Teknologi Baterai EV, Bebas Emisi Namun Berisiko Tinggi

Sebagian besar industri otomotif global saat ini tengah gencar bersaing di sektor teknologi elektrifikasi kendaraan penumpang baik EV, Hybrid, PHEV maupun Mild-hybrid. Teknologi baterai EV yang digadang rendah emisi bahkan bebas emisi gas buang tersebut menggunakan satu perangkat yang sama yakni sel baterai sebagai sumber pasokan daya listrik. Akan tetapi, teknologi baterai EV khususnya lithium-ion yang kini marak digunakan pada kendaraan bukanlah tanpa risiko.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir telah terjadi sejumlah kebakaran yang disebabkan oleh baterai pada mobil listrik. Bahkan dalam setahun terakhir sejumlah brand otomotif melakukan recall pada berbagai model mobil listrik dan hybrid terkait adanya potensi malfungsi baterai maupun risiko terjadinya kebakaran.

Puluhan petugas damkar di Cumberland County, New Jersey bahkan butuh waktu 90 menit untuk dapat memadamkan sebuah mobil Tesla yang terbakar setelah menabrak pohon. Api baru dapat dipadamkan setelah mobil tersebut disiram air sebanyak 30.000 galon atau setara 113.000 liter! Ya, kurang lebih sekira 11 truk tangki air bervolume 10.000 liter atau puluhan truk damkar dengan tangki air bervolume 5.000-6.000 liter

Kebakaran lain yang terjadi di California pada 9 Juni 2022 lalu membuat para petugas terpaksa membendung mobil Tesla yang terbakar dengan tanah urugan lalu dibanjiri dengan puluhan ribu liter air. Mobil yang terbakar tersebut tengah terparkir di penampungan menunggu giliran untuk dilucuti setelah tiga pekan sebelumnya mengalami laka lantas. Dari contoh kebakaran yang terjadi pada mobil listrik, para petugas damkar kini dihadapkan pada tantangan baru. Tak hanya di AS, namun di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Risiko Pada Baterai Lithium-ion

Ratusan sel baterai lithium-ion pada mobil listrik ternyata tidak menggunakan logam lithium seperti yang selama ini dikira oleh banyak orang, namun menggunakan sel elektrolit dari senyawa berbasis lithium-garam.

Nah, kebakaran yang terjadi pada baterai lithium-ion disebabkan oleh peningkatan temperatur dan tekanan pada satu atau sejumlah sel baterai yang kemudian merembet ke sel lainnya. Kenaikan suhu dan tekanan yang ekstrim pada sel baterai inilah yang kemudian menyebabkan rangka baterai bocor. Jika terpapar udara, sel baterai bersuhu sangat tinggi yang bocor tersebut akan menghasilkan percikan api lalu terbakar . Fenomena ini disebut “thermal runaway”.

Sebagai pengaman dan mencegah terjadinya proses thermal runaway, masing-masing sel baterai Tesla terlindung dalam rangka selubung tersendiri. Guna mencegah terjadinya peningkatan temperatur, setiap sel didinginkan oleh cairan pendingin yang mengandung ethyl-glycol (anti-beku). Dengan sel dan pendingin terpisah, maka perambatan panas antar sel dapat dihindari.

Namun demikian, bukan berarti lantas bebas dari risiko. Jika cangkang baterai retak atau pecah sehingga sel baterai bocor, maka proses thermal runaway tetap akan terjadi. Menurut keterangan pihak Tesla, untuk mendinginkan sel baterai lithium-ion yang overheat setidaknya butuh 11.000-30.000 liter air. Bahkan jumlahnya bisa lebih dari itu jika baterai mengalami kebakaran.

Bahkan baterai yang telah dipadamkan masih dapat kembali memercik api dan terbakar dalam hitungan jam atau hari. Oleh sebab itu pihak Tesla menyarankan agar baterai ditempatkan pada area dengan suhu yang cukup sejuk serta bebas dari bangunan atau kendaraan lain. Selain itu diperlukan pengecekan suhu baterai secara berkala.

Dengan sejumlah potensi risiko yang ada pada baterai lithium-ion, maka para pengguna mobil bertenaga baterai jenis ini perlu selalu waspada dan rutin melakukan pengecekan. Selain itu, perlu adanya pelatihan dalam hal penanganan terhadap risiko kebakaran pada baterai bagi petugas damkar maupun bengkel.

Teknologi elektrifikasi memang bebas emisi gas buang, tapi bukan berarti tanpa risiko.

Toyota Prius Generasi Lima Resmi Diperkenalkan

Telah menjadi salah satu produk kebanggaan Toyota, Prius adalah mobil hybrid produksi masal yang pertama kali diluncurkan pada tahun 1997. Tahun ini, Toyota Prius generasi kelima hadir dengan menggunakan platform Toyota New Global Architecture (TNGA), demi menghadirkan mobilitas ramah lingkungan, tanpa mengurangi kenikmatan berkendara.

Toyota Prius generasi kelima diperkenalkan secara global hari ini (16/11/2022) untuk pertama kali dalam sejarah. Mobil hybrid ini nantinya akan tersedia dalam dua varian, yakni Series Parallel Hybrid (HEV) yang diluncurkan pada akhir tahun ini dan Plug-in Hybrid (PHEV) di awal tahun 2023 nanti. Toyota Prius populer di konsumen mobil hybrid dan semakin banyak yang menggunakan mobil ini dari tahun ke tahun.

Toyota akhirnya memutuskan untuk meriset ulang konsep Prius agar tetap terus populer hingga 25 tahun ke depan. Industri otomotif terus mengalami perubahan, seiring dengan banyaknya sumber tenaga penggerak kendaraan yang dikembangkan. Oleh karenanya, Toyota Prius HEV terus dikembangkan agar menjadi salah satu pilihan kendaraan terbaik bagi generasi masa depan.

Kini Toyota Prius dikembangkan dengan desain yang menarik bagi banyak kalangan dan menyenangkan saat dikendarai. Strategi pemasaran Toyota Prius dimulai dari pasar Jepang, disusul dengan Amerika, Eropa, dan sejumlah pasar negara lain di dunia. Untuk pasar Jepang, konsumen dapat menikmati Toyota Prius dengan layanan berlangganan KINTO 5.

Eksteriornya tetap memiliki siluet yang legendaris, namun kini lebih terlihat modern melalui titik gravitasi kendaraan yang rendah dan penggunaan velg berdiameter 19 inci. Bagian depan yang seperti moncong ikan hiu martil, memperlihatkan keseimbangan antara fungsionalitas dan unsur gaya. Sedangkan bagian belakangnya memiliki lampu berdesain horizontal.

Interior mobil ini menggabungkan aura ‘fun to drive’ dan nilai atraktif. Kabin yang lapang dan kokpit yang informatif, membuat pengemudi tetap dapat berkonsentrasi penuh saat melakukan perjalanan. Atmosfer interior didominasi warna hitam, agar terlihat sporty. Panel instrumen menggunakan sistem peringatan berkendara yang terintegrasi dengan ambient light.

Untuk sistem PHEV, dilengkapi dengan kombinasi mesin Dynamic Force engine 2.0 liter dan baterai lithium-ion yang mampu menghasilkan output sebesar 164 kW atau 220 hp. Akselerasi 0-100 km/jam mampu diselesaikan dalam waktu 6,7 detik saja. Battery pack sengaja diletakkan di bawah jok belakang, agar Prius ini memiliki titik gravitasi yang rendah dan memiliki ruang bagasi yang lapang.

Sedangkan versi HEV, memiliki performa akselerasi yang lebih responsif dibandingkan generasi sebelumnya, namun tetap menghasilkan efisiensi bahan bakar yang setara. Output yang dihasilkan oleh mesin 2.0 liternya ialah 144 kW atau 190 hp. Versi ini juga tersedia dengan sistem E-Four, yang menggabungkan motor listrik berdaya tinggi dengan beberapa fitur lain, yang berguna untuk memberikan traksi maupun stabilitas saat pengemudi sedang berada di medan licin.

BMW 330e patwal

BMW 330e M Sport Siap Kawal Para Tamu Presidensi G20

BMW 330e M SPort didaulat jadi mobil Patwal untuk acara kenegaraan bulan depan. 

BMW jadi mobil polisi di Indonesia? Hmm…sangat berkelas. Ya memang itulah yang terjadi demi mendukung kelancaran pertemuan G20 yang akan segera dimulai sebentar lagi. BMW Indonesia dan Korlantas Polri melalui Satlantas Polresta Bandara Soekarno-Hatta Polda Metro Jaya meresmikan kerjasama kendaraan resmi pengawalan Presidensi G20.

Adapun support yang diberikan BMW Indonesia berupa satu unit kendaraan hybrid BMW 330e M Sport yang diserahkan langsung oleh Ariefin Makaminan, selaku Vice President of Customer Support BMW Group Indonesia kepada Kapolresta Bandar Udara Soekarno Hatta Kombes Pol. Sigit Dany Setiyono sebagai Sustainable Mobility Partner pada gelaran G20 selama bulan Oktober hingga November 2022.

BMW 330e M Sport mengusung teknologi BMW eDrive technology. Dengan kombinasi mesin bensin 2.0-liter dan motor elektriknya, sedan premium ini mampu memberikan output tenaga hingga 252 HP dan torsi 420 Nm, juga memberikan sisi efisiensi terbaik. Rencananya, BMW 330e M Sport akan digunakan untuk memberikan pengawalan kepada para tamu negara selama G20 berlangsung.

“BMW Indonesia bangga dapat menjadi Sustainable Mobility Partner untuk Korlantas Polri dan turut mensukseskan acara dengan skala internasional dan membuka kolaborasi yang baik dengan Satlantas Polresta Bandara Soekarno-Hatta Polda Metro Jaya. Hari ini, kami menyerahkan satu unit BMW 330e M Sport yang hadir dengan desain spesial, disesuaikan dengan identitas khas Korlantas Polri dengan aksen Go Green, menekankan bahwa ini adalah kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Inisiatif ini sekali lagi buktikan komitmen BMW Indonesia untuk mendukung perkembangan kendaraan listrik dan ekosistemnya di Indonesia. Sekaligus mendukung perhelatan G20,” ujar Ariefin Makaminan pada saat penyerahan.

Kapolresta Bandar Udara Soekarno Hatta Kombes Pol. Sigit Dany Setiyono berkomentar dengan antusias, “Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah gelaran kegiatan presidensi G-20 yang salah satunya mengedepankan konsep ramah lingkungan (Go Green), sehingga dibutuhkan tampilan electric vehicle sebagai representasi negara kita siap dan tampil sesuai konsep Go Green”.

 

Toyota Dukung KTT G20 Bali

Toyota bZ4X dan Lexus UX 300e Siap Dukung Mobilitas Peserta KTT G20 Bali

Toyota bZ4X sebanyak 41 unit dan Lexus UX 300e berjumlah 102 unit resmi diserahkan kepada Kementerian Sekretaris Negara.

Komitmen Toyota dalam upaya mendukung mobilitas partisipan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November 2022 mendatang, dibuktikan pada hari ini (19/10) melalui penyerahan 143 unit kendaraan elektrifikasi berteknologi Battery Electric Vehicle (BEV) kepada kantor Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg).

Acara Hand Over Ceremony di Stadion Internasional Gelora Bung Karno ini dihadiri oleh Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Henry Tanoto, Menteri Sekretaris Negara Dr. Pratikno M.Soc.Sc, dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji. Unit yang diserahkan terdiri dari 41 unit Toyota bZ4X dan 102 unit Lexus UX 300e.

“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan pemerintah pada produk Toyota yang dipilih sebagai kendaraan resmi KTT G20. Selain mendukung kelancaran mobilitas peserta konferensi, kehadiran Toyota bZ4X dan Lexus UX 300e ini diharapkan akan menjadi simbol komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon menuju era Carbon Neutrality pada 2060 mendatang,” kata Henry Tanoto.

bZ4X menjadi kendaraan elektrifikasi BEV pertama dari Toyota yang resmi dipasarkan secara global pada pertengahan tahun 2022 ini. Penggunaannya di KTT G20 ini setelah adanya permintaan kuat dari Pemerintah Indonesia serta pengaturan ulang global supply bersama prinsipal Toyota Motor Corporation.

Komitmen untuk capai target Carbon Neutrality Indonesia di 2060

Sedangkan Lexus UX 300e ialah kendaraan elektrifikasi dengan teknologi Battery EV premium jenis subcompact Sport Utility Vehicle (SUV) yang pertama kali dipasarkan pada tahun 2020 silam. Sebagai sebuah brand premium, kehadiran model Lexus di Bali juga akan didukung dengan fasilitas e-LCMS (Electric Lexus Mobile Concierge Service) untuk lebih memberikan kenyamanan dan kelancaran mobilitas peserta KTT.

TAM berkomitmen mendukung penuh pemerintah Indonesia untuk mencapai target Carbon Neutrality pada tahun 2060. Toyota tidak hanya menawarkan berbagai teknologi elektrifikasi yang lengkap mulai dari Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV), termasuk mengembangkan penyediaan ekosistem kendaraan elektrifikasi yang terintegrasi melalui EV Smart Mobility Bali Project dan EV Smart Mobility Toba Project.

Toyota menawarkan pilihan yang lebih luas kepada konsumen untuk memilih kendaraan elektrifikasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing yang begitu beragam. Sehingga semua orang bisa ikut berkontribusi mengurangi emisi karbon dengan menggunakan teknologi kendaraan ramah lingkungan.

Sejalan kebijakan pemerintah mendorong percepatan kendaraan bermotor listrik melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 55 Tahun 2019, Toyota melalui berbagai inovasi serta program popularisasi terus mendorong meningkatnya penggunaan kendaraan berbasis elektrifikasi di tengah masyarakat, termasuk menyiapkan kendaraan elektrifikasi pertama berteknologi Hybrid EV yang diproduk secara lokal di dalam negeri.

New Peugeot 408 PHEV

New Peugeot 408 Siap Meluncur Dengan Versi PHEV

New Peugeot 408 akan segera diluncurkan bulan depan. Variannya komplit. 

Peugeot tengah bersiap untuk meluncurkan generasi terbaru berteknologi PHEV. Peluncuran New Peugeot 408 akan mengambil momen di perhelatan Paris Motor Show 2022 pada Oktober mendatang. Rencananya crossover berbody fastback ini akan menempati posisi di antara model 508 dan 3008. Ya, 408 sekarang fastback. 

Dengan platform EMP2, New Peugeot 408 akan hadir dalam varian bermesin konvensional, plug-in hybrid (PHEV), dan juga varian EV yakni e408 yang akan diluncurkan pada awal tahun 2023 mendatang. Varian peminum jus dinosaurus sebagai model entry-level akan dibekali mesin bensin 1.2-liter 3-silinder turbo dengan output tenaga 128 hp. Namun pihak pabrikan mengatakan bahwa varian ini akan digantikan dengan versi mild hybrid pada akhir tahun 2023.

Peugeot 408 PHEV

Untuk versi plug-in hybrid (PHEV) akan hadir dalam dua varian, Hybrid 180 dengan output tenaga 180 hp dan Hybrid 225 yang bertenaga 225 hp. Kedua varian ini dibekali mesin bensin 4-silinder 1.6-liter turbocharged plus motor listrik dengan baterai berdaya 12.4 kWh.

Pengisian daya baterai hingga penuh butuh waktu tak sampai 2 jam dengan charger berdaya 7 kW. Sistem plug-in hybrid ini juga digunakan pada model 308, 508 dan 3008 PHEV dengan daya jelajah hingga 62 km pada mode EV.

Seluruh varian 408 dibekali transmisi automatic 8-speed. Perihal akselerasi 0-100 km/jam, akan butuh waktu setidaknya sekira 10 detik untuk varian bermesin 1.2-liter dan 8,5 detik untuk varian Hybrid 225.

Pada varian EV yakni e-408 nantinya bakal dibekali dengan baterai berdaya lebih besar yakni 54 kWh. Peugeot mengklaim pengisian daya baterai pada e-408 dari level 20 hingga 80 persen hanya butuh waktu sekitar 25 menit menggunakan charger berdaya 100 kW seperti pada e308. Demikian pula dengan daya jelajah e-408 diperkirakan hanya terpaut sedikit lebih pendek dari e-308 yang mampu menempuh jarak 396 km. Rizky Vox