Lamborghini Sudahi Transmisi Manual, Teknologi Hybrid Alasannya

Di tengah tren kebangkitan transmisi manual pada sejumlah mobil sport, Lamborghini justru memilih berjalan ke arah berbeda. Pabrikan supercar asal Italia ini memastikan belum memiliki rencana menghadirkan kembali transmisi manual pada model-model mendatang.

Bagi Lamborghini, tiga pedal dan tuas persneling manual bukan lagi bagian dari masa depan. Brand berjuluk Raging Bull ini lebih memilih mengembangkan performa melalui kombinasi mesin pembakaran internal dan motor listrik.

Keputusan ini mungkin mengecewakan para penikmat yang merindukan sensasi perpindahan gigi secara mekanis. Terlebih, transmisi manual pernah menjadi bagian dari perjalanan Lamborghini, sebelum akhirnya menghilang dari jajaran model produksinya.

Kini, arah pengembangan produknya semakin jelas. Elektrifikasi dan kemampuan menghasilkan performa tinggi menjadi prioritas, sementara nostalgia terhadap transmisi manual tidak cukup kuat untuk mengubah strategi tersebut.

Lamborghini Temerario Jadi Gambaran Arah Baru

Direktur lini produk Lamborghini Temerario, Paolo Racchetti, menjelaskan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan tuntutan teknis dan karakter sistem penggerak modern.

Dalam wawancara dengan CarExpert di Milan, Racchetti mengakui bahwa sebagian konsumen masih menginginkan transmisi manual. Namun, Lamborghini menilai pengembangan teknologi dan peningkatan performa lebih sesuai dengan arah masa depan merek.

Pernyataan itu sejalan dengan pandangan CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, yang sebelumnya menyebut transmisi manual tidak lagi relevan bagi merek tersebut.

Temerario menjadi contoh paling jelas. Supercar ini menggabungkan mesin V8 twin-turbo berputaran tinggi dengan tiga motor listrik. Tenaganya disalurkan melalui transmisi dual-clutch otomatis yang dirancang untuk menangani karakter sistem penggerak hybrid.

Kombinasi tersebut membutuhkan koordinasi presisi antara mesin bensin, motor listrik, dan perpindahan gigi. Transmisi otomatis memungkinkan sistem mengatur perpindahan rasio secara cepat tanpa mengandalkan pengoperasian kopling oleh pengemudi.

Sistem Hybrid Membuat Transmisi Manual Lebih Rumit

Tantangan transmisi manual pada mobil hybrid bukan sekadar persoalan memasang pedal kopling dan tuas persneling.

Sistem plug-in hybrid harus mengoordinasikan sumber tenaga listrik dan mesin pembakaran dalam berbagai kondisi. Pengaturan torsi, putaran mesin, serta perpindahan gigi perlu berlangsung selaras agar akselerasi tetap responsif.

Menambahkan sistem perpindahan gigi manual berpotensi memperumit integrasi tersebut. Kemasan komponen juga menjadi tantangan, terutama ketika motor listrik, baterai, dan perangkat penggerak harus ditempatkan dalam ruang terbatas.

Meski bukan berarti transmisi manual mustahil dipadukan dengan elektrifikasi, Lamborghini tampaknya tidak melihat kombinasi tersebut sebagai prioritas pengembangan produknya.

Pendekatan serupa juga terlihat pada Revuelto yang memadukan mesin V12 naturally aspirated dengan tiga motor listrik. Sementara itu, Urus kini mengandalkan sistem plug-in hybrid dengan mesin V8.

Ketiganya menunjukkan bagaimana Lamborghini membangun karakter kendaraan melalui kombinasi tenaga, respons, dan teknologi penggerak, bukan semata-mata pengalaman mengoperasikan transmisi.

Penggemar Manual Harus Menerima Kenyataan

Keputusan Lamborghini terasa kontras dengan minat sebagian penggemar terhadap transmisi manual yang menawarkan keterlibatan pengemudi secara langsung.

Bagi kelompok puritan, menginjak kopling dan menentukan perpindahan gigi sendiri merupakan bagian penting dari pengalaman mengemudi mobil sport. Sensasi tersebut menghadirkan hubungan mekanis yang sulit digantikan sepenuhnya oleh sistem otomatis.

Namun, bagi Lamborghini, masa depan performa ditentukan oleh kemampuan teknologi menyatukan tenaga, kecepatan respons, dan efisiensi sistem penggerak.

Pada akhirnya, pabrikan Italia ini memilih mempertahankan transmisi otomatis sebagai bagian dari strategi produknya. Bukan karena transmisi manual kehilangan nilai emosional, melainkan karena prioritas teknis Lamborghini kini bergerak menuju performa hybrid.

Bagi pecinta tiga pedal, keputusan ini mungkin terasa seperti kehilangan satu bagian dari romantisme otomotif. Namun, bagi Lamborghini, masa depan supercar tampaknya bukan lagi tentang menginjak kopling, melainkan bagaimana mesin dan motor listrik bekerja bersama menghasilkan performa maksimal.

LEPAS L8 PHEV Uji Konsep “Elegant Mobility” di Pasar Global

LEPAS mulai memperluas langkahnya di Eropa. Setelah memperkenalkan diri melalui Milan Design Week, brand otomotif ini kini menyiapkan model unggulan LEPAS L8 PHEV untuk sejumlah pasar Eropa.

Inggris, Italia, Spanyol, dan beberapa negara Eropa lainnya menjadi bagian dari rencana ekspansi tersebut. Perjalanannya dilakukan bertahap, mulai dari pengenalan brand, pembukaan pre-order, hingga pengembangan jaringan layanan bersama mitra lokal.

Bagi LEPAS, ekspansi ini bukan sekadar memindahkan kendaraan dari satu pasar ke pasar lain. Eropa menjadi panggung untuk membawa konsep Elegant Mobility ke lingkungan dengan karakter mobilitas yang beragam, dan inilah kesempatan bagi L8 PHEV LEPAS menunjukkan keunggulan di ranah internasional.

L8 PHEV Siap Menghadapi Jalan Eropa

Pasar Eropa memiliki karakter yang cukup kompleks. Mobil harus mampu menghadapi jalan kota yang sempit, lalu lintas padat, perjalanan jarak jauh, hingga kawasan pegunungan dan pesisir, sebuah tantangan yang menarik tentunya.

Tak hanya itu, perubahan cuaca juga menjadi bagian dari tantangan tersebut, yang telah diantisipasi oleh LEPAS pada varian L8 PHEV mereka.

Karena itu, LEPAS L8 PHEV diposisikan sebagai Elegant All-round Premium SUV. Model ini dikembangkan dengan mengacu pada standar keselamatan Euro NCAP 2026.

Tidak berhenti di sana, penyetelan chassis dilakukan bersama tim profesional di Eropa. Tujuannya menyesuaikan karakter kendaraan dengan beragam kondisi jalan yang akan ditemui.

Dengan pendekatan tersebut, L8 PHEV dipersiapkan untuk menjalani dua wajah mobilitas sekaligus. Lincah menghadapi rutinitas perkotaan, tetapi tetap siap ketika perjalanan berubah menjadi petualangan lintas negara.

Eropa Jadi Pasar Ramah NEV

Langkah LEPAS juga datang ketika pasar kendaraan energi baru di Eropa menunjukkan perkembangan signifikan dan menciptakan peluang besar bagi kehadiran L8 PHEV LEPAS di regional ini.

Chery Group mencatat penjualan kumulatif lebih dari 208.000 kendaraan di 24 negara Eropa sepanjang Januari hingga Juli 2026. Angka tersebut tumbuh 201 persen secara tahunan.

Pada periode yang sama, penjualan kendaraan energi baru atau NEV mencapai lebih dari 102.000 unit, meningkat 332,47 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini menjadi bagian dari fondasi yang mendukung ekspansi LEPAS di kawasan tersebut serta kehadiran L8 PHEV.

Namun, LEPAS ingin menawarkan lebih dari sekadar teknologi elektrifikasi. Maka dari itu, L8 PHEV menawarkan inovasi terdepan di kelasnya.

Mobil Mulai Menjadi Bagian dari Lifestyle

Konsep Elegant Mobility juga dibawa keluar dari ruang pamer. Setelah Milan Design Week, LEPAS hadir dalam berbagai ruang budaya, termasuk Venice International Film Festival. Pada setiap kesempatan, L8 PHEV kian dikenal sebagai bagian gaya hidup otomotif Eropa.

Dalam waktu dekat, LEPAS Global Journey of Elegant Driving akan membawa L8 PHEV melintasi sejumlah negara Eropa sebagai bagian dari eksistensi mobil ini di benua itu.

Perjalanan ini akan menjadi panggung untuk menunjukkan kemampuan jarak tempuh, fitur cerdas, serta karakter berkendara L8 PHEV dalam kondisi nyata.

Pengalaman tersebut juga diperkuat pencapaian desain LEPAS. Pada 2026 Torino Automotive Design Award, LEPAS L6 meraih penghargaan Best Interior Design Award, City Car. Tidak ketinggalan, L8 PHEV LEPAS termasuk dalam rangkaian produk inovatif mereka.

Penghargaan tersebut diberikan atas pendekatan interior yang memadukan ruang, material, penyimpanan, serta integrasi teknologi, termasuk inovasi yang ada di LEPAS L8 PHEV.

Membawa Alur Ide Konsumen

Di balik ekspansi tersebut terdapat strategi yang lebih luas. LEPAS ingin membangun hubungan dengan konsumen melalui pendekatan engagement dan co-creation, terutama dengan model flagship sebagai fokus utama untuk pasar Eropa.

Kapabilitas global Chery Group menjadi salah satu fondasinya. Hingga akhir Agustus 2026, ekspor kumulatif Chery Group telah melampaui 7 juta kendaraan.

Skala tersebut memberikan dukungan bagi pengembangan produk, jaringan distribusi, serta layanan purnajual di berbagai pasar sekaligus menjaga kualitas mobil ini di beragam wilayah.

Semangat co-creation akan dilanjutkan melalui LEPAS Global Elegant Lifestyle Week pada Oktober 2026, dengan kehadiran spesial L8 PHEV LEPAS sebagai bagian dari acara tersebut.

Geely EX5 EM-i Mulai Diproduksi di Brasil, Pijakan Ekspansi Baru

Geely mulai memperluas jejak manufakturnya di Amerika Latin. Melalui kemitraan dengan Renault Group, produsen asal China tersebut resmi memproduksi Geely EX5 EM-i Super Hybrid secara lokal di Brasil.

Produksi ini menjadi tonggak penting karena EX5 EM-i merupakan model Geely pertama yang diproduksi secara lokal di Brasil. Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana strategi global Geely mulai bergerak dari sekadar menjual kendaraan menuju membangun basis produksi di pasar strategis.

Produksi berlangsung di Ayrton Senna Industrial Complex, fasilitas yang dioperasikan RENAULT GEELY DO BRASIL. Geely EX5 EM-i dijadwalkan meluncur di pasar Brasil sebelum akhir 2026.

Bagi Geely, Brasil bukan hanya pasar tujuan. Negara tersebut mulai diposisikan sebagai salah satu pijakan untuk mengembangkan bisnis kendaraan elektrifikasi di kawasan Amerika Latin.

Satu Pabrik, Tiga Arah Teknologi

Ayrton Senna Industrial Complex mendapatkan peningkatan kemampuan untuk mengadopsi Global Intelligent Electric Architecture (GEA) milik Geely.

Arsitektur tersebut membuat fasilitas produksi mampu menangani berbagai jenis teknologi penggerak. Mulai dari mesin pembakaran internal atau ICE, flex-hybrid, hingga kendaraan listrik murni.

Perubahan ini memperlihatkan arah industri otomotif yang semakin fleksibel. Satu fasilitas produksi tidak lagi hanya disiapkan untuk satu jenis mesin.

Ke depan, pabrik tersebut juga akan memproduksi Geely EX2. Hatchback listrik berbasis arsitektur GEA itu dijadwalkan mulai diproduksi pada Desember 2026.

Dengan demikian, EX5 EM-i menjadi pembuka jalan bagi portofolio kendaraan elektrifikasi Geely yang lebih luas di Amerika Latin.

Renault dan Geely Satukan Kekuatan

RENAULT GEELY DO BRASIL merupakan hasil kemitraan strategis antara Renault Group dan Geely. Kolaborasi keduanya mempertemukan pengalaman manufaktur Renault di Brasil dengan teknologi dan portofolio kendaraan elektrifikasi Geely.

President & CEO RENAULT GEELY DO BRASIL, Ariel Montenegro, menyebut investasi tersebut memperkuat kapabilitas industri sekaligus memperluas pilihan produk.

Kerja sama kedua perusahaan ini juga tidak berhenti di Brasil.

Renault dan Geely turut bekerja sama melalui Renault Korea di Korea Selatan. Keduanya juga memiliki kolaborasi melalui Horse Powertrain Limited, yang berfokus pada teknologi powertrain hybrid rendah emisi dan mesin pembakaran internal.

Indonesia Juga Sudah Masuk Peta Produksi

Langkah Geely di Brasil memiliki benang merah dengan strategi perusahaan di Indonesia.

Sejak 2025, Geely bersama mitra lokal telah memulai perakitan Geely Starray EM-i, Geely EX5, dan Geely EX2 di Indonesia.

Kandungan lokal atau TKDN kendaraan tersebut disebut mencapai 46,5 persen.

motomobi carnaval 2026

Artinya, strategi Geely mulai membentuk pola yang serupa di sejumlah pasar. Produksi lokal digunakan untuk mendekatkan kendaraan dengan konsumen sekaligus memperkuat ekosistem manufaktur di masing-masing negara.

Di Brasil, perjalanan tersebut kini memasuki babak baru melalui EX5 EM-i Super Hybrid.

Jika kendaraan elektrifikasi adalah ujung tombak ekspansi Geely, maka pabrik lokal menjadi jembatan yang membuat teknologi tersebut lebih dekat dengan pasar. Dan Brasil tampaknya baru menjadi salah satu titik dalam peta perjalanan global ini.

OMODA & JAECOO Gandeng Carro, Perluas Jaringan di Indonesia

OMODA & JAECOO mulai memperlebar jejaknya di Indonesia. Merek otomotif global tersebut menggandeng Carro sebagai partner resmi untuk memperluas akses penjualan sekaligus layanan purnajual.

Kolaborasi ini ditandai dengan pembukaan Experience Center OMODA & JAECOO di Harapan Indah, Bekasi. Fasilitas tersebut diposisikan sebagai salah satu hub baru untuk menjangkau konsumen Jabodetabek.

Berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi, Experience Center ini dirancang bukan sekadar tempat memajang mobil. Fasilitas tersebut menggabungkan showroom, bengkel, area penyimpanan, hingga fasilitas pengisian kendaraan listrik.

Satu Lokasi untuk Melihat hingga Merawat Mobil

Dari total luas lahan, showroom menempati area 1.282 meter persegi. Sementara bengkel memiliki luas 1.164 meter persegi dan holding yard mencapai 1.304 meter persegi.

Showroom mampu menampilkan hingga delapan kendaraan sekaligus. Beberapa model yang dipamerkan antara lain JAECOO J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS.

Konsumen juga mendapatkan ruang tunggu serta fasilitas bengkel dengan sistem multi-bay service. Ketersediaan suku cadang dan unit pengisian daya kendaraan listrik turut menjadi bagian dari fasilitas tersebut.

Dengan konsep tersebut, perjalanan konsumen diharapkan tidak berhenti ketika transaksi selesai. Dari melihat kendaraan, melakukan test drive, hingga melakukan perawatan, semuanya berada dalam satu ekosistem layanan.

Business Unit Director OMODA & JAECOO Indonesia, Jim Ma, mengatakan respons positif pasar menjadi salah satu alasan perusahaan terus memperluas kehadirannya.

Menurutnya, kerja sama dengan Carro menjadi langkah penting untuk memperkuat jaringan penjualan sekaligus layanan purnajual di Indonesia.

Carro Perluas Bisnis dari Mobil Bekas ke Kendaraan Baru

Bagi Carro, kolaborasi ini juga menjadi langkah untuk memperluas kapabilitas penjualan kendaraan baru.

Marketplace otomotif tersebut melihat peluang pertumbuhan di Indonesia, terutama pada segmen SUV dan kendaraan listrik generasi terbaru.

CEO Group Carro, Aaron Tan, menyebut kerja sama ini akan memperluas pilihan produk dan layanan otomotif bagi konsumen.

Melalui kolaborasi tersebut, konsumen OMODA & JAECOO di Indonesia juga mendapatkan akses ke rangkaian layanan terintegrasi Carro, termasuk layanan purnajual bersertifikasi.

Ekspansi tidak berhenti di Harapan Indah. OMODA & JAECOO dan Carro berencana melanjutkan pengembangan jaringan di sejumlah lokasi strategis Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.

OMODA & JAECOO Bawa Mesin Hybrid hingga Mobil Listrik

Perluasan jaringan ini hadir ketika portofolio OMODA & JAECOO semakin beragam. Teknologi elektrifikasi menjadi salah satu bagian penting strategi keduanya.

Melalui Super Hybrid System (SHS), perusahaan mengembangkan teknologi PHEV dan HEV dengan fokus pada tenaga, efisiensi energi, dan jarak tempuh kombinasi.

Di sisi lain, pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV juga terus dilakukan.

Teknologi pintar menjadi bagian lainnya. OMODA & JAECOO mengembangkan intelligent driving dan intelligent cockpit, termasuk SIVP atau Super Intelligent Valet Parking serta AI Cockpit.

Secara global, OMODA & JAECOO menyebut telah mencapai penjualan satu juta unit dalam tiga tahun. Merek tersebut kini hadir di 77 pasar di berbagai kawasan dunia.

Di Indonesia, ekspansi bersama Carro menjadi langkah berikutnya. Jika kendaraan adalah produk yang bergerak, jaringan penjualan dan layanan adalah jalan yang membuatnya semakin mudah dijangkau konsumen.

Honda S+ Shift, Bikin Mobil Hybrid Terasa Lebih Sporty

Mobil hybrid identik dengan efisiensi dan respons yang halus. Honda mencoba menghadirkan karakter berbeda melalui teknologi S+ Shift pada sistem e:HEV.

Teknologi ini menghadirkan simulasi perpindahan gigi yang lebih tajam dan terasa realistis. Putaran mesin, suara, hingga torsi deselerasi dikontrol untuk menciptakan sensasi berkendara yang lebih sporty.

Honda mengembangkan S+ Shift sebagai Virtual Stepped Transmission di dalam sistem e:HEV. Ketika diaktifkan, sistem mensimulasikan perpindahan gigi untuk memberikan respons seperti mobil dengan transmisi manual.

Teknologi tersebut dikembangkan dengan mengambil inspirasi dari motorsport. Tujuannya bukan mengubah karakter hybrid menjadi mobil balap, tetapi menghadirkan kembali sensasi berkendara yang lebih emosional.

Hideki Kakinuma, lead engineer pengembangan Honda Civic e:HEV terbaru, mengatakan teknologi tidak seharusnya menghilangkan kesenangan berkendara.

Justru, perkembangan teknologi harus membuat pengalaman mengemudi semakin menarik. Prinsip tersebut menjadi dasar pengembangan Honda S+ Shift.

Simulasi Perpindahan Gigi Lebih Realistis

S+ Shift mengandalkan dua teknologi utama. Salah satunya adalah Step Shift Control yang mengatur simulasi perpindahan gigi ketika akselerasi maupun deselerasi.

Sistem juga mengatur putaran mesin dan engine braking. Pada saat yang sama, suara mesin dibuat mengikuti karakter perpindahan putaran seperti ketika mobil digunakan di lintasan balap.

Hasilnya, pengemudi tidak hanya merasakan perubahan respons. Telinga dan sensasi tubuh juga mendapatkan umpan balik yang membuat proses akselerasi terasa lebih hidup.

S+ Shift kemudian bekerja bersama Sports Adaptive Control. Sistem ini menyesuaikan distribusi tenaga dan waktu perpindahan gigi berdasarkan input pengemudi serta kondisi jalan.

Saat keluar dari tikungan, misalnya, respons tenaga dapat diberikan secara cepat dan presisi. Karakter tersebut menjadi bagian penting dari upaya Honda mempertahankan DNA sporty Civic.

Diuji Langsung di Sirkuit

Honda tidak hanya mengembangkan teknologi ini untuk penggunaan sehari-hari. S+ Shift juga diuji di Chang International Circuit, Buriram, Thailand.

Pengujian tersebut melibatkan pembalap profesional untuk memastikan karakter berkendaranya sesuai dengan DNA sporty Honda.

Thanasiwanat Pongsinnachachan, juara Honda One Make Race 2024, menilai respons S+ Shift terasa dekat dengan pengalaman balap.

Menurutnya, suara mesin dan respons yang konsisten membuat pengalaman semakin menarik. Respons ketika memasuki tikungan juga dinilai membantu meningkatkan kontrol dan kepercayaan diri.

Pengalaman serupa disampaikan Piyawadee Prutsasan. Pembalap Thailand yang menjadi juara Honda One Make Race 2026 Honda City Challenge tersebut menilai teknologi ini mampu menghadirkan kesenangan berkendara yang lebih mudah dinikmati.

Koji Iwanami, President and CEO Honda Automobile (Thailand), mengatakan perubahan karakter terasa jelas ketika S+ Shift diaktifkan.

Respons kendaraan menjadi lebih cepat. Simulasi suara mesin, perpindahan gigi, dan tampilan pada panel instrumen bekerja secara bersamaan.

Bagi Honda, pendekatan ini menunjukkan bahwa teknologi hybrid tidak harus identik dengan pengalaman berkendara yang datar.

Melalui S+ Shift, Honda e:HEV mencoba menggabungkan efisiensi elektrifikasi dengan sensasi mengemudi yang lebih emosional. Teknologi tersebut menjadi cara Honda menjaga prinsip The Fun of Driving di era elektrifikasi.

Hyundai STARIA Hybrid 2026, Mesin 242 HP Plus Fitur Lengkap

Hyundai memperbarui STARIA Hybrid untuk menjawab kebutuhan keluarga modern. Bukan hanya mengangkut banyak penumpang, MPV ini juga menawarkan teknologi hybrid dan kenyamanan premium. Selain itu, Hyundai STARIA Hybrid hadir sebagai solusi transportasi keluarga masa kini. Tidak heran jika banyak yang mencari informasi tentang mobil bongsor ini untuk mengetahui fitur dan keunggulan terbarunya. Jika Anda penasaran dengan Hyundai STARIA Hybrid 2026, artikel ini akan membahas fitur dan apa saja yang baru dari kendaraan tersebut.

Konsep tersebut menyasar keluarga lintas generasi, termasuk Sandwich Generation. Istilah ini merujuk pada mereka yang harus mengurus anak sekaligus mendampingi orang tua. Dalam hal ini, STARIA Hybrid dari Hyundai memang sangat relevan untuk keluarga modern seperti yang diharapkan dari Hyundai STARIA Hybrid 2026.

Hyundai STARIA Hybrid terbaru memiliki kapasitas hingga 11 penumpang. Sumber tenaganya berasal dari mesin bensin 1.6-liter turbo yang dipadukan sistem hybrid, menghasilkan performa yang cocok untuk Hyundai STARIA Hybrid dalam berbagai kebutuhan keluarga. Bahkan, Hyundai STARIA Hybrid 2026 diperkirakan mampu mendukung kenyamanan perjalanan sehari-hari.

Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga maksimum 242 hp dan torsi puncak 367 Nm. Tenaga disalurkan ke roda depan melalui transmisi otomatis enam-percepatan, memastikan Hyundai STARIA Hybrid tetap efisien tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.

Model terbaru ini diimpor langsung dari Korea Selatan. Hyundai menawarkan dua pilihan, yakni STARIA Hybrid Modern seharga 2.099.000 baht dan STARIA Hybrid Premium dengan harga 2.399.000 baht. Hmm…mungkin jika dirupiahkan sekitar Rp 1,1 – 1,3 miliar. Pilihan ini memperkaya lini Hyundai STARIA Hybrid di pasar MPV Indonesia.

Mesin Turbo Hybrid dengan Teknologi e-Motion Drive

Sistem hybrid STARIA menggunakan arsitektur Smartstream. Teknologi ini dirancang untuk bekerja bersama motor listrik sejak tahap pengembangan, sesuai filosofi Hyundai STARIA Hybrid yang selalu menawarkan solusi canggih.

Hyundai memperkenalkan teknologi e-Motion Drive untuk mengatur kerja mesin dan motor listrik melalui ECU. Sistem ini membantu menjaga kestabilan kendaraan ketika menikung, dan semakin memperkuat keunggulan Hyundai STARIA Hybrid di kelasnya.

Pengaturan torsi juga dirancang untuk mengurangi gerakan bodi saat melewati polisi tidur atau jalan bergelombang. Hasilnya, kenyamanan dan rasa percaya diri pengemudi dapat meningkat—persis seperti yang dijanjikan pada Hyundai STARIA Hybrid terbaru.

Hyundai memilih transmisi torque converter enam percepatan. Pilihan ini berbeda dari transmisi e-CVT yang umum digunakan pada sejumlah kendaraan hybrid, dan merupakan salah satu keunikan Hyundai STARIA Hybrid.

Transmisi tersebut dirancang untuk menangani torsi besar ketika kendaraan membawa hingga 11 penumpang. Selain itu, perpindahan gigi diharapkan terasa lebih natural bagi pengemudi Hyundai STARIA Hybrid di berbagai kondisi jalan.

Konsumsi bahan bakarnya berada di kisaran 13 hingga 17,7 km per liter. Angka tersebut dapat berbeda, bergantung pada standar pengujian di masing-masing wilayah, dan menjadi salah satu keunggulan utama Hyundai STARIA Hybrid.

Kabin Premium untuk Keluarga Besar

STARIA Hybrid mendapatkan desain kabin baru dengan jok premium untuk seluruh penumpang. Ruang yang tersedia dirancang mendukung perjalanan keluarga dan aktivitas harian, sehingga Hyundai STARIA Hybrid menjadi pilihan tepat bagi keluarga besar. Dalam hal inovasi, Hyundai STARIA Hybrid 2026 menawarkan terobosan signifikan pada desain interior.

Fitur standar mencakup panel instrumen digital 12,3-inci dan layar infotainment 12,3 inci. Keduanya mendukung konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto secara nirkabel, menyelaraskan teknologi modern dengan kemewahan Hyundai STARIA Hybrid.

Pengemudi juga mendapatkan Shift-by-Wire, paddle shifter, Electronic Parking Brake, dan Auto Hold. Sistem pendingin udara otomatis tersedia untuk area depan dan belakang, fitur yang membuat kenyamanan Hyundai STARIA Hybrid semakin maksimal.

Varian Premium menawarkan material suede, pencahayaan ambient, panel konsol berjahit, serta setir kulit perforasi. Jok depan juga dilengkapi fungsi pemanas dan pendingin seperti yang dapat diharapkan dari Hyundai STARIA Hybrid varian tertinggi.

Sistem audio BOSE 12 speaker dan pengisi daya smartphone nirkabel tersedia pada varian Premium. Sementara itu, hingga tujuh port USB Type-C mendukung kebutuhan perangkat seluruh penumpang Hyundai STARIA Hybrid.

Tampilan Lebih Modern dan Fitur Praktis

Penyegaran eksterior terlihat dari grille dan bumper depan baru. Lampu LED, pelek alloy 18 inci, serta warna Galaxy Maroon Pearl memperkuat kesan premium, meningkatkan daya tarik Hyundai STARIA Hybrid bagi penggemar otomotif.

Kedua pintu geser telah menggunakan sistem elektrik. Varian Premium menambahkan Smart Power tailgate, panoramic sunroof ganda, dan kaca depan laminated untuk meredam suara yang memberi kesan eksklusif pada Hyundai STARIA Hybrid ini.

Dimensi STARIA Hybrid mencapai panjang 5.253 mm, lebar 1.997 mm, dan tinggi 1.990 mm. Jarak sumbu rodanya 3.273 mm, dengan ground clearance 186 mm—semua spesifikasi yang dimiliki Hyundai STARIA Hybrid untuk memenuhi standar keluarga Indonesia.

Suspensi depan menggunakan MacPherson strut. Bagian belakang mengandalkan konstruksi multi-link yang mendapat penyetelan baru untuk meningkatkan kelembutan dan mengurangi getaran, sehingga performa Hyundai STARIA Hybrid tetap nyaman di berbagai kondisi jalan.

Hyundai SmartSense Hadirkan 15 Fitur Keselamatan

Sektor keselamatan menjadi perhatian penting pada MPV berukuran besar ini. Hyundai membekali STARIA Hybrid dengan Hyundai SmartSense yang mencakup hingga 15 sistem bantuan berkendara, memberikan keunggulan keamanan Hyundai STARIA Hybrid modern.

Fitur tersebut antara lain Smart Cruise Control dengan Stop & Go, Forward Collision-Avoidance Assist, Lane Keeping Assist, dan Lane Following Assist—semua tersedia pada Hyundai STARIA Hybrid untuk perlindungan maksimal.

Tersedia pula Blind-Spot Collision Warning, Blind-Spot Collision-Avoidance Assist, serta Rear Cross-Traffic Collision-Avoidance Assist, yang menambah daya tarik Hyundai STARIA Hybrid sebagai kendaraan keluarga masa kini.

Fitur lainnya mencakup Blind-Spot View Monitor, High Beam Assist, Safe Exit Assist, Driver Attention Warning, dan Rear Occupant Alert. Keseluruhan fitur ini menjadi bukti bahwa Hyundai STARIA Hybrid memang mengedepankan keselamatan penumpang.

Hyundai Bluelink juga memungkinkan pemilik memantau serta mengendalikan sejumlah fungsi kendaraan melalui aplikasi smartphone. Jadi, inovasi Hyundai STARIA Hybrid benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kombinasi kapasitas 11 penumpang, mesin turbo hybrid, kabin premium, dan fitur keselamatan lengkap, STARIA Hybrid siap menjadi kendaraan keluarga besar yang menarik pastinya. Hyundai STARIA Hybrid, dengan segudang keunggulan, layak dilirik untuk keluarga urban Indonesia. Sebagai informasi, Hyundai STARIA Hybrid 2026 siap melengkapi kebutuhan keluarga Indonesia dengan beragam fitur modern dan efisiensi ramah lingkungan.

LEPAS L8 PHEV, 100 Km Full EV Dan Jarak Kombinasi 1.300 Km

Mobilitas harian kini semakin sulit dipisahkan dari kebutuhan akan efisiensi. Namun, ketika perjalanan berubah menjadi agenda luar kota, jarak tempuh dan fleksibilitas tetap menjadi pertimbangan utama. Di titik inilah LEPAS L8 PHEV mencoba menawarkan jalan tengah melalui kombinasi tenaga listrik dan mesin bensin.

Dibanderol Rp589 juta, LEPAS L8 PHEV membawa teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang memungkinkan kendaraan digunakan dengan tenaga listrik hingga 100 km untuk kebutuhan sehari-hari. Ketika perjalanan semakin jauh, mesin bensin mengambil peran sehingga pengguna tidak sepenuhnya bergantung pada pengisian daya.

LEPAS mengklaim combined range L8 PHEV mencapai lebih dari 1.300 km. Angka tersebut membuat SUV ini menarik bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas perkotaan sekaligus perjalanan jarak jauh.

“LEPAS L8 PHEV kami hadirkan dengan fleksibilitas yang memungkinkan konsumen menikmati efisiensi tenaga listrik untuk keseharian, sekaligus memiliki keleluasaan melakukan perjalanan lebih jauh,” ujar Temmy Wiradjaja, Vice Country Director LEPAS Indonesia.

Bukan Sekadar Mengejar Jarak Tempuh

Kekuatan L8 PHEV tidak hanya berada pada angka jangkauan. LEPAS membangun kendaraan ini menggunakan LEX Platform dengan optimalisasi Noise, Vibration, and Harshness (NVH) untuk menciptakan kabin yang lebih senyap.

Kenyamanan juga menjadi bagian penting. Tersedia Massage Seat, 256-color Ambient Lighting, Air Conditioning Fragrance System dan perlindungan UV lebih dari 99 persen.

Kebutuhan penumpang selama perjalanan turut diperhatikan melalui berbagai ruang penyimpanan, delapan speaker Sony, Voice Assistant serta 50W wireless charger.

Dengan paket tersebut, L8 PHEV mencoba memosisikan diri sebagai kendaraan yang tidak hanya efisien, tetapi juga menawarkan pengalaman kabin yang lebih premium.

ADAS dan Kamera 540 Derajat

Untuk mendukung pengemudi, LEPAS membekali L8 PHEV dengan 16 Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Fitur tersebut bekerja membantu memantau lingkungan sekitar kendaraan dan memberikan peringatan ketika mendeteksi potensi risiko tertentu.

Perlindungan penumpang diperkuat delapan airbags, sedangkan kamera 540 derajat membantu pengemudi ketika bermanuver di ruang terbatas.

Urusan parkir juga dibuat lebih praktis melalui Automatic Parking Assist (APA) dan Remote Parking Assist (RPA).

Jadi Sumber Listrik di Luar Rumah

Menariknya, kemampuan elektrifikasi L8 PHEV tidak berhenti pada sistem penggerak. Melalui Vehicle-to-Load (V2L) hingga 6,6 kW, energi dari kendaraan dapat dimanfaatkan untuk mengoperasikan perangkat listrik ketika berada di luar rumah.

Fitur tersebut dapat berguna ketika piknik, berkemah atau melakukan aktivitas keluarga di area yang minim akses listrik.

Kemampuan melewati genangan hingga 600 mm juga memberikan tambahan fleksibilitas, meski pengguna tetap perlu menyesuaikan perjalanan dengan kondisi jalan dan batas keamanan kendaraan.

Untuk memberikan rasa tenang setelah pembelian, LEPAS menawarkan garansi kendaraan enam tahun/150.000 km, garansi baterai, motor dan controller delapan tahun/160.000 km, servis gratis empat tahun/60.000 km serta garansi mesin hingga 10 tahun/1.000.000 km.

Dengan kombinasi jarak listrik 100 km, combined range lebih dari 1.300 km, fitur kenyamanan dan teknologi bantuan berkendara, LEPAS L8 PHEV menawarkan pendekatan PHEV yang cukup lengkap: irit untuk rutinitas, tetapi tetap siap ketika perjalanan mendadak menjadi jauh.

Mitsubishi Raih 3.212 SPK di GIIAS 2026, New Xforce HEV Banyak Peminat

Mitsubishi Motors menutup GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan catatan positif. PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) berhasil mengumpulkan 3.212 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sepanjang pameran yang digelar di ICE BSD City, Tangerang ini.

Capaian ini bahkan melampaui target penjualan yang ditetapkan MMKSI untuk GIIAS tahun ini. Meski begitu, ada hal yang menarik, yakni semakin lengkapnya pilihan Mitsubishi Motors untuk konsumen Indonesia.

Mulai dari kendaraan keluarga hingga SUV dan teknologi elektrifikasi, portofolio Mitsubishi kini memasuki fase baru. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Mitsubishi New Xforce HEV, kendaraan elektrifikasi pertama Mitsubishi Motors di Indonesia.

Tidak hanya mencatat respons positif selama GIIAS, New Xforce berhasil membukukan lebih dari 1.000 unit penjualan secara nasional. Angka ini dicapai sejak SUV urban ini diperkenalkan pada 16 Juli hingga penutupan GIIAS pada 9 Agustus 2026 lalu.

New Xforce HEV Buka Babak Elektrifikasi

New Xforce HEV menjadi pusat perhatian Mitsubishi di GIIAS 2026. Mengusung konsep “Elevated Urban SUV”, model ini dirancang untuk kebutuhan konsumen perkotaan yang membutuhkan kendaraan nyaman, praktis sekaligus efisien.

Teknologi HEV generasi kedua Mitsubishi Motors dengan konsep “Elevated by Electric” membuat karakter berkendara New Xforce HEV terasa berbeda. Motor listrik mengambil peran penting dalam menghasilkan respons yang lebih halus, senyap dan responsif, sementara sistem hybrid tetap menawarkan fleksibilitas penggunaan seperti kendaraan bermesin pembakaran internal.

Kemampuan tersebut juga diperlihatkan melalui Single Tank Challenge bersama pembalap Rifat Sungkar. Dalam pengujian tersebut, New Xforce HEV berhasil menempuh perjalanan lebih dari 1.000 kilometer dari Jakarta menuju Bali dalam satu tangki bahan bakar.

Bagi Mitsubishi, pencapaian itu menjadi pembuktian bahwa teknologi hybrid bukan sekadar tren, tetapi dapat memberikan manfaat nyata untuk kebutuhan perjalanan sehari-hari maupun jarak jauh.

Destinator Tetap Jadi Andalan SUV Keluarga

Di sisi lain, Mitsubishi Destinator terus memperkuat posisinya sebagai SUV keluarga premium. Memasuki tahun kedua sejak diperkenalkan di Indonesia pada 2025, model ini tetap menjadi bagian penting dari portofolio Mitsubishi di pasar domestik.

Destinator menawarkan kombinasi ruang kabin, kenyamanan, performa dan karakter SUV yang menjadi salah satu kekuatan Mitsubishi. Model ini juga diproduksi di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus ekspor.

Kehadiran Destinator bersama New Xforce HEV menunjukkan strategi Mitsubishi yang tidak hanya mengandalkan satu jenis kendaraan. Konsumen diberikan pilihan berdasarkan kebutuhan, mulai dari SUV keluarga hingga SUV urban dengan teknologi hybrid.

Bukan Sekadar Mengejar SPK

Selama GIIAS 2026, MMKSI membawa 16 unit display dan enam kendaraan test drive. Aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melihat sekaligus merasakan langsung berbagai produk Mitsubishi.

Bagi MMKSI, GIIAS menjadi ruang penting untuk membangun interaksi dengan konsumen, komunitas dan media, bukan hanya mengejar transaksi.

Dengan 3.212 SPK, lebih dari 1.000 unit penjualan New Xforce sejak peluncuran, serta kehadiran teknologi HEV untuk pertama kalinya, GIIAS 2026 menjadi momentum penting bagi Mitsubishi Motors.

 

GIIAS 2026 Ditutup dengan 496 Ribu Pengunjung, 37 Mobil Baru Jadi Magnet Utama

GIIAS 2026 Ditutup dengan 496 Ribu Pengunjung, 37 Mobil Baru Jadi Magnet Utama

GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 resmi berakhir pada Minggu, (9/8). Selama 11 hari penyelenggaraan di ICE BSD City, pameran otomotif terbesar di Indonesia ini mampu memperlihatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap perkembangan industri otomotif.

Data GAIKINDO menunjukkan, 496.378 pengunjung datang langsung ke GIIAS 2026. Menariknya, rata-rata pengunjung menghabiskan waktu sekitar lima jam untuk menjelajahi seluruh area pameran.

Angka tersebut menjadi salah satu indikator bahwa GIIAS semakin berkembang sebagai destinasi otomotif, bukan sekadar tempat melihat kendaraan baru. Kehadiran puluhan merek, peluncuran produk terbaru hingga berbagai aktivitas interaktif membuat pengunjung memiliki keinginan berlama-lama di area pameran.

Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, menyebut peningkatan waktu kunjungan menjadi salah satu catatan menarik pada GIIAS tahun ini.

Faktor utamanya adalah semakin banyaknya pilihan merek serta hadirnya 37 kendaraan baru yang diperkenalkan selama pameran.

65 Merek dan 37 Kendaraan Baru

GIIAS 2026 menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar dengan kehadiran lebih dari 65 merek otomotif dunia. Jumlah tersebut terdiri atas 43 merek kendaraan penumpang, tujuh merek kendaraan niaga, 13 merek sepeda motor dan lima perusahaan karoseri.

Tidak berhenti di kendaraan, lebih dari 150 merek industri pendukung juga ikut meramaikan pameran.

Bagi konsumen, komposisi tersebut membuat GIIAS 2026 menjadi salah satu momentum paling menarik untuk melihat arah perkembangan kendaraan di Indonesia. Mobil listrik, hybrid, plug-in hybrid, SUV, MPV hingga kendaraan konvensional hadir bersamaan dengan berbagai teknologi keselamatan dan konektivitas terbaru.

Namun, daya tarik kendaraan baru tidak hanya terlihat dari keramaian booth.

Test Drive Naik 30 Persen

Salah satu indikator paling menarik justru datang dari area test drive. Sepanjang pameran, GIIAS 2026 mencatat lebih dari 26.000 trip test drive, meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka tersebut memperlihatkan perubahan perilaku konsumen. Pengunjung tidak lagi puas hanya melihat desain atau membaca spesifikasi kendaraan. Mereka semakin ingin merasakan langsung performa, kenyamanan, fitur dan teknologi yang ditawarkan.

Bagi industri otomotif, aktivitas test drive juga memiliki arti penting karena menjadi salah satu tahap ketika calon konsumen mulai membandingkan kendaraan sebelum mengambil keputusan pembelian.

Dengan hampir setengah juta pengunjung dan puluhan produk baru, GIIAS 2026 akhirnya meninggalkan catatan positif bagi industri otomotif nasional.

GIIAS Berlanjut ke Empat Kota

Berakhirnya GIIAS di BSD City bukan berarti rangkaian pameran selesai. GAIKINDO masih akan membawa GIIAS The Series 2026 ke sejumlah kota.

GIIAS Surabaya akan berlangsung pada 26–30 Agustus 2026, dilanjutkan GIIAS Bandung pada 9–13 September, GIIAS Semarang pada 30 September–4 Oktober, dan GIIAS Makassar pada 28 Oktober–1 November 2026.

Menariknya, GAIKINDO juga menyiapkan kota baru untuk awal 2027. GIIAS Bali dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Januari 2027 di The Meru Sanur.

Dengan catatan 496.378 pengunjung, 37 kendaraan baru dan lebih dari 26.000 aktivitas test drive, GIIAS 2026 membuktikan bahwa rasa penasaran masyarakat terhadap mobil baru dan teknologi otomotif masih sangat tinggi.

Bagi industri, angka tersebut menjadi sinyal penting bahwa pameran otomotif tetap memiliki peran besar dalam mempertemukan produk baru dengan calon konsumen sekaligus menjaga denyut pasar kendaraan bermotor Indonesia.

JETOUR Sabet Tiga Penghargaan Lewat T2 i-DM dan T1 i-DM

JETOUR menutup keikutsertaannya di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan torehan positif. Dua model andalannya, JETOUR T2 i-DM dan JETOUR T1 i-DM, sukses meraih tiga penghargaan sekaligus.

JETOUR T2 i-DM meraih predikat New Launch SUV pilihan media sekaligus Most Driven Hybrid Passenger Car. Sementara JETOUR T1 i-DM berkelir ungu yang tampil dengan konsep modifikasi menyabet penghargaan Special Exhibit Car.

Tiga penghargaan ini membuktikan bahwa SUV JETOUR mulai mendapat perhatian masyarakat. Tidak hanya dari sisi desain, namun juga teknologi elektrifikasi dan karakter petualangannya.

Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menilai apresiasi ini suatu validasi terhadap strategi JETOUR terhadap selera konsumen Indonesia.

“Pengakuan yang diberikan kepada JETOUR T2 i-DM dan JETOUR T1 i-DM ini menjadi validasi bahwa kombinasi desain, teknologi i-DM, serta karakter adventure yang kami tawarkan mampu menarik perhatian dan mendapatkan apresiasi dari media maupun pengunjung GIIAS,” ujarnya.

T2 i-DM Banyak Diuji Pengunjung

Dua penghargaan yang diraih JETOUR T2 i-DM menjadi sorotan tersendiri. SUV Adventure PHEV ini menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik melalui teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM).

Kehadiran T2 i-DM juga memperpanjang kiprah keluarga JETOUR T2 di pasar global. Hingga Mei 2026, keluarga JETOUR T-Series telah mencatat penjualan kumulatif lebih dari 700.000 unit. Sementara T2 sendiri diklaim telah menembus penjualan lebih dari 500.000 unit secara global dalam waktu 33 bulan.

Di Indonesia, T2 i-DM ditawarkan dalam lima pilihan warna, yakni Khaki White, Carbon Crystal Black, Aviation Silver, Highway Gray, dan Electroplated Green. Dua warna terakhir menjadi pilihan eksklusif yang memperkuat kesan modern dan premium.

Dengan teknologi plug-in hybrid serta karakter SUV yang kuat, JETOUR T2 i-DM dipasarkan dengan harga Rp688 juta OTR Jakarta.

T1 i-DM Tampil Personal

JETOUR T1 i-DM justru mengambil perhatian melalui pendekatan yang lebih personal. Unit warna ungu dengan paduan aksesoris luar ruang hingga Venom V3N membuat tampilannya jauh lebih agresif.

Konsep ini membuat T1 i-DM tidak sekadar menjadi kendaraan perkotaan semata. Aura SUV Urban Adventure ini dapat pula disesuaikan dengan karakter dan aktivitas pemiliknya.

Selama GIIAS 2026, JETOUR menawarkan T1 dengan harga eksklusif Rp388 juta OTR Jakarta, sedangkan T1 i-DM dipasarkan Rp538 juta OTR Jakarta.

Bagi JETOUR, penghargaan ini bukan sekadar pencapaian di pameran, tetapi modal untuk melanjutkan ekspansi dan memperkuat identitasnya sebagai merek SUV yang menawarkan pengalaman berkendara lebih dari sekadar mobilitas harian.

Mobil Baru Irit BBM Bikin Penasaran, Suzuki XL7 Hybrid Bisa Diandalkan

Di tengah membanjirnya kendaraan listrik dan hybrid, urusan efisiensi bahan bakar tetap menjadi pertimbangan penting bagi konsumen Indonesia. Terlebih harga bahan bakar fosil yang makin melambung, membuat konsumen harus pandai memilih mobil harian yang sesuai.

Salah satu mobil yang mencuri perhatian justru datang dari segmen SUV keluarga, yakni Suzuki New XL7 Hybrid. Model terbaru ini menawarkan kombinasi kapasitas tiga baris, karakter SUV, teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS), serta harga di rentang realistis untuk keluarga Indonesia.

Suzuki memasarkan New XL7 Hybrid dengan rentang harga sekitar Rp274,3 juta hingga Rp329 juta OTR Jakarta, tergantung varian. Model ini hadir sebagai salah satu pilihan menarik bagi konsumen yang ingin mobil keluarga dengan konsumsi bahan bakar lebih efisien tanpa harus beralih sepenuhnya ke mobil listrik.

XL7 Hybrid Bukan Sekedar Label Hybrid

Daya tarik XL7 Hybrid terletak pada pendekatan yang cukup sederhana. Teknologi SHVS bekerja membantu mesin bensin melalui Integrated Starter Generator (ISG), terutama ketika kendaraan membutuhkan tambahan tenaga dan saat proses start-stop.

Artinya, konsumen tetap mendapatkan karakter mobil konvensional yang mudah digunakan, tetapi dengan dukungan teknologi elektrifikasi untuk membantu efisiensi.

Posisinya menjadi menarik karena kebutuhan keluarga Indonesia tidak selalu identik dengan mobil listrik. Banyak konsumen masih membutuhkan kendaraan yang mudah digunakan untuk perjalanan dalam kota maupun luar kota, tanpa harus memikirkan pengisian baterai.

Pesaingnya Mulai Semakin Banyak

Pilihan mobil efisien di GIIAS 2026 semakin beragam. Mitsubishi New Xforce HEV, misalnya, hadir dengan mesin 1.6-liter dan motor listrik. Konsumsi bahan bakarnya diklaim mencapai 24,4 km/l, sementara MMKSI menargetkan total penjualan Xforce model ICE dan HEV mencapai sekitar 1.000 unit per bulan.

Di kelas berbeda, DFSK E5 Plus menawarkan teknologi PHEV dengan combined range hingga 1.400 kilometer. Model ini menjadi salah satu kejutan GIIAS 2026 dengan 380 SPK selama pameran, dari total 625 SPK DFSK. Angka tersebut sekaligus menunjukkan bahwa konsumen mulai terbuka terhadap PHEV.

Sementara itu, Toyota Veloz Hybrid EV tetap menjadi salah satu MPV hybrid yang relevan. Sebelum GIIAS 2026, model ini bahkan mencatat permintaan sekitar 800–1.000 unit per bulan menurut data Auto2000.

Hyundai juga mencatat Stargazer Cartenz dan Stargazer Cartenz X sebagai kontributor pemesanan tertinggi selama GIIAS 2026, meski rincian angka SPK per model belum dipublikasikan secara lengkap.

XL7 Hybrid Jadi Pilihan yang Lebih Masuk Akal?

Jika ukurannya bukan sekadar teknologi, tetapi kombinasi harga, kapasitas kabin, fleksibilitas perjalanan, efisiensi dan kemudahan penggunaan, Suzuki New XL7 Hybrid punya posisi yang kuat.

Konsumen tidak harus membayar mahal untuk mendapatkan teknologi elektrifikasi. Tidak perlu pula mengubah kebiasaan berkendara secara drastis.

Itulah yang membuat XL7 Hybrid menarik. Ketika pilihan mobil irit semakin banyak, konsumen justru memiliki persoalan baru: memilih teknologi yang paling sesuai kebutuhan.

Dan untuk keluarga yang membutuhkan mobil tujuh penumpang, efisien digunakan setiap hari, tetapi tetap siap diajak perjalanan jauh, Suzuki New XL7 Hybrid menjadi salah satu pilihan yang paling rasional.

DFSK E5 Plus Jadi Magnet GIIAS 2026, Raih 380 SPK!

DFSK E5 Plus Jadi Magnet GIIAS 2026, PHEV Mulai Dilirik Konsumen Indonesia

DFSK E5 Plus menjadi salah satu magnet perhatian pengunjung GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Bukan hanya ramai dilihat, SUV plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) ini juga menjadi model yang paling banyak dicoba pengunjung melalui fasilitas test drive DFSK.

Hingga menjelang penutupan GIIAS 2026 di ICE BSD City, PT Sokonindo Automobile mencatat lebih dari 10.000 pengunjung menyambangi booth DFSK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 625 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) berhasil dikumpulkan.

DFSK E5 Plus menyumbang 380 SPK, disusul SERES E1 sebanyak 125 SPK dan Gelora E dengan 120 SPK. Namun, daya tarik E5 Plus terlihat lebih jelas dari aktivitas test drive.

Sepanjang pameran, DFSK mencatat lebih dari 700 aktivitas test drive. Menariknya, 427 di antaranya menggunakan E5 Plus. Artinya, lebih dari separuh pengunjung yang mencoba kendaraan DFSK memilih merasakan langsung SUV PHEV tersebut.

Angka ini memperlihatkan bahwa ketertarikan terhadap E5 Plus tidak berhenti pada desain atau tampilan di booth. Konsumen mulai ingin mengetahui seperti apa sensasi berkendara kendaraan PHEV sekaligus memahami teknologi elektrifikasi yang ditawarkannya.

“Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat kendaraan, tetapi juga ingin mencoba dan merasakan langsung teknologi PHEV yang kami hadirkan,” ujar Cing Hok Rifin, Director Sales Center PT Sokonindo Automobile.

PHEV Jadi Jalan Tengah Kendaraan Elektrifikasi

DFSK E5 Plus hadir sebagai SUV PHEV pertama DFSK di Indonesia yang menyasar segmen premium passenger vehicle. Model ini mengandalkan teknologi Smart Power System DE-i yang mengombinasikan motor listrik dengan mesin pembakaran internal.

Salah satu daya tarik utamanya adalah klaim combined range hingga 1.400 kilometer. Karakter tersebut menjadi nilai penting bagi konsumen yang ingin mendapatkan pengalaman berkendara elektrifikasi, tetapi masih membutuhkan fleksibilitas saat melakukan perjalanan jauh.

Kehadiran E5 Plus sekaligus menunjukkan bahwa pilihan kendaraan elektrifikasi di Indonesia mulai bergerak lebih beragam. Konsumen tidak lagi hanya dihadapkan pada pilihan mesin bensin atau mobil listrik murni, tetapi juga teknologi PHEV yang menawarkan karakter berbeda.

Meski demikian, DFSK menyadari penerimaan PHEV membutuhkan proses. Teknologi ini masih relatif baru bagi sebagian konsumen Indonesia sehingga pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman pasar.

Diproduksi Lokal di Cikande

Menariknya, DFSK E5 Plus bukan sekadar produk elektrifikasi yang dipasarkan di Indonesia. SUV ini diproduksi secara massal di fasilitas manufaktur DFSK di Cikande, Banten, yang telah menerapkan standar Industry 4.0.

Produksi lokal tersebut memperkuat posisi DFSK dalam membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi di Tanah Air. Dengan basis manufaktur domestik, E5 Plus sekaligus menjadi bagian dari langkah DFSK mengikuti perubahan kebutuhan pasar otomotif Indonesia.

GIIAS 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar panggung peluncuran dan pameran bagi E5 Plus. Tingginya angka test drive menunjukkan satu hal: konsumen Indonesia mulai membuka ruang lebih besar untuk teknologi PHEV, dan DFSK E5 Plus berhasil mencuri perhatian di momentum tersebut.

Test Drive Mitsubishi New Xforce HEV, Berikan Kenyamanan Lebih Adaptif

Seiring berjalannya waktu, sebuah Sport Utility Vehicle (SUV) dituntut untuk terus mengakomodir kebutuhan penggunanya. Tak hanya harus praktis dikendarai, namun juga bisa menyuguhkan kualitas pengalaman berkendara. Mitsubishi menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan New Xforce HEV, yang menggunakan Hybrid Electric Vehicle generasi kedua Mitsubishi Motors.

Mitsubishi New Xforce HEV menjadi kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV) pertama Mitsubishi di Indonesia. New Xforce HEV yang diproduksi di PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) ini, sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor kendaraan HEV, untuk pasar domestik maupun global.

Di sela-sela ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, kami berkesempatan untuk kembali merasakan lebih dalam Mitsubishi New Xforce HEV. SUV ini merupakan cerminan komitmen PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) dalam mendengarkan pelanggan, dan menghadirkan pengembangan yang relevan dengan kebutuhan mereka.

Diferensiasi Teknologi dan Visual

Mitsubishi New Xforce HEV menghadirkan efisiensi, kenyamanan, dan performa yang lebih adaptif untuk kebutuhan mobilitas masa kini. Bahkan MMKSI menawarkan Premium Package yang berisikan penambahan fitur Dynamic Sound Yamaha Premium, power tailgate, power driver seat, smartphone wireless charger, ambient lighting, TPMS, dan sebagainya.

Selain teknologi elektrifikasi, New Xforce juga dilengkapi dengan berbagai fitur keselamatan dan bantuan berkendara. Sistem keselamatan aktif Mitsubishi Motors melalui fitur seperti Forward Collision Mitigation (FCM), Adaptive Cruise Control (ACC) with low-speed follow, Automatic High Beam (AHB), Leading Car Departure Notification (LCDN), Blind Spot Warning (BSW), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Lane Change Assist (LCA), dan Multi Around Monitor (MAM).

New Xforce HEV memiliki identitas visual yang spesial Mulai dari 18-inch Unique HEV Wheel Design, Hybrid EV badge pada sisi kendaraan, HEV badge pada bagian depan dan belakang, front grille accent, rear combination lamp dengan aksen smoke, frameless panoramic roof, serta electric shifter. Dengan demikian, New Xforce HEV tidak hanya menawarkan diferensiasi teknologi dan visual.

Tujuh Mode Berkendara

Berbeda dari pendekatan hybrid yang lazimnya berfokus pada efisiensi bahan bakar saja, sistem HEV pada New Xforce dikembangkan untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih optimal. Teknologi ini tidak hanya bekerja untuk menekan konsumsi bahan bakar, tetapi juga menghadirkan karakter berkendara yang lebih halus, senyap, responsif dalam penggunaan nyata sehari-hari.

Mitsubishi New Xforce HEV mengusung mesin bensin empat silinder 4A92 DOHC MIVEC 1.6 liter yang dipadukan dengan motor listrik. Mesin bensinnya memiliki output 107 PS dan torsi 134 Nm, sedangkan motor listriknya bertenaga 116 PS dan torsi 255 Nm. Tersedia tujuh mode berkendara (Drive Mode), yaitu Normal, Wet, Gravel, Mud, serta tiga mode terbaru: Tarmac, EV Priority, dan Charge. 

Karakter EV dengan akselerasi linear menjadi salah satu nilai utama. Sebab output tersalur secara lebih natural dan mudah dikontrol. Motor listrik berperan sebagai penggerak utama dalam banyak kondisi berkendara, terutama saat mulai berjalan, melaju di kecepatan rendah, maupun di lalu lintas perkotaan.

Tidak Perlu Penyesuaian Kompleks

Di saat yang bersamaan, mesin bensin tetap bekerja secara cerdas untuk mendukung performa, maupun mengisi daya baterai. Bahkan mampu bekerja bersama motor listrik, saat kendaraan membutuhkan output lebih besar, seperti saat menanjak, menyusul kendaraan, atau melaju di kecepatan tinggi.

Sistem HEV bekerja secara otomatis dengan terus menganalisis kondisi jalan, kecepatan kendaraan, beban berkendara, serta daya baterai. Dengan cara ini, pengemudi tidak perlu melakukan penyesuaian kompleks. Sebab kendaraan akan mengatur sumber tenaga terbaik, guna menjaga keseimbangan antara efisiensi, kenyamanan, dan respons berkendara.

Dalam kondisi perkotaan atau saat lalu lintas padat, motor listrik dapat lebih dominan menggerakkan kendaraan. Sedangkan mesin bensin akan aktif secara otomatis, untuk mengisi baterai. Pada kondisi jalan menurun atau saat deselerasi, motor listrik berfungsi sebagai generator. Dengan mengubah energi pengereman menjadi energi listrik untuk disimpan kembali ke baterai.

Bisa Tembus Lebih 1.000 Km

Sedangkan saat menanjak atau membutuhkan akselerasi tambahan, mesin dan motor listrik dapat bekerja bersama. Guna menghasilkan tenaga yang lebih kuat dan responsif. Keunggulan penting dari sistem HEV generasi kedua ini, terletak pada kemampuannya menghadirkan Long EV Drive. Dengan penggunaan tenaga listrik yang lebih panjang dalam kondisi tertentu.

Dengan penggunaan motor listrik yang lebih dominan, kendaraan mampu menghadirkan perjalanan yang lebih senyap, minim getaran, dan lebih nyaman. Bagi konsumen, manfaat ini dapat dirasakan secara langsung, melalui kabin yang lebih tenang dan respons pedal gas yang halus.

Efisiensi bahan bakar juga menjadi faktor unggulan dari Mitsubishi New Xforce HEV. Dengan kapasitas tangki bahan bakar 42 liter, kendaraan ini mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer, dalam satu kali pengisian penuh. Peningkatan rasa berkendara yang kami rasakan lainnya ialah pada aspek peredaman guncangan. Kini terasa jauh lebih optimal dan nyaman, tanpa kompromi dengan pengendalian.

Semua keunggulan yang dimiliki Mitsubishi New Xforce HEV tadi dapat ditebus dengan harga Rp 445 juta (OTR Jabodetabek). Anda juga dapat memilih opsi Premium Package, tentu dengan biaya tambahan. SUV ini hadir dengan berbagai pilihan warna single tone maupun two-tone. Pilihan warna singletone mulai dari warna White Pearl, Blade Silver, Graphite Gray, dan Jet Black Mica. Sedangkan pilihan warna two-tone, tersedia hanya pada varian Premium. Dengan pilihan warna Energetic Yellow, White Pearl, Red, dan Blade Silver.

Pilihan LMPV di GIIAS 2026, Suzuki New XL7 Layak Dilirik

GIIAS 2026 bukan hanya menjadi panggung bagi mobil-mobil baru dengan teknologi terkini. Bagi pecinta keluarga, pameran otomotif terbesar ini juga menjadi kesempatan untuk melirik mobil yang menawarkan satu kebutuhan penting: kabin luas dan nyaman untuk perjalanan bersama keluarga.

Di kelas kendaraan tujuh penumpang, pilihan semakin beragam. Mulai dari Low MPV hingga SUV keluarga, konsumen dapat menemukan sejumlah model yang menawarkan konfigurasi kabin lapang, fleksibilitas tempat duduk, serta ruang bagasi yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah satu model yang menarik perhatian adalah Suzuki New XL7 Hybrid. Mobil ini menawarkan karakter SUV dengan konfigurasi tiga baris yang tetap mengutamakan kepraktisan. Posisi duduk yang cukup tinggi memberikan visibilitas baik bagi pengemudi, sementara konfigurasi bangku memungkinkan kabin disesuaikan ketika membawa penumpang maupun barang.

Menariknya, teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) menjadi nilai tambah bagi konsumen yang menginginkan mobil keluarga dengan teknologi elektrifikasi tanpa harus beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik.

Dari sisi harga, Suzuki Indonesia mencantumkan New XL7 Alpha AT Hybrid sebesar Rp315,3 juta OTR Jakarta. Varian tertingginya, New XL7 Alpha AT Kuro Two Tone, berada di Rp321,3 juta. Sementara pilihan paling terjangkau New XL7 Hybrid adalah Beta MT dengan harga Rp292,9 juta. Harga tersebut merupakan daftar resmi Suzuki Indonesia per Juli 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Ragam Pilihan Model 7-seater

Meski begitu, Suzuki XL7 bukan satu-satunya pilihan. Beberapa brand raksasa besar juga memiliki line up 7-penumpang yang menarik. Salah satunya adalah Mitsubishi. Mitsubishi Xpander tetap menjadi salah satu alternatif kuat bagi keluarga yang mengutamakan kenyamanan penumpang. Karakter MPV-nya terasa dari pengaturan kabin yang praktis, akses keluar-masuk yang mudah, serta ruang penumpang yang dirancang untuk perjalanan keluarga. Harga Xpander saat ini berada di kisaran Rp274,5 juta hingga Rp348 juta OTR Jakarta, tergantung varian.

Pilihan lain datang dari Hyundai Stargazer Cartenz. Model ini menawarkan format MPV dengan kabin yang fleksibel dan pilihan captain seat pada varian tertentu. Di GIIAS 2026, harga Stargazer Cartenz dipatok mulai Rp241,4 juta untuk varian Trend MT, sementara varian Prime HSS mencapai Rp318 juta.

Sementara itu, Toyota Veloz menjadi opsi bagi keluarga yang menginginkan perpaduan desain modern, kabin tujuh penumpang, dan fitur kenyamanan yang cukup lengkap. Kehadiran Veloz Hybrid EV juga menambah pilihan bagi konsumen yang mulai mempertimbangkan kendaraan elektrifikasi. Toyota bahkan menawarkan program khusus selama GIIAS 2026 untuk pembelian Veloz Hybrid EV.

Pada akhirnya, pilihan mobil keluarga tidak semata ditentukan oleh ukuran bodi. Kenyamanan baris kedua, akses ke baris ketiga, fleksibilitas bagasi, hingga biaya kepemilikan menjadi pertimbangan penting.

Dalam persaingan ini, Suzuki New XL7 Hybrid serius dalam menawarkan paket yang menarik: kabin tujuh penumpang, fitur premium, teknologi hybrid, dan harga yang masih kompetitif. Bagi Anda yang membutuhkan satu mobil untuk aktivitas harian sekaligus perjalanan luar kota, Suzuki New XL7 Hybrid rasanya pantas masuk daftar pilihan.

Coba Langsung Deepal S05 dan Nevo Q05 di GIIAS 2026, Puas!

Angka spesifikasi dan daftar fitur memang bisa menjadi pertimbangan ketika seseorang memilih mobil baru. Namun, untuk mengetahui bagaimana karakter sebuah kendaraan sebenarnya, pengalaman di balik kemudi tetap menjadi bagian yang sulit digantikan.

Hal tersebut yang coba ditawarkan Changan melalui area test drive GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Dua model terbaru mereka, Changan Deepal S05 dan Changan Nevo Q05, dapat langsung dicoba pengunjung untuk merasakan karakter berkendara, kenyamanan kabin hingga teknologi yang ditawarkan.

Menariknya, respons yang muncul tidak hanya datang dari calon konsumen yang penasaran dengan merek Changan. Sejumlah pengunjung memberikan penilaian positif setelah merasakan langsung kedua SUV tersebut.

Salah satunya Kevin Prasetyo yang menjajal Deepal S05. Menurutnya, mobil tersebut memberikan pengalaman berkendara yang nyaman, sekaligus menawarkan sejumlah detail yang membuatnya berbeda.

“Ini mobil bagus banget. Dari sound system-nya, suaranya, pintu frameless-nya, terus handling-nya bagus. Remnya juga bagus,” ujar Kevin.

Kesan serupa datang dari Dina. Setelah berada di balik kemudi Deepal S05, ia justru menyoroti kombinasi desain dan fitur yang menurutnya menjadi daya tarik utama.

“Mobilnya mewah banget. Mobilnya juga enak. Yang paling saya suka setelah test drive adalah fitur-fiturnya. Buat saya, fitur-fiturnya benar-benar stand out dibanding mobil lain yang pernah saya coba sebelumnya,” ujar Dina.

Apa yang dirasakan pengunjung tersebut memang menjadi bagian dari karakter Deepal S05. SUV ini menggunakan teknologi Range Extender Electric Vehicle (REEV) yang menawarkan sensasi berkendara seperti kendaraan listrik, dengan respons akselerasi dan karakter yang senyap.

Teknologi tersebut juga memberikan fleksibilitas ketika mobil digunakan untuk perjalanan lebih jauh. Changan menyebut Deepal S05 mampu memiliki daya jelajah lebih dari 1.100 kilometer.

Kenyamanan kabin menjadi bagian lain yang cukup diperhatikan. Deepal S05 dilengkapi Royal Comfort Seat, sementara akses berbagai fungsi kendaraan dapat dilakukan melalui layar 15,4 inci Sunflower Screen yang dilengkapi voice command berbahasa Indonesia.

Untuk aspek keselamatan, sistem All Around ADAS turut menjadi bagian dari perlengkapan Deepal S05. Namun, bukan hanya Deepal S05 yang mendapatkan respons positif di area test drive. Changan Nevo Q05, yang juga diperkenalkan di GIIAS 2026, mendapat penilaian serupa dari pengunjung.

Valeria, salah satu peserta test drive, mengaku terkesan dengan karakter suspensi dan kenyamanan Nevo Q05.

“Feel-nya nyaman banget. Suspensinya juga oke. Dia empuk, jadi nggak kerasa kalau di jalan banyak rintangan,” ujarnya.

Pengalaman berkendara tersebut juga dirasakan Syarif. Ia menilai posisi duduk dan karakter berkendara Nevo Q05 memberikan pengalaman yang nyaman.

“Saya merasa duduk di Changan Nevo Q05 itu benar-benar enak. Lebih empuk, feel berkendara juga dapat, experience berkendaranya juga dapat, terus fiturnya banyak banget,” kata Syarif.

Di balik kenyamanan tersebut, Nevo Q05 menawarkan dimensi kabin yang menjadi salah satu keunggulannya. Changan menyebut model ini memiliki wheelbase terpanjang di kelasnya, efisiensi pemanfaatan ruang hingga 86,6 persen, serta 27 ruang penyimpanan.

Bagasinya juga dirancang fleksibel untuk mendukung kebutuhan pengguna sehari-hari.

Sementara untuk teknologi, Nevo Q05 dilengkapi Voice Control without Wakeup dengan Bahasa Indonesia, Apple CarPlay, Android Auto serta 25 fungsi Intelligent Driving & Active Safety Assistance.

Pada akhirnya, sesi test drive menjadi kesempatan bagi Changan untuk membiarkan produknya berbicara melalui pengalaman langsung. Deepal S05 menawarkan karakter elektrifikasi melalui teknologi REEV, sementara Nevo Q05 mencoba menarik perhatian lewat kabin lega, kenyamanan dan teknologi pintar.

Keduanya dapat dirasakan langsung pengunjung hingga 9 Agustus 2026 di area test drive GIIAS 2026. Bagi calon konsumen yang masih melihat-lihat SUV baru, pengalaman berada di balik kemudi tentu bisa memberikan gambaran yang jauh lebih nyata dibanding sekadar membaca brosur.

Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE Tampil di GIIAS 2026

Nissan mencoba menawarkan sudut pandang berbeda terhadap SUV elektrifikasi di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Tidak hanya menonjolkan teknologi, Nissan juga membawa konsep Family Adventure melalui X-Trail e-POWER with e-4ORCE.

Konsep tersebut terlihat dari display X-Trail yang dipadukan dengan tenda camping di booth Nissan. Pesannya cukup jelas, SUV elektrifikasi tidak harus identik dengan penggunaan di perkotaan. Dengan kombinasi teknologi e-POWER dan sistem penggerak seluruh roda e-4ORCE, X-Trail juga disiapkan untuk menemani perjalanan keluarga yang lebih jauh hingga aktivitas luar ruang.

PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) menghadirkan model ini di GIIAS 2026 yang berlangsung 30 Juli hingga 9 Agustus di ICE BSD City, Tangerang. Kehadiran X-Trail e-POWER with e-4ORCE sekaligus menjadi bagian dari strategi Nissan memperkuat produk elektrifikasinya di pasar Indonesia.

Yang menarik, sistem e-POWER memiliki karakter berbeda dibandingkan hybrid konvensional. Mesin bensin 1,5 liter turbo pada X-Trail tidak digunakan untuk menggerakkan roda secara langsung. Mesin tersebut berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan listrik yang kemudian digunakan motor listrik sebagai penggerak kendaraan.

Karakter berkendaranya pun dibuat mendekati mobil listrik. X-Trail e-POWER with e-4ORCE menggunakan dua motor listrik, masing-masing berada di bagian depan dan belakang.

Motor listrik depan menghasilkan tenaga 203 PS, sedangkan motor belakang memiliki output 135 PS. Kombinasi tersebut membuat X-Trail mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu 7,2 detik.

Namun, bukan hanya angka performa yang menjadi perhatian. Sistem e-4ORCE menjadi salah satu pembeda utama SUV ini.

Teknologi AWD elektrik tersebut mengatur distribusi tenaga ke roda depan dan belakang secara presisi. Sistem juga dapat mengoptimalkan pengereman pada masing-masing roda untuk membantu menjaga stabilitas kendaraan ketika melewati berbagai kondisi jalan.

Pengemudi dapat memilih lima mode berkendara, yakni Eco, Auto, Sport, Snow dan Off-Road. Pilihan tersebut memberikan fleksibilitas ketika X-Trail digunakan mulai dari perjalanan dalam kota hingga medan yang membutuhkan traksi lebih baik.

Nissan juga membekali X-Trail dengan e-PEDAL 2.0. Teknologi ini memungkinkan pengemudi mengatur akselerasi sekaligus perlambatan kendaraan melalui pedal akselerator. Karakter tersebut bisa terasa praktis ketika harus menghadapi lalu lintas perkotaan yang sering bergerak dan berhenti.

Sebagai SUV keluarga, kenyamanan kabin juga menjadi perhatian. X-Trail dibekali kursi Anti-Gravity, panoramic sunroof dan Tri-Zone Climate Control.

Sistem hiburan mengandalkan layar digital dengan konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto. Pengisian perangkat juga lebih praktis berkat wireless charging, sementara penumpang belakang mendapatkan port USB-A dan USB-C.

Ruang bagasi mencapai 575 liter. Kursi belakang juga dapat dilipat rata ketika pemilik membutuhkan ruang ekstra untuk membawa perlengkapan perjalanan.

Untuk aspek keselamatan, X-Trail e-POWER with e-4ORCE dilengkapi rangkaian teknologi Nissan Safety Shield. Di antaranya Forward Emergency Braking, Blind Spot Warning, Intelligent Cruise Control, Lane Departure Warning, Rear Cross Traffic Alert dan Hill Descent Control. Tak ketinggalan, Autonomous Emergency Braking siap mendeteksi pejalan kaki dan pesepeda.

Di Indonesia, X-Trail e-POWER with e-4ORCE dipasarkan dengan harga Rp795 juta OTR Jakarta. Nissan juga memberikan paket kepemilikan berupa gratis biaya perawatan selama empat tahun atau 50.000 km, garansi kendaraan tiga tahun atau 100.000 km, serta garansi baterai lithium-ion dan komponen e-POWER selama lima tahun atau 100.000 km.

 

Airlangga Hartarto Kepincut JETOUR T2 di GIIAS 2026

Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto ke ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 menjadi perhatian tersendiri di booth JETOUR.

Di sela kunjungannya pada Jumat (7/8/2026), Airlangga melihat lebih dekat sejumlah model yang dipamerkan JETOUR. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah JETOUR T2 i-DM, SUV plug-in hybrid terbaru yang baru diperkenalkan untuk pasar Indonesia.

Menariknya, perhatian Airlangga terhadap JETOUR T2 bukan sekadar karena model tersebut menjadi salah satu produk unggulan JETOUR. Ia mengaku sebelumnya pernah melihat SUV ini digunakan sebagai kendaraan resmi dalam penyelenggaraan KTT G20 di Afrika Selatan.

Fakta tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana JETOUR T2 telah mendapatkan tempat di sejumlah pasar internasional.

President Director PT JETOUR Sales Indonesia, Caroline Ling, menyebut kunjungan Airlangga menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi JETOUR untuk terus membawa produk berstandar global ke Indonesia.

” Kunjungan Bapak Airlangga Hartarto menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi JETOUR untuk terus menghadirkan produk berstandar global bagi konsumen Indonesia,” ujar Caroline.

JETOUR T2 sendiri bukan nama baru di pasar global. Berdasarkan data yang disampaikan JETOUR, model tersebut telah mencatat penjualan kumulatif lebih dari 500.000 unit dalam 33 bulan. Angka tersebut membuatnya menjadi salah satu model SUV dengan pertumbuhan tercepat di pasar internasional.

Penggunaannya juga tidak terbatas pada kendaraan sipil. JETOUR menyebut T2 telah digunakan sebagai kendaraan kepolisian di sejumlah negara, termasuk Angola dan Uni Emirat Arab, serta dipercaya dalam berbagai kegiatan internasional.

Kini, karakter T2 dibawa ke level berbeda melalui teknologi elektrifikasi. Di GIIAS 2026, JETOUR memperkenalkan T2 i-DM, SUV Adventure Plug-in Hybrid Electric Vehicle yang menggabungkan kemampuan berkendara di berbagai medan dengan sistem elektrifikasi.

JETOUR T2 i-DM ditawarkan dengan harga Rp688 juta OTR Jakarta. Di balik kap mesinnya terdapat mesin Hybrid Dedicated Engine ACTECO 1.5 TGDI generasi kelima yang bekerja bersama dua motor listrik, baterai CATL LFP berkapasitas 18,4 kWh dan transmisi 3 Speed Dedicated Hybrid Transmission (3DHT).

Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga gabungan 224 PS dan torsi maksimal 390 Nm. Dengan kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh, JETOUR mengklaim jarak tempuhnya bisa lebih dari 1.200 kilometer.

Untuk sebuah SUV yang membawa embel-embel adventure, kemampuan tersebut menjadi salah satu daya tarik utama. Apalagi T2 i-DM tidak hanya mengandalkan sistem hybrid, tetapi juga membawa sejumlah perangkat pendukung kenyamanan dan keselamatan.

Baterainya menggunakan CATL LFP dengan sertifikasi IP68. Sementara untuk keselamatan aktif tersedia 15 fitur ADAS Level 2 serta enam airbag.

Masuk ke kabin, JETOUR membekali T2 i-DM dengan layar sentuh berukuran 15,6 inci yang menggunakan Qualcomm Snapdragon 8155. Panel instrumen digital 10,25 inci, Wireless Apple CarPlay dan Android Auto, serta sistem audio Sony dengan 12 speaker turut menjadi bagian dari perlengkapannya.

Ada pula panoramic sunroof dan fitur Vehicle-to-Load (V2L) yang membuat mobil ini lebih fleksibel ketika digunakan untuk aktivitas luar ruang.

Kehadiran T2 i-DM menjadi bagian dari strategi JETOUR mengembangkan filosofi Travel+ di Indonesia. Konsep tersebut mencoba menempatkan SUV bukan sekadar sebagai alat transportasi, melainkan sebagai kendaraan yang dapat mengikuti beragam kebutuhan perjalanan dan gaya hidup.

 

Biaya Perawatan Mobil Suzuki Tetap Kompetitif, Begini Caranya!

Membeli mobil bukan hanya soal menyiapkan dana untuk harga kendaraan. Setelah mobil berada di garasi, pemilik juga harus memperhitungkan biaya servis berkala, penggantian suku cadang, konsumsi bahan bakar, hingga nilai jual kembali. Seluruh komponen tersebut menjadi bagian dari total cost of ownership atau biaya kepemilikan kendaraan yang sering kali menentukan apakah sebuah mobil benar-benar ekonomis dalam jangka panjang.

Di pasar otomotif Indonesia, Suzuki menjadi salah satu merek yang konsisten menawarkan biaya kepemilikan yang relatif terjangkau. Tidak hanya melalui efisiensi bahan bakar, tetapi juga lewat layanan purnajual yang mudah diakses serta biaya servis yang transparan.

Salah satu keunggulan Suzuki adalah keterbukaan informasi mengenai biaya perawatan mobil. Melalui situs resmi Suzuki Indonesia, konsumen dapat melihat estimasi biaya servis berkala sesuai model kendaraan yang dimiliki. Transparansi ini memudahkan pemilik dalam menyusun anggaran perawatan sejak awal tanpa khawatir muncul biaya tak terduga.

Nilai tambah lainnya datang dari program Suzuki Complete Care, yang masih menjadi salah satu layanan unggulan Suzuki Indonesia. Program ini memberikan keuntungan berupa servis berkala dan berbagai fasilitas purnajual untuk sejumlah model tertentu sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Kehadiran program tersebut membuat biaya perawatan pada masa awal kepemilikan menjadi lebih ringan.

Dari sisi komponen, Suzuki juga dikenal memiliki harga suku cadang yang kompetitif. Berbagai komponen fast moving seperti filter oli, oli mesin, busi, hingga kampas rem tersedia dengan harga yang relatif terjangkau. Selain itu, desain mesin Suzuki yang sederhana namun telah terbukti andal membuat biaya perawatan rutin tidak terlalu membebani pemilik kendaraan.

Keuntungan lainnya berasal dari jaringan layanan purnajual yang luas. Berdasarkan data resmi PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Suzuki telah memiliki ratusan jaringan dealer dan bengkel resmi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran jaringan ini memudahkan pemilik kendaraan mendapatkan layanan servis standar pabrikan serta penggunaan suku cadang asli yang membantu menjaga performa mobil tetap optimal.

Efisiensi bahan bakar juga menjadi faktor penting yang membuat biaya kepemilikan Suzuki tetap kompetitif. Model-model seperti Suzuki Fronx Hybrid, XL7 Hybrid, All New Ertiga Hybrid, hingga Grand Vitara telah mengadopsi teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS). Teknologi mild hybrid tersebut membantu meningkatkan efisiensi konsumsi BBM, terutama saat digunakan untuk mobilitas harian di perkotaan yang didominasi kondisi lalu lintas padat.

Tak kalah penting, nilai jual kembali Suzuki juga tergolong stabil. Sejumlah model seperti Carry, Ertiga, XL7, Baleno, hingga Jimny masih memiliki permintaan yang tinggi di pasar mobil bekas. Kondisi tersebut menjadi keuntungan bagi pemilik ketika ingin melakukan tukar tambah atau menjual kendaraan setelah beberapa tahun pemakaian.

Pada akhirnya, memilih mobil tidak cukup hanya mempertimbangkan desain atau fitur. Biaya servis yang jelas, harga suku cadang yang bersahabat, efisiensi bahan bakar, serta dukungan jaringan bengkel resmi merupakan faktor yang sangat menentukan besarnya pengeluaran selama masa penggunaan kendaraan. Dengan kombinasi tersebut, Suzuki tetap menjadi salah satu merek yang menawarkan biaya perawatan mobil kompetitif bagi konsumen Indonesia, baik untuk kebutuhan harian maupun kendaraan keluarga.