Indomobil Expo Jakarta Raih 1.145 SPK, Bukti EV Makin Diminati

Transformasi kendaraan listrik di Indonesia tampaknya semakin menunjukkan arah yang positif. Hal tersebut tercermin dari pencapaian gemilang yang dibukukan oleh Indomobil Group melalui gelaran Indomobil Expo Jakarta yang sukses mencatat transaksi hingga ratusan miliar rupiah selama penyelenggaraan acara berlangsung.

Pameran otomotif yang mengusung konsep “EVperience” tersebut bukan sekadar ajang promosi kendaraan, melainkan menjadi wadah edukasi sekaligus pengalaman langsung bagi masyarakat untuk mengenal teknologi kendaraan listrik yang kini semakin relevan dengan kebutuhan mobilitas modern.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari total Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang berhasil mencapai 1.145 unit. Menariknya, kontribusi terbesar justru datang dari lini kendaraan listrik berbagai merek di bawah naungan Indomobil Group.

Beberapa brand EV yang menjadi magnet utama pengunjung di antaranya adalah GAC Indonesia, Changan, Citroën Indonesia, hingga Indomobil eMotor. Dominasi kendaraan listrik dalam total SPK tersebut menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat Indonesia mulai semakin percaya terhadap ekosistem EV nasional.

Tak hanya dari sisi penjualan, tingginya minat pengunjung juga terlihat dari aktivitas test drive yang mencapai 1.075 sesi selama pameran berlangsung. Sejumlah model seperti AION V, AION UT, HYPTEC HT, hingga Changan Deepal S07 menjadi kendaraan yang paling banyak dicoba langsung oleh pengunjung.

Salah satu sorotan utama dalam pameran ini juga datang dari Volkswagen Indonesia yang resmi menghadirkan Volkswagen ID. Buzz Eclipse Edition. Kehadiran model listrik premium bergaya retro-modern tersebut sukses menarik perhatian pecinta otomotif Tanah Air.

Secara keseluruhan, Indomobil Expo Jakarta berhasil mendatangkan 40.656 pengunjung selama acara berlangsung. Jumlah tersebut menjadi gambaran besarnya rasa penasaran sekaligus minat masyarakat terhadap perkembangan kendaraan listrik dan teknologi mobilitas masa depan.

Tak hanya menghadirkan display kendaraan, Indomobil Expo juga dikemas sebagai ruang interaksi melalui berbagai sesi talkshow bersama komunitas otomotif, konsumen EV, hingga praktisi industri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Indomobil Group untuk menghadirkan edukasi kendaraan listrik yang lebih mudah dipahami masyarakat luas.

CEO Indomobil Dealers Group, Santiko Wardoyo mengatakan bahwa pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia.

Melalui pendekatan “EVperience”, Indomobil Group terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional, termasuk menghadirkan solusi mobilitas roda dua listrik melalui Indomobil eMotor. Dengan semakin luasnya pilihan produk dan edukasi yang masif, masa depan kendaraan listrik di Indonesia kini terlihat semakin menjanjikan.

Teknologi SHS dan J5 EV Jadi Senjata JAECOO di Indonesia

Sejak pertamakali hadir di pasar otomotif Indonesia pada tahun lalu, brand Jaecoo sukses memikat konsumen dan menorehkan angka penjualan yang sangat mengesankan.

Lini kendaraan SUV New Energy Vehicle (NEV) yang terdiri dari J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS yang dihadirkan Jaecoo telah merubah paradigma masyarakat Indonesia terhadap kendaraan elektrifikasi.

Di tahun 2026 ini Jaecoo terus memperkuat komitmennya di pasar otomotif Indonesia melalui semangat “Full Power, Real SUV”.

Dengan perpaduan efisiensi, teknologi modern, kenyamanan berkendara, serta kapabilitas tinggi, lini SUV Jaecoo menjadi kendaraan ideal yang dapat mengakomodir kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang semakin beragam.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi perkembangan kendaraan NEV. Kami melihat konsumen Indonesia kini tidak hanya mencari efisiensi dan teknologi, tetapi juga kenyamanan serta kemampuan SUV yang tetap relevan untuk berbagai kondisi jalan. Melalui lini J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P ARDIS, kami ingin menghadirkan pilihan NEV SUV yang lebih lengkap untuk berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” ujar Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia.

J5 EV Jadi EV Terlaris di Indonesia

Salah satu model unggulan yang menjadi ujung tombak utama Jaecoo di Indonesia adalah SUV listrik J5 EV. Selama periode Januari – April 2026, Jaecoo J5 EV berhasil menjadi mobil EV terlaris di Indonesia.

Pencapaian tersebut didukung oleh angka penjualan retail (dari dealer ke konsumen) sebesar 10.587 unit. Sedangkan penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer) mencapai 11.006 unit dalam empat bulan pertama tahun 2026. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan penerimaan positif konsumen Indonesia terhadap teknologi NEV Jaecoo.

Efisiensi konsumsi energi menjadi nilai plus yang dimiliki J5 EV. Berdasarkan uji internal, J5 EV juga menawarkan biaya operasional yang hemat untuk penggunaan sehari-hari.

Dengan tarif daya listrik Rp 1.700 per kWh, biaya operasional J5 EV dikatakan tercatat hanya sekitar Rp 9.600 per hari atau paling minim Rp 290.000 an per bulan.

Dengan jarak jelajah maksimum hingga 461 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh, cukup untuk menunjang mobilitas harian di perkotaan maupun perjalanan antar kota. Dalam uji berkendara jarak jauh, perjalanan dari Jakarta menuju Semarang dilakukan tanpa perlu pengisian ulang di tengah perjalanan.

Harga jual J5 EV pun relatif terjangkau di kelasnya, yakni di kisaran Rp 279.900.000 hingga Rp 309.900.000, tergantung pada varian dan wilayah domisili. Dengan harga jual yang menarik serta keunggulan yang dimiliki, tak heran jika J5 EV laris manis dan diminati konsumen.

Teknologi SHS Mendobrak Kancah Hybrid

Bagi konsumen yang awam mobil listrik tapi membutuhkan fleksibilitas dan efisiensi energi, pilihannya adalah SUV berteknologi Super Hybrid System (SHS). Lini model SUV J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS yang hadir di Tanah Air menawarkan fleksibilitas tinggi, baik untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.

Teknologi SHS menggabungkan efisiensi berkendara khas kendaraan listrik dengan performa dan kemampuan perjalanan jarak jauh kendaraan bermesin bensin. Mesin bensin berfungsi sebagai generator pengisi daya listrik baterai. Sedangkan penggerak roda menggunakan motor listrik. Berbrkal teknologi Dedicated Hybrid Transmission (DHT), penyaluran tenaga dan torsi pun lebih halus namun tetap responsif.

Faktor kenyamanan dan karakter SUV tulen yang disematkan membuat kedua SUV ini mampu melintasi berbagai kondisi jalan dan menunjang beragam kebutuhan mobilitas.

Jaecoo J7 SHS-P menawarkan jarak tempuh kombinasi hingga 1.377 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh. Dalam mode Full EV mengandalkan energi listrik baterai, jarak jelajahnya bisa mencapai 100 km. Cukup memadai untuk mendukung mobilitas harian di perkotaan.

Fitur intelligent driving seperti kamera 540 derajat dan transparent chassis yang ada pada J7-SHS-P membantu visibilitas saat melintasi jalur sempit, tanjakan, maupun kontur jalan yang beragam.

Selain J7 SHS-P, tersedia pula model J8 SHS-P ARDIS. SUV kelas premium ini sukses mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dengan jarak tempuh terjauh di Indonesia, yakni 1.660 km dalam satu kali pengisian penuh bahan bakar dan daya baterai. Menariknya, rekor itu berhasil dipecahkan oleh salah satu tim Motomobinews di bulan September 2025 lalu.

Kemampuan berkendara lintas medan yang dimiliki J8 SHS-P ARDIS ditunjang teknologi penggerak all-wheel drive ARDIS. Distribusi torsi dan tenaga secara real-time membantu menjaga stabilitas dan traksi kendaraan di berbagai kondisi jalan. Dukungan sembilan mode berkendara cerdas turut memberikan pengalaman berkendara yang lebih adaptif, mulai dari perkotaan, jalan pedesaan dan pegunungan hingga trek semi offroad.

Guna mengakomodir pangsa pasar NEV di Indonesia yang terus bertumbuh, Jaecoo terus menambah jumlah jaringan dealernya.

Tak sekadar memperluas cakupan wilayah layanan konsumen, kualitas layanan pun ditingkatkan sebagai bagian dari komitmen jangka panjang Jaecoo Indonesia dalam menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan yang nyaman dan terpercaya.

Saat ini Jaecoo memiliki 35 dealer yang beroperasi di sejumlah kota di Indonesia. Perluasan titik jaringan dealer akan terus dilakukan dengan target hingga 80 dealer di seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2026.

Leapmotor B10 Terpergok di Jakarta, Bakal Segera Launching?

Terpergok di Jalan Dalam Selubung Kamuflase, Leapmotor B10 Bakal Segera Launching?

Pasar mobil listrik di Indonesia nampaknya bakal dimeriahkan oleh satu pendatang baru. Sebuah mobil berselubung kamuflase yang diduga kuat sebagai Leapmotor B10 terpergok tengah melaju di jalanan Jakarta. Apakah mobil tersebut sedang melakukan persiapan sebelum waktu peluncuran resminya?

Saat di Beijing, China beberapa pekan lalu, Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, telah memberi petunjuk bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera membawa model mobil terbaru mereka ke Tanah Air.

Walau seluruh bagian bodi mobil diselimuti oleh stiker kamuflase, namun lekukan siluet serta bentuk fisik kendaraan secara garis bedar menunjukkan identitas sebagai SUV listrik teranyar dari Leapmotor.

Kemunculannya yang tengah melenggang di ruas jalanan kota Jakarta kian mempertegas indikasi kuat mengenai kehadiran model terbaru Leapmotor di pasar Indonesia.

Prediksi pun kian menguat jika Leapmotor B10 akan debut perdana di hadapan publik Tanah Air dalam gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026 pada Juli mendatang.

Keberadaan brand otomotif Leapmotor di Indonesia menandai babak baru bagi Indomobil Group untuk memperbanyak pilihan kendaraan ramah lingkungan di pasar nasional. Lantas, keunggulan apa saja yang ditawarkan oleh Leapmotor B10?

Leapmotor B10

Sejak beberapa bulan lalu di situs Bapenda DKI Jakarta ada dua model Leapmotor yang terdaftar, salah satunya yakni yakni B10. Bahkan sudah tertera harga NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebagai patokan harga dasar sebelum pajak.

Untuk model Leapmotor B10, terdiri dari versi BEV (Battery Electric Vehicle), dengan NJKB Rp 390.000.000, dan versi REEV (Range Extender Electric Vehicle), dengan NJKB Rp sebesar 234.000.000.

Leapmotor B10 adalah compact SUV listrik berpenggerak roda belakang (RWD) yang dirancang dengan desain bergaya Eropa.

Desain tampilan eksterior B10 yang clean dan minimalis dilengkapi lampu depan Daytime Running Light (DRL) LED model lightbar yang memberi kesan modern dan futuristik. Sedangkan lampu utama berada di bagian bumper. Desain bodi dan roda dirancang untuk meningkatkan efisiensi aerodinamika.

Yang cukup menarik perhatian adalah setup konfigurasi roda B10 menggunakan ukuran ban depan dan belakang yang berbeda. Hal seperti ini umumnya ditemukan pada mobil sport dan performa tinggi.

Ban depan berukuran 225/50 R18, sementara ban belakang sedikit lebih lebar, yakni 235/50 R18. Perbedaan ini dirancang untuk meningkatkan stabilitas berkendara saat melakukan manuver tajam.

Penggunaan ban radial tubeless pun turut mendukung distribusi daya ke permukaan jalan menjadi lebih optimal. Hasilnya, kendaraan mampu meminimalkan gejala selip saat menikung, sekaligus menjaga traksi roda tetap stabil.

Kemasan interior yang simple namun terlihat elegan pun jadi daya tarik tersendiri. Pada dashboard terpampang layar utama HD 2,5K berukuran 14,6 inci yang terintegrasi dengan Apple CarPlay dan Android Auto. Sementara panel instrumen menggunakan layar digital 8,8 inci. Fitur premium seperti panoramic sunroof, ambient light, serta kursi dengan pemanas dan ventilasi jadi faktor pemikat.

Berdasarkan spek untuk pasar Eropa, sektor performa mengandalkan satu motor listrik penggerak roda belakang (RWD) berdaya 160 kW (218 hp). Untuk sumber daya listrik, B10 hadir dengan dua pilihan baterai LFP, yakni versi 56,2 kWh dengan estimasi jarak tempuh hingga 361 km (WLTP), dan 67,1 kWh dengan jarak jelajah hingga 434 km (WLTP).

Kemampuan pengisian daya ultra-fast charging yang dimiliki B10 jadi keunggulan tersendiri. Cukup 17 menit untuk mengisi daya dari 30% hingga 80%. Wah, sangat cepat dan efisien!

Tak hanya itu, fitur Vehicle to Load (V2L) yang dibekalkan pada B10 membuat energi baterai dapat disalurkan untuk perangkat elektronik dan kelistrikan eksternal. Mirip fungsi genset.

Kualitas keselamatan berkendara pun jadi keunggulan utama. SUV EV ini dilengkapi dengan 17 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan kamera 360°. Leapmotor B10 bahkan sukses meraih peringkat 5 bintang dari uji benturan dan keselamatan berkendara Eropa, Euro NCAP. Jadi, hati dijamin tenteram saat mengemudi.

Untuk saat ini spesifikasi teknis B10 versi pasar Indonesia belum dipublikasikan secara resmi. Namun kehadiran unit Leapmotor B10
berselubung kamuflase di jalanan umum mengisyaratkan bahwa rangkaian proses uji berkendara atau tahapan persiapan homologasi saat ini sedang berjalan jelang momen peluncuran resminya.

Camouflage Car Campaign

Kehadiran SUV Leapmotor B10 berselubung kamuflase ternyata merupakan kampanye kreatif yang diadakan oleh Leapmotor Indonesia. Kamuflase di sekujur bodi Leapmotor B10 yang mulai berkeliling di sejumlah titik strategis Jakarta mengusung desain artistik dengan tampilan visual yang unik dan eye-catching.

Kehadiran kendaraan ini pun sukses menarik perhatian masyarakat sekaligus membangun antusiasme menjelang peluncuran resmi Leapmotor B10 di Indonesia. Aktivitas brand engagement Leapmotor Indonesia ini jadi cara unik dalam memperkenalkan SUV listrik terbaru Leapmotor kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih interaktif, modern, dan dekat dengan gaya hidup urban masa kini.

Desain kamuflasenya merepresentasikan karakter Leapmotor B10 sebagai kendaraan listrik modern yang menggabungkan teknologi inovatif dengan desain futuristis.

Melalui kampanye ini, Leapmotor Indonesia mengajak masyarakat untuk menemukan camouflage car Leapmotor B10 di berbagai titik strategis kota Jakarta dan mengikuti giveaway interaktif melalui QR code yang tersedia pada bodi kendaraan.

Masyarakat yang berhasil melakukan scan QR code berkesempatan memenangkan dinner untuk dua orang di hotel bintang lima dengan total hadiah senilai hingga IDR 1,5 juta.

Kampanye ini tidak hanya menghadirkan pengalaman interaktif bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Leapmotor Indonesia dalam membangun awareness terhadap kendaraan listrik pintar yang dirancang untuk mendukung kebutuhan mobilitas urban masa kini.

Kehadiran camouflage car di ruang publik diharapkan mampu menciptakan excitement sekaligus memperkenalkan Leapmotor B10 secara lebih dekat kepada masyarakat Indonesia.

Sudah tak sabar ingin melihat wujud asli SUV EV Leapmotor B10 dari dekat? Kita tunggu tanggal tayangnya….

Lepas Resmikan Dealer Pluit Jelang Peluncuran Lepas E4

Brand otomotif Lepas terus memperkuat eksistensinya di Indonesia. Satu dealer baru saja diresmikan di kawasan Pluit Culinary Park, Jakarta Utara. Dealer Lepas yang keempat di Indonesia ini dikelola oleh PT Mitra Auto Strategi (MAS) dan menjadi dealer kedua yang dikelola MAS setelah dealer Lepas di Kelapa Gading.

Perluasan jangkauan layanan dengan memperbanyak jumlah jaringan dealer merupakan langkah strategis bagi Lepas untuk semakin dekat dengan pelanggan.

Lokasi Strategis

Lepas MAS Pluit yang berlokasi di Jalan Pluit Karang Indah Timur, Jakarta Utara dan tidak jauh dari pintu exit Tol Pluit atau Penjaringan terbilang sangat strategis.

Direktur PT Mitra Auto Sinergi (MAS), Djunaedi Hadiwidjaja, memaparkan bahwa alasan pemilihan lokasi Pluit guna dapat mengakomodir pangsa pasar di kawasan Jakarta Utara yang sangat potensial.

Bangunan dealer Lepas MAS Pluit seluas 1.200 m² yang berdiri di lahan seluas 1.300 m² ini menghadirkan layanan 3S (Sales, Service, Spare Parts).

Ruang pamer showroom sebagai jangkar utama dealer dapat memajang hingga lima unit kendaraan. Fasilitas workshop yang tersedia mampu menangani servis sampai 15 unit kendaraan per hari. Sebagai layanan premium, Lepas MAS Pluit dilengkapi VIP Lounge yang bisa difungsikan sebagai co-working space.

Keberadaan unit dealer Lepas MAS Pluit merupakan fase awal dari strategi perluasan jaringan brand Lepas di Indonesia. Hingga akhir tahun 2026, Lepas berharap dapat mengoperasikan hingga 40 dealer di berbagai kota besar di seluruh Indonesia.

“Peresmian Lepas MAS Pluit merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman brand yang lebih dekat, lebih personal, dan relevan dengan gaya hidup pelanggan saat ini. Bagi LEPAS, showroom bukan hanya titik penjualan, tetapi juga ruang dimana konsumen dapat merasakan langsung bagaimana teknologi, desain, dan kenyamanan hadir dalam satu pengalaman yang utuh,” ujar Temmy Wiradjaja, Vice Country Director Lepas Indonesia.

Jaminan Garansi Tingkatkan Kepercayaan Konsumen

Lepas berkomitmen memberikan layanan purna jual paripurna guna meningkatkan kepercayaan konsumen.

Lepas memberikan jaminan garansi selama 6 tahun/150.000 km untuk.unit kendaraan; garansi selama 8 tahun /160.000 km untuk baterai, motor, dan controller; serta garansi selama 10 tahun/1.000.000 km untuk mesin.

Lepas juga memberikan sejumlah benefit kepada para pelanggan berupa gratis servis selama 4 tahun/60.000 km, layanan pick-up dan delivery selama 2 tahun untuk area Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya; serta layanan roadside assistance selama 3 tahun dalam cakupan 50 km.

Lepas E4 Bakal Segera Launching

Keberadaan dealer baru Lepas ternyata jadi bagian persiapan jelang peluncuran model mobil terbaru Lepas E4 yang akan launching di Indonesia dalam waktu dekat. Mobil listrik Lepas E4 akan mendampingi Lepas L8 yang telah lebih dulu dipasarkan di Indonesia. Nah, seperti apa mobilnya?

Lepas E4 merupakan compact SUV EV yang bakal jadi alternatif baru bagi konsumen penyuka SUV bertenaga listrik di Tanah Air.

Dengan panjang 4.406 mm, lebar 1.820 mm, tinggi 1.635 mm, wheelbase 2.700 mm, dan ground clearance 160 mm, postur Lepas E4 terbilang cocok untuk kawasan perkotaan.

Untuk sektor performa, Lepas E4 dibekali motor listrik tunggal penggerak roda depan (FWD) bertenaga 160 kW (217 hp). Dibekali baterai LFP berkapasitas 65 kWh, diklaim jarak jelajahnya mencapai 500 km (NEDC).

Fitur berkendara yang dibekalkan pada Lepas E4 terbilang sangat lengkap dan modern. Selaian tiga mode berkendara (Eco, Normal, dan Sport), Lepas E4 dilengkapi rem parkir elektronik, dan sistem keamanan aktif ADAS seperti Automatic Cruise Control, Automatic Emergency Brake, dan Lane Keep Assist. Untuk saat ini spek teknisnya belum diungkap secara gamblang. Diperkirakan harga jualnya akan berkisar Rp 300 jutaan. Kita tunggu kemunculannya dalam waktu dekat…

INDOMOBIL Expo 2026 Boyong Sederet EV Global Siap Dicoba

INDOMOBIL Group resmi menggelar INDOMOBIL Expo 2026 untuk pertama kalinya dengan mengusung konsep “EVperience”. Pameran yang berlangsung mulai 5–17 Mei 2026 di Main Atrium Senayan City ini sekaligus menjadi langkah strategis perusahaan dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Menurut CEO INDOMOBIL Dealership Group, Santiko Wardoyo, INDOMOBIL Expo merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi mobilitas masa depan.

“Selama puluhan tahun, INDOMOBIL telah menjadi bagian dari perjalanan industri otomotif di Indonesia. Melalui momentum ini, kami dengan bangga menandai dimulainya INDOMOBIL Expo sebagai wujud nyata komitmen kami dalam menghadirkan inovasi yang relevan bagi solusi mobilitas masa kini,” ujar Santiko.

Deretan Mobil Listrik Global Hadir Dalam Satu Atap

Secara agresif INDOMOBIL langsung menghadirkan beragam merek kendaraan listrik global dalam satu lokasi. Pengunjung dapat melihat langsung sekaligus mencoba berbagai model EV dari Changan, Citroën, GAC AION, JAC, Maxus hingga Volkswagen dan eMotor.

Sebanyak 10 unit display dipamerkan dalam ajang ini. Brand AION memboyong AION V, AION UT, Hyptec HT disusul Changan dengan model Lumin dan Changan Deepal S07.

Sementara brand Citroën memajang model eC3, JAC dengan Trekker T9 EV juga Maxus dengan MIFA 9 dan Maxus MIFA 7. Tak ketinggalan Volkswagen dengan Volkswagen ID. Buzz, dan eMotor dengan varian Tyrann 3.

Setiap model menawarkan karakter berbeda, mulai dari city car listrik yang efisien, MPV premium ramah keluarga, hingga SUV dan kendaraan lifestyle berteknologi modern.

Tak hanya dipajang, seluruh pengunjung juga dapat merasakan langsung pengalaman berkendara melalui sesi test drive yang disediakan selama pameran berlangsung.

Promo Pembelian dan Skema Leasing Menarik

INDOMOBIL Expo 2026 juga menghadirkan berbagai program penjualan menarik untuk mempermudah konsumen memiliki kendaraan listrik.

Program pembiayaan yang ditawarkan meliputi:

Down payment mulai 10%
Bunga 0% hingga tenor 5 tahun
Opsi tanpa cicilan di awal
Tenor pembiayaan hingga 7 tahun
Program pembiayaan syariah
Suku bunga kompetitif mulai 1,98%

Selain itu, pengunjung juga berkesempatan mendapatkan berbagai benefit tambahan seperti lucky dip eksklusif untuk transaksi SPK dan down payment selama acara berlangsung.

INDOMOBIL Group juga menegaskan kesiapan ekosistem purna jual kendaraan listrik di Indonesia. Saat ini, perusahaan didukung ratusan jaringan dealer dan mitra di berbagai kota besar di Indonesia dengan layanan 3S (sales, service, spare parts).

Ketersediaan suku cadang asli serta dukungan distribusi dan logistik nasional menjadi salah satu kekuatan utama INDOMOBIL dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik.

Momentum Persaingan EV yang Semakin Dinamis

Kehadiran INDOMOBIL Expo mencerminkan pasar kendaraan listrik Indonesia yang semakin berkembang dan kompetitif. Konsumen kini mendapatkan lebih banyak pilihan produk dengan harga yang semakin kompetitif serta dukungan layanan yang semakin lengkap.

“INDOMOBIL Expo menjadi bukti nyata bagaimana INDOMOBIL tidak sekadar mengikuti perkembangan industri, tetapi memimpin arah transformasinya. Dengan memperluas akses, menghadirkan inovasi, serta memperkuat ekosistem kendaraan listrik, INDOMOBIL menegaskan posisinya sebagai pelopor dalam penjualan mobil dan akselerator utama pertumbuhan industri otomotif Indonesia menuju masa depan,” tutup Santiko.

Leapmotor C10 Siap Diboyong Masuk Pasar SUV EV Indonesia

Leapmotor C10 diproyeksikan menjadi salah satu pemain baru yang menarik di pasar kendaraan listrik Indonesia. Dalam ajang Beijing Auto Show 2026, Indomobil National Distributor mengonfirmasi rencana memboyong SUV listrik ini ke Tanah Air. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi Leapmotor yang didukung oleh Stellantis.

Menurut Tan Kim Piauw, Leapmotor C10 dinilai cocok sebagai kendaraan keluarga modern di Indonesia, terutama untuk penggunaan perkotaan. Tidak hanya itu, model ini juga direncanakan akan dirakit secara lokal dengan skema completely knocked down (CKD), sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait peningkatan kandungan lokal kendaraan elektrifikasi.

Desain Minimalis Namun Elegan

Dari sisi desain, Leapmotor C10 mengusung konsep minimalis elegan yang menonjolkan kesan bersih dan modern. Dimensinya yang mencapai panjang 4.739 mm dan lebar 1.900 mm memberikan postur gagah khas SUV medium. Pilihan velg hingga 20 inci serta warna-warna kalem seperti Pearl White hingga Jade Green semakin memperkuat aura premium.

Masuk ke interior, C10 menawarkan pengalaman layaknya ruang keluarga. Material yang digunakan telah bersertifikasi Oeko-Tex Standard 100, memastikan bebas zat berbahaya dan aman bagi anak-anak. Desain kabin tanpa sudut tajam, jok yang dapat direbahkan sepenuhnya, serta panoramic sunroof berukuran besar menghadirkan kenyamanan maksimal untuk seluruh penumpang.

Fitur teknologi menjadi salah satu daya tarik utama. SUV ini dibekali layar utama 14,6 inci dan panel instrumen 10,25 inci yang didukung chipset Qualcomm Snapdragon 8295. Sistem infotainment sudah mendukung pembaruan over-the-air (OTA) serta voice assistant untuk kemudahan pengoperasian. Meski belum tersedia Apple CarPlay atau Android Auto, penyesuaian untuk pasar global, termasuk Indonesia, kemungkinan akan dilakukan.

Platform E4 dan Cell-to Chassis

Dari sisi teknis, Leapmotor C10 menggunakan platform E4 (Four-Leaf Clover) yang mengintegrasikan berbagai sistem utama dalam satu kontrol pusat. Teknologi Cell-to-Chassis (C2C) juga menjadi keunggulan, di mana baterai menjadi bagian struktural kendaraan untuk meningkatkan efisiensi dan kekakuan bodi.

Performa mobil ini didukung motor listrik penggerak roda belakang dengan tenaga 160 kW (218 hp) dan torsi 320 Nm. Baterai LFP berkapasitas 69,9 kWh memungkinkan jarak tempuh hingga 420 km (WLTP) atau 510 km (NEDC). Pengisian cepat DC dari 30% ke 80% hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit, menjadikannya praktis untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh.

Untuk kenyamanan berkendara, sistem suspensi dirancang agar mampu meredam berbagai kondisi jalan, bahkan diklaim setara dengan mobil premium seperti Tesla dan Maserati. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi konsumen di Indonesia yang menghadapi kondisi jalan beragam.

Dalam hal keselamatan, Leapmotor C10 telah meraih rating bintang lima dari Euro NCAP, didukung struktur bodi kuat serta fitur ADAS lengkap yang meningkatkan keamanan berkendara.

Dengan kombinasi desain elegan, teknologi canggih, dan kenyamanan tinggi, Leapmotor C10 berpotensi menjadi pilihan menarik di segmen SUV listrik keluarga. Kehadirannya di Indonesia diprediksi akan semakin memanaskan persaingan pasar EV yang kini berkembang pesat.

Leapmotor All Out di Beijing Auto Show 2026, B10 Jadi Kejutan!

Di kancah industri otomotif dunia, nama Leapmotor memang terbilang baru. Tapi tak ada yang mengira jika brand asal China ini sukses menggapai pasar otomotif global dan menjadi startup kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) No.1 di dunia.

Pabrikan yang didukung raksasa industri otonotif dunia Stellantis ini pun tampil all out dan unjuk gigi di negara asalnya dalam event Beijing Auto Show 2026 yang kini tengah berlangsung di jantung Negeri Tirai Bambu.

Mengusung slogan “A New Answer to the World – Leapmotor’s Further Advancement,” Leapmotor sangat optimis seluruh lini model kendaraan berteknologi elektrifikasi yang dipamerkan mampu menggaet pangsa pasar yang selama ini dikuasai industri otomotif raksasa global. Model mobil apa saja yang ditampilkan oleh Leapmotor di Beijing Auto Show 2026?

Debut Perdana Global Leapmotor Lafa5 (B05) Ultra

Dalam event Beijing Auto Show 2026 yang kondang dengan sebutan Auto China, Leapmotor melakukan debut global model terbaru Lafa5 (B05) Ultra. Varian teratas dari compact hatchback bertenaga listrik (EV) Lafa5 untuk pasar domestik China ini sukses menyita perhatian media dunia dan para pengunjung.

Dari segi tampilan, varian Ultra terlihat lebih sporty dibandingkan versi reguler Lafa5 yang di pasar Eropa beredar dengan label Leapmotor B05. Sematan bodykit mulai dari side skirt, dual-layer front splitter dan rear spoiler meningkatkan gaya aerodinamika sekaligus mendongkrak gaya tampilan jadi makin eyecatching.

Interior pun tampil lebih memikat dengan lapisan bahan suede nan lembut. Jok sport dengan fungsi 8 titik pemijat diimbuhi logo bordir ‘Ultra’ sebagai penanda. Seat belt pun tampil sewarna bodi. Teknologi sistem multimedia telah menggunakan sepasang chip prosesor yakni Qualcomm 8650 dan 8295 serta sistem navigasi yang canggih.

Sektor performa pun mengalami upgrade dengan motor listrik beroutput 180 kW (241 hp). Coupe hatchback EV berpenggerak roda depan (FWD) ini cuma butuh waktu sekira 5 detik untuk sprint 0-100 km/jam.

Untuk baterai LFP yang ditawarkan ada dua versi yakni 56.2 kWh dengan jarak jelajah 515 km dan 67.1 kWh yang jarak jelajahnya bisa mencapai 605 km (WLTP).

Perihal harga jual belum diumumkan. Tapi diperkirakan tak akan selisih jauh dari rival sekelasnya yakni Lynk & Co 10+ dan Xiaomi SU7 Ultra. Para konsumen BYD Seal 06 GT, Lynk & Co Z20, dan Zeekr X juga jadi target yang dibidik Leapmotor Lafa5 (B05) Ultra.

Leapmotor B10 Bakal Beredar di Indonesia

Model lain dalam seri B yang tampil di Beijing Auto Show 2026 adalah Leapmotor B10. Compact SUV EV yang satu ini cukup mengejutkan, karena kabarnya bakal segera hadir di Indonesia dalam waktu dekat.

Tampilannya walau tak terlalu rumit dan mencolok penuh chrome blink-blink, tapi enak dilihat. Posturnya pun terbilang sedang dan cukup proporsional dengan panjang sekira 4,5 meter dan lebar di kisaran 1,8 meter. Jarak sumbu rodanya yang berkisar 2,7 meter pun mengindikasikan ruang kabin yang lapang.

Bagian interior pun tak ubahnya compact SUV EV modern dengan layar utama 14,6 inci sebagai pusat kendali sistem multimedia dan fitur berkendara. Panel instrumennya walau agak kecil yakni 8,8 inci namun cukup informatif dan bisa dibaca dengan jelas.

Kemasan interior tampil elegan dengan opsi material Grey Fabric untuk varian Life, dan lapisan kulit Eco Leather warna Light Grey atau Shadow Grey untuk varian Design.

Keunggulan mobil ini yakni kursi depan bisa direbahkan sepenuhnya, sehingga dapat digunakan untuk rehat sejenak di rest area saat perjalanan jauh. Fitur kekinian seperti Panoramic Sunroof dengan tirai otomatis jadi nilai plus pada B10. Kapasitas bagasi standarnya 430 liter, tapi bisa ditambah hingga 1.700 liter jika kursi belakang dilipat.

Rancang bangunnya yang berbasis platform LEAP 3.5 terbaru dari Leapmotor menggunakan motor listrik penggerak berdaya 160 kW atau setara 218 hp, dengan torsi puncak yang mencapai 240 Nm.

Untuk baterai, tersedia opsi berdaya 56,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 361 km dan versi 67,1 kWh yang daya jelajahnya lebih jauh yakni 434 km (standar WLTP). Pengisian daya cepat menggunakan fast charger DC dari 30% ke 80% hanya butuh waktu sekira 18 hingga 20 menit. Cukup cepat dan fleksibel bagi pengguna di perkotaan yang tak punya banyak waktu untuk menunggu pengecasan.

Selain versi listrik murni (EV), Leapmotor B10 juga tersedia varian Hybrid EV (REEV) yang menggabungkan mesin bensin 1,5 liter dengan baterai 18,8 kWh. Total jarak tempuhya mampu mencapai 900 km. Wah, cukup menggugah.

Faktor keselamatan berkendara pada Leapmotor B10 ditunjang 17 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang meliputi Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Centering Control (LCC), Automatic Emergency Braking System (AEBS) dan lainnya.

Untuk mobilitas harian di area perkotaan yang lalu lintasnya padat dan area parkirnya terbatas, mobil listrik yang satu ini cukup ideal dan user friendly.

Kabar bahwa Leapmotor B10 bakal hadir di Indonesia dikonfirmasi oleh CEO Indomobil National Distributor Tan Kim Piauw saat sesi tanya jawab bersama media di Beijing Auto Show 2026.

“Leapmotor B10 akan kami perkenalkan di GIIAS. Jadi tunggu saja kejutannya,” ungkap Tan Kim Piauw.

Sebagai catatan, Leapmotor B10 ternyata sudah beredar di Malaysia dengan kisaran harga 107.000 Ringgit hingga 118.800 Ringgit atau sekira Rp 460 jutaan hingga Rp 507 jutaan. Untuk pasar Indonesia? Kita tunggu kemunculannya di GIIAS 2026 dalam beberapa bulan mendatang.

 

EV Melejit! Penjualan Mobil Listrik RI Geser Dominasi Mobil BBM

Kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai mesin pertumbuhan baru industri otomotif nasional. Lonjakan penjualan yang terjadi sejak tahun lalu diprediksi terus berlanjut hingga 2026. Perubahan preferensi konsumen semakin mengarah pada kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan.

Momentum ini kian menguat seiring kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, serta semakin tipisnya selisih harga antara mobil listrik dan kendaraan bermesin ICE (internal combustion engine). Di sisi lain, peningkatan teknologi baterai yang mampu menjelajah hingga 600 km turut mengurangi kekhawatiran pengguna terhadap range anxiety.

Pangsa Pasar EV Melonjak, ICE Tergerus

Transformasi pasar otomotif nasional terlihat jelas dari pergeseran kontribusi penjualan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, porsi kendaraan ICE turun signifikan dari 99,6% pada 2021 menjadi 78,2% di 2025.

Sebaliknya, segmen battery electric vehicle (BEV) melonjak dari hanya 0,1% menjadi 12,9% di periode yang sama. Tren ini berlanjut hingga Maret 2026, di mana porsi BEV meningkat menjadi 15,6%, sementara ICE turun menjadi 75%.

Dari sisi volume, penjualan BEV tumbuh 96% menjadi 33.146 unit, jauh melampaui pertumbuhan industri otomotif secara keseluruhan yang hanya 1,7%. Sebaliknya, penjualan mobil ICE mengalami penurunan dari 174.776 unit menjadi 156.684 unit.

Hingga akhir 2026, pangsa pasar BEV diproyeksikan menembus kisaran 19–20%, menegaskan peran strategisnya sebagai pendorong utama pertumbuhan industri.

Lonjakan adopsi EV tidak lepas dari berbagai faktor kunci, mulai dari kenaikan harga energi global hingga semakin banyaknya pilihan model di pasar. Saat ini, jumlah model BEV di Indonesia telah mencapai 74 unit, meningkat drastis dibandingkan hanya 11 model pada 2021.

Selain itu, harga EV yang semakin kompetitif dengan kisaran Rp300 jutaan, membuatnya semakin terjangkau bagi konsumen. Total biaya kepemilikan (total cost of ownership/TCO) yang lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar fosil juga menjadi daya tarik utama.

Kebijakan Pajak Baru

Di tengah tren positif ini, pemerintah menerapkan kebijakan baru melalui Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 yang mengatur bahwa kendaraan listrik tidak lagi otomatis bebas dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sejak 1 April 2026.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap memiliki kewenangan untuk memberikan insentif berupa pembebasan atau pengurangan pajak. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah penyesuaian, bukan hambatan, selama diterapkan secara proporsional.

Sejumlah pihak bahkan mendorong penerapan tarif pajak progresif, di mana EV dengan harga tinggi dikenakan pajak lebih besar, sementara model yang lebih terjangkau tetap mendapatkan keringanan guna menjaga daya beli masyarakat.

PHEV sebagai Jembatan Transisi

Selain BEV, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dinilai memiliki potensi besar sebagai solusi transisi menuju elektrifikasi penuh. Dengan kemampuan berkendara menggunakan listrik untuk kebutuhan harian serta mesin konvensional untuk perjalanan jarak jauh, PHEV dianggap cocok untuk kondisi Indonesia yang masih menghadapi ketimpangan infrastruktur pengisian daya.

Saat ini, penjualan PHEV juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, dari hanya 42 unit pada Maret 2025 menjadi 1.521 unit pada Maret 2026. Oleh karena itu, banyak pihak mendorong agar PHEV mendapatkan tambahan insentif guna mempercepat adopsinya.

Dari sisi industri, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB). Hingga kini, tercatat ada 14 perusahaan perakitan mobil listrik dengan kapasitas 409.860 unit/tahun. Kemudian untuk motor Listrik ada 68 produsen dengan kapasitas 2,51 juta unit/tahun. Disusul pasar komersial dengan 9 produsen bus listrik berkapasitas 4.100 unit/tahun. Maka, total investasi di sektor ini telah mencapai Rp25,67 triliun.

Populasi kendaraan listrik nasional pun telah menyentuh 358.205 unit per Maret 2026, dengan pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) di atas 140% dalam lima tahun terakhir.

Pemerintah juga menargetkan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dari minimal 40% hingga 2026, menjadi 80% pada 2030. Langkah ini bertujuan memastikan bahwa investasi EV memberikan nilai tambah maksimal bagi industri domestik.

Sementara itu, pemain global seperti BYD semakin agresif menggarap pasar Indonesia dengan menghadirkan berbagai model dan memperluas jaringan dealer. Hal ini turut mendorong kompetisi yang sehat sekaligus mempercepat adopsi EV di Tanah Air.

Menuju Pusat Produksi EV Global

Dengan dukungan kebijakan yang semakin matang, pertumbuhan permintaan domestik, serta masuknya investasi global, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat produksi kendaraan listrik di kawasan, sekaligus basis ekspor global.

Di tengah dinamika harga energi dunia dan tuntutan pengurangan emisi karbon, EV bukan lagi sekadar tren, melainkan fondasi baru bagi masa depan industri otomotif nasional.

lokasi SPKLU ultra fast charging di Jakarta Selatan

Insentif Pajak Kendaraan Listrik Tidak Lagi Bebas PKB dan BBNKB

Kesimpangsiuran seputar keberlangsungan insentif pajak kendaraan listrik akhirnya kini menemui titik terang. Hal ini tentunya sangat berdampak pada produsen maupun importir kendaraan listrik dan juga para konsumen.

Pemerintah secara resmi mengubah skema pajak kendaraan bermotor melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 11 Tahun 2026. Dalam regulasi baru tersebut, kendaraan listrik kini tidak lagi dikecualikan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Regulasi baru tersebut telah ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan mulai berlaku sejak 1 April 2026. Lantas seperti apa implementasi dari ketentuan pajak kendaraan terbaru yang berdampak pada kendaraan listrik ini?

Perubahan Skema Pajak Kendaraan Listrik

Sesuai aturan yang berlaku, kendaraan listrik tetap dikenakan pajak. Akan tetapi besaran pajak yang harus dibayar pemilik kendaraan tidak selalu penuh. Tetap ada insentif yakni berupa pembebasan atau pengurangan nilai besaran pajak, bergantung kebijakan dari masing-masing pemerintah daerah.

Hal tersebut telah diatur dalam Pasal 19 Permendagri 11/2026, yang memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk dapat menentukan besaran insentif pajak secara mandiri. Dengan skema tersebut, kebijakan pajak kendaraan listrik di tiap daerah akan berbeda-beda, tidak lagi seragam secara nasional.

Sebagai contoh, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Pergub Nomor 38 Tahun 2023 masih memberikan insentif penuh untuk kendaraan listrik yakni PKB sebesar 0 persen dan pembebasan BBNKB. Namun, ini hanya bersifat sementara.

Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta saat ini tengah merumuskan regulasi terbaru bea pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) untuk kendaraan listrik.

Kebijakan yang tengah disiapkan Pemprov DKI Jakarta tersebut merupakan turunan dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, BBNKB, dan Pajak Alat Berat.

Dalam regulasi tersebut, nantinya akan ada perubahan pada ketentuan objek pajak yang dikecualikan. Pada aturan sebelumnya, kendaraan listrik dikecualikan dari objek PKB dan BBNKB. Namun, pada aturan terbaru kendaraan listrik tidak disebutkan sebagai objek yang dikecualikan dari PKB dan BBNKB.

Hal tersebut tercantum pada Pasal 3 ayat (3), yang dikecualikan dari objek PKB antara lain: kereta api; kendaraan bermotor yang semata-mata digunakan untuk keperluan pertahanan dan keamanan negara; kendaraan bermotor kedutaan, konsulat, perwakilan negara asing dengan asas timbal balik, dan lembaga-lembaga internasional yang memperoleh fasilitas pembebasan pajak dari pemerintah; kendaraan bermotor lainnya yang ditetapkan dengan peraturan daerah mengenai pajak dan retribusi daerah.

Pada regulasi yang berlaku sebelumnya yakni Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 7 Tahun 2025 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, BBNKB, dan Pajak Alat Berat Tahun 2025, tertulis jelas bahwa Kendaraan Bermotor berbasis energi terbarukan termasuk kendaraan berbasis listrik, biogas, dan tenaga surya serta Kendaraan Bermotor yang dilakukan konversi bahan bakar fosil menjadi kendaraan berbasis energi terbarukan, dikecualikan dari objek PKB dan BBNKB.

Sementara dalam regulasi terbaru, pada Pasal 19 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026, pengenaan PKB dan BBNKB pada kendaraan listrik berbasis baterai diberikan insentif pembebasan atau pengurangan PKB dan BBNKB sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Selanjutnya, pengenaan PKB dan BBNKB kendaraan listrik untuk tahun pembuatan sebelum tahun 2026 diberikan insentif pembebasan atau pengurangan PKB dan/atau BBNKB. Itu termasuk kendaraan yang dilakukan konversi bahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik.

Meskipun kendaraan listrik kini tidak gratis pajak lagi, namun tarifnya tetap akan lebih murah bila dibandingkan dengan kendaraan konvensional. Jadi para pemilik mobil dan motor listrik tak perlu terlalu khawatir perihal besaran bea pajak kendaraan bermotor (PKB) tahunan dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).

iCAR V23 Pro Plus Collector Series Resmi di Jemput Pemiliknya

iCAR Indonesia resmi memulai penyerahan unit perdana iCAR V23 Pro Plus Collector Series kepada para pelanggan awal yang melakukan pemesanan di ajang Indonesia International Motor Show 2026. Prosesi handover yang digelar pada Sabtu, (18/4) di Jakarta Selatan ini memulai perjalanan iCAR di Indonesia, sekaligus lahirnya komunitas eksklusif pengguna V23.

Eksklusivitas Collector Series

Sebagai varian spesial, iCAR V23 Pro Plus Collector Series tampil dengan identitas unik melalui Collector Series Badge yang menjadi simbol eksklusivitas. Tampilan eksterior diperkuat dengan velg retro chrome serta ban all-terrain yang menghadirkan karakter rugged sekaligus fleksibel untuk berbagai kondisi jalan.

Sentuhan fungsional juga menjadi perhatian utama. Fitur seperti soft-close door memberikan pengalaman premium saat menutup pintu, sementara electric folding mirror menambah kepraktisan di area urban. Perlindungan ekstra hadir melalui lapisan window film premium dan coating bodi untuk menjaga kualitas visual kendaraan dalam jangka panjang.

Masuk ke dalam kabin, nuansa premium langsung terasa. Sistem audio dari JBL dengan digital sound processor menghadirkan kualitas suara yang imersif, sementara ambient lighting yang dapat disesuaikan menciptakan atmosfer berkendara yang lebih personal.

Panel instrumen digital memastikan seluruh informasi kendaraan tersaji secara intuitif. Selain itu, fitur seat-back table dengan wireless charger menambah fleksibilitas, baik untuk kebutuhan kerja maupun perjalanan santai.

Yang menarik, setiap unit dilengkapi Collector Series Limited Edition Badge yang dapat dipersonalisasi sesuai preferensi pemilik mulai dari angka hingga inisial, menjadikan setiap kendaraan benar-benar unik

Komunitas Eksklusif dan Ekosistem Kepemilikan Baru

Para pemilik pertama tergabung dalam komunitas eksklusif V23 Initial Pioneers (VIP), yang menjadi fondasi awal ekosistem iCAR di Indonesia. Melalui program ini, pelanggan mendapatkan akses ke berbagai keuntungan, mulai dari preview produk terbaru hingga undangan ke event khusus. Hal ini pun makin mendorong keinginan Bapak Kami, Om Mobi, untuk segera membawanya pulang karena resmi menjadi salah satu dari pemilik SUV ganteng ini.

Langkah ini menunjukkan pendekatan iCAR yang tidak hanya menjual kendaraan, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan pengguna melalui pengalaman yang lebih terintegrasi.

Penguatan brand iCAR juga akan berlanjut melalui partisipasi dalam International Business Summit 2026 di Wuhu, dalam rangkaian Beijing Auto Show 2026. Keterlibatan ini menjadi bagian dari strategi global untuk menghubungkan inovasi produk dengan kolaborasi lintas pasar.

Di Indonesia sendiri, kehadiran iCAR menjadi bagian dari transformasi menuju mobilitas berbasis energi baru yang semakin relevan dengan kebutuhan konsumen modern.

Penyerahan iCAR V23 Pro Plus Collector Series bukan sekadar distribusi unit, melainkan awal dari pendekatan baru dalam kepemilikan kendaraan listrik secara lebih personal, eksklusif, dan terhubung dengan gaya hidup.

Dengan kombinasi desain unik, fitur premium, serta ekosistem komunitas yang kuat, iCAR menunjukkan keseriusannya dalam membangun brand EV yang tidak hanya inovatif secara teknologi, tetapi juga relevan secara emosional bagi penggunanya.

Changan Automobile Perkenalkan Teknologi BlueCore Hybrid

Kendaraan elektrifikasi saat ini mengalami perkembangan teknologi yang sangat pesat. Hanya saja, saat ini masih banyak yang enggan beralih dari kendaraan peminum BBM ke mobil listrik. Teknologi hybrid jadi jembatan yang relevan bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tapi masih bisa mampir SPBU.

China Changan Automobile Group sangat mrmahami hal tersebut. Selain memproduksi mobil listrik bertenaga batetsi (BEV), mesin hybrid pun terus dikembangkan sebagai penyeimbang. Teknologi terbaru BlueCore HEV pun resmi diperkenalkan sebagai gebrakan baru. Seperti apa teknologimya?

BlueCore HEV

BlueCore HEV merupakan solusi teknologi mesin hybrid cerdas dengan konsumsi energi yang efisien tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.

Pengembangan teknologi ini butuh waktu enam tahun dengan melibatkan lebih dari 1.000 tenaga ahli. Dengan memanfaatkan 163 jenis teknologi, riset BlueCore HEV menelan dana investasi 2 miliar Yuan atau sekira Rp 5 trilyun.

Untuk menghasilkan konsumsi BBM yang lebih efisien, sistem ini memanfaatkan mesin hybrid dengan sistem suplai bahan bakar direct injection bertekanan tinggi yakni 500 Bar. Teknologi ini merupakan yang pertama di dunia menggunakan sistem injeksi BBM bertekanan sangat tinggi.

Fungsi mesin bermotor bakar ini sebagai generator pengisi daya listrik baterai. Jadi mesin tidak terhubung langsung ke roda.

Sebagai penggerak roda, BlueCore HEV menggunakan motor listrik berdaya tinggi dengan fluks magnet besar. Sedangkan pasokan energi listrik bersumber dari baterai berperforma tinggi yang dilengkapi sistem kontrol cerdas berbasis AI. Sistem hybrid terbaru ini tidak memerlukan sumber daya listrik eksternal untuk pengisian daya baterai.

Pada prototype teknologi BlueCore HEV, desain ruang bakar pada mesin mengalami penyesuaian. Untuk mengimbangi tekanan semprotan injeksi BBM yang sangat tinggi, rasio kompresi ruang bakar dirancang di angka 16:1. Agar getaran dan suara knalpot serta emisi gas buang yang dihasilkan cukup rendah, 30% gas buang yang dihasilkan diresirkulasi pada penyaring sistem exhaust.

Motor listrik penggerak P3 yang digunakan dilengkapi 3V high magnetic flux steel yang mampu menghasilkan efisiensi gerak hingga 98.1%! Bahkan putaran motor listrik mampu mencapai 2000 rpm dengan output 180kW (241 hp). Bobotnya pun relatif ringan, hanya kisaran 18.1 kg.

Sebagai sumber pasokan daya listrik, dipercayakan pada baterai ternary lithium berdaya 1.7kWh. Sementara sistem kendali kinerja motor listrik dan mesin memanfaatkan 6 MCU chip berperforma tinggi dengan software berbasis AI.

Chip dapat melakukan operasi pengaturan akselerasi motir listrik, deteksi dan kalkulasi perilaku mengemudi dan masih banyak lagi. semua dilakukan dalam hitungan milidetik!

Hasil Uji Menakjubkan

Serangkaian pengujian dilakukan secara menyeluruh dengan durasi jarak lebih dari 2 juta kilometer, lebih dari 70 uji jalan khusus, 350 jam uji statis tanpa henti, serta lebih dari 1.000 jam uji dalam kondisi ekstrem.

Uji jalan nyata pun dilakukan bersama media dan pengguna. Hasil uji pada BlueCore HEV mampu melampaui performa kendaraan hybrid sejenis.

Pada uji statis, dikatakan efisiensi thermal mampu mencapai angka tertinggai 44.28%. Sedangkan efisiensi thermal rata-rata di angka 40.9%. Pada uji jalan, hasilnya bahkan lebih baik lagi yakni 56.3%.

Pada uji jalan kondisi nyata di dalam kota, sedan Eado HEV yang dilengkapi sistem hybrid BlueCore cuma butuh 2.98 liter BBM untuk menempuh jarak 100 km. Sedangkan SUV CS75 HEV mengkonsumsi 3.54 liter bensin untuk jarak 100 km. Kombinasi BBM rata-rata kombinasi dalam kota dan tol pun masih terbilang irit, yakni 4.67 L/100 km.

BlueCore HEV merupakan teknologi hybrid generasi baru yang menjadi langkah strategis Changan Automobile dalam menghadirkan solusi mobilitas global. Sistem ini dirancang untuk mendefinisikan ulang mobilitas hybrid yang efisien. Mobil terbaru apa saja yang akan dibekali teknologi ini nantinya? Kita tunggu kemunculannya dalam waktu dekat.

 

JAECOO Rayakan Larisnya J5 EV Lewat JAECOO LAND 2026

JAECOO Indonesia merayakan pencapaian JAECOO J5 EV sebagai mobil listrik terlaris di Indonesia pada Maret 2026 dengan menghadirkan festival gaya hidup bertajuk JAECOO LAND 2026.

Acara ini digelar pada 11–12 April 2026 di One Satrio, Jakarta Selatan, sebagai bentuk apresiasi terhadap antusiasme konsumen sekaligus memperkuat kedekatan brand dengan masyarakat urban.

Berdasarkan data retail GAIKINDO, penjualan J5 EV menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sepanjang kuartal pertama 2026. Model ini mencatatkan penjualan 1.942 unit pada Januari, meningkat menjadi 2.926 unit di Februari, dan tetap kuat dengan 2.775 unit pada bulan Maret 2026.

Capaian tersebut menjadikan J5 EV sebagai salah satu model EV paling diminati di pasar Indonesia. Seiring tingginya permintaan, JAECOO menargetkan distribusi hingga 13.000 unit kepada pelanggan sampai akhir April 2026.

Menurut Jim Ma, tren positif ini menjadi indikator kuat bahwa pasar kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang dan semakin diterima oleh konsumen.

Momentum Global yang Terus Menguat

Kesuksesan di Indonesia turut didukung performa global JAECOO yang terus meningkat. Hingga kini, brand ini telah menjangkau lebih dari 960.000 pelanggan di 64 negara.

Pada Maret 2026 saja, JAECOO mencatatkan penjualan global 61.254 unit, naik 210% secara tahunan. Segmen New Energy Vehicle (NEV) bahkan tumbuh lebih agresif dengan total 39.716 unit atau melonjak 471%.

Di pasar Inggris, performa JAECOO juga impresif dengan penjualan lebih dari 12.000 unit dalam satu bulan, di mana model J7 menjadi kontributor utama.

JAECOO LAND 2026, Perpaduan Otomotif dan Lifestyle

Melalui JAECOO LAND 2026, brand ini tidak hanya menampilkan kendaraan, tetapi juga menghadirkan pengalaman lifestyle yang terintegrasi. Mengusung konsep L.A.N.D (Lifestyle, Adventure, Nature, Discovery), acara ini dirancang sebagai ruang interaksi antara teknologi mobilitas modern dan gaya hidup urban.

Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas menarik seperti Bazaar kreatif, Live music, Sesi wellness, Talkshow inspiratif dan Area playground anak dan pet experience.

Selain aktivitas lifestyle, pengunjung juga berkesempatan mencoba langsung lini kendaraan JAECOO melalui sesi test drive. JAECOO menyiapkan semua varian untuk para calon konsumen dari model J5 EV, J7 SHS-P dan juga J8 SHS-P ARDIS.

Selain itu, pengunjung juga dapat mengenal lebih dekat teknologi Super Hybrid System (SHS) yang menjadi bagian dari strategi elektrifikasi JAECOO.

Perkuat Jaringan dan Komitmen di Indonesia

Saat ini, JAECOO telah memiliki 32 dealer aktif di Indonesia dan berencana menambah 25 dealer baru dalam waktu dekat. Target jangka panjangnya adalah menghadirkan hingga 80 outlet di seluruh Indonesia pada akhir 2026.

Langkah ini menunjukkan komitmen JAECOO dalam memperkuat layanan serta mendukung pertumbuhan pasar kendaraan energi baru di Tanah Air.

Dengan kombinasi produk inovatif dan pendekatan lifestyle, JAECOO semakin mempertegas posisinya sebagai brand otomotif modern yang relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.

Platform i-SWIFT Jadi Fondasi iCAR V23, Adaptif dan Bertenaga!

iCAR mulai mengungkap fondasi teknologi yang akan menjadi tulang punggung lini kendaraan listriknya di Indonesia melalui platform i-SWIFT. Kehadiran platform ini menandai langkah strategis iCAR dalam menghadirkan kendaraan listrik yang adaptif, bertenaga, serta relevan dengan kebutuhan mobilitas modern.

Sebagai arsitektur modular, i-SWIFT dirancang khusus untuk kendaraan listrik dan energi terbarukan dengan integrasi menyeluruh antara powertrain, chassis, serta sistem pintar dalam satu kesatuan. Pendekatan ini memungkinkan iCAR menghadirkan performa konsisten sekaligus fleksibilitas tinggi untuk berbagai segmen kendaraan.

Implementasi nyata platform ini terlihat pada iCAR V23 yang mengusung konfigurasi chassis canggih. Suspensi depan mengadopsi sistem double-wishbone atau MacPherson, dipadukan dengan suspensi belakang five-link independent.

Kombinasi tersebut menghasilkan keseimbangan optimal antara kenyamanan dan stabilitas, baik untuk penggunaan harian di perkotaan maupun saat menghadapi medan yang lebih menantang.

Sistem i-AWD, Kunci Performa dan Stabilitas

Performa iCAR V23 semakin diperkuat oleh sistem i-AWD yang mampu mendistribusikan torsi secara dinamis ke setiap roda.

Berbeda dengan sistem penggerak konvensional, i-AWD bekerja secara adaptif melalui kontrol elektronik. Sistem ini dapat berpindah secara mulus antara penggerak dua roda dan empat roda, sehingga mampu menjaga efisiensi energi tanpa mengorbankan performa.

Dalam kondisi jalan perkotaan, distribusi tenaga diatur untuk menghasilkan karakter berkendara yang halus dan senyap. Sementara di medan off-road, sistem secara otomatis menyesuaikan penyaluran tenaga untuk menjaga traksi dan stabilitas.

Mode Berkendara Lengkap dan Personal

Untuk meningkatkan pengalaman berkendara, iCAR V23 dilengkapi lebih dari enam mode berkendara, mulai dari ECO, Comfort, Sport, Slippery, Off-Road, hingga Individual.

Mode Individual memungkinkan pengemudi mengatur berbagai parameter kendaraan sesuai preferensi, menciptakan pengalaman berkendara yang lebih personal. Seluruh pengaturan dapat diakses melalui kontrol fisik, layar sentuh, hingga perintah suara, memberikan kemudahan tanpa mengganggu fokus berkendara.

Keandalan platform i-SWIFT tidak hanya berhenti pada konsep. Berbagai pengujian di kondisi nyata, seperti medan berlumpur, tanjakan curam, hingga tikungan tajam, telah dilakukan untuk memastikan performa kendaraan tetap optimal.

Hasilnya, iCAR V23 mampu menjaga stabilitas, respons tenaga, serta presisi handling dalam berbagai situasi ekstrem—menegaskan kualitas engineering yang matang dan siap digunakan di dunia nyata.

Siap Jawab Kebutuhan Mobilitas Modern

Menurut Mark Yang, iCAR V23 merupakan representasi dari kekuatan platform i-SWIFT yang mengedepankan fleksibilitas dan performa sekaligus kenyamanan.

Dengan filosofi “Born to Play”, iCAR menghadirkan kendaraan listrik yang tidak hanya cocok untuk kebutuhan harian, tetapi juga mampu menjelajah berbagai kondisi jalan.

Kehadiran platform i-SWIFT menjadi fondasi penting bagi iCAR dalam menetapkan standar baru kendaraan listrik—menggabungkan teknologi, fleksibilitas, serta pengalaman berkendara premium dalam satu paket.

Baru Perkenalan, Changan Akan Pasarkan Deepal SO5 REEV di Tanah air

Setelah sukses menggebrak pasar otomotif Indonesia dengan mobil listrik Deepal S07 dan Lumin EV, Changan Automobile kembali menyiapkan mobil terbarunya.

Sebagai menu pembuka, pabrikan otomotif asal China ini memperkenalkan SUV Deepal S05 REEV. Debut perkenalan yang dilakukan di Jakarta pada Rabu, (9/4) kemarin menandai keseriusan Changan Automobile dalam berekspansi dan menggarap pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia Karena masih tahap tes pasar, info spesifikasinya belum diungkap secara utuh.

Ini baru satu model, dan masih ada model lainnya yang akan menyusul diperkenalkan. Hal tersebut diamini oleh Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia yang memberi sedikit petunjuk jika tahun ini Changan bakal memboyong tiga model baru ke Indonesia.

“Kami melihat peluang yang positif seiring pesatnya perkembangan ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Setelah menghadirkan Changan Lumin dan Deepal S07, kami siap memperkenalkan tiga model baru secara bertahap hingga akhir tahun ini untuk perluas portofolio Changan di Tanah Air dan memberikan pilihan lebih bagi konsumen,” papar Setiawan Surya.

Gaya Semi Futuristik

Deepal S05 REEV mengusung filosofi desain “Symbiotic Aesthetics”, yang memadukan elemen estetika dan fungsi secara imbang.

Secara sepintas, desain tampilan Deepal S05 REEV terlihat tak jauh beda dari Deepal S07. Postur bodinya yang memiliki panjang 4.620 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.600 mm dan jarak wheelbase 2.880 mm, sedikit lebih compact dari Deepal S07.

Kesan semi futuristik dan premium diperkuat dengan lampu depan dan belakang LED berdesain ramping, frameless doors serta electric door handles yang menyatu dengan bodi. Desain bodi yang sporty kian terlihat eyecatching dengan velg alloy 18-inci.

Faktor gaya aerodinamika juga menjadi perhatian. Terlihat dari penggunaan sirip diffuser pemecah angin yang menghasilkan koefisien hambatan udara minim yakni 0,25 Cd. Untuk sebuah SUV, angkanya terbilang cukup impresif. Gaya aerodinamika yang makin sempurna berdampak pada stabilitas berkendara dan efisiensi konsumsi energi.

Sebagai catatan, desain mobil ini berhasil mendapatkan pengakuan internasional melalui penghargaan Germany iF Design Award 2025. Jadi kualitasnya tak perlu lagi diragukan.

Jarak Jelajah Jadi Keunggulan

Berhubung info seputar spek mobil ini bikin penasaran, kami pun menelisik ke daratan Eropa. Ya, Changan Deepal S05 di Benua Biru ada dua versi yang juga bakal beredar tahun ini pada Mei 2026 mendatang yakni versi EV dan REEV.

REEV atau Range Extender Electric Vehicle (REEV) memanfaatkan mesin motor bakar sebagai generator yang akan mengisi energi baterai. Jadi tidak terhubung langsung ke roda. Sistem penggerak utamanya adalah motor listrik. Teknologi ini menyuguhkan rasa berkendara yang senyap seperti mobil listrik, tapi tak perlu sering mampir SPKLU untuk mengecas baterai. Dengan demikian, lebih fleksibel dan praktis dibandingkan mobil listrik biasa.

Deepal S05 REEV di pasar Eropa dibekali sistem Ultra Hybrid yang memadukan mesin bensin 1.5-liter bertenaga 79 hp sebagai generator dengan motor listril penggerak beroutput 234 hp. Sistem REEV ini output kombinasinya mencapai 258 hp.

Berbekal baterai 18.4 kWh, jarak jelajah pada mode EV mengandalkan energi baterai bisa mencapai 100 kilometer. Untuk mode hybrid, jarak jelajah maksimumnya 1.000 kilometer! Lebih dari cukup untuk menunjang mobilitas harian dalam kota maupun perjalanan anyar kota jarak jauh.

Dengan fast charger DC beroutput hingga 55 kW, pengecasan daya dari 30% hingga 80% cuma butuh waktu 15 menit! Wuih, sangat efisien. Mobil ini juga dilengkapi fitur berbagi daya vehicle to load (V2L) yang memanfaatkan energi listrik baterai untuk perangkat kelistrikan eksternal. Mirip genset mini

Gak sabar lagi untuk menantikan peluncuran resmi Deepal S05 REEV bukan? Sabar, pihak Changan Automobile sedianya akan resmi meluncurkan dan memasarkan paling cepat pada semester kedua tahun 2026. Jadi, kita tunggu saja tanggal tayangnya…

Changan Lumin Digemari Pengunjung Motomobi Karnaval 2026

Tampilnya Changan Lumin di ajang Motomobi Karnaval 2026 sukses menjadi sorotan utama para pengunjung yang memadati Qbig BSD City, Tangerang. Mobil listrik berdesain mungil ini mencuri perhatian berkat tampilan yang stylish, dimensi kompak, serta teknologi modern yang ditawarkan untuk mobilitas perkotaan masa kini.

Kehadirannya sekaligus menegaskan komitmen Changan dalam menghadirkan solusi kendaraan listrik yang praktis, efisien, dan ramah lingkungan di Indonesia.

Mungil dan Praktis

Secara desain, Changan Lumin mengusung konsep city car futuristik dengan garis bodi membulat dan lampu depan berbentuk oval yang memberikan kesan menggemaskan sekaligus modern. Dimensinya yang ringkas membuat mobil ini sangat ideal untuk penggunaan di area perkotaan dengan tingkat kemacetan tinggi. Tidak hanya menarik dari segi tampilan, Lumin juga dirancang untuk memberikan kenyamanan optimal bagi penggunanya.

Masuk ke bagian spesifikasi, Changan Lumin dibekali motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 48 hp dengan torsi instan khas kendaraan listrik. Mobil ini menggunakan baterai lithium-ion dengan kapasitas yang memungkinkan jarak tempuh hingga sekitar 300 km dalam sekali pengisian, tergantung varian. Sistem pengisian dayanya juga sudah mendukung fast charging, sehingga pengisian baterai dari 30% hingga 80% dapat dilakukan dalam waktu kurang dari satu jam.

Fitur Cukup Lengkap

Di sektor fitur, Changan Lumin menawarkan berbagai teknologi yang mendukung kenyamanan dan kemudahan berkendara. Terdapat layar infotainment digital yang terintegrasi dengan konektivitas smartphone, memungkinkan pengguna mengakses navigasi, musik, hingga panggilan dengan mudah. Panel instrumen digital juga memberikan informasi berkendara secara real-time dengan tampilan yang modern dan mudah dibaca. Selain itu, mobil ini dilengkapi dengan sistem keyless entry, push start button, serta AC elektrik yang efisien.

Kenyamanan berkendara semakin ditingkatkan dengan suspensi yang dirancang khusus untuk meredam getaran di jalan perkotaan. Kabin yang senyap juga menjadi nilai tambah, berkat karakteristik kendaraan listrik yang minim suara mesin. Meski berukuran kecil, ruang kabin tetap dirancang ergonomis untuk memberikan ruang yang cukup bagi pengemudi dan penumpang.

Untuk aspek keamanan, Changan Lumin tidak kalah kompetitif di kelasnya. Mobil ini dilengkapi dengan sistem pengereman ABS (Anti-lock Braking System) dan EBD (Electronic Brakeforce Distribution) yang membantu menjaga stabilitas saat pengereman mendadak. Selain itu, tersedia juga fitur airbag untuk pengemudi dan penumpang depan, sensor parkir, serta kamera belakang yang memudahkan manuver di ruang sempit. Struktur bodinya juga dirancang dengan material yang mampu menyerap benturan untuk meningkatkan perlindungan penumpang.

Harga Terjangkau

Soal harga mobil micro EV ini pun cukup terjangkau yakni Rp183 juta (OTR Jakarta). Pilihan warna eksterior pun beragam. Mulai dari Wheat Yellow, Sakura Powder, Magpie Gray, Foggy White hingga Moss Green.

Soal layanan purna jual tak perlu khawatir. Keagenan dan operasional brand otomotif Changan di Indonesia berada di bawah naungan Indomobil Group yang memiliki jaringan luas dan pengalaman terpercaya.

Dengan kombinasi desain menarik, fitur modern, serta sistem keamanan yang memadai, Changan Lumin menjadi salah satu city EV yang layak dipertimbangkan. Kehadirannya di Motomobi Karnaval 2026 menjadi bukti bahwa kendaraan listrik kini semakin relevan dan diminati oleh masyarakat Indonesia.

Fitur Aletra L8 EV Bikin Pengunjung Motomobi Karnaval 2026 Terpikat

Kehadiran Aletra L8 EV di ajang Motomobi Karnaval 2026 yang berlangsung di QBig BSD City sukses mencuri perhatian para pengunjung.

Tak sedikit yang penasaran dengan ragam fitur yang ditawarkan MPV listrik ini, terutama karena dirancang khusus sesuai karakter dan kebutuhan konsumen Indonesia.

Aletra L8 EV tak hanya cocok untuk mobilitas dalam kota, tetapi juga siap diajak perjalanan jarak jauh berkat kombinasi kenyamanan kabin, fitur berkendara, serta efisiensi daya yang dimilikinya.

Kabin Nyaman Family Friendly

Dari sisi interior, Aletra L8 EV tampil sebagai kendaraan yang sangat family friendly. Kabinnya mampu menampung hingga 7 atau 8 penumpang, dengan pilihan konfigurasi Captain Seat 7-seater dan Standard 8-seater. Ruang kabin yang luas membuat setiap penumpang tetap nyaman, bahkan saat perjalanan panjang.

Pengemudi dimanjakan dengan kursi depan yang dilengkapi fitur 6-way electric adjustment, serta pengaturan setir tilt & telescopic untuk mendapatkan posisi berkendara ideal. Setir flat bottom dengan Electric Power Assisted Steering juga memberikan kemudahan saat bermanuver, tanpa membuat tangan cepat lelah.

Kesan mewah semakin terasa berkat penggunaan material jok premium yang ergonomis, lengkap dengan bantalan penopang di sisi kanan dan kiri. Ditambah lagi, kehadiran panoramic roof yang membentang hingga baris belakang menciptakan suasana kabin yang lega dan modern.

Untuk kenyamanan suhu, Aletra L8 EV dibekali AC dual zone dengan sistem double blower yang memastikan sirkulasi udara merata hingga ke baris ketiga. Tak hanya itu, kualitas udara di dalam kabin tetap terjaga berkat filter PM 2.5 yang mampu menyaring debu dan polusi dari luar.

Fitur hiburan juga menjadi daya tarik utama. Layar sentuh 12,4 inci beresolusi tinggi sudah mendukung Android Auto dan Apple CarPlay secara nirkabel. Pengguna dapat dengan mudah mengakses navigasi seperti Google Maps atau menikmati musik selama perjalanan. Sistem audio 7 speaker turut menghadirkan kualitas suara yang jernih dan menyenangkan.

Untuk mendukung kebutuhan digital, tersedia wireless charger 50W serta port USB di setiap baris kursi. Selain itu, ruang penyimpanan di dalam kabin juga sangat melimpah, mulai dari cup holder, konsol tengah, hingga kompartemen tambahan yang membuat perjalanan semakin praktis.

Fitur Penunjang Berkendara

Dari sisi kenyamanan berkendara, Aletra L8 EV dilengkapi sistem Active Comfort Suspension yang mampu meredam guncangan dengan baik di berbagai kondisi jalan. Fitur cruise control juga membantu pengemudi menjaga kecepatan stabil saat melaju di jalan tol.

Fitur keselamatan pun tergolong lengkap, mulai dari kamera 360 derajat dengan blind spot monitoring, hingga sistem keselamatan aktif seperti ABS, EBD, BA, TCS, VSC, HAC, TPMS, serta 4 airbags dan ISOFIX untuk kursi anak.

Performa dan Jarak Jelajah

Untuk performa, Aletra L8 EV mengandalkan motor listrik penggerak roda depan dengan tenaga 120 kW (161 hp) dan torsi 240 Nm. Kecepatan maksimum mencapai 160 km/jam, cukup untuk kebutuhan harian maupun perjalanan luar kota.

Tersedia dua pilihan baterai, yakni 50,4 kWh dengan jarak tempuh hingga 415 km, serta 64,7 kWh yang mampu mencapai 540 km (CLTC). Jarak ini tergolong kompetitif di segmen MPV listrik.

Harga Kompetitif

Menariknya, harga yang ditawarkan cukup kompetitif, yakni Rp468 juta untuk semua varian, baik 7-seater maupun 8-seater. Harga tersebut sudah termasuk wall charger untuk pengisian daya di rumah.

Sebagai nilai tambah, Aletra juga memberikan paket purna jual lengkap, mulai dari garansi baterai hingga 8 tahun, free maintenance 3 tahun, hingga layanan bantuan darurat.

Dengan fitur lengkap, kenyamanan maksimal, serta harga yang kompetitif, Aletra L8 EV menjadi salah satu pilihan menarik di segmen mobil listrik keluarga di Indonesia.

Lumin EV & Deepal S07 Curi Perhatian di Motomobi Karnaval 2026

Dua mobil listrik dari Changan sukses mencuri perhatian pengunjung di Motomobi Karnaval 2026 yang digelar di QBig BSD City pada 4–5 April 2026. Model yang ditampilkan, yakni Deepal S07 dan Changan Lumin EV, menawarkan dua pendekatan berbeda dalam menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat modern.

Kehadiran Changan di event ini menjadi strategi “jemput bola” untuk mendekatkan teknologi kendaraan listrik kepada konsumen Indonesia yang semakin tertarik beralih ke EV.

Deepal S07, SUV Listrik Premium yang Futuristik

Bagi konsumen yang ingin naik kelas ke SUV listrik premium, Deepal S07 menjadi opsi menarik. Desainnya tampil futuristik, dipadukan dengan teknologi mutakhir yang jarang ditemui di kelasnya.

Salah satu fitur unggulan adalah Augmented Reality Head-Up Display (AR-HUD) yang memproyeksikan informasi berkendara langsung ke kaca depan. Tak hanya itu, terdapat juga gesture recognition yang memungkinkan pengemudi mengontrol fitur seperti musik atau panggilan hanya dengan gerakan tangan.

Fitur keselamatan menjadi nilai jual utama, dengan total 19 fitur ADAS, termasuk Front Collision Warning, Automatic Emergency Braking, hingga Lane Departure Warning. Kamera 360 derajat serta sistem pengereman ABS dan EBD semakin menambah rasa aman saat berkendara.

Dari sisi performa, Deepal S07 dibekali motor listrik 160 kW (215 hp) dengan torsi 320 Nm dan penggerak roda belakang. Baterai berkapasitas 79,97 kWh mampu menghadirkan jarak tempuh hingga 560 km. Pengisian cepat dari 30% ke 80% hanya membutuhkan sekitar 35 menit.

Lumin EV, City Car yang Praktis dan Terjangkau

Di sisi lain, Lumin EV tampil sebagai city car listrik yang menggemaskan sekaligus fungsional. Dimensinya yang kompak membuat mobil ini sangat ideal untuk penggunaan di perkotaan, terutama di jalan sempit dan area parkir terbatas.

Interiornya mengusung konsep modern dengan layar instrumen digital 7 inci dan head unit 10,25 inci yang sudah mendukung Bluetooth, Apple CarPlay, dan CarAuto.

Untuk performa, Lumin EV dibekali motor listrik 35 kW (47 hp) dengan torsi 83 Nm. Baterai 28,08 kWh memungkinkan jarak tempuh hingga 301 km, cukup untuk kebutuhan harian.

Pengisian daya juga praktis berkat dukungan fast charging, dengan waktu 30% ke 80% sekitar 35 menit.

Harga Jadi Penentu, Pilih Murah atau Premium?

Soal harga, Lumin EV menjadi pilihan paling terjangkau dengan banderol sekitar Rp183 juta (OTR Jakarta), menjadikannya salah satu EV entry-level paling menarik di pasar.

Sementara Deepal S07 bermain di segmen lebih tinggi dengan harga Rp599 juta (OTR Jakarta), lengkap dengan garansi baterai hingga 8 tahun atau 240.000 km serta servis gratis 5 tahun.

Dengan dua karakter yang sangat berbeda, Changan menawarkan pilihan menarik bagi konsumen Indonesia: city car listrik praktis untuk mobilitas harian atau SUV premium dengan teknologi canggih untuk pengalaman berkendara yang lebih modern.