LEPAS L8 PHEV, 100 Km Full EV Dan Jarak Kombinasi 1.300 Km

Mobilitas harian kini semakin sulit dipisahkan dari kebutuhan akan efisiensi. Namun, ketika perjalanan berubah menjadi agenda luar kota, jarak tempuh dan fleksibilitas tetap menjadi pertimbangan utama. Di titik inilah LEPAS L8 PHEV mencoba menawarkan jalan tengah melalui kombinasi tenaga listrik dan mesin bensin.

Dibanderol Rp589 juta, LEPAS L8 PHEV membawa teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang memungkinkan kendaraan digunakan dengan tenaga listrik hingga 100 km untuk kebutuhan sehari-hari. Ketika perjalanan semakin jauh, mesin bensin mengambil peran sehingga pengguna tidak sepenuhnya bergantung pada pengisian daya.

LEPAS mengklaim combined range L8 PHEV mencapai lebih dari 1.300 km. Angka tersebut membuat SUV ini menarik bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas perkotaan sekaligus perjalanan jarak jauh.

“LEPAS L8 PHEV kami hadirkan dengan fleksibilitas yang memungkinkan konsumen menikmati efisiensi tenaga listrik untuk keseharian, sekaligus memiliki keleluasaan melakukan perjalanan lebih jauh,” ujar Temmy Wiradjaja, Vice Country Director LEPAS Indonesia.

Bukan Sekadar Mengejar Jarak Tempuh

Kekuatan L8 PHEV tidak hanya berada pada angka jangkauan. LEPAS membangun kendaraan ini menggunakan LEX Platform dengan optimalisasi Noise, Vibration, and Harshness (NVH) untuk menciptakan kabin yang lebih senyap.

Kenyamanan juga menjadi bagian penting. Tersedia Massage Seat, 256-color Ambient Lighting, Air Conditioning Fragrance System dan perlindungan UV lebih dari 99 persen.

Kebutuhan penumpang selama perjalanan turut diperhatikan melalui berbagai ruang penyimpanan, delapan speaker Sony, Voice Assistant serta 50W wireless charger.

Dengan paket tersebut, L8 PHEV mencoba memosisikan diri sebagai kendaraan yang tidak hanya efisien, tetapi juga menawarkan pengalaman kabin yang lebih premium.

ADAS dan Kamera 540 Derajat

Untuk mendukung pengemudi, LEPAS membekali L8 PHEV dengan 16 Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Fitur tersebut bekerja membantu memantau lingkungan sekitar kendaraan dan memberikan peringatan ketika mendeteksi potensi risiko tertentu.

Perlindungan penumpang diperkuat delapan airbags, sedangkan kamera 540 derajat membantu pengemudi ketika bermanuver di ruang terbatas.

Urusan parkir juga dibuat lebih praktis melalui Automatic Parking Assist (APA) dan Remote Parking Assist (RPA).

Jadi Sumber Listrik di Luar Rumah

Menariknya, kemampuan elektrifikasi L8 PHEV tidak berhenti pada sistem penggerak. Melalui Vehicle-to-Load (V2L) hingga 6,6 kW, energi dari kendaraan dapat dimanfaatkan untuk mengoperasikan perangkat listrik ketika berada di luar rumah.

Fitur tersebut dapat berguna ketika piknik, berkemah atau melakukan aktivitas keluarga di area yang minim akses listrik.

Kemampuan melewati genangan hingga 600 mm juga memberikan tambahan fleksibilitas, meski pengguna tetap perlu menyesuaikan perjalanan dengan kondisi jalan dan batas keamanan kendaraan.

Untuk memberikan rasa tenang setelah pembelian, LEPAS menawarkan garansi kendaraan enam tahun/150.000 km, garansi baterai, motor dan controller delapan tahun/160.000 km, servis gratis empat tahun/60.000 km serta garansi mesin hingga 10 tahun/1.000.000 km.

Dengan kombinasi jarak listrik 100 km, combined range lebih dari 1.300 km, fitur kenyamanan dan teknologi bantuan berkendara, LEPAS L8 PHEV menawarkan pendekatan PHEV yang cukup lengkap: irit untuk rutinitas, tetapi tetap siap ketika perjalanan mendadak menjadi jauh.

Mitsubishi Raih 3.212 SPK di GIIAS 2026, New Xforce HEV Banyak Peminat

Mitsubishi Motors menutup GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan catatan positif. PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) berhasil mengumpulkan 3.212 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) sepanjang pameran yang digelar di ICE BSD City, Tangerang ini.

Capaian ini bahkan melampaui target penjualan yang ditetapkan MMKSI untuk GIIAS tahun ini. Meski begitu, ada hal yang menarik, yakni semakin lengkapnya pilihan Mitsubishi Motors untuk konsumen Indonesia.

Mulai dari kendaraan keluarga hingga SUV dan teknologi elektrifikasi, portofolio Mitsubishi kini memasuki fase baru. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Mitsubishi New Xforce HEV, kendaraan elektrifikasi pertama Mitsubishi Motors di Indonesia.

Tidak hanya mencatat respons positif selama GIIAS, New Xforce berhasil membukukan lebih dari 1.000 unit penjualan secara nasional. Angka ini dicapai sejak SUV urban ini diperkenalkan pada 16 Juli hingga penutupan GIIAS pada 9 Agustus 2026 lalu.

New Xforce HEV Buka Babak Elektrifikasi

New Xforce HEV menjadi pusat perhatian Mitsubishi di GIIAS 2026. Mengusung konsep “Elevated Urban SUV”, model ini dirancang untuk kebutuhan konsumen perkotaan yang membutuhkan kendaraan nyaman, praktis sekaligus efisien.

Teknologi HEV generasi kedua Mitsubishi Motors dengan konsep “Elevated by Electric” membuat karakter berkendara New Xforce HEV terasa berbeda. Motor listrik mengambil peran penting dalam menghasilkan respons yang lebih halus, senyap dan responsif, sementara sistem hybrid tetap menawarkan fleksibilitas penggunaan seperti kendaraan bermesin pembakaran internal.

Kemampuan tersebut juga diperlihatkan melalui Single Tank Challenge bersama pembalap Rifat Sungkar. Dalam pengujian tersebut, New Xforce HEV berhasil menempuh perjalanan lebih dari 1.000 kilometer dari Jakarta menuju Bali dalam satu tangki bahan bakar.

Bagi Mitsubishi, pencapaian itu menjadi pembuktian bahwa teknologi hybrid bukan sekadar tren, tetapi dapat memberikan manfaat nyata untuk kebutuhan perjalanan sehari-hari maupun jarak jauh.

Destinator Tetap Jadi Andalan SUV Keluarga

Di sisi lain, Mitsubishi Destinator terus memperkuat posisinya sebagai SUV keluarga premium. Memasuki tahun kedua sejak diperkenalkan di Indonesia pada 2025, model ini tetap menjadi bagian penting dari portofolio Mitsubishi di pasar domestik.

Destinator menawarkan kombinasi ruang kabin, kenyamanan, performa dan karakter SUV yang menjadi salah satu kekuatan Mitsubishi. Model ini juga diproduksi di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus ekspor.

Kehadiran Destinator bersama New Xforce HEV menunjukkan strategi Mitsubishi yang tidak hanya mengandalkan satu jenis kendaraan. Konsumen diberikan pilihan berdasarkan kebutuhan, mulai dari SUV keluarga hingga SUV urban dengan teknologi hybrid.

Bukan Sekadar Mengejar SPK

Selama GIIAS 2026, MMKSI membawa 16 unit display dan enam kendaraan test drive. Aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melihat sekaligus merasakan langsung berbagai produk Mitsubishi.

Bagi MMKSI, GIIAS menjadi ruang penting untuk membangun interaksi dengan konsumen, komunitas dan media, bukan hanya mengejar transaksi.

Dengan 3.212 SPK, lebih dari 1.000 unit penjualan New Xforce sejak peluncuran, serta kehadiran teknologi HEV untuk pertama kalinya, GIIAS 2026 menjadi momentum penting bagi Mitsubishi Motors.

 

GIIAS 2026 Ditutup dengan 496 Ribu Pengunjung, 37 Mobil Baru Jadi Magnet Utama

GIIAS 2026 Ditutup dengan 496 Ribu Pengunjung, 37 Mobil Baru Jadi Magnet Utama

GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 resmi berakhir pada Minggu, (9/8). Selama 11 hari penyelenggaraan di ICE BSD City, pameran otomotif terbesar di Indonesia ini mampu memperlihatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap perkembangan industri otomotif.

Data GAIKINDO menunjukkan, 496.378 pengunjung datang langsung ke GIIAS 2026. Menariknya, rata-rata pengunjung menghabiskan waktu sekitar lima jam untuk menjelajahi seluruh area pameran.

Angka tersebut menjadi salah satu indikator bahwa GIIAS semakin berkembang sebagai destinasi otomotif, bukan sekadar tempat melihat kendaraan baru. Kehadiran puluhan merek, peluncuran produk terbaru hingga berbagai aktivitas interaktif membuat pengunjung memiliki keinginan berlama-lama di area pameran.

Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, menyebut peningkatan waktu kunjungan menjadi salah satu catatan menarik pada GIIAS tahun ini.

Faktor utamanya adalah semakin banyaknya pilihan merek serta hadirnya 37 kendaraan baru yang diperkenalkan selama pameran.

65 Merek dan 37 Kendaraan Baru

GIIAS 2026 menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar dengan kehadiran lebih dari 65 merek otomotif dunia. Jumlah tersebut terdiri atas 43 merek kendaraan penumpang, tujuh merek kendaraan niaga, 13 merek sepeda motor dan lima perusahaan karoseri.

Tidak berhenti di kendaraan, lebih dari 150 merek industri pendukung juga ikut meramaikan pameran.

Bagi konsumen, komposisi tersebut membuat GIIAS 2026 menjadi salah satu momentum paling menarik untuk melihat arah perkembangan kendaraan di Indonesia. Mobil listrik, hybrid, plug-in hybrid, SUV, MPV hingga kendaraan konvensional hadir bersamaan dengan berbagai teknologi keselamatan dan konektivitas terbaru.

Namun, daya tarik kendaraan baru tidak hanya terlihat dari keramaian booth.

Test Drive Naik 30 Persen

Salah satu indikator paling menarik justru datang dari area test drive. Sepanjang pameran, GIIAS 2026 mencatat lebih dari 26.000 trip test drive, meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka tersebut memperlihatkan perubahan perilaku konsumen. Pengunjung tidak lagi puas hanya melihat desain atau membaca spesifikasi kendaraan. Mereka semakin ingin merasakan langsung performa, kenyamanan, fitur dan teknologi yang ditawarkan.

Bagi industri otomotif, aktivitas test drive juga memiliki arti penting karena menjadi salah satu tahap ketika calon konsumen mulai membandingkan kendaraan sebelum mengambil keputusan pembelian.

Dengan hampir setengah juta pengunjung dan puluhan produk baru, GIIAS 2026 akhirnya meninggalkan catatan positif bagi industri otomotif nasional.

GIIAS Berlanjut ke Empat Kota

Berakhirnya GIIAS di BSD City bukan berarti rangkaian pameran selesai. GAIKINDO masih akan membawa GIIAS The Series 2026 ke sejumlah kota.

GIIAS Surabaya akan berlangsung pada 26–30 Agustus 2026, dilanjutkan GIIAS Bandung pada 9–13 September, GIIAS Semarang pada 30 September–4 Oktober, dan GIIAS Makassar pada 28 Oktober–1 November 2026.

Menariknya, GAIKINDO juga menyiapkan kota baru untuk awal 2027. GIIAS Bali dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Januari 2027 di The Meru Sanur.

Dengan catatan 496.378 pengunjung, 37 kendaraan baru dan lebih dari 26.000 aktivitas test drive, GIIAS 2026 membuktikan bahwa rasa penasaran masyarakat terhadap mobil baru dan teknologi otomotif masih sangat tinggi.

Bagi industri, angka tersebut menjadi sinyal penting bahwa pameran otomotif tetap memiliki peran besar dalam mempertemukan produk baru dengan calon konsumen sekaligus menjaga denyut pasar kendaraan bermotor Indonesia.

JETOUR Sabet Tiga Penghargaan Lewat T2 i-DM dan T1 i-DM

JETOUR menutup keikutsertaannya di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan torehan positif. Dua model andalannya, JETOUR T2 i-DM dan JETOUR T1 i-DM, sukses meraih tiga penghargaan sekaligus.

JETOUR T2 i-DM meraih predikat New Launch SUV pilihan media sekaligus Most Driven Hybrid Passenger Car. Sementara JETOUR T1 i-DM berkelir ungu yang tampil dengan konsep modifikasi menyabet penghargaan Special Exhibit Car.

Tiga penghargaan ini membuktikan bahwa SUV JETOUR mulai mendapat perhatian masyarakat. Tidak hanya dari sisi desain, namun juga teknologi elektrifikasi dan karakter petualangannya.

Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menilai apresiasi ini suatu validasi terhadap strategi JETOUR terhadap selera konsumen Indonesia.

“Pengakuan yang diberikan kepada JETOUR T2 i-DM dan JETOUR T1 i-DM ini menjadi validasi bahwa kombinasi desain, teknologi i-DM, serta karakter adventure yang kami tawarkan mampu menarik perhatian dan mendapatkan apresiasi dari media maupun pengunjung GIIAS,” ujarnya.

T2 i-DM Banyak Diuji Pengunjung

Dua penghargaan yang diraih JETOUR T2 i-DM menjadi sorotan tersendiri. SUV Adventure PHEV ini menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik melalui teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM).

Kehadiran T2 i-DM juga memperpanjang kiprah keluarga JETOUR T2 di pasar global. Hingga Mei 2026, keluarga JETOUR T-Series telah mencatat penjualan kumulatif lebih dari 700.000 unit. Sementara T2 sendiri diklaim telah menembus penjualan lebih dari 500.000 unit secara global dalam waktu 33 bulan.

Di Indonesia, T2 i-DM ditawarkan dalam lima pilihan warna, yakni Khaki White, Carbon Crystal Black, Aviation Silver, Highway Gray, dan Electroplated Green. Dua warna terakhir menjadi pilihan eksklusif yang memperkuat kesan modern dan premium.

Dengan teknologi plug-in hybrid serta karakter SUV yang kuat, JETOUR T2 i-DM dipasarkan dengan harga Rp688 juta OTR Jakarta.

T1 i-DM Tampil Personal

JETOUR T1 i-DM justru mengambil perhatian melalui pendekatan yang lebih personal. Unit warna ungu dengan paduan aksesoris luar ruang hingga Venom V3N membuat tampilannya jauh lebih agresif.

Konsep ini membuat T1 i-DM tidak sekadar menjadi kendaraan perkotaan semata. Aura SUV Urban Adventure ini dapat pula disesuaikan dengan karakter dan aktivitas pemiliknya.

Selama GIIAS 2026, JETOUR menawarkan T1 dengan harga eksklusif Rp388 juta OTR Jakarta, sedangkan T1 i-DM dipasarkan Rp538 juta OTR Jakarta.

Bagi JETOUR, penghargaan ini bukan sekadar pencapaian di pameran, tetapi modal untuk melanjutkan ekspansi dan memperkuat identitasnya sebagai merek SUV yang menawarkan pengalaman berkendara lebih dari sekadar mobilitas harian.

Mobil Baru Irit BBM Bikin Penasaran, Suzuki XL7 Hybrid Bisa Diandalkan

Di tengah membanjirnya kendaraan listrik dan hybrid, urusan efisiensi bahan bakar tetap menjadi pertimbangan penting bagi konsumen Indonesia. Terlebih harga bahan bakar fosil yang makin melambung, membuat konsumen harus pandai memilih mobil harian yang sesuai.

Salah satu mobil yang mencuri perhatian justru datang dari segmen SUV keluarga, yakni Suzuki New XL7 Hybrid. Model terbaru ini menawarkan kombinasi kapasitas tiga baris, karakter SUV, teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS), serta harga di rentang realistis untuk keluarga Indonesia.

Suzuki memasarkan New XL7 Hybrid dengan rentang harga sekitar Rp274,3 juta hingga Rp329 juta OTR Jakarta, tergantung varian. Model ini hadir sebagai salah satu pilihan menarik bagi konsumen yang ingin mobil keluarga dengan konsumsi bahan bakar lebih efisien tanpa harus beralih sepenuhnya ke mobil listrik.

XL7 Hybrid Bukan Sekedar Label Hybrid

Daya tarik XL7 Hybrid terletak pada pendekatan yang cukup sederhana. Teknologi SHVS bekerja membantu mesin bensin melalui Integrated Starter Generator (ISG), terutama ketika kendaraan membutuhkan tambahan tenaga dan saat proses start-stop.

Artinya, konsumen tetap mendapatkan karakter mobil konvensional yang mudah digunakan, tetapi dengan dukungan teknologi elektrifikasi untuk membantu efisiensi.

Posisinya menjadi menarik karena kebutuhan keluarga Indonesia tidak selalu identik dengan mobil listrik. Banyak konsumen masih membutuhkan kendaraan yang mudah digunakan untuk perjalanan dalam kota maupun luar kota, tanpa harus memikirkan pengisian baterai.

Pesaingnya Mulai Semakin Banyak

Pilihan mobil efisien di GIIAS 2026 semakin beragam. Mitsubishi New Xforce HEV, misalnya, hadir dengan mesin 1.6-liter dan motor listrik. Konsumsi bahan bakarnya diklaim mencapai 24,4 km/l, sementara MMKSI menargetkan total penjualan Xforce model ICE dan HEV mencapai sekitar 1.000 unit per bulan.

Di kelas berbeda, DFSK E5 Plus menawarkan teknologi PHEV dengan combined range hingga 1.400 kilometer. Model ini menjadi salah satu kejutan GIIAS 2026 dengan 380 SPK selama pameran, dari total 625 SPK DFSK. Angka tersebut sekaligus menunjukkan bahwa konsumen mulai terbuka terhadap PHEV.

Sementara itu, Toyota Veloz Hybrid EV tetap menjadi salah satu MPV hybrid yang relevan. Sebelum GIIAS 2026, model ini bahkan mencatat permintaan sekitar 800–1.000 unit per bulan menurut data Auto2000.

Hyundai juga mencatat Stargazer Cartenz dan Stargazer Cartenz X sebagai kontributor pemesanan tertinggi selama GIIAS 2026, meski rincian angka SPK per model belum dipublikasikan secara lengkap.

XL7 Hybrid Jadi Pilihan yang Lebih Masuk Akal?

Jika ukurannya bukan sekadar teknologi, tetapi kombinasi harga, kapasitas kabin, fleksibilitas perjalanan, efisiensi dan kemudahan penggunaan, Suzuki New XL7 Hybrid punya posisi yang kuat.

Konsumen tidak harus membayar mahal untuk mendapatkan teknologi elektrifikasi. Tidak perlu pula mengubah kebiasaan berkendara secara drastis.

Itulah yang membuat XL7 Hybrid menarik. Ketika pilihan mobil irit semakin banyak, konsumen justru memiliki persoalan baru: memilih teknologi yang paling sesuai kebutuhan.

Dan untuk keluarga yang membutuhkan mobil tujuh penumpang, efisien digunakan setiap hari, tetapi tetap siap diajak perjalanan jauh, Suzuki New XL7 Hybrid menjadi salah satu pilihan yang paling rasional.

DFSK E5 Plus Jadi Magnet GIIAS 2026, Raih 380 SPK!

DFSK E5 Plus Jadi Magnet GIIAS 2026, PHEV Mulai Dilirik Konsumen Indonesia

DFSK E5 Plus menjadi salah satu magnet perhatian pengunjung GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Bukan hanya ramai dilihat, SUV plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) ini juga menjadi model yang paling banyak dicoba pengunjung melalui fasilitas test drive DFSK.

Hingga menjelang penutupan GIIAS 2026 di ICE BSD City, PT Sokonindo Automobile mencatat lebih dari 10.000 pengunjung menyambangi booth DFSK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 625 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) berhasil dikumpulkan.

DFSK E5 Plus menyumbang 380 SPK, disusul SERES E1 sebanyak 125 SPK dan Gelora E dengan 120 SPK. Namun, daya tarik E5 Plus terlihat lebih jelas dari aktivitas test drive.

Sepanjang pameran, DFSK mencatat lebih dari 700 aktivitas test drive. Menariknya, 427 di antaranya menggunakan E5 Plus. Artinya, lebih dari separuh pengunjung yang mencoba kendaraan DFSK memilih merasakan langsung SUV PHEV tersebut.

Angka ini memperlihatkan bahwa ketertarikan terhadap E5 Plus tidak berhenti pada desain atau tampilan di booth. Konsumen mulai ingin mengetahui seperti apa sensasi berkendara kendaraan PHEV sekaligus memahami teknologi elektrifikasi yang ditawarkannya.

“Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat kendaraan, tetapi juga ingin mencoba dan merasakan langsung teknologi PHEV yang kami hadirkan,” ujar Cing Hok Rifin, Director Sales Center PT Sokonindo Automobile.

PHEV Jadi Jalan Tengah Kendaraan Elektrifikasi

DFSK E5 Plus hadir sebagai SUV PHEV pertama DFSK di Indonesia yang menyasar segmen premium passenger vehicle. Model ini mengandalkan teknologi Smart Power System DE-i yang mengombinasikan motor listrik dengan mesin pembakaran internal.

Salah satu daya tarik utamanya adalah klaim combined range hingga 1.400 kilometer. Karakter tersebut menjadi nilai penting bagi konsumen yang ingin mendapatkan pengalaman berkendara elektrifikasi, tetapi masih membutuhkan fleksibilitas saat melakukan perjalanan jauh.

Kehadiran E5 Plus sekaligus menunjukkan bahwa pilihan kendaraan elektrifikasi di Indonesia mulai bergerak lebih beragam. Konsumen tidak lagi hanya dihadapkan pada pilihan mesin bensin atau mobil listrik murni, tetapi juga teknologi PHEV yang menawarkan karakter berbeda.

Meski demikian, DFSK menyadari penerimaan PHEV membutuhkan proses. Teknologi ini masih relatif baru bagi sebagian konsumen Indonesia sehingga pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman pasar.

Diproduksi Lokal di Cikande

Menariknya, DFSK E5 Plus bukan sekadar produk elektrifikasi yang dipasarkan di Indonesia. SUV ini diproduksi secara massal di fasilitas manufaktur DFSK di Cikande, Banten, yang telah menerapkan standar Industry 4.0.

Produksi lokal tersebut memperkuat posisi DFSK dalam membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi di Tanah Air. Dengan basis manufaktur domestik, E5 Plus sekaligus menjadi bagian dari langkah DFSK mengikuti perubahan kebutuhan pasar otomotif Indonesia.

GIIAS 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar panggung peluncuran dan pameran bagi E5 Plus. Tingginya angka test drive menunjukkan satu hal: konsumen Indonesia mulai membuka ruang lebih besar untuk teknologi PHEV, dan DFSK E5 Plus berhasil mencuri perhatian di momentum tersebut.

Test Drive Mitsubishi New Xforce HEV, Berikan Kenyamanan Lebih Adaptif

Seiring berjalannya waktu, sebuah Sport Utility Vehicle (SUV) dituntut untuk terus mengakomodir kebutuhan penggunanya. Tak hanya harus praktis dikendarai, namun juga bisa menyuguhkan kualitas pengalaman berkendara. Mitsubishi menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan New Xforce HEV, yang menggunakan Hybrid Electric Vehicle generasi kedua Mitsubishi Motors.

Mitsubishi New Xforce HEV menjadi kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV) pertama Mitsubishi di Indonesia. New Xforce HEV yang diproduksi di PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) ini, sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor kendaraan HEV, untuk pasar domestik maupun global.

Di sela-sela ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, kami berkesempatan untuk kembali merasakan lebih dalam Mitsubishi New Xforce HEV. SUV ini merupakan cerminan komitmen PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) dalam mendengarkan pelanggan, dan menghadirkan pengembangan yang relevan dengan kebutuhan mereka.

Diferensiasi Teknologi dan Visual

Mitsubishi New Xforce HEV menghadirkan efisiensi, kenyamanan, dan performa yang lebih adaptif untuk kebutuhan mobilitas masa kini. Bahkan MMKSI menawarkan Premium Package yang berisikan penambahan fitur Dynamic Sound Yamaha Premium, power tailgate, power driver seat, smartphone wireless charger, ambient lighting, TPMS, dan sebagainya.

Selain teknologi elektrifikasi, New Xforce juga dilengkapi dengan berbagai fitur keselamatan dan bantuan berkendara. Sistem keselamatan aktif Mitsubishi Motors melalui fitur seperti Forward Collision Mitigation (FCM), Adaptive Cruise Control (ACC) with low-speed follow, Automatic High Beam (AHB), Leading Car Departure Notification (LCDN), Blind Spot Warning (BSW), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Lane Change Assist (LCA), dan Multi Around Monitor (MAM).

New Xforce HEV memiliki identitas visual yang spesial Mulai dari 18-inch Unique HEV Wheel Design, Hybrid EV badge pada sisi kendaraan, HEV badge pada bagian depan dan belakang, front grille accent, rear combination lamp dengan aksen smoke, frameless panoramic roof, serta electric shifter. Dengan demikian, New Xforce HEV tidak hanya menawarkan diferensiasi teknologi dan visual.

Tujuh Mode Berkendara

Berbeda dari pendekatan hybrid yang lazimnya berfokus pada efisiensi bahan bakar saja, sistem HEV pada New Xforce dikembangkan untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih optimal. Teknologi ini tidak hanya bekerja untuk menekan konsumsi bahan bakar, tetapi juga menghadirkan karakter berkendara yang lebih halus, senyap, responsif dalam penggunaan nyata sehari-hari.

Mitsubishi New Xforce HEV mengusung mesin bensin empat silinder 4A92 DOHC MIVEC 1.6 liter yang dipadukan dengan motor listrik. Mesin bensinnya memiliki output 107 PS dan torsi 134 Nm, sedangkan motor listriknya bertenaga 116 PS dan torsi 255 Nm. Tersedia tujuh mode berkendara (Drive Mode), yaitu Normal, Wet, Gravel, Mud, serta tiga mode terbaru: Tarmac, EV Priority, dan Charge. 

Karakter EV dengan akselerasi linear menjadi salah satu nilai utama. Sebab output tersalur secara lebih natural dan mudah dikontrol. Motor listrik berperan sebagai penggerak utama dalam banyak kondisi berkendara, terutama saat mulai berjalan, melaju di kecepatan rendah, maupun di lalu lintas perkotaan.

Tidak Perlu Penyesuaian Kompleks

Di saat yang bersamaan, mesin bensin tetap bekerja secara cerdas untuk mendukung performa, maupun mengisi daya baterai. Bahkan mampu bekerja bersama motor listrik, saat kendaraan membutuhkan output lebih besar, seperti saat menanjak, menyusul kendaraan, atau melaju di kecepatan tinggi.

Sistem HEV bekerja secara otomatis dengan terus menganalisis kondisi jalan, kecepatan kendaraan, beban berkendara, serta daya baterai. Dengan cara ini, pengemudi tidak perlu melakukan penyesuaian kompleks. Sebab kendaraan akan mengatur sumber tenaga terbaik, guna menjaga keseimbangan antara efisiensi, kenyamanan, dan respons berkendara.

Dalam kondisi perkotaan atau saat lalu lintas padat, motor listrik dapat lebih dominan menggerakkan kendaraan. Sedangkan mesin bensin akan aktif secara otomatis, untuk mengisi baterai. Pada kondisi jalan menurun atau saat deselerasi, motor listrik berfungsi sebagai generator. Dengan mengubah energi pengereman menjadi energi listrik untuk disimpan kembali ke baterai.

Bisa Tembus Lebih 1.000 Km

Sedangkan saat menanjak atau membutuhkan akselerasi tambahan, mesin dan motor listrik dapat bekerja bersama. Guna menghasilkan tenaga yang lebih kuat dan responsif. Keunggulan penting dari sistem HEV generasi kedua ini, terletak pada kemampuannya menghadirkan Long EV Drive. Dengan penggunaan tenaga listrik yang lebih panjang dalam kondisi tertentu.

Dengan penggunaan motor listrik yang lebih dominan, kendaraan mampu menghadirkan perjalanan yang lebih senyap, minim getaran, dan lebih nyaman. Bagi konsumen, manfaat ini dapat dirasakan secara langsung, melalui kabin yang lebih tenang dan respons pedal gas yang halus.

Efisiensi bahan bakar juga menjadi faktor unggulan dari Mitsubishi New Xforce HEV. Dengan kapasitas tangki bahan bakar 42 liter, kendaraan ini mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer, dalam satu kali pengisian penuh. Peningkatan rasa berkendara yang kami rasakan lainnya ialah pada aspek peredaman guncangan. Kini terasa jauh lebih optimal dan nyaman, tanpa kompromi dengan pengendalian.

Semua keunggulan yang dimiliki Mitsubishi New Xforce HEV tadi dapat ditebus dengan harga Rp 445 juta (OTR Jabodetabek). Anda juga dapat memilih opsi Premium Package, tentu dengan biaya tambahan. SUV ini hadir dengan berbagai pilihan warna single tone maupun two-tone. Pilihan warna singletone mulai dari warna White Pearl, Blade Silver, Graphite Gray, dan Jet Black Mica. Sedangkan pilihan warna two-tone, tersedia hanya pada varian Premium. Dengan pilihan warna Energetic Yellow, White Pearl, Red, dan Blade Silver.

Pilihan LMPV di GIIAS 2026, Suzuki New XL7 Layak Dilirik

GIIAS 2026 bukan hanya menjadi panggung bagi mobil-mobil baru dengan teknologi terkini. Bagi pecinta keluarga, pameran otomotif terbesar ini juga menjadi kesempatan untuk melirik mobil yang menawarkan satu kebutuhan penting: kabin luas dan nyaman untuk perjalanan bersama keluarga.

Di kelas kendaraan tujuh penumpang, pilihan semakin beragam. Mulai dari Low MPV hingga SUV keluarga, konsumen dapat menemukan sejumlah model yang menawarkan konfigurasi kabin lapang, fleksibilitas tempat duduk, serta ruang bagasi yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah satu model yang menarik perhatian adalah Suzuki New XL7 Hybrid. Mobil ini menawarkan karakter SUV dengan konfigurasi tiga baris yang tetap mengutamakan kepraktisan. Posisi duduk yang cukup tinggi memberikan visibilitas baik bagi pengemudi, sementara konfigurasi bangku memungkinkan kabin disesuaikan ketika membawa penumpang maupun barang.

Menariknya, teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) menjadi nilai tambah bagi konsumen yang menginginkan mobil keluarga dengan teknologi elektrifikasi tanpa harus beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik.

Dari sisi harga, Suzuki Indonesia mencantumkan New XL7 Alpha AT Hybrid sebesar Rp315,3 juta OTR Jakarta. Varian tertingginya, New XL7 Alpha AT Kuro Two Tone, berada di Rp321,3 juta. Sementara pilihan paling terjangkau New XL7 Hybrid adalah Beta MT dengan harga Rp292,9 juta. Harga tersebut merupakan daftar resmi Suzuki Indonesia per Juli 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Ragam Pilihan Model 7-seater

Meski begitu, Suzuki XL7 bukan satu-satunya pilihan. Beberapa brand raksasa besar juga memiliki line up 7-penumpang yang menarik. Salah satunya adalah Mitsubishi. Mitsubishi Xpander tetap menjadi salah satu alternatif kuat bagi keluarga yang mengutamakan kenyamanan penumpang. Karakter MPV-nya terasa dari pengaturan kabin yang praktis, akses keluar-masuk yang mudah, serta ruang penumpang yang dirancang untuk perjalanan keluarga. Harga Xpander saat ini berada di kisaran Rp274,5 juta hingga Rp348 juta OTR Jakarta, tergantung varian.

Pilihan lain datang dari Hyundai Stargazer Cartenz. Model ini menawarkan format MPV dengan kabin yang fleksibel dan pilihan captain seat pada varian tertentu. Di GIIAS 2026, harga Stargazer Cartenz dipatok mulai Rp241,4 juta untuk varian Trend MT, sementara varian Prime HSS mencapai Rp318 juta.

Sementara itu, Toyota Veloz menjadi opsi bagi keluarga yang menginginkan perpaduan desain modern, kabin tujuh penumpang, dan fitur kenyamanan yang cukup lengkap. Kehadiran Veloz Hybrid EV juga menambah pilihan bagi konsumen yang mulai mempertimbangkan kendaraan elektrifikasi. Toyota bahkan menawarkan program khusus selama GIIAS 2026 untuk pembelian Veloz Hybrid EV.

Pada akhirnya, pilihan mobil keluarga tidak semata ditentukan oleh ukuran bodi. Kenyamanan baris kedua, akses ke baris ketiga, fleksibilitas bagasi, hingga biaya kepemilikan menjadi pertimbangan penting.

Dalam persaingan ini, Suzuki New XL7 Hybrid serius dalam menawarkan paket yang menarik: kabin tujuh penumpang, fitur premium, teknologi hybrid, dan harga yang masih kompetitif. Bagi Anda yang membutuhkan satu mobil untuk aktivitas harian sekaligus perjalanan luar kota, Suzuki New XL7 Hybrid rasanya pantas masuk daftar pilihan.

Coba Langsung Deepal S05 dan Nevo Q05 di GIIAS 2026, Puas!

Angka spesifikasi dan daftar fitur memang bisa menjadi pertimbangan ketika seseorang memilih mobil baru. Namun, untuk mengetahui bagaimana karakter sebuah kendaraan sebenarnya, pengalaman di balik kemudi tetap menjadi bagian yang sulit digantikan.

Hal tersebut yang coba ditawarkan Changan melalui area test drive GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Dua model terbaru mereka, Changan Deepal S05 dan Changan Nevo Q05, dapat langsung dicoba pengunjung untuk merasakan karakter berkendara, kenyamanan kabin hingga teknologi yang ditawarkan.

Menariknya, respons yang muncul tidak hanya datang dari calon konsumen yang penasaran dengan merek Changan. Sejumlah pengunjung memberikan penilaian positif setelah merasakan langsung kedua SUV tersebut.

Salah satunya Kevin Prasetyo yang menjajal Deepal S05. Menurutnya, mobil tersebut memberikan pengalaman berkendara yang nyaman, sekaligus menawarkan sejumlah detail yang membuatnya berbeda.

“Ini mobil bagus banget. Dari sound system-nya, suaranya, pintu frameless-nya, terus handling-nya bagus. Remnya juga bagus,” ujar Kevin.

Kesan serupa datang dari Dina. Setelah berada di balik kemudi Deepal S05, ia justru menyoroti kombinasi desain dan fitur yang menurutnya menjadi daya tarik utama.

“Mobilnya mewah banget. Mobilnya juga enak. Yang paling saya suka setelah test drive adalah fitur-fiturnya. Buat saya, fitur-fiturnya benar-benar stand out dibanding mobil lain yang pernah saya coba sebelumnya,” ujar Dina.

Apa yang dirasakan pengunjung tersebut memang menjadi bagian dari karakter Deepal S05. SUV ini menggunakan teknologi Range Extender Electric Vehicle (REEV) yang menawarkan sensasi berkendara seperti kendaraan listrik, dengan respons akselerasi dan karakter yang senyap.

Teknologi tersebut juga memberikan fleksibilitas ketika mobil digunakan untuk perjalanan lebih jauh. Changan menyebut Deepal S05 mampu memiliki daya jelajah lebih dari 1.100 kilometer.

Kenyamanan kabin menjadi bagian lain yang cukup diperhatikan. Deepal S05 dilengkapi Royal Comfort Seat, sementara akses berbagai fungsi kendaraan dapat dilakukan melalui layar 15,4 inci Sunflower Screen yang dilengkapi voice command berbahasa Indonesia.

Untuk aspek keselamatan, sistem All Around ADAS turut menjadi bagian dari perlengkapan Deepal S05. Namun, bukan hanya Deepal S05 yang mendapatkan respons positif di area test drive. Changan Nevo Q05, yang juga diperkenalkan di GIIAS 2026, mendapat penilaian serupa dari pengunjung.

Valeria, salah satu peserta test drive, mengaku terkesan dengan karakter suspensi dan kenyamanan Nevo Q05.

Feel-nya nyaman banget. Suspensinya juga oke. Dia empuk, jadi nggak kerasa kalau di jalan banyak rintangan,” ujarnya.

Pengalaman berkendara tersebut juga dirasakan Syarif. Ia menilai posisi duduk dan karakter berkendara Nevo Q05 memberikan pengalaman yang nyaman.

“Saya merasa duduk di Changan Nevo Q05 itu benar-benar enak. Lebih empuk, feel berkendara juga dapat, experience berkendaranya juga dapat, terus fiturnya banyak banget,” kata Syarif.

Di balik kenyamanan tersebut, Nevo Q05 menawarkan dimensi kabin yang menjadi salah satu keunggulannya. Changan menyebut model ini memiliki wheelbase terpanjang di kelasnya, efisiensi pemanfaatan ruang hingga 86,6 persen, serta 27 ruang penyimpanan.

Bagasinya juga dirancang fleksibel untuk mendukung kebutuhan pengguna sehari-hari.

Sementara untuk teknologi, Nevo Q05 dilengkapi Voice Control without Wakeup dengan Bahasa Indonesia, Apple CarPlay, Android Auto serta 25 fungsi Intelligent Driving & Active Safety Assistance.

Pada akhirnya, sesi test drive menjadi kesempatan bagi Changan untuk membiarkan produknya berbicara melalui pengalaman langsung. Deepal S05 menawarkan karakter elektrifikasi melalui teknologi REEV, sementara Nevo Q05 mencoba menarik perhatian lewat kabin lega, kenyamanan dan teknologi pintar.

Keduanya dapat dirasakan langsung pengunjung hingga 9 Agustus 2026 di area test drive GIIAS 2026. Bagi calon konsumen yang masih melihat-lihat SUV baru, pengalaman berada di balik kemudi tentu bisa memberikan gambaran yang jauh lebih nyata dibanding sekadar membaca brosur.

Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE Tampil di GIIAS 2026

Nissan mencoba menawarkan sudut pandang berbeda terhadap SUV elektrifikasi di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Tidak hanya menonjolkan teknologi, Nissan juga membawa konsep Family Adventure melalui X-Trail e-POWER with e-4ORCE.

Konsep tersebut terlihat dari display X-Trail yang dipadukan dengan tenda camping di booth Nissan. Pesannya cukup jelas, SUV elektrifikasi tidak harus identik dengan penggunaan di perkotaan. Dengan kombinasi teknologi e-POWER dan sistem penggerak seluruh roda e-4ORCE, X-Trail juga disiapkan untuk menemani perjalanan keluarga yang lebih jauh hingga aktivitas luar ruang.

PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) menghadirkan model ini di GIIAS 2026 yang berlangsung 30 Juli hingga 9 Agustus di ICE BSD City, Tangerang. Kehadiran X-Trail e-POWER with e-4ORCE sekaligus menjadi bagian dari strategi Nissan memperkuat produk elektrifikasinya di pasar Indonesia.

Yang menarik, sistem e-POWER memiliki karakter berbeda dibandingkan hybrid konvensional. Mesin bensin 1,5 liter turbo pada X-Trail tidak digunakan untuk menggerakkan roda secara langsung. Mesin tersebut berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan listrik yang kemudian digunakan motor listrik sebagai penggerak kendaraan.

Karakter berkendaranya pun dibuat mendekati mobil listrik. X-Trail e-POWER with e-4ORCE menggunakan dua motor listrik, masing-masing berada di bagian depan dan belakang.

Motor listrik depan menghasilkan tenaga 203 PS, sedangkan motor belakang memiliki output 135 PS. Kombinasi tersebut membuat X-Trail mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu 7,2 detik.

Namun, bukan hanya angka performa yang menjadi perhatian. Sistem e-4ORCE menjadi salah satu pembeda utama SUV ini.

Teknologi AWD elektrik tersebut mengatur distribusi tenaga ke roda depan dan belakang secara presisi. Sistem juga dapat mengoptimalkan pengereman pada masing-masing roda untuk membantu menjaga stabilitas kendaraan ketika melewati berbagai kondisi jalan.

Pengemudi dapat memilih lima mode berkendara, yakni Eco, Auto, Sport, Snow dan Off-Road. Pilihan tersebut memberikan fleksibilitas ketika X-Trail digunakan mulai dari perjalanan dalam kota hingga medan yang membutuhkan traksi lebih baik.

Nissan juga membekali X-Trail dengan e-PEDAL 2.0. Teknologi ini memungkinkan pengemudi mengatur akselerasi sekaligus perlambatan kendaraan melalui pedal akselerator. Karakter tersebut bisa terasa praktis ketika harus menghadapi lalu lintas perkotaan yang sering bergerak dan berhenti.

Sebagai SUV keluarga, kenyamanan kabin juga menjadi perhatian. X-Trail dibekali kursi Anti-Gravity, panoramic sunroof dan Tri-Zone Climate Control.

Sistem hiburan mengandalkan layar digital dengan konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto. Pengisian perangkat juga lebih praktis berkat wireless charging, sementara penumpang belakang mendapatkan port USB-A dan USB-C.

Ruang bagasi mencapai 575 liter. Kursi belakang juga dapat dilipat rata ketika pemilik membutuhkan ruang ekstra untuk membawa perlengkapan perjalanan.

Untuk aspek keselamatan, X-Trail e-POWER with e-4ORCE dilengkapi rangkaian teknologi Nissan Safety Shield. Di antaranya Forward Emergency Braking, Blind Spot Warning, Intelligent Cruise Control, Lane Departure Warning, Rear Cross Traffic Alert dan Hill Descent Control. Tak ketinggalan, Autonomous Emergency Braking siap mendeteksi pejalan kaki dan pesepeda.

Di Indonesia, X-Trail e-POWER with e-4ORCE dipasarkan dengan harga Rp795 juta OTR Jakarta. Nissan juga memberikan paket kepemilikan berupa gratis biaya perawatan selama empat tahun atau 50.000 km, garansi kendaraan tiga tahun atau 100.000 km, serta garansi baterai lithium-ion dan komponen e-POWER selama lima tahun atau 100.000 km.

 

Airlangga Hartarto Kepincut JETOUR T2 di GIIAS 2026

Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto ke ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 menjadi perhatian tersendiri di booth JETOUR.

Di sela kunjungannya pada Jumat (7/8/2026), Airlangga melihat lebih dekat sejumlah model yang dipamerkan JETOUR. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah JETOUR T2 i-DM, SUV plug-in hybrid terbaru yang baru diperkenalkan untuk pasar Indonesia.

Menariknya, perhatian Airlangga terhadap JETOUR T2 bukan sekadar karena model tersebut menjadi salah satu produk unggulan JETOUR. Ia mengaku sebelumnya pernah melihat SUV ini digunakan sebagai kendaraan resmi dalam penyelenggaraan KTT G20 di Afrika Selatan.

Fakta tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana JETOUR T2 telah mendapatkan tempat di sejumlah pasar internasional.

President Director PT JETOUR Sales Indonesia, Caroline Ling, menyebut kunjungan Airlangga menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi JETOUR untuk terus membawa produk berstandar global ke Indonesia.

” Kunjungan Bapak Airlangga Hartarto menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi JETOUR untuk terus menghadirkan produk berstandar global bagi konsumen Indonesia,” ujar Caroline.

JETOUR T2 sendiri bukan nama baru di pasar global. Berdasarkan data yang disampaikan JETOUR, model tersebut telah mencatat penjualan kumulatif lebih dari 500.000 unit dalam 33 bulan. Angka tersebut membuatnya menjadi salah satu model SUV dengan pertumbuhan tercepat di pasar internasional.

Penggunaannya juga tidak terbatas pada kendaraan sipil. JETOUR menyebut T2 telah digunakan sebagai kendaraan kepolisian di sejumlah negara, termasuk Angola dan Uni Emirat Arab, serta dipercaya dalam berbagai kegiatan internasional.

Kini, karakter T2 dibawa ke level berbeda melalui teknologi elektrifikasi. Di GIIAS 2026, JETOUR memperkenalkan T2 i-DM, SUV Adventure Plug-in Hybrid Electric Vehicle yang menggabungkan kemampuan berkendara di berbagai medan dengan sistem elektrifikasi.

JETOUR T2 i-DM ditawarkan dengan harga Rp688 juta OTR Jakarta. Di balik kap mesinnya terdapat mesin Hybrid Dedicated Engine ACTECO 1.5 TGDI generasi kelima yang bekerja bersama dua motor listrik, baterai CATL LFP berkapasitas 18,4 kWh dan transmisi 3 Speed Dedicated Hybrid Transmission (3DHT).

Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga gabungan 224 PS dan torsi maksimal 390 Nm. Dengan kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh, JETOUR mengklaim jarak tempuhnya bisa lebih dari 1.200 kilometer.

Untuk sebuah SUV yang membawa embel-embel adventure, kemampuan tersebut menjadi salah satu daya tarik utama. Apalagi T2 i-DM tidak hanya mengandalkan sistem hybrid, tetapi juga membawa sejumlah perangkat pendukung kenyamanan dan keselamatan.

Baterainya menggunakan CATL LFP dengan sertifikasi IP68. Sementara untuk keselamatan aktif tersedia 15 fitur ADAS Level 2 serta enam airbag.

Masuk ke kabin, JETOUR membekali T2 i-DM dengan layar sentuh berukuran 15,6 inci yang menggunakan Qualcomm Snapdragon 8155. Panel instrumen digital 10,25 inci, Wireless Apple CarPlay dan Android Auto, serta sistem audio Sony dengan 12 speaker turut menjadi bagian dari perlengkapannya.

Ada pula panoramic sunroof dan fitur Vehicle-to-Load (V2L) yang membuat mobil ini lebih fleksibel ketika digunakan untuk aktivitas luar ruang.

Kehadiran T2 i-DM menjadi bagian dari strategi JETOUR mengembangkan filosofi Travel+ di Indonesia. Konsep tersebut mencoba menempatkan SUV bukan sekadar sebagai alat transportasi, melainkan sebagai kendaraan yang dapat mengikuti beragam kebutuhan perjalanan dan gaya hidup.

 

Biaya Perawatan Mobil Suzuki Tetap Kompetitif, Begini Caranya!

Membeli mobil bukan hanya soal menyiapkan dana untuk harga kendaraan. Setelah mobil berada di garasi, pemilik juga harus memperhitungkan biaya servis berkala, penggantian suku cadang, konsumsi bahan bakar, hingga nilai jual kembali. Seluruh komponen tersebut menjadi bagian dari total cost of ownership atau biaya kepemilikan kendaraan yang sering kali menentukan apakah sebuah mobil benar-benar ekonomis dalam jangka panjang.

Di pasar otomotif Indonesia, Suzuki menjadi salah satu merek yang konsisten menawarkan biaya kepemilikan yang relatif terjangkau. Tidak hanya melalui efisiensi bahan bakar, tetapi juga lewat layanan purnajual yang mudah diakses serta biaya servis yang transparan.

Salah satu keunggulan Suzuki adalah keterbukaan informasi mengenai biaya perawatan mobil. Melalui situs resmi Suzuki Indonesia, konsumen dapat melihat estimasi biaya servis berkala sesuai model kendaraan yang dimiliki. Transparansi ini memudahkan pemilik dalam menyusun anggaran perawatan sejak awal tanpa khawatir muncul biaya tak terduga.

Nilai tambah lainnya datang dari program Suzuki Complete Care, yang masih menjadi salah satu layanan unggulan Suzuki Indonesia. Program ini memberikan keuntungan berupa servis berkala dan berbagai fasilitas purnajual untuk sejumlah model tertentu sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Kehadiran program tersebut membuat biaya perawatan pada masa awal kepemilikan menjadi lebih ringan.

Dari sisi komponen, Suzuki juga dikenal memiliki harga suku cadang yang kompetitif. Berbagai komponen fast moving seperti filter oli, oli mesin, busi, hingga kampas rem tersedia dengan harga yang relatif terjangkau. Selain itu, desain mesin Suzuki yang sederhana namun telah terbukti andal membuat biaya perawatan rutin tidak terlalu membebani pemilik kendaraan.

Keuntungan lainnya berasal dari jaringan layanan purnajual yang luas. Berdasarkan data resmi PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Suzuki telah memiliki ratusan jaringan dealer dan bengkel resmi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran jaringan ini memudahkan pemilik kendaraan mendapatkan layanan servis standar pabrikan serta penggunaan suku cadang asli yang membantu menjaga performa mobil tetap optimal.

Efisiensi bahan bakar juga menjadi faktor penting yang membuat biaya kepemilikan Suzuki tetap kompetitif. Model-model seperti Suzuki Fronx Hybrid, XL7 Hybrid, All New Ertiga Hybrid, hingga Grand Vitara telah mengadopsi teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS). Teknologi mild hybrid tersebut membantu meningkatkan efisiensi konsumsi BBM, terutama saat digunakan untuk mobilitas harian di perkotaan yang didominasi kondisi lalu lintas padat.

Tak kalah penting, nilai jual kembali Suzuki juga tergolong stabil. Sejumlah model seperti Carry, Ertiga, XL7, Baleno, hingga Jimny masih memiliki permintaan yang tinggi di pasar mobil bekas. Kondisi tersebut menjadi keuntungan bagi pemilik ketika ingin melakukan tukar tambah atau menjual kendaraan setelah beberapa tahun pemakaian.

Pada akhirnya, memilih mobil tidak cukup hanya mempertimbangkan desain atau fitur. Biaya servis yang jelas, harga suku cadang yang bersahabat, efisiensi bahan bakar, serta dukungan jaringan bengkel resmi merupakan faktor yang sangat menentukan besarnya pengeluaran selama masa penggunaan kendaraan. Dengan kombinasi tersebut, Suzuki tetap menjadi salah satu merek yang menawarkan biaya perawatan mobil kompetitif bagi konsumen Indonesia, baik untuk kebutuhan harian maupun kendaraan keluarga.

Suzuki XL7 Beta Hybrid Tawarkan Aspek Value for Money

Tepat di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Suzuki memperkenalkan XL7 model terbaru. LMPV tiga baris ini tetap hadir dalam tiga varian, yaitu Alpha Hybrid, Beta Hybrid, dan Zeta. Tak cuma menyuguhkan teknologi mild hybrid saja, tapi juga menawarkan sejumlah fitur modern serta tampilan eksterior yang semakin atraktif.

Biasanya konsumen Tanah Air gemar memilih varian tertinggi dari suatu model kendaraan, atau malah membeli varian bawah untuk menyesuaikan budget. Tapi dengan Suzuki menyediakan varian Beta Hybrid sebagai middle-spec, maka konsumen kendaraan keluarga yang berbekal dana sebesar Rp 300 juta lebih sedikit, tentu punya pilihan baru.

Agar XL7 Beta Hybrid terbaru ini semakin terlihat segar dibanding model sebelumnya, Suzuki telah memberi sentuhan di sejumlah bagian. Karakter SUV tetap dipertahankan pada eksteriornya, namun kini dibalut detail desain yang lebih ‘tenang’. Sehingga cocok digunakan sebagai kendaraan keluarga maupun untuk penunjang aktivitas harian.

Karakter Tetap Dipertahankan

Bagian depannya menggunakan grille berukuran besar, dengan pola horizontal beraksen satin silver, sehingga menghasilkan kesan premium. Bumper depan dengan desain baru, dilengkapi garis tegas dan skid plate bernuansa silver. Untuk mendongkrak pencahayaan saat berkendara, terdapat sepasang LED foglamp. Sedangkan headlamp menggunakan LED yang seolah menyatu dengan grille.

Bagian sisi kendaraan memang tidak banyak berbeda dengan XL7 model sebelumnya. Namun karakter khasnya tetap dipertahankan. Sudah menjadi ciri khas dari setiap Suzuki XL7 ialah adanya overfender yang lebih menonjol, layaknya pada kendaraan SUV. Setiap ruang fender diisi oleh velg Polished Alloy Multi-Spoke ring 16 yang dibalut ban Dunlop Enasave EC300+ berukuran 195/60 R16.

Penyegaran pada bagian belakangnya terpusat pada kombinasi lampu belakang yang diberi sentuhan black accent. Sedangkan bumper belakang tetap mempertahankan skid plate berkelir silver. Kesan sporty semakin mencuat berkat adanya rear spoiler dengan high mount stop lamp.

Interior Dengan Warna Atraktif

Masuk ke dalam kabin, Suzuki juga memberi sentuhan pada desain interior. Kombinasi warna yang atraktif dipadu dengan material soft-touch, utamanya pada bagian dashboard hingga doortrim. Headunit touchscreen berukuran 9 inci menjadi pusat informasi kendaraan dan hiburan selama perjalanan. Tersedia konektivitas smartphone, USB port, Bluetooth, monitor kamera parkir, dan sebagainya. 

Untuk panel instrumen, terdapat kombinasi tampilan analog dengan Multi Information Display (MID) digital, untuk memantau kondisi kendaraan. Kenyamanan pengemudi dan penumpang, ditunjang oleh sistem AC dengan digital touch-panel, ditambah fitur Auto Climate Control with Heater.

Suzuki masih mengandalkan unit K15B 1.5 liter DOHC VVT, yang dipadu dengan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS). Mesin bensin empat silinder tersebut mampu menelurkan 105 PS pada 6.000 rpm, dan torsi puncak 138 Nm di 4.400 rpm.

Tidak Mengesampingkan Aspek Keselamatan

Teknologi SHVS tersebut memakai ISG (Integrated Starter Generator) dan baterai Lithium-Ion Battery 10 Ah. Teknologi ini bertugas sebagai sistem mild hybrid, yang berfungsi membantu mesin bensin pada kondisi tertentu. Tak ketinggalan juga ada fitur Engine Auto Stop.

Sebuah mobil hybrid tak hanya mengedepankan efisiensi bahan bakar saja. Sebab Suzuki XL7 Beta Hybrid tidak mengesampingkan aspek keselamatan berkendara. Oleh karenanya, terdapat ABS dengan EBD, Rear Parking Sensor, Electronic Stability Programme (ESP), Seatbelt Reminder, Hill Hold Control (pada transmisi otomatis), hingga Dual SRS Airbag.

Untuk pasar Jakarta, Suzuki XL7 Hybrid Beta dengan transmisi manual 5-speed, dijual dengan harga Rp 301,9 juta. Sedangkan yang bertransmisi otomatis 4-speed dibanderol seharga Rp 312,9 juta. Anda berminat?

Begini Skema Pembiayaan Suzuki XL7 di GIIAS 2026!

Segmen SUV hybrid semakin mendapat perhatian masyarakat Indonesia. Hal itu terlihat selama gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, di mana Suzuki XL7 Hybrid menjadi salah satu model yang cukup ramai dikunjungi calon konsumen. Bukan hanya karena tampil dengan penyegaran desain, tetapi juga didukung program penjualan yang membuat biaya kepemilikan menjadi lebih ringan.

Di tengah persaingan SUV tujuh penumpang, faktor pembiayaan kini menjadi pertimbangan utama. Suzuki memahami kondisi tersebut dengan menghadirkan berbagai pilihan kredit melalui perusahaan pembiayaan rekanan. Konsumen dapat memilih tenor mulai satu hingga lima tahun, disertai program bunga spesial untuk periode tertentu, uang muka yang lebih fleksibel, hingga skema cicilan bertahap yang menyesuaikan kemampuan finansial. Selain itu tersedia pula program SUFI Eazy One Year Payment, SUFI Eazy Flexi Step Payment, serta Angsuran Dibayar di Belakang (ADDB) yang menjadi salah satu daya tarik selama GIIAS 2026.

Tidak hanya itu, Suzuki juga memberikan berbagai keuntungan tambahan bagi konsumen yang melakukan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama pameran. Mulai dari cashback, voucher belanja, bonus aksesori resmi, program trade-in, hingga kesempatan mengikuti undian berhadiah sesuai ketentuan program yang berlaku di booth Suzuki. Besaran promo dapat berbeda bergantung pada tipe kendaraan dan perusahaan pembiayaan yang dipilih.

Dari sisi produk, Suzuki XL7 Hybrid terbaru memperoleh sejumlah penyempurnaan pada desain eksterior, interior, sistem hiburan, hingga fitur keselamatan yang lebih lengkap. Teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) tetap menjadi andalan karena mampu membantu efisiensi konsumsi bahan bakar tanpa mengubah karakter berkendara yang ringan dan nyaman untuk penggunaan harian maupun perjalanan luar kota.

Untuk pasar Jakarta, Suzuki memasarkan XL7 Hybrid Beta MT dengan harga Rp301,9 juta, Beta AT Rp312,9 juta, sementara varian tertinggi Alpha Hybrid AT dibanderol Rp327,7 juta, sedangkan versi Alpha Hybrid two-tone dipasarkan Rp329,7 juta. Rentang harga tersebut menempatkan XL7 Hybrid sebagai salah satu SUV elektrifikasi dengan banderol paling kompetitif di kelasnya.

Kombinasi harga, teknologi hybrid ringan, serta paket pembiayaan yang fleksibel membuat Suzuki XL7 Hybrid menjadi salah satu pilihan menarik selama GIIAS 2026. Bagi konsumen yang memang berencana mengganti kendaraan keluarga tahun ini, momentum pameran menjadi kesempatan terbaik untuk memperoleh total biaya kepemilikan yang lebih menguntungkan sekaligus menikmati berbagai promo eksklusif yang hanya tersedia selama berlangsungnya GIIAS 2026.

Berikut daftar harga Suzuki XL7 Hybrid 2026:

XL7 New Alpha Hybrid AT (two-tone color): Rp 329.700.000XL7

New Alpha Hybrid AT (single-tone color): Rp 327.700.000

XL7 New Beta Hybrid AT: Rp 312.900.000

XL7 New Beta Hybrid MT: Rp 301.900.000

XL7 New Zeta AT: Rp 285.300.000

XL7 New Zeta MT: Rp 274.300.000.

 

Bebas Cemas, Ini Alasan Memilih Teknologi Smart Hybrid Suzuki!

Minat masyarakat Indonesia terhadap kendaraan elektrifikasi terus meningkat. Namun, di balik tren tersebut masih ada satu kekhawatiran yang sering muncul, terutama bagi penggemar jalan ke luar kota, yakni range anxiety atau rasa cemas terhadap jarak tempuh kendaraan sebelum harus kembali mengisi energi.

Kekhawatiran ini umumnya dirasakan oleh calon pengguna mobil listrik murni, terutama ketika harus melintasi wilayah yang infrastruktur pengisian dayanya belum merata. Di sinilah Suzuki menawarkan solusi yang lebih realistis melalui teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang disematkan pada Suzuki XL7 Hybrid.

Simpel dan Logis

Berbeda dengan mobil listrik maupun hybrid penuh, sistem Smart Hybrid Suzuki tidak mengharuskan pemilik kendaraan mencari stasiun pengisian daya. Baterai akan terisi secara otomatis saat kendaraan melaju melalui proses regenerative braking dan kerja mesin. Artinya, pengemudi cukup mengisi bensin seperti biasa tanpa perlu mengubah kebiasaan berkendara.

Inilah yang membuat XL7 Hybrid menjadi pilihan logis bagi keluarga Indonesia yang sering melakukan perjalanan antarkota. Mulai dari mudik, liburan bersama keluarga, hingga perjalanan bisnis ke berbagai daerah dapat dilakukan tanpa harus merencanakan lokasi pengisian baterai di sepanjang rute.

Cara Kerja Teknologi SHVS

Teknologi SHVS bekerja melalui kombinasi mesin bensin dengan Integrated Starter Generator (ISG) dan baterai lithium-ion. Saat akselerasi, ISG membantu meringankan kerja mesin sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien. Ketika kendaraan melambat atau melakukan pengereman, energi yang biasanya terbuang akan dikonversi menjadi listrik dan disimpan kembali ke baterai.

Selain meningkatkan efisiensi, sistem ini juga membuat proses start mesin terasa lebih halus melalui fitur Engine Auto Stop yang secara otomatis mematikan mesin saat berhenti sejenak, lalu menghidupkannya kembali dengan cepat ketika pengemudi menginjak pedal gas atau melepas rem. Hasilnya bukan hanya hemat bahan bakar, tetapi juga memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman.

Untuk perjalanan jauh, Suzuki XL7 Hybrid juga menawarkan berbagai keunggulan lain yang mendukung kenyamanan seluruh penumpang. Kabin tiga baris yang lapang mampu mengakomodasi hingga tujuh orang dengan ruang kepala dan kaki yang lega. Bagasi fleksibel memudahkan membawa perlengkapan liburan, sementara posisi duduk yang tinggi memberikan visibilitas lebih baik saat melintasi berbagai kondisi jalan.

Ground clearance yang tinggi juga menjadi nilai tambah ketika kendaraan harus melewati jalan bergelombang atau medan yang kurang bersahabat di luar kota. Dipadukan dengan konsumsi bahan bakar yang efisien, biaya perjalanan menjadi lebih terkendali tanpa mengorbankan kenyamanan.

Perawatan Terjamin Mudah

Bagi sebagian konsumen, kendaraan elektrifikasi sering kali identik dengan biaya kepemilikan yang tinggi dan perawatan yang rumit. Namun, Smart Hybrid Suzuki justru menawarkan pendekatan yang lebih sederhana. Sistem hybrid ringan ini tetap mempertahankan karakter mobil bermesin bensin sehingga proses perawatan dapat dilakukan di jaringan bengkel resmi Suzuki yang telah tersebar luas di berbagai daerah di Indonesia.

Di tengah perkembangan kendaraan elektrifikasi, Smart Hybrid Suzuki hadir sebagai jembatan bagi konsumen yang ingin menikmati manfaat teknologi ramah lingkungan tanpa harus mengubah pola penggunaan kendaraan. Inilah alasan mengapa Suzuki XL7 Hybrid menjadi salah satu SUV keluarga yang paling masuk akal bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi dan sering melakukan perjalanan luar kota.

Bebas dari kekhawatiran mencari stasiun pengisian daya, tetap hemat bahan bakar, nyaman dikendarai, dan didukung jaringan layanan purna jual yang luas membuat Suzuki XL7 Hybrid membuktikan bahwa elektrifikasi tidak selalu harus rumit. Justru dengan pendekatan yang sederhana dan relevan, Smart Hybrid menjadi solusi yang paling logis untuk kebutuhan mobilitas keluarga Indonesia saat ini.

 

BYD Edukasi Komunitas BEYOND Kenali Teknologi Dual Mode

PT BYD Motor Indonesia terus memperkuat edukasi mengenai kendaraan energi baru melalui pendekatan yang melibatkan langsung para pengguna. Dalam rangka GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, BYD menggelar BEYOND Technology Talks, sebuah program edukasi khusus bagi anggota komunitas resmi pengguna BYD, BEYOND Community.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpul sesama pemilik kendaraan BYD, tetapi juga menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman mengenai teknologi Battery Electric Vehicle (BEV) dan Dual Mode (DM) Technology yang kini menjadi salah satu andalan BYD di pasar Indonesia.

Komunitas Jadi Garda Depan Edukasi Kendaraan Energi Baru

BEYOND Community merupakan komunitas resmi pengguna mobil BYD di Indonesia yang berdiri sejak Agustus 2024. Dalam waktu kurang dari dua tahun, komunitas ini telah berkembang pesat dengan jumlah anggota mencapai lebih dari 3.000 member yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui komunitas tersebut, para pemilik kendaraan BYD tidak hanya berbagi pengalaman penggunaan sehari-hari, tetapi juga memperoleh berbagai informasi mengenai perkembangan teknologi kendaraan listrik serta layanan purna jual dari BYD Indonesia.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan bahwa pemahaman teknologi merupakan bagian penting dari pengalaman memiliki kendaraan elektrifikasi.

Menurutnya, komunitas memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat mengenal kendaraan energi baru melalui pengalaman nyata para penggunanya.

Mengenal Lebih Dekat Teknologi Dual Mode (DM)

Salah satu sesi utama dalam BEYOND Technology Talks membahas Dual Mode (DM) Technology, teknologi elektrifikasi terbaru BYD yang menggabungkan motor listrik dan mesin bensin dengan konsep electric-first.

Melalui sistem ini, kendaraan akan memprioritaskan penggunaan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin bekerja secara cerdas sesuai kebutuhan untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih optimal sekaligus menjaga performa saat melakukan perjalanan jauh.

Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai bagaimana sistem DM dirancang agar mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan mobilitas, mulai dari penggunaan harian di dalam kota hingga perjalanan keluarga lintas daerah.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang disampaikan langsung oleh para pengguna berdasarkan pengalaman mereka menggunakan kendaraan BYD.

Belajar Teknologi Sekaligus Mencoba Langsung

Tak hanya mendapatkan materi teknis, sekitar 50 anggota BEYOND Community juga diajak mengunjungi area teknologi di booth BYD.

Di area tersebut peserta dapat melihat lebih dekat berbagai inovasi seperti Blade Battery, e-Platform 3.0, hingga sistem Dual Mode Technology yang menjadi fondasi kendaraan elektrifikasi BYD.

Seluruh teknologi diperkenalkan melalui demonstrasi interaktif sehingga peserta dapat memahami bagaimana setiap sistem bekerja secara terintegrasi untuk meningkatkan keamanan, efisiensi, serta kenyamanan berkendara.

Setelah sesi edukasi selesai, peserta langsung merasakan performa kendaraan melalui test drive BYD M6 DM dan beberapa model lainnya.

Mereka dapat mencoba akselerasi motor listrik yang responsif, karakter kabin yang senyap, efisiensi sistem penggerak, hingga berbagai fitur pintar yang mendukung kenyamanan berkendara sehari-hari.

Edukasi Jadi Kunci Pengembangan Ekosistem EV

Selain membahas teknologi kendaraan, BYD juga memberikan pemaparan mengenai layanan after sales, program garansi, hingga tips perawatan kendaraan listrik agar performanya tetap optimal dalam jangka panjang.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi berbagi pengalaman bersama anggota BEYOND Community yang menceritakan manfaat bergabung dalam komunitas sekaligus pengalaman menggunakan kendaraan BYD di berbagai kondisi.

Melalui program BEYOND Technology Talks, BYD Indonesia ingin membangun ekosistem kendaraan energi baru yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga memperkuat edukasi konsumen. Dengan melibatkan komunitas sebagai mitra, BYD berharap semakin banyak masyarakat memahami manfaat teknologi elektrifikasi, termasuk Dual Mode Technology, sehingga adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia dapat berkembang lebih cepat dan berkelanjutan.

Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro Resmi Meluncur di GIIAS 2026

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kembali memperkuat lini SUV kompaknya dengan meluncurkan Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Sebagai varian flagship terbaru, model ini hadir dengan penyegaran visual dan penambahan fitur keselamatan yang semakin lengkap, sekaligus menawarkan karakter SUV Coupe yang lebih tegas dan premium.

Peluncuran Fronx SGX Hybrid Kuro menjadi respons Suzuki terhadap tingginya minat masyarakat terhadap Fronx sejak pertama kali diperkenalkan pada 2025. Kini, konsumen mendapatkan pilihan baru yang tidak hanya tampil lebih eksklusif, tetapi juga memberikan rasa aman lebih baik selama berkendara.

Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra, mengatakan bahwa pengembangan varian Kuro dilakukan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan desain lebih sporty dengan dukungan teknologi keselamatan yang semakin lengkap.

Identitas Baru Bernuansa Hitam

Nama “Kuro”, yang berarti hitam dalam bahasa Jepang, menjadi identitas utama varian terbaru ini. Karakter tersebut langsung terlihat melalui penggunaan Black Front Grille Garnish yang menggantikan aksen grille sebelumnya.

Sentuhan berwarna hitam pada bagian depan memberikan tampilan yang lebih agresif, maskulin, sekaligus memperkuat karakter SUV Coupe yang menjadi ciri khas Suzuki Fronx. Perubahan ini memang tidak mengubah keseluruhan desain kendaraan, namun berhasil menghadirkan kesan yang lebih premium dan berkelas.

Dipadukan dengan warna eksterior Cool Black, Fronx SGX Hybrid Kuro tampil semakin elegan tanpa meninggalkan kesan sporty yang menjadi daya tarik utamanya.

Dibekali Digital Video Recorder (DVR)

Selain penyegaran desain, Suzuki juga menambahkan Digital Video Recorder (DVR) sebagai fitur standar pada Fronx SGX Hybrid Kuro.

Perangkat ini mampu merekam kondisi di depan kendaraan secara real-time selama perjalanan berlangsung. Rekaman tersebut dapat diakses melalui aplikasi pada smartphone sehingga memudahkan pemilik kendaraan ketika membutuhkan dokumentasi perjalanan maupun sebagai bukti jika terjadi insiden di jalan.

Kehadiran DVR melengkapi berbagai fitur keselamatan yang sebelumnya telah dimiliki Fronx SGX Hybrid, sekaligus memberikan perlindungan tambahan bagi pengemudi.

Di balik kap mesin, Fronx SGX Hybrid Kuro tetap mengusung teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang menjadi salah satu keunggulan utama model ini.

Sistem mild hybrid tersebut membantu meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar sekaligus membuat proses akselerasi terasa lebih halus, tanpa mengurangi karakter berkendara khas mesin bensin Suzuki yang responsif dan nyaman digunakan untuk mobilitas harian.

Kombinasi desain SUV Coupe, efisiensi teknologi hybrid ringan, serta tambahan fitur keselamatan membuat Fronx SGX Hybrid Kuro menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan kendaraan bergaya modern dengan biaya kepemilikan yang tetap kompetitif.

Harga Tetap Kompetitif

Meski hadir sebagai varian tertinggi, Suzuki tetap mempertahankan harga yang kompetitif. Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro dipasarkan dengan banderol Rp333.800.000 (OTR DKI Jakarta).

Selama GIIAS 2026, pengunjung dapat melihat langsung model terbaru ini di booth Suzuki sekaligus mencoba pengalaman berkendara melalui sesi test drive. Kehadiran Fronx SGX Hybrid Kuro memperlihatkan komitmen Suzuki untuk terus menyempurnakan produknya, tidak hanya dari sisi desain, tetapi juga melalui peningkatan fitur keselamatan yang semakin relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Warna Ice Greyish Blue Jadi Magnet Baru Suzuki XL7 New Alpha

Pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 menjadi panggung bagi Suzuki untuk menghadirkan penyegaran pada salah satu SUV andalannya, Suzuki XL7 New Alpha. Bukan hanya membawa peningkatan fitur, Suzuki juga memperkenalkan pilihan warna baru Ice Greyish Blue, yang memberikan nuansa lebih modern sekaligus mempertegas karakter premium dari SUV berkapasitas tujuh penumpang tersebut.

Di tengah tren konsumen yang semakin memperhatikan tampilan kendaraan, kehadiran warna baru ini menjadi strategi Suzuki untuk menghadirkan pilihan yang lebih segar. Ice Greyish Blue memadukan nuansa abu-abu dengan semburat biru lembut, menghasilkan karakter yang elegan tanpa kehilangan kesan tangguh khas sebuah SUV.

Berbeda dengan warna-warna konvensional, Ice Greyish Blue mampu memunculkan permainan cahaya yang menarik ketika terkena sinar matahari. Pada siang hari, warna ini terlihat cerah dan modern, sementara pada malam hari tampil lebih eksklusif dengan kesan premium yang kuat. Karakter tersebut membuat XL7 New Alpha tetap tampil menonjol, baik saat digunakan untuk aktivitas harian maupun perjalanan bersama keluarga.

Pilihan warna baru ini juga berpadu harmonis dengan desain eksterior XL7 New Alpha. Grille depan beraksen gelap, lampu LED modern, velg bergaya sporty, roof rail, hingga over fender berwarna hitam semakin memperkuat identitas SUV yang gagah namun tetap elegan. Sentuhan tersebut membuat XL7 New Alpha terlihat lebih berkelas dibandingkan sekadar kendaraan keluarga biasa.

Masuk ke dalam kabin, Suzuki tetap mempertahankan keunggulan XL7 sebagai SUV keluarga yang mengutamakan kenyamanan. Konfigurasi tiga baris kursi menawarkan ruang yang lapang bagi tujuh penumpang, sementara pembaruan pada model terbaru menghadirkan berbagai fitur modern seperti head unit dengan tampilan baru, kamera 360 derajat, dashcam bawaan, hingga beragam fitur konektivitas yang mendukung mobilitas sehari-hari.

Di balik kap mesin, Suzuki masih mengandalkan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang telah menjadi salah satu daya tarik utama XL7. Sistem hybrid ringan ini membantu meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar tanpa mengubah karakter berkendara yang sudah akrab bagi pengguna mobil bermesin bensin. Hasilnya, XL7 New Alpha tetap nyaman digunakan di dalam kota maupun saat menempuh perjalanan luar kota bersama keluarga.

Kehadiran Ice Greyish Blue juga menjadi jawaban bagi konsumen yang menginginkan kendaraan dengan tampilan lebih eksklusif tanpa harus melakukan modifikasi. Warna ini mampu memberikan kesan berbeda sejak pandangan pertama sekaligus meningkatkan nilai estetika kendaraan.

Dipadukan dengan berbagai program penjualan menarik selama GIIAS 2026, termasuk promo pembiayaan dan trade-in, Suzuki XL7 New Alpha semakin menarik untuk dipertimbangkan. Penyegaran melalui warna Ice Greyish Blue membuktikan bahwa Suzuki tidak hanya fokus pada teknologi dan efisiensi, tetapi juga memahami kebutuhan konsumen yang ingin tampil lebih percaya diri dengan kendaraan yang stylish.

Bagi pengunjung GIIAS 2026, Suzuki XL7 New Alpha berbalut Ice Greyish Blue menjadi salah satu model yang layak disempatkan untuk dilihat langsung. Warna baru ini bukan sekadar penyegaran visual, melainkan simbol evolusi XL7 sebagai SUV keluarga modern yang memadukan desain elegan, fitur lengkap, teknologi Smart Hybrid, serta nilai kepemilikan yang kompetitif di kelasnya.