Selo, Karya Ricky Elson yang Terhenti, Akankah Bangkit Kembali?

Jauh sebelum mobil listrik merek global ramai di Indonesia, anak bangsa pernah merancang mobil sport listrik yang menyita perhatian. Namanya Selo, proyek yang melambangkan ambisi membangun teknologi otomotif nasional.

Mobil berwujud agresif ini dikembangkan pada awal 2010-an oleh tim yang dipimpin Ricky Elson, insinyur Indonesia dengan pengalaman riset motor listrik di Jepang. Proyek tersebut juga mendapat dorongan dari Dahlan Iskan, Menteri BUMN saat itu.

Lebih dari satu dekade kemudian, nama Selo kembali menarik perhatian. Pada 2026, muncul pertanyaan apakah mobil listrik sport tersebut berpeluang bangkit ketika pasar kendaraan listrik Indonesia semakin berkembang.

Namun, belum ada konfirmasi tepercaya yang memastikan Selo akan kembali diproduksi atau diluncurkan tahun ini. Kisahnya justru mengingatkan bahwa menciptakan mobil listrik dan membawanya hingga produksi massal merupakan dua tantangan berbeda.

Dari Tucuxi Menuju Mobil Sport Listrik Selo

Perjalanan Selo tidak bisa dilepaskan dari proyek mobil listrik Tucuxi. Setelah Tucuxi mengalami kecelakaan saat menjalani perjalanan uji coba bersama Dahlan Iskan, pengembangan kendaraan listrik sport berikutnya berlanjut melalui proyek Selo.

Ricky Elson menjadi sosok penting di balik pengembangan teknologi kendaraan tersebut. Pengalamannya bekerja di Jepang, termasuk di Nidec Corporation, menjadi salah satu bekal dalam merintis teknologi motor listrik di Indonesia.

Selo kemudian dikembangkan bersama tim Ricky dalam waktu sekitar enam bulan. Desainnya tampil rendah, lebar, dan agresif, dengan siluet yang mengingatkan pada supercar Eropa.

Warna kuning dan lekuk bodinya membuat Selo mudah mencuri perhatian. Tak sedikit orang membandingkan penampilannya dengan Lamborghini, meskipun Selo memiliki cerita pengembangan tersendiri.

Nama Selo berasal dari bahasa Jawa yang berarti batu. Nama tersebut juga dikaitkan dengan batu dalam insiden yang melibatkan Tucuxi.

Pada 2013, Selo diperkenalkan kepada publik dan dibawa ke Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Bali. Kehadirannya menjadi simbol ambisi Indonesia untuk mengembangkan kendaraan listrik dengan kemampuan rekayasa lokal.

Mengapa Selo Tak Berlanjut ke Produksi Massal?

Setelah mencuri perhatian, perjalanan Selo tidak berlanjut menjadi mobil produksi massal. Persoalan sertifikasi, pengujian, dan kelayakan jalan menjadi bagian dari tantangan yang mengemuka.

Selo kerap diberitakan gagal dalam uji emisi. Namun, Ricky Elson pernah menjelaskan bahwa persoalan tersebut perlu dipahami secara tepat.

Mobil listrik tidak menghasilkan emisi gas buang dari knalpot seperti kendaraan bermesin pembakaran internal. Tantangan Selo berkaitan dengan persyaratan kelayakan jalan dan statusnya sebagai prototipe yang belum disiapkan untuk produksi massal.

Di sinilah persoalan pengembangan kendaraan nasional terlihat lebih kompleks. Sebuah prototipe yang berhasil dibuat belum otomatis memenuhi seluruh persyaratan untuk digunakan di jalan raya atau diproduksi secara komersial.

Dibutuhkan pendanaan berkelanjutan, fasilitas pengujian, pemasok komponen, kepastian regulasi, hingga mitra manufaktur. Tanpa dukungan tersebut, gagasan yang menjanjikan bisa berhenti sebelum mencapai konsumen.

Peluang Selo Untuk Bangkit Kembali

Kondisi industri kendaraan listrik Indonesia kini berbeda dibandingkan ketika Selo pertama kali diperkenalkan. Pilihan mobil listrik semakin beragam, teknologi baterai berkembang, dan infrastruktur pendukung terus bertumbuh.

Perubahan tersebut membuat gagasan menghidupkan kembali Selo menjadi terasa menarik. Namun, perkembangan pasar saja tidak cukup untuk memastikan proyek ini dapat dilanjutkan.

Jika benar ingin kembali, Selo membutuhkan lebih dari sekadar desain baru atau penampilan prototipe. Pengembangan sistem penggerak, baterai, keselamatan, sertifikasi, proses manufaktur, dan layanan purnajual harus menjadi bagian dari rencana yang terukur.

Kepastian mengenai siapa yang akan mengembangkan, sumber pendanaan, serta jalur produksi juga menjadi faktor penting. Hingga kini, belum tersedia informasi terverifikasi yang memastikan kebangkitan Selo pada tahun ini.

Selo pernah memperlihatkan keberanian insinyur Indonesia untuk bermimpi melahirkan mobil sport listrik sendiri. Tantangan berikutnya adalah membangun ekosistem yang mampu mengubah mimpi ini menjadi produk nyata.

 

JAECOO J5 EV Genuine Body Kit, Lahir dari Program Co-Creation

JAECOO J5 EV Genuine Body Kit Lahir dari Suara Pemilik, Buktikan Modifikasi Bisa Berawal dari Co-Creation

Modifikasi mobil biasanya dimulai dari garasi, bengkel, atau ide pemilik yang ingin membuat kendaraannya tampil berbeda. Namun, JAECOO mencoba memulai perjalanan tersebut dari tempat yang berbeda: suara pelanggan.

JAECOO Indonesia akhirnya memperkenalkan JAECOO J5 EV Genuine Body Kit, aksesori resmi yang lahir dari program J5 EV Co-Creation di ajang IIMS 2026 lalu.

Produk ini sebelumnya diperkenalkan sebagai bagian dari bundling JAECOO J5 EV di GIIAS 2026. Untuk saat ini, Genuine Body Kit tersebut belum tersedia untuk pembelian secara terpisah.

Kehadirannya menjadi contoh bagaimana masukan para pemilik dapat bergerak dari sekadar percakapan menjadi produk yang bisa disentuh dan digunakan.

Dari Suara Pelanggan Menjadi Produk

Perjalanan tersebut bermula dari program J5 EV Co-Creation. JAECOO mengumpulkan pandangan pelanggan mengenai berbagai aspek personalisasi kendaraan.

Program serupa sebelumnya dikembangkan secara global melalui International User Summit di Wuhu, China, pada Oktober 2025.

Sebanyak 1.126 calon pelanggan dan pemilik J5 EV memberikan masukan. Mereka membicarakan desain body kit, warna atap, panel instrumen, hingga kombinasi pelek dan ban.

Hasilnya memperlihatkan dua karakter yang paling banyak diasosiasikan dengan J5 EV, yakni sporty dan premium.

Masukan tersebut kemudian menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan Genuine Body Kit.

Dengan pendekatan ini, JAECOO ingin membuat proses personalisasi terasa lebih dekat. Pelanggan bukan hanya menjadi pengguna akhir, tetapi ikut memberi warna dalam perjalanan sebuah produk.

Seratus J5 EV, Seratus Cerita

Semangat ini kemudian dibawa ke JAECOO Weekend Drive: J5 EV Co-Creation, JAECOO Genuine for You.

Acara yang berlangsung pada Sabtu, (26/26) di The Terrace, Gatot Subroto, Jakarta, mempertemukan sekitar 100 JAECOO J5 EV milik pelanggan.

Setiap kendaraan hadir dengan interpretasi berbeda. Ada yang mengejar tampilan sporty, ada pula yang bermain pada detail untuk mempertegas karakter personal.

Di sinilah J5 EV tidak lagi sekadar kendaraan listrik. Mobil berubah menjadi kanvas bergerak bagi pemiliknya. JAECOO juga menyerahkan Genuine Body Kit kepada 10 pelanggan J5 EV.

Rangkaian acara turut menghadirkan talk show bersama National Modificator & Aftermarket Association (NMAA). Pembahasannya menyoroti perkembangan budaya modifikasi dan kendaraan sebagai medium ekspresi pemilik.

Bukan Sekadar Body Kit

Brand Manager OMODA JAECOO Indonesia, Alexander Haimir, mengatakan personalisasi menjadi bagian dari perjalanan pelanggan bersama JAECOO.

Menurutnya, J5 EV memberikan ruang untuk mengekspresikan karakter. Sementara program Co-Creation membuka kesempatan agar suara pelanggan ikut masuk dalam perjalanan pengembangan produk.

Semangat “JAECOO Genuine for You” juga akan berlanjut melalui program apresiasi pelanggan.

Menjelang satu tahun perjalanan J5 EV di Indonesia, JAECOO memberikan teaser J5 EV Anniversary Program. Program ini nantinya mencakup free software update, free comprehensive check, serta free pick-up & drop-off services. Detail program ini akan diumumkan kemudian.

Aktivitas ini juga menjadi bagian dari perjalanan JAECOO menuju IMX 2026. Komunitas J5 EV akan kembali menjadi bagian penting dalam cerita tersebut.

Bagi JAECOO, masa depan sebuah mobil tidak selalu ditentukan hanya dari apa yang dibuat pabrikan. Kadang, karakter terbaik justru muncul ketika pabrikan mau mendengarkan pemiliknya.

Changan Nevo Q05 Memulai Pengiriman Unit ke Konsumen

Setelah mencuri perhatian di GIIAS 2026, SUV listrik Changan Nevo Q05 kini memasuki babak baru. SUV listrik kompak tersebut resmi diserahkan kepada konsumen di Indonesia. Hal ini menandai langkah besar Changan Nevo Q05 dalam industri otomotif dalam negeri.

Changan menggelar Changan Nevo Q05 Handover & Customer Appreciation di The Dome Senayan Park, Jakarta Pusat. Changan Nevo Q05 sendiri menjadi sorotan utama dalam acara ini. Pengirimannya mulai tersalurkan ke konsumen yang telah melakukan pemesanan.

Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan perubahan posisi SUV Nevo Q05. Jika sebelumnya hanya menjadi pendatang baru di panggung otomotif, kini kendaraan Changan Nevo Q05 mulai menjadi bagian dari keseharian pemiliknya di Indonesia.

“Ketika konsumen memilih Changan Nevo Q05, kami memahami bahwa yang Anda pilih bukan hanya sebuah kendaraan, tetapi juga sebuah harapan akan pengalaman kepemilikan yang baik,” ujar Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.

Dari GIIAS 2026 hingga Menembus 1.000 SPK

Respons pasar terhadap model Changan Nevo Q05 terbilang kuat sejak diperkenalkan di GIIAS 2026. Changan mencatat pemesanan model ini telah menembus lebih dari 1.000 SPK.

Di China, Changan Nevo Q05 juga membawa rekam jejak yang menjadi modal penting. Model ini disebut menjadi compact SUV nomor satu selama empat bulan berturut-turut.

Penjualannya bahkan telah melampaui 120.000 unit dalam delapan bulan sejak diluncurkan di Negeri Tirai Bambu yang juga membuktikan daya tarik SUV Changan Nevo Q05 ini.

Di balik desainnya terdapat tim internasional yang melibatkan lebih dari 900 desainer dari 31 negara. Klaus Zyciora memimpin pengembangan desain mobil Changan Nevo Q05 dengan filosofi “Inspiration of Light”.

Changan kemudian membawa pendekatan desain Changan Nevo Q05 tersebut ke Indonesia dengan strategi yang tidak berhenti pada penjualan kendaraan.

Nevo Q05 Tawarkan Teknologi yang Menyentuh Keseharian

Nevo Q05 dibekali kabin yang mengoptimalkan ruang. Tidak hanya itu, kabin Changan Nevo Q05 menawarkan kecanggihan dan kenyamanan lewat head unit 14,6 inci serta digital instrument cluster berukuran 10,17 inci.

Sistem perintah suara juga dapat digunakan tanpa wake-up command yang menjadi salah satu fitur menarik dari Changan Nevo Q05. Menariknya, sistem tersebut mendukung Bahasa Indonesia sehingga interaksi dengan kendaraan terasa lebih natural.

Kenyamanan menjadi bagian lain yang ditawarkan. Selain itu, pengguna Changan Nevo Q05 mendapatkan fitur seperti ventilated front seats, pengaturan sandaran kursi belakang, panoramic roof, dan ambient lighting.

Kursinya menggunakan struktur sembilan lapis Cloud Comfort Foam yang dirancang untuk menopang tubuh secara optimal, khas fitur Changan Nevo Q05.

Untuk kebutuhan perjalanan, Nevo Q05 menawarkan jarak tempuh hingga 462 km berdasarkan standar NEDC. Selain itu, fitur V2L juga memungkinkan baterai kendaraan digunakan sebagai sumber listrik untuk berbagai aktivitas pada SUV Changan Nevo Q05 ini.

Sementara itu, pengisian cepat 3C mampu mengisi daya dari 30 persen hingga 80 persen dalam sekitar 15 menit pada Changan Nevo Q05.

Dari sisi keselamatan, terdapat 25 fitur ADAS serta kamera 540 derajat untuk membantu pengemudi melihat area di sekitar Changan Nevo Q05.

Dirakit di Indonesia, Harga Mulai Rp349 Jutaan

Nevo Q05 juga menjadi bagian dari langkah Changan memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Dengan dirakitnya Changan Nevo Q05 secara lokal di fasilitas Indomobil Group di Purwakarta, kehadiran SUV ini semakin nyata bagi konsumen.

Dukungan kepemilikan mencakup garansi baterai 8 tahun atau 240.000 km dan garansi kendaraan 5 tahun atau 150.000 km, dengan ketentuan yang berlaku. Jaringan layanan Changan pun kini didukung 23 dealer di berbagai kota di Indonesia, memudahkan servis Changan Nevo Q05.

Bersamaan dengan berakhirnya periode peluncuran, harga Nevo Q05 juga memasuki fase reguler. Varian Pro dari Changan Nevo Q05 dibanderol Rp349 juta, sedangkan Max Rp399 juta OTR Jakarta.

Nevo Q05 tersedia dalam lima pilihan warna, yakni Whispering Pine Green, Moonlight White, Moonlight Gray, Sunset Purple, dan Cloud Veil Gray sebagai bagian dari varian Changan Nevo Q05 di pasar Indonesia.

Dengan penyerahan unit kepada konsumen, perjalanan Nevo Q05 di Indonesia kini memasuki fase yang lebih nyata. Jadi, tidak heran jika Changan Nevo Q05 kini mulai mewarnai lalu lintas Indonesia dan menjadi kisah perjalanan baru para pemiliknya.

AION UT Raih Penghargaan Desain Bergengsi di Turin

Mobil listrik mungil tak lagi harus tampil biasa. AION UT sukses meraih penghargaan desain internasional sebagai city car berkarakter.

Mobil listrik kompak dari GAC ini meraih “Best Exterior Design – City Car” dalam Torino Automotive Design Award (TADA) 2026. Penghargaan tersebut diumumkan pada 16 September 2026.

Bawa Sentuhan Milan ke Jalanan Kota

Di balik penampilannya, mobil listrik ringkas ini dikembangkan melalui kolaborasi kreatif GAC Advanced Design Milan, Italia.

Studio desain tersebut membawa pendekatan khas Eropa ke dalam pengembangan mobil listrik AION. Estetika avant-garde Italia dipadukan dengan kebutuhan mobilitas perkotaan.

Hasilnya bukan sekadar bodi dengan garis-garis menarik. AION UT mengusung proporsi seimbang, permukaan bodi halus, dan detail yang dirancang untuk membangun identitas visual.

aion ut di giias surabaya 2025

Bahasa desainnya cenderung bersih, tanpa dekorasi berlebihan. Karakter ekspresif tetap dipertahankan agar mobil mudah dikenali di tengah padatnya lalu lintas perkotaan.

Stéphane Janin, Head of GAC Milan Design Studio, menjelaskan bahwa pengembangan AION UT mempertimbangkan relevansi desain dalam jangka panjang.

Pengurangan elemen dekoratif yang tidak diperlukan menjadi salah satu pendekatannya. Tujuannya menjaga desain tetap hangat, berkarakter, dan dekat dengan pengguna.

“Penghargaan ini menjadi apresiasi terhadap proses kreatif dalam mengembangkan AION UT,” ujar Andry Ciu, CEO GAC Indonesia.

Menurutnya, desain kendaraan listrik bukan hanya soal penampilan. Fungsi, kenyamanan, dan karakter juga menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman berkendara.

Bukan Cuma Menjual Tampilan, Kabinnya Juga Jadi Andalan

AION UT membawa konsep desain yang berkesinambungan dari eksterior menuju interior.

Kabin dirancang dengan mempertimbangkan kenyamanan, fleksibilitas ruang, dan kebutuhan penggunaan sehari-hari. Proporsi bodinya yang kompak tetap berusaha menghadirkan ruang yang lapang.

test drive aion ut

Dengan wheelbase 2.750 mm, mobil ini menawarkan dasar proporsi yang mendukung kabin luas dalam dimensi kendaraan perkotaan.

Mobil ini juga memiliki kemampuan jelajah hingga 500 km berdasarkan standar NEDC. Angka tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk menjalankan aktivitas harian maupun perjalanan lebih jauh.

Sudah Menyapa Pasar Eropa

Perjalanan desain AION UT telah dimulai di panggung internasional. Model ini diperkenalkan di Milan pada Maret 2026 dan tampil dalam Turin Auto Show 2026.

AION UT juga tersedia di sejumlah pasar Eropa, termasuk Yunani, Polandia, Portugal, Spanyol, dan Inggris.

Untuk pasar Eropa, kendaraan ini dirakit di fasilitas Magna di Graz, Austria. Kehadiran fasilitas tersebut mendukung kebutuhan produksi dan distribusi di kawasan tersebut.

Di Indonesia, AION UT hadir dalam dua pilihan varian, AION UT Standard Rp345 juta (OTR Jakarta) dan AION UT Premium Rp395 juta (OTR Jakarta).

Dengan kombinasi desain modern, ruang kabin fleksibel, dan kemampuan jelajah hingga 500 km NEDC, AION UT membawa pendekatan mobil listrik kompak yang berusaha menjembatani gaya hidup urban dan kebutuhan perjalanan.

Penghargaan TADA 2026 menjadi tambahan catatan penting bagi perjalanan AION UT. Sebuah city car yang menunjukkan bahwa ukuran kecil tidak harus membatasi ambisi desain.

Leapmotor B10 dan C10 Dapat Garansi Baterai Seumur Hidup!

Kekhawatiran soal baterai menjadi salah satu pertimbangan konsumen saat membeli mobil listrik. Leapmotor mencoba menjawab persoalan tersebut melalui program Lifetime Battery Warranty untuk B10 dan C10 di Indonesia. Tak hanya itu, garansi baterai Leapmotor B10 dan C10 juga merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan perlindungan lebih bagi pelanggan.

PT Indomobil National Distributor, selaku Agen Pemegang Merek (APM) Leapmotor, menghadirkan perlindungan baterai tegangan tinggi selama masa kepemilikan pemilik pertama. Program ini diumumkan di Jakarta pada Selasa, (15/9), sekaligus memperkenalkan garansi baterai Leapmotor B10 dan C10 secara resmi kepada publik.

Bagi konsumen, baterai bukan sekadar sumber tenaga. Komponen ini menjadi jantung kendaraan listrik yang menentukan performa, efisiensi, hingga kenyamanan berkendara.

Karena itu, kehadiran garansi seumur hidup menjadi bagian penting dari pengalaman kepemilikan. Terlebih bagi calon pengguna mobil listrik yang masih mempertimbangkan ketahanan baterai dalam pemakaian jangka panjang.

Garansi Baterai Leapmotor B10 dan C10 Berlaku untuk Pemilik Pertama

Lifetime Battery Warranty berlaku khusus bagi pemilik pertama Leapmotor B10 dan C10 di Indonesia. Perlindungan ini mencakup baterai tegangan tinggi sesuai ketentuan garansi Leapmotor dan mempertegas manfaat dari garansi baterai Leapmotor B10 dan C10 untuk konsumen.

Namun, istilah seumur hidup dalam program ini bukan berarti seluruh kerusakan baterai ditanggung tanpa batas. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi pemilik kendaraan agar garansi baterai Leapmotor B10 dan C10 tetap berlaku.

Konsumen wajib melakukan perawatan berkala sesuai jadwal di bengkel resmi Leapmotor. Penggunaan suku cadang asli serta kepatuhan terhadap ketentuan pemakaian kendaraan juga menjadi bagian dari persyaratan program.

Selain itu, kendaraan harus digunakan dengan jarak tempuh maksimal 30.000 kilometer per tahun. Batas ini menjadi salah satu ketentuan penting agar manfaat Lifetime Battery Warranty tetap berlaku.

“Di Leapmotor, kami percaya bahwa pengalaman memiliki kendaraan listrik tidak berhenti saat konsumen menerima kendaraan, tetapi terus berlanjut sepanjang masa kepemilikannya,” ujar Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil National Distributor.

Menurutnya, program ini dihadirkan untuk memberikan rasa tenang sekaligus nilai lebih bagi pelanggan dalam menikmati kendaraan listrik Leapmotor.

Tidak Menanggung Penurunan Kapasitas Alami

Hal yang perlu diperhatikan, garansi ini tidak mencakup penurunan kapasitas baterai yang terjadi secara alami akibat usia dan penggunaan normal kendaraan.

Perlindungan juga tidak berlaku untuk kerusakan akibat kecelakaan, kebakaran, korosi, serta penggunaan kendaraan dalam kompetisi atau balap.

Kendaraan yang dioperasikan sebagai mobil rental turut berada di luar cakupan program. Begitu pula kondisi lain yang tidak sesuai dengan ketentuan penggunaan dan perawatan Leapmotor.

Setiap pengajuan klaim akan melalui pemeriksaan teknis di bengkel resmi. Proses diagnosis dilakukan berdasarkan prosedur pabrikan untuk memastikan penyebab kerusakan sebelum penanganan dan perbaikan.

“Bagi banyak konsumen, baterai merupakan salah satu pertimbangan utama dalam memiliki kendaraan listrik,” kata Samual Christian Wowor, Brand Head Leapmotor Indonesia.

Melalui program ini, Leapmotor memperkuat layanan purna jual B10 dan C10. Garansi baterai menjadi salah satu dukungan untuk membangun rasa percaya diri konsumen dalam menggunakan mobil listrik.

Meski demikian, calon pembeli tetap perlu memahami seluruh syarat dan ketentuan garansi sebelum memutuskan kepemilikan. Sebab, perlindungan jangka panjang akan terasa manfaatnya ketika didukung perawatan yang disiplin dan penggunaan sesuai standar pabrikan. Dengan demikian, konsumen akan mendapatkan perlindungan maksimal dari garansi baterai Leapmotor B10 dan C10 yang ditawarkan.

iCAR V23 Tembus 100 Ribu Konsumen Global, SUV Listrik Boxy Makin Diminati

iCAR V23 semakin menunjukkan daya tariknya di pasar kendaraan listrik global. Dalam waktu kurang dari dua tahun sejak diperkenalkan pada Desember 2024, SUV listrik berdesain boxy tersebut berhasil mencatat lebih dari 100.000 konsumen di seluruh dunia.

Pencapaian ini menempatkan iCAR V23 sebagai salah satu model dengan pertumbuhan tercepat di segmen SUV boxy energi baru. Menariknya, pertumbuhan tersebut tidak hanya datang dari satu pasar, tetapi tersebar di lebih dari 20 negara dan kawasan.

Thailand menjadi salah satu pasar penting bagi V23. Sejak diperkenalkan sebagai pasar pertama, penjualannya beberapa kali menembus 1.000 unit per bulan dengan akumulasi lebih dari 7.500 unit.

Di Malaysia, tingginya permintaan bahkan mendorong dimulainya perakitan lokal. Sementara di Hong Kong, V23 sempat menjadi model terlaris di seluruh kategori kendaraan pada Juli 2026 setelah sebelumnya meraih pangsa pasar 13 persen pada Juni.

Cerita serupa muncul di Afrika Selatan. Lebih dari 300 pesanan masuk hanya dalam bulan pertama setelah peluncuran pada 28 Mei. V23 kemudian terus menjadi salah satu model yang memimpin segmen SUV boxy energi baru di negara tersebut.

Desain Boxy Jadi Senjata Utama

Kesuksesan V23 tidak terlepas dari pendekatan desain yang menjadi identitas utama iCAR. Mengusung filosofi “Desain Klasik + Teknologi yang Cerdas”, V23 tampil dengan bentuk kotak yang tegas dan proporsi bodi mendekati rasio 1:1.

SUV listrik ini memiliki lebar sekitar 1,9 meter dan tinggi 1,84 meter, menghasilkan tampilan yang mudah dikenali. Desain tersebut bahkan mendapat penghargaan Red Dot Award: Design Concept 2026.

Namun, daya tarik V23 tidak berhenti pada penampilan. Karakter SUV diperkuat approach angle 43 derajat, departure angle 41 derajat dan ground clearance 210 mm. Spesifikasi tersebut membuat V23 tidak hanya cocok digunakan di jalan perkotaan, tetapi juga memiliki kemampuan menghadapi jalur dengan tingkat kesulitan ringan.

Wheelbase 2.735 mm dan konfigurasi roda di sudut-sudut bodi juga dimanfaatkan untuk menciptakan efisiensi ruang kabin hingga 67,73 persen.

Lima Bintang ASEAN NCAP

V23 juga membawa faktor keselamatan sebagai nilai jual. Model ini disebut sebagai SUV boxy listrik pertama yang meraih rating keselamatan lima bintang ASEAN NCAP.

Menariknya, iCAR juga menyediakan lebih dari 20 titik plug-and-play yang memungkinkan pemilik melakukan personalisasi kendaraan. Konsep tersebut sejalan dengan filosofi iCAR yang menempatkan konsumen sebagai bagian dari proses co-creation.

Indonesia Mulai Perkuat Ekosistem

Di Indonesia, ekspansi iCAR mulai diperkuat melalui jaringan resmi. Kehadiran diler 3S SM Group Serpong menjadi salah satu langkah untuk menyediakan layanan penjualan, purnajual dan suku cadang dalam satu lokasi.

Langkah tersebut penting seiring upaya iCAR membangun basis konsumen Indonesia. Sebelumnya, iCAR juga telah meresmikan iCAR Andalan SCBD sebagai dealer keduanya di Tanah Air.

Dengan pencapaian global 100.000 konsumen, iCAR kini memiliki modal penting untuk memperluas pasar. Apalagi V23 tidak akan berjalan sendirian. iCAR juga menyiapkan model SUV boxy berikutnya, termasuk iCAR V27.

Jika V23 berhasil membuktikan bahwa desain klasik masih memiliki tempat di era kendaraan listrik, tantangan berikutnya adalah bagaimana iCAR mengubah momentum 100.000 konsumen global menjadi basis pertumbuhan baru di Indonesia.

Changan Nevo Q05 Resmi Meluncur, SUV Listrik Rp309 Jutaan!

Pasar mobil listrik Indonesia kembali kedatangan pemain baru. Changan Indonesia resmi meluncurkan Changan Nevo Q05 di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. SUV listrik kompak ini hadir untuk menyasar konsumen yang menginginkan kendaraan elektrifikasi dengan kabin lega, teknologi modern, dan harga yang kompetitif.

Mengusung konsep “Smart Drive, Easy Life”, Changan Nevo Q05 ditawarkan dalam dua varian, yakni Pro dan Max, dengan harga mulai Rp309 juta (OTR Jakarta). Melalui model ini, Changan ingin menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih praktis, nyaman, sekaligus efisien untuk kebutuhan mobilitas perkotaan maupun perjalanan jarak jauh.

Menurut CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, tren kendaraan elektrifikasi saat ini tidak lagi hanya berbicara soal efisiensi energi. Konsumen juga menginginkan kendaraan yang nyaman digunakan setiap hari, mudah beradaptasi dengan gaya hidup modern, serta dibekali teknologi yang benar-benar memberikan manfaat.

Kabin Luas dengan Nuansa Premium

Salah satu daya tarik utama Changan Nevo Q05 adalah ruang kabinnya. SUV listrik ini memiliki dimensi panjang 4.435 mm, lebar 1.855 mm, tinggi 1.600 mm, serta wheelbase 2.735 mm, menghasilkan ruang kabin yang lega untuk lima penumpang.

Kursi depan menggunakan desain ergonomis dengan material kulit premium dan teknologi Cloud Comfort Foam sembilan lapis. Pada varian Max, jok pengemudi telah dilengkapi pengaturan elektrik enam arah, ventilasi kursi, serta fitur welcome function. Penumpang depan juga dapat merebahkan kursi hingga 165 derajat untuk meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.

Suasana kabin semakin premium berkat panoramic roof seluas 1,8 meter persegi, ambient light 256 warna, material soft-touch pada sebagian besar interior, hingga sistem peredam suara (NVH) yang membuat kabin tetap senyap saat melaju.

Teknologi Digital dan Fitur Pintar

Changan membekali Nevo Q05 dengan layar infotainment 14,6 inci yang dipadukan panel instrumen digital 10,17 inci. Sistem hiburan ini mendukung Wireless Apple CarPlay, Android Auto, voice command, Bluetooth Key, hingga aplikasi smartphone yang memungkinkan pengguna mengontrol beberapa fungsi kendaraan dari jarak jauh.

Menariknya, SUV listrik ini juga memiliki sejumlah fitur yang jarang ditemui di kelasnya, seperti Pet Mode untuk menjaga suhu kabin tetap nyaman saat hewan peliharaan ditinggal sementara di dalam mobil, serta Wash Mode yang secara otomatis mengamankan berbagai sistem kendaraan ketika memasuki tempat cuci mobil otomatis.

Untuk menunjang aktivitas sehari-hari, tersedia wireless charger 50 watt, audio premium delapan speaker, serta 27 ruang penyimpanan yang tersebar di berbagai area kabin.

Performa Efisien, Fast Charging 15 Menit

Changan Nevo Q05 menggunakan motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor yang menghasilkan tenaga 120 kW atau sekitar 163 dk dengan torsi 190 Nm.

Sumber energinya berasal dari baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) 51,9 kWh yang mampu membawa kendaraan melaju hingga 462 kilometer berdasarkan standar pengujian NEDC dalam sekali pengisian penuh.

Keunggulan lainnya adalah teknologi Golden Shield Battery 2.0 yang mendukung DC Fast Charging hingga 162 kW. Pengisian baterai dari 30 persen ke 80 persen hanya membutuhkan sekitar 15 menit, sementara pengisian selama lima menit diklaim sudah mampu menambah jarak tempuh hingga 100 kilometer.

SUV listrik ini juga dibekali fitur Vehicle-to-Load (V2L) 3,3 kW, sehingga baterai kendaraan dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik untuk berbagai perangkat elektronik saat berkemah maupun aktivitas luar ruang.

Keselamatan Lengkap dengan ADAS Level 2

Dari sisi keselamatan, Changan Nevo Q05 dibangun menggunakan struktur bodi berbahan baja berkekuatan tinggi hingga 1.500 MPa, dengan komposisi high-strength steel mencapai 80,3 persen.

Fitur keselamatannya juga sangat lengkap. Changan menyematkan 18 fitur ADAS, tujuh sistem Intelligent Driver Assistance, kamera 540 derajat Transparent Chassis, 360 Driving Recorder, enam airbag, Electronic Stability Program (ESP), Traction Control System (TCS), Auto Hold, TPMS, hingga ISOFIX.

Sebagai bentuk komitmen terhadap konsumen, Changan memberikan garansi baterai selama delapan tahun atau 240.000 km dan garansi kendaraan lima tahun atau 150.000 km. Selama masa peluncuran di GIIAS 2026, Changan Nevo Q05 Pro dipasarkan dengan harga Rp309 juta, sedangkan varian Max dibanderol Rp359 juta (OTR Jakarta) untuk 1.000 konsumen pertama, menjadikannya salah satu SUV listrik baru yang layak diperhitungkan di pasar Indonesia.

Deepal S05 BEV & REEV, Pilihan Bagi Kaum Muda Aktif dan Dinamis

Deepal S05 BEV & REEV Jadi Pilihan Bagi Kaum Muda Aktif dan Dinamis

Rasa penasaran kami terhadap kendaraan elektrifikasi yang dihadirkan oleh Changan ke Indonesia yakni Deepal S05 pun terobati.

Changan Indonesia mengajak sejumlah awak media untuk merasakan sensasi berkendara dari compact SUV tersebut dalam sesi test drive dari Jakarta menuju kawasan Ciletuh pada 7-8 Juli 2026. Seperti apa sensasinya?

Interior Modern dan Mutakhir

Saat melihay sosok mobil ini, desainnya simple tapi enak dilihat. Ternyata Deepal S05 merupakan hasil garapan dari studio desain Changan di Turin, Italia. Desain sederhana yang bersih namun dinamis jadi daya tarik utama pada mobil ini. Tak menghebohkan dengan pernak pernik yang bikin sakit mata.

Detail sederhana yang mungkin luput dari perhatian adalah handle pintu tersembunyi. Bahkan logo merek yang menyala di pilar C tak sekadar elemen dekoratif, tapi berfungsi sebagai indikator tingkat pengisian daya baterai. Pengguna dapat mengetahui dengan cepat dan mudah, apakah daya baterai telah terisi sampai penuh atau belum.

Selain eksterior, yang menjadi perhatian utama konsumen dalam memilih mobil adalah tampilan interiornya.

Kabin Deepal S05 terlihat modern dengan layar sentuh berukuran 15,4 inci beresolusi 2.5K Ultra Clear sebagai pusat kendali utama fitur kendaraan maupun hiburan. Dengan layar HD, tampilan gambar dari fitur kamera 360 derajat pun terlihat lebih jelas. Layar pintar ini juga sudah dilengkapi dengan teknologi Sunflower Screen, sehingga dapat digeser hingga 15 derajat ke sisi pengemudi maupun penumpang depan. Jadi tampilan layar tidak silau oleh paparan cahaya matahari saat berkendara siang hari.

Berkat chip prosesor canggih Qualcomm 8155, kinerja sistem kendali fitur berkendara maupun multimedia menjadi lebih cepat dan responsif. Informasi berkendara juga dapat diakses melalui proyeksi layar Augmented Reality Head Up Display (AR-HUD) 50,4 inci. Panduan navigasi yang ditampilkan secara realtime terlihat lebih jelas serta tidak mengganggu konsentrasi berkendara. Tak kalah dari mobil mewah berharga miliaran.

Bagi pengguna ponsel pintar, pada konsol tengah terdapat sepasang charger nirkabel berdaya 50W. Jadi tak perlu repot mencolok kabel charger. Perjalanan pun terasa sangat menyenangkan berkat sistem audio premium dengan 14 speaker yang menghasilkan suara yang jernih.

Kenyamanan berkendara turut ditingkatkan melalui fitur pemanas, ventilasi, sandaran kaki, serta fungsi memory seat pada jok penumpang depan. Desain jok belakang pun ergonomis dengan posisi duduk yang cukup nyaman. Ruang kaki dan ruang kepala juga cukup leluasa, karena desain kabin mobil ini mengacu pada postur orang Eropa yang rerata bertubuh jangkung.

Ruang bagasi di balik jok belakang pada kedua varian standar volumenya 492 liter. Jika butuh ruang extra, jok belakang bisa dilipat untuk menambah volume ruang bagasi hingga mencapai 1.250 liter. Khusus varian BEV, di balik kap depan terdapat kompartemen bagasi tambahan bervolume 159 liter. Dengan ruang bagasi yang lebih besar, daya muat barang pada varian BEV RWD jelas lebih unggul dibandingkan versi REEV RWD.

Pilih BEV atau REEV?

Di Indonesia Deepal S05 tersedia dalam dua versi yakni BEV (Battery Electric Vehicle) dan REEV (Range Extended Electric Vehicle).

Untuk versi BEV energinya mengandalkan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 56,12 kWh dengan jarak tempuh maksimum hingga 470 km (NEDC). Lebih kecil dari spek Eropa yang dibekali baterai berdaya 68,8 kWh dengan jarak tempuh hingga 485 km. Berkat kemampuan pengisian daya cepat, hanya butuh sekira 15 menit untuk pengecasan dari 30% hingga 80% menggunakan SPKLU fast charger DC berdaya 200 kW. Jika kurang dari itu, maka waktunya pun akan sedikit lebih lama.

Satu motor listrik beroutput 200 kW dengan torsi puncak 290 Nm menggerakkan roda belakang (RWD). Saat kami mengendarai versi BEV, tarikan performa terasa responsif dengan akselerasi instan khas mobil listrik. Pada mode Eco, penyaluran tenaga terasa halus, dan suaranya sangat senyap.

Untuk versi REEV, baterainya berdaya 27,28 kWh. Namun versi ini dibekali dengan mesin bensin 1.500 cc yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi ulang daya baterai secara otomatis mengisi daya baterai saat terindikasi daya baterai hampir habis. Jadi Anda tetap dapat melanjutkan perjalanan tanpa perlu khawatir kehabisan daya baterai dan repot mencari SPKLU.

Jika hanya mengandalkan daya baterai murni pada mode EV, jarak jelajah hanya sekira 170 km. Saat mesin difungsikan, dengan daya baterai terisi penuh dan tangki BBM berisi 45 liter bensin, sistem hybrid REEV tersebut mampu menghadirkan jarak jelajah hingga lebih dari 1.100 km. Wah, sangat ekonomis dan efisien. Melakukan perjalanan jauh jadi bebas dari rasa was-was dan khawatir.

Dalam mode EV, kendaraan ini juga mampu menempuh jarak hingga 170 km (NEDC). Dengan teknologi REEV, berkendara tetap senyap bagaikan mobil, karena suara mesin pada Deepal S05 REEV cukup halus.

Dari sisi performa, Deepal S05 REEV dibekali satu motor listrik penggerak roda belakang beroutput 160 kW dengan torsi 320 Nm. Dari segi akselerasi, tarikannya cukup responsif. Tak jauh beda dari versi BEV.

Untuk pengendaraan yang halus dengan konsumsi energi lebih efisien, pilih mode Eco. Jika butuh suplemen daya extra dan tarikan yang lebih bergairah serta responsif, pilih mode Sport. Hanya saja kecepatan maksimum dibatasi di angka 180 km. Sudah lebih dari cukup untuk berkendara di tol.

Soal pengendaraan, handling kemudi kedua versi Deepal S05 cukup jinak. Hanya saja terdapat perbedaan sensasi antara versi BEV dan REEV saat menjadi penumpang di jok belakang. Pada saat bermanuver di jalan tol, ayunan suspensi versi REEV cenderung terasa lebih keras dari versi BEV. Sehingga gejala body roll pada versi REEV sedikit lebih terasa dibanding pada versi BEV. Mungkin selain dari faktor setting suspensi, bobot mobil serta tekanan angin ban juga turut berpengaruh. Selebihnya, tak ada hal yang jadi kekurangan pada kedua versi Deepal S05, baik BEV maupun REEV.

Changan Indonesia sudah mulai membuka pemesanan Deepal S05 BEV dan REEV bagi para konsumen yang berminat. Pemesanan melalui inden pre-booking jadi strategi Changan untuk menjaring konsumen yang lebih luas jelang perhelatan GIIAS 2026. Untuk saat ini Changan Indonesia belum memberi info berapa harga jual resminya. Hanya dikatakan harga untuk versi BEV maupun REEV di kisaran Rp 500 jutaan.

Deepal S07, eSUV Premium untuk Mobilitas Keluarga Modern

Perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan membuat kebutuhan akan kendaraan keluarga ikut berevolusi. Jika dulu kapasitas penumpang dan performa menjadi pertimbangan utama, kini konsumen semakin selektif dalam memilih kendaraan yang mampu menghadirkan efisiensi, teknologi cerdas, keselamatan, kenyamanan, hingga jaminan purnajual yang memberikan rasa tenang dalam jangka panjang.

Melalui lini model SUV listrik Deepal S07, Changan Automobile menghadirkan mobil elektrifikasi ramah lingkungan berteknologi modern yang dapat memenuhi kriteria para konsumen seperti yang telah kami paparkan.

Deepal S07 mengombinasikan desain futuristis, kabin mewah, performa bertenaga, serta biaya operasional yang jauh lebih efisien dibandingkan SUV bermesin konvensional.

“Kebutuhan keluarga modern terus berkembang. Mereka membutuhkan kendaraan yang aman, nyaman, efisien, serta didukung teknologi yang memudahkan aktivitas sehari-hari. Changan Deepal S07 kami hadirkan sebagai SUV listrik yang menjawab kebutuhan tersebut, sekaligus menghadirkan pengalaman mobilitas yang lebih cerdas dan berkualitas bagi keluarga Indonesia,” ujar Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.

Desain Futuristis Pencuri Perhatian

Kesan modern terpancar dari tampilan luar Deepal S07. Identitas futuristik diperkuat melalui LED Daytime Running Light (DRL) Starleaf, lampu belakang Star Flame LED, serta garis bodi aerodinamis yang dipadukan dengan frameless door dan hidden door handle.

Pilihan warna Comet White, Nebula Green, Lunar Grey, Eclipse Black, hingga Sunset Orange membuat karakter SUV listrik ini semakin eksklusif. Velg berukuran 19 inci maupun 20 inci turut mempertegas aura premium yang dimilikinya.

Dimensi bodi sepanjang 4.750 mm dengan wheelbase mencapai 2.900 mm menghasilkan ruang kabin yang lapang. Menariknya lagi, radius putar hanya 5,75 meter membuat Deepal S07 tetap lincah bermanuver di jalan perkotaan maupun area parkir yang sempit.

Kabin Mewah Bernuansa Luxury Yacht

Masuk ke dalam kabin, nuansa premium langsung terasa berkat konsep Luxury Yacht yang menjadi inspirasi desain interiornya. Jok bergaya integral, panoramic glass roof lengkap dengan electric sunshade, serta pilihan warna interior Sunset Orange maupun Eclipse Black menciptakan atmosfer yang mewah sekaligus nyaman.

Pusat perhatian terdapat pada layar Sunflower Screen berukuran 15,6 inci yang dapat berputar hingga 15 derajat ke arah pengemudi maupun penumpang depan. Fitur ini masih sangat jarang ditemui di kelasnya.

Deepal S07 juga mengusung konsep kabin minim tombol fisik. Hampir seluruh pengaturan kendaraan dilakukan melalui layar sentuh sehingga memberikan tampilan interior yang bersih dan modern.

Fitur Augmented Reality Head-Up Display (AR-HUD) membantu pengemudi memperoleh berbagai informasi penting tanpa harus mengalihkan pandangan dari jalan. Sementara Intelligent Voice Assistant yang mendukung Bahasa Indonesia dan Inggris memungkinkan pengemudi mengoperasikan berbagai fungsi kendaraan hanya melalui perintah suara.

Kelengkapan lainnya meliputi Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel, wireless fast charger 40W, layar sentuh untuk penumpang belakang, serta sistem audio premium 14 speaker.

Deepal bahkan menghadirkan sejumlah mode berkendara unik seperti Camping Mode, Nap Mode, Snow Cabin Mode, hingga Car Wash Mode yang membuat pengalaman berkendara semakin praktis.

Performa Bertenaga dengan Jarak Tempuh Impresif

Deepal S07 menggunakan motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM) yang menghasilkan tenaga 160 kW atau sekitar 214 hp dengan torsi maksimum 320 Nm.

SUV listrik berpenggerak roda belakang (RWD) ini mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam 7,6 detik dengan kecepatan maksimum mencapai 180 km/jam. Bahkan kemampuan towing hingga 1.500 kg menjadi nilai tambah bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan serbaguna.

Sumber tenaganya berasal dari Golden Shield Battery berkapasitas 79,97 kWh yang mampu membawa kendaraan melaju hingga 560 kilometer berdasarkan standar NEDC atau sekitar 475 kilometer menurut pengujian WLTP.

Pengisian daya juga sangat praktis. Menggunakan DC Fast Charging, baterai dapat terisi dari 30 persen menjadi 80 persen hanya dalam waktu sekitar 35 menit.

Teknologi Cell-to-Vehicle (CTV) yang mengintegrasikan baterai dengan struktur bodi meningkatkan kekuatan kendaraan sekaligus efisiensi termal. Bahkan baterainya diklaim tetap memiliki umur pakai optimal meski telah digunakan hingga 600.000 kilometer.

Fitur Keselamatan Lengkap dan Biaya Operasional Lebih Hemat

Sebagai kendaraan keluarga, Deepal S07 dibekali paket keselamatan yang sangat lengkap. Mulai dari kamera 360 derajat dengan Transparent Chassis, Driver Monitoring System (DMS), hingga 19 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) seperti Automatic Emergency Braking, Front Collision Warning, dan Lane Departure Warning.

Tak hanya aman, biaya kepemilikannya pun sangat menarik. Dengan tarif pengisian daya di SPKLU sekitar Rp2.466 per kWh, biaya mengisi baterai hingga penuh hanya sekitar Rp197 ribu. Untuk penggunaan harian sekitar 60 kilometer, biaya listrik diperkirakan hanya berkisar Rp25 ribuan per hari—lebih hemat dibandingkan konsumsi bahan bakar SUV bermesin bensin.

Dengan harga Rp599 juta on the road Jakarta, Deepal S07 menawarkan nilai yang kompetitif di segmen SUV listrik premium. Changan Indonesia juga memberikan garansi baterai selama 8 tahun atau 240.000 kilometer, ditambah servis gratis selama 5 tahun atau 60.000 kilometer.

Melihat kombinasi desain futuristis, kabin premium, performa bertenaga, teknologi pintar, fitur keselamatan lengkap, hingga efisiensi biaya operasional, Deepal S07 layak menjadi standar baru eSUV premium bagi keluarga Indonesia yang ingin beralih ke era mobilitas listrik.

Test Drive Leapmotor B10: Harga 500 Jutaan dengan Rasa Eropa

Persaingan SUV listrik di Indonesia akan semakin panas dengan kehadiran Leapmotor B10. Menjelang peluncuran resminya di GIIAS 2026, kami berkesempatan menjajal langsung SUV listrik terbaru ini dalam perjalanan dari Jakarta menuju Bandung.

Selama beberapa tahun terakhir, sebagian konsumen masih mempertanyakan kualitas mobil listrik asal China. Keluhan yang sering muncul mulai dari sistem infotainment yang lambat, kualitas material interior yang kurang memuaskan, hingga suara motor listrik yang masih terdengar masuk ke dalam kabin.

Namun pengalaman tersebut justru berbeda saat kami mencoba Leapmotor B10. SUV listrik ini menawarkan kesan premium yang bahkan terasa mendekati karakter mobil Eropa.

Interior Premium dengan Teknologi Modern

Begitu memasuki kabin, nuansa modern langsung terasa. Dashboard dirancang minimalis tanpa ornamen berlebihan sehingga tampil elegan dan mudah dipahami.

Perhatian langsung tertuju pada layar sentuh horizontal berukuran 14,6 inci yang menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 8155 dan sistem operasi Leap OS 4.0. Seluruh menu berjalan sangat responsif, perpindahan antarmuka berlangsung mulus layaknya menggunakan smartphone kelas premium.

Fitur kamera 360 derajat juga menjadi salah satu nilai jual utama. Resolusi gambar sangat tajam dengan pilihan tampilan panorama dan bird view yang memudahkan saat parkir maupun bermanuver di area sempit.

Leapmotor turut menyediakan dua wireless charging pad di konsol tengah sehingga pengemudi dan penumpang dapat mengisi daya smartphone secara bersamaan.

Kualitas material interior juga patut diapresiasi. Permukaannya terasa lembut dengan finishing yang rapi. Seluruh material bahkan telah memenuhi standar Oeko-Tex Standard 100 sehingga minim kandungan zat kimia berbahaya dan aman bagi keluarga, termasuk anak-anak.

Menariknya lagi, kabin tidak mengeluarkan aroma menyengat seperti mobil baru pada umumnya karena penggunaan perekat berbasis air.

Struktur Canggih, Handling Lebih Stabil

Keunggulan utama Leapmotor B10 sebenarnya berada pada teknologi Cell-to-Chassis (CTC) 2.0. Berbeda dengan konstruksi mobil listrik konvensional, paket baterai menjadi bagian dari struktur bodi sehingga menghasilkan pusat gravitasi lebih rendah dan ruang kabin lebih lega.

Teknologi tersebut juga meningkatkan kekakuan struktur kendaraan. Leapmotor mengklaim rigiditas torsional mencapai 36.300 Nm/derajat, angka yang biasa ditemui pada SUV premium dengan harga jauh lebih tinggi.

Saat melintasi Tol Cipularang, karakter handling terasa stabil. Suspensi yang dikembangkan bersama tim engineering Maserati di Balocco, Italia, mampu meredam permukaan jalan beton dengan baik tanpa mengorbankan kenyamanan.

Respon kemudi juga terasa presisi, sementara kabin tetap senyap bahkan saat kendaraan melaju pada kecepatan tinggi. Dengung motor listrik hampir tidak terdengar sehingga kualitas NVH (Noise, Vibration, Harshness) menjadi salah satu keunggulan yang paling terasa selama pengujian.

Dirakit di Indonesia, Siap Bersaing di Segmen SUV Listrik

Leapmotor B10 juga telah dirakit secara lokal di fasilitas PT National Assembler (Indomobil Group) di Purwakarta, Jawa Barat, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40 persen.

Fasilitas produksi tersebut memiliki kapasitas sekitar 800 unit per bulan sehingga diharapkan mampu memenuhi permintaan pasar tanpa waktu inden yang panjang.

Meski harga resminya belum diumumkan, Leapmotor Indonesia memberi sinyal bahwa B10 akan dipasarkan di kisaran Rp500 jutaan. Dengan spesifikasi tersebut, SUV listrik ini diprediksi akan bersaing langsung dengan BYD Atto 3, Geely EX5, MG S5 EV, hingga Aion V.

Jika seluruh spesifikasi dan kualitas berkendara yang kami rasakan dipertahankan hingga peluncuran resmi di GIIAS 2026, Leapmotor B10 berpotensi menjadi salah satu penantang paling serius di segmen SUV listrik menengah Indonesia.

BYD Umumkan Harga Resmi M6 Dual Mode di Indonesia

PT BYD Motor Indonesia akhirnya mengumumkan harga resmi BYD M6 Dual Mode (DM) untuk pasar Indonesia. Kabar ini langsung menarik perhatian karena MPV berteknologi elektrifikasi tersebut dibanderol mulai Rp 298 juta OTR Jakarta, menjadikannya salah satu kendaraan energi baru dengan harga paling kompetitif di segmennya.

Di tengah meningkatnya biaya mobilitas dan harga bahan bakar yang terus berfluktuasi, kehadiran BYD M6 DM menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang menginginkan efisiensi layaknya mobil listrik tanpa harus mengubah kebiasaan berkendara sehari-hari.

Segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) memang masih menjadi tulang punggung pasar otomotif nasional dengan kontribusi lebih dari 30 persen terhadap total penjualan kendaraan di Indonesia. Karena itu, efisiensi bahan bakar dan biaya kepemilikan menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan kendaraan keluarga.

Teknologi Dual Mode, Sensasi Mobil Listrik Tanpa Khawatir Jarak Tempuh

BYD M6 DM mengusung teknologi Dual Mode (DM) generasi terbaru yang dirancang dengan pendekatan EV-Oriented. Artinya, pengalaman berkendara tetap mengutamakan karakter kendaraan listrik yang halus, responsif, dan senyap.

Namun berbeda dengan mobil listrik murni, teknologi DM mengombinasikan motor listrik dan mesin bensin secara cerdas sehingga mampu memberikan fleksibilitas lebih tinggi untuk perjalanan harian maupun jarak jauh.

BYD menyebut teknologi ini mengusung filosofi G.A.S.S. atau Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit. Karakter tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen Indonesia yang memiliki pola mobilitas sangat beragam.

Biaya Perawatan Lebih Hemat hingga 30 Persen

Salah satu keunggulan utama BYD M6 DM adalah efisiensi biaya kepemilikan. Berdasarkan simulasi penggunaan selama tiga tahun, kendaraan ini diklaim mampu menghadirkan biaya perawatan sekitar 30 persen lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional di segmen yang sama.

Efisiensi tersebut diperoleh dari kemampuan sistem Dual Mode dalam mengoptimalkan penggunaan tenaga listrik dan bahan bakar sesuai kondisi perjalanan. Hasilnya, konsumsi energi menjadi lebih efisien tanpa mengorbankan kenyamanan maupun performa berkendara.

Tersedia Lima Varian dengan Harga Kompetitif

Untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang beragam, BYD menghadirkan M6 DM dalam dua tipe utama, yakni Classic dan Cross.

Varian Classic menjadi pilihan paling terjangkau dengan harga mulai Rp 298 juta untuk tipe Standard dan Rp 318 juta untuk tipe Dynamic.

Sementara tipe Cross hadir dengan tampilan lebih premium dan fitur yang lebih lengkap. Harga yang ditawarkan terdiri dari Advanced Rp 360 juta, Superior Rp 380 juta, dan Superior Captain Seat Rp 390 juta.

Dengan rentang harga tersebut, BYD M6 DM berpotensi menjadi salah satu penantang serius di segmen MPV elektrifikasi yang saat ini semakin berkembang di Indonesia.

Sejak diperkenalkan pada Mei 2026, BYD mengungkapkan bahwa lebih dari 20.000 konsumen telah menunjukkan minat terhadap teknologi Dual Mode. Antusiasme tersebut menjadi indikasi bahwa pasar Indonesia mulai menerima kendaraan energi baru sebagai solusi mobilitas masa depan yang lebih efisien, fleksibel, dan ekonomis.

Geely EX2 Facelift Meluncur di Cina, Usung Baterai Lebih Besar!

Pasar mobil listrik China kembali memanas dengan kehadiran Geely EX2 facelift yang resmi meluncur pada 28 Mei 2026. Model yang dikenal sebagai salah satu kendaraan listrik terlaris di Negeri Tirai Bambu ini hadir dengan sederet pembaruan teknologi, peningkatan fitur keselamatan, serta kapasitas baterai yang lebih besar.

Menariknya, meski tampilan luar tidak mengalami perubahan drastis, Geely justru fokus meningkatkan pengalaman berkendara melalui teknologi digital dan sistem pengemudian cerdas yang semakin canggih. Langkah ini menunjukkan strategi Geely untuk mempertahankan dominasi EX2 di tengah persaingan pasar kendaraan listrik yang semakin ketat.

Desain Tetap Familiar, Sentuhan Modern Lebih Kuat

Di pasar China, model ini dipasarkan dengan nama Geely Xingyuan. Dimensinya tetap kompak dengan panjang 4.135 mm, lebar 1.805 mm, tinggi 1.570 mm, serta wheelbase 2.650 mm.

Filosofi desain “Smile Fascia” masih dipertahankan dengan bentuk lampu depan yang khas dan lampu belakang LED “Light Feather” yang terdiri dari 78 titik pencahayaan individual. Penyegaran paling terlihat hadir pada penggunaan velg Aero Hub Cap terbaru bergaya turbin berukuran 16 inci.

Logo Galaxy terbaru yang kini terpasang juga memunculkan spekulasi bahwa EX2 akan menjadi bagian dari lini Galaxy milik Geely dan tidak lagi berada di bawah sub-brand Geome.

Masuk ke dalam kabin, perubahan terasa jauh lebih signifikan. Interior tampil lebih modern dengan konsep minimalis yang dipadukan nuansa sporty. Geely menghadirkan pilihan warna baru Taro White dan Starry Grey yang membuat suasana kabin terasa lebih premium.

Layar multimedia berukuran 14,6 inci menjadi pusat kendali utama, didampingi panel instrumen digital 8,8 inci. Posisi tuas transmisi juga dipindahkan lebih dekat ke lingkar kemudi sehingga lebih ergonomis saat digunakan.

Teknologi Pintar Jadi Senjata Utama

Pembaruan terbesar Geely EX2 facelift terletak pada sektor teknologi. Sistem infotainment kini menggunakan Galaxy Flyme Auto 2.0 yang ditenagai chip Longying 7 nm terbaru dengan CPU 8-core, RAM 16 GB, serta memori internal 128 GB.

Sistem ini terintegrasi dengan pengaturan AC dual-zone, asisten suara berbasis AI, serta berbagai fitur voice command yang semakin responsif.

Pada sektor keselamatan, Geely menambahkan sensor kamera di bagian depan yang meningkatkan kemampuan ADAS ke level 2+. Kehadiran sensor baru tersebut memungkinkan fitur visualisasi sasis transparan 540 derajat, remote parking, hingga Sentry Mode.

Varian tertinggi juga dibekali 12 fitur ADAS, termasuk Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, dan Automatic Emergency Braking.

Tak hanya itu, teknologi G-Pilot H3 kini menghadirkan kemampuan Navigate on Autopilot (NOA) untuk jalan tol dan tanjakan, bantuan parkir hingga 300 skenario, pencarian lokasi parkir dalam radius 2 kilometer, serta Driver Monitoring System yang memantau kondisi pengemudi selama perjalanan.

Baterai Lebih Besar, Pengisian Daya Lebih Cepat

Salah satu peningkatan paling menarik ada pada baterai. Geely kini menawarkan dua pilihan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP), yaitu 35 kWh dan 47 kWh.

Versi 35 kWh mampu menempuh jarak hingga 360 km berdasarkan standar CLTC, sementara baterai 47 kWh sanggup menjelajah hingga 480 km dalam sekali pengisian penuh.

Kemampuan pengisian cepat juga ditingkatkan. Jika sebelumnya membutuhkan sekitar 25 menit untuk mengisi daya dari 30 persen ke 80 persen, kini waktu tersebut dipangkas menjadi hanya 21 menit menggunakan DC Fast Charging.

Untuk performa, tersedia dua pilihan motor listrik penggerak roda belakang (RWD) dengan tenaga 78 hp dan 114 hp.

Dengan harga mulai 64.800 yuan hingga 94.800 yuan atau sekitar Rp138 juta sampai Rp205 juta, Geely EX2 facelift berpotensi mempertahankan statusnya sebagai salah satu mobil listrik paling menarik di China. Kehadirannya pun layak dinantikan di Indonesia, mengingat EX2 yang saat ini dipasarkan sudah dirakit lokal dengan TKDN mencapai 46,5 persen.

Aletra L8 Tarik Perhatian Pengunjung Motomobi Karnaval 2026

Aletra jadi salah satu brand pendatang baru yang memeriahkan event otomotif Motomobi Karnaval 2026 yang digelar pekan lalu di Qbig, BSD City, Tangerang.

Kehadiran mobil listrik L8 EV yang diboyong Aletra menjadi pertanda keseriusan untuk bisa bersaing di pasar kendaraan listrik Tanah Air. Keikutsertaan Aletra bertujuan agar masyarakat dan para konsumen bisa melihat lebih dekat seperti apa sosok mobil listrik Aletra L8 EV secara langsung.

Nah, ternyata pengunjung Qbig banyak yang belum mengetahui jika ini bukan mobil lansiran brand asal Tiongkok, tapi brand asal Indonesia. Produknya pun sudah dirakit secara lokal di Indonesia. Komponen yang digunakan pun sudah menenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40 persen. Lalu bagaimana dengan kualitasnya, apakah setara dengan produk impor?

Rakitan Lokal Berstandar Global

Untuk mempercepat distribusi unit pesanan para konsumen, Aletra menjalin kemitraan strategis dengan PT Handal Indonesia Motor (HIM) guna melakukan perakitan lokal MPV listrik Aletra L8 EV. Ini adalah model pertama Aletra yang lahir dari pabrik di Purwakarta, Jawa Barat tersebut. Perakitan dilakukan secara Completely Knocked Down (CKD).

Proses produksi Aletra di Purwakarta terdiri dari empat tahapan utama yang terintegrasi. Pengawasan kualitas pun dilakukan dengan cermat dan ketat sesuai standar global.

Tahap pertama dimulai di Trimming Station (T1–T7). Di sinilah pemasangan komponen interior, eksterior, hingga komponen motor listrik penggerak berlangsung.

Setelah itu, unit kendaraan akan berlanjut ke Chassis Station (C1–C6). Fase ini merupakan bagian paling krusial, karena melibatkan pemasangan komponen underbody, meliputi rear axle, sistem rem, roda, motor listrik penggerak berikut baterai short blade berkapasitas 64,74 kWh yang menjadi sumber tenaga utama.

Setelah perakitan komponen bawah sasis rampung, mobil pun memasuki tahap Final Station (F1–F9). Proses pemasangan dan penyetelan komponen akhir hingga proses penggarapan detail kendaraan berlangsung di tempat ini.

Spek Sesuai Kondisi Indonesia

Setelah seluruh proses perakitan komponen selesai, unit kendaraan akan masuk ke Final Assembly Inspection. Para teknisi khusus akan melakukan penyetingan, penyesuaian fungsi, serta pemeriksaan kualitas secara cermat dan menyeluruh pada kendaraan sebelum dinyatakan layak keluar dari lini produksi.

Proses perakitan tidak hanya menyatukan komponen, tetapi melibatkan penyesuaian teknis pada hasil riset tim R&D lokal. Seluruh unit mobil listrik Aletra L8 EV yang keluar dari lini produksi pabrik Purwakarta telah dikalibrasi sesuai kondisi dan kebutuhan konsumen di Indonesia.

Salah satu fitur unik yang disematkan pada Aletra L8 EV spek Indonesia adalah aktivasi mode netral untuk parkir paralel melalui kombinasi pedal rem dan tombol rem parkir elektrik. Sistem suspensi Active Comfort Suspension juga mendapatkan kalibrasi dan pengaturan khusus agar mampu meredam guncangan lebih optimal di jalanan yang tidak rata atau rusak maupun speed bump.

Jelas bahwa unit L8 EV rakitan Purwakarta ini dikembangkan secara spesifik dengan kondisi lingkungan serta kebiasaan pengemudi di Tanah Air.

Leapmotor Buka Pusat Desain di Munich, Siap Ekspansi Global!

Tak puas hanya mengandalkan pusat riset yang ada di kota Hangzhou dan Shanghai, China, Leapmotor pun mulai menancapkan kakinya di kota Munich, Jerman. Sebuah gedung menjulang bernama Leapmotor Europe Innovation Centre GmbH diresmikan pada 23 Maret 2026 di Georg-Muche-Straße 4, distrik Schwabing-Freimann di sisi utara kota Munich.

Sebelumnya, sejumlah pabrikan asal China yakni Nio, Xpeng, Xiaomi, dan Li Auto telah mendirikan pusat desain dan R&D di kota yang sama. Kini, kehadiran Leapmotor kian memperkuat pamor kota Munich sebagai pusat riset industri otomotif di Jerman.

Produsen kendaraan listrik asal China termasuk Leapmotor nampaknya semakin serius dalam menggarap pasar global. Jerman jadi jalan masuk utama untuk bisa menguasai pasar Eropa.

Pusat Perancangan Inovasi Kreatif

Sebagai tahap awal, Leapmotor hanya akan memberdayakan lebih kurang sekira 100 tenaga ahli. Pusat inovasi ini dirancang sebagai “otak kreatif” Leapmotor di Eropa.

Selain melakukan studi riset pengembangan filosofi desain khas Leapmotor, juga inovasi fitur teknologi. Dalam hal desain, beragam elemen akan dirangkum dalam pendekatan “technological natural aesthetics” yang nantinya bakal menjadi identitas dari produk dan brand Leapmotor kedepannya.

Salah satu tenaga ahli yang dipercaya oleh Leapmotor adalah Adil Benwadih. Direktur yang mengepalai Leapmotor European Advanced Design Centre di Munich ini bukan orang baru di bidang rancang bangun mobil listrik dan industri otomotif.

Spesialis desain eksterior mobil ini telah kenyang dan sarat pengalaman di berbagai brand, termasuk Audi, Aston Martin, Lotus, DS dan Citroen. Sebelum berlabuh di Leapmotor, ia menjabat sebagai direktur desain eksterior ONVO, sub-brand dari NIO.

Lantas, kemana arah visi desain produk dari Leapmotor untuk pasar global dan Eropa? Jawabannya ada pada model SUV teranyar, Leapmotor B03X. Model yang mengusung konsep “technological natural aesthetics 2.0” ini dipresentasikan langsung oleh Head of Global Design Center Leapmotor, Yu Shuyue, dalam acara peresmian di Munich. Mobil Leapmotor A10 yang belum lama ini launching di Eropa adalah salah satu contoh pendekatan filosofi desain “technological natural aesthetics 2.0”.

Canggih secara teknologi saja tidaklah cukup, kemasan desain harus bisa terus beradaptasi dengan trend untuk menarik minat beli konsumen.

Keberadaan pusat inovasi di Eropa ini akan memungkinkan Leapmotor untuk lebih dekat dengan trend dan kebutuhan konsumen pasar global. Dengan kolaborasi talenta di bidang desain dan engineering kelas dunia diharapkan mampu mempercepat upaya pengembangan produk yang memiliki daya saing tinggi.

Kemitraan yang terjalin antara Leapmotor dengan Stellantis terbukti membawa hasil yang signifikan. Dari 596.555 unit kendaraan Leapmotor yang terjual tahun lalu, sebanyak 67.052 unit diserap oleh ekspor pasar global, terutama kawasan Eropa.

Leapmotor Bakal Masuk Pasar Indonesia

Sebagai bagian dari visi dan strategi besar Leapmotor di pasar global, kawasan adia Tenggara jadi target potensial yang dibidik.

Dengan pangsa pasar mobil listrik yang cukup menjanjikan, Indonesia jadi salah satu pasar yang dipilih. Leapmotor menjalin kerja sama dengan PT Indomobil National Distributor sebagai jalan masuk ke pasar otomotif Tanah Air.

Rencananya tahun ini Indomobil akan mulai mendistribusikan lini kendaraan listrik dan energi terbarukan dari merek Leapmotor di Indonesia. Unit model yang akan dipasarkan dirakit secara lokal (CKD) di Cikampek, Jawa Barat. Nantinya, produk kendaraan dari Leapmotor akan tersedia melalui jaringan retail khusus yakni Stellantis Brand House, bersama dengan merek Jeep dan Citroen yang telah diperkenalkan sebelumnya.

Apakah produk dari brand Leapmotor bakal tampil di ajang GIIAS 2026 mendatang? Kita tunggu saja. Mungkin malah bisa jauh lebih cepat…

 

 

GWM Raih 350 SPK di IIMS 2026, ORA 07 Jadi Mobil Patroli Polri

Inchcape GWM Indonesia mengumumkan pencapaiannya selama penyelenggaraan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Tercatat hampir 350 surat pemesanan kendaraan (SPK) yang diperoleh selama pameran IIMS 2026. Capaian tersebut tiga kali lipat dibandingkan di IIMS 2025. Walau tak banyak, namun menjadi sinyal positif penerimaan pasar Indonesia terhadap produk dari merek Great Wall Motor (GWM).

CEO Inchcape GWM Indonesia, Bagus Susanto, mengatakan, angka tersebut jadi indikator peningkatan minat konsumen Indonesia terhadap lini produk GWM yang terdiri dari Tank, Haval, dan Ora.

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan dan antusiasme masyarakat Indonesia terhadap seluruh lini produk GWM di IIMS 2026,” kata Bagus dalam keterangan resmi, Jumat (20/2).

Selama IIMS 2026, model SUV Tank 300 Diesel memberi kontribusi terbesar capaian penjualan, dengan varian 4×4 menyumbang 22 persen dan varian 4×2 sebesar 11 persen.

Model yang baru diluncurkan di IIMS 2026, yakni Tank 500 Diesel peminatnya ternyata cukup banyak. Varian 4×2 memberi andil kontribusi 22 persen. Sedangkan varian 4×4 menyumbang 20 persen.

Capaian tersebut mengantarkan Tank 500 Diesel meraih penghargaan “Best Big SUV” di IIMS 2026. Pihak Inchape GWM Indonesia mengatakan terhitung sejak peluncurannya di IIMS 2026 hingga saat ini Tank 500 Diesel telah membukukan hampir 600 pemesanan.

Sementara itu, mobil listrik ORA 03 turut menunjukkan prospek yang positif dengan kontribusi 18 persen dari total pemesanan kendaraan GWM selama IIMS 2026.

Capaian tersebut memacu optimisme GWM untuk menghadirkan lebih banyak pilihan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia.

GWM Ora Jadi Mobil Patroli Polisi

Terlepas dari capaian selama perhelatan IIMS 2026, ternyata mobil listrik dari GWM ORA telah digunakan sebagai mobil patroli oleh Polri. Namun yang digunakan bukan model ORA 03 yang telah dipasarkan di Indonesia, tapi ORA 07.

Sepintas tampilan depan GWM ORA 03 dan ORA 07 hampir mirip. Namun saat dilihat dari samping dan belakang, GWM ORA 07 lebih mirip dengan sedan.

Thio Adynata, Senior PR Manager Inchcape Indonesia, mengatakan, pihaknya bangga GWM ORA 07 digunakan untuk mendukung operasional Polri. Hal ini membuktikan mobil listrik GWM ORA dipercaya sebagai andalan dalam menunjang tugas kepolisian.

Pengadaan unit tersebut bersifat khusus dan terbatas, yakni sebanyak 20 unit ORA 07 yang digunakan pihak Polri untuk mobil dinas patroli.

Saat ini GWM tetap fokus pada pemasaran mobil listrik ORA 03. Mobil listrik berbody ringkas ini diperkenalkan sejak tahun lalu dan respon konsumen cukup positif.

GWM ORA 07 Kapan Dipasarkan Di Tanah Air?

Tampilan eksterior GWM ORA 07 memiliki desain khas lini mobil listrik ORA. Siluetnya bodi agak membulat dengan sentuhan aksen bernuansa retro modern dipadukan elemen futuristis.

Penggunaan atribut kepolisian menjadi ciri khas yang membedakan dari versi umum dan mobil patroli biasa. Aura tampilan GWM ORA 07 pun jadi terlihat makin gagah.

Dari segi dimensi, mobil listrik ini posturnya cukup bongsor dibanding model sekelasnya. Ruang kabinnya pun cukup lapang. Terlihat dari panjang bodinya yang mencapai 4.871 mm, dengan lebar 1.862 mm, tinggi 1.500 mm, dan jarak sumbu roda 2.870 mm.

Kemasan kabin GWM ORA 07 menampilkan nuansa minimalis dengan dominasi warna putih yang memberi kesan bersih, simple dan mewah. Layout panel inteior nampak praktis dan sederhana namun fungsional.

Pada bagian tengah dasbor, terpasang head unit berorientasi horisontal berukuran 12,3 inci. Layar ini menjadi pusat kendali sistem hiburan dan berbagai pengaturan fitur kendaraan.

Pada konsol tengah pun masih ada sejumlah tombol fisik untuk mengakses berbagai fitur. Hal ini tentunya sangat user friendly bagi para pengendara yang tak mau ribet colak colek layar utama untuk aktifasi fitur. Tidak semua pengaturan fitur harus dilakukan melalui layar sentuh, sehingga konsentrasi berkendara tetap terjaga.

Meskipun digunakan sebagai mobil patroli polisi, namun sistem tata audio dengan 11 speaker sebagai kelengkapan standar tetap dibekalkan. Hal ini tentunya jadi nilai tambah.

Oh ya, fitur berkendaranya pun cukup lengkap. Mulai dari fitur 360 ° Surrounding camera, intelligent forward-facing camera dan sejumlah fitur ADAS termasuk Adaptive Cruise Control with intelligent cornering (Intelligent ACC).

Perihal performa dari rival Tesla Model 3 ini, kami mengacu pada spek GMW ORA 07 yang beredar di Thailand. Ada tiga varian yang ditawarkan di Negeri Gajah Putih yakni Long Range, Long Range Ultra dan Performace.

Varian Long Range dibekali motor listrik tunggal penggerak roda depan (FWD) berdaya 150 kW (204 PS/201 hp) dengan torsi puncak 340 Nm. Dengan baterai jenis ternary lithium 83.499 kWh, jarak jelajahnya mampu mencapai 640 kilometer dalam satu kali pengisian daya (siklus uji NEDC). Top speed mencapai angka 170 km/jam. Varian ini cukup gesit dan jarak jelajahnya lumayan jauh, sehingga cocok untuk mobil patroli.

Satu level di atasnya yakni Long Range Ultra menawarkan spek performa yang sama dengan Long Range. Namun fiturnya lebih lengkap dan kemasan interior lebih mewah.

Sesuai labelnya yakni Performance sebagai varian teratas, berorientasi pada performa yang menggairahkan.

Motor listrik ganda berpenggerak 4WD yang diusung memiliki total output hingga 309 kW (408 PS/ 405hp) dengan torsi puncak yang buas yakni 680 Nm!. Tarikan akselerasi lebih responsif walau top speed dikunci di angka 180 km/jam.

Baterai yang dibekalkan sama seperti varian Long Range, yakni Ternary lithium 83.499 kWh. Hanya saja daya jelajah sedikit lebih pendek, yakni sekitar 550 km dalam sekali pengisian. Meski demikian, jarak jelajahnya masih cukup ekonomis dan efektif untuk penggunaan harian dalam kota maupun perjalanan antar kota.

Apakah Inchape GWM Indonesia akan segera memasarkan mobil listrik GWM ORA 07 di Indonesia? Speknya lumayan juga…

 

GJAW 2025 Berakhir, Kunjungan Diprediksi Lampaui Tahun Lalu

Gelaran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 di ICE BSD City resmi memasuki hari penutup simbolisnya pada Sabtu (29/11), meskipun pameran masih berlangsung hingga Minggu (30/11). Tahun ini, GJAW tampil jauh lebih besar dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Gaikindo memanfaatkan seluruh hall dengan total area 90.000 m², meningkat signifikan dari 60.000 m² pada 2024, dan menghadirkan peserta pameran yang lebih beragam.

Menurut Anton Kumonty, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran Gaikindo, tren kunjungan tahun ini menunjukkan lonjakan konsisten. Hingga 28 November, jumlah pengunjung telah melampaui catatan total tahun 2024 yang mencapai 145.787 pengunjung selama 10 hari. Walau data final belum dirilis, capaian ini memberikan sinyal positif mengenai antusiasme masyarakat terhadap industri otomotif Tanah Air.

Brand Baru, Teknologi Baru, dan Rekor Baru

GJAW 2025 menghadirkan dinamika yang kuat lewat berbagai debut, terutama dari segmen kendaraan elektrifikasi. Mulai dari hybrid, city car listrik, hingga double cabin EV baik CBU maupun rakitan lokal tampil memeriahkan lantai pameran.

harga resmi changan deepal s07 dan lumin

Dua pendatang baru asal Tiongkok, Lepas dan Changan, mencuri perhatian karena untuk pertama kalinya tampil resmi di Indonesia dan langsung mendapat respons positif dari konsumen. Momentum elektrifikasi makin terasa lewat pencapaian dari PT Indomobil Emotor Internasional (IEI). Produk terbaru mereka, Sprinto, berhasil membukukan 500 SPK hanya dalam lima hari, sebuah pencapaian yang jarang terjadi pada kelas skuter listrik.

Potensi Transaksi Bertambah

Sebagai pembanding, GJAW 2024 mencatat total transaksi Rp 5,1 triliun. Data final untuk GJAW 2025 memang belum diumumkan, tetapi Gaikindo menyampaikan bahwa banyak peserta memberikan umpan balik positif terkait capaian penjualan sementara. Dengan area pamer yang lebih besar, jumlah peserta yang bertambah, serta kehadiran lebih banyak model baru, harapan untuk melampaui angka tahun lalu sangat terbuka.

Anton menegaskan bahwa proses rekapitulasi masih berjalan, namun suasana optimistis telah terasa di antara peserta. Banyak brand meyakini target internal mereka akan terpenuhi berkat traffic pengunjung yang kuat serta produk-produk baru yang diminati.

GJAW 2025 menjadi momentum penting menjelang akhir tahun, tidak hanya sebagai arena pamer teknologi dan inovasi, tetapi juga sebagai indikator kesehatan industri otomotif nasional. Antusiasme pengunjung, kemunculan brand baru, hingga pencapaian transaksi yang menjanjikan memperkuat harapan bahwa industri kendaraan Indonesia akan memasuki 2026 dengan energi positif.

Gaikindo berharap capaian GJAW 2025 menjadi batu loncatan bagi penyelenggaraan tahun-tahun berikutnya. Sampai jumpa di GJAW 2026!

Jaecoo J5 EV Siap Beredar di Pasar Indonesia

Setelah debut global yang di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025, Jaecoo J5 EV pun tampil di Auto Shanghai 2025. Mobil listrik terbaru dari sub-brand Chery ini mencuri perhatian media serta jadi salah satu bintang di booth Chery.

Jaecoo J5 EV kian melengkapi dua versi J5 yang telah ada yakni versi bermesin bensin dan hybrid.

Saat dipamerkan pada event IIMS 2025 di Jakarta, wujud J5 EV masih prototype pra poduksi. Nah, yang kini tampil di Shanghai sudah siap diproduksi dan dipasarkan. J5 EV diharapkan dapat menarik minat calon konsumen dari berbagai negara di dunia.

Pakai Platform Omoda E5?

Perihal spek teknis J5 EV, saat ini masih belum diungkap detailnya seperti apa. Namun demkian, platform yang digunakan pada J5 EV diprediksi berbasis dari Omoda E5. Mulai dari motor elektrik penggerak roda depan beroutput 200 hp, baterai LFP (lithium iron phosphate) berdaya 61,1 kWh dan kemampuan pengisian daya dengan charger beroutput 80 kW.

Peeihal jarak tempuh maksimumnya, Jaecoo J5 di klaim dapat melaju sejauh 450 km (NEDC). Bisa dikataka mobil ini siap beradu dengan rival sekelasnya seperti Ford Puma Gen-E, Jeep Avenger dan Suzuki e Vitara.

Untuk J5 versi bermesin bensin,  nampaknya tak jauh beda dari Omoda 5 yakni perpaduan mesin bensin 1.6-liter turbo dan transmisi automatic 8-speed kopling ganda. Versi hybrid tentunya menggunakan sistem hybrid SHS yang dikembangkan Jaecoo, sama seperti pada J7 SHS.

Ya, Jaecoo dan Omoda sama-sama berada dalam naungan Chery Group seperti halnya iCar. Maka tak tertutup kemungkinan untuk saling berbagi platform dan teknologi.

Versi Ringkas Dari J7

Tampilan eksterior Jaecoo J5 EV bagaikan versi mungil dari J7. Jika model J5 versi bermesin bensin dilengkapi grille model air terjun ala J7, fascia depan J5 EV lebih klimis dan polos tanpa grille. Desain lampu LED dan bumper depan J5 EV pun berbeda dari J5 versi bermesin maupun hybrid.

Interior J5 tampil cukup hightech dengan gaya semi futuristik. Di tengah dashboard terpampang layar touchscreen model tegak berukuran cukup besar sebagai penampil sistem multimedia. Layar instrumen di balik setir model palang dua nampak ramping, identik seperti Jaecoo J7 SHS.

Layout tuas gear selector model putar di konsol tengah dan panel dashboard yang minim tombol fisik begitu identik dengan J7.

Compact SUV bertenaga listrik baterai perdana dari brand Jaecoo ini merupakan model pasar global. Jadi bakal beredar di berbagai kawasan termasuk Eropa dan Asia Tenggara. Rencananya, untuk pasar Inggris akan mulai tersedia unitnya pada Agustus 2025 mendatang. Indonesia? Tunggu saja.

IONIQ 5 N Dinobatkan Sebagai World Performance Car 2024

Hyundai IONIQ 5 N sukses dinobatkan sebagai World Performance Car 2024. Ini merupakan kemenangan keempat bagi lini IONIQ 5 di World Car Awards dalam tiga tahun terakhir.

Pemenang World Car Awards tahun ini diumumkan dalam acara New York International Auto Show (NYIAS) 2024. IONIQ 5 dan IONIQ 6 meraih kemenangan tiga kali berturut-turut pada tahun 2022 dan 2023 dalam kategori World Car, World Electric Vehicle, dan World Car Design.

“Kami sangat senang dan bangga menerima penghargaan World Performance Car yang prestisius untuk IONIQ 5 N,” kata Jaehoon Chang, Presiden dan CEO Hyundai Motor Company. “Penghargaan ini merupakan bukti dari komitmen Hyundai untuk mendobrak batas terkait performa dan inovasi mobil listrik. Sangat memuaskan melihat upaya kami dihargai dengan total tujuh gelar World Car Awards dalam tiga tahun terakhir.”

Hyundai Ioniq 5 N dapat penghargaan

Mobil Brutal

Diperkenalkan bulan Juli 2023 sebagai EV pertama Hyundai N, mewakili segmen baru di mobil listrik berperforma tinggi. Mobil Korea Selatan tersebut menggabungkan Electric Global Modular Platform (E-GMP) standar IONIQ 5 dengan teknologi motorsport dari N.

Mobil listrik ini telah banyak dipuji di media sebagai ‘terobosan’, ‘game-changer’, dan ‘tolok ukur’ untuk mobil listrik berperforma tinggi.  5 N juga mencatat waktu lap tercepat di Nürburgring Nordschleife, yang dilakukan oleh tim majalah ‘Sport Auto’ dari Jerman.

“IONIQ 5 N merepresentasikan momen penting bagi Hyundai N dan strategi elektrifikasi kami. Dengan mengkombinasikan platform E-GMP kami dengan keunggulan motorsport N, kami telah menciptakan mobil listrik berperforma tinggi yang inovatif dan menetapkan standar baru dalam industri,” kata Till Wartenberg, Vice President and Head of N Brand & Motorsport at Hyundai Motor Company.

Ajang World Car Awards merupakan acara tahunan. Ada 100 juri internasional dari 29 negara, termasuk Indonesia, menguji coba dan memberikan suara terhadap kendaraan-kendaraan yang memenuhi syarat.