Leapmotor B10 Terpergok di Jakarta, Bakal Segera Launching?

Terpergok di Jalan Dalam Selubung Kamuflase, Leapmotor B10 Bakal Segera Launching?

Pasar mobil listrik di Indonesia nampaknya bakal dimeriahkan oleh satu pendatang baru. Sebuah mobil berselubung kamuflase yang diduga kuat sebagai Leapmotor B10 terpergok tengah melaju di jalanan Jakarta. Apakah mobil tersebut sedang melakukan persiapan sebelum waktu peluncuran resminya?

Saat di Beijing, China beberapa pekan lalu, Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, telah memberi petunjuk bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera membawa model mobil terbaru mereka ke Tanah Air.

Walau seluruh bagian bodi mobil diselimuti oleh stiker kamuflase, namun lekukan siluet serta bentuk fisik kendaraan secara garis bedar menunjukkan identitas sebagai SUV listrik teranyar dari Leapmotor.

Kemunculannya yang tengah melenggang di ruas jalanan kota Jakarta kian mempertegas indikasi kuat mengenai kehadiran model terbaru Leapmotor di pasar Indonesia.

Prediksi pun kian menguat jika Leapmotor B10 akan debut perdana di hadapan publik Tanah Air dalam gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026 pada Juli mendatang.

Keberadaan brand otomotif Leapmotor di Indonesia menandai babak baru bagi Indomobil Group untuk memperbanyak pilihan kendaraan ramah lingkungan di pasar nasional. Lantas, keunggulan apa saja yang ditawarkan oleh Leapmotor B10?

Leapmotor B10

Sejak beberapa bulan lalu di situs Bapenda DKI Jakarta ada dua model Leapmotor yang terdaftar, salah satunya yakni yakni B10. Bahkan sudah tertera harga NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebagai patokan harga dasar sebelum pajak.

Untuk model Leapmotor B10, terdiri dari versi BEV (Battery Electric Vehicle), dengan NJKB Rp 390.000.000, dan versi REEV (Range Extender Electric Vehicle), dengan NJKB Rp sebesar 234.000.000.

Leapmotor B10 adalah compact SUV listrik berpenggerak roda belakang (RWD) yang dirancang dengan desain bergaya Eropa.

Desain tampilan eksterior B10 yang clean dan minimalis dilengkapi lampu depan Daytime Running Light (DRL) LED model lightbar yang memberi kesan modern dan futuristik. Sedangkan lampu utama berada di bagian bumper. Desain bodi dan roda dirancang untuk meningkatkan efisiensi aerodinamika.

Yang cukup menarik perhatian adalah setup konfigurasi roda B10 menggunakan ukuran ban depan dan belakang yang berbeda. Hal seperti ini umumnya ditemukan pada mobil sport dan performa tinggi.

Ban depan berukuran 225/50 R18, sementara ban belakang sedikit lebih lebar, yakni 235/50 R18. Perbedaan ini dirancang untuk meningkatkan stabilitas berkendara saat melakukan manuver tajam.

Penggunaan ban radial tubeless pun turut mendukung distribusi daya ke permukaan jalan menjadi lebih optimal. Hasilnya, kendaraan mampu meminimalkan gejala selip saat menikung, sekaligus menjaga traksi roda tetap stabil.

Kemasan interior yang simple namun terlihat elegan pun jadi daya tarik tersendiri. Pada dashboard terpampang layar utama HD 2,5K berukuran 14,6 inci yang terintegrasi dengan Apple CarPlay dan Android Auto. Sementara panel instrumen menggunakan layar digital 8,8 inci. Fitur premium seperti panoramic sunroof, ambient light, serta kursi dengan pemanas dan ventilasi jadi faktor pemikat.

Berdasarkan spek untuk pasar Eropa, sektor performa mengandalkan satu motor listrik penggerak roda belakang (RWD) berdaya 160 kW (218 hp). Untuk sumber daya listrik, B10 hadir dengan dua pilihan baterai LFP, yakni versi 56,2 kWh dengan estimasi jarak tempuh hingga 361 km (WLTP), dan 67,1 kWh dengan jarak jelajah hingga 434 km (WLTP).

Kemampuan pengisian daya ultra-fast charging yang dimiliki B10 jadi keunggulan tersendiri. Cukup 17 menit untuk mengisi daya dari 30% hingga 80%. Wah, sangat cepat dan efisien!

Tak hanya itu, fitur Vehicle to Load (V2L) yang dibekalkan pada B10 membuat energi baterai dapat disalurkan untuk perangkat elektronik dan kelistrikan eksternal. Mirip fungsi genset.

Kualitas keselamatan berkendara pun jadi keunggulan utama. SUV EV ini dilengkapi dengan 17 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan kamera 360°. Leapmotor B10 bahkan sukses meraih peringkat 5 bintang dari uji benturan dan keselamatan berkendara Eropa, Euro NCAP. Jadi, hati dijamin tenteram saat mengemudi.

Untuk saat ini spesifikasi teknis B10 versi pasar Indonesia belum dipublikasikan secara resmi. Namun kehadiran unit Leapmotor B10
berselubung kamuflase di jalanan umum mengisyaratkan bahwa rangkaian proses uji berkendara atau tahapan persiapan homologasi saat ini sedang berjalan jelang momen peluncuran resminya.

Camouflage Car Campaign

Kehadiran SUV Leapmotor B10 berselubung kamuflase ternyata merupakan kampanye kreatif yang diadakan oleh Leapmotor Indonesia. Kamuflase di sekujur bodi Leapmotor B10 yang mulai berkeliling di sejumlah titik strategis Jakarta mengusung desain artistik dengan tampilan visual yang unik dan eye-catching.

Kehadiran kendaraan ini pun sukses menarik perhatian masyarakat sekaligus membangun antusiasme menjelang peluncuran resmi Leapmotor B10 di Indonesia. Aktivitas brand engagement Leapmotor Indonesia ini jadi cara unik dalam memperkenalkan SUV listrik terbaru Leapmotor kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih interaktif, modern, dan dekat dengan gaya hidup urban masa kini.

Desain kamuflasenya merepresentasikan karakter Leapmotor B10 sebagai kendaraan listrik modern yang menggabungkan teknologi inovatif dengan desain futuristis.

Melalui kampanye ini, Leapmotor Indonesia mengajak masyarakat untuk menemukan camouflage car Leapmotor B10 di berbagai titik strategis kota Jakarta dan mengikuti giveaway interaktif melalui QR code yang tersedia pada bodi kendaraan.

Masyarakat yang berhasil melakukan scan QR code berkesempatan memenangkan dinner untuk dua orang di hotel bintang lima dengan total hadiah senilai hingga IDR 1,5 juta.

Kampanye ini tidak hanya menghadirkan pengalaman interaktif bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Leapmotor Indonesia dalam membangun awareness terhadap kendaraan listrik pintar yang dirancang untuk mendukung kebutuhan mobilitas urban masa kini.

Kehadiran camouflage car di ruang publik diharapkan mampu menciptakan excitement sekaligus memperkenalkan Leapmotor B10 secara lebih dekat kepada masyarakat Indonesia.

Sudah tak sabar ingin melihat wujud asli SUV EV Leapmotor B10 dari dekat? Kita tunggu tanggal tayangnya….

Leapmotor D19, SUV Mewah Simpel dengan Nilai Value Tinggi

Dalam kunjungan Motomobinews ke event pameran otomotif Beijing Auto Show 2026, booth Leapmotor sukses menarik perhatian pengunjung. Salah satu model yang jadi magnet adalah Leapmotor D19, SUV mewah berlivery aneka karakter McDonald’s pada sekujur bodinya.

Kami berkesempatan berbincang langsung dengan Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil National Distributor yang akrab disapa pak Tan. Selaku pimpinan perusahaan agen pemegang merek Leapmotor di Indonesia, pak Tan memberi cukup banyak informasi seputar SUV Leapmotor D19 ini.

Desain Penuh Kehangatan

Kami bertanya perihal tampilan eksterior D19 yang kalem dan sederhana tanpa banyak taburan aksen chrome yang blink-blink. Tak seperti SUV premium lainnya yang tampil ala mobil futuristik. Ternyata setiap model mobil Leapmotor yang dipasarkan di China punya gaya dan bahasa desain yang berbeda.

Trend mobil mewah di China saat ini telah bergeser, konsumen lebih mengutamakan kualitas material dan finishing produksi secara keseluruhan. Tak hanya terpikat pada desain yang rumit atau tampil gemerlap

Seperti halnya pada model MPV flagship D99 yang berbagi platform dengan D19, Leapmotor menerapkan standar mutu tinggi dengan kemasan dan desain yang penuh kehangatan. Leapmotor menyebut sebagai filosofi “warm tech”.

Dengan panjang bodi 5,2 meter, lebar nyaris 2,0 meter, tinggi nyaris 1,8 m serta jarak wheelbase 3110 mm, Leapmotor D19 hadir dalan konfigurasi 6 dan 7 penumpang.

Posturnya yang agak bongsor seukuran BYD Sealion 8, Chery Tiggo 8, Hyundai Santa Fe, Kia Sorento, Mazda CX-80, dan Omoda 9. Bahkan mobil ini digarap semewah Lexus LX dan lebih besar dari BMW X7.

Desainnya yang terlihat tak banyak pernik bukan berarti D19 biasa saja. Justru ada sejumlah fitur unik yang tersembunyi pada desainnya. Lampu utama di bagian depan sudah pakai teknologi canggih Digital Light Processing (DLP), tak lagi pakai lampu LED biasa. Proyektor lampu depan satu juta pixel pada D19 dapat memproyeksikan beraneka gambar animasi cahaya termasuk paus yang sedang berenang saat mobil dihidupkan.

Sementara di belakang pakai proyeksi layar interaktif ‘Happy Pixels’. Tak hanya berfungsi sebagai lampu sein, rem dan lampu mundur. Proyektor lampu dapat menampilkan ganbar animasi unik dan juga indikator daya baterai saat melakukan pengecasan.

Kualitas kemewahan baru kami rasakan saat masuk ke kabinnya. Jok berbalut kulit semi-Aniline nan lembut dan empuk dilengkapi pengaturan posisi duduk elekrik. Pada baris kedua bahkan dilengkapi fitur pemijat untuk versi captain seat 6-seater.

Ornamen kayu pada panel interior dan lapisan beludru pada plafon benar-benar mewah dan penuh kehangatan.

Teknologi multimedia intetaktif pun jadi poin plus pada D19 yang mengadopsi Smart Cabin. Layar utama pada panel dashboard ukurannya cukup besar yakni 17.3-inci. Layar instrumen ukurannya cuma 10.25-inci, tapi ada layar proyektor augmented reality 60 inci yang menampilkan informasi berkendara secara interaktif dan navigasi real time.

Itu baru kabin depan. Pada kabin baris kedua terpampang layar sarana hiburan ukuran 21.4-inci plus layar kontrol fitur berukuran 6.0-inci untuk penumpang baris kedua dan ketiga.

Kendali seluruh sistem berkendara pada mobil ini memakai dua chip Qualcomm Snapdragon 8797 dengan total daya komputasi 1.280 TOPS. Ya, 1.280 operasi sistem secara simultan perdetik! Sadis…

Sistem audio pada D19 pun menggunakan 23 speaker high end dengan kualitas suara yang jernih. Jika dua sunroof dan tirai kaca otomatis masih dianggap kurang mewah, pada kabin D19 terdapat kulkas mini 8,1 liter.

Volume ruang bagasi D19 standarnya 337 liter, dan bisa dimekarkan menjadi 2677 liter dengan melipat bangku baris kedua dan ketiga hingga rata. Pada versi EV masih ditambah lagi ruang bagasi sebesar 176 liter di balik kap depan yang juga menjadi tempat soket listrik 220 V. Itu baru dari segi tampilan.

Kenyamanan berkendara ditunjang oleh sistem suspensi alloy dual-wishbone di depan dan five links di belakang yang dipadukan dengan sistem peredam ‘Dual-cavity’ air-suspension. Kondisi jalan sejelek apapun tak jadi rintangan. Ayunan suspensi dijamin tetap empuk mengikuti kontur permukaan jalan secara otomatis.

Teknologi Baterai Mutakhir

Leapmotor D19 ternyata tak hanya ada versi listrik (EV), tapi juga hybrid (EREV). Kedua versi tersebut mengakomodir segmen serta selera konsumen yang berbeda.

D19 versi hybrid Extended-Range Electric Vehicle (EREV) menggunakan mesin 1,5-liter turbocharged yang berfungsi sebagai generator pengisi daya baterai. Jadi tak perlu khawatir harus sering mampir SPKLU untuk mengecas daya baterai.

Motor listrik ganda berpenggerak all-wheel drive (AWD) yang dibekalkan menghasilkan daya gabungan 300 kW (402 hp). Baterai lansiran CATL yang ditawarkan merupakan baterai berdaya terbesar di dunia untuk mobil hybrid EREV. Tersedia versi 63,7 kWh dengan jarak jelajah 400 km dan 80,3 kWh dengan daya jelajah mode EV hingga 500 km (CLTC). Jarak jelajah maksimum dalam mode hybrid mencapai 1.180 km-1.300 km!

Berkat sistem kelistrikan 800 V, pengisian daya dari 30 ke 80 persen menggunakan fast charger DC hanya butuh 15 menit. Wah, sangat cepat!

Untuk versi EV lebih mencengangkan lagi. Rancang bangunnya mengusung platform dengan sistem kelistrikan 1.000 V. Cukup 15 menit pengecasan dengan fast charger DC untuk bisa menempuh jatak hingga 350 km.

Tersedia versi dua motor listrik penggerak AWD beroutput 410 kW dengan opsi baterai 99,6 kWh (620 km) dan 115 kWh (720 km). Sedangkan versi tiga motor listrik penggerak outputnya 540 kW dibekali baterai 115 kWh yang jarak jelajahnya mencapai 680 km. Kelebihan dari versi tiga motor yakni cuma butuh waktu sekira 3 detik untuk sprint 0-100 km/jam! Sangat gesit untuk ukuran SUV berbodi besar.

Soal sistem penunjang keselamatan dan bantu berkendara, Leapmotor D19 dibekali sistem ADAS, 28 sensor termasuk LiDAR di atap. Sistem kemudi otonom Navigate On Autopilot (NOA) yang disematkan pada D19 memandu kemudi secara otomatis saat perjalanan jarak jauh di tol. Bahkan saat kondisi darurat, mobil mampu menghindari rintangan mendadak pada kecepatan laju 80-130 km/jam. Mobil ini juga dilengkapi Autonomous Emergency Braking (AEB) yang bekerja pada kecepatan 4-150 km/jam.

Value For Money

Leapmotor D19 varian EREV dipasarkan di China seharga 219.800 yuan atau sekira Rp 550 jutaan untuk versi 400 km. Versi 500 km harganya 239.800 yuan atau sekitar Rp 602 jutaan.

Untuk versi BEV dua motor dibanderol mulai dari 239.800 yuan (Rp 602 jutaan) untuk versi 620 km serta 249.800 yuan (Rp 627 jutaan) untuk versi 720 km.

Varian teratas yakni BEV tiga motor dengan jarak jelajah 680 km dibanderol 269.800 yuan (sekira Rp 677 jutaan).

Label harganya jelas sangat value for money jika dibandingkan dengan konten teknologi serta fitur wah yang ditawarkan. Apakah D19 juga bakal melenggang masuk ke Tanah Air?

 

Leapmotor C10 Siap Diboyong Masuk Pasar SUV EV Indonesia

Leapmotor C10 diproyeksikan menjadi salah satu pemain baru yang menarik di pasar kendaraan listrik Indonesia. Dalam ajang Beijing Auto Show 2026, Indomobil National Distributor mengonfirmasi rencana memboyong SUV listrik ini ke Tanah Air. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi Leapmotor yang didukung oleh Stellantis.

Menurut Tan Kim Piauw, Leapmotor C10 dinilai cocok sebagai kendaraan keluarga modern di Indonesia, terutama untuk penggunaan perkotaan. Tidak hanya itu, model ini juga direncanakan akan dirakit secara lokal dengan skema completely knocked down (CKD), sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait peningkatan kandungan lokal kendaraan elektrifikasi.

Desain Minimalis Namun Elegan

Dari sisi desain, Leapmotor C10 mengusung konsep minimalis elegan yang menonjolkan kesan bersih dan modern. Dimensinya yang mencapai panjang 4.739 mm dan lebar 1.900 mm memberikan postur gagah khas SUV medium. Pilihan velg hingga 20 inci serta warna-warna kalem seperti Pearl White hingga Jade Green semakin memperkuat aura premium.

Masuk ke interior, C10 menawarkan pengalaman layaknya ruang keluarga. Material yang digunakan telah bersertifikasi Oeko-Tex Standard 100, memastikan bebas zat berbahaya dan aman bagi anak-anak. Desain kabin tanpa sudut tajam, jok yang dapat direbahkan sepenuhnya, serta panoramic sunroof berukuran besar menghadirkan kenyamanan maksimal untuk seluruh penumpang.

Fitur teknologi menjadi salah satu daya tarik utama. SUV ini dibekali layar utama 14,6 inci dan panel instrumen 10,25 inci yang didukung chipset Qualcomm Snapdragon 8295. Sistem infotainment sudah mendukung pembaruan over-the-air (OTA) serta voice assistant untuk kemudahan pengoperasian. Meski belum tersedia Apple CarPlay atau Android Auto, penyesuaian untuk pasar global, termasuk Indonesia, kemungkinan akan dilakukan.

Platform E4 dan Cell-to Chassis

Dari sisi teknis, Leapmotor C10 menggunakan platform E4 (Four-Leaf Clover) yang mengintegrasikan berbagai sistem utama dalam satu kontrol pusat. Teknologi Cell-to-Chassis (C2C) juga menjadi keunggulan, di mana baterai menjadi bagian struktural kendaraan untuk meningkatkan efisiensi dan kekakuan bodi.

Performa mobil ini didukung motor listrik penggerak roda belakang dengan tenaga 160 kW (218 hp) dan torsi 320 Nm. Baterai LFP berkapasitas 69,9 kWh memungkinkan jarak tempuh hingga 420 km (WLTP) atau 510 km (NEDC). Pengisian cepat DC dari 30% ke 80% hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit, menjadikannya praktis untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh.

Untuk kenyamanan berkendara, sistem suspensi dirancang agar mampu meredam berbagai kondisi jalan, bahkan diklaim setara dengan mobil premium seperti Tesla dan Maserati. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi konsumen di Indonesia yang menghadapi kondisi jalan beragam.

Dalam hal keselamatan, Leapmotor C10 telah meraih rating bintang lima dari Euro NCAP, didukung struktur bodi kuat serta fitur ADAS lengkap yang meningkatkan keamanan berkendara.

Dengan kombinasi desain elegan, teknologi canggih, dan kenyamanan tinggi, Leapmotor C10 berpotensi menjadi pilihan menarik di segmen SUV listrik keluarga. Kehadirannya di Indonesia diprediksi akan semakin memanaskan persaingan pasar EV yang kini berkembang pesat.

Leapmotor All Out di Beijing Auto Show 2026, B10 Jadi Kejutan!

Di kancah industri otomotif dunia, nama Leapmotor memang terbilang baru. Tapi tak ada yang mengira jika brand asal China ini sukses menggapai pasar otomotif global dan menjadi startup kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) No.1 di dunia.

Pabrikan yang didukung raksasa industri otonotif dunia Stellantis ini pun tampil all out dan unjuk gigi di negara asalnya dalam event Beijing Auto Show 2026 yang kini tengah berlangsung di jantung Negeri Tirai Bambu.

Mengusung slogan “A New Answer to the World – Leapmotor’s Further Advancement,” Leapmotor sangat optimis seluruh lini model kendaraan berteknologi elektrifikasi yang dipamerkan mampu menggaet pangsa pasar yang selama ini dikuasai industri otomotif raksasa global. Model mobil apa saja yang ditampilkan oleh Leapmotor di Beijing Auto Show 2026?

Debut Perdana Global Leapmotor Lafa5 (B05) Ultra

Dalam event Beijing Auto Show 2026 yang kondang dengan sebutan Auto China, Leapmotor melakukan debut global model terbaru Lafa5 (B05) Ultra. Varian teratas dari compact hatchback bertenaga listrik (EV) Lafa5 untuk pasar domestik China ini sukses menyita perhatian media dunia dan para pengunjung.

Dari segi tampilan, varian Ultra terlihat lebih sporty dibandingkan versi reguler Lafa5 yang di pasar Eropa beredar dengan label Leapmotor B05. Sematan bodykit mulai dari side skirt, dual-layer front splitter dan rear spoiler meningkatkan gaya aerodinamika sekaligus mendongkrak gaya tampilan jadi makin eyecatching.

Interior pun tampil lebih memikat dengan lapisan bahan suede nan lembut. Jok sport dengan fungsi 8 titik pemijat diimbuhi logo bordir ‘Ultra’ sebagai penanda. Seat belt pun tampil sewarna bodi. Teknologi sistem multimedia telah menggunakan sepasang chip prosesor yakni Qualcomm 8650 dan 8295 serta sistem navigasi yang canggih.

Sektor performa pun mengalami upgrade dengan motor listrik beroutput 180 kW (241 hp). Coupe hatchback EV berpenggerak roda depan (FWD) ini cuma butuh waktu sekira 5 detik untuk sprint 0-100 km/jam.

Untuk baterai LFP yang ditawarkan ada dua versi yakni 56.2 kWh dengan jarak jelajah 515 km dan 67.1 kWh yang jarak jelajahnya bisa mencapai 605 km (WLTP).

Perihal harga jual belum diumumkan. Tapi diperkirakan tak akan selisih jauh dari rival sekelasnya yakni Lynk & Co 10+ dan Xiaomi SU7 Ultra. Para konsumen BYD Seal 06 GT, Lynk & Co Z20, dan Zeekr X juga jadi target yang dibidik Leapmotor Lafa5 (B05) Ultra.

Leapmotor B10 Bakal Beredar di Indonesia

Model lain dalam seri B yang tampil di Beijing Auto Show 2026 adalah Leapmotor B10. Compact SUV EV yang satu ini cukup mengejutkan, karena kabarnya bakal segera hadir di Indonesia dalam waktu dekat.

Tampilannya walau tak terlalu rumit dan mencolok penuh chrome blink-blink, tapi enak dilihat. Posturnya pun terbilang sedang dan cukup proporsional dengan panjang sekira 4,5 meter dan lebar di kisaran 1,8 meter. Jarak sumbu rodanya yang berkisar 2,7 meter pun mengindikasikan ruang kabin yang lapang.

Bagian interior pun tak ubahnya compact SUV EV modern dengan layar utama 14,6 inci sebagai pusat kendali sistem multimedia dan fitur berkendara. Panel instrumennya walau agak kecil yakni 8,8 inci namun cukup informatif dan bisa dibaca dengan jelas.

Kemasan interior tampil elegan dengan opsi material Grey Fabric untuk varian Life, dan lapisan kulit Eco Leather warna Light Grey atau Shadow Grey untuk varian Design.

Keunggulan mobil ini yakni kursi depan bisa direbahkan sepenuhnya, sehingga dapat digunakan untuk rehat sejenak di rest area saat perjalanan jauh. Fitur kekinian seperti Panoramic Sunroof dengan tirai otomatis jadi nilai plus pada B10. Kapasitas bagasi standarnya 430 liter, tapi bisa ditambah hingga 1.700 liter jika kursi belakang dilipat.

Rancang bangunnya yang berbasis platform LEAP 3.5 terbaru dari Leapmotor menggunakan motor listrik penggerak berdaya 160 kW atau setara 218 hp, dengan torsi puncak yang mencapai 240 Nm.

Untuk baterai, tersedia opsi berdaya 56,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 361 km dan versi 67,1 kWh yang daya jelajahnya lebih jauh yakni 434 km (standar WLTP). Pengisian daya cepat menggunakan fast charger DC dari 30% ke 80% hanya butuh waktu sekira 18 hingga 20 menit. Cukup cepat dan fleksibel bagi pengguna di perkotaan yang tak punya banyak waktu untuk menunggu pengecasan.

Selain versi listrik murni (EV), Leapmotor B10 juga tersedia varian Hybrid EV (REEV) yang menggabungkan mesin bensin 1,5 liter dengan baterai 18,8 kWh. Total jarak tempuhya mampu mencapai 900 km. Wah, cukup menggugah.

Faktor keselamatan berkendara pada Leapmotor B10 ditunjang 17 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang meliputi Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Centering Control (LCC), Automatic Emergency Braking System (AEBS) dan lainnya.

Untuk mobilitas harian di area perkotaan yang lalu lintasnya padat dan area parkirnya terbatas, mobil listrik yang satu ini cukup ideal dan user friendly.

Kabar bahwa Leapmotor B10 bakal hadir di Indonesia dikonfirmasi oleh CEO Indomobil National Distributor Tan Kim Piauw saat sesi tanya jawab bersama media di Beijing Auto Show 2026.

“Leapmotor B10 akan kami perkenalkan di GIIAS. Jadi tunggu saja kejutannya,” ungkap Tan Kim Piauw.

Sebagai catatan, Leapmotor B10 ternyata sudah beredar di Malaysia dengan kisaran harga 107.000 Ringgit hingga 118.800 Ringgit atau sekira Rp 460 jutaan hingga Rp 507 jutaan. Untuk pasar Indonesia? Kita tunggu kemunculannya di GIIAS 2026 dalam beberapa bulan mendatang.

 

Leapmotor Buka Pusat Desain di Munich, Siap Ekspansi Global!

Tak puas hanya mengandalkan pusat riset yang ada di kota Hangzhou dan Shanghai, China, Leapmotor pun mulai menancapkan kakinya di kota Munich, Jerman. Sebuah gedung menjulang bernama Leapmotor Europe Innovation Centre GmbH diresmikan pada 23 Maret 2026 di Georg-Muche-Straße 4, distrik Schwabing-Freimann di sisi utara kota Munich.

Sebelumnya, sejumlah pabrikan asal China yakni Nio, Xpeng, Xiaomi, dan Li Auto telah mendirikan pusat desain dan R&D di kota yang sama. Kini, kehadiran Leapmotor kian memperkuat pamor kota Munich sebagai pusat riset industri otomotif di Jerman.

Produsen kendaraan listrik asal China termasuk Leapmotor nampaknya semakin serius dalam menggarap pasar global. Jerman jadi jalan masuk utama untuk bisa menguasai pasar Eropa.

Pusat Perancangan Inovasi Kreatif

Sebagai tahap awal, Leapmotor hanya akan memberdayakan lebih kurang sekira 100 tenaga ahli. Pusat inovasi ini dirancang sebagai “otak kreatif” Leapmotor di Eropa.

Selain melakukan studi riset pengembangan filosofi desain khas Leapmotor, juga inovasi fitur teknologi. Dalam hal desain, beragam elemen akan dirangkum dalam pendekatan “technological natural aesthetics” yang nantinya bakal menjadi identitas dari produk dan brand Leapmotor kedepannya.

Salah satu tenaga ahli yang dipercaya oleh Leapmotor adalah Adil Benwadih. Direktur yang mengepalai Leapmotor European Advanced Design Centre di Munich ini bukan orang baru di bidang rancang bangun mobil listrik dan industri otomotif.

Spesialis desain eksterior mobil ini telah kenyang dan sarat pengalaman di berbagai brand, termasuk Audi, Aston Martin, Lotus, DS dan Citroen. Sebelum berlabuh di Leapmotor, ia menjabat sebagai direktur desain eksterior ONVO, sub-brand dari NIO.

Lantas, kemana arah visi desain produk dari Leapmotor untuk pasar global dan Eropa? Jawabannya ada pada model SUV teranyar, Leapmotor B03X. Model yang mengusung konsep “technological natural aesthetics 2.0” ini dipresentasikan langsung oleh Head of Global Design Center Leapmotor, Yu Shuyue, dalam acara peresmian di Munich. Mobil Leapmotor A10 yang belum lama ini launching di Eropa adalah salah satu contoh pendekatan filosofi desain “technological natural aesthetics 2.0”.

Canggih secara teknologi saja tidaklah cukup, kemasan desain harus bisa terus beradaptasi dengan trend untuk menarik minat beli konsumen.

Keberadaan pusat inovasi di Eropa ini akan memungkinkan Leapmotor untuk lebih dekat dengan trend dan kebutuhan konsumen pasar global. Dengan kolaborasi talenta di bidang desain dan engineering kelas dunia diharapkan mampu mempercepat upaya pengembangan produk yang memiliki daya saing tinggi.

Kemitraan yang terjalin antara Leapmotor dengan Stellantis terbukti membawa hasil yang signifikan. Dari 596.555 unit kendaraan Leapmotor yang terjual tahun lalu, sebanyak 67.052 unit diserap oleh ekspor pasar global, terutama kawasan Eropa.

Leapmotor Bakal Masuk Pasar Indonesia

Sebagai bagian dari visi dan strategi besar Leapmotor di pasar global, kawasan adia Tenggara jadi target potensial yang dibidik.

Dengan pangsa pasar mobil listrik yang cukup menjanjikan, Indonesia jadi salah satu pasar yang dipilih. Leapmotor menjalin kerja sama dengan PT Indomobil National Distributor sebagai jalan masuk ke pasar otomotif Tanah Air.

Rencananya tahun ini Indomobil akan mulai mendistribusikan lini kendaraan listrik dan energi terbarukan dari merek Leapmotor di Indonesia. Unit model yang akan dipasarkan dirakit secara lokal (CKD) di Cikampek, Jawa Barat. Nantinya, produk kendaraan dari Leapmotor akan tersedia melalui jaringan retail khusus yakni Stellantis Brand House, bersama dengan merek Jeep dan Citroen yang telah diperkenalkan sebelumnya.

Apakah produk dari brand Leapmotor bakal tampil di ajang GIIAS 2026 mendatang? Kita tunggu saja. Mungkin malah bisa jauh lebih cepat…

 

 

Leapmotor Siap Boyong Teknologi Cell-to-Chassis ke Indonesia

Produsen kendaraan listrik global Leapmotor telah menandatangani  perjanjian kerjasama dengan PT Indomobil National Distributor (IND).

Meskipun belum diumumkan kapan peluncuran resminya, namun Leapmotor akan segera hadir di Indonesia tahun ini. Lantas, apa yang jadi pembeda Leapmotor dari brand lainnya?

Teknologi Cell-to-Chassis

Yang menjadi daya tarik pada produk buatan Leapmotor adalah inovasi arsitektur baterai Cell-to-Chassis (C2C). Blok baterai yang ada di bawah dek kabin berfungsi sebagai sasis yang menyatu dengan struktur kendaraan.

Teknologi tersebut membedakan Leapmotor dari produsen lainnya yang menggunakan struktur cell-to-module-to-pack, alias baterai ditumpangkan pada struktur sasis.

Teknologi C2C menjadikan baterai tak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga menjadi bagian dari struktur kendaraan itu sendiri. Hasilnya, pemanfaatan ruang baterai lebih efisien dan optimal, bahkan mencapai sekitar 91%.

Selain itu, teknologi C2C juga memberikan keuntungan pada aspek struktur kendaraan. Baterai yang menjadi bagian langsung dari rangka kendaraan turut meningkatkan kekakuan torsional bodi kendaraan atau torsional rigidity. Dampaknya, stabilitas berkendara dan aspek keselamatan kendaraan listrik kian meningkat. Aspek proses produksi dan penggunaan komponen pun jauh lebih efisien.

Teknologi yang digunakan saat ini adalah generasi terbaru C2C 2.0. Tingkat integrasi sistem kendaraan jauh lebih tinggi serta didukung oleh sistem manajemen baterai cerdas untuk memantau performa dan keamanan baterai secara real-time.

Pengembangan teknologi yang dilakukan oleh Leapmotor telah memikat Stellantis untuk menjalin kerjasama global. Kolaborasi yang dilakukan bersama salah satu grup otomotif terbesar di dunia ini akan semakin memperluas sumber daya pengembangan serta transfer teknologi, dan tentunya termasuk pula distribusi kendaraan listrik Leapmotor di berbagai negara.

Bakal Boyong Mobil Apa?

Untuk saat ini belum diungkap model mobil apa yang akan diboyong Leapmotor ke Tanah Air. Namun di situs Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta sudah ada dua model Leapmotor yang terdaftar, yakni B10 dan C10. Bahkan keduanya sudah ada harga NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebagai patokan harga dasar sebelum pajak.

Yang pertama adalah Leapmotor B10, terdiri dari versi BEV (Battery Electric Vehicle), dengan NJKB Rp 390.000.000, dan versi REEV (Range Extender Electric Vehicle), dengan NJKB Rp sebesar 234.000.000.

Kemudian yang kedua yakni Leapmotor C10 BEV dengan NJKB Rp 450.000.000.

Sebagai catatan, model kendaraan listrik Leapmotor lainnya yang menggunakan C2C 2.0 yakni sedan listrik Leapmotor C01 dan SUV listrik Leapmotor C11.

Hanya saja, selain model mobil yang telah terdaftar masih belum dapat dipastikan model mana saja yang juga akan diboyong oleh Leapmotor ke Tanah Air.

Inovasi teknologi Cell-to-Chassis menjadi salah satu bagian evolusi desain kendaraan listrik. Pastinya bikin penasaran, seperti apa keunggulan lain yang dimiliki oleh produk dari Leapmotor. Jadi, kita tunggu saja kabar kejutan dari Leapmotor…

First Impression: Leapmotor C10

Sinyal kuat bahwa Leapmotor bakal meramaikan pasar kendaraan Tanah Air di tahun depan, memang sudah terlihat jelas. Sebab Stellantis telah ‘berdiskusi’ mendalam bersama Indomobil Group. Namun, nampaknya pihak Indomobil belum mau mengungkap secara terang-terangan. Sepertinya memang mau menyiapkan kejutan terkait brand kendaraan listrik asal China ini.

Meski begitu, kami sempat berjumpa dengan salah satu produk Leapmotor, saat berkunjung ke Prancis, beberapa waktu silam. Produk tersebut ialah Leapmotor C10. Kami merasa mobil ini punya peluang besar untuk masuk ke Indonesia. Alasannya, tak lain didasari oleh segmen yang dituju, yakni Sport Utility Vehicle (SUV). Apalagi pasar SUV masih dilirik oleh konsumen Tanah Air.

Urban SUV

Secara fisik, kami menyukai tampilan Leapmotor C10 ini. Memang tidak mencolok, tapi bisa menarik perhatian. Dimensinya masih oke buat lalu lintas Indonesia. Panjang bodi 4.739 mm, dengan lebar 1.900 mm, tinggi 1.680 mm, dan wheelbase 2.825 mm. Ground clearance yang berada di angka 180 mm, maka SUV ini lebih tepat untuk penggunaan urban.

Bagian depan Leapmotor C10 memiliki desain yang mengundang rasa penasaran. Apalagi ada kontur tegas layaknya mobil sport pada bumper depannya. Sepasang roof bar pada atap, menegaskan karakter sebuah SUV. Sedangkan pada bagian samping bodinya, ada lekukan aerodinamis dan disertai dengan handle pintu model flush-fitting.

Setiap ruang fender diisi dengan velg berukuran 20 inci berdesain sporty. Semoga saja spesifikasinya tidak berubah, dengan yang nanti masuk ke pasar Indonesia. Bagian belakang Leapmotor C10 menampilkan kesan modern yang kuat. Lampu belakangnya terlihat begitu ramping dan kontras dengan dimensi bodi. Sedangkan wiper kaca belakangnya ‘bersembunyi’ di balik spoiler.

Disambut kabin minimalis

Masuk ke kabin, maka akan langsung disambut dengan atmosfer modern yang minimalis. Buat konsumen yang suka ‘keramaian’ interior, sepertinya akan menilai kabin Leapmotor C10 ini terasa sepi. Tapi, bagi konsumen yang menggemari desain interior yang minim tombol fisik, sepatutnya akan merasa ‘sreg’.

Lingkar kemudinya dilengkapi dengan sepasang scroller lima-arah, sehingga memungkinkan pengemudi memilih fungsi kontrol saat berkendara. Dashboard Leapmotor C10 didominasi oleh panel instrumen berukuran 10,25 inci dan layar sentuh mutakhir 14,6 inci.

Interior Leapmotor C10 memang dirancang untuk memberikan kepraktisan. Console tengah dapat digunakan untuk meletakkan aneka barang atau mengisi daya ponsel. Tuas transmisi sengaja diposisikan pada kolom setir, agar tidak menyita ruang pada console tengah. Panoramic glass membentang seluas panel atas bodi, jadi kabin senantiasa terang.

Layak dinantikan

Kami memang tidak berlama-lama menghabiskan waktu dengan Leapmotor C10. Setidaknya kami sempat mencari tahu sumber penggerak SUV ini. Leapmotor C10 mengusung motor listrik 160 kW (setara dengan output 210 hp) dan memiliki torsi maksimum 320 Nm.

Leapmotor mengklaim bahwa battery pack 69.9 kWh yang digunakan, mampu membawa C10 hingga jarak tempuh dalam kisaran 417 km, melalui prosedur pengujian WLTP. Untuk mengisi baterai dalam kondisi 30 persen hingga 80 persen, dengan charger AC 6.6 kW, maka akan menghabiskan waktu sekitar 6,1 jam. Jika menggunakan charger DC, maka cukup 30 menit saja. Jadi, apakah SUV listrik ini patut dinantikan? Kami sih ‘yes’…

Pusat Suku Cadang Stellantis di Malaysia, Beroperasi di 2025

Stellantis saat ini berpredikat sebagai produsen otomotif keempat terbesar di dunia, telah resmi mendirikan Pusat Suku Cadang di Malaysia. Didirikannya Pusat Suku Cadang ini menjadi salah satu strategi penting Stellantis. Terutama untuk meningkatkan lokalisasi komponen dan memperkuat komitmen, untuk melayani pasar di wilayah India dan Asia Pasifik.

“Wilayah India dan Asia Pasifik merupakan salah satu pasar otomotif yang potensial dan terus berkembang. Hal ini yang mendasari Stellantis untuk mendirikan Pusat Suku Cadang. Karena langkah ini sebagai bagian dari strategi kami, dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin beragam,” kata Daniel Gonzalez, Chief Operating Officer Stellantis wilayah ASEAN.

“Dengan didirikannya Pusat Suku Cadang di Malaysia, kami berharap dapat mempercepat pengiriman suku cadang ke berbagai dealer di wilayah India dan Asia Pasifik. Termasuk menciptakan sistem operasional yang lebih efisien,” tambahnya.

“Peresmian Pusat Suku Cadang di Malaysia menjadi salah satu pencapaian dan dedikasi kami, dalam melayani konsumen di wilayah India dan Asia Pasifik. Pusat Suku Cadang ini memiliki lokasi yang strategis di Zona Perdagangan Bebas di Malaysia. Sehingga kami dapat mengirim suku cadang dengan lebih cepat ke berbagai dealer,” tutur Olivier Torchet, Head of Parts & Services Stellantis wilayah India & Asia Pasifik.

Pusat Suku Cadang Stellantis direncanakan beroperasi pada awal tahun 2025 di Malaysia. Sehingga untuk memastikan ketersediaan komponen yang lebih cepat dan lengkap. Yaitu di 20 negara yang berada di dalam wilayah India dan Asia Pasifik. Pusat Suku Cadang ini akan menjadi tempat penyimpanan untuk berbagai komponen dari brand otomotif di bawah naungan Stellantis. Mulai dari Citroën, Peugeot, Alfa Romeo, Jeep, RAM, Leapmotor, dan sebagainya.