JAECOO J5 EV Tembus 16.000 Pengiriman, Laris Manis!

Pasar kendaraan listrik di Indonesia kembali menunjukkan pertumbuhan positif. Kali ini, pencapaian datang dari JAECOO, yang sukses mencatatkan 16.000 pengiriman unit J5 EV hingga April 2026. Dalam waktu hanya empat bulan sejak awal tahun, JAECOO J5 EV bahkan berhasil masuk jajaran SUV listrik terlaris di Indonesia.

Pencapaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa konsumen Indonesia mulai semakin percaya terhadap kendaraan listrik, khususnya di segmen SUV premium yang menawarkan kombinasi desain modern, teknologi canggih, serta efisiensi mobilitas harian.

Berdasarkan data yang diumumkan JAECOO Indonesia, selama periode Januari hingga April 2026, J5 EV membukukan penjualan retail sebanyak 10.587 unit dan wholesales mencapai 11.006 unit. Angka ini sekaligus memperkuat posisi JAECOO sebagai salah satu pemain baru yang cukup agresif di pasar kendaraan elektrifikasi nasional.

Sebagai SUV listrik yang mengusung slogan “The Real SUV”, JAECOO J5 EV dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat modern. Mobil ini menawarkan jarak tempuh hingga 461 kilometer dalam sekali pengisian daya, menjadikannya cukup ideal untuk penggunaan harian di perkotaan maupun perjalanan luar kota.

Tak hanya fokus pada kendaraan full electric, JAECOO juga mulai memperkuat lini plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) melalui J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS. Kedua model tersebut bahkan sempat mencuri perhatian berkat kemampuan efisiensi dan daya jelajahnya yang impresif.

J7 SHS-P sebelumnya sukses menuntaskan perjalanan Jakarta-Bali sejauh 1.377 kilometer, sementara J8 SHS-P ARDIS mencatat rekor MURI sebagai mobil PHEV dengan jarak tempuh terjauh, yakni hingga 1.660 kilometer dalam satu kali pengisian daya dan pengisian bahan bakar.

Untuk merayakan pencapaian 16.000 pengiriman unit J5 EV, JAECOO Indonesia menggelar acara bertajuk “Weekend Drive – Together for More” di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta. Acara ini menjadi wadah berkumpulnya konsumen, komunitas, media, hingga pecinta otomotif dalam satu ekosistem gaya hidup modern berbasis kendaraan elektrifikasi.

Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata tingginya kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk dan layanan JAECOO di Indonesia.

Tak hanya menghadirkan sesi community sharing, acara tersebut juga menampilkan berbagai aksesori resmi JAECOO J5 EV yang mendukung personalisasi kendaraan, mulai dari karaoke mic, car subwoofer, hingga kompartemen khusus hewan peliharaan.

Dari sisi layanan purna jual, JAECOO juga terus memperluas jaringan dealer dan bengkel resmi di Indonesia. Saat ini sudah terdapat 35 dealer aktif dan jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi 80 dealer hingga akhir 2026.

Dengan kombinasi produk modern, teknologi elektrifikasi, serta penguatan layanan purna jual, JAECOO tampaknya serius ingin menjadi salah satu pemain utama di pasar SUV listrik premium Tanah Air.

EV Melejit! Penjualan Mobil Listrik RI Geser Dominasi Mobil BBM

Kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai mesin pertumbuhan baru industri otomotif nasional. Lonjakan penjualan yang terjadi sejak tahun lalu diprediksi terus berlanjut hingga 2026. Perubahan preferensi konsumen semakin mengarah pada kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan.

Momentum ini kian menguat seiring kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, serta semakin tipisnya selisih harga antara mobil listrik dan kendaraan bermesin ICE (internal combustion engine). Di sisi lain, peningkatan teknologi baterai yang mampu menjelajah hingga 600 km turut mengurangi kekhawatiran pengguna terhadap range anxiety.

Pangsa Pasar EV Melonjak, ICE Tergerus

Transformasi pasar otomotif nasional terlihat jelas dari pergeseran kontribusi penjualan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, porsi kendaraan ICE turun signifikan dari 99,6% pada 2021 menjadi 78,2% di 2025.

Sebaliknya, segmen battery electric vehicle (BEV) melonjak dari hanya 0,1% menjadi 12,9% di periode yang sama. Tren ini berlanjut hingga Maret 2026, di mana porsi BEV meningkat menjadi 15,6%, sementara ICE turun menjadi 75%.

Dari sisi volume, penjualan BEV tumbuh 96% menjadi 33.146 unit, jauh melampaui pertumbuhan industri otomotif secara keseluruhan yang hanya 1,7%. Sebaliknya, penjualan mobil ICE mengalami penurunan dari 174.776 unit menjadi 156.684 unit.

Hingga akhir 2026, pangsa pasar BEV diproyeksikan menembus kisaran 19–20%, menegaskan peran strategisnya sebagai pendorong utama pertumbuhan industri.

Lonjakan adopsi EV tidak lepas dari berbagai faktor kunci, mulai dari kenaikan harga energi global hingga semakin banyaknya pilihan model di pasar. Saat ini, jumlah model BEV di Indonesia telah mencapai 74 unit, meningkat drastis dibandingkan hanya 11 model pada 2021.

Selain itu, harga EV yang semakin kompetitif dengan kisaran Rp300 jutaan, membuatnya semakin terjangkau bagi konsumen. Total biaya kepemilikan (total cost of ownership/TCO) yang lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar fosil juga menjadi daya tarik utama.

Kebijakan Pajak Baru

Di tengah tren positif ini, pemerintah menerapkan kebijakan baru melalui Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 yang mengatur bahwa kendaraan listrik tidak lagi otomatis bebas dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sejak 1 April 2026.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap memiliki kewenangan untuk memberikan insentif berupa pembebasan atau pengurangan pajak. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah penyesuaian, bukan hambatan, selama diterapkan secara proporsional.

Sejumlah pihak bahkan mendorong penerapan tarif pajak progresif, di mana EV dengan harga tinggi dikenakan pajak lebih besar, sementara model yang lebih terjangkau tetap mendapatkan keringanan guna menjaga daya beli masyarakat.

PHEV sebagai Jembatan Transisi

Selain BEV, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dinilai memiliki potensi besar sebagai solusi transisi menuju elektrifikasi penuh. Dengan kemampuan berkendara menggunakan listrik untuk kebutuhan harian serta mesin konvensional untuk perjalanan jarak jauh, PHEV dianggap cocok untuk kondisi Indonesia yang masih menghadapi ketimpangan infrastruktur pengisian daya.

Saat ini, penjualan PHEV juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, dari hanya 42 unit pada Maret 2025 menjadi 1.521 unit pada Maret 2026. Oleh karena itu, banyak pihak mendorong agar PHEV mendapatkan tambahan insentif guna mempercepat adopsinya.

Dari sisi industri, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB). Hingga kini, tercatat ada 14 perusahaan perakitan mobil listrik dengan kapasitas 409.860 unit/tahun. Kemudian untuk motor Listrik ada 68 produsen dengan kapasitas 2,51 juta unit/tahun. Disusul pasar komersial dengan 9 produsen bus listrik berkapasitas 4.100 unit/tahun. Maka, total investasi di sektor ini telah mencapai Rp25,67 triliun.

Populasi kendaraan listrik nasional pun telah menyentuh 358.205 unit per Maret 2026, dengan pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) di atas 140% dalam lima tahun terakhir.

Pemerintah juga menargetkan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dari minimal 40% hingga 2026, menjadi 80% pada 2030. Langkah ini bertujuan memastikan bahwa investasi EV memberikan nilai tambah maksimal bagi industri domestik.

Sementara itu, pemain global seperti BYD semakin agresif menggarap pasar Indonesia dengan menghadirkan berbagai model dan memperluas jaringan dealer. Hal ini turut mendorong kompetisi yang sehat sekaligus mempercepat adopsi EV di Tanah Air.

Menuju Pusat Produksi EV Global

Dengan dukungan kebijakan yang semakin matang, pertumbuhan permintaan domestik, serta masuknya investasi global, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat produksi kendaraan listrik di kawasan, sekaligus basis ekspor global.

Di tengah dinamika harga energi dunia dan tuntutan pengurangan emisi karbon, EV bukan lagi sekadar tren, melainkan fondasi baru bagi masa depan industri otomotif nasional.

Mazda EZ-60 Mau Merapat ke Indonesia?

Setiap produsen otomotif selalu ingin menunjukkan teknologi terkini dan menyuguhkannya kepada konsumen. Terkait hal tersebut, teknologi mobilitas yang mendukung aspek ramah lingkungan, masih menjadi menu utama. Mazda tidak ingin tinggal diam, pabrikan asal Jepang ini menggandeng Changan, untuk menciptakan Mazda EZ-60.

Di tengah perjalanan ke Jepang beberapa waktu silam, kami menyempatkan diri untuk mampir ke kantor pusat Mazda di Hiroshima. Di dalam lobby, akhirnya kami menjumpai Mazda EZ-60. Sport Utility Vehicle (SUV) yang melakukan debutnya di Auto Shanghai 2025 ini tentu langsung mengundang rasa penasaran kami.

Tampil Beda

SUV bertenaga listrik ini mengusung konsep desain Soulful + Futuristic x Modern. Perpaduan gaya khas Kodo dari Mazda dengan nuansa futuristik, membuatnya tampil beda dari SUV Mazda lainnya. Jadi, tidak cuma mencomot elemen desain dari mobil konsep Arata, yang dipamerkan di Beijing Auto Show 2024.

Siluet bodinya yang mengalir aerodinamis mengadopsi gaya dari sedan EV Mazda EZ-6. Dengan hambatan gaya aerodinamika yang diminimalisir, efisiensi energi pun mampu meningkat. Karakter khas SUV diperlihatkan melalui tarikan garis tegas dan tajam, dipadukan dengan lekukan di bagian samping hingga belakang.

Platform Modular EPA1

Lampu LED yang tipis dipadu dengan grille trapezoid yang minimalis. Emblem sudah menggunakan logo baru dari Mazda.
Mazda EZ-60 menggunakan platform EPA1 dari Changan. Platform ini juga digunakan pada Deepal SL03 dan S7. Kelebihan dari platform modular EPA1 ini yakni tak sebatas untuk mobil listrik saja. Benar saja, sebab Mazda EZ-60 hadir dalam dua varian, yaitu kendaraan listrik baterai (BEV), dan kendaraan plug-in hybrid (PHEV).

Meski tidak menggunakan mesin pembakaran internal (ICE), SUV EZ-60 ini diklaim masih memberikan rasa berkendara Jinba-Ittai khas setiap kendaraan Mazda. Sehingga penggunanya masih dapat merasakan kenikmatan berkendara optimal, diiringi dengan sejumlah fitur canggih yang tersemat pada kendaraan.

Bisa Jadi Masuk Indonesia

Mazda EZ-60 memiliki panjang 4.850 mm, lebar 1.935 mm, tinggi 1.620 mm, dan jarak sumbu roda 2.902 mm. Bahkan kapasitas bagasinya hingga 1.036 liter, memastikan ruang kabin yang lega dan kemampuan angkut barang yang optimal.

EZ-60 versi BEV menghasilkan tenaga 190 kW (255 hp), didukung baterai LFP berkapasitas 31,7 kWh hasil kolaborasi CATL dan Changan. Sedangkan versi PHEV
memadukan mesin bensin empat silinder 1.5 liter sebagai generator untuk pengisian baterai. Konfigurasi ini memungkinkan jarak tempuh hingga 160 km dalam mode listrik secara penuh, cocok untuk aktivitas harian di perkotaan.

Apakah pasar Indonesia bakal segera diramaikan oleh kehadiran Mazda EZ-60? Kemungkinan tersebut masih terbuka luas. Potensi pasar tentu ada, namun strategi terdekat dari Mazda Indonesia ialah membawa CX-5 teranyar di tahun depan.

Wuling Darion Resmi Diluncurkan, Diproduksi Secara Lokal

Setelah penampilannya beberapa bulan silam, Wuling Darion akhirnya resmi diluncurkan pada 5 November 2025. Jajaran produk terbaru berupa medium Multi Purpose Vehicle (MPV) dengan pintu geser ini, menandai langkah penting dalam
perjalanan elektrifikasi Wuling di Indonesia. Kehadiran Darion menjadi bukti komitmen Wuling dalam menghadirkan solusi mobilitas modern yang ramah lingkungan, sekaligus relevan dengan kebutuhan mobilitas keluarga Indonesia.

“Sejak tahun 2017, Wuling telah memproduksi berbagai model kendaraan yang diterima dengan baik oleh masyarakat. Hingga saat ini, lebih dari 80.000 unit MPV telah dipercaya menjadi solusi mobilitas keluarga Indonesia. Kini, kami mempersembahkan Wuling Darion yang dirancang untuk keluarga dan
diproduksi di Indonesia,” ujar Arif Pramadana, Vice President of Wuling Motors.

Dibuat Sesuai Standar Global

Di tengah meningkatnya harga kendaraan dan biaya operasional, Wuling melihat peluang untuk menghadirkan MPV yang lebih modern dan efisien, dengan menghadirkan Darion sebagai MPV
7-seater dengan kabin luas, harga kompetitif di kelasnya, biaya operasional yang lebih hemat. Tentu berkat teknologi elektrifikasi, serta fitur-fitur lengkap yang mendukung kenyamanan keluarga.

Dilandasi komitmen jangka panjang Wuling di Indonesia, Wuling akan
terus menghadirkan produk dan layanan terbaik bagi pelanggan. Oleh karenanya, Darion diproduksi di pabrik Wuling Motors di Cikarang, Jawa Barat. Dengan melibatkan tenaga kerja lokal dan standar kualitas global.

Model ini menjadi MPV pertama di Indonesia yang hadir dalam dua pilihan elektrifikasi, yakni Electric Vehicle (EV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Kehadiran dua varian ini menjadi langkah nyata Wuling dalam mendukung transisi menuju mobilitas berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan kendaraan keluarga yang efisien dan ramah lingkungan.

Dua Varian dan Dua Trim

“Wuling Darion dipasarkan dalam pilihan EV dan PHEV. Keduanya terdapat dua trim yakni CE dan EX. Baik CE dan EX
mengusung konsep desain eksterior, interior dan dimensi yang serupa. Kedua trim ini dihadirkan untuk memberikan fleksibilitas kepada konsumen keluarga atas kebutuhan mobilitas,” jelas Aji Ibrahim, Product Planning Wuling Motors.

Wuling Darion memiliki dimensi panjang 4.910 mm, tinggi 1.870 mm, lebar 1.770 mm, dan wheelbase 2.910 mm. Kabinnya menawarkan ruang yang lapang dan ergonomis bagi tujuh penumpang. Sistem rem cakram di bagian depan dan belakang, menjamin pengereman yang optimal. Sedangkan suspensi McPherson di depan dan Multi-link Independent di belakang, memberikan kenyamanan optimal di berbagai kondisi jalan.

Tampilan eksterior nampak ‘kekinian’ berkat penggunaan velg 17 inci dipadu ban 215/55 R17. Sistem kemudi Electric Power Steering, memberikan sensasi berkendara yang ringan dan presisi di setiap manuver.

Program Spesial Untuk Pembeli Awal

Untuk Wuling Darion EV, dibekali motor listrik bertenaga 150 kW atau setara 201 hp dengan torsi puncak 310 Nm yang disalurkan ke roda depan, melalui transmisi Single Reduction. Sumber energinya berasal dari baterai 69,2 kWh Lithium Iron Phosphate, yang mampu menempuh jarak hingga 540 km (CLTC).

Pada Wuling Darion PHEV, mengusung mesin bensin Atkinson Cycle berkapasitas 1.5 liter, dengan output 105 hp dan torsi 130 Nm. Lalu dipadukan dengan motor listrik bertenaga 145 kW (setara 195 hp) dan torsi 230 Nm. Sistem tersebut digandengkan dengan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT), untuk
memberikan penyaluran daya yang halus dan efisien.

Ditenagai baterai 20,5 kWh Lithium Iron Phosphate, Darion PHEV mampu menjelajah hingga 125 km dalam mode listrik murni (CLTC). Sedangkan tangki bahan bakarnya berkapasitas 52 liter.

MPV ini dipasarkan dalam empat pilihan warna eksterior yakni Starry Black, Frosty White, Haze Grey, dan Orchid Purple. Wuling turut menghadirkan program special price bagi 1.500 konsumen awal.

Special Price Wuling Darion (Area Jakarta)
● Darion EV CE : Rp 356 juta
● Darion EV EX : Rp 416 juta
● Darion PHEV CE : Rp 439 juta
● Darion PHEV EX : Rp 489 juta

Setelah RRC, Akankah GWM Tank 500 Terbaru Masuk Indonesia?

Great Wall Motor (GWM) resmi meluncurkan versi terbaru Tank 500 model tahun 2026 di China. SUV kelas premium ini dibekali aneka teknologi modern penunjang kemampuan off-road. Tak hanya nyaman sebagai mobil harian dalam kota, taoi juga tangguh dan mampu melintasi segala kondisi jalan.

Tampilan eksterior Tank 500 versi baru ini masih mempertahankan gaya desain sebelumnya. Bodinya pun tak banyak ubahan dengan dimensi panjang 5.078 mm, lebar 1.934 mm, tinggi 1.905 mm, serta wheelbase 2.850 mm.

Hanya saja, kini tersedia pilihan warna baru Dunhuang Green yang kian melengkapi opsi warna yang telah ada yakni Kunlun Gold, Pamir Silver, dan Mount Everest White.

Interior dan Kenyamanan

Penyegaran yang dilakukan GWM pada Tank 500 pada area interior lebih ditekankan pada upgrade fitur. Sejumlah pembaruan yang dilakukan di antaranya pada perangkat electronic column shifter, kulkas mini serta dual wireless charging pad berdaya 50W.

Layar instrumen digital 12,3 inci dan layar utama berukuran 14,6 inci pada dashboard tak mengalami perubahan. Demikian pula dengan fitur proyeksi HUD (head up display) yang menampilkan sejumlah info berkendara. Sistem operasi Coffee OS 3 pada Tank 500 berbasis chip Qualcomm Snapdragon 8295.

Nah, tenyata penumpang baris kedua kini dimanjakan dengan layar hiburan 17,3 inci resolusi 3K yang terpasang di plafon dan bisa dilipat. Layar tersebut mendukung enam mode kontrol.

Kualitas kemasan interior pun kian mewah dengan jok kulit Nappa yang dilengkapi fitur penghangat. Sudut sandaran pun bisa diatur. Jika jok belakang dilipat hingga rata, kapasitas bagasi pun menjadi 1.489 liter. Cukup lapang untuk memuat banyak barang bawaan berukuran besar.

Update Fitur dan Teknologi

Sejumlah pembaharuan serta pemutakhiran yang dilakukan GWM pada Tank 500 juga lebih ditekankan pada fitur teknologi. Antara lain update pada sensor LiDAR di atap dan sistem terpadu bantuan pengemudi (ADAS) generasi ketiga, Coffee Pilot Ultra.

Kinerja sistem terpadu Coffee Pilot Ultra generasi ketiga memanfaatkan 27 sensor, terdiri dari satu sensor LiDAR, tiga radar gelombang milimeter, 12 radar ultrasonik, dan 11 kamera pemantau definisi tinggi (HD).

Selain itu, teknologi terbaru ini mampu melakukan panduan navigasi otonom ke berbagai titik tujuan baik jalan perkotaan maupun tol meski tanpa peta resolusi tinggi.

Fitur swa kemudi yang dibekalkan ternasuk pula kemampuan parkir otomatis dengan 200 skenario parkir, meliputi parkir paralel, diagonal, hingga parkir di area sempit termasuk cul-de-sac alias gang buntu.

Untuk fitur keamanan tambahan, Tank 500 dilengkapi sistem penginderaan malam hari Coffee Night Vision Far-infrared yang dapat mendeteksi kendaraan berjarak hingga 120 meter dan pejalan kaki hingga 90 meter, meski dalam kondisi gelap di malam hari, saat hujan, badai salju, maupun badai pasir dan debu. Update teknologi pada SUV ini sangat serius, tak kalah dari mobil lansiran AS maupun Eropa.

Performa Menggairahkan

Pada sektor performa, tersedia tiga varian hybrid (PHEV) dan satu varian non-hybrid. Bagi para penyuka versi non-hybrid, tersedia varian 3.0T Creative Edition yang dibekali mesin bensin V6 3.000 cc. Output tenaga sebesar 355 hp dan torsi puncak 500 Nm disalurkan via transmisi automatic 9-speed.

Versi hybrid Hi4-T tersedia dalam dua barian yakni Basic Edition dan Smart Edition. Mesin bensin 2.000 cc turbo dipadukan dengan satu motor elektrik dan transmisi automatic 9HAT (hybrid automatic transmission) 9-speed. Kombinasi sistem hybrid berpenggerak 4WD (four-wheel drive) ini menghasilkan daya 300 kW (402 hp) dengan torsi 750 Nm.

Dengan baterai berdaya 37.1 kWh, jarak jelajah pada mode EV mencapai 110 km (standar uji WLTC). Sedangkan jarak jelajah kombinasi sistem hybrid mampu mencapai 900 km.

Jika ingin versi hybrid yang lebih bertenaga, pilihannya adalah Hi4-Z Smart Edition. Mesin bensin 2.000 cc turbo dipadukan dengan dua motor listrik berpenggerak all wheel drive (AWD). Transmisinya 3DHT (Dedicated Hybrid Transmission) 3-speed.

Kombinasi sistem hybrid ini outputnya mencapai 645 kW (865 hp) dengan torsi puncak 1.195 Nm! Tak heran jika akselerasi 0-100 km/jam cuma butuh waktu 4.3 detik. Sangat greget bukan…

Kapasitas daya baterainya pun lebih besar yakni 59.05 kWh. Jarak jelajah dengan mode EV mencapai 201 km (standar uji WLTC) dan jarak jelajah mode hybrid tembus 1.096 km.

Pesanan Membludak!

Saat peluncurannya, GWM Tank 500 terbaru ini masih sebatas untuk konsumsi pasar dalam negeri RRC. Berikut daftar varian dan harganya:

3.0T Creative Edition: 355.000 yuan (Rp 806 jutaan)

Hi4-T Basic Edition: 335.000 yuan ( Rp 760 jutaan)

Hi4-T Smart Edition: 355.000 yuan (Rp 806 jutaan)

Hi4-Z Smart Edition: 375.000 yuan (Rp 852 jutaan)

Respon pasar domestik di China tak hanya sangat postif, tapi laris manis. Hanya dalam waktu 2 jam sejak diperkenalkan, junlah peminat yang memesan sudah lebih dari 12 ribu unit! Padahal rencananya pendaftaran untuk pemesanan baru akan resmi dibuka pada 11 September mendatang.

Australia Diprioritaskan

Untuk pasar global, yang bakal duluan mendapat jatah GWM Tank 500 terbaru adalah Australia. Benua di belahan bumi bagian selatan ini memang jadi salah satu pangsa pasar potensial GWM.

Hanya saja pihak GWM Australia memilih varian model dan spek secara spesifiik. Bagi para konsumen di Negeri Kanguru hanya akan tersedia opsi varian hybrid (PHEV) Hi4T yang bertenaga 402 hp dan torsi 750 Nm.

Transmisi automatic 9HAT 9-speed dipadukan dengan transfer case full-time 4×4 berkonfogurasi: 2H, AWD, 4H Lock, dan 4L Lock. Opsi baterai untuk spek Australia pun pakai jenis nickel manganese cobalt (NMC) berdaya 37.1 kWh seperti di RRC.

Jarak jelajah mode EV mencapai 120 km (standar uji NEDC) dengan jarak jelajah maksimum mode hybrid mencapai 950 km (standar NEDC).

Pengisian daya cepat menggunakan fast charger DC beroutput 50 kW dikatakan hanya butuh waktu 24 menit untuk mengisi daya dari 30% hingga mencapai 80%.

GWM Australia untuk saat ini masih belum mengungkap berapa label harganya nanti. GWM Tank 500 versi upgrade diperkirakan bakal masuk ke jaeingan dealer di Australia pada penghujung tahun ini. Indonesia? Kita tunggu kemunculannya.

 

 

Jaecoo Perkenalkan Jaecoo J8 SHS ARDIS di Forum AIGIS 2025

Brand otomotif Jaecoo turut berpartisipasi dalam forum Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 yang dihelat di Jakarta. Lini kendaraan ramah lingkungan berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) J8 SHS ARDIS yang diperkenalkan berhasil memukau para peserta AIGIS 2025.

Kendaraan berteknologi ramah lingkungan selaras dengan visi dari forum yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tersebut, yakni mendukung terwujudnya transformasi industri hijau yang berkelanjutan.

Jaecoo Indonesia mengapresiasi ajakan Kemenperin untuk menjadi mitra di AIGIS 2025. Forum ini menjadi kesempatan emas bagi Jaecoo untuk mensosialisasikan kendaraan berteknologi PHEV.

Jaecoo saat ini memasarkan mobil hybrid J7 SHS dan J8 SHS ARDIS di Indonesia sebagai alternatif dari mobil listrik. Mobil hybrid saat ini masih jadi primadona di Tanah Air karena masih banyak konsumen yang kurang sreg dengan mobil listrik.

“Mobil hybrid Jaecoo tidak hanya efisien, tetapi memberikan performa yang sangat maksimal,” kata Mohammad Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo Indonesia di Jakarta, Jumat (22/08).

Keunggulan Teknologi Hybrid SHS

Bicara soal teknologi PHEV, pihak Jaecoo mengatakan bahwa teknologi tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menggunakan kendaraan ramah lingkungan tanpa perlu mengkhawatirkan ketersediaan fasilitas infrastruktur. Walau demikian, mobil hybrid Jaecoo tetap dilengkapi perangkat untuk pengisian daya baterai dengan sumber listrik eksternal.

Berbeda dengan mobil listrik yang masih bergantung pada perangkat charger untuk mengisi ulang daya baterai. Sebaran lokasi fasilitas charging station atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia saat ini pun masih terbatas dan belum merata. Hal inilah yang membuat konsumen lebih memilih kendaraan hybrid.

“Kita pasti masih meragukan Electric Vehicle (EV) saat perjalanan jauh. Memikirkan apakah range kita cukup, kapan harus mengecas, kata Ryan Ferdiean Tirto, Head of Product Jaecoo Indonesia.

Dengan PHEV, konsumen memiliki opsi untuk mengunakan energi bahan bakar atau daya listrik dari baterai. Kombinasi kinerja mesin bermotor bakar dan motor elektrik pada sistem hybrid menghasilkan efisiensi yang lebih baik dari mobil konvensional.

“Kami menawarkan teknologi yang kami sebut dengan SHS atau Super Hybrid System, bisa menjadi solusi berkendara. Range-nya sangat jauh sekitar 1.400 kilometer,” tegas Ryan.

Tak hanya melakukan pembuktian teknologi hybrid SHS di berbagai negara. Jaecoo juga melakukan pengetesan bersama para awak media di Indonesia.

Kami pun telah menguji langsung kemampuan SUV J7 SHS di lintas medan ekstrem Afrika Selatan dan berhasil menempuh jarak 1.228 km. Sedangkan pada sesi uji di Indonesia menempuh rute Jakarta-Bali, J7 SHS sukses membukukan jarak jelajah 1.377 kilometer dalam satu kali pengisian bahan bakar full tank dan sekali pengecasan daya baterai. Luar biasa efisien bukan?

Jaecoo J8 SHS ARDIS

Terkait model JAECOO J8 SHS ARDIS, SUV ini dibekali sistem penggerak semua roda/all-wheel drive ARDIS (All-road Drive Intelligent System). Teknologi ARDIS akan mengatur pembagian torsi yang disalurkan ke masing-masing roda sesuai kebutuhan dan kondisi jalan yang dilintasi.

Kemampuan melintasi berbagai kondisi jalan didukung oleh 7 mode berkendara serta sistem suspensi magnetik CDC (Continuous Damping Control) Active Suspension.

Sensor yang terdapat pada kendaraan akan mendeteksi lalu mengatur secara otomatis kinerja ayunan suspensi sesuai kontur permukaan jalan setiap 100 kali per detik.

Desain kendaraan pun turut menunjang kemampuan lintas medannya. Dengan ground clearance 190 mm, JAECOO J8 ARDIS mampu melintasi tanjakan dengan sudut hingga 24 derajat serta melintasi kubangan dan genangan air hingga kedalaman 600 mm.

JAECOO J8 SHS ARDIS dilengkapi teknologi plug-in hybrid Super Hybrid System (SHS) dengan tiga motor elektrik (tri-motor).

Teknologi ini memanfaatkan mesin bensin 4-silinder 1.500 cc turbo yang serupa dengan JAECOO J7 SHS. Pada sistem SHS, mesin berfungsi sebagai generator pengisi daya listrik baterai. Yang menjadi penggerak roda adalah motor elektrik yang terpasang di depan dan belakang. Output daya yang dihasilkan mencapai 395 kW (530 HP) dengan torsi puncak 650 Nm.

Motor elektrik ketiga berfungsi sebagai sistem transmisi hybrid yakni Dedicated Hybrid Transmission (3DHT) dengan tiga percepatan.

Output performa yang besar membuat J8 SHS ARDIS mampu mencapai kecepatan 100 km/jam hanya dalam waktu 5,4 detik.

Pasokan daya listrik bersumber dari baterai lithium-iron phosphate (LFP) M3P berdaya 34,4 kWh. Baterai yang diusung telah lulus serangkaian pengujian dengan standar keselamatan IP68. Stabilitas, daya tahan, dan keamanan baterai jadi prioritas utama.

Pengisian daya baterai dengan perangkat fast charger DC dikatakan sangat efisien. Dari 30% hingga 80% hanya perlu waktu sekira 25 menit. Efisiensi waktu yang sangat tinggi jadi poin plus dari J8 SHS ARDIS.

Dalam mode EV yang hanya mengandalkan daya baterai, jarak jelajah mampu mencapai hingga 180 km. Sedangkan kombinasi sistem hybrid SHS membuat jarak jelajah menjadi lebih jauh yakni mencapai hingga 1.400 km.

Konsumsi BBM rata-rata tanpa mode hybrid dikatakan hanya butuh 6 liter bensin untuk menempuh jarak 100 km. Sedangkan jika pakai mode hybrid, konsumsi BBM jauh lebih ekonomis lagi, hanya 1,2 liter per 100 km.

JAECOO J8 SHS ARDIS sudah dapat dipesan via pre-booking dengan harga Rp 850 juta. Pengiriman perdana unit pesanan konsumen paling cepat pada September 2025 mendatang.

Geely Dan Renault Bermitra Kembangkan Platform Modular GEA

Kemitraan antara Renault dan Geely semakin erat. Kedua pabrikan otomotif tersebut saat ini tengah mengembangkan kendaraan berteknologi elektrifikasi. Tim Penelitian dan Pengembangan Renault di China bekerjasama dengan tim dari Geely untuk mengembangkan mobil SUV bermesin hybrid (PHEV) dan EV. Modelnya antara lain jenis SUV yang kini tengah trend.

Hal tersebut merupakan kelanjutan dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Renault Group dan Geely Holding Group yang dilakukan pada Februari 2025 lalu. Perjanjian kerangka kerja tersebut jadi bagian dari perluasan kemitraan strategis antara kedua belah pihak. Sebelumnya yakni pada tahun 2023, kedua belah pihak telah bekerjasama dalam hal pengembangan dan produksi mesin jenis hybrid.

Produksi dan penjualan kendaraan rendah emisi yang tengah digarap dilakukan melalui Renault do Brasil. Nantinya, proses produksi akan dilakukan di fasilitas manufaktur milik Renault Group yakni Ayrton Senna Complex yang berlokasi di São José dos Pinhais, Paraná, Brazil.

Platform GEA Geely

Kolaborasi antara kedua group otomotif ini membawa dampak positif bagi kedua belah pihak, terutama bagi Renault. Pasalnya, untuk pertama kalinya Geely berbagi rancang bangun platform modular Global Energy Architechture (GEA) dengan pabrikan lain.

Platform GEA saat ini digunakan pada model yang berada di bawah naungan sub-brand Galaxy, antara lain A7, E5 dan Xingyuan. Dua model yang akan diluncurkan yakni M9 dan Starship 9 juga menggunakan platform GEA.

Renault nantinya akan bertanggung jawab pada desain eksterior. Sementara untuk sasis dan teknologi yang digunakan kabarnya akan berbasis dari model SUV Geely Galaxy.

Kemitraan ini tentunya akan berdampak pada efisiensi biaya riset dan produksi. Selain itu, penetrasi ke pasar yang dituju menjadi semakin cepat pula.

Terlepas dari adanya kemitraan tersebut, kedua pabrikan tetap memproduksi lini model yang telah mereka miliki saat ini. Renault tetap fokus pada pengembangan kendaraan listrik ukuran kecil untuk pasar Eropa. Sedangkan SUV berbasis platform Geely ini nantinya akan dipasarkan oleh Renault di sejumlah kawasan strategis, antara lain Korea Selatan, Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Afrika Utara.

Renault memiliki reputasi yang kuat serta didukung jaringan dealer yang luas di banyak negara. Tentunya kolaborasi ini akan memberi keuntungan bagi Geely, terutama akses pemanfaatan infrastruktur milik Renault baik sektor produksi maupun jaringan penjualan. akan seperti apa wujud SUV hasil kolaborasi antara Renault dan Geely yang berbasis platform GEA? Semoga akan muncul dalam waktu dekat.

 

Geely Siap Menggebrak Pasar Indonesia Melalui Starray EM-i

Geely Auto Indonesia resmi menampilkan Geely Starray EM-i untuk pertama kalinya di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Sport Utility Vehicle (SUV) berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) ini, rencananya akan menjadi model kedua Geely di Indonesia yang dirakit secara lokal, melalui skema knock down (KD). Bersamaan pula, Geely Starray EM-i membawa teknologi Geely EM-i Super Hybrid.

Geely EM-i Super Hybrid, atau E-Motive Intelligence, merupakan teknologi hybrid mutakhir dari Geely, yang memadukan tenaga listrik dan mesin bensin. Tujuannya untuk menghadirkan efisiensi lebih tinggi, performa maksimal, serta emisi yang lebih minim. Tidak seperti sistem hybrid yang diadaptasi dari mesin konvensional, EM-i dikembangkan sebagai true hybrid system sejak awal.

Tenang Melaju Hingga 1.000 km

Geely Starray EM-i Super Hybrid memadukan efisiensi, performa dinamis, dan kenyamanan berkendara. Geely Starray EM-i Super Hybrid menggunakan mesin hybrid dengan efisiensi termal tertinggi di dunia untuk mesin bensin produksi massal, mencapai 46,5 persen.

SiC (Silicon Carbide) Intelligent Electric Control bertugas untuk menjaga performa optimal, bahkan saat daya baterai rendah. Serta menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih halus dibandingkan mobil hybrid di kelasnya. Dengan kondisi baterai dan tangki bensin terisi penuh, Geely Starray EM-i dapat menempuh jarak lebih dari 1.000 km, berkat teknologi EM-i yang lebih efisien.

Two Luxury Through Lights

Geely Starray EM-i dilengkapi sistem keselamatan L2 ADAS (Advanced Driver Assistance System). Mencakup Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, dan Automatic Emergency Braking, untuk menjaga keselamatan pengemudi dan penumpang.

Dari sisi desain, Starray EM-i tampil modern dengan Two Luxury Through Lights pada bagian depan dan belakang. Interiornya mengusung kursi ergonomis dengan material premium, layar sentuh resolusi tinggi, integrasi ponsel, serta sistem perintah suara dua zona yang mendukung kenyamanan perjalanan.

Hadirnya Starray EM-i menegaskan komitmen Geely dalam menghadirkan kendaraan elektrifikasi. Mulai dari BEV, PHEV, hingga solusi mobilitas pintar. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Proses perakitan lokal, diyakini turut mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional, serta memperluas akses kendaraan yang ramah lingkungan untuk masyarakat.

Wuling Starlight S Hadir Dengan Opsi Plug-In Hybrid Dan EV

Setelah foto bocorannya bikin penasaran sejak Juni 2024 lalu, crossover terbaru Wuling Starlight S pun resmi diluncurkan.

Mobil yang di RRC punya nama asli Xing Guang S ini berbasis platform Tianyu D hasil pengembangan SGMW. Hadir dalam versi plug-in hybrid (PHEV), dan versi bertenaga listrik (EV).

Dari segi dimensi ukuran (PxLxT) 4.745 mm x 1.890 mm x 1.680 mm, bodi Starlight S terbilang bongsor. Sedikit lebih kecil dari Chevrolet Equinox, namun lebih besar dari Buick Electra E5 maupun BYD Atto 3. Dengan jarak wheelbase 2.800 mm, dapat dipastikan jika kabin mobil ini cukup lapang

Kabin Stylish

Layout desain kabin meskipun terkesan simpel namun tampil modern, mewah dan mutakhir. Meskipun pada varian standar, setir dan jok depan ikut berlapis kulit.

Varian teratas menggunakan jok kulit yang dilengkapi penghangat pada kabin depan dan belakang. Masih ditambah lagi dengan panoramic moonroof.

Layar digital 8.8-inci pada panel instrumen dan touch screen 15.6-inci penampil sistem infotainment, jadi fitur standar pada seluruh varian.

Kompartemen penyimpanan di seluruh kabin cukup banyak, ada 23 titik. Volume kargonya pun cukup besar. Jok belakang saat dilipat akan menghasilkan volume kargo sebesar 1.768 liter.

Jika ingin fitur tambahan, tersedia sistem semi-autonomous driving Level 2. Para penyuka aktifitas outdoor bisa menambah opsi power supply portable berdaya 3,3 kW.

Pilih PHEV Atau EV?

Versi PHEV dibekali mesin bensin 1.5-liter bertransmisi e-CVT. Modul hybridnya memanfaatkan motor elektrik tunggal berdaya 150 kW (201 hp) dengan torsi puncak 310 Nm.

Untuk energi listriknya menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP). Versi berdaya 9.5 kWh jarak tempuh mode EV mencapai 60 km. Sedangkan versi berdaya 20.5 kWh jarak tempuh dalam mode EV bisa mencapai 130 km.

Dengan tangki BBM 53 liter, Starlight S PHEV punya jarak tempuh kombinasi mode hybrid hingga 1.100 km. Tak perlu banyak berharap untuk akselerasi 0-100 km/jam. Catatan waktu 7,9 detik sudah lebih dari cukup. 

Untuk versi EV, output daya motor elektrik penggerak yang digunakan sama dengan versi PHEV. Hanya saja baterai LFP Shenlian 2C yang dibekalkan, kapasitas dayanya lebih besar yakni 60 kWh.

Catatan akselerasi 0-100 km/jam sedikit lebih cepat, yakni 7,7 detik. Sedangkan jarak tempuh maksimum dengan daya baterai terisi penuh bisa mencapai 510 km.

Harga Menggiurkan

Di pasar domestik RRC, Wuling Starlight S dipasarkan dalam lima varian. Varian termurah versi PHEV label harganya 99.800 Yuan atau sekira Rp 216 jutaan. Sedangkan versi EV dibanderol mulai dari 119.800 Yuan, kurang lebih sekira Rp 260 jutaan.

Harga yang ditawarkan pun menggiurkan. Tak heran jika daftar inden sudah tembus 10.000 unit, padahal daftar pemesanan baru dibuka pada awal Agustus 2024. 

Omoda 7 Lahir Dengan Teknologi PHEV, Mesin Bensin Belakangan

Salah satu mobil yang paling diantisipasi kehadirannya di Beijing adalah Omoda 7. Sub-brand Chery ini memperkenalkan mobil tersebut kemarin di kota Wuhu, Cina.

“Peluncuran global Omoda 7 akan menjadi momentum penting bagi Chery. Kehadiran Omoda 7 akan memberikan gambaran kepada dunia akan strategi dan ekosistem baru yang menandai komitmen inovasi OMODA bagi konsumen di seluruh dunia,” ujar Rifkie Setiawan, Head of Brand Department, PT Chery Sales Indonesia.

Omoda 7 adalah SUV yang diposisikan di atas Omoda 5 yang sudah beredar di Indonesia. Desainnya menarik, terutama bagian muka dengan grill tanpa bingkainya. Agak mirip dengan Lexus RX? Mungkin. Tapi tetap terlihat proporsional.

Secara keseluruhan, mobil ini dibekali garis body yang tegas dengan unsur kekinian. Seperti lmpau depan dengan LED, pencahayaan belakang dengan motif petir dan pelek 20 inci. Over fender juga tidak dibiarkan polos, tapi ada guratan yang biasa ditemukan pada bahan carbon fiber.

Dimensi panjang Omoda 7 adalah 4.621 mm, lebarnya 1.872 mm. Sementara tinggi 1.673 mm dan wheelbase 2.700 mm menjanjikan kelegaan ruang kepala dan kaki.

Buatan Sony

Di kabin, Chery memberikan berbagai fitur kenyamanan. TErmasuk 12 speaker yang suaranya diolah oleh Sony. Bahkan, ada banyak elemen desain yang sepertinya bersumber dari pembuat peranti elektronik itu. Contohnya, setir. Dikatakan, desain lingkar kemudi ini diinspirasi oleh controller PS (PlayStation) 5.

Sony juga menyediakan speaker surround tepat di headrest pengemudi. Lengkap dengan kemampuan noise canceling untuk meredam suara dari luar.

Kursi model semi bucket, ironisnya, juga terispirasi dari tempat duduk para gamers. Yang sebetulnya didesain berdasarkan jok racing mobil balap betulan. Heran.

Sebagai sarana infotainment, tersedia layar monitor 15,6 inci beresolusi 2.5k. Uniknya, bisa digeser tepat ke hadapan penumpang depan. Display tersebut bisa dikendalikan melalui gesture, perintah suara ataupun tombol.

Mesin Bensin Nanti Lagi

Omoda 7 yang diperkenalkan di Wuhu, berpenggerak empat silinder dengan kapasitas 1,5 liter turbo. Chery lalu menambahkan teknologi PHEV (Plug-in Hybrid EV).

Penggerak ini, diklaim oleh Chery, mampu memberikan jarak tempuh hingga 1.250 km. Sementara dalam mode EV Omoda 7 bisa berjalan sejauh 90 km.

Sayangnya, belum ada angka pasti soal performa. Penelusuran kami, tenaga mesin 1,5 turbo mencapai 153,8 hp dengan torsi puncak 220 Nm.

Soal Omoda 7 bermesin konvensional, pastinya akan ada. Tapi akan diperkenalkan belakangan. Chery tidak menyebutkan waktu pastinya. 

DS 7 Vauban, SUV PHEV Khas Mobil Kepresidenan Perancis

Perancis adalah negara yang sangat cinta produk dalam negeri. Bahkan kendaraan dinas para petinggi negara baik Perdana Menteri maupun Presiden Perancis sejak dahulu selalu menggunakan mobil kepresidenan buatan dalam negeri.

Pada masa pemerintahan Presiden Emmanuel Macron, kendaraan dinas kepresidenan dipasok oleh pabrikan otomotif DS Automobiles. Mobil yang digunakan saat ini adalah sport utility vehicle (SUV) ramah lingkungan DS 7 Élysée.

Pesona yang disuguhkan oleh mobil dinas Presiden Macron membuat para VIP dan kaum jetset di Perancis ingin memiliki mobil kebal peluru yang serupa. DS Automobiles pun akhirnya melansir mobil proteksi kebal peluru DS 7 Vauban untuk kalangan sipil. Apa yang membedakan DS 7 Vauban dari mobil dinas kepresidenan?

Proteksi Ala Mobil Kepresidenan

Nama ‘Vauban’ yang disematkan pada DS 7 edisi khusus ini diadopsi dari nama tokoh modernisasi militer Perancis pada abad ke-17, Marquis Sébastien Le Prestre de Vauban.

Basis model yang digunakan DS 7 Vauban sama seperti DS 7 Élysée, yakni DS 7 E-Tense 4×4 300 plug-in hybrid (PHEV).

Bedanya, jarak wheelbase pada DS 7 Vauban tetap standar. Sedangkan pada DS 7 Élysée jarak wheelbase lebih panjang 20 cm. Level proteksi balistik dan kelengkapan yang dibekalkan pada kedua varian DS 7 kebal peluru tersebut dibedakan.

Sistem PHEV yang digunakan pada DS 7 Vauban sama seperti pada versi standarnya. Mesin 4-silinder 1.6-liter turbo dipadukan dengan sepasang motor elektrik penggerak hybrid plus baterai berdaya 13.2 kWh.

Performa kombinasi yang dihasilkan sistem hybrid pun tak ada perubahan. Output tenaga maksimum tetap 296 hp dengan torsi maksimum 520 Nm.

Namun dikarenakan bobot kendaraan jadi kian berat, maka berpengaruh pada akselerasi, kecepatan maksimum dan juga jarak jelajahnya.

Digarap Spesialis Proteksi Balistik

Perusahaan spesialis proteksi balistik asal Jerman, WELP Group menjadi mitra dalam menggarap mobil DS Automobiles yang dilengkapi proteksi khusus. Termasuk pula DS 7 Élysée dan tentu saja DS 7 Vauban.

Proses penggarapan unit kendaraan DS 7 Vauban dilakukan WELP France SAS, cabang WELP Group untuk Perancis.

Seperti halnya mobil kepresidenan, DS 7 Vauban pun dikerjakan di workshop yang berlokasi di Hérimoncourt. Letaknya tak sampai 100 km dari pabrik DS di Mulhouse, Perancis.

Karena DS 7 Vauban ditujukan untuk kebutuhan konsumen sipil, maka level proteksi balistik pun disesuaikan yakni VPAM 4.

Proteksi balistik meliputi kaca yang mampu menahan terjangan peluru (dan hantaman martil). Pada panel bodi diberi lapisan pelindung berbahan serat Aramid. Perlindungan ditingkatkan pada bagian bodi dan sasis yang dianggap rentan. Termasuk pula bagian atap dan tangki BBM serta panel baterai.

Meskipun proteksi balistik ini lebih ringan dan ‘tipis’ dibandingkan spek militer maupun mobil kepresidenan, namun tetap mampu menahan terjangan peluru kaliber .44 Magnum dan .357 Magnum dari jarak 0.5 – 5 meter.

Untuk daftar kelengkapan penunjang keselamatan penumpang, konsumen dapat memesan sesuai kebutuhan. Mulai dari ventilasi dan sirkulasi udara ruang tertutup, tabung APAR, sirine dan lampu rotator, alat komunikasi dan lain sebagainya.

Bagi para konsumen, tersedia opsi personalisasi khusus. Mulai dari warna eksterior hingga kombinasi kemasan serta sentuhan khusus pada panel interior. Bahkan tiang bendera di tepi bemper ala mobil pejabat.

Pemesanan sudah dibuka. Namun mengingat pengerjaan DS 7 Vauban cukup memakan waktu, maka unitnya baru akan tersedia mulai April 2024. Harganya tentu saja bakalan berkali lipat lebih mahal dari DS 7 varian termahal.

Sebagai gambaran, DS 7 E-Tense 4×4 300 variant Bastille di Perancis dibanderol mulai dari €60,200. Kurang lebih sekira Rp 1 milyar. Harga off the road, belum termasuk pajak dan biaya lainnya. Sensasi dan citarasa yang hanya beda tipis dari mobil kepresidenan…

Range Rover PHEV Seharga Rp 5 Milyar Mejeng di Butik Mewah

Untuk dapat menikmati sosok kendaraan premium, tentu tidak ada tempat yang lebih baik selain di sebuah lounge modern dan eksklusif. Hal ini yang sepertinya ingin disampaikan oleh PT JLM Indonesia dalam menghadirkan Range Rover Boutique pertama di Indonesia. Lokasinya berada di Plaza Indonesia lantai 1, dengan lahan seluas 200 meter persegi. Dibukanya butik ini juga menandai peluncuran Range Rover Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di Tanah Air.

“Range Rover Boutique memberikan kesempatan bagi para tamu untuk merasakan kendaraan kami dengan suasana yang unik. Sesi viewing pribadi dan konsultasi akan tersedia berdasarkan permintaan, menunjukkan komitmen kami terhadap layanan khusus untuk para klien,” ungkap Gerry Kertowidjojo, President Director PT JLM Indonesia, hari ini (07/09/2023).

Komitmen JLR untuk carbon neutral pada tahun 2039

Range Rover PHEV merupakan kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle pertama dari Range Rover yang ditawarkan oleh PT JLM Auto Indonesia. Para klien Range Rover PHEV akan mendapatkan insentif pajak sesuai dengan peraturan undang-undang pemerintah Indonesia.

“Range Rover PHEV terbaru ini mewakili kami dalam membantu percepatan adopsi elektrifikasi di Indonesia. Ini merupakan komitmen Jaguar Land Rover (JLR) untuk menjadi carbon neutral pada tahun 2039. Peluncuran Range Rover PHEV merupakan langkah maju yang kuat dalam memenuhi visi tersebut,” lanjutnya.

Range Rover PHEV dilengkapi dengan mesin bensin 6 silinder Ingenium 3.0 liter turbocharged bertenaga 434 hp dan baterai 38,2kWh. Sehingga memberikan torsi maksimal sebesar 620 Nm untuk membantu menciptakan akselerasi yang kuat namun halus, serta jangkauan jarak tempuh sejauh 113 kilometer hanya dengan tenaga listrik saja.

Baterai lebih besar dari Range Rover generasi sebelumnya

Pengisian daya dengan menggunakan 50kW DC Rapid Charging, pengguna akan dapat memperoleh kembali 80 persen daya baterai dari kondisi kosong, hanya dalam waktu kurang dari satu jam. Baterai yang digunakan memiliki kapasitas nyaris tiga kali lipat lebih besar dari Range Rover generasi sebelumnya.

“Range Rover PHEV memiliki garansi baterai selama 6 tahun atau 100 ribu kilometer, dan ditawarkan untuk memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan bebas rasa khawatir bagi penggunanya,” jelas Irvino Edwardly, Sales & Marketing Director PT JLM Auto Indonesia, di kesempatan yang sama.

Mobil ini tetap mengusung desain Clamshell Bonnet yang ikonik untuk mempertahankan detil yang presisi. Command Driving Position yang telah menjadi ciri khas dari mobil Range Rover tetap diterapkan. Fitur pemanja saat berkendara pun tersebar di interior, mulai dari kursi depan elektris dengan batu pemijat hangat di 24 titik, Pivi Pro 13.1 inch floating haptic screen, Meridian Signature Sound System dengan active noise cancelation, hingga cabin air purification.

Paket komplit ini tentu harus ditebus dengan harga yang sepadan. PT JLM Auto Indonesia menjajakan Range Rover PHEV SE mulai dari harga Rp 5,2 miliar dan Range Rover Autobiography Long Wheel Base (LWB) seharga Rp 5,7 miliar. Angka-angka fantastis tersebut merupakan banderol off the road, jadi bisa dikalkulasi harga saat unitnya sudah diterima oleh konsumen. Anda berminat meminangnya?

Menebak Keperkasaan Mercedes-AMG GT Concept E Performance

Belum genap satu bulan mobil sport AMG GT generasi kedua diluncurkan di California dalam event Monterey Car Week yang berlangsung pada Agustus lalu. Seperti apa jadinya jika AMG GT dibuat dalam versi plug-in hybrid? Inilah dia mobil konsep Mercedes-AMG GT Concept E Performance.

AMG GT Versi PHEV

Perhelatan event IAA Mobility 2023 di Munich, Jerman yang lebih populer dengan sebutan Munich Motor Show nampaknya dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Mercedes-Benz.

AMG GT generasi 2 yang baru saja diluncurkan bulan lalu dipamerkan bersama dengan konsep AMG GT Concept E Performance. Tak hanya satu, tapi dua mobil sekaligus yang tampil dengan warna hitam dan merah.

Dari tampilan luarnya sekilas tak ada bedanya dengan Mercedes-AMG GT (C192) bermesin 4.0-liter V8 biturbo. Namun saat melihat soket listrik yang tersembunyi di bumper belakangnya, baru terlihat perbedaannya.

Mobil konsep Mercedes-AMG GT Concept E Performance dibekali dengan teknologi plug-in hybrid (PHEV). Jadi, tak hanya mengusung mesin yang mengkonsumsi bensin, tapi juga motor elektrik hybrid.

Mobil konsep ini juga diimbuhi sejumlah komponen opsional dari AMG sebagai pemanis tampilan. Mulai dari sayap spoiler di bagian buritan hingga pelek alloy 21-inci berkelir hitam yang kontras dengan kaliper rem cakram karbon keramik berkelir emas.

Mesin V8 Biturbo Plus Motor Hybrid

Seperti halnya AMG GT generasi 2, di balik kap depannya terpasang mesin 4.0-liter V8 biturbo. Hanya saja pada poros roda belakang terdapat tambahan motor elektrik penggerak sistem hybrid. Sayang sekali, pihak pabrikan tak menjelaskan spek teknologi hybrid yang dibekalkan.

Kami hanya bisa memperkirakan berdasarkan sejumlah model PHEV Mercedes dengan spek yang kurang lebih setara.

Mobil konsep AMG GT versi PHEV ini kemungkinan dibekali spek seperti sedan mewah Mercedes-Benz S63 E Performance yang bertenaga 791 hp. Atau mungkin seperti coupe 4-pintu AMG GT63 S E Performance yang bertenaga 831 hp.

Lebih Perkasa Dari AMG GT Generasi 2

Nah, mobil konsep AMG GT Concept E Performance dipamerkan bersama dengan Mercedes-AMG GT (C192). Mobil sport AMG GT generasi kedua yang kini berkonfigurasi 2+2 ini dibekali mesin V8 dengan dua spek berbeda. Varian standar yakni AMG GT 55 output tenaganya hanya 469 hp. Sedangkan untuk varian AMG GT 63 punya output 577 hp.

Jika saja benar mobil konsep AMG GT versi PHEV ini dibekali spek seperti yang kami perkirakan, maka performanya jelas jauh lebih perkasa dari AMG GT generasi kedua. Bahkan melampaui performa AMG GT Black Series yang bertenaga 720 hp.

Dengan munculnya mobil konsep AMG GT versi PHEV, AMG nampaknya masih akan mempertahankan mesin V8 hingga beberapa tahun kedepan.Hanya saja, imbuhan teknologi hybrid menjadi solusi efektif bagi AMG untuk melipatgandakan output performa. Kapan AMG GT versi PHEV ini akan diproduksi, belum ada informasi dari pihak Affalterbach.

Sebagai catatan, AMG GT generasi kedua menggunakan platform yang sama dengan SL Roadster. Nah, jika AMG GT bakal muncul dalam versi PHEV yakni E Performance, maka kemungkinan SL Roadster juga bakal hadir dalam versi serupa. Apakah bakal masuk jalur produksi di penghujung tahun 2024? Kita tunggu kejutan berikutnya, semoga tak terlalu lama.

 

Lamborghini 744

Sah! Ini Spesifikasi Lamborghini LB744, Penerus Aventador Berteknologi PHEV

Lamborghini dipastikan akan punya produk baru untuk menggantikan Aventador. Untuk saat ini hanya diberi kode Lamborghini LB744, tapi engineering di balik itu terbilang hebat. Inilah calon mobil HPEV (High Performance Electrified Vehicle) pertama dari mereka.

LB744 resmi diumumkan oleh Lamborghini kemarin (08/03/2023) secara online. Namun bentuk utuhnya tidak diperlihatkan. Pabrikan Italia ini hanya menunjukan gambar rangka dan teknologi yang akan dibawa.

Mesin lamborghini hybrid

Mesin V12 baru yang lebih ringan 17 kg dari sebelumnya

Mesin Lebih Ringan

Pertama adalah mesin V12. Wajar karena ini adalah penerus Aventador. Di kelas ini, Lamborghini selalu memberikan mesin besar. Kapasitasnya 6,5 liter dengan tenaga 814 hp pada 9.250 rpm. Torsi puncak 7.250 Nm di 6.750 rpm. Ini adalah mesin baru buatan mereka sendiri dengan kode mesin L545. Menggantikan L539 yang terpasang pada Aventador. Lambo juga mengklaim ini adalah mesin paling ringan yang pernah mereka hasilkan. Dengan bobot 218 kg, atau 17 kg lebih ringan dari sebelumnya.

Posisi mesinnya tetap di tengah antara kabin dan as roda belakang. Namun posisinya diputar 180 derajat. Dipasangkan dengan transmisi baru 8-speed dual clutch, yang dipasang melintang. Unik dan sepertinya rumit karena bentuk serta rancang bangunnya pasti kompleks.

Diatas transmisi terpasang unit hybrid dengan motor listrik bertenaga 148 hp dan torsi 150 Nm. Motor listrik ini juga berfungsi sebagai starter dan generator sekaligus menggerakan roda belakang. Seperti hybrid pada umumnya.

Motor listrik Lamborghini LB744

Penggerak elektrik depan, bisa membantu manuver

Kemampuan AWD

Sepasang motor elektrik juga terpasang di depan. Ini yang menggerakkan roda hadapan, sekaligus memberikan fungsi torque vectoring untuk mempermudah manuver mobil. Ini yang menegaskan kalau Lamborghini LB744 adalah supercar AWD. Kedua motor listrik ini masing-masing punya 148 hp dengan torsi 350 Nm.

Namun jangan berharap LB744 akan punya daya jelajah mumpuni sebagai EV. Kapasitas abterainya hanya 3,8 kW. Tersimpan memanjang di balik terowongan transmisi di lantai. Dimensi baterainya unik, panjangnya 1.550 mm, lebar 240 mm dan 301 mm adalah tingginya.

Baterai ini bisa diisi ulang melalui charger eksternal beraliran AC 7 kW. Pengisiannya tidak lama, hanya perlu 30 menit dari nol hingga penuh. Dan ya, LB744 pun berhak menyandang gelar Lamborghini pertama dengan kemampuan plug-in hybrid sepanjang sejarah.

Lamborghini LB744 by Motorauthority

Menarik? Pasti. Yang kami tidak sabar adalah melihat wujud aslinya. Dari beberapa spyshot yang beredar, desain penerus Lamborghini Aventador ini punya banyak keunikan. Tidak disebutkan kapan akan diperkenalkan, tapi diyakini akan hadir sebelum semester pertama tahun ini berakhir.

Toyota Prius PHEV

Toyota Prius PHEV Paling Anyar Bakal Tersedia Dalam Waktu Dekat

Secara resmi Toyota Motor Corporation mengumumkan akan memasarkan Toyota Prius Plug-in Hybrid (PHEV) pada tanggal 15 Maret 2023. Dikembangkan melalui konsep ‘Hybrid Reborn’, Toyota Prius PHEV diprediksi menjadi sebuah kendaraan ramah lingkungan yang memiliki desain inspiratif dan bakal memikat banyak perhatian. Sebab Prius HEV yang telah diluncurkan pada bulan Januari 2023 silam telah banyak difavoritkan oleh konsumen Toyota.

Sistem PHEV dapat mengakomodir kebutuhan sehari-hari, termasuk perjalanan untuk beraktivitas yang hanya cukup menggunakan tenaga listrik dari baterai saja. Hening dan tetap memiliki performa baik di perkotaan, sesuai dengan karakter kendaraan listrik baterai (BEV). Namun, ketika pengemudinya membawa mobil ini untuk perjalanan jarak jauh, maka mesin bensin akan mendukung motor listrik dan bersifat sebagai kendaraan listrik hybrid (HEV).

Ada power socket 1.500 W

Di saat yang sama, kombinasi mesin bensin dan motor listrik memberikan output yang baik, tanpa harus kompromi dengan jarak tempuh yang dihasilkan. Lebih lanjut, sistem power supply eksternal dari mobil PHEV ini mampu memberikan suplai tenaga listrik ketika kondisi tertentu melalui power socket 1.500 W, misalnya saat beraktivitas outdoor maupun saat mengalami keadaan darurat yang memerlukan daya listrik.

Bisa sprint 0-100 km/jam dalam 6,7 detik

Dengan berbasis sistem hybrid generasi kelima yang terbaru, Toyota Prius PHEV memiliki performa maksimal 220 hp dan mampu berakselerasi 0-100 km/jam dalam tempo 6,7 detik. Mesin bensin menggunakan tipe M20A-FXS 4 silinder berkapasitas 2.0 liter dan digandengkan bersama transmisi CVT dengan kontrol elektronis.

Selain itu, ada fitur Regeneration Boost yang berguna saat mobil menempuh perjalanan di medan berbukit. Sebab fitur ini akan memberikan daya regeneratif pada sistem pengereman, sehingga performa berkendara akan terasa semakin mantap dan kaki pengemudi tidak harus sering berpindah dari pedal gas menuju pedal rem, maupun sebaliknya.

Mobil yang akan dipasarkan dengan varian Z grade ini akan menggabungkan sistem plug-in hybrid dengan baterai berkapasitas besar yang kompak, serta mesin berbahan bakar bensin yang efisien. Khusus untuk pasar Jepang, Toyota Prius PHEV terbaru ini dipasarkan dengan banderol 4,6 juta Yen. Kami jadi penasaran kalau nanti diperkenalkan di Indonesia, kira-kira berapa harganya ya?

Mercedes-Maybach Luncurkan S 580 e PHEV

Transformasi memasuki era elektrifikasi otomotif saat ini kian meluas ke hampir seluruh pabrikan otomotif di dunia. Bahkan mobil mewah sekelas Mercedes-Maybach S-Class pun tak luput dari transformasi tersebut meski masih dilakukan secara bertahap.

Untuk pertamakalinya Mercedes-Maybach mengalami revolusi teknologi dengan hadirnya model PHEV perdana mereka, S 580 e. Jika dilihat sepintas, tampilannya sulit dibedakan dari versi non-hybrid.

Sebagai pembeda, terdapat aksen warna biru pada headlamp. Selain itu, pada sisi kiri body terdapat soket pengisian ulang daya listrik baterai yang tersembunyi. Pada panel instrument dashboard pun terdapat indikator kapasitas daya baterai.

Seperti apa teknologi yang diusung super saloon plug-in hybrid perdana dari Mercedes-Maybach ini?

Hanya 800 cc Per 100 Km!

Kemasan interior mobil ini tak berbeda dari Mercedes-Maybach versi non-hybrid lainnya….super mewah. Yang membuat penasaran justru apa yang tersembunyi di balik bonnetnya.

Sebagai sumber penggerak utama, model terbaru S 580 e dari Maybach ini dibekali mesin bensin 6-silinder segaris 3.0-liter turbocharged. Tanpa mengandalkan modul hybrid, output tenaga maksimumnya berada di kisaran 367 HP dengan torsi maksimum 500 Nm.

Motor listrik modul hybrid yang diimbuhkan pada S 580 e memberi suplemen daya ekstra sebesar 148 hp dan torsi tambahan 440 Nm. Kombinasi mesin bensin dan motor hybrid tersebut menghasilkan output total 503 hp dengan torsi 750 Nm.

Pihak pabrikan mengklaim akselerasi 0-100 km/jam hanya butuh waktu 5,1 detik. Untuk kecepatan maksimum dibatasi secara elektronik di angka 250 km/jam.

Pada mode senyap tanpa asap, motor listrik penggerak mampu membuat mobil ini melaju hingga 140 km/jam. Dengan mode EV, mobil ini dapat menempuh jarak sejauh 100 km berdasarkan standard uji WLTP.

Mercedes-Maybach S 580 e pun digadang memiliki konsumsi BBM yang super irit. Dengan mode hybrid, mobil ini hanya butuh seliter bensin untuk berkeling kota untuk durasi jarak tempuh 100 km! Pengendaraan di jalan tol pun jauh lebih irit lagi, hanya sekitar 800 cc untuk menempuh jarak sejauh 100 km! TOP…!

Emisi gas buang CO2 yang dihasilkan pipa knalpotnya pun diklaim hanya 23-18 gram/km.

Isi Ulang Daya Baterai Hanya 30 Menit

Untuk melakukan pengisian ulang daya baterai, mobil ini dilengkapi modul charger berdaya 11 kW dengan soket listrik 3-fasa untuk koneksi sumber listrik arus AC standard bertegangan 110V/220V.

Pengisian daya listrik menggunakan perangkat fast-charger DC 60 kW, baterai 28 kWh yang diusung dapat diisi ulang dari kosong hingga penuh hanya dalam 30 menit.

Yang mengherankan, mobil ini justru akan lebih dulu dipasarkan di China, dan bukan di Amerika Serikat. Pangsa pasar yang bakal dirambah selanjutnya adalah Thailand. Sementara untuk kawasan Eropa, Timur Tengah dan sejumlah negara lainnya akan segera menyusul.

Untuk saat ini pihak pabrikan belum memberi bocoran info kapan Mercedes-Maybach S 580 e PHEV ini bakal mulai dipasarkan di kawasan Amerika Utara. Namun jika memang dipasarkan di Amerika Serikat, sedan mewah S 580 e versi PHEV ini akan berada di antara model Mercedes-Maybach lainnya yakni 580 4Matic dan S 680 4Matic.

Di AS, Mercedes-Maybach memasarkan S 580 4Matic dengan label harga $184.900 atau setara Rp 2,81 miliar. Sementara untuk model S 680 4Matic label harganya mulai dari $229.000 yang setara Rp 3,47 miliar (off-the road).

Model teranyar S 580 e PHEV ini mungkin menjadi langkah awal Mercedes-Maybach memasuki era elektrifikasi. Namun dalam waktu dekat bakal muncul super saloon Mercedes-Maybach S-Class versi penghisap elektron tulen.

 

Range Rover Sport Hybrid Hadirkan Tenaga Besar Sekaligus Efisien

PT JLM Auto Indonesia, sebagai distributor tunggal kendaraan Land Rover di Indonesia kembali meluncurkan Range Rover Sport seri terbaru. Kali ini, Range Rover hadir dengan tampilan bodi kekar bertenaga, serta beberapa desain eksterior seperti lampu, grille, dan sudut overhang pendek yang melambangkan karakter gagah.

Didukung dengan desain interior dramatis dan canggih, semakin menguatkan karakter Range Rover yang mewah dan elegan. Range Rover Sport plug-in hybrid ini akan berkontribusi dalam proses energi transisi nasional, dengan menghadirkan teknologi alternatif yang menarik bagi industri otomotif Indonesia.

“Melalui inovasi, elegance in mobility, modern sophistication, dan teknologi canggih, PT JLM Auto Indonesia berkomitmen untuk selalu konsisten menyediakan hanya yang terbaik untuk semua klien eksklusif kami di seluruh Indonesia,” ungkap Gerry Kertowidjojo, Presiden Direktur PT JLM Auto Indonesia, saat peluncuran Range Rover Sport generasi baru hari ini (17/01).

0-100 km/jam: 5,4 detik saja

Range Rover Sport memadukan desain sporty dan mewah, tersedia dalam varian yang menerapkan teknologi plug-in hybrid berkekuatan 2.0 liter namun tetap halus dan menghasilkan emisi yang rendah. Dilengkapi dengan fitur turbocharger, mesin SUV ini mampu menghasilkan tenaga mencapai 510 PS (atau 503 hp) dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam 5,4 detik. Sedangkan kecepatan maksimumnya mencapai 242 km/jam.

Roda belakang bisa ikut belok 7,3 derajat

Sistem all-wheel drive yang tersedia, memberikan keseimbangan pengendalian saat kondisi jalan normal, dan mentransmisikan tenaga secara halus untuk mencegah selip saat berada di medan yang menantang. Tak hanya itu, SUV ini juga mampu melakukan manuver secara optimal dengan membelokkan roda belakang secara berlawanan searah jarum jam hingga 7,3 derajat melalui sistem all-wheel steering.

“Kami berharap dengan performa dari Range Rover Sport Hybrid ini dapat mendorong adaptasi kendaraan listrik di Indonesia dan memberikan opsi kendaraan electric hybrid bagi para pelanggan,” tambah Irvino Edwardly, Direktur Penjualan & Pemasaran PT JLM Auto Indonesia.

Range Rover Sport ini juga memiliki interior yang dilengkapi dengan leather seats premium, termasuk sistem audio berteknologi MeridianTM 3D Surround Sound System, sehingga menghasilkan kualitas suara jernih dan merata untuk setiap penumpang. Bahkan ada 18 unit speaker dan dual-channel subwoofer dengan 825W Amplifier di mobil ini.

“Saya sangat bangga dan yakin dengan keunikan fitur serta desain terbarunya, mobil ini akan menambah dimensi baru pada kategori kendaraan mewah juga menjadi salah satu pendorong kesuksesan bisnis kami di masa depan, tidak hanya di Indonesia namun juga seluruh dunia,” tukas Dean Brigham, Sales Director of Jaguar Land Rover Asia Pacific, di kesempatan yang sama.

Toyota Siapkan Langkah Pengembangan Energi Hidrogen

Seri balap ketahanan 25 jam usai berlangsung di Thailand pada 17 dan 18 Desember 2022. Mr. Akio Toyoda, President & CEO of Toyota Motor Corporation sekaligus pendiri serta pemilik tim ROOKIE Racing, ikut turun balap dengan nama ‘Morizo’ dengan Corolla bertenaga hidrogen milik Toyota.

Mr. Hao Quoc Tien, CEO of Asia Region, dan eksekutif senior lainnya dari Toyota, turut bergabung dengan Mr. Toyoda selama program 2 hari tersebut. Ini adalah pertama kalinya teknologi ini digunakan dalam balapan di luar Jepang. Namun, hal ini juga merupakan kesempatan Toyota untuk menjadi pendekatan jalur agar mempercepat aksi menuju Netralitas Karbon.

ROOKIE Racing_1

Ragam teknologi bersih, termasuk Hybrid Electric Vehicles (HEV), Plug-in Hybrid Vehicles (PHEV), Battery Electric Vehicles (BEV) dan Fuel Cell Electric Vehicles (FCEV) telah diusung Toyota. Nah, kini saatnya Toyota mulai menampilkan kendaraan mesin pembakaran internal bertenaga Hidrogen (HiCEV) dengan teknologi Toyota untuk mencapai komitmen global Netralitas Karbon pada tahun 2050.

Toyota percaya bahwa ‘carbon is the enemy’, dan pendekatan berbagai jalur ini memungkinkan dekarbonisasi untuk segera dimulai, tanpa menunggu kematangan semua pendukung seperti infrastruktur dan keterjangkauan, dan karenanya dapat ditingkatkan melalui aksesibilitas.

Toyota telah dengan hati-hati mempertimbangkan cara terbaik untuk beralih ke elektrifikasi massal dan dapat diakses di setiap pasar, melalui pendekatan ‘3 Lensa’ yang memungkinkan perusahaan untuk memahami dengan baik faktor-faktor pendukung untuk mempercepat netralitas karbon dan elektrifikasi. Ini adalah 1) Pengurangan Emisi, melalui well to wheel dan lifecycle actions, 2) Dampak Ekonomi, termasuk untuk pelanggan, pemerintah dan industri, dan yang paling penting 3) Penerimaan Pelanggan.

Secara khusus, untuk Pengurangan Emisi, pertimbangannya adalah untuk mengevaluasi total emisi, termasuk pembangkit listrik tailpipe (tank-to-wheel) (well-to-tank; misalnya bahan bakar, listrik, dll.) dan siklus hidup emisi (dari manufaktur dan kehidupan-penggunaan waktu)

Mengaktifkan adopsi massal kendaraan listrik (xEV) juga membutuhkan Pemberdaya Dampak Ekonomi. xEV biasanya lebih mahal karena biaya baterai, dan teknologi canggih lainnya. Sedangkan, BEV dan PHEV juga membutuhkan infrastruktur pengisian daya, di mana diperlukan investasi dan insentif. Insentif dan subsidi pemerintah diperlukan untuk mempercepat adopsi xEV dan peluncuran infrastruktur, sekaligus menyeimbangkan transisi di seluruh rantai pasok dan industri pendukung.

Terakhir, dan mungkin yang paling penting, adopsi massal opsi mobilitas bersih bergantung pada Penerimaan Pelanggan. Toyota juga ingin menyediakan layanan yang bersih dan hijau “Mobility for All” dan sejalan dengan Sustainable Development Goal of ‘Leave No One Behind’. Dalam kondisi ini, ada kebutuhan untuk memenuhi harapan pelanggan terhadap elektrifikasi, termasuk kemudahan dan aksesibilitas ke infrastruktur, harga, keamanan, jangkauan, dan waktu pengisian.

Selama balapan di Thailand, Toyota menekankan bahwa pasar yang beragam membutuhkan pilihan yang beragam, agar dapat mencapai netralitas karbon dan mobility for all at speed and scale.

HiCEV, meskipun masih dalam tahap awal pengembangan dan penggunaannya, namun energi ini merupakan upaya lain dalam menciptakan planet yang lebih bersih dan lebih hijau.