Eleminir Range Anxiety Lewat Teknologi REEV dari Changan

Berkendara jarak jauh acapkali menjadi pilihan bagi sebagian pemilik mobil. Tak hanya menikmati suasana perjalanan, namun juga memberikan kebebasan dalam memilih rute selama perjalanan, maupun fleksibilitas saat tiba di tempat tujuan. Tapi, ada faktor lain yang kini mulai timbul, khususnya bagi pengguna kendaraan elektrifikasi. Faktor tersebut ialah range anxiety, atau keraguan akan jarak tempuh kendaraan.

Hal tersebut memang lumrah, karena jarak tempuh kendaraan elektrifikasi (utamanya Battery Electric Vehicle) dipengaruhi oleh gaya berkendara dan penggunaan daya listrik lainnya. Lalu sejumlah produsen kendaraan elektrifikasi menyuguhkan sejumlah solusi lain. Mulai dari Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga Range Extender Electric Vehicle (REEV).

Teknologi REEV nampaknya menjadi jagoan dari Changan Automobile Group, dan telah dijejalkan pada sejumlah model kendaraannya. Hasilnya memang memuaskan. Performa kendaraan tetap terjaga, efisiensi bahan bakar semakin optimal, dan emisi gas buang tergolong minim. Hingga menjadi solusi untuk mengeliminir faktor range anxiety.

Perpanjang Jarak Tempuh

Waktunya kenalan dengan teknologi REEV ini. REEV merupakan jenis sistem penggerak hybrid yang menggabungkan penggerak listrik dengan mesin pembakaran internal (ICE), dan generator di dalam kendaraan. Fungsinya untuk memperpanjang jarak tempuh, melebihi kemampuan yang dapat dicapai oleh baterai saja.

Kendaraan REEV beroperasi dalam beberapa mode: Electric Mode menggunakan daya baterai sepenuhnya untuk berkendara jarak jauh. Lalu Range-Extending Mode mengaktifkan mesin pembakaran internal dan generator. Untuk menghasilkan listrik saat level baterai rendah. Baik untuk menggerakkan motor maupun mengisi ulang baterai.

Berikutnya ada Regenerative Braking Mode mengubah energi kinetik menjadi energi listrik untuk mengisi ulang baterai. Serta Camping Mode yang memungkinkan range extender menghasilkan listrik bagi baterai saat kendaraan dalam kondisi berhenti dan level baterai rendah.

Solusi Dalam Transisi Menuju Elektrifikasi

REEV menampilkan teknologi otomotif masa depan, dengan menghadirkan manfaat berkendara listrik sekaligus kemampuan menempuh jarak jauh seperti kendaraan konvensional. Teknologi ini mampu menurunkan emisi dan lebih hemat bahan bakar dibandingkan mobil hybrid konvensional. Sebab mesin dan generator beroperasi lebih jarang, sehingga memiliki efisiensi lebih tinggi.

REEV hadir sebagai solusi atas berbagai pertimbangan masyarakat dalam proses transisi menuju Kendaraan Energi Baru (New Energy Vehicle atau NEV). Changan memahami bahwa konsumen membutuhkan mobilitas yang aman, nyaman, cerdas, dan praktis. Dalam melakukan perjalanan jarak jauh, banyak orang merasa lebih nyaman melakukan perjalanan darat menggunakan mobil, karena memberikan kebebasan untuk
bepergian ke mana saja.

REEV menawarkan kenyamanan untuk perjalanan jarak jauh tanpa perlu sering berhenti untuk pengisian daya, sehingga ideal baik untuk mobilitas harian di perkotaan maupun perjalanan panjang. Untuk penggunaan sehari-hari, seperti dari rumah ke kantor atau beraktivitas di dalam kota, pengguna dapat menikmati pengalaman berkendara dan efisiensi biaya layaknya kendaraan listrik murni (BEV), tanpa tambahan biaya bahan bakar.

Sedangkan, untuk memenuhi kebutuhan perjalanan jauh atau road trip, sistem range extender akan membantu dengan memanfaatkan mesin untuk menghasilkan listrik guna mengisi ulang baterai atau menyalurkan daya ke motor. Dengan demikian, pengguna tidak perlu khawatir harus berhenti untuk mengisi daya, karena REEV mampu menempuh jarak yang jauh lebih panjang dibandingkan BEV.

Changan Automobile Perkenalkan Teknologi BlueCore Hybrid

Kendaraan elektrifikasi saat ini mengalami perkembangan teknologi yang sangat pesat. Hanya saja, saat ini masih banyak yang enggan beralih dari kendaraan peminum BBM ke mobil listrik. Teknologi hybrid jadi jembatan yang relevan bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tapi masih bisa mampir SPBU.

China Changan Automobile Group sangat mrmahami hal tersebut. Selain memproduksi mobil listrik bertenaga batetsi (BEV), mesin hybrid pun terus dikembangkan sebagai penyeimbang. Teknologi terbaru BlueCore HEV pun resmi diperkenalkan sebagai gebrakan baru. Seperti apa teknologimya?

BlueCore HEV

BlueCore HEV merupakan solusi teknologi mesin hybrid cerdas dengan konsumsi energi yang efisien tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.

Pengembangan teknologi ini butuh waktu enam tahun dengan melibatkan lebih dari 1.000 tenaga ahli. Dengan memanfaatkan 163 jenis teknologi, riset BlueCore HEV menelan dana investasi 2 miliar Yuan atau sekira Rp 5 trilyun.

Untuk menghasilkan konsumsi BBM yang lebih efisien, sistem ini memanfaatkan mesin hybrid dengan sistem suplai bahan bakar direct injection bertekanan tinggi yakni 500 Bar. Teknologi ini merupakan yang pertama di dunia menggunakan sistem injeksi BBM bertekanan sangat tinggi.

Fungsi mesin bermotor bakar ini sebagai generator pengisi daya listrik baterai. Jadi mesin tidak terhubung langsung ke roda.

Sebagai penggerak roda, BlueCore HEV menggunakan motor listrik berdaya tinggi dengan fluks magnet besar. Sedangkan pasokan energi listrik bersumber dari baterai berperforma tinggi yang dilengkapi sistem kontrol cerdas berbasis AI. Sistem hybrid terbaru ini tidak memerlukan sumber daya listrik eksternal untuk pengisian daya baterai.

Pada prototype teknologi BlueCore HEV, desain ruang bakar pada mesin mengalami penyesuaian. Untuk mengimbangi tekanan semprotan injeksi BBM yang sangat tinggi, rasio kompresi ruang bakar dirancang di angka 16:1. Agar getaran dan suara knalpot serta emisi gas buang yang dihasilkan cukup rendah, 30% gas buang yang dihasilkan diresirkulasi pada penyaring sistem exhaust.

Motor listrik penggerak P3 yang digunakan dilengkapi 3V high magnetic flux steel yang mampu menghasilkan efisiensi gerak hingga 98.1%! Bahkan putaran motor listrik mampu mencapai 2000 rpm dengan output 180kW (241 hp). Bobotnya pun relatif ringan, hanya kisaran 18.1 kg.

Sebagai sumber pasokan daya listrik, dipercayakan pada baterai ternary lithium berdaya 1.7kWh. Sementara sistem kendali kinerja motor listrik dan mesin memanfaatkan 6 MCU chip berperforma tinggi dengan software berbasis AI.

Chip dapat melakukan operasi pengaturan akselerasi motir listrik, deteksi dan kalkulasi perilaku mengemudi dan masih banyak lagi. semua dilakukan dalam hitungan milidetik!

Hasil Uji Menakjubkan

Serangkaian pengujian dilakukan secara menyeluruh dengan durasi jarak lebih dari 2 juta kilometer, lebih dari 70 uji jalan khusus, 350 jam uji statis tanpa henti, serta lebih dari 1.000 jam uji dalam kondisi ekstrem.

Uji jalan nyata pun dilakukan bersama media dan pengguna. Hasil uji pada BlueCore HEV mampu melampaui performa kendaraan hybrid sejenis.

Pada uji statis, dikatakan efisiensi thermal mampu mencapai angka tertinggai 44.28%. Sedangkan efisiensi thermal rata-rata di angka 40.9%. Pada uji jalan, hasilnya bahkan lebih baik lagi yakni 56.3%.

Pada uji jalan kondisi nyata di dalam kota, sedan Eado HEV yang dilengkapi sistem hybrid BlueCore cuma butuh 2.98 liter BBM untuk menempuh jarak 100 km. Sedangkan SUV CS75 HEV mengkonsumsi 3.54 liter bensin untuk jarak 100 km. Kombinasi BBM rata-rata kombinasi dalam kota dan tol pun masih terbilang irit, yakni 4.67 L/100 km.

BlueCore HEV merupakan teknologi hybrid generasi baru yang menjadi langkah strategis Changan Automobile dalam menghadirkan solusi mobilitas global. Sistem ini dirancang untuk mendefinisikan ulang mobilitas hybrid yang efisien. Mobil terbaru apa saja yang akan dibekali teknologi ini nantinya? Kita tunggu kemunculannya dalam waktu dekat.

 

Baru Perkenalan, Changan Akan Pasarkan Deepal SO5 REEV di Tanah air

Setelah sukses menggebrak pasar otomotif Indonesia dengan mobil listrik Deepal S07 dan Lumin EV, Changan Automobile kembali menyiapkan mobil terbarunya.

Sebagai menu pembuka, pabrikan otomotif asal China ini memperkenalkan SUV Deepal S05 REEV. Debut perkenalan yang dilakukan di Jakarta pada Rabu, (9/4) kemarin menandai keseriusan Changan Automobile dalam berekspansi dan menggarap pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia Karena masih tahap tes pasar, info spesifikasinya belum diungkap secara utuh.

Ini baru satu model, dan masih ada model lainnya yang akan menyusul diperkenalkan. Hal tersebut diamini oleh Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia yang memberi sedikit petunjuk jika tahun ini Changan bakal memboyong tiga model baru ke Indonesia.

“Kami melihat peluang yang positif seiring pesatnya perkembangan ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Setelah menghadirkan Changan Lumin dan Deepal S07, kami siap memperkenalkan tiga model baru secara bertahap hingga akhir tahun ini untuk perluas portofolio Changan di Tanah Air dan memberikan pilihan lebih bagi konsumen,” papar Setiawan Surya.

Gaya Semi Futuristik

Deepal S05 REEV mengusung filosofi desain “Symbiotic Aesthetics”, yang memadukan elemen estetika dan fungsi secara imbang.

Secara sepintas, desain tampilan Deepal S05 REEV terlihat tak jauh beda dari Deepal S07. Postur bodinya yang memiliki panjang 4.620 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.600 mm dan jarak wheelbase 2.880 mm, sedikit lebih compact dari Deepal S07.

Kesan semi futuristik dan premium diperkuat dengan lampu depan dan belakang LED berdesain ramping, frameless doors serta electric door handles yang menyatu dengan bodi. Desain bodi yang sporty kian terlihat eyecatching dengan velg alloy 18-inci.

Faktor gaya aerodinamika juga menjadi perhatian. Terlihat dari penggunaan sirip diffuser pemecah angin yang menghasilkan koefisien hambatan udara minim yakni 0,25 Cd. Untuk sebuah SUV, angkanya terbilang cukup impresif. Gaya aerodinamika yang makin sempurna berdampak pada stabilitas berkendara dan efisiensi konsumsi energi.

Sebagai catatan, desain mobil ini berhasil mendapatkan pengakuan internasional melalui penghargaan Germany iF Design Award 2025. Jadi kualitasnya tak perlu lagi diragukan.

Jarak Jelajah Jadi Keunggulan

Berhubung info seputar spek mobil ini bikin penasaran, kami pun menelisik ke daratan Eropa. Ya, Changan Deepal S05 di Benua Biru ada dua versi yang juga bakal beredar tahun ini pada Mei 2026 mendatang yakni versi EV dan REEV.

REEV atau Range Extender Electric Vehicle (REEV) memanfaatkan mesin motor bakar sebagai generator yang akan mengisi energi baterai. Jadi tidak terhubung langsung ke roda. Sistem penggerak utamanya adalah motor listrik. Teknologi ini menyuguhkan rasa berkendara yang senyap seperti mobil listrik, tapi tak perlu sering mampir SPKLU untuk mengecas baterai. Dengan demikian, lebih fleksibel dan praktis dibandingkan mobil listrik biasa.

Deepal S05 REEV di pasar Eropa dibekali sistem Ultra Hybrid yang memadukan mesin bensin 1.5-liter bertenaga 79 hp sebagai generator dengan motor listril penggerak beroutput 234 hp. Sistem REEV ini output kombinasinya mencapai 258 hp.

Berbekal baterai 18.4 kWh, jarak jelajah pada mode EV mengandalkan energi baterai bisa mencapai 100 kilometer. Untuk mode hybrid, jarak jelajah maksimumnya 1.000 kilometer! Lebih dari cukup untuk menunjang mobilitas harian dalam kota maupun perjalanan anyar kota jarak jauh.

Dengan fast charger DC beroutput hingga 55 kW, pengecasan daya dari 30% hingga 80% cuma butuh waktu 15 menit! Wuih, sangat efisien. Mobil ini juga dilengkapi fitur berbagi daya vehicle to load (V2L) yang memanfaatkan energi listrik baterai untuk perangkat kelistrikan eksternal. Mirip genset mini

Gak sabar lagi untuk menantikan peluncuran resmi Deepal S05 REEV bukan? Sabar, pihak Changan Automobile sedianya akan resmi meluncurkan dan memasarkan paling cepat pada semester kedua tahun 2026. Jadi, kita tunggu saja tanggal tayangnya…

Changan Lumin Digemari Pengunjung Motomobi Karnaval 2026

Tampilnya Changan Lumin di ajang Motomobi Karnaval 2026 sukses menjadi sorotan utama para pengunjung yang memadati Qbig BSD City, Tangerang. Mobil listrik berdesain mungil ini mencuri perhatian berkat tampilan yang stylish, dimensi kompak, serta teknologi modern yang ditawarkan untuk mobilitas perkotaan masa kini.

Kehadirannya sekaligus menegaskan komitmen Changan dalam menghadirkan solusi kendaraan listrik yang praktis, efisien, dan ramah lingkungan di Indonesia.

Mungil dan Praktis

Secara desain, Changan Lumin mengusung konsep city car futuristik dengan garis bodi membulat dan lampu depan berbentuk oval yang memberikan kesan menggemaskan sekaligus modern. Dimensinya yang ringkas membuat mobil ini sangat ideal untuk penggunaan di area perkotaan dengan tingkat kemacetan tinggi. Tidak hanya menarik dari segi tampilan, Lumin juga dirancang untuk memberikan kenyamanan optimal bagi penggunanya.

Masuk ke bagian spesifikasi, Changan Lumin dibekali motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 48 hp dengan torsi instan khas kendaraan listrik. Mobil ini menggunakan baterai lithium-ion dengan kapasitas yang memungkinkan jarak tempuh hingga sekitar 300 km dalam sekali pengisian, tergantung varian. Sistem pengisian dayanya juga sudah mendukung fast charging, sehingga pengisian baterai dari 30% hingga 80% dapat dilakukan dalam waktu kurang dari satu jam.

Fitur Cukup Lengkap

Di sektor fitur, Changan Lumin menawarkan berbagai teknologi yang mendukung kenyamanan dan kemudahan berkendara. Terdapat layar infotainment digital yang terintegrasi dengan konektivitas smartphone, memungkinkan pengguna mengakses navigasi, musik, hingga panggilan dengan mudah. Panel instrumen digital juga memberikan informasi berkendara secara real-time dengan tampilan yang modern dan mudah dibaca. Selain itu, mobil ini dilengkapi dengan sistem keyless entry, push start button, serta AC elektrik yang efisien.

Kenyamanan berkendara semakin ditingkatkan dengan suspensi yang dirancang khusus untuk meredam getaran di jalan perkotaan. Kabin yang senyap juga menjadi nilai tambah, berkat karakteristik kendaraan listrik yang minim suara mesin. Meski berukuran kecil, ruang kabin tetap dirancang ergonomis untuk memberikan ruang yang cukup bagi pengemudi dan penumpang.

Untuk aspek keamanan, Changan Lumin tidak kalah kompetitif di kelasnya. Mobil ini dilengkapi dengan sistem pengereman ABS (Anti-lock Braking System) dan EBD (Electronic Brakeforce Distribution) yang membantu menjaga stabilitas saat pengereman mendadak. Selain itu, tersedia juga fitur airbag untuk pengemudi dan penumpang depan, sensor parkir, serta kamera belakang yang memudahkan manuver di ruang sempit. Struktur bodinya juga dirancang dengan material yang mampu menyerap benturan untuk meningkatkan perlindungan penumpang.

Harga Terjangkau

Soal harga mobil micro EV ini pun cukup terjangkau yakni Rp183 juta (OTR Jakarta). Pilihan warna eksterior pun beragam. Mulai dari Wheat Yellow, Sakura Powder, Magpie Gray, Foggy White hingga Moss Green.

Soal layanan purna jual tak perlu khawatir. Keagenan dan operasional brand otomotif Changan di Indonesia berada di bawah naungan Indomobil Group yang memiliki jaringan luas dan pengalaman terpercaya.

Dengan kombinasi desain menarik, fitur modern, serta sistem keamanan yang memadai, Changan Lumin menjadi salah satu city EV yang layak dipertimbangkan. Kehadirannya di Motomobi Karnaval 2026 menjadi bukti bahwa kendaraan listrik kini semakin relevan dan diminati oleh masyarakat Indonesia.

Lumin EV & Deepal S07 Curi Perhatian di Motomobi Karnaval 2026

Dua mobil listrik dari Changan sukses mencuri perhatian pengunjung di Motomobi Karnaval 2026 yang digelar di QBig BSD City pada 4–5 April 2026. Model yang ditampilkan, yakni Deepal S07 dan Changan Lumin EV, menawarkan dua pendekatan berbeda dalam menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat modern.

Kehadiran Changan di event ini menjadi strategi “jemput bola” untuk mendekatkan teknologi kendaraan listrik kepada konsumen Indonesia yang semakin tertarik beralih ke EV.

Deepal S07, SUV Listrik Premium yang Futuristik

Bagi konsumen yang ingin naik kelas ke SUV listrik premium, Deepal S07 menjadi opsi menarik. Desainnya tampil futuristik, dipadukan dengan teknologi mutakhir yang jarang ditemui di kelasnya.

Salah satu fitur unggulan adalah Augmented Reality Head-Up Display (AR-HUD) yang memproyeksikan informasi berkendara langsung ke kaca depan. Tak hanya itu, terdapat juga gesture recognition yang memungkinkan pengemudi mengontrol fitur seperti musik atau panggilan hanya dengan gerakan tangan.

Fitur keselamatan menjadi nilai jual utama, dengan total 19 fitur ADAS, termasuk Front Collision Warning, Automatic Emergency Braking, hingga Lane Departure Warning. Kamera 360 derajat serta sistem pengereman ABS dan EBD semakin menambah rasa aman saat berkendara.

Dari sisi performa, Deepal S07 dibekali motor listrik 160 kW (215 hp) dengan torsi 320 Nm dan penggerak roda belakang. Baterai berkapasitas 79,97 kWh mampu menghadirkan jarak tempuh hingga 560 km. Pengisian cepat dari 30% ke 80% hanya membutuhkan sekitar 35 menit.

Lumin EV, City Car yang Praktis dan Terjangkau

Di sisi lain, Lumin EV tampil sebagai city car listrik yang menggemaskan sekaligus fungsional. Dimensinya yang kompak membuat mobil ini sangat ideal untuk penggunaan di perkotaan, terutama di jalan sempit dan area parkir terbatas.

Interiornya mengusung konsep modern dengan layar instrumen digital 7 inci dan head unit 10,25 inci yang sudah mendukung Bluetooth, Apple CarPlay, dan CarAuto.

Untuk performa, Lumin EV dibekali motor listrik 35 kW (47 hp) dengan torsi 83 Nm. Baterai 28,08 kWh memungkinkan jarak tempuh hingga 301 km, cukup untuk kebutuhan harian.

Pengisian daya juga praktis berkat dukungan fast charging, dengan waktu 30% ke 80% sekitar 35 menit.

Harga Jadi Penentu, Pilih Murah atau Premium?

Soal harga, Lumin EV menjadi pilihan paling terjangkau dengan banderol sekitar Rp183 juta (OTR Jakarta), menjadikannya salah satu EV entry-level paling menarik di pasar.

Sementara Deepal S07 bermain di segmen lebih tinggi dengan harga Rp599 juta (OTR Jakarta), lengkap dengan garansi baterai hingga 8 tahun atau 240.000 km serta servis gratis 5 tahun.

Dengan dua karakter yang sangat berbeda, Changan menawarkan pilihan menarik bagi konsumen Indonesia: city car listrik praktis untuk mobilitas harian atau SUV premium dengan teknologi canggih untuk pengalaman berkendara yang lebih modern.

Changan dan CATL Uji Coba Baterai Sodium-Ion di Medan Ekstrem

Persaingan teknologi baterai global semakin gencar dan memanas. Raksasa otomotif asal China, Changan Automobile secara resmi menggelar uji coba teknologi baterai Sodium-Ion terbarunya.

Kegiatan bertajuk “Changan SDA Intelligence Update & Global Launch of Sodium-Ion Battery Strategy” tersebut berlangsung di wilayah ekstrem Yakeshi, Mongolia. Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya agenda rangkaian uji coba Global Testing Season 2026 yang dilakukan oleh Changan.

Teknologi terbaru ini menjadikan Changan Automobile sebagai pelopor di industri baterai yang memadukan dua pilar utama teknologi penyimpanan daya, yakni Sodium dan Lithium.

Dalam paparan yang disampaikan di hadapan media global, Chief Brand Officer China Changan Automobile Group, Tan Benhong, mengungkapkan bahwa Changan akan segera meluncurkan berbagai lini kendaraan NEV baru yang dibekali baterai sodium-ion melalui berbagai merek yang ada di bawah naungan grup tersebut.

“Dari kondisi ekstrem hingga berkendara sehari-hari, setiap upaya pelampauan batas di Changan pada akhirnya bertujuan untuk melindungi seluruh pengguna kami dalam perjalanan harian mereka,” terang Tan Benhong dalam paparannya.

Performa Baterai Jadi Fokus Utama

Salah satu tantangan terbesar teknologi baterai yang dihadapi saat ini listrik adalah penurunan performa di wilayah bersuhu rendah. Namun demikian, teknologi baterai sodium-ion Changan menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam validasi sistematis di bawah kondisi temperatur beku.

Pengosongan daya (discharging) tetap stabil walau dalam suhu yang rendah, sehingga meningkatkan keamanan dan kinerja baterai. Bahkan saat suhu anjlok hingga di bawah minus 40 derajat Celsius.

Tak hanya tangguh dalam cuaca dingin, aspek keamanan intrinsik baterai ini juga telah diuji melampaui standar nasional maupun global.

Changan bekerjasama dengan CATL dalam melakukan rangkaian uji ketahanan baterai secara ekstrem, termasuk penetrasi bor. Hasil pengujian dikatakan menunjukkan stabilitas yang luar biasa tanpa adanya kemunculan asap, api, maupun ledakan.

Baterai jenis Sodium-Ion yang diuji berdaya 45 kWh. Dari hasil uji berkendara dengan siklus uji CLTC, jarak jelajah maksimum yang dicapai di kisaran  400 kilometer. Tak beda jauh dari baterai lithium iron phosphate (LFP) CATL yang kini digunakan pada mobil listrik Changan.

Meskipun demikian, hasil uji pada baterai menunjukkan daya tahan yang lebih baik di suhu ekstrem dibandingkan batersi jenis lithium iron phosphate (LFP).

Tak hanya itu, keuntungan lain dari material Sodium yakni bahan bakunya lebih mudah diperoleh serta biayanya lebih murah dibandingkan bahan Lithium.

Pihak pabrikan menyatakan bahwa Changan akan meluncurkan mobil listrik Nevo A06 pada pertengahan tahun ini. Changan Nevo A06 akan menjadi yang pertama dibekali baterai Sodium-Ion. Kedepannya, akan ada beberapa model lain yang dibekali baterai jenis ini.

Teknologi SDA Intelligence

Selain teknologi baterai, Changan turut meluncurkan evolusi teknologi keamanan berkendara berbasis kecerdasan buatan (AI), SDA Intelligence.

Teknologi mutakhir ini menandai transisi dari sistem keamanan pasif menuju stabilisasi kendaraan proaktif yang ditenagai oleh kecerdasan buatan (AI). Pengujian langsung di permukaan padang es Yakeshi, Mongolia menunjukkan bagaimana sistem ini bekerja pada mobil listrik Avatr, Deepal dan Nevo.

Kehadiran teknologi ini tak terlepas dari peran lab riset perangkat lunak, CHANGAN SDA Lab yang mengoperasikan lebih dari 400.000 skenario simulasi uji virtual setiap harinya. Validasi digital ini mencakup jarak tempuh simulasi mengemudi cerdas lebih dari 3,3 juta kilometer per hari guna memastikan integritas kode dan algoritma keamanan sistem sebelum diterapkan di dunia nyata.

Dalam simulasi uji coba, Avatr 12 berhasil melakukan perubahan lajur darurat di atas permukaan es yang licin setelah skenario ban meledak. Sistem penggerak listrik tetap mampu menjaga arah trajektori kendaraan secara sempurna.

Sementara itu, Changan Nevo Q05 sukses mendemonstrasikan fitur Adaptive Cruise Control (ACC) yang mampu mengidentifikasi hambatan di jalan licin serta melakukan pengereman darurat dengan stabil dan terkendali.

Changan pun membangun fasilitas uji coba Western Automotive Proving Ground seluas 2,33 kilometer persegi dengan investasi mencapai 3 miliar Yuan (sekitar USD 431 juta). Fasilitas ini mencakup puluhan jenis permukaan jalan dengan jarak uji tahunan mencapai 20 juta kilometer.

Uji coba yang dilakukan di Yakeshi hanyalah awal dari rangkaian Global Testing Season 2026. Changan berencana membawa unit ke Asia Tenggara untuk menguji daya tahan terhadap kelembaban tinggi, serta ke Pegunungan Alpen untuk uji sasis di dataran tinggi. Di Amerika Latin, uji keandalan jarak jauh akan dilakukan dalam perjalanan lintas medan di Meksiko, dari Cancun menuju Merida.

Changan Siap Dukung Mobilitas Masa Depan di Indonesia

Salah satu pendatang baru asal Tiongkok bakal hadir memperkuat pasar otomotif Tanah Air, CHANGAN.

Guna membangun pondasi keberadaannya di Indonesia, CHANGAN menggandeng Indomobil Group sebagai partner strategis. Dengan pengalaman serta reputasi kuat dan terpercaya di sektor bisnis maupun industri otomotif nasional, Indomobil punya peranan penting dalam tumbuh kembang merek CHANGAN di pasar otomotif Tanah Air.

“Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, Indomobil Group dan CHANGAN akan terus memperkuat kerja sama dalam menghadirkan solusi mobilitas berkelanjutan dan mendukung akselerasi elektrifikasi nasional serta mendorong transformasi industri otomotif Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau dan cerdas,” papar Setiawan Surya, Chief Executive Officer CHANGAN Indonesia disela perjalanan bersama kami beberapa waktu lalu.

Teknologi dan Inovasi Manufaktur Mutakhir

Kami bersama sejumlah awak media ikut serta dalam acara Media Trip & Factory Visit Changan Automobile bersama CHANGAN Indonesia mengunjungi sejumlah fasilitas yang dimiliki CHANGAN Automobile di China. Salah satu lokasi menarik yang kami kunjungi adalah fasilitas manufaktur terpadu CHANGAN Digital Smart Factory yang berlokasi di Yubei, Chongqing, China.

Pabrik terpadu dengan luas areal 770.000 meter persegi ini adalah fasilitas manufaktur otomotif cerdas pertama di dunia yang menggunakan koneksi jaringan internet 5G dan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Seluruh sistem teknologi yang digunakan di sini merupakan hasil kolaborasi CHANGAN Automobile dengan perusahaan teknologi China Unicom dan Huawei.

Kemampuan produksi yang dapat dicapai pabrik ini hingga 280.000 unit kendaraan per tahun. Hal tersebut didukung proses produksi berteknologi komputerisasi digital terintegrasi dan robotika. Mulai dari jalur distribusi bahan baku produksi, manufaktur baterai hingga proses perakitan kendaraan memiliki efisiensi serta fleksibilitas kerja yang tinggi.

Lini produk CHANGAN mencakup kendaraan penumpang, SUV, pick-up, dan kendaraan komersial ringan, dengan fokus kuat pada inovasi elektrifikasi, kendaraan otonom, dan konektivitas digital.

Selain fasilitas manufaktur, CHANGAN juga memiliki fasilitas R&D serta test track dan proving ground. Seluruh fasilitas tersebut saling terhubung satu sama lain, sehingga tahapan proses produksi dari hulu ke hilir nyaris tak ada yang terlewat.

Filosofi dan Inovasi Desain

Salah satu paparan yang kami dapatkan selama kunjungan ke fasilitas manufaktur CHANGAN yakni visi yang diusung.

Pondasi utama yang mengawali kiprah CHANGAN pada tahun 2017, yakni filosofi desain generasi pertama “Vibrant Vitality”, yang berakar pada budaya Timur.

Filosofi ini menggabungkan kecerdasan (intelligence) dan pendekatan berpusat pada manusia (human-centered design) dalam setiap rancangan kendaraan. Seluruh elemen tersebut diimplementasikan pada karya desain ikonik seperti Extreme Flow dan Yuyue Concept Car, yang kemudian jadi identitas desain khas CHANGAN yang kuat, berkarakter, dan sarat makna emosional.

Dalam mengembangkan kendaraan masa depan, CHANGAN pun berpegang pada tiga pilar utama inovasi:

Shangri-La Mission: Fokus pada elektrifikasi dan efisiensi energi.

Dubhe Plan: Pengembangan kendaraan otonom generasi baru.

Vast Ocean Plan: Berorientasi pada peningkatan nilai dan kenyamanan bagi konsumen.

CHANGAN mewujudkan visi Shangri-La Mission dengan menghadirkan berbagai inovasi teknologi elektrifikasi otomotif yang mendefinisikan ulang standar efisiensi dan keamanan. Salah satu contohnya yakni pengembangan Golden Shield Battery. Ini adalah baterai solid-state pertama di dunia yang menggunakan sistem pemanasan gelombang frekuensi tinggi, sehingga dapat memadukan efisiensi dan keamanan baterai dalam satu inovasi revolusioner.

CHANGAN juga memperkenalkan teknologi EREV (Extended-Range Electric Vehicle) atau REEV (Range-Extended Electric Vehicle). Solusi elektrifikasi otomotif cerdas ini memadukan motor listrik utama dengan mesin bensin sebagai generator.

Mesin bermotor bakar tidak menggerakkan roda, karena hanya berfungsi sebagai pengisi daya baterai ketika kapasitasnya menurun. Sistem penggerak roda pada EREV/REEV sepenuhnya dilakukan oleh motor listrik.

Pengendaraan jauh lebih senyap, halus, dan responsif seperti mobil listrik murni (BEV). Teknologi hybrid jenis baru ini menghasilkan jarak jelajah hingga 1.150 km dalam kondisi baterai dan tangki BBM terisi penuh. Tak perlu khawatir terhadap ketersediaan SPBU dan SPKLU selama menempuh perjalanan jauh.

Komitmen Jangka Panjang di Indoneisa

Melalui inovasi teknologi otomotif yang dimiliki, CHANGAN berkomitmen untuk menghadirkan teknologi elektrifikasi yang cerdas, efisien, dan berorientasi pada pengguna.

CHANGAN dan Indomobil berkomitmen mendukung agenda Net Zero Carbon 2060 yang dicanangkan pemerintah Indonesia. Langkah ini sejalan dengan target nasional untuk mencapai 400.000 pengguna kendaraan listrik pada 2025 dan 2 juta pengguna pada tahun 2030 mendatang.

Selain fokus pada keberlanjutan lingkungan, CHANGAN dan Indomobil berencana untuk memproduksi kendaraan secara lokal. Hal tersebut merupakan wujud komitmen jangka panjang CHANGAN dan Indomobil untuk mengembangkan industri otomotif nasional

Kemitraan antara CHANGAN dan Indomobil diharapkan mendorong transfer teknologi dan pengetahuan serta pemberdayaan sumber daya manusia Indonesia, sekaligus memperkuat basis industri kendaraan listrik di dalam negeri. Selain itu, dalam waktu mendatang Indonesia diharapkan dapat menjadi basis produksi CHANGAN untuk kawasan Asia Tenggara.

Penasaran ingin tahu seperti apa sosok kendaraan yang akan diboyong oleh CHANGAN ke pasar otomotif Indonesia? Tunggu tanggal tayangnya di GJAW 2025.

Changan Indonesia Siap Merangsek Pasar Mobil Listrik Tanah Air

Brand otomotif baru asal Tiongkok, Changan akan tampil di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 pada 21-30 November 2025 mendatang.

Solusi Mobilitas Berkelanjutan

Changan Automotive merupakan salah satu merek otomotif terkemuka Tiongkok dengan pengalaman lebih dari 40 tahun. Tak hanya memiliki beragam sub-brand, kemitraan produksi otomotif secara internasional juga dilakukan, antara lain GMC, Changan Ford, dan Changan Mazda.

Di Indonesia, Changan bermitra dengan Indomobil Group dan menunjuk Changan Indonesia sebagai pijakan untuk masuk ke pasar kendaraan elektrifikasi Tanah Air. Kolaborasi kedua perusahaan mencakup distribusi penjualan dan layanan purnajual, hingga produksi lokal model mobil Changan lainnya di masa mendatang.

Kerjasama antara Changan Automotive dengan Indomobil Group dalam entitas Changan Indonesia ini akan mendatangkan berbagai produk unggulan. Inovasi teknologi yang ada pada produk Changan diharapkan tak sekadar menjadi solusi mobilitas yang berkelanjutan, tapi sekaligus mendukung akselerasi elektrifikasi otomotif nasional.

Di ajang GJAW 2025, Changan Indonesia akan menempati booth yang berlokasi di Hall 3A | 3A4 ICE BSD City. Ada dua model mobil yang akan diluncurkan secara resmi yakni Lumin dan Deepal S07.

Kedua model mobil tersebut jadi langkah awal Changan Indonesia memperkenalkan keunggulan teknologi, desain, dan performa kendaraan Changan kepada para konsumen di Tanah Air.

Lumin dan Deepal S07 rencananya segera dipasarkan di Indonesia. Unit kendaraan pun akan dirakit secara lokal dengan skema CKD (Completely Knocked Down) di fasilitas perakitan National Assembler yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.

Kedua model mobil listrik tersebut dirancang sesuai kebutuhan konsumen Indonesia yang berorientasi pada efisiensi energi, desain modern, serta pengalaman berkendara cerdas dan menyenangakan.

Jaringan Penjualan

Changan Indonesia akan mulai memasarkan kedua mobil listrik pertamanya di Indonesia pada November 2025 mendatang.

Sebagai sarana pendukung, Changan akan mendirikan jaringan dealer secara bertahap, dan rencananya ada lima yang bakal beroperasi hingga akhir 2025.

Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia mengatakan, jaringan lainnya akan terus ditambah sampai akhir 2027.

“Idealnya di semua provinsi punya dealer. Tapi dengan keterbatasan waktu, kita mulai dulu di kota-kota besar,” papar Setiawan Surya dalam temu media di Chongqing, China, Kamis (24/10).

Sebagai tahap awal pembangunan jaringan dealer akan difokuskan di area Jakarta (DKI Jakarta), Bandung (Jawa Barat), serta wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Tentunya permintaan konsumen dan potensi pangsa pasar menjadi pertimbangan. Saat ini mayoritas penjualan kendaraan terutama mobil listrik masih didominasi konsumen Jakarta.

Selain potensi pasar yang besar, area Jabodetabek infrastrukturnya lebih mapan. Namun demikian, pihak Changan Indonesia secara bertahap akan merambah wilayah lain seiring perluasan ketersediaan infrasturktur di Indonesia terutama jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebagai fasilitas pengecasan baterai mobil listrik.

“Tahun depan kita lanjut lagi, mungkin sampai 2027 sudah cukup di beberapa kota yang kita rasa ada marketnya,” imbuh Setiawan Surya.