Honda Prelude Hadir di Indonesia, Sport Ikonik Telah Kembali

PT Honda Prospect Motor resmi menyerahkan unit perdana Honda Prelude kepada 20 konsumen pertama di Indonesia dalam sebuah acara eksklusif yang berlangsung di Vault Automotive Museum pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Momen ini menjadi penanda resmi kembalinya salah satu nama paling legendaris dalam sejarah Honda ke pasar otomotif Tanah Air.

Bagi Honda, kehadiran Prelude generasi terbaru bukan sekadar menghidupkan kembali model ikonik dari masa lalu. Lebih dari itu, Honda ingin membawa kembali filosofi berkendara khas mereka yang sporty, emosional, dan menyenangkan ke era elektrifikasi modern.

Sejak pertama kali dibuka pemesanannya, respons konsumen terhadap Honda Prelude terbilang sangat positif. PT Honda Prospect Motor mencatat lebih dari 280 pemesanan datang dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari kota-kota besar di Pulau Jawa hingga Palembang, Lampung, Bali, Lombok, Banjarmasin, sampai Makassar.

Menariknya, para pemesan Prelude berasal dari berbagai generasi usia. Hal tersebut menunjukkan bahwa karakter sporty dan emotional driving yang dimiliki Prelude masih mampu menarik perhatian pecinta otomotif lintas generasi.

President Director PT Honda Prospect Motor, Masanao Kataoka mengatakan bahwa Honda Prelude terbaru menjadi representasi bagaimana Honda mempertahankan DNA berkendara khas mereka di tengah perkembangan teknologi elektrifikasi.

Menurutnya, teknologi seharusnya tidak menghilangkan sensasi emosional di balik kemudi yang selama ini menjadi ciri khas mobil-mobil Honda.

Salah satu teknologi unggulan yang disematkan pada Honda Prelude terbaru adalah fitur S+ Shift. Teknologi ini dirancang untuk menghadirkan sensasi berkendara hybrid yang lebih sporty dan imersif.

Sistem tersebut mampu memberikan respons akselerasi yang lebih presisi, lengkap dengan karakter berkendara yang terasa lebih emosional dan menyenangkan. Honda ingin memastikan pengalaman mengemudi tetap terasa hidup meski kendaraan sudah memasuki era elektrifikasi.

Sebagai sport hybrid modern, Honda Prelude juga menawarkan kombinasi antara performa dan efisiensi. Karakter coupe sporty yang menjadi identitas Prelude sejak generasi awal tetap dipertahankan, namun kini dikemas dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan modern.

Untuk memberikan rasa aman kepada konsumen, Honda membekali Prelude dengan garansi kendaraan selama 3 tahun atau 100.000 kilometer. Selain itu tersedia pula garansi baterai tegangan tinggi selama 8 tahun atau 160.000 kilometer.

Tak hanya itu, konsumen juga mendapatkan paket perawatan Prima+ selama 4 tahun atau 50.000 kilometer.

Seluruh layanan tersebut didukung jaringan dealer resmi Honda di Indonesia yang telah dipersiapkan untuk menangani kendaraan elektrifikasi.

Acara serah terima ini sekaligus menjadi pembuka dari gelaran “Honda Culture at Vault Automotive Museum”, sebuah pameran kurasi khusus yang menampilkan perjalanan sejarah Honda melalui model-model ikonik, budaya balap, filosofi engineering, hingga evolusi karakter berkendara Honda dari masa ke masa.

Melalui kehadiran Honda Prelude terbaru, Honda ingin membuktikan bahwa era elektrifikasi tidak harus menghilangkan rasa menyenangkan saat berkendara. Justru teknologi modern dapat menjadi cara baru untuk menghadirkan kembali koneksi emosional antara mobil dan pengemudinya.

Honda Prelude 2026 resmi dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp.974.900.000,- (On The Road Jakarta). Mobil sport hybrid legendaris ini sangat diminati dan kuota awalnya dilaporkan sudah habis dipesan. Untuk informasi ketersediaan unit terbaru atau test drive, Anda dapat mengunjungi Honda Indonesia

Geely Okavango Bakal Masuk Pasar SUV Indonesia?

Tak semua konsumen cocok atau berminat dengan mobil listrik. Peminat mobil bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) masih jauh lebih banyak. Oleh sebab itu Geely Auto Indonesia (GAI) saat ini tengah mempersiapkan untuk memboyong salah satunya ke Tanah Air.

Banyak prediksi yang beredar seputar model mobil apa yang nantinya dibawa pabrikan otomotif asal China tersebut. Salah satu nama yang muncul adalah Geely Okavango. Namanya diadopsi dari padang savannah di Afrika yang kondang dengan wisata safari.

SUV berkapasitas tujuh penumpang ini sejak tahun lalu namanya telah terdaftar dalam database kekayaan intelektual (PDKI) dengan nomor IDM001344365. Walau belum ada pengumuman resmi dari pihak Geely, langkah tersebut menjadi wujud kesiapan dari sisi legalitas untuk memasarkan model tersebut di Tanah Air. Lantas seperti apa sisi keunggulan yang ditawarkan Okavango?

SUV 7-Seater Yang Ideal

Geely Okavango posturnya terbilang cukup bongsor dengan panjang 4.860 mm, lebar 1.910 mm, dan tinggi 1.770 mm. Jarak sumbu roda yang cukup panjang yakni mencapai 2.825 mm mengindikasikan ruang kabin yang lumayan lapang.

SUV yang dipasarkan di China pakai label Haoyue ini ternyata kembaran dari Proton X90 yang dipasarkan di Malaysia. Lebih tepatnya, Proton X90 adalah versi rebadge dari Geely Okavango. Platform bodi serta mesin yang digunakan sama, cuma sedikit perbedaan gaya tampilan dan fitur.

Tampilan eksteriornya terlihat modern dan elegan dengan grille ukuran extra besar. Lampu depan dan belakang pakai LED. Kaca spion pun sudah model lipat elektrik. Pintu bagasi juga sudah model bukaan elektrik.

Elemen pendongkrak gaya tampilan seperti antena shark fin, roof rail, spoiler belakang, serta pelek berukuran 18 inci menguatkan aura SUV keluarga yang stylish dan sporty.

Dengan konfigurasi 2-3-2, kabin Okavango bisa memuat tujuh penumpang dewasa. Jok dikemas ala SUV mewah dengan material kulit berpola jahitan diamond serta lekuk dessin yang ergonomis. Pengemudi pun dapat mengatur posisi duduk dengan mudah berkat pengaturan elektrik.

Jika butuh ruang extra untuk membawa barang bawaan yang lebih banyak, jok belakang bisa dilipat dengan konfigurasi 50:50 untuk meningkatkan volume ruang bagasi.

Kenyamanan selama perjalanan ditunjang sistem pendingin udara triple-zone otomatis, lengkap dengan ventilasi di setiap baris. Hawa sejuk merata ke seluruh ruang kabin.

Pada dashboard berdesain minimalis namun elegan terpampang layar sentuh 12,3 inci dengan konektivitas Mirror Link dan Bluetooth. Panel instrumen digital berukuran sama di balik kemudi menampilkan informasi berkendara dengan lengkap.

Geely Okavango juga dilengkapi panoramic sunroof, tombol start/stop, keyless entry, port USB, serta power outlet 12 volt yang jadi fitur wajib pada SUV premium masa kini. Masih ditambah dengan wireless charging smartphone. Fitur yang lengkap dan sesuai kebutuhan penggunanya.

Fitur Berkendara Lengkap

Fitur keselamatan dan bantu berkendara yang dibekalkan pada Okavango pun cukup lengkap. SUV ini memiliki enam airbag, sistem pengereman ABS, electronic stability control, serta ISOFIX untuk kursi balita.

Fitur berkendara esensial seperti hill-hold control, hill-descent control, sensor parkir, kamera 360 derajat, tire pressure monitoring system hingga fitur anti-theft (anti maling) dan pengingat pintu terbuka terdapat pada Okavango.

Paket sistem bantuan berkendara terpadu Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang dibekalkan pun cukup lengkap. Fitur seperti Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Keeping Assist (LKA), Rear Cross Traffic Alert, dan Automatic Emergency Braking (AEB) meningkatkan kualitas keselamatan berkendara dalam setiap perjalanan.

Performa Mesin Hybrid Efisien

Di sektor performa, Geely Okavango dibekali  mesin bensin 1.5 liter turbocharged dengan modul mild hybrid 48V. Output tenaga yang dihasilkan mencapai 190 hp dengan torsi puncak 300 Nm. Transmisi pakai versi automatic dual-clutch (DCT) 7-speed.

Pengemudi pun dapat memilih opsi mode berkendara sesuai kebutuhan, yakni Sport, Eco dan Comfort.

Untuk ukuran SUV 7-seater, konsumsi BBM Okavango diklaim cukup irit yakni mencapai 6,6 liter/100 km atau sekira 15 km per liter.

Guna menunjang kenyamanan dan stabilitas berkendara, suspensi depan menggunakan MacPherson strut, dan di belakang pakai jenis multi-link.

Bakal Segera Masuk Indonesia?

Geely Okavango ternyata sudah lebih dulu dipasarkan di Filipina dalam dua varian, yakni Elite AT (standar) dan Urban Plus yang fiturnya lebih lengkap.

Harga jualnya mulai dari 1.368.000 Peso hingga 1.765.000 Peso, atau sekira Rp 386 jutaan sampai Rp 498 jutaan. Sesuai regulasi terbaru di Filipina, Okavango masuk kategori mobil hybrid yang mendapatkan insentif pajak.

Sementara saudara kembarnya di Malaysia yakni Proton X90 (2026) dibanderol mulai dari 106.800 Ringgit – 122.800 Ringgit. Lebh kurang sekira Rp 473 jutaan hingga Rp 544 jutaan.

Jika nantinya Okavango resmi dipasarkan di Indonesia, harga jual yang kompetitif jadi pertimbangan yang harus digodok oleh GAI agar dapat bersaing dengan kompetitor. Kita tunggu kemunculannya…

Changan Automobile Perkenalkan Teknologi BlueCore Hybrid

Kendaraan elektrifikasi saat ini mengalami perkembangan teknologi yang sangat pesat. Hanya saja, saat ini masih banyak yang enggan beralih dari kendaraan peminum BBM ke mobil listrik. Teknologi hybrid jadi jembatan yang relevan bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tapi masih bisa mampir SPBU.

China Changan Automobile Group sangat mrmahami hal tersebut. Selain memproduksi mobil listrik bertenaga batetsi (BEV), mesin hybrid pun terus dikembangkan sebagai penyeimbang. Teknologi terbaru BlueCore HEV pun resmi diperkenalkan sebagai gebrakan baru. Seperti apa teknologimya?

BlueCore HEV

BlueCore HEV merupakan solusi teknologi mesin hybrid cerdas dengan konsumsi energi yang efisien tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.

Pengembangan teknologi ini butuh waktu enam tahun dengan melibatkan lebih dari 1.000 tenaga ahli. Dengan memanfaatkan 163 jenis teknologi, riset BlueCore HEV menelan dana investasi 2 miliar Yuan atau sekira Rp 5 trilyun.

Untuk menghasilkan konsumsi BBM yang lebih efisien, sistem ini memanfaatkan mesin hybrid dengan sistem suplai bahan bakar direct injection bertekanan tinggi yakni 500 Bar. Teknologi ini merupakan yang pertama di dunia menggunakan sistem injeksi BBM bertekanan sangat tinggi.

Fungsi mesin bermotor bakar ini sebagai generator pengisi daya listrik baterai. Jadi mesin tidak terhubung langsung ke roda.

Sebagai penggerak roda, BlueCore HEV menggunakan motor listrik berdaya tinggi dengan fluks magnet besar. Sedangkan pasokan energi listrik bersumber dari baterai berperforma tinggi yang dilengkapi sistem kontrol cerdas berbasis AI. Sistem hybrid terbaru ini tidak memerlukan sumber daya listrik eksternal untuk pengisian daya baterai.

Pada prototype teknologi BlueCore HEV, desain ruang bakar pada mesin mengalami penyesuaian. Untuk mengimbangi tekanan semprotan injeksi BBM yang sangat tinggi, rasio kompresi ruang bakar dirancang di angka 16:1. Agar getaran dan suara knalpot serta emisi gas buang yang dihasilkan cukup rendah, 30% gas buang yang dihasilkan diresirkulasi pada penyaring sistem exhaust.

Motor listrik penggerak P3 yang digunakan dilengkapi 3V high magnetic flux steel yang mampu menghasilkan efisiensi gerak hingga 98.1%! Bahkan putaran motor listrik mampu mencapai 2000 rpm dengan output 180kW (241 hp). Bobotnya pun relatif ringan, hanya kisaran 18.1 kg.

Sebagai sumber pasokan daya listrik, dipercayakan pada baterai ternary lithium berdaya 1.7kWh. Sementara sistem kendali kinerja motor listrik dan mesin memanfaatkan 6 MCU chip berperforma tinggi dengan software berbasis AI.

Chip dapat melakukan operasi pengaturan akselerasi motir listrik, deteksi dan kalkulasi perilaku mengemudi dan masih banyak lagi. semua dilakukan dalam hitungan milidetik!

Hasil Uji Menakjubkan

Serangkaian pengujian dilakukan secara menyeluruh dengan durasi jarak lebih dari 2 juta kilometer, lebih dari 70 uji jalan khusus, 350 jam uji statis tanpa henti, serta lebih dari 1.000 jam uji dalam kondisi ekstrem.

Uji jalan nyata pun dilakukan bersama media dan pengguna. Hasil uji pada BlueCore HEV mampu melampaui performa kendaraan hybrid sejenis.

Pada uji statis, dikatakan efisiensi thermal mampu mencapai angka tertinggai 44.28%. Sedangkan efisiensi thermal rata-rata di angka 40.9%. Pada uji jalan, hasilnya bahkan lebih baik lagi yakni 56.3%.

Pada uji jalan kondisi nyata di dalam kota, sedan Eado HEV yang dilengkapi sistem hybrid BlueCore cuma butuh 2.98 liter BBM untuk menempuh jarak 100 km. Sedangkan SUV CS75 HEV mengkonsumsi 3.54 liter bensin untuk jarak 100 km. Kombinasi BBM rata-rata kombinasi dalam kota dan tol pun masih terbilang irit, yakni 4.67 L/100 km.

BlueCore HEV merupakan teknologi hybrid generasi baru yang menjadi langkah strategis Changan Automobile dalam menghadirkan solusi mobilitas global. Sistem ini dirancang untuk mendefinisikan ulang mobilitas hybrid yang efisien. Mobil terbaru apa saja yang akan dibekali teknologi ini nantinya? Kita tunggu kemunculannya dalam waktu dekat.

 

Baru Perkenalan, Changan Akan Pasarkan Deepal SO5 REEV di Tanah air

Setelah sukses menggebrak pasar otomotif Indonesia dengan mobil listrik Deepal S07 dan Lumin EV, Changan Automobile kembali menyiapkan mobil terbarunya.

Sebagai menu pembuka, pabrikan otomotif asal China ini memperkenalkan SUV Deepal S05 REEV. Debut perkenalan yang dilakukan di Jakarta pada Rabu, (9/4) kemarin menandai keseriusan Changan Automobile dalam berekspansi dan menggarap pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia Karena masih tahap tes pasar, info spesifikasinya belum diungkap secara utuh.

Ini baru satu model, dan masih ada model lainnya yang akan menyusul diperkenalkan. Hal tersebut diamini oleh Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia yang memberi sedikit petunjuk jika tahun ini Changan bakal memboyong tiga model baru ke Indonesia.

“Kami melihat peluang yang positif seiring pesatnya perkembangan ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Setelah menghadirkan Changan Lumin dan Deepal S07, kami siap memperkenalkan tiga model baru secara bertahap hingga akhir tahun ini untuk perluas portofolio Changan di Tanah Air dan memberikan pilihan lebih bagi konsumen,” papar Setiawan Surya.

Gaya Semi Futuristik

Deepal S05 REEV mengusung filosofi desain “Symbiotic Aesthetics”, yang memadukan elemen estetika dan fungsi secara imbang.

Secara sepintas, desain tampilan Deepal S05 REEV terlihat tak jauh beda dari Deepal S07. Postur bodinya yang memiliki panjang 4.620 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.600 mm dan jarak wheelbase 2.880 mm, sedikit lebih compact dari Deepal S07.

Kesan semi futuristik dan premium diperkuat dengan lampu depan dan belakang LED berdesain ramping, frameless doors serta electric door handles yang menyatu dengan bodi. Desain bodi yang sporty kian terlihat eyecatching dengan velg alloy 18-inci.

Faktor gaya aerodinamika juga menjadi perhatian. Terlihat dari penggunaan sirip diffuser pemecah angin yang menghasilkan koefisien hambatan udara minim yakni 0,25 Cd. Untuk sebuah SUV, angkanya terbilang cukup impresif. Gaya aerodinamika yang makin sempurna berdampak pada stabilitas berkendara dan efisiensi konsumsi energi.

Sebagai catatan, desain mobil ini berhasil mendapatkan pengakuan internasional melalui penghargaan Germany iF Design Award 2025. Jadi kualitasnya tak perlu lagi diragukan.

Jarak Jelajah Jadi Keunggulan

Berhubung info seputar spek mobil ini bikin penasaran, kami pun menelisik ke daratan Eropa. Ya, Changan Deepal S05 di Benua Biru ada dua versi yang juga bakal beredar tahun ini pada Mei 2026 mendatang yakni versi EV dan REEV.

REEV atau Range Extender Electric Vehicle (REEV) memanfaatkan mesin motor bakar sebagai generator yang akan mengisi energi baterai. Jadi tidak terhubung langsung ke roda. Sistem penggerak utamanya adalah motor listrik. Teknologi ini menyuguhkan rasa berkendara yang senyap seperti mobil listrik, tapi tak perlu sering mampir SPKLU untuk mengecas baterai. Dengan demikian, lebih fleksibel dan praktis dibandingkan mobil listrik biasa.

Deepal S05 REEV di pasar Eropa dibekali sistem Ultra Hybrid yang memadukan mesin bensin 1.5-liter bertenaga 79 hp sebagai generator dengan motor listril penggerak beroutput 234 hp. Sistem REEV ini output kombinasinya mencapai 258 hp.

Berbekal baterai 18.4 kWh, jarak jelajah pada mode EV mengandalkan energi baterai bisa mencapai 100 kilometer. Untuk mode hybrid, jarak jelajah maksimumnya 1.000 kilometer! Lebih dari cukup untuk menunjang mobilitas harian dalam kota maupun perjalanan anyar kota jarak jauh.

Dengan fast charger DC beroutput hingga 55 kW, pengecasan daya dari 30% hingga 80% cuma butuh waktu 15 menit! Wuih, sangat efisien. Mobil ini juga dilengkapi fitur berbagi daya vehicle to load (V2L) yang memanfaatkan energi listrik baterai untuk perangkat kelistrikan eksternal. Mirip genset mini

Gak sabar lagi untuk menantikan peluncuran resmi Deepal S05 REEV bukan? Sabar, pihak Changan Automobile sedianya akan resmi meluncurkan dan memasarkan paling cepat pada semester kedua tahun 2026. Jadi, kita tunggu saja tanggal tayangnya…

Alfa Romeo Junior Bianco Edizione Sambut Musim Semi di Jepang

Alfa Romeo mungkin sebatas brand “tamu” di Jepang. Tapi peminatnya ternyata cukup banyak, terutama para Alfisti garis keras. Menyambut datangnya musim semi di Jepang, Alfa Romeo menghadirkan model edisi terbatas, Alfa Romeo Junior “Edizione Bianco”. Eksklusif cuma beredar di Jepang dalam jumlah terbatas, yakni hanya 120 unit.

Tampilannya terinspirasi dari bulir salju yang menghiasi kelopak bunga Ohka atau dikenal dengan Sakura, yang mulai bermekaran di awal musim semi pada bulan Maret.

Sekujur bodi berlabur warna putih Bianco mengesankan warna salju. Agar tampil kian sporty, aksen serat karbon disematkan pada sirip splitter depan, spion hingga kisi honeycomb “Leggenda” pada grille scudetto khas Alfa Romeo. Bahkan desain gantungan kunci pun khusus dengan motif serat karbon.

Dudukan plat nomor depan berbahan serat karbon posisinya masih di sisi kiri grille yang jadi ciri khas mobil di Italia dan kota Milan.

Untuk model Alfa Romeo Junior reguler di Eropa dan sejumlah negara lainnya sudah ganti posisi dudukan plat nomor. Soal plat nomor akan kita bahas nanti.

Tampilan eksterior makin keren dengan velg aluminium alloy 18-inci model lima lubang dengan desain mirip kelopak bunga Sakura. Nuansa two tone brush crome dan black gloss pada velg kontras dengan warna bodi.

Kemasan interior pun  tak kalah atraktif. Jok berbalut kulit Techno dipadukan dengan bahan kain nan lembut. Terinspirasi gaya khas mobil Alfa Romeo era ’60-’70-an. Jok depan dilengkapi penghangat sesuai iklim di Jepang yang cukup dingin di musim semi.

Pada dashboard terpampang panel layar ganda 10.25-inci yang terintegrasi dengan sistem infotaintment, ADAS dan kontrol AC otomatis. Wireless charging pad dan Drive Selector tampil dengan gaya khas mobil Alfa Romeo modern. Warna warni tata cahaya ambient light di kabin dan sistem audio dengan 6 speaker bikin suasana berkendara kian syahdu.

Sektor performa masih tetap spek standar dengan mesin Ibrida 3-silinder mild-hybrid 1.2-liter. Output tenaganya 134 hp dengan torsi puncak 230 Nm. Mobil berpenggerak roda depan (FWD) ini dilengkapi transmisi automatic dual-clutch 6-speed.

Dengan label harga ¥4.990.000 (Rp 537 jutaan), Bianco Edizione ¥640.000 (Rp 69 jutaan) lebih mahal dari varian entry-level Core yang mesinnya sama. Namun demikian, masih lebih murah ¥90.000 (Rp 9,7 jutaan) di bawah varian teratas Intensa.

Alfa Romeo Junior Rubah Posisi Plat Nomor

Ada kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pihak pabrikan, yakni merubah posisi dudukan plat nomor. Hal tersebut terkait adanya perubahan desain plat nomor di kawasan Uni Eropa ternasuk Italia. Bentuk plat nomor kini diseragamkan menjadi lebih ramping memanjang dengan ketinggian plat nomor lebih rendah dari sebelumnya.

Rencana perubahan posisi dudukan plat nomor ini sebenarnya sudah diumumkan secara resmi oleh kepala desain Alfa Romeo, Alejandro Mesonero-Romanos, pada tahun 2024. Alasannya berkaitan dengan regulasi keselamatan pejalan kaki. Bilamana terjadi benturan depan, posisi plat nomor persis mengenai lutut pejalan kaki sehingga berisiko menyebabkan cidera serius.

Di lingkup studio desain dan para petinggi Alfa Romeo sendiri terjadi perdebatan terkait estetika dan urgensi perubahan posisi dudukan plat nomor tersebut.

Selama ini mobil Alfa Romeo khas dengan posisi plat nomor depan yang bertengger di samping bumper atau grille. Walau berat hati dan sebenarnya tak sepakat, pabrikan pun terpaksa mengikuti regulasi yang berlaku. Namun demikian, mobil di kota Milan masih banyak yang pakai plat nomor model lama. This is Milan…!

Alfa Romeo Junior menjadi model pertama yang ganti posisi dudukan plat nomor. Alfa Romeo Tonale facelift juga akan menyusul dalam waktu dekat.

Alfa Romeo Junior di Jepang masih pakai dudukan plat nomor model lama di samping. Alasannya, ukuran plat nomor di Jepang lebih besar dan tinggi seperti plat nomor model lama di Milan dan juga di AS.

Jika dipasang di tengah bumper, plat nomor akan menghalangi sensor ADAS (Advanced Driver-Assistance Systems) yang fungsinya penting untuk keselamatan berkendara. Oleh sebab itu, posisi plat nomor pada mobil Alfa Romeo di Jepang masih tetap pakai model lama.

Di Australia meskipun sebagian besar sudah pakai plat nomor model ramping ala Eropa, tapi untuk Alfa Romeo masih tetap pakai plat nomor samping. Hal tersebut terkait kendala teknis, jadi ada pengecualian.

Saat ini mobil Alfa Romeo di Eropa hanya Giulia dan Stelvio yang masih pakai dudukan plat nomor di samping bumper depan. Hmm… mungkin sembari menunggu ganti model generasi baru.

Mobil Hybrid Dominasi Penjualan Toyota di IIMS 2026

Perhelatan pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 pada 5-15 Februari lalu menjadi stimulus pendongkrak angka penjualan bagi sejumlah pabrikan otomotif.

Hal tersebut dirasakan oleh PT Toyota-Astra Motor (TAM) yang mencatatkan total 2.793 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama gelaran IIMS 2026. Meningkatnya minat pasar Indonesia terhadap kendaraan ramah lingkungan berdampak pada penjualan lini kendaraan elektrifikasi Toyota. Dari seluruh capaian penjualan selama IIMS 2026, jenis kendaraan elektrifikasi menyumbang hingga 42,6 persen. Segmen MPV pun mendominasi penjualan kendaraan Toyota.

Mobil Hybrid Laris Manis

Kijang Innova Zenix Hybrid EV, masih jadi model terlaris dengan 615 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).  Sebagai pendatang baru, Veloz Hybrid EV pun sukses memikat para konsumen dengan total pesanan 381 unit. Kehadiran varian hybrid pada Veloz terbukti efektif dalam mempopulerkan teknologi elektrifikasi ke kalangan konsumen yang jauh lebih luas di Tanah Air. Hal tersebut terlihat dari minat konsumen yang tinggi terhadap low MPV ini. Dalam waktu tiga bulan sejak World Premiere, Veloz Hybrid EV terjual sebanyak 5.000 unit.

Vice President Director Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto, mengungkapkan apresiasinya terhadap respon pasar yang tetap dinamis walau tengah dalam kondisi ekonomi yang cukup sulit dan menantang saat ini.

“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan pelanggan setia Toyota dan seluruh pengunjung IIMS 2026. Di tengah pasar yang cenderung stagnan, masyarakat masih memilih Toyota sebagai solusi mobilitas yang diandalkan. Terlihat dari sambutan yang luar biasa positif terhadap solusi elektrifikasi terbaru Toyota yang disiapkan untuk lebih banyak kalangan. Dengan pesanan lebih dari 5.000 unit hanya 3 bulan setelah world premiere, Veloz Hybrid EV kembali memperlihatkan popularitasnya dengan raihan 381 SPK di Iims 2026,” terang Henry.

Meskipun lini hybrid tengah jadi primadona, kendaraan bermesin konvensional pun tetap tak kehilangan pangsa pasarnya. Tiga model non-hybrid masuk lima besar mobil terlaris, yakni Kijang Innova (309 SPK), Avanza (306 SPK), dan Calya (259 SPK). Capaian tersebut menunjukkan pasar Indonesia masih imbang, antara kebutuhan terhadap mobil keluarga yang praktis dan terjangkau dengan mobil berteknologi elektrifikasi.

Optimisme Toyota di Tahun 2026

Selain meraih sukses di capaian penjualan, Toyota juga memperoleh dua penghargaan bergengsi di IIMS 2026, yakni kategori Best Low MPV untuk Veloz Hybrid EV dan Best Hatchback untuk GR Corolla.

Kedua anugerah penghargaan tersebut jadi penanda bahwa nilai Quality, Durability, dan Reliability (QDR) yang menjadi pilar utama Toyota tetap relevan dengan karakter para konsumen lintas segmen maupun generasi.

Ketiga pilar tersebut sejalan dengan strategi multi-jalur (multi-pathway) yang dijalankan Toyota guna menghadapi tantangan pasar otomotif domestik, regional maupun global. Oleh sebab itu, Toyota berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan solusi mobilitas yang lengkap dalam memenuhi beragam kebutuhan masyarakat Indonesia serta turut berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan pengurangan emisi nasional.

Sebagai catatan, kesuksesan Veloz Hybrid EV tak terlepas dari sejumlah sorotan sebagian kalangan masyarakat serta para pemerhati otomotif. Label harga Veloz Hybrid yang di kisaran Rp 299-390 jutaan head-to head dengan berbagai mobil listrik murni (Battery EV) maupun hybrid asal China yang tengah naik daun.

Dari segi value for money, produk mobil dari brand asal China menawarkan ragam teknologi dan fitur keselamatan aktif yang lebih lengkap, tampilan lebih mewah serta performa dan baterai lebih besar pada rentang harga Rp 300 juta hingga Rp 400 jutaan yang setara dengan Veloz Hybrid EV.

Namun demikian, Toyota tetap percaya diri serta optimis bahwa brand awareness dan citra produk Toyota sudah melekat kuat di kalangan masyarakat Tanah Air.  Ditambah lagi dengan kekuatan jaringan purnajual yang luas dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia serta nilai jual kembali yang stabil menjadi keunggulan dan daya tawar kuat untuk menghadapi kompetitor.

Mazda EZ-60 Mau Merapat ke Indonesia?

Setiap produsen otomotif selalu ingin menunjukkan teknologi terkini dan menyuguhkannya kepada konsumen. Terkait hal tersebut, teknologi mobilitas yang mendukung aspek ramah lingkungan, masih menjadi menu utama. Mazda tidak ingin tinggal diam, pabrikan asal Jepang ini menggandeng Changan, untuk menciptakan Mazda EZ-60.

Di tengah perjalanan ke Jepang beberapa waktu silam, kami menyempatkan diri untuk mampir ke kantor pusat Mazda di Hiroshima. Di dalam lobby, akhirnya kami menjumpai Mazda EZ-60. Sport Utility Vehicle (SUV) yang melakukan debutnya di Auto Shanghai 2025 ini tentu langsung mengundang rasa penasaran kami.

Tampil Beda

SUV bertenaga listrik ini mengusung konsep desain Soulful + Futuristic x Modern. Perpaduan gaya khas Kodo dari Mazda dengan nuansa futuristik, membuatnya tampil beda dari SUV Mazda lainnya. Jadi, tidak cuma mencomot elemen desain dari mobil konsep Arata, yang dipamerkan di Beijing Auto Show 2024.

Siluet bodinya yang mengalir aerodinamis mengadopsi gaya dari sedan EV Mazda EZ-6. Dengan hambatan gaya aerodinamika yang diminimalisir, efisiensi energi pun mampu meningkat. Karakter khas SUV diperlihatkan melalui tarikan garis tegas dan tajam, dipadukan dengan lekukan di bagian samping hingga belakang.

Platform Modular EPA1

Lampu LED yang tipis dipadu dengan grille trapezoid yang minimalis. Emblem sudah menggunakan logo baru dari Mazda.
Mazda EZ-60 menggunakan platform EPA1 dari Changan. Platform ini juga digunakan pada Deepal SL03 dan S7. Kelebihan dari platform modular EPA1 ini yakni tak sebatas untuk mobil listrik saja. Benar saja, sebab Mazda EZ-60 hadir dalam dua varian, yaitu kendaraan listrik baterai (BEV), dan kendaraan plug-in hybrid (PHEV).

Meski tidak menggunakan mesin pembakaran internal (ICE), SUV EZ-60 ini diklaim masih memberikan rasa berkendara Jinba-Ittai khas setiap kendaraan Mazda. Sehingga penggunanya masih dapat merasakan kenikmatan berkendara optimal, diiringi dengan sejumlah fitur canggih yang tersemat pada kendaraan.

Bisa Jadi Masuk Indonesia

Mazda EZ-60 memiliki panjang 4.850 mm, lebar 1.935 mm, tinggi 1.620 mm, dan jarak sumbu roda 2.902 mm. Bahkan kapasitas bagasinya hingga 1.036 liter, memastikan ruang kabin yang lega dan kemampuan angkut barang yang optimal.

EZ-60 versi BEV menghasilkan tenaga 190 kW (255 hp), didukung baterai LFP berkapasitas 31,7 kWh hasil kolaborasi CATL dan Changan. Sedangkan versi PHEV
memadukan mesin bensin empat silinder 1.5 liter sebagai generator untuk pengisian baterai. Konfigurasi ini memungkinkan jarak tempuh hingga 160 km dalam mode listrik secara penuh, cocok untuk aktivitas harian di perkotaan.

Apakah pasar Indonesia bakal segera diramaikan oleh kehadiran Mazda EZ-60? Kemungkinan tersebut masih terbuka luas. Potensi pasar tentu ada, namun strategi terdekat dari Mazda Indonesia ialah membawa CX-5 teranyar di tahun depan.

Wuling Darion Resmi Diluncurkan, Diproduksi Secara Lokal

Setelah penampilannya beberapa bulan silam, Wuling Darion akhirnya resmi diluncurkan pada 5 November 2025. Jajaran produk terbaru berupa medium Multi Purpose Vehicle (MPV) dengan pintu geser ini, menandai langkah penting dalam
perjalanan elektrifikasi Wuling di Indonesia. Kehadiran Darion menjadi bukti komitmen Wuling dalam menghadirkan solusi mobilitas modern yang ramah lingkungan, sekaligus relevan dengan kebutuhan mobilitas keluarga Indonesia.

“Sejak tahun 2017, Wuling telah memproduksi berbagai model kendaraan yang diterima dengan baik oleh masyarakat. Hingga saat ini, lebih dari 80.000 unit MPV telah dipercaya menjadi solusi mobilitas keluarga Indonesia. Kini, kami mempersembahkan Wuling Darion yang dirancang untuk keluarga dan
diproduksi di Indonesia,” ujar Arif Pramadana, Vice President of Wuling Motors.

Dibuat Sesuai Standar Global

Di tengah meningkatnya harga kendaraan dan biaya operasional, Wuling melihat peluang untuk menghadirkan MPV yang lebih modern dan efisien, dengan menghadirkan Darion sebagai MPV
7-seater dengan kabin luas, harga kompetitif di kelasnya, biaya operasional yang lebih hemat. Tentu berkat teknologi elektrifikasi, serta fitur-fitur lengkap yang mendukung kenyamanan keluarga.

Dilandasi komitmen jangka panjang Wuling di Indonesia, Wuling akan
terus menghadirkan produk dan layanan terbaik bagi pelanggan. Oleh karenanya, Darion diproduksi di pabrik Wuling Motors di Cikarang, Jawa Barat. Dengan melibatkan tenaga kerja lokal dan standar kualitas global.

Model ini menjadi MPV pertama di Indonesia yang hadir dalam dua pilihan elektrifikasi, yakni Electric Vehicle (EV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Kehadiran dua varian ini menjadi langkah nyata Wuling dalam mendukung transisi menuju mobilitas berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan kendaraan keluarga yang efisien dan ramah lingkungan.

Dua Varian dan Dua Trim

“Wuling Darion dipasarkan dalam pilihan EV dan PHEV. Keduanya terdapat dua trim yakni CE dan EX. Baik CE dan EX
mengusung konsep desain eksterior, interior dan dimensi yang serupa. Kedua trim ini dihadirkan untuk memberikan fleksibilitas kepada konsumen keluarga atas kebutuhan mobilitas,” jelas Aji Ibrahim, Product Planning Wuling Motors.

Wuling Darion memiliki dimensi panjang 4.910 mm, tinggi 1.870 mm, lebar 1.770 mm, dan wheelbase 2.910 mm. Kabinnya menawarkan ruang yang lapang dan ergonomis bagi tujuh penumpang. Sistem rem cakram di bagian depan dan belakang, menjamin pengereman yang optimal. Sedangkan suspensi McPherson di depan dan Multi-link Independent di belakang, memberikan kenyamanan optimal di berbagai kondisi jalan.

Tampilan eksterior nampak ‘kekinian’ berkat penggunaan velg 17 inci dipadu ban 215/55 R17. Sistem kemudi Electric Power Steering, memberikan sensasi berkendara yang ringan dan presisi di setiap manuver.

Program Spesial Untuk Pembeli Awal

Untuk Wuling Darion EV, dibekali motor listrik bertenaga 150 kW atau setara 201 hp dengan torsi puncak 310 Nm yang disalurkan ke roda depan, melalui transmisi Single Reduction. Sumber energinya berasal dari baterai 69,2 kWh Lithium Iron Phosphate, yang mampu menempuh jarak hingga 540 km (CLTC).

Pada Wuling Darion PHEV, mengusung mesin bensin Atkinson Cycle berkapasitas 1.5 liter, dengan output 105 hp dan torsi 130 Nm. Lalu dipadukan dengan motor listrik bertenaga 145 kW (setara 195 hp) dan torsi 230 Nm. Sistem tersebut digandengkan dengan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT), untuk
memberikan penyaluran daya yang halus dan efisien.

Ditenagai baterai 20,5 kWh Lithium Iron Phosphate, Darion PHEV mampu menjelajah hingga 125 km dalam mode listrik murni (CLTC). Sedangkan tangki bahan bakarnya berkapasitas 52 liter.

MPV ini dipasarkan dalam empat pilihan warna eksterior yakni Starry Black, Frosty White, Haze Grey, dan Orchid Purple. Wuling turut menghadirkan program special price bagi 1.500 konsumen awal.

Special Price Wuling Darion (Area Jakarta)
● Darion EV CE : Rp 356 juta
● Darion EV EX : Rp 416 juta
● Darion PHEV CE : Rp 439 juta
● Darion PHEV EX : Rp 489 juta

Performa Tempuh Geely Starray EM-i Bisa Lebih dari 1.000 Kilometer

Geely Auto Indonesia sukses membuktikan efisiensi dan performa perjalanan jauh Starray EM-i di berbagai kondisi jalan di Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Geely dalam memastikan kendaraan listrik hybrid, yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter pengendara di Tanah Air.

Starray EM-i telah menempuh beragam rute dan kondisi jalan. Mulai dari jalan tol yang padat, jalur pegunungan yang menantang, hingga lalu lintas perkotaan. Dengan total jarak lebih dari 1.000 kilometer, termasuk perjalanan antar kota. Melalui perjalanan ini, sistem EM-i Super Hybrid dengan efisiensi termal mesin hingga 46,5 persen, mampu menghadirkan efisiensi bahan bakar tinggi. Tanpa kompromi dengan aspek kenyamanan dan performa berkendara di berbagai situasi.

“Seluruh rangkaian perjalanan membuktikan Starray EM-i tetap menghadirkan kenyamanan dan efisiensi yang optimal. Pengalaman selama perjalanan jarak jauh ini, semakin menegaskan kesiapan teknologi PHEV kami. Membuat setiap perjalanan tetap praktis dan tanpa cemas akan jarak tempuh,” papar Yusuf Anshori, Brand Director Geely Auto Indonesia.

Catat Efisiensi 80,7 km/liter

Dalam perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta dan kembali ke Jakarta, Geely Starray EM-i berhasil mencatat jarak tempuh 1.017 km. Prestasi ini dicapai hanya dengan satu kali pengisian bahan bakar penuh, dan satu kali pengisian daya. Hasil ini menunjukkan efisiensi dan kemampuan daya jelajah dari sistem PHEV Geely.

Selain itu, Starray EM-i juga menjalani rute Jakarta-Bandung-Jakarta, yang mewakili kondisi lalu lintas harian di kawasan perkotaan. Dalam perjalanan yang meliputi kemacetan dalam kota, tanjakan menuju Lembang, serta jalur tol antar kota, SUV ini mencatatkan efisiensi hingga 80,7 km/liter. Hasil tersebut tentu dipengaruhi oleh beragam kondisi jalanan. Angka tadi menunjukkan bagaimana mode EV (Pure Mode) dan Hybrid bekerja secara adaptif, memanfaatkan tenaga listrik untuk efisiensi optimal di kecepatan rendah, dan menggabungkan mesin bensin untuk performa maksimal.

Dari sisi performa, Geely Starray EM-i memadukan mesin bensin 1.5 liter dan motor listrik, untuk menghasilkan efisiensi terbaik di kelasnya. Didukung oleh baterai 18,4 kWh yang mampu menempuh jarak listrik murni hingga 105 km, serta tangki bahan bakar berkapasitas 51 liter.

Perpindahan Tenaga Yang Halus

Teknologi EM-i Super Hybrid memadukan motor listrik dan mesin bensin secara tepat, memungkinkan perpindahan tenaga yang halus dan responsif. Dengan menggunakan platform GEA, Starray EM-i memberikan stabilitas, efisiensi bahan bakar, dan kenyamanan di berbagai situasi jalan.

Pilihan PHEV ini diklaim sangat relevan untuk pasar Indonesia, menawarkan efisiensi maksimal serta fleksibilitas penggunaan. Dengan tiga mode berkendara, Pure, Hybrid, dan Power, membuat Starray EM-i mampu menyesuaikan kebutuhan perjalanan konsumen, dengan konsumsi bahan bakar lebih efisien.

Toyota Optimalkan Sejumlah Aspek Pada Kijang Innova Zenix

Guna mengakomodir kebutuhan pengguna Toyota Kijang Innova Zenix, maka PT Toyota-Astra Motor (TAM) optimalkan sejumlah aspek pada mobil ini. Sejak diluncurkan tiga tahun lalu sebagai Multi-Purpose Vehicle (MPV) keluarga, yang memadukan kenyamanan dan teknologi modern. Kini New Kijang Innova Zenix hadir dengan beberapa sentuhan fitur dan teknologi yang lebih mutakhir. Tentu sesuai dengan tren, kebutuhan dan gaya hidup masyarakat. Tanpa melupakan kenyamanan, teknologi terkini, dan efisiensi ramah lingkungan.

Toyota mempertahankan desain eksterior Kijang Innova Zenix, dengan tampilan tangguh dari crossover front looks, grille yang kokoh, dan LED Headlamp. Gaya ala Sport Utility Vehicle (SUV) premium, terpancar lewat velg alloy berukuran 18 inci, pilar A lebih tegak, dan pilar D lebih landai. Kesan dinamis juga terpancar pada bagian belakang mobil. Emblem Hybrid kini bertransformasi menjadi HEV.

Wi-Fi Hotspot Melalui T Intouch

Semua grade mendapatkan upgrade ukuran Head Unit. Pada tipe G dan G HEV kini menggunakan 10 Inch Head Unit with Smartphone Connectivity. Sedangkan tipe V, V HEV, dan Q HEV, menjadi 12,3 Inch Head Unit, ditambah dengan kontrol Air Purifier pada Head Unit. Sepasang Rear Seat Entertainment (RSE) pada tipe V, V HEV, dan Q HEV, kini memiliki fungsi wi-fi hotspot melalui perangkat T Intouch.

Untuk kenyamanan dan keselamatan, tipe Q HEV kini dilengkapi Power Back Door dengan Kick Sensor. Termasuk pula peningkatan kualitas Panoramic View Monitor menjadi HD Resolution, agar visual jalan dan area sekitar mobil dapat terlihat lebih jelas. Pada tipe G, V, G HEV dan V HEV, kualitas Back Camera turut ditingkatkan menjadi HD Resolution. Pada fitur keselamatan lainnya, terdapat Tire Inflator pada seluruh tipe, untuk mengisi udara pada ban dan mengukur tekanan udara ban.

Memanfaatkan Teknologi Telematika

Perangkat T Intouch pada tipe V, V HEV, dan Q HEV, kini memiliki fungsi In-Car Wi-Fi Hotspot untuk memperluas jangkauan internet. Fitur ini dapat dikendalikan melalui aplikasi mToyota, yang memungkinkan pelanggan untuk mengakses berbagai layanan In-Car berbasis internet. Melalui Connected Head Unit dan Connected Rear Seat Entertainment (RSE).

Fitur ini makin optimal, melalui kerjasama dengan Telkomsel sebagai penyedia In-Car Wi-Fi Hotspot dan IoT Connected Car. Pelanggan dapat memanfaatkan teknologi telematika canggih ini dalam dua kategori. Pertama, Out-of-Car Connectivity via menu T Intouch di aplikasi mToyota. Lalu In-Car Connectivity melalui Connected Head Unit dan Connected Rear Seat Entertainment di dalam mobil.

Selain itu, juga tersedia Convenience Services seperti Travoy untuk memantau kondisi lalu lintas, check dan top-up uang elektronik, Voice Command, dan Concierge Service. Dengan adanya koneksi internet yang stabil dari In-Car Wi-Fi Hotspot, pelanggan bisa tetap terhubung, mengakses pekerjaan, hingga melakukan video conference melalui perangkat pribadi.

Dengan sederet pengoptimalan yang diterapkan oleh Toyota pada Kijang Innova Zenix, maka nampaknya MPV keluarga ini dapat menjadi pilihan. Apalagi dapat mengakomodir kebutuhan para konsumen yang memerlukan kendaraan hybrid buatan Toyota.

Honda Prelude Berteknologi Hybrid Sudah Resmi Dijual di Jepang

Honda Motor Co., Ltd. telah mengumumkan mulai dijualnya All New Honda Prelude pada tanggal 5 September 2025 di Jepang. Mobil dengan bodi coupe ini hadir dengan sistem hybrid pintar Honda e:HEV. Guna menghadirkan pengalaman berkendara menyenangkan, sekaligus tetap ramah lingkungan.

Honda Prelude memiliki sejarah panjang, sebab pertama kali diperkenalkan pada tahun 1978 dan dikenal luas sebagai coupe dengan inovasi teknologi di masanya. Setelah lima generasi berlalu, kini Honda membangkitkan kembali nama Prelude sebagai ikon masa depan, yang menggabungkan warisan emosional dengan visi elektrifikasi Honda.

Honda membawa konsep Unlimited Glide, yang terinspirasi dari gerakan pesawat glider yang melayang bebas di udara. Bagian depan mobil didesain rendah dan tajam, sedangkan garis bodi yang halus berpadu dengan postur rendah dan lebar, sehingga menegaskan karakter sporty.

Aksen Kabin Dua Warna

Lampu depan dilengkapi multifunction lights, dipadukan dengan Adaptive Driving Beams dan Active Cornering Lights untuk visibilitas optimal saat malam. Teknologi laser brazing membuat atap terlihat mulus tanpa molding, antena dengan glass-printing mempertegas kesan bersih. Detail seperti flush door handle, grille berlapis black chrome, serta aksen biru di fascia depan-belakang memperlihatkan nuansa premium.

Kabinnya memiliki aksen dua warna biru dan putih. Kursi pengemudi dirancang untuk pengalaman berkendara sporty, sedangkan kursi penumpang menawarkan kenyamanan. Terdapat logo bordir Prelude pada headrest dan desain door lining yang ergonomis. Di depan pengemudi, ada lingkar kemudi berdesain D-shaped, paddle shift berbahan metal, serta full-graphic meter cluster.

Prelude dilengkapi layar sentuh 9 inci yang dilengkapi dengan Honda Connect berbasis Google built-in. Sistem audio Bose Premium 8-speaker dengan fitur Dynamic Speed Compensation, mampu menyesuaikan kualitas suara sesuai kecepatan kendaraan saat melaju.

Tetap Perhatikan Kepraktisan

Meskipun lahir sebagai mobil coupe, All New Honda Prelude ini diklaim tetap menawarkan kepraktisan tinggi. Karena ruang bagasi dengan bukaan liftback lebar memberikan fleksibilitas, mampu memuat hingga dua koper medium, dua tas golf berukuran 9,5 inci, atau dua papan selancar.

Dengan kursi belakang yang dapat dilipat 60/40, kapasitas kargo dapat diperluas lagi. Tambahan ruang penyimpanan bawah lantai, kait multifungsi, hingga sekat bagasi menjadikan Prelude praktis untuk digunakan sehari-hari.

Untuk pertama kalinya, Honda memperkenalkan teknologi Honda S+ Shift pada sistem hybrid e:HEV. Sistem ini menghadirkan transmisi virtual 8-speed, yang menciptakan sensasi perpindahan gigi nyata, walaupun mobil digerakkan motor listrik.

Sensasi Meluncur Bebas

Ada Active Sound Control, yang menghasilkan suara mesin bertenaga, sinkron dengan putaran rpm melalui sistem audio. Fitur Coasting Control memungkinkan mobil melambat seperti dalam posisi netral, memberikan sensasi meluncur bebas layaknya glider. Pengemudi dapat memilih mode berkendara Sport, GT, Comfort, atau Individual, yang dapat disesuaikan hingga enam aspek berbeda. Termasuk settingan suspensi, suara mesin, hingga adaptive cruise control.

Mobil ini menggunakan chassis yang sama dengan Honda Civic Type R, Prelude memakai suspensi depan Dual-Axis Strut, Adaptive Damper System, sistem kemudi dengan Variable Gear Ratio (VGR), drive shaft rigid, serta rem cakram depan Brembo. Velg 19 inci punya tugas tambahan, yaitu meredam kebisingan sekaligus menjaga stabilitas.

Dari sisi keselamatan, All New Honda Prelude dilengkapi standar dengan teknologi keselamatan canggih Honda Sensing, yang mencakup lebih dari 15 fitur. Honda Prelude hadir dalam pilihan warna Moonlit White Pearl, Frame Red, Meteoroid Gray Metallic, dan Crystal Black Pearl. Ditambah lagi varian eksklusif tersedia warna two-tone Moonlit White Pearl & Black.

Wuling Cortez Darion PHEV Bakal Diproduksi Di Indonesia

Pada event pameran otomotif GIIAS 2025 lalu Wuling Motors (Wuling) menghadirkan model terbarunya yakni Cortez Darion PHEV.

Kemunculan MPV berteknologi Plug-in Hybrid (PHEV) pertama Wuling tersebut di Indonesia sekaligus jadi penampilan perdana global.

Selaras dengan semangat ‘Dibangun di Indonesia untuk Anda’ yang diusung Wuling, nama Darion terinspirasi dari frasa ‘Dari Indonesia’. Selain itu kata ‘Darion’ juga berarti ‘Hadiah’ dalam bahasa Yunani. Ya, kehadiran model MPV terbaru ini merupakan bagian dari perayaan 8 tahun kiprah Wuling di Indonesia.

Wonder Flexible Modular System (WFMS)

Rancang bangun Cortez Darion berbasis dari platform Wonder Flexible Modular System (WFMS). Platform modular terbaru Wuling Motors ini dirancang agar dapat fleksibel digunakan pada berbagai jenis kendaraan berteknologi elektrifikasi baik mobil listrik maupun hybrid. Dengan penggunaan platform modular, proses pengembangan dan produksi menjadi lebih cepat serta efisien.

Model yang akan diproduksi secara lokal di Cikarang adalah Cortez Darion PHEV. Dengan perakitan di Indonesia secara completely knock-down (CKD), tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) komponen kendaraan jadi lebih banyak. Tak sekadar untuk menjaga agar harga jual tetap kompetitif. Hal tersebut jadi bukti nyata dari komitmen Wuling terhadap pengembangan industri otomotif di Indonesia, terutama kendaraan berteknologi elektrifikasi.

Cortez Darion PHEV mengadopsi teknologi hybrid Ling Power. Sistem ini memadukan mesin bensin 1.5 liter turbo dengan motor listrik beroutput 145 kW (194,5 HP) yang terintegrasi dengan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT).

Perpaduan sistem hybrid ini memungkinkan perpindahan gigi yang mulus tanpa jeda atau hentakan. Sensasi berkendara pun kian terasa menyenangkan berkat penyaluran tenaga yang lebih responsif.

Kelebihan dari sistem hybrid Ling Power yakni tak perlu repot mencari sumber listrik atau SPKLU untuk melakukan pengecasan baterai. Kinerja mesin berfungsi sebagai generator yang akan mengisi daya baterai. Sedangkan motor listrik berfungsi sebagai penggerak utama roda.

Meskipun demikian, Cortez Darion dibekali teknologi pengisian daya cepat eksternal dengan soket CCS2. Pengecasan daya baterai dari 30 persen hingga 80 persen hanya perlu waktu sekitar 30 menit. Waktu pengecasan yang cepat dan efisien merupakan faktor pendukung mobilitas tinggi di perkotaan yang butuh kepraktisan serta efisiensi waktu.

Cortez Darion PHEV dikatakan dapat melaju hingga kecepatan 125 km hanya dengan tenaga listrik (mode EV). Sementara total jarak tempuh kombinasi sistem hybrid dapat menembus lebih dari 1.000 km.

MPV Modern Yang Ideal

Dengan konsep Elegant Streamline, desain Cortez Darion menampilkan siluet garis bodi yang mengalir aerodinamis dari depan hingga ke belakang. Ksmasan tampilan eksterior secara keseluruhan jauh lebih eyecatching dan semi futuristik bila dibandingkan dengan Wuling Cortez yang telah ada sebelumnya.

Dengan panjang 4.910 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.770 mm, serta wheelbase sepanjang 2.910 mm, Cortez Darion menawarkan interior yang lapang, nyaman dan fungsional. Tersedia berbagai konfigurasi kabin termasuk 7-seater dan dengan captain seat.

Salah satu fitur praktis yang dibekalkan pada adalah Autocomfort Sliding Door. Pintu geser otomatis ini menghasilkan bukaan yang lebih optimal, sehingga akses keluar masuk kabin menjadi lebih praktis dan leluasa.

Fitur di dalam kabin pun tak kalah canggih dan mutakhir. Wuling membekali Cortez Darion dengan sistem operasi pintar Ling OS terbaru Wuling yang telah dikembangkan khusus untuk menghadirkan konektivitas dan fitur hiburan terpadu.

Ling OS dilengkapi fitur perintah suara pintar (voice command), integrasi smartphone, kontrol AC otomatis, dan navigasi. Akses dan pengoperasian fitur kendaraan makin praktis dan cepat berkat kombinasi panel layar sentuh serta perintah suara.

Wuling Cortez Darion PHEV diproyeksikan sebagai MPV keluarga modern yang ideal. Perihal label harga pastinya saat ini masih belum diumumkan secara resmi. Diperkirakan harga jual Wuling Cortez Darion PHEV akan berada di kisaran Rp 500 jutaan, tergantung pada varian dan fitur yang dipilih.

Ada Beberapa Pertimbangan Untuk Punya Daihatsu Rocky Hybrid

Kendaraan listrik (EV) masih menjadi sorotan dari sebagian masyarakat saat ini, utamanya di kota besar. Sejalan dengan tren tersebut, penjualan kendaraan elektrifikasi, terutama hybrid, telah memberikan kontribusi sekitar 10 persen (YTD Retail Sales Juli 2025) terhadap total penjualan mobil di Indonesia. Seiring dengan tren tersebut, Daihatsu memboyong Rocky Hybrid sebagai upaya untuk mendukung terwujudnya Carbon Neutral. 

Berdasarkan data Polreg YTD Mei 2025, lebih dari 70 persen penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), terkonsentrasi di wilayah Jakarta. Sedangkan, kendaraan hybrid, tidak hanya diminati masyarakat di kota besar seperti Jakarta (55,7 persen), tetapi juga di luar Jakarta (44,3 persen). Ini membuktikan, kendaraan hybrid lebih merata penerimaannya, baik untuk di perkotaan maupun daerah.

Teknologi Sejak Tahun 2021

Hybrid pertama Daihatsu yang dipasarkan di Tanah Air ini, dipasarkan dengan harga Rp 299,85 juta (on the road Jakarta). Benderol ini bukan tanpa alasan, sebab Rocky Hybrid berada di segmen kendaraan berharga hingga angka Rp 300 juta. Sedangkan porsi segmen tersebut mendekati 50 persen di dalam pasar otomotif Indonesia.

Daihatsu Rocky Hybrid menggunakan teknologi Series Hybrid, yang telah digunakan sejak 2021 di Jepang. Jadi, mesin bensin berfungsi hanya untuk mengisi ulang daya baterai. Hasilnya, efisiensi bahan bakar yang sangat baik, akselerasi responsif, dan berkendara bebas khawatir soal pengisian daya (charging).

“Sejak awal, Daihatsu menciptakan teknologi hybrid secara mandiri. Tujuan kami adalah menciptakan hybrid yang memberikan pengalaman berkendara layaknya EV sejati. Namun tetap praktis digunakan sehari-hari, tanpa perlu pengisian daya,” jelas Yasushi Kyoda, President Director PT Astra Daihatsu Motor.

Torsi Motor Listrik 170 Nm

Mobil ini menggunakan mesin 1.2 liter yang dipadukan dengan transmisi hybrid transaxle. Tenaga maksimumnya mencapai 105 hp, sedangkan torsi motor listrik mencapai 170 Nm. Baterai lithium-ion penggerak motor listriknya berkapasitas 0,74 kWh, diklaim setara dengan Sport Utility Vehicle (SUV) hybrid medium. Hasilnya, akselerasi 0-100 km/jam hanya membutuhkan 10,36 detik.

“Terima kasih atas kepercayaan dan antusiasme masyarakat terhadap hybrid pertama Daihatsu ini. Kami berharap Daihatsu Rocky Hybrid menjadi pilihan hybrid terbaik di kelasnya,” pungkas Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor.

Geely Siap Menggebrak Pasar Indonesia Melalui Starray EM-i

Geely Auto Indonesia resmi menampilkan Geely Starray EM-i untuk pertama kalinya di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Sport Utility Vehicle (SUV) berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) ini, rencananya akan menjadi model kedua Geely di Indonesia yang dirakit secara lokal, melalui skema knock down (KD). Bersamaan pula, Geely Starray EM-i membawa teknologi Geely EM-i Super Hybrid.

Geely EM-i Super Hybrid, atau E-Motive Intelligence, merupakan teknologi hybrid mutakhir dari Geely, yang memadukan tenaga listrik dan mesin bensin. Tujuannya untuk menghadirkan efisiensi lebih tinggi, performa maksimal, serta emisi yang lebih minim. Tidak seperti sistem hybrid yang diadaptasi dari mesin konvensional, EM-i dikembangkan sebagai true hybrid system sejak awal.

Tenang Melaju Hingga 1.000 km

Geely Starray EM-i Super Hybrid memadukan efisiensi, performa dinamis, dan kenyamanan berkendara. Geely Starray EM-i Super Hybrid menggunakan mesin hybrid dengan efisiensi termal tertinggi di dunia untuk mesin bensin produksi massal, mencapai 46,5 persen.

SiC (Silicon Carbide) Intelligent Electric Control bertugas untuk menjaga performa optimal, bahkan saat daya baterai rendah. Serta menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih halus dibandingkan mobil hybrid di kelasnya. Dengan kondisi baterai dan tangki bensin terisi penuh, Geely Starray EM-i dapat menempuh jarak lebih dari 1.000 km, berkat teknologi EM-i yang lebih efisien.

Two Luxury Through Lights

Geely Starray EM-i dilengkapi sistem keselamatan L2 ADAS (Advanced Driver Assistance System). Mencakup Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, dan Automatic Emergency Braking, untuk menjaga keselamatan pengemudi dan penumpang.

Dari sisi desain, Starray EM-i tampil modern dengan Two Luxury Through Lights pada bagian depan dan belakang. Interiornya mengusung kursi ergonomis dengan material premium, layar sentuh resolusi tinggi, integrasi ponsel, serta sistem perintah suara dua zona yang mendukung kenyamanan perjalanan.

Hadirnya Starray EM-i menegaskan komitmen Geely dalam menghadirkan kendaraan elektrifikasi. Mulai dari BEV, PHEV, hingga solusi mobilitas pintar. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Proses perakitan lokal, diyakini turut mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional, serta memperluas akses kendaraan yang ramah lingkungan untuk masyarakat.

Mazda Bakal Luncurkan Generasi Terbaru SUV CX-5

Di jagad maya beredar foto pancingan dari sosok Mazda CX-5 generasi terbaru. Brand otomotif Jepang yang bermarkas di kota Hiroshima ini tak mau kalah dari pabrikan lainnya dalam kancah persaingan di segmen kendaraan SUV.

Fotonya bikin penasaran, dan kami harus bersabar menanti debut perdana Mazda CX-5 generasi kelima ini.

Ubahan Gaya Desain

Berdasarkan foto teaser yang diunggah oleh Mazda, desain CX-5 generasi terbaru mengalami sejumlah ubahan gaya. Filosofi desain Kodo yang menjadi ciri khas pada mobil Mazda modern tetap dipertahankan dan terus berevolusi.

Sosok CX-5 kini terlihat lebih besar dengan lekuk bodi nan sexy. Nuansa warna merah metalik Soul Red Metallic khas Mazda masih tetap dipertahankan pada CX-5.

Tampilan wajah CX-5 kini mengalami sedikit perubahan. Lampu utama dengan desain baru yang meruncing mengapit grille khas Mazda yang berlabur warna hitam. Bumper depan pun kini nampak lebih besar dan menonjol ke depan. Aksen warna hitam yang menghiasi bumper depan bagian bawah di seputar lubang intake membuat CX-5 terkesan lebih sporty.

Desainnya bagian samping nampak sedikit lebih kekar di bagian fender depan dan pinggul. Siluet bodi secara keseluruhan dari depan hingga ke buritan tak jauh berbeda dengan generasi terkini yang beredar di pasaran. Bentuk pilar kaca dan pintu daei kabin depan hingga buritan sepintas tak mengalami ubahan.

Yang agak beda justru pada area buritan. Desain lampu belakangnya mengadopsi gaya Mazda CX-80. Tampilan belakang CX-5 pun makin terlihat lebih mewah. Nah, yang bikin penasaran yakni pada bumper belakang menyembul dua laras knalpot. Ini knalpot sungguhan, bukan muffler tip aksesoris pemanis gaya. Apakah di balik bonnet CX-5 terpasang mesin baru?

Perihal kemasan interior, CX-5 dikabarkan mengadoosi gaya dari CX-80 dengan kabin yang lebih lapang. Makin mewah, nyaman dan menyenangkan.

Soal teknologi serta fitur berkendara dan multimedia yang akan dibekalkan Mazda pada CX-5 saat ini belum diungkap. Namun dipastikan sistem infotainment Mazda Connect terbaru yang dibekalkan pada CX-5 bakal lebih canggih dan modern.

Sesuai slogan “zoom-zoom”, Mazda ingin memastikan para pemilik CX-5 merasakan pengalaman berkendara yang nyaman dan menyenangkan.

Teknologi Skyactiv-Z

Saat melihat desain knalpot baru yang kini pakai versi dua laras, Mazda nampaknya membekali CX-5 dengan mesin terbaru.

Sesuai dugaan kami, CX-5 kabarnya bakal menjadi SUV pertama Mazda yang akan mengadopsi mesin generasi termutakhir Skyactiv-Z. Perihal detail spek teknis untuk saat ini belum diungkap.

Namun berdasarkan sejumlah prediksi yang kini beredar, mesin baru Skyactiv-Z memiliki konstruksi 4-silinder segaris dengan volume 2.5 liter. Untuk output performa, belum jelas seperti apa. Mesin hybrid yang teknologinya berbasis dari Mazda Mirai ini digadang sangat irit dengan konsumsi BBM lebih dari 30 km/liter. Emisi gas buang CO2 yang dihasilkan pun dikatakan lebih rendah dari mesin generasi Skyactiv-G yang digunakan pada mobil Mazda terkini.

Untuk transmisi, mesin Skyactiv-Z masih akan menggunakan transmisi automatic Skyactiv-Drive 6-speed yang dilengkapi mode manual. Mazda CX-5 terbaru ini dikabarkan bakal dibekali fitur G-Vectoring Control Plus yang disempurnakan

Mazda sedianya akan menampilkan wujud utuh CX-5 terbaru ini di Jepang pada pekan depan. Hanya tinggal beberapa hari lagi. Jadi, kita tunggu tanggal tayangnya.

 

Honda HR-V Hybrid 2025 sudah mulai dijual.

Diluncurkan, Harga Resmi Honda HR-V Hybrid 2025 Mulai Dari Rp 449 Juta

Harga resmi Honda HR-V Hybrid 2025 adalah Rp 488 juta (OTR Jakarta, dipasarkan dalam lima varian. Termasuk dua yang masih bermesin bensin 1,5 liter. 

Berikut daftar harga Honda HR-V Hybrid 2025:

  • E CVT: Rp 399.900.000
  • E+ CVT Rp 422.000.000
  • e:HEV Rp 449.000.000
  • e:HEV Modulo Rp 460.700.000
  • RS e:HEV Rp 488.000.000 

Honda HR-V Hybrid 2025 hadir dengan tampilan eksterior yang lebih fresh dan modern. Perpaduan garis dan lekukan body, desain grill dan bagian belakangnya terlihat serasi.

Interior Honda HR-V Hybrid 2025.

Untuk dimensi, mobil ini memiliki panjang 4.340 mm, lebar 1.790 mm2, tinggi 1.590 mm2, wheelbase 2.610 mm, serta tiga ukuran pilihan bagasi yakni 304 liter (kursi belakang terangkat), 955 liter (kursi belakang terlipat, diukur hingga jendela) dan 1.274 liter (kursi belakang terlipat, diukur hingga atap).

Honda HR-V Hybrid 2025 tersedia dua pilihan varian, yakni RS dan non-RS. Pembedanya adalah penggunaan velg berukuran 17 inci dan 18 inci. Ditambah lagi dengan kelengkapan fitur Honda Sensing pada varian teratas atau pun RS.

Spesifikasi Honda HR-V Hybrid 2025

Mesin Honda HR-V e:HEV

HR-V Hybrid mengadopsi mesin 4-silinder 1.5 liter DOHC i-VTEC dengan sistem distribusi PGM-FI. Di atas kertas mesin tersebut mampu memproduksi tenaga maksimal hingga 104 hp dengan torsi puncak 127 Nm.

Selanjutnya, terdapat motor listrik tunggal dengan daya maksimal 129 hp dengan torsi puncak mencapai 253 Nm dan dialirkan seluruhnya melalui transmisi E-CVT. Ada pula pilihan mode berkendara Eco, Normal dan Sport.

dashboard Honda HR-V Hybrid 2025

Honda HR-V e:HEV juga dibekali dengan peranti Honda Sensing yang terdiri dari berbagai menu seperti Adaptive Cruise Control, Blind Spot Monitoring, Collision Mitigation Brake System hingga Road Departure Mitigation System with Lane Departure Warning.

Ditambah lagi dengan peranti keselamatan standar seperti Active Cornering Light (ACL), Hill Start Assist (HSA), Hill Descent Control (HDC), Deceleration Paddle Selector, Electric Parking Brake (EPB) dan Auto Brake Hold.

JTD Toyota 2024

Resmi, Mobil Hybrid Dapat Insentif PPnBM

Akhirnya diputuskan, mobil berpenggerak hybrid akan mendapatkan insentif PPnBM tiga persen dari pemerintah.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (16/12) lalu. “Untuk kendaraan hybrid, pemerintah memberikan diskon sebesar tiga persen,” kata Airlangga.

Untuk itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendesak para produsen mobil untuk segera mendaftarkan model-modelnya, supaya bisa menikmati insentif mulai 1 Januari 2025 nanti.

Namun tidak begitu saja insentif PPnBM itu disebar. Diskon pajak yang ditanggung pemerintah itu hanya berlaku untuk mobil hybrid ataupun mild hybrid, yang dibuat di Indonesia.

Haval Jolion HEV bisa dapat insentif PPnBM mobil hybrid

Tidak lupa, produsennya juga sudah mendaftar untuk ikut program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Kewajiban mendaftar program LCEV tersebut juga ada aturannya, yang tercantum pada Peraturan Menteri Perindustrian No.36 Tahun 2021.

Efeknya adalah, selain mobil hybrid CBU belum bisa menerima diskon pajak yang ditanggung pemerintah, mobil PHEV juga tidak bisa ikut. Alasannya, belum ada mobil PHEV yang dibuat lokal di Indonesia.

Saat ini, produsen yang memiliki mobil hybrid rakitan lokal adalah Toyota (Innova Zenix, Yaris Cross HEV), GWM dengan Haval Jolion. Lalu, Suzuki memiliki Grand Vitara dan Ertiga serta XL-7 yang diimbuhi mild hybrid.

Berita bagus lainnya adalah, insentif untuk kendaraan listrik berbasis baterai masih akan dilanjutkan. Termasuk yang didatangkan secara utuh (CBU) dari negara asalnya. Hal ini untuk memperluas penggunaan kendaraan emisi rendah dan mempercepat pencapaian target Net Zero Emission 2060.

Jajal Langsung Dua Kendaraan Elektrifikasi Honda di Jogja

Gelaran Honda e:Technology City Tour Explore Indonesia pamungkas di tahun 2024 ini, hadir di Yogyakarta pada 14-15 Desember 2024. Dengan tema Past Meet the Future, acara ini memadukan eksplorasi tempat bersejarah, dengan pengalaman berkendara menggunakan kendaraan elektrifikasi Honda.

Beberapa hari sebelum para peserta Honda e:Technology City Tour diajak menjelajahi berbagai ikon budaya Yogyakarta, kami berkesempatan untuk mencoba dua kendaraan elektrifikasi Honda, yaitu Honda STEP WGN e:HEV dan Honda e:N1.

Hadirkan Kenyamanan Untuk Penumpang

Honda STEP WGN e:HEV merupakan mobil Upper MPV Honda, yang menghadirkan desain kabin lapang, untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang selama perjalanan.

Honda STEP WGN e:HEV menggunakan teknologi hybrid terbaru yang efisien, bertenaga, sekaligus ramah lingkungan. Selain itu, mobil ini juga menggunakan teknologi keselamatan Honda SENSING, sehingga memberikan kenyamanan dan keselamatan berkendara untuk penggunanya.

Desain kabin mobil ini mengutamakan kenyamanan serta fleksibilitas, dengan kursi yang dapat diatur dengan berbagai konfigurasi. Hal ini sejalan dengan konsep kenyamanan untuk seluruh penumpang. Honda STEP WGN generasi keenam ini mempunyai dimensi berupa panjang 4.830 mm, lebar 1.750 mm dan tinggi 1.845 mm.

Interior Honda STEP WGN dirancang dengan fokus pada kenyamanan serta kemudahan untuk penumpangnya. Honda STEP WGN mempunyai konfigurasi pengaturan Magic Seat, yang memungkinkan kursi belakang untuk dilipat sehingga memberikan fleksibilitas dalam penyimpanan barang.

Honda STEP WGN generasi keenam memang memiliki dua varian mesin. Yang pertama ialah 1.5 liter VTEC dengan transmisi CVT, selanjutnya adalah 2.0 liter e:HEV dengan transmisi e-CVT. Sedangkan varian trim terdiri dari Air, Spada, dan Spada Premium Line. Unit yang kami coba selama di Yogyakarta ialah trim Spada dengan varian mesin e:HEV.

SUV Listrik Yang Menyenangkan

Honda e:N1 merupakan mobil SUV listrik pertama Honda, yang hadir dengan karakter berkendara menyenangkan. Tak hanya itu, Honda juga menyuguhkan fitur keselamatan yang lengkap. Honda e:N1 diyakini sesuai untuk berbagai daerah di Indonesia, yang memiliki karakter jalan yang beragam.

Honda e:N1 menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 68.8 kWh, yang dapat digunakan untuk daya jarak tempuh maksimum 500 km, untuk sekali pengisian daya. SUV ini punya torsi maksimum sebesar 310 Nm. Selain itu, Honda e:N1 menganut teknologi DC fast charging, sehingga dapat mengisi 80 persen kapasitas baterai dalam waktu 50 menit.

Honda e:N1 dikembangkan dari platform Honda HR-V generasi terkini, berdasarkan konsep desain e:N Architecture F. Konsep ini memadukan aspek premium dengan teknologi powertrain bertenaga tinggi. Tanpa kompromi dengan rasa berkendara khas Honda pada umumnya.

Terdapat pula fitur Electronic Gear Selector, 3 Mode Driving System (NORMAL, ECON, SPORT), serta Deceleration Paddle Selectors, untuk memberikan kenyamanan dalam berkendara.

Kabin Honda e:N1 didominasi warna hitam pada joknya, dipadu dengan warna biru yang terdapat pada panel instrumen dashboard serta pintu. Honda e:N1 menyematkan Display Audio 15.1 inci, serta TFT Meter Multi-Information Display 10,25 inci. Tak luput teknologi keselamatan Honda SENSING.

PT Honda Prospect Motor memperkenalkan Honda e:N1, pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 lalu. Model ini dipilih Honda sebagai mobil listrik pertama untuk Indonesia, setelah berhasil riset mendalam mengenai elektrifikasi di Tanah Air. Kabar kuat bahwa Honda e:N1 akan diluncurkan untuk pasar Indonesia pada tahun 2025 mendatang.