transmisi otomatis single-speed dapat dioperasikan melalui tombol transmisi E-Toggle yang unik dengan pilihan mode pengendaraan Eco dan Standard.

Sebagai sumber penyimpan energi, mobil ini menggunakan baterai Li-Ion 29,2 kWh. Dengan menggunakan port CCS2, pengisian dari 10 persen hingga 100 persen membutuhkan waktu 10 jam 30 menit. Namun dengan menggunakan fast charging DC, pengisian 10 persen hingga 80 persen dapat dilakukan dalam waktu 57 menit.

Konsumen yang membeli Citroën Ë-C3 All Electric akan memperoleh servis gratis selama 70 ribu kilometer, garansi kendaraan tiga tahun, atau 100 ribu km (mana yang tercapai lebih dulu).

Prestige Motorcars Bawa New Tesla Model 3 Highland

Prestige Motorcars selalu ingin menghadirkan beragam kendaraan completely built up (CBU) keluaran terkini untuk calon konsumen di Indonesia. Kali ini Prestige Motorcars membawa New Tesla Model 3 Highland di showroom barunya, yang terletak di Distrik Otomotif – PIK 2, Blok DH-11 A5.

Datangnya mobil ini menandai sebuah tonggak penting dalam evolusi kendaraan listrik. New Tesla Model 3 Highland menawarkan inovasi mutakhir dalam desain, teknologi, dan performa. Tesla mengklaim bahwa Model 3 Highland adalah produk yang paling bertenaga saat ini.

Semakin senyap

New Tesla Model 3 Highland juga mendapat penyegaran dari aspek penampilan, termasuk sektor kenyamanan. Bagian depannya kini lebih ramping, kabin yang lebih senyap, dan fitur standar yang diperbarui. Interiornya mendapat material terbaru, dengan kualitas yang lebih baik untuk meredam kebisingan saat perjalanan.

Penumpang di kursi belakang kini dimanjakan dengan layar 8,0 inci yang dapat digunakan untuk mengatur kontrol suhu atau bahkan menonton tayangan dari Netflix. New Tesla Model 3 Highland memiliki sistem suspensi adaptif, mode berkendara khusus, kualitas rem yang ditingkatkan, kursi sport, dan velg berpenampilan baru.

Pembaruan komponen hingga 50 persen

“Sebagai brand murni mobil listrik, sejak awal Tesla memang sudah mengukuhkan posisinya di dunia EV. Ditambah dengan adanya New Tesla Model 3 Highland yang menjadi opsi paling menarik diantara jajaran EV lainnya,” kata Rudy Salim, CEO Prestige Motorcars.

Posisi baterai New Tesla Model 3 Highland berada di bawah mobil, menghasilkan titik pusat gravitasi yang rendah. Hal ini membuat kendaraan semakin terasa mantap dan stabil di tikungan. Kemudinya menjadi lebih akurat, berkat tiga pengaturan berbeda yang dapat disesuaikan oleh pengemudi.

Dilengkapi dengan motor listrik yang kuat, New Tesla Model 3 Highland memberikan akselerasi yang responsif. Mobil ini mampu berakselerasi dari diam hingga 100 km/jam dalam tempo 2,9 detik. Kecepatan tertinggi mobil ini mencapai 260 km/jam. Tesla melakukan pembaruan lebih dari 50 persen komponennya, dibandingkan dengan model yang sudah ada.

Pembaruan lainnya dari sisi eksterior adalah pilihan dua warna baru, yaitu Stealth Grey dan Ultra Red. Kedua pilihan warna ini tergolong ini, sebab mampu menghasilkan aksen warna yang berbeda, sesuai dengan intensitas cahaya dan sudut pandang.

Coba Langsung Seres E1 di PEVS 2024

Sudah beberapa kali Seres E1 tampil di ajang pameran mobil, namun kali ini kami merasa ‘tergugah’ untuk merasakannya langsung. Oke, momen pameran Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2024 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, sepertinya tepat untuk melakukan uji coba langsung, meskipun hanya dalam waktu singkat.

Mobil listrik Seres E1 memiliki dimensi yang ringkas, dirancang untuk empat orang penumpang. Desainnya cukup unik dan modern, apalagi ada beberapa pilihan warna stylish. ‘Kekuatan’ lain dari Seres E1 ialah harga yang menarik, sehingga menjadi salah satu pilihan untuk konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik (EV).

Dengan panjang 3.030 mm, lebar 1.495 mm, tinggi 1.640 mm, dan wheelbase sepanjang 1.960 mm, serta ground clearance setinggi 135 mm, membuat Seres E1 akan luwes meliuk-liuk di padatnya lalu lintas perkotaan. Kami juga menyukai kekedapan kabinnya.

Untuk model B-Type dibekali baterai Lithium Iron Phosphate dengan kapasitas 13,8 kWh untuk jarak maksimal sepanjang 180 km. Daya baterai dapat diisi penuh dalam waktu 3,5 jam menggunakan instalasi listrik di rumah, dan juga praktis ketika mengisi daya di SPKLU dengan tersedianya EV plug AC Type 2 yang sesuai dengan standar di Indonesia.

Sedangkan model L-Type memiliki kapasitas baterai 16,8 kWh dengan jarak tempuh maksimal 220 km. Bateralnya sudah lulus Sertifikat IP67, jadi pengemudi maupun penumpang tidak perlu khawatir saat melewati genangan air.

Output sebesar 25 kW (setara 33,5 hp) untuk Type B, sedangkan untuk L-Type ialah 30 kW (setara 40,2 hp). Untuk kedua model Seres E1 memiliki torsi maksimal sebesar 100 Nm.

Harganya? Seres E1 B-Type dipasarkan dengan harga Rp 189 juta, lalu untuk L-Type yang dibanderol dengan harga Rp. 219 juta. Keduanya merupakan harga on-the-road Jakarta. Hmm, sepertinya harganya cukup kompetitif.