Leapmotor D19, SUV Mewah Simpel dengan Nilai Value Tinggi

Dalam kunjungan Motomobinews ke event pameran otomotif Beijing Auto Show 2026, booth Leapmotor sukses menarik perhatian pengunjung. Salah satu model yang jadi magnet adalah Leapmotor D19, SUV mewah berlivery aneka karakter McDonald’s pada sekujur bodinya.

Kami berkesempatan berbincang langsung dengan Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil National Distributor yang akrab disapa pak Tan. Selaku pimpinan perusahaan agen pemegang merek Leapmotor di Indonesia, pak Tan memberi cukup banyak informasi seputar SUV Leapmotor D19 ini.

Desain Penuh Kehangatan

Kami bertanya perihal tampilan eksterior D19 yang kalem dan sederhana tanpa banyak taburan aksen chrome yang blink-blink. Tak seperti SUV premium lainnya yang tampil ala mobil futuristik. Ternyata setiap model mobil Leapmotor yang dipasarkan di China punya gaya dan bahasa desain yang berbeda.

Trend mobil mewah di China saat ini telah bergeser, konsumen lebih mengutamakan kualitas material dan finishing produksi secara keseluruhan. Tak hanya terpikat pada desain yang rumit atau tampil gemerlap

Seperti halnya pada model MPV flagship D99 yang berbagi platform dengan D19, Leapmotor menerapkan standar mutu tinggi dengan kemasan dan desain yang penuh kehangatan. Leapmotor menyebut sebagai filosofi “warm tech”.

Dengan panjang bodi 5,2 meter, lebar nyaris 2,0 meter, tinggi nyaris 1,8 m serta jarak wheelbase 3110 mm, Leapmotor D19 hadir dalan konfigurasi 6 dan 7 penumpang.

Posturnya yang agak bongsor seukuran BYD Sealion 8, Chery Tiggo 8, Hyundai Santa Fe, Kia Sorento, Mazda CX-80, dan Omoda 9. Bahkan mobil ini digarap semewah Lexus LX dan lebih besar dari BMW X7.

Desainnya yang terlihat tak banyak pernik bukan berarti D19 biasa saja. Justru ada sejumlah fitur unik yang tersembunyi pada desainnya. Lampu utama di bagian depan sudah pakai teknologi canggih Digital Light Processing (DLP), tak lagi pakai lampu LED biasa. Proyektor lampu depan satu juta pixel pada D19 dapat memproyeksikan beraneka gambar animasi cahaya termasuk paus yang sedang berenang saat mobil dihidupkan.

Sementara di belakang pakai proyeksi layar interaktif ‘Happy Pixels’. Tak hanya berfungsi sebagai lampu sein, rem dan lampu mundur. Proyektor lampu dapat menampilkan ganbar animasi unik dan juga indikator daya baterai saat melakukan pengecasan.

Kualitas kemewahan baru kami rasakan saat masuk ke kabinnya. Jok berbalut kulit semi-Aniline nan lembut dan empuk dilengkapi pengaturan posisi duduk elekrik. Pada baris kedua bahkan dilengkapi fitur pemijat untuk versi captain seat 6-seater.

Ornamen kayu pada panel interior dan lapisan beludru pada plafon benar-benar mewah dan penuh kehangatan.

Teknologi multimedia intetaktif pun jadi poin plus pada D19 yang mengadopsi Smart Cabin. Layar utama pada panel dashboard ukurannya cukup besar yakni 17.3-inci. Layar instrumen ukurannya cuma 10.25-inci, tapi ada layar proyektor augmented reality 60 inci yang menampilkan informasi berkendara secara interaktif dan navigasi real time.

Itu baru kabin depan. Pada kabin baris kedua terpampang layar sarana hiburan ukuran 21.4-inci plus layar kontrol fitur berukuran 6.0-inci untuk penumpang baris kedua dan ketiga.

Kendali seluruh sistem berkendara pada mobil ini memakai dua chip Qualcomm Snapdragon 8797 dengan total daya komputasi 1.280 TOPS. Ya, 1.280 operasi sistem secara simultan perdetik! Sadis…

Sistem audio pada D19 pun menggunakan 23 speaker high end dengan kualitas suara yang jernih. Jika dua sunroof dan tirai kaca otomatis masih dianggap kurang mewah, pada kabin D19 terdapat kulkas mini 8,1 liter.

Volume ruang bagasi D19 standarnya 337 liter, dan bisa dimekarkan menjadi 2677 liter dengan melipat bangku baris kedua dan ketiga hingga rata. Pada versi EV masih ditambah lagi ruang bagasi sebesar 176 liter di balik kap depan yang juga menjadi tempat soket listrik 220 V. Itu baru dari segi tampilan.

Kenyamanan berkendara ditunjang oleh sistem suspensi alloy dual-wishbone di depan dan five links di belakang yang dipadukan dengan sistem peredam ‘Dual-cavity’ air-suspension. Kondisi jalan sejelek apapun tak jadi rintangan. Ayunan suspensi dijamin tetap empuk mengikuti kontur permukaan jalan secara otomatis.

Teknologi Baterai Mutakhir

Leapmotor D19 ternyata tak hanya ada versi listrik (EV), tapi juga hybrid (EREV). Kedua versi tersebut mengakomodir segmen serta selera konsumen yang berbeda.

D19 versi hybrid Extended-Range Electric Vehicle (EREV) menggunakan mesin 1,5-liter turbocharged yang berfungsi sebagai generator pengisi daya baterai. Jadi tak perlu khawatir harus sering mampir SPKLU untuk mengecas daya baterai.

Motor listrik ganda berpenggerak all-wheel drive (AWD) yang dibekalkan menghasilkan daya gabungan 300 kW (402 hp). Baterai lansiran CATL yang ditawarkan merupakan baterai berdaya terbesar di dunia untuk mobil hybrid EREV. Tersedia versi 63,7 kWh dengan jarak jelajah 400 km dan 80,3 kWh dengan daya jelajah mode EV hingga 500 km (CLTC). Jarak jelajah maksimum dalam mode hybrid mencapai 1.180 km-1.300 km!

Berkat sistem kelistrikan 800 V, pengisian daya dari 30 ke 80 persen menggunakan fast charger DC hanya butuh 15 menit. Wah, sangat cepat!

Untuk versi EV lebih mencengangkan lagi. Rancang bangunnya mengusung platform dengan sistem kelistrikan 1.000 V. Cukup 15 menit pengecasan dengan fast charger DC untuk bisa menempuh jatak hingga 350 km.

Tersedia versi dua motor listrik penggerak AWD beroutput 410 kW dengan opsi baterai 99,6 kWh (620 km) dan 115 kWh (720 km). Sedangkan versi tiga motor listrik penggerak outputnya 540 kW dibekali baterai 115 kWh yang jarak jelajahnya mencapai 680 km. Kelebihan dari versi tiga motor yakni cuma butuh waktu sekira 3 detik untuk sprint 0-100 km/jam! Sangat gesit untuk ukuran SUV berbodi besar.

Soal sistem penunjang keselamatan dan bantu berkendara, Leapmotor D19 dibekali sistem ADAS, 28 sensor termasuk LiDAR di atap. Sistem kemudi otonom Navigate On Autopilot (NOA) yang disematkan pada D19 memandu kemudi secara otomatis saat perjalanan jarak jauh di tol. Bahkan saat kondisi darurat, mobil mampu menghindari rintangan mendadak pada kecepatan laju 80-130 km/jam. Mobil ini juga dilengkapi Autonomous Emergency Braking (AEB) yang bekerja pada kecepatan 4-150 km/jam.

Value For Money

Leapmotor D19 varian EREV dipasarkan di China seharga 219.800 yuan atau sekira Rp 550 jutaan untuk versi 400 km. Versi 500 km harganya 239.800 yuan atau sekitar Rp 602 jutaan.

Untuk versi BEV dua motor dibanderol mulai dari 239.800 yuan (Rp 602 jutaan) untuk versi 620 km serta 249.800 yuan (Rp 627 jutaan) untuk versi 720 km.

Varian teratas yakni BEV tiga motor dengan jarak jelajah 680 km dibanderol 269.800 yuan (sekira Rp 677 jutaan).

Label harganya jelas sangat value for money jika dibandingkan dengan konten teknologi serta fitur wah yang ditawarkan. Apakah D19 juga bakal melenggang masuk ke Tanah Air?

 

Leapmotor All Out di Beijing Auto Show 2026, B10 Jadi Kejutan!

Di kancah industri otomotif dunia, nama Leapmotor memang terbilang baru. Tapi tak ada yang mengira jika brand asal China ini sukses menggapai pasar otomotif global dan menjadi startup kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) No.1 di dunia.

Pabrikan yang didukung raksasa industri otonotif dunia Stellantis ini pun tampil all out dan unjuk gigi di negara asalnya dalam event Beijing Auto Show 2026 yang kini tengah berlangsung di jantung Negeri Tirai Bambu.

Mengusung slogan “A New Answer to the World – Leapmotor’s Further Advancement,” Leapmotor sangat optimis seluruh lini model kendaraan berteknologi elektrifikasi yang dipamerkan mampu menggaet pangsa pasar yang selama ini dikuasai industri otomotif raksasa global. Model mobil apa saja yang ditampilkan oleh Leapmotor di Beijing Auto Show 2026?

Debut Perdana Global Leapmotor Lafa5 (B05) Ultra

Dalam event Beijing Auto Show 2026 yang kondang dengan sebutan Auto China, Leapmotor melakukan debut global model terbaru Lafa5 (B05) Ultra. Varian teratas dari compact hatchback bertenaga listrik (EV) Lafa5 untuk pasar domestik China ini sukses menyita perhatian media dunia dan para pengunjung.

Dari segi tampilan, varian Ultra terlihat lebih sporty dibandingkan versi reguler Lafa5 yang di pasar Eropa beredar dengan label Leapmotor B05. Sematan bodykit mulai dari side skirt, dual-layer front splitter dan rear spoiler meningkatkan gaya aerodinamika sekaligus mendongkrak gaya tampilan jadi makin eyecatching.

Interior pun tampil lebih memikat dengan lapisan bahan suede nan lembut. Jok sport dengan fungsi 8 titik pemijat diimbuhi logo bordir ‘Ultra’ sebagai penanda. Seat belt pun tampil sewarna bodi. Teknologi sistem multimedia telah menggunakan sepasang chip prosesor yakni Qualcomm 8650 dan 8295 serta sistem navigasi yang canggih.

Sektor performa pun mengalami upgrade dengan motor listrik beroutput 180 kW (241 hp). Coupe hatchback EV berpenggerak roda depan (FWD) ini cuma butuh waktu sekira 5 detik untuk sprint 0-100 km/jam.

Untuk baterai LFP yang ditawarkan ada dua versi yakni 56.2 kWh dengan jarak jelajah 515 km dan 67.1 kWh yang jarak jelajahnya bisa mencapai 605 km (WLTP).

Perihal harga jual belum diumumkan. Tapi diperkirakan tak akan selisih jauh dari rival sekelasnya yakni Lynk & Co 10+ dan Xiaomi SU7 Ultra. Para konsumen BYD Seal 06 GT, Lynk & Co Z20, dan Zeekr X juga jadi target yang dibidik Leapmotor Lafa5 (B05) Ultra.

Leapmotor B10 Bakal Beredar di Indonesia

Model lain dalam seri B yang tampil di Beijing Auto Show 2026 adalah Leapmotor B10. Compact SUV EV yang satu ini cukup mengejutkan, karena kabarnya bakal segera hadir di Indonesia dalam waktu dekat.

Tampilannya walau tak terlalu rumit dan mencolok penuh chrome blink-blink, tapi enak dilihat. Posturnya pun terbilang sedang dan cukup proporsional dengan panjang sekira 4,5 meter dan lebar di kisaran 1,8 meter. Jarak sumbu rodanya yang berkisar 2,7 meter pun mengindikasikan ruang kabin yang lapang.

Bagian interior pun tak ubahnya compact SUV EV modern dengan layar utama 14,6 inci sebagai pusat kendali sistem multimedia dan fitur berkendara. Panel instrumennya walau agak kecil yakni 8,8 inci namun cukup informatif dan bisa dibaca dengan jelas.

Kemasan interior tampil elegan dengan opsi material Grey Fabric untuk varian Life, dan lapisan kulit Eco Leather warna Light Grey atau Shadow Grey untuk varian Design.

Keunggulan mobil ini yakni kursi depan bisa direbahkan sepenuhnya, sehingga dapat digunakan untuk rehat sejenak di rest area saat perjalanan jauh. Fitur kekinian seperti Panoramic Sunroof dengan tirai otomatis jadi nilai plus pada B10. Kapasitas bagasi standarnya 430 liter, tapi bisa ditambah hingga 1.700 liter jika kursi belakang dilipat.

Rancang bangunnya yang berbasis platform LEAP 3.5 terbaru dari Leapmotor menggunakan motor listrik penggerak berdaya 160 kW atau setara 218 hp, dengan torsi puncak yang mencapai 240 Nm.

Untuk baterai, tersedia opsi berdaya 56,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 361 km dan versi 67,1 kWh yang daya jelajahnya lebih jauh yakni 434 km (standar WLTP). Pengisian daya cepat menggunakan fast charger DC dari 30% ke 80% hanya butuh waktu sekira 18 hingga 20 menit. Cukup cepat dan fleksibel bagi pengguna di perkotaan yang tak punya banyak waktu untuk menunggu pengecasan.

Selain versi listrik murni (EV), Leapmotor B10 juga tersedia varian Hybrid EV (REEV) yang menggabungkan mesin bensin 1,5 liter dengan baterai 18,8 kWh. Total jarak tempuhya mampu mencapai 900 km. Wah, cukup menggugah.

Faktor keselamatan berkendara pada Leapmotor B10 ditunjang 17 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang meliputi Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Centering Control (LCC), Automatic Emergency Braking System (AEBS) dan lainnya.

Untuk mobilitas harian di area perkotaan yang lalu lintasnya padat dan area parkirnya terbatas, mobil listrik yang satu ini cukup ideal dan user friendly.

Kabar bahwa Leapmotor B10 bakal hadir di Indonesia dikonfirmasi oleh CEO Indomobil National Distributor Tan Kim Piauw saat sesi tanya jawab bersama media di Beijing Auto Show 2026.

“Leapmotor B10 akan kami perkenalkan di GIIAS. Jadi tunggu saja kejutannya,” ungkap Tan Kim Piauw.

Sebagai catatan, Leapmotor B10 ternyata sudah beredar di Malaysia dengan kisaran harga 107.000 Ringgit hingga 118.800 Ringgit atau sekira Rp 460 jutaan hingga Rp 507 jutaan. Untuk pasar Indonesia? Kita tunggu kemunculannya di GIIAS 2026 dalam beberapa bulan mendatang.

 

Sedan Listrik Toyota-GAC bZ7 Laris Manis Dalam Waktu 1 Jam!

Hanya selang beberapa bulan setelah diperkenalkan pada November 2025 lalu di Guangzhou Auto Show, sedan listrik mewah Toyota bZ7 kini resmi dipasarkan di China.

Tampilannya yang memukau dengan bodi sporty ala fastback coupe memang bikin hati kepincut. Dengan panjang 5.130 mm, lebar 1.965 mm dan tinggi 1.500 mm, bZ7 posturnya seukuran Tesla Model S dan BYD Han L. Jarak wheelbase yang di angka 3.020 mm pun terbilang panjang. Mengindikasikan ruang kabinnya cukup lapang ala sedan saloon kelas premium.

Secara garis besar, desain bZ7 memiliki benang merah dengan mobil listrk garapan GAC Toyota yang telah ada seperti bZ3. Terlihat jelas dari desain lampu LED model garis horizontal pada area grille yang dipadukan dengan lampu LED siang hari (DRL) melengkung berbentuk hutuf C.

Lampu utama berbentuk meruncing semakin menguatkan aura semi futuristik. Lampu LED belakang model blok terintegtasi antara lampu rem dan sein menguatkan kesan mobil modern dan kekinian.

Lantas, seperti apa fitur teknologi dan performa yang dimiliki mobil ini?

Kolaborasi Lintas Produsen Teknologi

Dalam menggarap mobil ini, Toyota dan mitra industri lokalnya di China yakni GAC turut menggandeng sejumlah produsen teknologi yang bukan level kaleng-kaleng.

Xiaomi dan Huawei yang punya reputasi sebagai raja teknologi mikroelektronik serta software dunia, juga Momenta adalah nama besar yang turut berkolaborasi mengolah bZ7. Tujuannya ternyata untuk mematahkan dominasi BYD di pasar domestik China.

Software pada sistem fitur berkendara pakai Huawei Harmony OS 5.0 yang dilengkapi konektifitas nirkabel Apple CarPlay. Fitur bantuan suara cerdas pakai MoLA garapan Huawei yang tak hanya bisa diajak berdialog secara interaktif, tapi juga mengidentifikasi 4 zona dan mampu mengeksekusi beberapa perintah secara simultan. Sistem kunci cerdas Huawei StarFlash bikin mobil ini tak kalah dari brand kompetitor.

Xiaomi kebagian jatah mengintegrasikan konten fitur aplikasi Mi Home Apps serta tombol fisik magnetic Bluetooth.

Sistem bantu berkendara terpadu ADAS pakai R6 dari Momenta R6. Pada varian teratas terdapat sensor LiDAR, lima radar gelombang milimeter, 11 kamera HD, dan 10 radar ultrasonik. Sistem ADAS R6 dan sensor radar mobil ini terintegrasi dengan fitur Highway NOA (Navigate on Autopilot), serta navigasi pemandu berkendara dalam kota. Benar-benar sarat fitur bertenologi canggih dan mutakhir.

Performa Yang Bikin Takjub

Sistem penggerak memanfaatkan motor listrik Drive ONE multi-in-one dari Huawei.  Daya yang dihasilkan mencapai 207 kW (278 hp). Tersedia opsi motor elektrik tunggal dan dual-motor berpenggerak all-wheel drive.  Motor listrik jenis baru ini dikatakan efisiensi dayanya mencapai 97.5%.

Energi listrik bersumber dari baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang tersedia dalam dua pilihan besaran daya, 71.35 kWh dan 88.13 kWh. Jarak jelajah maksimumnya pun lumayan, berkisar antara 600 km hingga 710 km berdasarkan standar uji CLTC.

Jarak jelajah yang cukup untuk menunjang mobilitas harian di area perkotaan atau sekadar melakukan perjalanan antar kota jarak menengah.

Untuk pengisian daya, mobil listrik ini sudah dilengkapi sistem fast charging terbaru yang ada di China yakni jenis 3C. Cukup 10 menit pengecasan cepat, energi baterai akan cukup untuk menempuh jarak sekira 300 km. Performa pengecasannya bikin takjub!

Mobil listrik ini pun dilengkapi fitur dischage untuk mengalirkan daya listrik ke perangkat listrik eksternal dengan output 6.6 kW.

Laku 3.100 Unit Dalam 1 Jam!

Dengan harga subsidi mulai dari 147.800 yuan (Rp 363 juta), hingga 199.800 yuan (Rp 491 jutaan), jelas bikin tergiur. Sudah bisa ditebak, jumlah pesanan pun tembus 3.100 unit hanya dalam waktu satu jam! Saat ini jumlah pemesanan masih terus bertambah.

Mobil listrik yang cukup menarik bukan? Hanya saja untuk saat ini belum ada kabar resmi jika bZ7 bakal dipasarkan di luar China. Berharap saja mobil ini juga bakal melenggang ke pasar global seperti Toyota bZ3 dan bZ3X.

Leapmotor Buka Pusat Desain di Munich, Siap Ekspansi Global!

Tak puas hanya mengandalkan pusat riset yang ada di kota Hangzhou dan Shanghai, China, Leapmotor pun mulai menancapkan kakinya di kota Munich, Jerman. Sebuah gedung menjulang bernama Leapmotor Europe Innovation Centre GmbH diresmikan pada 23 Maret 2026 di Georg-Muche-Straße 4, distrik Schwabing-Freimann di sisi utara kota Munich.

Sebelumnya, sejumlah pabrikan asal China yakni Nio, Xpeng, Xiaomi, dan Li Auto telah mendirikan pusat desain dan R&D di kota yang sama. Kini, kehadiran Leapmotor kian memperkuat pamor kota Munich sebagai pusat riset industri otomotif di Jerman.

Produsen kendaraan listrik asal China termasuk Leapmotor nampaknya semakin serius dalam menggarap pasar global. Jerman jadi jalan masuk utama untuk bisa menguasai pasar Eropa.

Pusat Perancangan Inovasi Kreatif

Sebagai tahap awal, Leapmotor hanya akan memberdayakan lebih kurang sekira 100 tenaga ahli. Pusat inovasi ini dirancang sebagai “otak kreatif” Leapmotor di Eropa.

Selain melakukan studi riset pengembangan filosofi desain khas Leapmotor, juga inovasi fitur teknologi. Dalam hal desain, beragam elemen akan dirangkum dalam pendekatan “technological natural aesthetics” yang nantinya bakal menjadi identitas dari produk dan brand Leapmotor kedepannya.

Salah satu tenaga ahli yang dipercaya oleh Leapmotor adalah Adil Benwadih. Direktur yang mengepalai Leapmotor European Advanced Design Centre di Munich ini bukan orang baru di bidang rancang bangun mobil listrik dan industri otomotif.

Spesialis desain eksterior mobil ini telah kenyang dan sarat pengalaman di berbagai brand, termasuk Audi, Aston Martin, Lotus, DS dan Citroen. Sebelum berlabuh di Leapmotor, ia menjabat sebagai direktur desain eksterior ONVO, sub-brand dari NIO.

Lantas, kemana arah visi desain produk dari Leapmotor untuk pasar global dan Eropa? Jawabannya ada pada model SUV teranyar, Leapmotor B03X. Model yang mengusung konsep “technological natural aesthetics 2.0” ini dipresentasikan langsung oleh Head of Global Design Center Leapmotor, Yu Shuyue, dalam acara peresmian di Munich. Mobil Leapmotor A10 yang belum lama ini launching di Eropa adalah salah satu contoh pendekatan filosofi desain “technological natural aesthetics 2.0”.

Canggih secara teknologi saja tidaklah cukup, kemasan desain harus bisa terus beradaptasi dengan trend untuk menarik minat beli konsumen.

Keberadaan pusat inovasi di Eropa ini akan memungkinkan Leapmotor untuk lebih dekat dengan trend dan kebutuhan konsumen pasar global. Dengan kolaborasi talenta di bidang desain dan engineering kelas dunia diharapkan mampu mempercepat upaya pengembangan produk yang memiliki daya saing tinggi.

Kemitraan yang terjalin antara Leapmotor dengan Stellantis terbukti membawa hasil yang signifikan. Dari 596.555 unit kendaraan Leapmotor yang terjual tahun lalu, sebanyak 67.052 unit diserap oleh ekspor pasar global, terutama kawasan Eropa.

Leapmotor Bakal Masuk Pasar Indonesia

Sebagai bagian dari visi dan strategi besar Leapmotor di pasar global, kawasan adia Tenggara jadi target potensial yang dibidik.

Dengan pangsa pasar mobil listrik yang cukup menjanjikan, Indonesia jadi salah satu pasar yang dipilih. Leapmotor menjalin kerja sama dengan PT Indomobil National Distributor sebagai jalan masuk ke pasar otomotif Tanah Air.

Rencananya tahun ini Indomobil akan mulai mendistribusikan lini kendaraan listrik dan energi terbarukan dari merek Leapmotor di Indonesia. Unit model yang akan dipasarkan dirakit secara lokal (CKD) di Cikampek, Jawa Barat. Nantinya, produk kendaraan dari Leapmotor akan tersedia melalui jaringan retail khusus yakni Stellantis Brand House, bersama dengan merek Jeep dan Citroen yang telah diperkenalkan sebelumnya.

Apakah produk dari brand Leapmotor bakal tampil di ajang GIIAS 2026 mendatang? Kita tunggu saja. Mungkin malah bisa jauh lebih cepat…

 

 

Leapmotor Siap Boyong Teknologi Cell-to-Chassis ke Indonesia

Produsen kendaraan listrik global Leapmotor telah menandatangani  perjanjian kerjasama dengan PT Indomobil National Distributor (IND).

Meskipun belum diumumkan kapan peluncuran resminya, namun Leapmotor akan segera hadir di Indonesia tahun ini. Lantas, apa yang jadi pembeda Leapmotor dari brand lainnya?

Teknologi Cell-to-Chassis

Yang menjadi daya tarik pada produk buatan Leapmotor adalah inovasi arsitektur baterai Cell-to-Chassis (C2C). Blok baterai yang ada di bawah dek kabin berfungsi sebagai sasis yang menyatu dengan struktur kendaraan.

Teknologi tersebut membedakan Leapmotor dari produsen lainnya yang menggunakan struktur cell-to-module-to-pack, alias baterai ditumpangkan pada struktur sasis.

Teknologi C2C menjadikan baterai tak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga menjadi bagian dari struktur kendaraan itu sendiri. Hasilnya, pemanfaatan ruang baterai lebih efisien dan optimal, bahkan mencapai sekitar 91%.

Selain itu, teknologi C2C juga memberikan keuntungan pada aspek struktur kendaraan. Baterai yang menjadi bagian langsung dari rangka kendaraan turut meningkatkan kekakuan torsional bodi kendaraan atau torsional rigidity. Dampaknya, stabilitas berkendara dan aspek keselamatan kendaraan listrik kian meningkat. Aspek proses produksi dan penggunaan komponen pun jauh lebih efisien.

Teknologi yang digunakan saat ini adalah generasi terbaru C2C 2.0. Tingkat integrasi sistem kendaraan jauh lebih tinggi serta didukung oleh sistem manajemen baterai cerdas untuk memantau performa dan keamanan baterai secara real-time.

Pengembangan teknologi yang dilakukan oleh Leapmotor telah memikat Stellantis untuk menjalin kerjasama global. Kolaborasi yang dilakukan bersama salah satu grup otomotif terbesar di dunia ini akan semakin memperluas sumber daya pengembangan serta transfer teknologi, dan tentunya termasuk pula distribusi kendaraan listrik Leapmotor di berbagai negara.

Bakal Boyong Mobil Apa?

Untuk saat ini belum diungkap model mobil apa yang akan diboyong Leapmotor ke Tanah Air. Namun di situs Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta sudah ada dua model Leapmotor yang terdaftar, yakni B10 dan C10. Bahkan keduanya sudah ada harga NJKB atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebagai patokan harga dasar sebelum pajak.

Yang pertama adalah Leapmotor B10, terdiri dari versi BEV (Battery Electric Vehicle), dengan NJKB Rp 390.000.000, dan versi REEV (Range Extender Electric Vehicle), dengan NJKB Rp sebesar 234.000.000.

Kemudian yang kedua yakni Leapmotor C10 BEV dengan NJKB Rp 450.000.000.

Sebagai catatan, model kendaraan listrik Leapmotor lainnya yang menggunakan C2C 2.0 yakni sedan listrik Leapmotor C01 dan SUV listrik Leapmotor C11.

Hanya saja, selain model mobil yang telah terdaftar masih belum dapat dipastikan model mana saja yang juga akan diboyong oleh Leapmotor ke Tanah Air.

Inovasi teknologi Cell-to-Chassis menjadi salah satu bagian evolusi desain kendaraan listrik. Pastinya bikin penasaran, seperti apa keunggulan lain yang dimiliki oleh produk dari Leapmotor. Jadi, kita tunggu saja kabar kejutan dari Leapmotor…

BYD bersiap meluncurkan Seal 08 dan Great Tang

Pabrikan otomotif BYD bakal memamerkan ragam inovasi teknologi termutakhir mereka di kota Shenzhen, China pada 5 Maret 2026. Pada event akbar ini dikabarkan ada model mobil terbaru yang dilincurkan. Berdasarkan bocoran yang telah beredar, model terbaru yang akan disingkap selubungnya adalah sedan SEAL 08 dan SUV mewah Great Tang.

Keduanya dikabarkan telah menggunakan platform rancang bangun voltase tinggi dan dibekali baterai Blade generasi terbaru yang selaras dengan sistem pengecasan daya ultra cepat Megawatt flash-charging BYD. Seperti apa sosok kedua mobil unggulan terbaru BYD ini?

BYD SEAL 08

Lesunya minat beli pasar dalam negeri RRC menyebabkan turunnya angka penjualan BYD dalam enam bulan terakhir. Meskipun demikian, pabrikan berslogan “Beyond Your Dream” ini justru berharap minat konsumen akan kembali bergairah dengan hadirnya model mobil terbaru yang dibekali inovasi teknologi mutakhir.

Pada penghujung Desember 2025 lalu BYD sebenarnya telah memberi bocoran tentang lini model terbaru Ocean 8 Series, yakni sedan SEAL 08 dan SUV SEALION 08.

Kepada para pelanggan setia BYD dalam acara Ocean Day diumumkan jika keduanya akan resmi diluncurkan paling cepat pada kwartal pertama tahun 2026. Bahkan pada awal Februari 2026 lalu BYD ‘membocorkan’ foto SEAL 08 yang berselimut kamuflase tengah melakukan sesi uji ketahanan cuaca menerabas badai salju di trek hamparan es.

Pada Selasa (3/3) waktu setempat, situs lokal Carnewschina mengunggah gambar promosi dan cuplikan resmi yang dirilis BYD perusahaan menjelang acara peluncuran.

Dari foto yang diunggah, tampilan SEAL 08 telah mengadopsi bahasa desain terbaru Ocean Aesthetic 2.0 dari BYD. Terlihat dari profil bagian depan yang rendah, lampu LED ramping, dan lampu DRL yang melengkung.

Pada bagian atap pun terlihat unit LiDAR yang terpasang. Terindikasi mobil listrik ini akan dibekali sistem bantuan mengemudi canggih God’s Eye 5.0 (DiPilot 300).

Sedan SEAL 08 pun nampaknya akan tetap pakai spion konvensional dan handle pintu semi-tersembunyi. Beda dari mobil konsep Ocean-S yang menggunakan spion kamera.

Sedan SEAL 08 dibangun di atas arsitektur voltase tinggi 800V yang selaras dengan teknologi pengecasan daya ultra cepat Megawatt Flash Charging. Jadi nantinya SEAL 08 bisa memanfaatkan jaringan SPKLU beroutput 1.500 kW yang saat ini sedang dibangun di China.

BYD pun membekali SEAL 08 dengan baterai Blade generasi kedua (Blade 2.0). Baterai ini dikatakan pula cukup dicas selama 5 menit menggunakan Megawatt Flash Charging, daya baterai pun cukup untuk menempuh jarak hingga 400 kilometer!

Meskipun  tak disebutkan besaran daya baterainya, varian tertinggi diklaim mampu menawarkan daya jelajah lebih dari 1.000 kilometer menurut siklus pengujian CLTC.

Dari sisi spesifikasi teknis, hanya dikatakan jika SEAL 08 dilengkapi teknologi kemudi rear-wheel steering (kemudi roda belakang) untuk meningkatkan kemampuan manuver. Hal tersebut terkait panjang bodinya yang lebih dari 5 meter (5.040 mm).

Guna meningkatkan kualitas kenyamanan dan handling berkendara di berbagai kondisi jalan, SEAL 08 dilengkapi sistem kendali suspensi canggih DiSus-C.

BYD Great Tang

Model kedua yakni SUV BYD Great Tang juga dikabarkan bakal diluncurkan oleh pada saat yang bersamaan.

Hal tersebut diketahui melalui penampakan resmi Great Tang yang dibagikan oleh Lu Tian, General Manager Divisi Penjualan Jaringan BYD Dynasty, via media sosial. Dari gambar yang dirilis, SUV dari segmen D ini tampil dengan desain mewah dan modern serta postur besar yang kian menegaskan posisinya sebagai model SUV kelas utama.

Berdasarkan data resmi dari Ministry of Industry and Information Technology (MIIT), BYD Great Tang punya dimensi panjang antara 5.263 mm hingga 5.302 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.790-1.800 mm.

Sementara ukuran wheelbase atau jarak sumbu rodanya mencapai 3.130 mm, yang tentunya menjanjikan ruang kabin extra lapang untuk konfigurasi tujuh penumpang.

Sesuai namanya yang “Great” alias bongsor, postur bodi BYD Great Tang lebih besar dari  Hyundai Palisade (panjang 5.060 mm, wheelbase 2.970mm ). Nyaris seukuran dan cuma selisih tipis dari Mercedes-Benz GLS (panjang 5.215 mm, wheelbase 3135 mm).

Tinggi kendaraan bergantung pada pilihan jenis suspensi, yakni 1.790 mm untuk versi dengan suspensi udara dan 1.800 mm untuk varian bersuspensi konvensional. Seperti halnya SEAL 08, SUV Berpostur bongsor ini juga dilengkapi teknologi kemudi rear-wheel steering (kemudi roda belakang).

Tak hanya besar, mobil ini juga tergolong berat dengan bobot kosong di kisaran 2.640 kg sampai 2.970 kg, sedangkan bobot kotor mencapai 3.245 kg hingga 3.575 kg. Jelas ini kelas SUV luxury berbodi besar.

Maka tak heran jika kaki-kaki penopang BYD Great Tang menggunakan pilihan ukuran ban 265/45 R21, 255/50 R20, atau 275/45 R20 yang tergolong gambot.

Yang menarik, BYD Great Tang versi listrik murni (BEV) menggunakan platform BYD Super e Platform yang mengusung arsitektur tegangan tinggi 1.000 volt. Beda dari SEAL 08 yang masih 800 volt.

Dengan kemampuan menerima arus listrik hingga 1.000 ampere, BYD Great Tang memungkinkan pengecasan dengan SPKLU beroutput mencapai 1.000 kW. Hal tersebut mengindikasikan BYD Great Tang dapat melakukan pengisian daya baterai dalam waktu yang sangat cepat dengan jaringan SPKLU Megawatt Flash Charging terbaru BYD.

Meskipun spek teknisnya belum diumbar secara detail, kecepatan maksimum diklaim mampu mencapai 250 km/jam. Output daya motor listrik yang dibekalkan tentunya cukup besar dengan torsi yang melimpah.

Makin jelas target pasar yang dibidik BYD Great Tang adalah segmen konsumen kelas menengah atas penyuka SUV mewah.

BYD nampaknya fokus memproyeksikan Great Tang untuk melibas high-end large SUV pasar domestik China seperti Zeekr 9X, XPeng GX, Nio ES8, dan Li Auto L9.