Test Drive Changan Nevo Q05 Jakarta-Bogor-Jakarta, Bikin Mobilitas Makin Praktis

SUV listrik kini tak lagi cukup mengandalkan tenaga instan dan kabin yang senyap. Konsumen membutuhkan mobil yang nyaman, lega, pintar, sekaligus praktis untuk menemani aktivitas sehari-hari. Karakter inilah yang coba ditawarkan Changan Nevo Q05 melalui Media Test Drive bertema “Smart Drive, Easy Life” dengan rute Jakarta-Bogor-Jakarta.

Perjalanan dimulai dari One Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, melewati kepadatan lalu lintas ibu kota sebelum masuk Tol Jagorawi menuju Bogor. Setelah itu, perjalanan kembali ke Jakarta memberikan kesempatan untuk merasakan karakter Nevo Q05 dalam kondisi jalan yang berbeda.

Dari pengalaman berkendara tersebut, SUV listrik Changan ini terasa cukup mudah dikendalikan. Respons motor listriknya cepat ketika pedal akselerator diinjak, namun tetap terasa halus dan mudah dikontrol. Karakter ini membuat Nevo Q05 menyenangkan digunakan, baik ketika merayap di lalu lintas perkotaan maupun saat membutuhkan tenaga lebih di jalan tol.

Tenaga 120 kW, Jarak Tempuh 462 Km

Changan Nevo Q05 menggunakan motor listrik penggerak roda depan dengan tenaga maksimum 120 kW dan torsi 190 Nm. Sumber energinya berasal dari Golden Shield Battery 2.0 berkapasitas 51,9 kWh, dengan jarak tempuh hingga 462 km berdasarkan standar NEDC.

Angka tersebut membuat Nevo Q05 cukup menarik sebagai kendaraan untuk mobilitas harian sekaligus perjalanan luar kota. Karakter motor listrik yang senyap juga membuat perjalanan Jakarta-Bogor terasa lebih rileks.

Kabin Lega dan Punya Banyak Ruang Penyimpanan

Salah satu daya tarik Nevo Q05 justru terasa ketika berada di dalam kabin. SUV ini memiliki dimensi panjang 4.435 mm, lebar 1.855 mm, tinggi 1.600 mm dan wheelbase 2.735 mm. Changan mengklaim pemanfaatan ruang kabinnya mencapai 86,6 persen.

Panoramic roof seluas 1,8 meter persegi memberikan kesan lapang, ditambah material soft-touch yang mencakup sekitar 80 persen area interior. Kenyamanan semakin didukung jok berbahan Cloud Comfort Foam sembilan lapis.

Praktikalitas juga menjadi perhatian. Melalui konsep “27 Storage Challenge”, tersedia 27 titik penyimpanan, termasuk hidden storage berkapasitas 90 liter. Bagasi memiliki kapasitas 540 liter dan dapat berkembang hingga 1.380 liter saat jok belakang dilipat.

Teknologi Pintar dan Keselamatan Lengkap

Di dashboard, layar utama 14,6 inci menjadi pusat pengoperasian berbagai fungsi kendaraan. Tersedia lima mode berkendara, yakni Eco, Comfort, Sport, Custom dan i-EM. Fitur lainnya mencakup MID 10,17 inci, Voice Control, wireless charger 50W dan sistem audio premium delapan speaker.

Untuk keselamatan, Nevo Q05 menawarkan 25 fitur Intelligent Driving & Active Safety Assistance. Perlengkapannya mencakup ABS, EBD, EBA, TCS, ESP, RSC, Real-Time Digital TPMS, enam airbag serta ISOFIX.

Nah, tersematnya  540° Surround View dan 360° Driving Video Recorder juga membantu pengemudi mendapatkan visibilitas lebih baik.

Secara keseluruhan, pengalaman test drive Jakarta-Bogor-Jakarta menunjukkan bahwa Changan Nevo Q05 bukan sekadar SUV listrik dengan tenaga instan. Kombinasi kabin lega, pengendalian juga mudah. Konsep “Smart Drive, Easy Life” terasa relevan untuk kebutuhan mobilitas modern di Indonesia.

Leapmotor Mulai Produksi Lokal B10 dan C10 di Purwakarta

Peta persaingan kendaraan listrik Indonesia kembali berubah. Leapmotor resmi memulai perakitan lokal dua SUV listriknya, B10 dan C10, di fasilitas PT National Assemblers Plant 3, Purwakarta, Jawa Barat. Langkah ini menjadi lebih dari sekadar strategi memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga menegaskan ambisi Leapmotor menjadikan Indonesia bagian penting dari ekspansi kendaraan listrik di kawasan ASEAN.

Perakitan lokal tersebut dilakukan melalui kolaborasi Leapmotor, Stellantis, dan Indomobil Group dengan mengacu pada standar manufaktur global. Dengan pendekatan tersebut, kendaraan yang diproduksi di Indonesia tetap dituntut memenuhi standar kualitas, keamanan, serta konsistensi produksi yang berlaku dalam ekosistem Leapmotor dan Stellantis.

Kehadiran fasilitas lokal juga memberikan keuntungan lain bagi konsumen. Produksi di dalam negeri membuat rantai pasokan kendaraan menjadi lebih fleksibel sekaligus membuka ruang bagi Leapmotor untuk menyesuaikan portofolionya dengan perkembangan pasar Indonesia.

B10 dan C10 menjadi dua model pertama yang mengambil peran tersebut. Keduanya telah diperkenalkan secara resmi di GIIAS 2026 sebagai SUV listrik berbasis baterai dengan karakter berbeda. B10 bermain sebagai SUV listrik yang lebih kompak, sedangkan C10 menawarkan ruang kabin lebih besar untuk kebutuhan keluarga.

Keduanya membawa kombinasi teknologi kendaraan listrik, Level 2 Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), serta standar keselamatan yang telah memperoleh rating lima bintang Euro NCAP. Pengembangan karakter berkendaranya juga melibatkan tim engineering Stellantis di Balocco Proving Ground, Italia.

Menariknya, kehadiran produksi lokal berjalan beriringan dengan strategi harga yang cukup agresif. Saat peluncuran di Indonesia, Leapmotor B10 dibanderol Rp499 juta OTR Jakarta, sedangkan C10 dipasarkan mulai Rp618 juta OTR Jakarta. Khusus periode GIIAS 2026, keduanya mendapatkan harga promosi masing-masing Rp449 juta dan Rp598 juta untuk 500 konsumen pertama.

Di balik produksi tersebut berdiri PT National Assemblers Plant 3 yang dikembangkan Indomobil Group untuk menopang kebutuhan kendaraan listrik. Fasilitas ini dirancang dengan pendekatan manufaktur modern, otomasi, serta sistem kontrol kualitas yang memungkinkan proses produksi dilakukan secara presisi.

Kapasitas produksi juga disiapkan untuk berkembang mengikuti permintaan. Pada tahap awal, fasilitas mampu memproduksi hingga lima unit per jam atau sekitar 10.000 kendaraan per tahun. Kapasitas tersebut dapat ditingkatkan hingga 17 unit per jam atau sekitar 34.000 unit per tahun melalui pengembangan fasilitas produksi, termasuk body shop dan paint shop.

Namun, strategi Leapmotor tidak berhenti di pabrik. Indomobil juga memperkuat jaringan dealer, layanan purnajual, ketersediaan suku cadang, serta teknisi yang mendapatkan pelatihan sesuai standar Leapmotor.

Pendekatan tersebut penting karena persaingan mobil listrik kini tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi. Konsumen juga membutuhkan kepastian mengenai layanan setelah kendaraan dibeli.

Secara global, Leapmotor sendiri tengah mengalami pertumbuhan pesat. Pada Juni 2026, perusahaan mencatat 93.376 pengiriman kendaraan secara global, meningkat 95 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan dimulainya perakitan B10 dan C10 di Purwakarta, Indonesia kini tidak hanya menjadi pasar bagi produk Leapmotor. Tanah Air mulai ditempatkan sebagai bagian dari strategi manufaktur dan ekspansi regional merek tersebut.

Bagi industri otomotif nasional, langkah ini juga menjadi sinyal bahwa investasi kendaraan listrik mulai bergerak dari sekadar menghadirkan produk impor menuju penguatan kapasitas produksi lokal. Sementara bagi Leapmotor, pabrik, produk, jaringan distribusi, dan layanan purnajual menjadi satu fondasi untuk mengejar target yang lebih besar: membangun kehadiran jangka panjang di Indonesia dan Asia Tenggara.

Leapmotor B10 Resmi Hadir di Indomobil Expo Semarang 2026

Persaingan pasar mobil listrik di Indonesia semakin ramai. Setelah ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Leapmotor memperluas jangkauannya ke Jawa Tengah dalam Indomobil Expo Semarang 2026 yang berlangsung pada 4–9 Agustus di 23 Semarang Shopping Center.

Langkah ini menjadi strategi jangka panjang PT Indomobil National Distributor bersama Stellantis dalam memperkenalkan kendaraan listrik global kepada konsumen di luar Jakarta. Semarang dipilih karena dinilai memiliki pertumbuhan ekonomi dan mulai menunjukkan potensi besar dalam adopsi kendaraan listrik.

Model yang menjadi pusat perhatian adalah Leapmotor B10, SUV listrik dengan teknologi pintar, kenyamanan premium, dan standar keselamatan global. Kehadiran model terbaru Leapmotor ini diharapkan menjadi pilihan lain agar jaringan distribusinya semakin luas di Indonesia.

Dari sisi performa, Leapmotor B10 dibekali baterai berkapasitas 67,1 kWh untuk melaju hingga 516 kilometer berdasarkan pengujian NEDC. Dengan jarak jelajah yang membuat SUV listrik ini tidak hanya cocok digunakan sebagai kendaraan harian di perkotaan, tetapi juga mendukung perjalanan antarkota tanpa rasa khawatir berlebihan terhadap ketersediaan pengisian daya.

Karakter berkendaranya juga menjadi salah satu nilai jual utama. Leapmotor mengembangkan sistem suspensi dan pengendalian bersama tim engineering Stellantis di Balocco, Italia. Hasilnya adalah handling yang stabil, kenyamanan lebih baik, serta pengalaman berkendara yang terasa lebih natural di berbagai kondisi jalan.

Keunggulan lain terletak pada pendekatan teknologi yang diterapkan Leapmotor. Berbeda dengan banyak produsen lain, perusahaan asal Tiongkok ini mengembangkan sendiri lebih dari 65 persen komponen utama kendaraannya, mulai dari baterai, motor listrik, kokpit digital hingga sistem elektronik. Strategi tersebut membuat integrasi teknologi menjadi lebih optimal sekaligus menjaga efisiensi biaya produksi.

Popularitas Leapmotor juga terus meningkat secara global. Sepanjang Juli 2026, perusahaan berhasil mencatatkan pengiriman lebih dari 101 ribu unit kendaraan di berbagai negara. Angka tersebut menjadi rekor baru sekaligus menjadikan Leapmotor sebagai startup kendaraan energi baru pertama di Tiongkok yang mampu menembus penjualan lebih dari 100 ribu unit dalam satu bulan.

Selama Indomobil Expo Semarang 2026, Leapmotor B10 dipasarkan dengan harga Rp507 juta OTR Semarang. Menariknya, tersedia harga perkenalan Rp457 juta OTR Semarang bagi 500 konsumen pertama.

Sebagai pendukung layanan purna jual, Leapmotor juga telah menghadirkan Stellantis Brand House Semarang yang menggabungkan layanan Leapmotor, Citroën, dan Jeep dalam satu lokasi. Kehadiran fasilitas ini menjadi bukti bahwa ekspansi Leapmotor di Indonesia tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga kesiapan layanan bagi konsumen dalam jangka panjang.

LEPAS E4 EV Usung 18 ADAS, Jarak Tempuh 600 Km dan Fitur Lengkap

Mobil listrik kini tak lagi hanya dinilai dari kemampuan melaju dalam sekali pengisian daya. Faktor keselamatan, teknologi pendukung pengemudi, hingga kenyamanan selama berkendara menjadi pertimbangan utama calon konsumen. Karenanya, LEPAS Indonesia menghadirkan LEPAS E4 EV sebagai SUV listrik yang menggabungkan semua teknologi cerdas dalam satu paket.

Pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, LEPAS E4 EV menjadi salah satu model yang menarik perhatian. Selain menawarkan jarak tempuh lebih dari 600 kilometer berdasarkan standar CLTC, SUV listrik ini juga dibekali beragam fitur keselamatan layaknya kendaraan di segmen premium.

Salah satu daya tarik utamanya adalah kehadiran 18 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Teknologi ini dirancang untuk membantu pengemudi tetap waspada terhadap kondisi lalu lintas, menjaga jarak aman dengan kendaraan dan membantu perpindahan jalur.

Fitur keselamatan tersebut dipadukan dengan 540° Surround View Camera yang memberikan tampilan menyeluruh di sekitar kendaraan. Sistem ini sangat membantu ketika parkir di ruang sempit atau melakukan manuver di area yang memiliki banyak titik buta.

LEPAS juga membekali E4 EV dengan Tire Pressure Monitoring System (TPMS) untuk memantau tekanan angin ban secara real time. Informasi ini penting untuk menjaga stabilitas kendaraan sekaligus meningkatkan efisiensi energi selama perjalanan.

Perlindungan penumpang menjadi perhatian lain yang tidak kalah penting. LEPAS E4 EV telah dilengkapi enam airbags serta dikembangkan mengacu pada standar keselamatan NCAP. Kehadiran Electric Parking Brake (EPB) makin menambah kenyamanan saat berkendara.

Keunggulan lain yang menjadi nilai jual adalah sistem Battery Protection dengan sertifikasi IP68/IPX9K. Standar tersebut menunjukkan baterai terlindungi dari hempasan debu dan air, hingga kondisi cuaca ekstrem maupun jalan yang tergenang. Bahkan, LEPAS mengklaim E4 EV mampu melewati genangan air dengan kedalaman hingga 525 mm.

Dari sisi performa, SUV listrik ini mengusung baterai berkapasitas 67 kWh yang mampu menempuh perjalanan lebih dari 600 km (CLTC) dalam sekali pengisian daya. Kapasitas tersebut membuat E4 EV cocok digunakan untuk mobilitas harian hingga perjalanan antarkota.

Kenyamanan kabin juga mendapat perhatian melalui hadirnya PM0.3 Air Filter sehingga kualitas udara di dalam kabin tetap terjaga. Fitur ini menjadi nilai tambah bagi penggunanya.

Temmy Wiradjaja, Vice Country Director LEPAS Indonesia, mengatakan bahwa keselamatan merupakan bagian penting dari pengalaman berkendara yang ingin dihadirkan LEPAS. Menurutnya, berbagai teknologi pada E4 EV dirancang untuk memberikan rasa aman dan kepercayaan diri bagi penggunanya.

Selama GIIAS 2026, pengunjung dapat melihat langsung LEPAS E4 EV di Hall 9 sekaligus mengikuti sesi test drive. Mengusung semangat “Drive Your Elegance”, LEPAS E4 EV menawarkan kombinasi desain modern, teknologi kendaraan listrik, dan fitur keselamatan lengkap sebagai solusi mobilitas masa kini.

Wuling Aira EV Toy Story 5 Dijual Cuma 300 Unit di GIIAS 2026

Wuling Motors menghadirkan kejutan menarik di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan memperkenalkan Wuling Aira EV edisi spesial Disney and Pixar’s Toy Story 5. Kolaborasi ini menjadi salah satu daya tarik di segmen mobil listrik karena memadukan karakter ikonik dari film animasi legendaris dengan city car listrik terbaru Wuling yang dirancang untuk mobilitas perkotaan.

Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih personal sekaligus memperkuat karakter Aira EV sebagai kendaraan listrik perkotaan yang modern dan menyenangkan.

Tiga karakter utama Toy Story dihadirkan melalui pilihan warna bodi yang berbeda. Karakter Woody dipadukan dengan warna Starry Black yang menghadirkan nuansa klasik namun tetap elegan. Sementara Buzz Lightyear hadir pada warna Milk Tea dengan desain grafis bernuansa futuristis yang merepresentasikan semangat petualangan. Adapun karakter Jessie melengkapi koleksi melalui warna Galaxy Blue dengan tampilan yang lebih ceria dan penuh ekspresi.

Selain mempercantik tampilan eksterior, kolaborasi ini juga menegaskan karakter Aira EV sebagai city car listrik yang praktis digunakan sehari-hari. Dimensinya yang kompak memudahkan manuver di jalan perkotaan maupun saat parkir di area terbatas. Wuling juga membekali Aira EV dengan ruang kabin yang fungsional, kemudahan akses keluar masuk, serta dukungan fitur pengisian daya cepat untuk menunjang mobilitas harian.

Selama penyelenggaraan GIIAS 2026, setiap konsumen yang membeli Wuling Aira EV Disney and Pixar’s Toy Story 5 Edition juga berhak memperoleh paket merchandise eksklusif bertema Toy Story, mulai dari tumbler, foldable bag, keychain, sticker set hingga action figure. Seluruh hadiah tersebut hanya tersedia selama periode pameran berlangsung.

Wuling memasarkan Aira EV edisi Toy Story 5 dengan harga Rp175 juta (OTR Jakarta). Dengan jumlah produksi yang sangat terbatas, desain eksklusif, serta bonus merchandise resmi, model ini menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang ingin memiliki mobil listrik bergaya unik sekaligus berbeda dari city car listrik pada umumnya. Kehadirannya juga menunjukkan upaya Wuling menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan yang tidak hanya mengutamakan efisiensi, tetapi juga mampu menjadi bagian dari gaya hidup modern dan ekspresi personal penggunanya.

Leapmotor C10 Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp598 Juta!

Leapmotor Indonesia resmi memperkenalkan Leapmotor C10 di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. SUV listrik global ini hadir sebagai Global Family SUV yang menggabungkan kenyamanan premium, teknologi pintar, serta standar keselamatan Eropa untuk memenuhi kebutuhan keluarga modern di Indonesia.

Di bawah naungan PT Indomobil National Distributor, Leapmotor C10 menjadi model pertama merek asal Tiongkok tersebut yang diproduksi secara Completely Knocked Down (CKD) di Indonesia melalui fasilitas PT National Assemblers, Purwakarta, Jawa Barat. Langkah ini menjadi bukti keseriusan Leapmotor dalam membangun pasar kendaraan listrik nasional sekaligus memperkuat ekosistem elektrifikasi di Tanah Air.

Mengusung filosofi Human-Centric Tech, Leapmotor C10 tidak sekadar menawarkan performa kendaraan listrik, tetapi juga menempatkan kenyamanan, kesehatan kabin, dan keselamatan seluruh penumpang sebagai prioritas utama.

Sentuhan Engineering Stellantis

Salah satu keunggulan utama Leapmotor C10 adalah proses pengembangannya yang melibatkan Stellantis N.V., grup otomotif global yang menaungi berbagai merek ternama dunia.

Karakter suspensi dan pengendalian mobil ini disempurnakan di Balocco Proving Ground, Italia, sehingga menghasilkan handling yang stabil, presisi, dan tetap nyaman untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh.

Secara desain, C10 tampil modern dengan garis bodi bersih, illuminating LED light bar, concealed door handle, serta pelek 20 inci yang mempertegas karakter premium sebuah SUV listrik global.

Dimensi bodinya juga menghadirkan ruang kabin yang lapang dengan area kaki dan kepala lebih lega bagi penumpang baris kedua, menjadikannya ideal sebagai kendaraan keluarga.

Teknologi CTC 2.0, Baterai Menyatu dengan Sasis

Leapmotor C10 dibangun menggunakan teknologi Cell-to-Chassis (CTC 2.0), yakni arsitektur yang mengintegrasikan baterai langsung ke struktur sasis kendaraan.

Teknologi ini memberikan beberapa keuntungan sekaligus, mulai dari kabin yang lebih luas, distribusi bobot lebih baik, hingga kekakuan struktur mencapai 42.500 Nm/degree, setara SUV premium Eropa.

Mobil ini dibekali baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 69,9 kWh yang dipadukan motor listrik penggerak roda belakang bertenaga 165 kW dengan torsi 360 Nm.

Dalam sekali pengisian penuh, Leapmotor C10 mampu menempuh jarak hingga 478 kilometer (NEDC).

Kabin Senyap dan Ramah Anak

Salah satu nilai jual yang paling menarik dari Leapmotor C10 adalah kualitas kabinnya.

Interior menggunakan material premium silicon leather yang telah mengantongi sertifikasi OEKO-TEX Standard 100, sehingga aman bagi kulit bayi, bebas zat berbahaya, tahan noda, sekaligus lebih ramah lingkungan.

Selain itu, kabin dirancang memiliki tingkat kebisingan sangat rendah, yakni ≤76 dB(A), berkat penggunaan 40 paket peredam suara serta kaca depan double-layer acoustic glass.

Hasilnya, percakapan antar penumpang tetap nyaman bahkan ketika mobil melaju di jalan tol dengan kecepatan tinggi.

Leapmotor C10 juga mengedepankan pengalaman berkendara berbasis perangkat lunak melalui konsep Software Defined Vehicle.

Pusat hiburan menggunakan Qualcomm Snapdragon 8155, dipadukan layar ganda berukuran 14,6 inci dan 10,25 inci, sistem operasi Leap OS 4.0, wireless Apple CarPlay & Android Auto, serta pembaruan Over The Air (OTA).

Untuk hiburan, tersedia sistem audio 12 speaker Surround Sound 840 Watt dengan konfigurasi 7.1 channel.

Dari sisi keselamatan, C10 telah mengantongi rating 5-Star Euro NCAP dan dilengkapi 7 airbag, struktur baja berkekuatan tinggi, serta 16 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) Level 2 yang membantu mengurangi risiko kecelakaan sejak dini.

Harga Mulai Rp598 Juta Selama GIIAS 2026

Leapmotor C10 dipasarkan dalam satu varian Flagship RWD dengan harga resmi Rp618 juta (OTR Jakarta).

Khusus selama GIIAS 2026, Leapmotor Indonesia memberikan harga spesial Rp598 juta bagi 500 pemesan pertama.

Dengan kombinasi teknologi hasil kolaborasi Stellantis, kabin premium yang mengutamakan kesehatan keluarga, standar keselamatan Eropa, serta status rakitan lokal, Leapmotor C10 hadir sebagai salah satu SUV listrik premium paling menarik yang meluncur di Indonesia tahun ini.

BYD Edukasi Komunitas BEYOND Kenali Teknologi Dual Mode

PT BYD Motor Indonesia terus memperkuat edukasi mengenai kendaraan energi baru melalui pendekatan yang melibatkan langsung para pengguna. Dalam rangka GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, BYD menggelar BEYOND Technology Talks, sebuah program edukasi khusus bagi anggota komunitas resmi pengguna BYD, BEYOND Community.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpul sesama pemilik kendaraan BYD, tetapi juga menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman mengenai teknologi Battery Electric Vehicle (BEV) dan Dual Mode (DM) Technology yang kini menjadi salah satu andalan BYD di pasar Indonesia.

Komunitas Jadi Garda Depan Edukasi Kendaraan Energi Baru

BEYOND Community merupakan komunitas resmi pengguna mobil BYD di Indonesia yang berdiri sejak Agustus 2024. Dalam waktu kurang dari dua tahun, komunitas ini telah berkembang pesat dengan jumlah anggota mencapai lebih dari 3.000 member yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui komunitas tersebut, para pemilik kendaraan BYD tidak hanya berbagi pengalaman penggunaan sehari-hari, tetapi juga memperoleh berbagai informasi mengenai perkembangan teknologi kendaraan listrik serta layanan purna jual dari BYD Indonesia.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan bahwa pemahaman teknologi merupakan bagian penting dari pengalaman memiliki kendaraan elektrifikasi.

Menurutnya, komunitas memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat mengenal kendaraan energi baru melalui pengalaman nyata para penggunanya.

Mengenal Lebih Dekat Teknologi Dual Mode (DM)

Salah satu sesi utama dalam BEYOND Technology Talks membahas Dual Mode (DM) Technology, teknologi elektrifikasi terbaru BYD yang menggabungkan motor listrik dan mesin bensin dengan konsep electric-first.

Melalui sistem ini, kendaraan akan memprioritaskan penggunaan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin bekerja secara cerdas sesuai kebutuhan untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih optimal sekaligus menjaga performa saat melakukan perjalanan jauh.

Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai bagaimana sistem DM dirancang agar mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan mobilitas, mulai dari penggunaan harian di dalam kota hingga perjalanan keluarga lintas daerah.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang disampaikan langsung oleh para pengguna berdasarkan pengalaman mereka menggunakan kendaraan BYD.

Belajar Teknologi Sekaligus Mencoba Langsung

Tak hanya mendapatkan materi teknis, sekitar 50 anggota BEYOND Community juga diajak mengunjungi area teknologi di booth BYD.

Di area tersebut peserta dapat melihat lebih dekat berbagai inovasi seperti Blade Battery, e-Platform 3.0, hingga sistem Dual Mode Technology yang menjadi fondasi kendaraan elektrifikasi BYD.

Seluruh teknologi diperkenalkan melalui demonstrasi interaktif sehingga peserta dapat memahami bagaimana setiap sistem bekerja secara terintegrasi untuk meningkatkan keamanan, efisiensi, serta kenyamanan berkendara.

Setelah sesi edukasi selesai, peserta langsung merasakan performa kendaraan melalui test drive BYD M6 DM dan beberapa model lainnya.

Mereka dapat mencoba akselerasi motor listrik yang responsif, karakter kabin yang senyap, efisiensi sistem penggerak, hingga berbagai fitur pintar yang mendukung kenyamanan berkendara sehari-hari.

Edukasi Jadi Kunci Pengembangan Ekosistem EV

Selain membahas teknologi kendaraan, BYD juga memberikan pemaparan mengenai layanan after sales, program garansi, hingga tips perawatan kendaraan listrik agar performanya tetap optimal dalam jangka panjang.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi berbagi pengalaman bersama anggota BEYOND Community yang menceritakan manfaat bergabung dalam komunitas sekaligus pengalaman menggunakan kendaraan BYD di berbagai kondisi.

Melalui program BEYOND Technology Talks, BYD Indonesia ingin membangun ekosistem kendaraan energi baru yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga memperkuat edukasi konsumen. Dengan melibatkan komunitas sebagai mitra, BYD berharap semakin banyak masyarakat memahami manfaat teknologi elektrifikasi, termasuk Dual Mode Technology, sehingga adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia dapat berkembang lebih cepat dan berkelanjutan.

Chery Q Meluncur di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp239 Jutaan

Chery Indonesia resmi menggebrak pasar mobil listrik nasional dengan meluncurkan Chery Q di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Hadir sebagai The Most Complete Compact EV, mobil listrik terbaru ini menawarkan kombinasi desain modern, kabin luas, teknologi pintar, hingga fitur keselamatan lengkap dengan banderol yang kompetitif mulai Rp239,9 juta.

Peluncuran Chery Q sekaligus mempertegas strategi Chery untuk meramaikan segmen mobil listrik kompak yang kini semakin diminati masyarakat Indonesia. Menariknya, Chery menghadirkan dua pilihan varian, yakni Chery Q Pure dan Chery Q Rizz, sehingga konsumen dapat memilih sesuai kebutuhan maupun fitur yang diinginkan.

Sebagai penawaran perdana, Chery memberikan harga spesial selama periode pre-booking hingga 9 Agustus 2026. Chery Q Pure dipasarkan dengan harga Rp239.900.000 (OTR Jakarta), sementara Chery Q Rizz dibanderol Rp259.900.000 (OTR Jakarta) lengkap dengan gratis upgrade SIGMA Package.

Compact EV dengan Kabin Seluas SUV

Salah satu daya tarik terbesar Chery Q terletak pada kemampuannya menghadirkan kabin yang jauh lebih lega dibanding ukuran bodinya. Mobil ini dibangun menggunakan Dedicated Intelligent Pure-Electric Platform dengan wheelbase mencapai 2.700 mm, membuat ruang kaki penumpang belakang mencapai 977 mm serta ruang kepala 985 mm.

Konsep inilah yang menjadi implementasi filosofi Big, Strong, Intelligent, dan Understand You Better, yang diusung Chery untuk memberikan pengalaman berkendara lebih nyaman bagi keluarga maupun pengguna urban.

Tak hanya lega, sisi kepraktisan juga menjadi nilai jual utama. Chery Q menawarkan 38 kompartemen penyimpanan, frunk berkapasitas 70 liter, serta bagasi belakang yang dapat diperluas hingga 1.450 liter. Total ruang penyimpanan mencapai 1.520 liter, menjadikannya salah satu yang terbesar di kelas compact EV.

Desain Futuristis

Chery Q mengusung bahasa desain Aesthetics of Harmonious Square and Rounded, memadukan garis tegas dengan lekukan halus sehingga tampil modern sekaligus unik.

Identitas khasnya terlihat dari lampu depan dan belakang berbentuk huruf “Q”, dipadukan konsep Smiling Front Design Wave yang memberikan kesan ramah namun futuristis.

Desain tersebut bahkan telah meraih dua penghargaan bergengsi dunia, yakni Red Dot Design Award dan iF Design Award, memperkuat citra Chery Q sebagai mobil listrik dengan kualitas desain premium.

Di dalam kabin, nuansa premium semakin terasa melalui penggunaan material soft touch, jok kulit premium, tombol fisik presisi tinggi, hingga filter udara N95 yang membantu menjaga kualitas udara selama perjalanan.

Jarak Tempuh 400 Km, Fast Charging 16,5 Menit

Baik Chery Q Pure maupun Q Rizz sama-sama menggunakan baterai 42,7 kWh dengan jarak tempuh hingga 400 kilometer (NEDC).

Pengisian daya juga tergolong cepat berkat teknologi fast charging yang mampu mengisi baterai dari 30 hingga 80 persen hanya dalam 16,5 menit.

Kedua varian juga telah dilengkapi Suspensi Multi-Link, Vehicle-to-Load (V2L) 6,6 kW, Struktur bodi dengan 82% High-Strength Steel
Customized User Interface, dan kapasitas bagasi hingga 1.520 liter

Varian Rizz, Lebih Premium dengan ADAS Lengkap

Bagi konsumen yang menginginkan fitur lebih lengkap, Chery Q Rizz menawarkan berbagai teknologi premium. Beberapa fitur eksklusif yang tersedia antara lain Power Frunk, Auto Power Folding Side Mirror, Q-Talk Intelligent Voice Assistant, 540° HD Panoramic Camera dan 20 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS)

Selama masa peluncuran hingga 9 Agustus 2026, seluruh pembeli Chery Q Rizz juga mendapatkan SIGMA Package secara gratis. Paket ini menambahkan berbagai fitur premium seperti Electric Power Tailgate, Autonomous Parking Assist, pelek 17 inci desain khusus, 50W Fast Wireless Charging, serta Ambient Light.

Dengan harga mulai Rp239 jutaan, Chery Q menjadi salah satu kandidat terkuat di segmen mobil listrik kompak. Kehadirannya di GIIAS 2026 bukan hanya menambah pilihan EV di Indonesia, tetapi juga meningkatkan persaingan di kelas kendaraan listrik yang semakin kompetitif.

OMODA O4 EV Resmi Hadir di GIIAS 2026, Bonus Rp50 Juta

OMODA resmi memasuki pasar otomotif di Indonesia dengan identitas baru sebagai bagian dari OMODA & JAECOO. Momentum tersebut ditandai dengan peluncuran OMODA O4 EV di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, sekaligus membuka pemesanan untuk mobil listrik yang mengusung predikat “The First AI Car for Everyone” ini.

Menariknya, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang memperkenalkan OMODA O4 EV kepada publik. Langkah ini menunjukkan besarnya kepercayaan OMODA & JAECOO terhadap pasar otomotif Indonesia yang dinilai memiliki adopsi teknologi tinggi serta pertumbuhan kendaraan elektrifikasi yang semakin pesat.

Sebagai penawaran perdana, OMODA menyiapkan benefit senilai Rp50 juta bagi 1.000 konsumen pertama yang melakukan pemesanan selama periode GIIAS 2026.

Mobil Listrik dengan Teknologi AI untuk Semua

OMODA O4 EV tidak hanya hadir sebagai kendaraan listrik, tetapi juga menjadi simbol transformasi OMODA menuju brand mobilitas cerdas berbasis Artificial Intelligence (AI).

Mengusung visi “The First AI Car for Everyone”, OMODA ingin menghadirkan teknologi AI yang lebih mudah diakses oleh masyarakat luas. Teknologi tersebut dirancang untuk membuat pengalaman berkendara menjadi lebih intuitif, personal, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan pengguna sehari-hari.

“Melalui OMODA O4 sebagai The First AI Car for Everyone, kami ingin menghadirkan teknologi AI yang lebih dekat, lebih intuitif, dan dapat dinikmati oleh lebih banyak masyarakat Indonesia,” ujar Jim Ma, Business Unit Director OMODA & JAECOO Indonesia.

Baterai 67 kWh, Jarak Tempuh Hingga 553 Kilometer

Dari sisi spesifikasi, OMODA O4 EV dibekali baterai berkapasitas 67 kWh yang diklaim mampu membawa mobil melaju hingga 553 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Mobil ini juga tampil dengan bahasa desain Cyber Mecha Design yang memadukan garis-garis futuristis dengan karakter sporty khas kendaraan listrik modern.

Masuk ke dalam kabin, OMODA menyematkan Super AI Cockpit, sebuah sistem berbasis kecerdasan buatan yang memungkinkan interaksi lebih natural antara pengemudi dan kendaraan. Teknologi tersebut membuat mobil tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga menjadi intelligent companion yang mampu memahami preferensi pengguna dan mendukung berbagai aktivitas harian.

Benefit bagi 1.000 Pemesan Pertama

Untuk menarik minat konsumen, OMODA memberikan paket free upgrade senilai Rp50 juta bagi 1.000 pemesan pertama. Paket ini meliputi Upgrade Electrochromatic Panoramic Roof, AI Features, Gratis AI Internet Subscription selama satu tahun dan Upgrade Wall Charger 3-in-1.

Pemesanan dapat dilakukan langsung di booth OMODA & JAECOO selama GIIAS 2026 lewat jaringan dealer resmi di seluruh Indonesia, maupun situs resminya. OMODA juga menyediakan sistem antrean digital sehingga calon konsumen dapat memantau status pemesanan secara transparan. Hmm…menarik!!

Jaringan Dealer di Indonesia

Seiring peluncuran O4 EV, OMODA & JAECOO juga terus memperluas jaringan layanan di Indonesia. Saat ini perusahaan telah memiliki 41 dealer yang tersebar di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan layanan purnajual dan pengalaman kepemilikan kendaraan tetap optimal bagi seluruh pelanggan.

Dengan peluncuran OMODA O4 EV, OMODA & JAECOO tidak hanya menghadirkan mobil listrik baru, tetapi juga memperkenalkan konsep kendaraan berbasis kecerdasan buatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Didukung desain futuristis, baterai berkapasitas besar, serta berbagai fitur AI, OMODA O4 EV siap menjadi salah satu bintang baru di pasar kendaraan listrik Indonesia.

 

Komunitas KOLEKSI Cetak Anggota Jadi Konten Kreator EV

Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan grafik yang menjanjikan.

Namun, pesatnya pertumbuhan tersebut masih dibayangi derasnya arus informasi yang simpang siur di media sosial. Tak sedikit mitos dan disinformasi seputar kendaraan listrik yang justru membuat sebagian masyarakat ragu untuk beralih ke teknologi elektrifikasi.

Berangkat dari kondisi tersebut, Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI) mengambil langkah nyata dengan menggelar workshop strategi media sosial bagi para anggotanya di Stroom Coffeé, PLN UP3 Bulungan, Jakarta Selatan, Minggu (26/7). Program ini bukan sekadar pelatihan membuat konten, tetapi juga menjadi upaya membangun barisan edukator digital yang mampu menyampaikan informasi faktual mengenai kendaraan listrik kepada masyarakat luas.

Workshop menghadirkan dua kreator konten otomotif, Jason Andikha dari Obsessed To Wheels (OTW) dan Febry Arta dari Halotomotif. Keduanya membagikan pengalaman mengenai teknik menghasilkan konten otomotif yang menarik, mulai dari pengambilan foto dan video, proses penyuntingan melalui smartphone, hingga strategi memaksimalkan distribusi konten di berbagai platform media sosial.

Langkah KOLEKSI ini dinilai tepat di tengah masih tingginya perdebatan mengenai kendaraan listrik di ruang digital. Berdasarkan hasil penelitian JUTIF 2026, sebanyak 63,3 persen komentar di YouTube terkait insentif kendaraan listrik masih didominasi sentimen negatif. Mayoritas mempertanyakan harga mobil listrik yang dianggap mahal, ketersediaan stasiun pengisian daya, hingga efektivitas kebijakan subsidi pemerintah.

Di sisi lain, penelitian SINKRON 2025 terhadap lebih dari 23 ribu percakapan di platform X menunjukkan sentimen masyarakat memang mulai bergerak ke arah positif. Meski demikian, isu mengenai harga, pajak, subsidi, regulasi impor, dan infrastruktur charging station masih menjadi topik yang paling sering diperbincangkan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa edukasi berbasis pengalaman pengguna nyata masih menjadi salah satu kunci mempercepat penerimaan kendaraan listrik di Indonesia.

Selama pelatihan, anggota KOLEKSI tidak hanya belajar membuat video yang menarik secara visual, tetapi juga memahami cara menyusun narasi yang informatif, membaca performa media sosial, hingga menghadapi komentar negatif dengan pendekatan edukatif. Semua materi dirancang praktis sehingga peserta dapat langsung memproduksi konten berkualitas hanya bermodalkan smartphone.

Ketua Umum KOLEKSI, Arwani Hidayat, mengatakan komunitas memiliki peran penting dalam membangun persepsi positif terhadap kendaraan listrik. Menurutnya, pengalaman nyata para pengguna merupakan sumber informasi yang jauh lebih dipercaya dibanding sekadar promosi.

“Melalui standarisasi kemampuan literasi digital ini, KOLEKSI berharap para anggotanya mampu menghasilkan konten edukatif yang kredibel dan mudah dipahami masyarakat. Semakin banyak informasi yang disampaikan langsung oleh pengguna kendaraan listrik, semakin besar pula peluang untuk meredam disinformasi dan mempercepat transisi menuju ekosistem transportasi yang lebih bersih,” ujar Arwani.

Melalui kegiatan ini, KOLEKSI membuktikan bahwa komunitas otomotif kini memiliki peran yang lebih luas. Tidak hanya menjadi tempat berkumpul para pemilik kendaraan listrik, tetapi juga menjadi ujung tombak penyebaran informasi yang akurat, membangun kepercayaan publik, sekaligus mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Honda Super-ONE Siap Debut di GIIAS 2026

PT Honda Prospect Motor (HPM) dipastikan akan menghadirkan kejutan besar di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Pabrikan asal Jepang tersebut mengonfirmasi bakal meluncurkan Honda Super-ONE, model terbaru dari lini Honda Electric yang sekaligus menjalani debut perdana di kawasan Asia Tenggara.

Peluncuran ini menjadi salah satu agenda paling dinantikan di GIIAS 2026 yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus di ICE BSD City, Tangerang. Kehadiran Super-ONE juga mempertegas langkah Honda dalam memperluas portofolio kendaraan elektrifikasi di pasar Indonesia yang terus berkembang.

Berbeda dengan pendekatan banyak produsen yang hanya menonjolkan teknologi ramah lingkungan, Honda ingin mempertahankan identitas khas mereknya melalui Super-ONE. Mobil listrik ini dikembangkan dengan filosofi yang tetap mengedepankan sensasi fun to drive, karakter yang selama puluhan tahun melekat pada setiap produk Honda.

Menurut Honda, Super-ONE memadukan desain yang ekspresif, detail yang dirancang secara matang, serta performa yang mampu menghadirkan pengalaman berkendara emosional. Dengan kata lain, elektrifikasi bukan berarti menghilangkan karakter berkendara yang selama ini menjadi kekuatan utama Honda.

“Honda selama ini identik dengan kultur engineering, performa, dan komunitas yang menikmati mobil sebagai bagian dari gaya hidup dan identitas mereka. Honda Super-ONE yang akan kami tampilkan di GIIAS tahun ini adalah evolusi berikutnya dari kultur tersebut, membawa karakter khas setiap produk Honda yang fun to drive, sekaligus menegaskan posisi dan arah Honda di era elektrifikasi,” ujar Yulian Karfili, Communication Strategy Sub-Division Head PT Honda Prospect Motor.

Usung Tema “Culture. Evolved.”

Pada penyelenggaraan GIIAS 2026, Honda mengangkat tema “Culture. Evolved.” yang menggambarkan evolusi budaya, teknologi, serta filosofi berkendara yang telah menjadi identitas merek tersebut selama bertahun-tahun.

Konsep tersebut tidak hanya diwujudkan melalui produk baru, tetapi juga tercermin pada desain booth Honda yang diklaim tampil berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pengunjung akan diajak merasakan pengalaman yang lebih interaktif sekaligus mengenal lebih dekat arah pengembangan kendaraan elektrifikasi Honda.

Honda Prelude Tampil Perdana dengan Aksesori Baru

Tak hanya Super-ONE, Honda juga menyiapkan sejumlah model unggulan lainnya untuk memikat pengunjung GIIAS 2026.

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Honda Prelude, yang untuk pertama kalinya tampil di ajang pameran otomotif dengan paket aksesori terbaru. Kehadiran coupe legendaris tersebut diyakini akan menjadi magnet bagi para pecinta otomotif maupun penggemar setia Honda.

Selain menampilkan jajaran kendaraan terbaru, Honda juga menjanjikan berbagai aktivitas interaktif serta program penjualan menarik selama pameran berlangsung.

Perkuat Strategi Elektrifikasi di Indonesia

Debut Honda Super-ONE menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia memegang peran penting dalam strategi elektrifikasi Honda di kawasan Asia Tenggara. Dengan memilih Indonesia sebagai lokasi peluncuran perdana regional, Honda menunjukkan optimisme terhadap pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional.

Jika melihat tren industri otomotif saat ini, kehadiran Super-ONE diperkirakan akan memperketat persaingan di segmen mobil listrik yang kini diisi berbagai merek global maupun pemain baru dari Tiongkok.

Seluruh lini produk terbaru Honda, termasuk Super-ONE dan Prelude, dapat disaksikan langsung di Booth Honda Hall 5C, ICE BSD City, selama penyelenggaraan GIIAS 2026. Bagi konsumen yang ingin mengenal lebih dekat teknologi elektrifikasi Honda sekaligus menikmati berbagai promo menarik, booth Honda dipastikan menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi selama pameran berlangsung.

Deepal S05 BEV & REEV, Pilihan Bagi Kaum Muda Aktif dan Dinamis

Deepal S05 BEV & REEV Jadi Pilihan Bagi Kaum Muda Aktif dan Dinamis

Rasa penasaran kami terhadap kendaraan elektrifikasi yang dihadirkan oleh Changan ke Indonesia yakni Deepal S05 pun terobati.

Changan Indonesia mengajak sejumlah awak media untuk merasakan sensasi berkendara dari compact SUV tersebut dalam sesi test drive dari Jakarta menuju kawasan Ciletuh pada 7-8 Juli 2026. Seperti apa sensasinya?

Interior Modern dan Mutakhir

Saat melihay sosok mobil ini, desainnya simple tapi enak dilihat. Ternyata Deepal S05 merupakan hasil garapan dari studio desain Changan di Turin, Italia. Desain sederhana yang bersih namun dinamis jadi daya tarik utama pada mobil ini. Tak menghebohkan dengan pernak pernik yang bikin sakit mata.

Detail sederhana yang mungkin luput dari perhatian adalah handle pintu tersembunyi. Bahkan logo merek yang menyala di pilar C tak sekadar elemen dekoratif, tapi berfungsi sebagai indikator tingkat pengisian daya baterai. Pengguna dapat mengetahui dengan cepat dan mudah, apakah daya baterai telah terisi sampai penuh atau belum.

Selain eksterior, yang menjadi perhatian utama konsumen dalam memilih mobil adalah tampilan interiornya.

Kabin Deepal S05 terlihat modern dengan layar sentuh berukuran 15,4 inci beresolusi 2.5K Ultra Clear sebagai pusat kendali utama fitur kendaraan maupun hiburan. Dengan layar HD, tampilan gambar dari fitur kamera 360 derajat pun terlihat lebih jelas. Layar pintar ini juga sudah dilengkapi dengan teknologi Sunflower Screen, sehingga dapat digeser hingga 15 derajat ke sisi pengemudi maupun penumpang depan. Jadi tampilan layar tidak silau oleh paparan cahaya matahari saat berkendara siang hari.

Berkat chip prosesor canggih Qualcomm 8155, kinerja sistem kendali fitur berkendara maupun multimedia menjadi lebih cepat dan responsif. Informasi berkendara juga dapat diakses melalui proyeksi layar Augmented Reality Head Up Display (AR-HUD) 50,4 inci. Panduan navigasi yang ditampilkan secara realtime terlihat lebih jelas serta tidak mengganggu konsentrasi berkendara. Tak kalah dari mobil mewah berharga miliaran.

Bagi pengguna ponsel pintar, pada konsol tengah terdapat sepasang charger nirkabel berdaya 50W. Jadi tak perlu repot mencolok kabel charger. Perjalanan pun terasa sangat menyenangkan berkat sistem audio premium dengan 14 speaker yang menghasilkan suara yang jernih.

Kenyamanan berkendara turut ditingkatkan melalui fitur pemanas, ventilasi, sandaran kaki, serta fungsi memory seat pada jok penumpang depan. Desain jok belakang pun ergonomis dengan posisi duduk yang cukup nyaman. Ruang kaki dan ruang kepala juga cukup leluasa, karena desain kabin mobil ini mengacu pada postur orang Eropa yang rerata bertubuh jangkung.

Ruang bagasi di balik jok belakang pada kedua varian standar volumenya 492 liter. Jika butuh ruang extra, jok belakang bisa dilipat untuk menambah volume ruang bagasi hingga mencapai 1.250 liter. Khusus varian BEV, di balik kap depan terdapat kompartemen bagasi tambahan bervolume 159 liter. Dengan ruang bagasi yang lebih besar, daya muat barang pada varian BEV RWD jelas lebih unggul dibandingkan versi REEV RWD.

Pilih BEV atau REEV?

Di Indonesia Deepal S05 tersedia dalam dua versi yakni BEV (Battery Electric Vehicle) dan REEV (Range Extended Electric Vehicle).

Untuk versi BEV energinya mengandalkan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 56,12 kWh dengan jarak tempuh maksimum hingga 470 km (NEDC). Lebih kecil dari spek Eropa yang dibekali baterai berdaya 68,8 kWh dengan jarak tempuh hingga 485 km. Berkat kemampuan pengisian daya cepat, hanya butuh sekira 15 menit untuk pengecasan dari 30% hingga 80% menggunakan SPKLU fast charger DC berdaya 200 kW. Jika kurang dari itu, maka waktunya pun akan sedikit lebih lama.

Satu motor listrik beroutput 200 kW dengan torsi puncak 290 Nm menggerakkan roda belakang (RWD). Saat kami mengendarai versi BEV, tarikan performa terasa responsif dengan akselerasi instan khas mobil listrik. Pada mode Eco, penyaluran tenaga terasa halus, dan suaranya sangat senyap.

Untuk versi REEV, baterainya berdaya 27,28 kWh. Namun versi ini dibekali dengan mesin bensin 1.500 cc yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi ulang daya baterai secara otomatis mengisi daya baterai saat terindikasi daya baterai hampir habis. Jadi Anda tetap dapat melanjutkan perjalanan tanpa perlu khawatir kehabisan daya baterai dan repot mencari SPKLU.

Jika hanya mengandalkan daya baterai murni pada mode EV, jarak jelajah hanya sekira 170 km. Saat mesin difungsikan, dengan daya baterai terisi penuh dan tangki BBM berisi 45 liter bensin, sistem hybrid REEV tersebut mampu menghadirkan jarak jelajah hingga lebih dari 1.100 km. Wah, sangat ekonomis dan efisien. Melakukan perjalanan jauh jadi bebas dari rasa was-was dan khawatir.

Dalam mode EV, kendaraan ini juga mampu menempuh jarak hingga 170 km (NEDC). Dengan teknologi REEV, berkendara tetap senyap bagaikan mobil, karena suara mesin pada Deepal S05 REEV cukup halus.

Dari sisi performa, Deepal S05 REEV dibekali satu motor listrik penggerak roda belakang beroutput 160 kW dengan torsi 320 Nm. Dari segi akselerasi, tarikannya cukup responsif. Tak jauh beda dari versi BEV.

Untuk pengendaraan yang halus dengan konsumsi energi lebih efisien, pilih mode Eco. Jika butuh suplemen daya extra dan tarikan yang lebih bergairah serta responsif, pilih mode Sport. Hanya saja kecepatan maksimum dibatasi di angka 180 km. Sudah lebih dari cukup untuk berkendara di tol.

Soal pengendaraan, handling kemudi kedua versi Deepal S05 cukup jinak. Hanya saja terdapat perbedaan sensasi antara versi BEV dan REEV saat menjadi penumpang di jok belakang. Pada saat bermanuver di jalan tol, ayunan suspensi versi REEV cenderung terasa lebih keras dari versi BEV. Sehingga gejala body roll pada versi REEV sedikit lebih terasa dibanding pada versi BEV. Mungkin selain dari faktor setting suspensi, bobot mobil serta tekanan angin ban juga turut berpengaruh. Selebihnya, tak ada hal yang jadi kekurangan pada kedua versi Deepal S05, baik BEV maupun REEV.

Changan Indonesia sudah mulai membuka pemesanan Deepal S05 BEV dan REEV bagi para konsumen yang berminat. Pemesanan melalui inden pre-booking jadi strategi Changan untuk menjaring konsumen yang lebih luas jelang perhelatan GIIAS 2026. Untuk saat ini Changan Indonesia belum memberi info berapa harga jual resminya. Hanya dikatakan harga untuk versi BEV maupun REEV di kisaran Rp 500 jutaan.

Wuling Aira EV Muncul di PDKI, Benarkah Jadi Penerus Air ev?

Dalam sebuah pameran di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Barat pekan lalu, Wuling memamerkan satu unit city car EV terbaru mereka.

Mobil listrik mungil yang diberi label Mini EV tersebut membuat pengunjung dan awak media penasaran. Pasalnya, beredar kabar Wuling Motors telah mendaftarkan nama Wuling Aira EV dan tertera dalam dokumen Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI). Apakah ini dia mobil yang dimaksud?

Aira EV atau Mini EV?

Kemunculan nama Aira EV diduga bakal menjadi generasi penerus dari mobil listrik Wuling Air ev yang telah dipasarkan di Indonesia selama beberapa tahun. Model yang satu ini popularitasnya di pasar mobil listrik Tanah Air cukup tinggi dan jadi salah satu penopang penjualan Wuling Motors.

Berdasarkan data yang tercantum di laman PDKI, nama Aira EV didaftarkan oleh SAIC GM Wuling Automobile Co., Ltd. pada 8 April 2026. Hmm…masih cukup hangat.

Hal tersebut memicu berbagai prediksi dan dugaan seputar  model baru yang sedang dipersiapkan untuk pasar global, termasuk Indonesia. Pendaftaran nama dagang kerap menjadi tahapan awal serta petunjuk jelang peluncuran sebuah produk baru ke publik.

Berdasarkan referensi yang ada, Wuling Mini EV di pasar domestik China menggunakan label Wuling Hongguang Mini EV generasi II.

Sedangkan model Wuling Hongguang Mini EV generasi I yang hingga saat ini masih diproduksi dan dipasarkan di China punya kekerabatan erat dengan Air EV.

Jika ditilik dari rancang bangunnya, Wuling Air EV yang di pasar domestik China punya kode nomenklatur E50 berbasis platform SGMW Global Small Electric Vehicle (GSEV). Platform untuk mobil listrik ukuran kecil ini juga digunakan model Baojun dan Macaron.

Untuk model Mini EV, kode nomenklaturnya E110C dan berbasis platform Tianyu S Architecture. Antara model Air ev dan Mini EV, keduanya menggunakan motor listrik tunggal penggerak roda belakang (RWD).

Meskipun bentuknya sepintas hampir mirip, ternyata terdapat sejumlah perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaan yang paling terlihat adalah jumlah pintu. Wuling Mini EV memiliki lima pintu, sedangkan Air ev model tiga pintu.

Berdasar data yang tertera pada situs resmi Wuling Motors di China, dimensi bodi Mini EV dan Air ev cukup banyak selisihnya.

Berikut perbandingan dimensi Air EV dan Wuling Mini EV (Aira).

Wuling Air ev: (P x L x T) 2.974mm x 1.506mm x 1.631mm dan wheelbase 2.010mm.

Wuling Mini EV (Aira): (P x L x T) 3.268mm x 1.520mm x 1.575mm dan wheelbase 2.190mm.

Dari sektor performa tak ada perbedaan antara kedua model tersebut.

Wuling Air ev yang dipasarkan di Indonesia dibekali motor listrik tunggal penggerak roda belakang (RWD) dengan output daya 30 kW (40 hp) dan torsi puncak 110 Nm. Performa yang dimiliki Wuling Hongguang Mini EV setara dengan Air ev.

Untuk baterai, Air ev tersedia versi Lite 200 dengan baterai berdaya 17,3 kWh yang bisa menghasilkan jarak tempuh hingga 200 km. Sedangkan untuk varian Standard dan Long Range dibekali baterai berdaya 26,7 kWh dengan jarak tempuh hingga 300 km.

Wuling Hongguang Mini eV yang dipasarkan di China tak disebutkan berapa besaran kapasitas daya baterainya. Hanya tertera dua opsi jarak jelajah yakni 205 km dan 301 km. Tak banyak perbedaan dari Air ev.

Nah, ternyata para konsumen sudah bisa melakukan pemesanan via pre-booking (inden) untuk Wuling Mini EV meskipun belum diluncurkan secara resmi di Indonesia.

Jadi, apakah bakal tetap pakai nama Mini EV atau Aira EV? Kita tunggu tanggal tayang resminya, kemungkinan tak akan lama lagi.

Honda Super-ONE Meluncur, Calon Brio EV untuk Indonesia?

Honda kembali membuat kejutan di pasar kendaraan listrik. Setelah diperkenalkan sebagai konsep pada Japan Mobility Show 2025, kini Honda Super-ONE resmi diluncurkan di Jepang dan langsung menarik perhatian pecinta otomotif. Mobil listrik mungil bergaya hatchback ini bahkan telah mengumpulkan lebih dari 7.000 pemesanan hanya dalam waktu sekitar satu bulan sejak inden dibuka pada April 2026.

Keberhasilan tersebut membuat banyak pihak bertanya-tanya: apakah Honda Super-ONE akan menjadi cikal bakal Honda Brio EV yang segera masuk Indonesia?

Desain Retro Modern

Honda Super-ONE dibangun menggunakan basis platform kei car listrik Honda N-ONE e. Namun berbeda dari saudara kembarnya yang lebih mengutamakan fungsi mobilitas perkotaan, Super-ONE hadir dengan pendekatan yang jauh lebih emosional dan menyenangkan untuk dikendarai.

Desain eksteriornya memadukan nuansa retro khas mobil Honda era 1960-an dengan sentuhan futuristis modern. Siluet bodi yang kompak dipadukan fender membulat, postur lebar, serta wajah agresif yang membuatnya sekilas mengingatkan pada versi listrik dari Honda Brio.

Honda juga melakukan sejumlah penguatan pada struktur sasis dan bodi untuk meningkatkan karakter berkendara yang lebih dinamis. Hasilnya adalah sebuah hot hatch listrik yang tidak hanya efisien, tetapi juga menawarkan sensasi berkendara yang lebih hidup.

Masuk ke dalam kabin, nuansa modern langsung terasa. Dashboard minimalis dibekali layar sentuh 9 inci yang telah terintegrasi dengan Google Built-in, memungkinkan akses langsung ke Google Maps, Google Assistant, dan berbagai layanan digital lainnya.

Sistem audio premium Bose dengan delapan speaker dan subwoofer turut melengkapi kenyamanan selama perjalanan.

Performa Cukup Buas

Di balik dimensinya yang kompak, Honda Super-ONE menyimpan performa yang cukup menarik. Motor listrik penggerak roda depan menghasilkan tenaga 63 hp (47 kW).

Namun Honda menambahkan fitur BOOST Mode yang mampu meningkatkan tenaga hingga 93 hp (70 kW) dengan torsi maksimum mencapai 162 Nm. Fitur ini sangat berguna saat membutuhkan akselerasi ekstra untuk mendahului kendaraan lain atau melintasi jalan menanjak.

Sensasi berkendara juga dibuat lebih menarik melalui simulasi transmisi 7-percepatan serta fitur Active Sound Control yang menghasilkan suara mesin virtual layaknya mobil sport bermesin konvensional.

Tersedia pula beberapa mode berkendara seperti ECON, CITY, NORMAL, dan SPORT yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Jarak Tempuh 274 Km

Honda membekali Super-ONE dengan baterai berkapasitas 29,6 kWh yang mampu menghasilkan jarak tempuh hingga 274 kilometer berdasarkan standar WLTP.

Pengisian daya cepat dari 20 hingga 80 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit menggunakan fast charger DC, membuatnya cukup praktis untuk penggunaan harian.

Menariknya, spekulasi mengenai kehadiran mobil ini di Indonesia semakin kuat setelah muncul kode kendaraan baru Honda berembel-embel “EV” dalam data NJKB DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Banyak pihak menduga model tersebut merupakan versi lokal dari Super-ONE yang berpotensi dipasarkan sebagai Honda Brio EV.

Meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari PT Honda Prospect Motor (HPM), kemunculan Super-ONE jelas menjadi sinyal bahwa Honda tengah mempersiapkan langkah besar di segmen mobil listrik kompak. Jika benar hadir di Indonesia, mobil ini berpotensi menjadi salah satu penantang serius di pasar city car listrik yang terus berkembang.

JAECOO J5 EV Tembus 16.000 Pengiriman, Laris Manis!

Pasar kendaraan listrik di Indonesia kembali menunjukkan pertumbuhan positif. Kali ini, pencapaian datang dari JAECOO, yang sukses mencatatkan 16.000 pengiriman unit J5 EV hingga April 2026. Dalam waktu hanya empat bulan sejak awal tahun, JAECOO J5 EV bahkan berhasil masuk jajaran SUV listrik terlaris di Indonesia.

Pencapaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa konsumen Indonesia mulai semakin percaya terhadap kendaraan listrik, khususnya di segmen SUV premium yang menawarkan kombinasi desain modern, teknologi canggih, serta efisiensi mobilitas harian.

Berdasarkan data yang diumumkan JAECOO Indonesia, selama periode Januari hingga April 2026, J5 EV membukukan penjualan retail sebanyak 10.587 unit dan wholesales mencapai 11.006 unit. Angka ini sekaligus memperkuat posisi JAECOO sebagai salah satu pemain baru yang cukup agresif di pasar kendaraan elektrifikasi nasional.

Sebagai SUV listrik yang mengusung slogan “The Real SUV”, JAECOO J5 EV dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat modern. Mobil ini menawarkan jarak tempuh hingga 461 kilometer dalam sekali pengisian daya, menjadikannya cukup ideal untuk penggunaan harian di perkotaan maupun perjalanan luar kota.

Tak hanya fokus pada kendaraan full electric, JAECOO juga mulai memperkuat lini plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) melalui J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS. Kedua model tersebut bahkan sempat mencuri perhatian berkat kemampuan efisiensi dan daya jelajahnya yang impresif.

J7 SHS-P sebelumnya sukses menuntaskan perjalanan Jakarta-Bali sejauh 1.377 kilometer, sementara J8 SHS-P ARDIS mencatat rekor MURI sebagai mobil PHEV dengan jarak tempuh terjauh, yakni hingga 1.660 kilometer dalam satu kali pengisian daya dan pengisian bahan bakar.

Untuk merayakan pencapaian 16.000 pengiriman unit J5 EV, JAECOO Indonesia menggelar acara bertajuk “Weekend Drive – Together for More” di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta. Acara ini menjadi wadah berkumpulnya konsumen, komunitas, media, hingga pecinta otomotif dalam satu ekosistem gaya hidup modern berbasis kendaraan elektrifikasi.

Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata tingginya kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk dan layanan JAECOO di Indonesia.

Tak hanya menghadirkan sesi community sharing, acara tersebut juga menampilkan berbagai aksesori resmi JAECOO J5 EV yang mendukung personalisasi kendaraan, mulai dari karaoke mic, car subwoofer, hingga kompartemen khusus hewan peliharaan.

Dari sisi layanan purna jual, JAECOO juga terus memperluas jaringan dealer dan bengkel resmi di Indonesia. Saat ini sudah terdapat 35 dealer aktif dan jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi 80 dealer hingga akhir 2026.

Dengan kombinasi produk modern, teknologi elektrifikasi, serta penguatan layanan purna jual, JAECOO tampaknya serius ingin menjadi salah satu pemain utama di pasar SUV listrik premium Tanah Air.

Indomobil Expo Jakarta Raih 1.145 SPK, Bukti EV Makin Diminati

Transformasi kendaraan listrik di Indonesia tampaknya semakin menunjukkan arah yang positif. Hal tersebut tercermin dari pencapaian gemilang yang dibukukan oleh Indomobil Group melalui gelaran Indomobil Expo Jakarta yang sukses mencatat transaksi hingga ratusan miliar rupiah selama penyelenggaraan acara berlangsung.

Pameran otomotif yang mengusung konsep “EVperience” tersebut bukan sekadar ajang promosi kendaraan, melainkan menjadi wadah edukasi sekaligus pengalaman langsung bagi masyarakat untuk mengenal teknologi kendaraan listrik yang kini semakin relevan dengan kebutuhan mobilitas modern.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari total Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang berhasil mencapai 1.145 unit. Menariknya, kontribusi terbesar justru datang dari lini kendaraan listrik berbagai merek di bawah naungan Indomobil Group.

Beberapa brand EV yang menjadi magnet utama pengunjung di antaranya adalah GAC Indonesia, Changan, Citroën Indonesia, hingga Indomobil eMotor. Dominasi kendaraan listrik dalam total SPK tersebut menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat Indonesia mulai semakin percaya terhadap ekosistem EV nasional.

Tak hanya dari sisi penjualan, tingginya minat pengunjung juga terlihat dari aktivitas test drive yang mencapai 1.075 sesi selama pameran berlangsung. Sejumlah model seperti AION V, AION UT, HYPTEC HT, hingga Changan Deepal S07 menjadi kendaraan yang paling banyak dicoba langsung oleh pengunjung.

Salah satu sorotan utama dalam pameran ini juga datang dari Volkswagen Indonesia yang resmi menghadirkan Volkswagen ID. Buzz Eclipse Edition. Kehadiran model listrik premium bergaya retro-modern tersebut sukses menarik perhatian pecinta otomotif Tanah Air.

Secara keseluruhan, Indomobil Expo Jakarta berhasil mendatangkan 40.656 pengunjung selama acara berlangsung. Jumlah tersebut menjadi gambaran besarnya rasa penasaran sekaligus minat masyarakat terhadap perkembangan kendaraan listrik dan teknologi mobilitas masa depan.

Tak hanya menghadirkan display kendaraan, Indomobil Expo juga dikemas sebagai ruang interaksi melalui berbagai sesi talkshow bersama komunitas otomotif, konsumen EV, hingga praktisi industri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Indomobil Group untuk menghadirkan edukasi kendaraan listrik yang lebih mudah dipahami masyarakat luas.

CEO Indomobil Dealers Group, Santiko Wardoyo mengatakan bahwa pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia.

Melalui pendekatan “EVperience”, Indomobil Group terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional, termasuk menghadirkan solusi mobilitas roda dua listrik melalui Indomobil eMotor. Dengan semakin luasnya pilihan produk dan edukasi yang masif, masa depan kendaraan listrik di Indonesia kini terlihat semakin menjanjikan.

Teknologi SHS dan J5 EV Jadi Senjata JAECOO di Indonesia

Sejak pertamakali hadir di pasar otomotif Indonesia pada tahun lalu, brand Jaecoo sukses memikat konsumen dan menorehkan angka penjualan yang sangat mengesankan.

Lini kendaraan SUV New Energy Vehicle (NEV) yang terdiri dari J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS yang dihadirkan Jaecoo telah merubah paradigma masyarakat Indonesia terhadap kendaraan elektrifikasi.

Di tahun 2026 ini Jaecoo terus memperkuat komitmennya di pasar otomotif Indonesia melalui semangat “Full Power, Real SUV”.

Dengan perpaduan efisiensi, teknologi modern, kenyamanan berkendara, serta kapabilitas tinggi, lini SUV Jaecoo menjadi kendaraan ideal yang dapat mengakomodir kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang semakin beragam.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi perkembangan kendaraan NEV. Kami melihat konsumen Indonesia kini tidak hanya mencari efisiensi dan teknologi, tetapi juga kenyamanan serta kemampuan SUV yang tetap relevan untuk berbagai kondisi jalan. Melalui lini J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS, kami ingin menghadirkan pilihan NEV SUV yang lebih lengkap untuk berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” ujar Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia.

J5 EV Jadi EV Terlaris di Indonesia

Salah satu model unggulan yang menjadi ujung tombak utama Jaecoo di Indonesia adalah SUV listrik J5 EV. Selama periode Januari – April 2026, Jaecoo J5 EV berhasil menjadi mobil EV terlaris di Indonesia.

Pencapaian tersebut didukung oleh angka penjualan retail (dari dealer ke konsumen) sebesar 10.587 unit. Sedangkan penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer) mencapai 11.006 unit dalam empat bulan pertama tahun 2026. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan penerimaan positif konsumen Indonesia terhadap teknologi NEV Jaecoo.

Efisiensi konsumsi energi menjadi nilai plus yang dimiliki J5 EV. Berdasarkan uji internal, J5 EV juga menawarkan biaya operasional yang hemat untuk penggunaan sehari-hari.

Dengan tarif daya listrik Rp 1.700 per kWh, biaya operasional J5 EV dikatakan tercatat hanya sekitar Rp 9.600 per hari atau paling minim Rp 290.000 an per bulan.

Dengan jarak jelajah maksimum hingga 461 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh, cukup untuk menunjang mobilitas harian di perkotaan maupun perjalanan antar kota. Dalam uji berkendara jarak jauh, perjalanan dari Jakarta menuju Semarang dilakukan tanpa perlu pengisian ulang di tengah perjalanan.

Harga jual J5 EV pun relatif terjangkau di kelasnya, yakni di kisaran Rp 279.900.000 hingga Rp 309.900.000, tergantung pada varian dan wilayah domisili. Dengan harga jual yang menarik serta keunggulan yang dimiliki, tak heran jika J5 EV laris manis dan diminati konsumen.

Teknologi SHS Mendobrak Kancah Hybrid

Bagi konsumen yang awam mobil listrik tapi membutuhkan fleksibilitas dan efisiensi energi, pilihannya adalah SUV berteknologi Super Hybrid System (SHS). Lini model SUV J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS yang hadir di Tanah Air menawarkan fleksibilitas tinggi, baik untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.

Teknologi SHS menggabungkan efisiensi berkendara khas kendaraan listrik dengan performa dan kemampuan perjalanan jarak jauh kendaraan bermesin bensin. Mesin bensin berfungsi sebagai generator pengisi daya listrik baterai. Sedangkan penggerak roda menggunakan motor listrik. Berbrkal teknologi Dedicated Hybrid Transmission (DHT), penyaluran tenaga dan torsi pun lebih halus namun tetap responsif.

Faktor kenyamanan dan karakter SUV tulen yang disematkan membuat kedua SUV ini mampu melintasi berbagai kondisi jalan dan menunjang beragam kebutuhan mobilitas.

Jaecoo J7 SHS-P menawarkan jarak tempuh kombinasi hingga 1.377 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh. Dalam mode Full EV mengandalkan energi listrik baterai, jarak jelajahnya bisa mencapai 100 km. Cukup memadai untuk mendukung mobilitas harian di perkotaan.

Fitur intelligent driving seperti kamera 540 derajat dan transparent chassis yang ada pada J7-SHS-P membantu visibilitas saat melintasi jalur sempit, tanjakan, maupun kontur jalan yang beragam.

Selain J7 SHS-P, tersedia pula model J8 SHS-P ARDIS. SUV kelas premium ini sukses mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dengan jarak tempuh terjauh di Indonesia, yakni 1.660 km dalam satu kali pengisian penuh bahan bakar dan daya baterai. Menariknya, rekor itu berhasil dipecahkan oleh salah satu tim Motomobinews di bulan September 2025 lalu.

Kemampuan berkendara lintas medan yang dimiliki J8 SHS-P ARDIS ditunjang teknologi penggerak all-wheel drive ARDIS. Distribusi torsi dan tenaga secara real-time membantu menjaga stabilitas dan traksi kendaraan di berbagai kondisi jalan. Dukungan sembilan mode berkendara cerdas turut memberikan pengalaman berkendara yang lebih adaptif, mulai dari perkotaan, jalan pedesaan dan pegunungan hingga trek semi offroad.

Guna mengakomodir pangsa pasar NEV di Indonesia yang terus bertumbuh, Jaecoo terus menambah jumlah jaringan dealernya.

Tak sekadar memperluas cakupan wilayah layanan konsumen, kualitas layanan pun ditingkatkan sebagai bagian dari komitmen jangka panjang Jaecoo Indonesia dalam menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan yang nyaman dan terpercaya.

Saat ini Jaecoo memiliki 35 dealer yang beroperasi di sejumlah kota di Indonesia. Perluasan titik jaringan dealer akan terus dilakukan dengan target hingga 80 dealer di seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2026.

Leapmotor B10 Terpergok di Jakarta, Bakal Segera Launching?

Terpergok di Jalan Dalam Selubung Kamuflase, Leapmotor B10 Bakal Segera Launching?

Pasar mobil listrik di Indonesia nampaknya bakal dimeriahkan oleh satu pendatang baru. Sebuah mobil berselubung kamuflase yang diduga kuat sebagai Leapmotor B10 terpergok tengah melaju di jalanan Jakarta. Apakah mobil tersebut sedang melakukan persiapan sebelum waktu peluncuran resminya?

Saat di Beijing, China beberapa pekan lalu, Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, telah memberi petunjuk bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera membawa model mobil terbaru mereka ke Tanah Air.

Walau seluruh bagian bodi mobil diselimuti oleh stiker kamuflase, namun lekukan siluet serta bentuk fisik kendaraan secara garis bedar menunjukkan identitas sebagai SUV listrik teranyar dari Leapmotor.

Kemunculannya yang tengah melenggang di ruas jalanan kota Jakarta kian mempertegas indikasi kuat mengenai kehadiran model terbaru Leapmotor di pasar Indonesia.

Prediksi pun kian menguat jika Leapmotor B10 akan debut perdana di hadapan publik Tanah Air dalam gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026 pada Juli mendatang.

Keberadaan brand otomotif Leapmotor di Indonesia menandai babak baru bagi Indomobil Group untuk memperbanyak pilihan kendaraan ramah lingkungan di pasar nasional. Lantas, keunggulan apa saja yang ditawarkan oleh Leapmotor B10?

Leapmotor B10

Sejak beberapa bulan lalu di situs Bapenda DKI Jakarta ada dua model Leapmotor yang terdaftar, salah satunya yakni yakni B10. Bahkan sudah tertera harga NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebagai patokan harga dasar sebelum pajak.

Untuk model Leapmotor B10, terdiri dari versi BEV (Battery Electric Vehicle), dengan NJKB Rp 390.000.000, dan versi REEV (Range Extender Electric Vehicle), dengan NJKB Rp sebesar 234.000.000.

Leapmotor B10 adalah compact SUV listrik berpenggerak roda belakang (RWD) yang dirancang dengan desain bergaya Eropa.

Desain tampilan eksterior B10 yang clean dan minimalis dilengkapi lampu depan Daytime Running Light (DRL) LED model lightbar yang memberi kesan modern dan futuristik. Sedangkan lampu utama berada di bagian bumper. Desain bodi dan roda dirancang untuk meningkatkan efisiensi aerodinamika.

Yang cukup menarik perhatian adalah setup konfigurasi roda B10 menggunakan ukuran ban depan dan belakang yang berbeda. Hal seperti ini umumnya ditemukan pada mobil sport dan performa tinggi.

Ban depan berukuran 225/50 R18, sementara ban belakang sedikit lebih lebar, yakni 235/50 R18. Perbedaan ini dirancang untuk meningkatkan stabilitas berkendara saat melakukan manuver tajam.

Penggunaan ban radial tubeless pun turut mendukung distribusi daya ke permukaan jalan menjadi lebih optimal. Hasilnya, kendaraan mampu meminimalkan gejala selip saat menikung, sekaligus menjaga traksi roda tetap stabil.

Kemasan interior yang simple namun terlihat elegan pun jadi daya tarik tersendiri. Pada dashboard terpampang layar utama HD 2,5K berukuran 14,6 inci yang terintegrasi dengan Apple CarPlay dan Android Auto. Sementara panel instrumen menggunakan layar digital 8,8 inci. Fitur premium seperti panoramic sunroof, ambient light, serta kursi dengan pemanas dan ventilasi jadi faktor pemikat.

Berdasarkan spek untuk pasar Eropa, sektor performa mengandalkan satu motor listrik penggerak roda belakang (RWD) berdaya 160 kW (218 hp). Untuk sumber daya listrik, B10 hadir dengan dua pilihan baterai LFP, yakni versi 56,2 kWh dengan estimasi jarak tempuh hingga 361 km (WLTP), dan 67,1 kWh dengan jarak jelajah hingga 434 km (WLTP).

Kemampuan pengisian daya ultra-fast charging yang dimiliki B10 jadi keunggulan tersendiri. Cukup 17 menit untuk mengisi daya dari 30% hingga 80%. Wah, sangat cepat dan efisien!

Tak hanya itu, fitur Vehicle to Load (V2L) yang dibekalkan pada B10 membuat energi baterai dapat disalurkan untuk perangkat elektronik dan kelistrikan eksternal. Mirip fungsi genset.

Kualitas keselamatan berkendara pun jadi keunggulan utama. SUV EV ini dilengkapi dengan 17 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan kamera 360°. Leapmotor B10 bahkan sukses meraih peringkat 5 bintang dari uji benturan dan keselamatan berkendara Eropa, Euro NCAP. Jadi, hati dijamin tenteram saat mengemudi.

Untuk saat ini spesifikasi teknis B10 versi pasar Indonesia belum dipublikasikan secara resmi. Namun kehadiran unit Leapmotor B10
berselubung kamuflase di jalanan umum mengisyaratkan bahwa rangkaian proses uji berkendara atau tahapan persiapan homologasi saat ini sedang berjalan jelang momen peluncuran resminya.

Camouflage Car Campaign

Kehadiran SUV Leapmotor B10 berselubung kamuflase ternyata merupakan kampanye kreatif yang diadakan oleh Leapmotor Indonesia. Kamuflase di sekujur bodi Leapmotor B10 yang mulai berkeliling di sejumlah titik strategis Jakarta mengusung desain artistik dengan tampilan visual yang unik dan eye-catching.

Kehadiran kendaraan ini pun sukses menarik perhatian masyarakat sekaligus membangun antusiasme menjelang peluncuran resmi Leapmotor B10 di Indonesia. Aktivitas brand engagement Leapmotor Indonesia ini jadi cara unik dalam memperkenalkan SUV listrik terbaru Leapmotor kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih interaktif, modern, dan dekat dengan gaya hidup urban masa kini.

Desain kamuflasenya merepresentasikan karakter Leapmotor B10 sebagai kendaraan listrik modern yang menggabungkan teknologi inovatif dengan desain futuristis.

Melalui kampanye ini, Leapmotor Indonesia mengajak masyarakat untuk menemukan camouflage car Leapmotor B10 di berbagai titik strategis kota Jakarta dan mengikuti giveaway interaktif melalui QR code yang tersedia pada bodi kendaraan.

Masyarakat yang berhasil melakukan scan QR code berkesempatan memenangkan dinner untuk dua orang di hotel bintang lima dengan total hadiah senilai hingga IDR 1,5 juta.

Kampanye ini tidak hanya menghadirkan pengalaman interaktif bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Leapmotor Indonesia dalam membangun awareness terhadap kendaraan listrik pintar yang dirancang untuk mendukung kebutuhan mobilitas urban masa kini.

Kehadiran camouflage car di ruang publik diharapkan mampu menciptakan excitement sekaligus memperkenalkan Leapmotor B10 secara lebih dekat kepada masyarakat Indonesia.

Sudah tak sabar ingin melihat wujud asli SUV EV Leapmotor B10 dari dekat? Kita tunggu tanggal tayangnya….