Indomobil Expo Jakarta Raih 1.145 SPK, Bukti EV Makin Diminati

Transformasi kendaraan listrik di Indonesia tampaknya semakin menunjukkan arah yang positif. Hal tersebut tercermin dari pencapaian gemilang yang dibukukan oleh Indomobil Group melalui gelaran Indomobil Expo Jakarta yang sukses mencatat transaksi hingga ratusan miliar rupiah selama penyelenggaraan acara berlangsung.

Pameran otomotif yang mengusung konsep “EVperience” tersebut bukan sekadar ajang promosi kendaraan, melainkan menjadi wadah edukasi sekaligus pengalaman langsung bagi masyarakat untuk mengenal teknologi kendaraan listrik yang kini semakin relevan dengan kebutuhan mobilitas modern.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari total Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang berhasil mencapai 1.145 unit. Menariknya, kontribusi terbesar justru datang dari lini kendaraan listrik berbagai merek di bawah naungan Indomobil Group.

Beberapa brand EV yang menjadi magnet utama pengunjung di antaranya adalah GAC Indonesia, Changan, Citroën Indonesia, hingga Indomobil eMotor. Dominasi kendaraan listrik dalam total SPK tersebut menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat Indonesia mulai semakin percaya terhadap ekosistem EV nasional.

Tak hanya dari sisi penjualan, tingginya minat pengunjung juga terlihat dari aktivitas test drive yang mencapai 1.075 sesi selama pameran berlangsung. Sejumlah model seperti AION V, AION UT, HYPTEC HT, hingga Changan Deepal S07 menjadi kendaraan yang paling banyak dicoba langsung oleh pengunjung.

Salah satu sorotan utama dalam pameran ini juga datang dari Volkswagen Indonesia yang resmi menghadirkan Volkswagen ID. Buzz Eclipse Edition. Kehadiran model listrik premium bergaya retro-modern tersebut sukses menarik perhatian pecinta otomotif Tanah Air.

Secara keseluruhan, Indomobil Expo Jakarta berhasil mendatangkan 40.656 pengunjung selama acara berlangsung. Jumlah tersebut menjadi gambaran besarnya rasa penasaran sekaligus minat masyarakat terhadap perkembangan kendaraan listrik dan teknologi mobilitas masa depan.

Tak hanya menghadirkan display kendaraan, Indomobil Expo juga dikemas sebagai ruang interaksi melalui berbagai sesi talkshow bersama komunitas otomotif, konsumen EV, hingga praktisi industri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Indomobil Group untuk menghadirkan edukasi kendaraan listrik yang lebih mudah dipahami masyarakat luas.

CEO Indomobil Dealers Group, Santiko Wardoyo mengatakan bahwa pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia.

Melalui pendekatan “EVperience”, Indomobil Group terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional, termasuk menghadirkan solusi mobilitas roda dua listrik melalui Indomobil eMotor. Dengan semakin luasnya pilihan produk dan edukasi yang masif, masa depan kendaraan listrik di Indonesia kini terlihat semakin menjanjikan.

EV Melejit! Penjualan Mobil Listrik RI Geser Dominasi Mobil BBM

Kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai mesin pertumbuhan baru industri otomotif nasional. Lonjakan penjualan yang terjadi sejak tahun lalu diprediksi terus berlanjut hingga 2026. Perubahan preferensi konsumen semakin mengarah pada kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan.

Momentum ini kian menguat seiring kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, serta semakin tipisnya selisih harga antara mobil listrik dan kendaraan bermesin ICE (internal combustion engine). Di sisi lain, peningkatan teknologi baterai yang mampu menjelajah hingga 600 km turut mengurangi kekhawatiran pengguna terhadap range anxiety.

Pangsa Pasar EV Melonjak, ICE Tergerus

Transformasi pasar otomotif nasional terlihat jelas dari pergeseran kontribusi penjualan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, porsi kendaraan ICE turun signifikan dari 99,6% pada 2021 menjadi 78,2% di 2025.

Sebaliknya, segmen battery electric vehicle (BEV) melonjak dari hanya 0,1% menjadi 12,9% di periode yang sama. Tren ini berlanjut hingga Maret 2026, di mana porsi BEV meningkat menjadi 15,6%, sementara ICE turun menjadi 75%.

Dari sisi volume, penjualan BEV tumbuh 96% menjadi 33.146 unit, jauh melampaui pertumbuhan industri otomotif secara keseluruhan yang hanya 1,7%. Sebaliknya, penjualan mobil ICE mengalami penurunan dari 174.776 unit menjadi 156.684 unit.

Hingga akhir 2026, pangsa pasar BEV diproyeksikan menembus kisaran 19–20%, menegaskan peran strategisnya sebagai pendorong utama pertumbuhan industri.

Lonjakan adopsi EV tidak lepas dari berbagai faktor kunci, mulai dari kenaikan harga energi global hingga semakin banyaknya pilihan model di pasar. Saat ini, jumlah model BEV di Indonesia telah mencapai 74 unit, meningkat drastis dibandingkan hanya 11 model pada 2021.

Selain itu, harga EV yang semakin kompetitif dengan kisaran Rp300 jutaan, membuatnya semakin terjangkau bagi konsumen. Total biaya kepemilikan (total cost of ownership/TCO) yang lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar fosil juga menjadi daya tarik utama.

Kebijakan Pajak Baru

Di tengah tren positif ini, pemerintah menerapkan kebijakan baru melalui Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 yang mengatur bahwa kendaraan listrik tidak lagi otomatis bebas dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sejak 1 April 2026.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap memiliki kewenangan untuk memberikan insentif berupa pembebasan atau pengurangan pajak. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah penyesuaian, bukan hambatan, selama diterapkan secara proporsional.

Sejumlah pihak bahkan mendorong penerapan tarif pajak progresif, di mana EV dengan harga tinggi dikenakan pajak lebih besar, sementara model yang lebih terjangkau tetap mendapatkan keringanan guna menjaga daya beli masyarakat.

PHEV sebagai Jembatan Transisi

Selain BEV, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dinilai memiliki potensi besar sebagai solusi transisi menuju elektrifikasi penuh. Dengan kemampuan berkendara menggunakan listrik untuk kebutuhan harian serta mesin konvensional untuk perjalanan jarak jauh, PHEV dianggap cocok untuk kondisi Indonesia yang masih menghadapi ketimpangan infrastruktur pengisian daya.

Saat ini, penjualan PHEV juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, dari hanya 42 unit pada Maret 2025 menjadi 1.521 unit pada Maret 2026. Oleh karena itu, banyak pihak mendorong agar PHEV mendapatkan tambahan insentif guna mempercepat adopsinya.

Dari sisi industri, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB). Hingga kini, tercatat ada 14 perusahaan perakitan mobil listrik dengan kapasitas 409.860 unit/tahun. Kemudian untuk motor Listrik ada 68 produsen dengan kapasitas 2,51 juta unit/tahun. Disusul pasar komersial dengan 9 produsen bus listrik berkapasitas 4.100 unit/tahun. Maka, total investasi di sektor ini telah mencapai Rp25,67 triliun.

Populasi kendaraan listrik nasional pun telah menyentuh 358.205 unit per Maret 2026, dengan pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) di atas 140% dalam lima tahun terakhir.

Pemerintah juga menargetkan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dari minimal 40% hingga 2026, menjadi 80% pada 2030. Langkah ini bertujuan memastikan bahwa investasi EV memberikan nilai tambah maksimal bagi industri domestik.

Sementara itu, pemain global seperti BYD semakin agresif menggarap pasar Indonesia dengan menghadirkan berbagai model dan memperluas jaringan dealer. Hal ini turut mendorong kompetisi yang sehat sekaligus mempercepat adopsi EV di Tanah Air.

Menuju Pusat Produksi EV Global

Dengan dukungan kebijakan yang semakin matang, pertumbuhan permintaan domestik, serta masuknya investasi global, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat produksi kendaraan listrik di kawasan, sekaligus basis ekspor global.

Di tengah dinamika harga energi dunia dan tuntutan pengurangan emisi karbon, EV bukan lagi sekadar tren, melainkan fondasi baru bagi masa depan industri otomotif nasional.

Leapmotor Buka Pusat Desain di Munich, Siap Ekspansi Global!

Tak puas hanya mengandalkan pusat riset yang ada di kota Hangzhou dan Shanghai, China, Leapmotor pun mulai menancapkan kakinya di kota Munich, Jerman. Sebuah gedung menjulang bernama Leapmotor Europe Innovation Centre GmbH diresmikan pada 23 Maret 2026 di Georg-Muche-Straße 4, distrik Schwabing-Freimann di sisi utara kota Munich.

Sebelumnya, sejumlah pabrikan asal China yakni Nio, Xpeng, Xiaomi, dan Li Auto telah mendirikan pusat desain dan R&D di kota yang sama. Kini, kehadiran Leapmotor kian memperkuat pamor kota Munich sebagai pusat riset industri otomotif di Jerman.

Produsen kendaraan listrik asal China termasuk Leapmotor nampaknya semakin serius dalam menggarap pasar global. Jerman jadi jalan masuk utama untuk bisa menguasai pasar Eropa.

Pusat Perancangan Inovasi Kreatif

Sebagai tahap awal, Leapmotor hanya akan memberdayakan lebih kurang sekira 100 tenaga ahli. Pusat inovasi ini dirancang sebagai “otak kreatif” Leapmotor di Eropa.

Selain melakukan studi riset pengembangan filosofi desain khas Leapmotor, juga inovasi fitur teknologi. Dalam hal desain, beragam elemen akan dirangkum dalam pendekatan “technological natural aesthetics” yang nantinya bakal menjadi identitas dari produk dan brand Leapmotor kedepannya.

Salah satu tenaga ahli yang dipercaya oleh Leapmotor adalah Adil Benwadih. Direktur yang mengepalai Leapmotor European Advanced Design Centre di Munich ini bukan orang baru di bidang rancang bangun mobil listrik dan industri otomotif.

Spesialis desain eksterior mobil ini telah kenyang dan sarat pengalaman di berbagai brand, termasuk Audi, Aston Martin, Lotus, DS dan Citroen. Sebelum berlabuh di Leapmotor, ia menjabat sebagai direktur desain eksterior ONVO, sub-brand dari NIO.

Lantas, kemana arah visi desain produk dari Leapmotor untuk pasar global dan Eropa? Jawabannya ada pada model SUV teranyar, Leapmotor B03X. Model yang mengusung konsep “technological natural aesthetics 2.0” ini dipresentasikan langsung oleh Head of Global Design Center Leapmotor, Yu Shuyue, dalam acara peresmian di Munich. Mobil Leapmotor A10 yang belum lama ini launching di Eropa adalah salah satu contoh pendekatan filosofi desain “technological natural aesthetics 2.0”.

Canggih secara teknologi saja tidaklah cukup, kemasan desain harus bisa terus beradaptasi dengan trend untuk menarik minat beli konsumen.

Keberadaan pusat inovasi di Eropa ini akan memungkinkan Leapmotor untuk lebih dekat dengan trend dan kebutuhan konsumen pasar global. Dengan kolaborasi talenta di bidang desain dan engineering kelas dunia diharapkan mampu mempercepat upaya pengembangan produk yang memiliki daya saing tinggi.

Kemitraan yang terjalin antara Leapmotor dengan Stellantis terbukti membawa hasil yang signifikan. Dari 596.555 unit kendaraan Leapmotor yang terjual tahun lalu, sebanyak 67.052 unit diserap oleh ekspor pasar global, terutama kawasan Eropa.

Leapmotor Bakal Masuk Pasar Indonesia

Sebagai bagian dari visi dan strategi besar Leapmotor di pasar global, kawasan adia Tenggara jadi target potensial yang dibidik.

Dengan pangsa pasar mobil listrik yang cukup menjanjikan, Indonesia jadi salah satu pasar yang dipilih. Leapmotor menjalin kerja sama dengan PT Indomobil National Distributor sebagai jalan masuk ke pasar otomotif Tanah Air.

Rencananya tahun ini Indomobil akan mulai mendistribusikan lini kendaraan listrik dan energi terbarukan dari merek Leapmotor di Indonesia. Unit model yang akan dipasarkan dirakit secara lokal (CKD) di Cikampek, Jawa Barat. Nantinya, produk kendaraan dari Leapmotor akan tersedia melalui jaringan retail khusus yakni Stellantis Brand House, bersama dengan merek Jeep dan Citroen yang telah diperkenalkan sebelumnya.

Apakah produk dari brand Leapmotor bakal tampil di ajang GIIAS 2026 mendatang? Kita tunggu saja. Mungkin malah bisa jauh lebih cepat…

 

 

Sistem ADAS G-ASD Geely Lolos Standar Uni Eropa, Siap Dipakai!

Pada awal Januari 2026 lalu Geely baru saja memperkenalkan generasi terbaru teknologi ADAS (Advance Driver’s Assistance System) mereka dalam pameran teknologi Consumer Electronic Show (CES) 2026 di Las Vegas, AS. Sistem berbasis AI yang diberi nama “Geely-Afari Smart Driving” atau G-ASD ini dikatakan telah mendukung sistem otonom Level 3. Teknologi G-ASD bahkan telah digunakan pada model kendaraan Lynk & Co–salah satu sub-brand di bawah naungan Geely. Persaingan teknologi sistem bantuan berkendara terpadu ADAS global bakal kian sengit pastinya.

Tak butuh waktu lama, sistem ADAS G-ASD baru saja mendapatkan sertifikasi UN R171 dari badan uji Uni Eropa. Dengan sertifikasi tersebut, maka sistem G-ASD legal untuk digunakan di seluruh jalan raya kawasan Uni Eropa. Sejumlah model kendaraan dari brand di bawah naungan Geely Auto Group akan dilengkapi sistem G-ASD dan segera dipasarkan di Eropa paling cepat Juni 2026 mendatang. Gercep juga…

Apa Itu G-ASD?

Sistem ADAS G-ASD dikembangkan oleh Afari (Qianli) Technology, perusahaan sektor teknologi dari anak usaha Geely yakni Lifan Group yang berpusat di Chongqing, China.

Teknologi G-ASD ini dikembangkan dari sistem software G-Pilot yang dibuat oleh Afari untuk Geely. Pengaplikasian teknologi berbasis artificial intelligence (AI) pada sistem kendali fitur kendaraan menjadikan sistem G-ASD lebih canggih dari G-Pilot. Ini adalah bagian dari strategi teknologi “AI + Auto” yang disiapkan untuk kendaraan Geely di masa depan.

Inti utama dari G-ASD adalah World Action Model, atau WAM, kemampuan sistem kendaraan untuk bisa merespon kondisi di sekeliling secara lebih intuitif dan presisi. Dengan demikian, kinerja sistem bantuan berkendara akan menjadi lebih alami dan sempurna

Sistem G-ASD dibangun menggunakan basis platform AI 2.0 hasil rancangan mandiri Geely. Dengan arsitektur modular ini, kinerja sistem akan lebih konsisten dan stabil dalam mendeteksi perubahan kecepatan, jarak dan pergerakan obyek, serta perilaku dan gaya berkendara sehari-hari. Sistem juga secara berkala mengupdate dan meningkatkan koordinasi seluruh sistem yang ada pada kendaraan.

WAM menginput data dari beragam sumber, termasuk data autonomous driving, interaksi pengemudi, input sensor kendaraan, serta beragam data dari sumber eksternal.

Hasil pengolahan data yang dinput menjadi acuan kendali kinerja pada mesin, sasis, sistem sensor elektronik, serta fungsi fitur berkendara. Untuk versi berbasis Cloud, parameter dan kalkulasi yang diinput bisa lebih dari 100 miliar data. Wuih… canggih!

G-ASD Siap Melenggang Di Eropa

Sertifikasi UN R171 yang diperoleh Geely tak ubahnya ‘SIM’ yang membuat sistem G-ASD legal dan bebas digunakan pada seluruh kendaraan Geely yang beredar di negara anggota United Nations Economic Commission for Europe. Tak perlu repot lagi harus mengajukan izin di masing-masing negara.

Untuk pasar Eropa, mobil buatan Lotus akan jadi yang pertama dibekali sistem G-ASD. Walau brand asal Inggris, tapi mayoritas sahamnya dimiliki Geely Auto Group, anak usaha di bawah Geely Holding Group.

Persyaratan sertifikasi tersebut memang tidak mudah. Di Eropa, sistem otonom dapat digunakan di jalan tol, namun hanya sebatas bantuan navigasi. Untuk penggunaan di jalan raya perkotaan, syarat dan pengujiannya amat sangat ketat.

BMW bahkan baru memperolehnya pada 2025. Sebagai catatan, Mercedes-Benz jadi yang pertamakali mendapatkan sertifikasi sistem otonom L3 di dunia.

Teknologi yang dikembangkan Afari menarik minat Mercedes-Benz untuk menyuntik dana investasi senilai 1,34 miliar Yuan atau sekira Rp 3,3 trilyun! Pabrikan Jerman ini pun kini punya andil saham sebesar 3% di Afari. Cara cerdas untuk bisa memanfaatkan teknologi G-ASD dan sistem turunannya.

GAC Bidik Dominasi EV Thailand Lewat Thailand Action 2.0

Ajang Bangkok International Motor Show 2026 (BIMS) ke-47 menjadi panggung penting bagi para pabrikan otomotif global untuk menampilkan inovasi terbaru, khususnya di segmen kendaraan elektrifikasi. Dalam momentum ini, GAC International menunjukkan keseriusannya memperluas penetrasi pasar di Asia Tenggara melalui strategi “Thailand Action 2.0”.

Program ini diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran layanan purna jual GAC CARE, yang untuk pertama kalinya diterapkan di luar China. Thailand dipilih sebagai titik awal implementasi, menandakan peran strategis negara tersebut sebagai hub ekspansi GAC di kawasan.

Bangun Fondasi Industri di Thailand

Langkah GAC di Thailand bukan sekadar memperluas penjualan, melainkan membangun ekosistem industri secara menyeluruh. Melalui sub-brand AION, GAC telah memulai penetrasi pasar kendaraan listrik sejak beberapa tahun terakhir.

Sebagai bagian dari strategi “Thailand Action 1.0”, GAC membangun fasilitas produksi modern pada Juli 2024 dengan nilai investasi mencapai sekitar US$64,8 juta. Pabrik ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 50.000 unit per tahun, tidak hanya untuk memenuhi pasar domestik, tetapi juga sebagai basis ekspor ke Asia Tenggara dan Oceania.

Tak berhenti di situ, GAC juga meresmikan GACB Sathorn Experience Center dan GAC Thailand Battery Service Center di Bangkok pada 2025. Kehadiran fasilitas ini memperkuat pendekatan bisnis “Sales + Energy Services” yang mengintegrasikan penjualan kendaraan dengan layanan energi dan purna jual.

Penjualan EV Melonjak Tajam

Strategi bertahap yang dijalankan GAC mulai menunjukkan hasil positif. Sepanjang 2025, penjualan kendaraan listrik GAC di Thailand mencapai 15.301 unit, melonjak hingga 305 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini menjadi indikator kuat bahwa pasar Thailand memiliki potensi besar bagi pengembangan kendaraan listrik. Lebih dari itu, GAC tidak hanya menjual produk, tetapi juga mulai membangun basis industri lokal yang berkelanjutan.

Melalui pendekatan “One GAC 2.0”, perusahaan mengadopsi strategi yang menekankan pada pemanfaatan sumber daya lokal. Produk yang dipasarkan di Thailand kini telah mengandung komponen lokal lebih dari 40 persen, termasuk penyesuaian desain dan fitur sesuai kebutuhan konsumen setempat.

Hadirkan Produk Khusus untuk Pasar Thailand

Salah satu wujud nyata strategi tersebut adalah peluncuran AION V 500KM, model kendaraan listrik yang dirancang khusus untuk pasar Thailand dan debut di BIMS 2026.

Langkah ini menunjukkan bahwa GAC tidak sekadar mengekspor produk global, tetapi juga melakukan riset dan pengembangan berbasis pasar lokal. Pendekatan ini dinilai efektif untuk meningkatkan daya saing di tengah ketatnya persaingan industri otomotif kawasan.

Dengan kombinasi fasilitas produksi, jaringan layanan, serta strategi bisnis yang terintegrasi, GAC semakin memperkuat posisinya sebagai pemain utama kendaraan listrik di Thailand.

Ke depan, menarik untuk melihat apakah strategi agresif GAC di Negeri Gajah Putih ini juga akan diterapkan di pasar Indonesia, yang memiliki potensi pertumbuhan kendaraan listrik yang tak kalah besar.

Maybach S680 V12 Edition, Jadi Incaran Kolektor di Jepang

Mobil edisi khusus lansiran Mercedes-Benz merupakan incaran para kolektor dunia. Tak cuma menjadi koleksi, tapi sebagai investasi jutaan dollar yang nilainya berlipat ganda di masa mendatang.

Garapan yang sempurna, brand image yang kuat serta jumlah unit yang sangat sedikit membuat nilai prestise jadi sangat tinggi.

Salah satu model limited-edition terbaru dari brand asal Jerman ini adalalah sedan ultra mewah Mercedes-Maybach S680 V12 Edition. Ini adalah “hommage” yang terinspirasi dari Maybach Zeppelin, sedan mewah pertama Maybach bermesin V12 yang diproduksi pada awal era 1930-an.

Sejak dipresentasikan kepada para kolektor dan pelanggan terpilih pada September tahun lalu, daftar peminatnya sudah sangat panjang. Hanya saja, jumlah unit yang dijatah untuk tiap kawasan dan negara tidaklah sama. Jepang cuma kebagian lima unit dari total 50 unit mobil yang dibuat.

Warna Racikan Khusus

Untuk mobil edisi khusus, Mercedes-Benz selalu tampil dengan kemasan warna bodi yang menggugah. Mercedes-Maybach S680 V12 Edition ini pun demikian, sekujur bodinya berlabur nuansa warna two-tone racikan khusus dari lab Manufaktur Mercedes-Benz.

Pada bodi bagian bawah dilapisi nuansa hitam metallic Obsidian Black nan kemilau. Sementara pada bodi bagian atas berlabur warna hijau metallic Manufaktur Olive. Aksen pinstripping High-Tech Silver pada sejumlah area bodi terinspirasi dari lis chrome pada bodi sedan klasik Mercedes-Benz.

Agar tampil senada, velg 20-inci berdesain unik dari Maybach yang dibekalkan juga berlabur warna hijau Manufaktur Olive.

Tak cuma warna bodinya saja yang diracik khusus. Teknik pengecatannya pun beda dari sedan saloon S-Klasse Mercedes-Benz atau Maybach ‘biasa’.

Pengecatan bodi mobil Maybach reguler biasanya butuh waktu paling lama lima hari. Untuk yang satu ini, proses pengecatan bodi dan detailing pada area eksterior butuh waktu 10 hari. Proses pengecatan mulai dari warna dasar hingga finishing dan detailing dikerjakan secara handmade.

Detail Super Istimewa

Salah satu proses detailing yang memakan waktu cukup lama adalah penggarapan ornamen emblem Maybach di panel bodi. Ornamen berhias siluet huruf V pada latar emblem mobil ini terbuat dari emas 24-karat yang digarap handmade oleh para seniman khusus di studio Maybach. Penggarapannya pun tak ubahnya membuat perhiasan. Amat detail dan cermat serta presisi tanpa cela.

Tentu saja area interior juga mendapat sentuhan khusus dengan detail garapan yang sempurna dan mengagumkan.

Interior dilapis bahan kulit Nappa nan mewah dengan kombinasi two-tone. Padu padan warna Manufaktur Saddle Brown/Black terlihat pada setir dan lapisan plafon. Pada headrest tersemat logo Maybach berwarna emas yang serupa dengan emblem bodi.

Sebagai penanda sah status Limited Edition, pada konsol tengah terdapat plakat khusus bertuliskan ‘1 of 50’. Ya, satu dari lima puluh unit yang dibuat khusus oleh Maybach.

Cukup 4,5 Detik Untuk Mencapai 100 km/jam

Teknologi mesin V12 era tahun 1930-an jelas beda dengan mesin era kekinian. Bongkahan mesin V12 7.0-liter dan 8.0-liter yang dulu digunakan Maybach Zeppelin sangat besar, sehingga bonnet mobil ini pun ukurannya sangat panjang. Output tenaga pun cuma mentok 200 hp dan sangat haus bensin.

Kini, mesin 6.0-liter V12 twin-turbo yang dibekalkan pada sedan Mercrdes-Maybach ukurannya cukup ringkas. Dari segi performa pun mampu memuntahkan tenaga sebesar 603 hp dengan torsi puncak 900 Nm. Transmisi automatic 9-speed dipadukan dengan sistem penggerak all-wheel drive berpengendali elektronik yang canggih.

Cukup 4,5 detik untuk melesat mencapai 100 km/jam. Demi keselamatan berkendara, top speed time dikunci di 250 km/jam.

Para peminat mobil ini di Jepang dapat memilikinya dengan harga mulai dari 53,99 juta yen atau sekira Rp 5,79 miliar. Cukup sepadan dengan status limited-edition tulen yang cuma ada 50 unit di dunia dan lima unit di Jepang. Bagaimana dengan para kolektor Indonesia, adakah yang berminat?

Rekor Ekspor Toyota Indonesia Pecah dalam Lima Tahun Terakhir

Memasuki tahun 2026, Toyota Indonesia telah mengekspor 298.457 unit, atau nyaris menembus 300 ribu unit kendaraan Toyota, sepanjang Januari hingga Desember 2025. Berdasarkan data GAIKINDO, performa ekspor ini meningkat 8 persen, dibandingkan dengan angka ekspor tahun sebelumnya sebesar 276.089 unit.

Sejak tahun 2020 hingga 2025, Toyota Indonesia secara konsisten menyumbangkan sekitar 60 persen dari total CBU ekspor Indonesia. Pertumbuhan ekspor ini juga sejalan dengan kinerja ekspor industri otomotif nasional yang terus mencatatkan tren positif selama lima tahun terakhir. Dengan total ekspor kendaraan nasional pada tahun 2025 mencapai 518.212 unit.

Sejak tahun 1987 hingga akhir tahun 2025, Toyota Indonesia telah mengekspor 3.151.794 unit kendaraan buatan Indonesia ke lebih dari 100 negara. Baik di kawasan Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Australia, dan Oseania.

Berkontribusi Bagi Neraca Dagang Nasional

“Prestasi ekspor Toyota Indonesia yang hampir menyentuh angka 300 ribu unit ini, dapat kami capai berkat dukungan Pemerintah Indonesia, masyarakat, dan stakeholder. Termasuk peran rantai pasok industri otomotif nasional yang kuat, dari hulu dan hilir,” ujar Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN.

TMMIN yakin bahwa peningkatan ekspor produk otomotif sepanjang tahun 2025 dari kendaraan ICE maupun elektrifikasi, dapat memperkuat fondasi industri otomotif Indonesia, serta menambah kontribusi bagi neraca dagang nasional. Hal ini mengingat peran sektor otomotif sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi.

Adapun model kendaraan ‘jagoan’ ekspor Toyota Indonesia, di antaranya ialah Kijang Innova Zenix, baik versi Internal Combustion Engine (ICE), maupun Hybrid Electrified Vehicle (HEV). Disusul Veloz, Fortuner, serta Yaris Cross (ICE maupun HEV).

Kandungan Lokal Sudah 80 Persen

Antusiasme konsumen pasar global akan kendaraan elektrifikasi buatan SDM Indonesia di tahun 2025 mencapai 22.868 unit. Atau naik hingga 23 persen, dibandingkan dengan pencapaian di periode yang sama di tahun 2024 sebesar 18.553 unit. Kinerja ekspor ini melengkapi performa industri otomotif nasional.

“Pencapaian ini tidak dapat diraih melalui proses singkat, tetapi membutuhkan kerja keras dan dedikasi panjang. Perjalanan membangun industri otomotif nasional dimulai dari aktivitas impor di tahun 1970-an. Kemudian melakukan produksi dalam skala besar. Mulai dari mesin, komponen, alat bantu produksi, dan kendaraan utuh,” tukas Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN.

Seiring peningkatan tingkat kandungan lokal yang telah mencapai 80 persen, TMMIN turut mendukung penguatan industri otomotif nasional, melalui produksi dan ekspor kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE). Termasuk sejumlah model elektrifikasi seperti Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV.

KALISTA bersama Nusatama dan Toyota Tsusho Indonesia Uji Coba Truk Kontainer EV

Transisi menuju logistik rendah karbon memasuki fase baru. KALISTA selaku penyedia ekosistem kendaraan listrik komersial, didukung oleh Nusatama bersama Toyota Tsusho Indonesia. Ketiganya bersinergi dalam menginisiasi uji coba Heavy Duty Electric Vehicle (EV). Langkah ini untuk kebutuhan operasional Toyota Tsusho Indonesia, yang nantinya akan dioperasikan oleh Ray Cargo.

Uji Coba ini diresmikan pada 23 Februari 2026 silam di Toyota Tsusho Logistic Center, Cikarang. Uji coba yang akan dilakukan selama tiga minggu, dimulai dari tanggal 23 Februari 2026. Tidak hanya menguji performa teknis kendaraan, tetapi juga validasi kesiapan model operasional logistik listrik. Utamanya pada jalur distribusi dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Toyota Tsusho Logistic Center di Cikarang. Dalam mendukung distribusi barang ekspor dan impor dengan kapasitas muatan yang beragam.

Sepanjang periode uji coba, KALISTA dan Toyota Tsusho Indonesia akan melakukan evaluasi menyeluruh. Untuk validasi performa truk kontainer EV dari sisi efisiensi energi dan kontribusi terhadap dekarbonisasi. Penilaian ini mencakup Parameter Operasional. Mulai dari jarak tempuh, kapasitas angkut, perilaku pengemudi dan efisiensi pengisian daya. Lalu ada Parameter Performa Unit yang meliputi konsumsi energi, efisiensi biaya, keandalan teknis, serta dukungan perawatan. Hingga Parameter Lingkungan termasuk pengurangan emisi karbon yang dihasilkan.

Pembuktian Pada Operasional Logistik

Langkah-langkah ini menegaskan peran Toyota Tsusho Indonesia, dalam terus berupaya menunjukkan komitmen terhadap iklim. Dengan mengurangi intensitas karbon, melalui penggunaan kendaraan logistik yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Uji coba ini menjadi langkah nyata bersama KALISTA, untuk membuktikan bahwa truk kontainer EV dapat diimplementasikan secara efektif dalam operasional logistik harian. Sekaligus mendorong inovasi dan keterlibatan di sektor logistik, menuju masa depan yang berkelanjutan dalam upaya mengurangi emisi,” kata Direktur Toyota Tsusho Indonesia, Aldriani Meliala.

Selain mendorong keterlibatan di sektor logistik, Toyota Tsusho Indonesia juga menjalankan berbagai inisiatif untuk mendukung komitmen keberlanjutan. Salah satunya melalui pemanfaatan International Renewable Energy Certificate (I-REC), sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong klaim penggunaan energi bersih dan pengurangan emisi.

Pakai Beiben V3 Tractor Head 6×4

“Kami menyambut positif kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk mempercepat implementasi truk kontainer EV di sektor logistik. Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah awal bagi KALISTA untuk tumbuh bersama para pelaku logisitik nasional,” jelas Direktur Utama KALISTA, Albert Aulia Ilyas.

Unit yang digunakan dalam uji coba ini adalah Beiben V3 Tractor Head 6×4. Memiliki kapasitas baterai 423 kWh dengan jarak tempuh sampai dengan 200 km, pada pemakaian 80 persen dengan daya angkut hingga 100 ton. Truk akan melakukan satu kali pengisian daya, di antara perjalanan menuju lokasi tujuan di fasilitas DC charger dengan kapasitas 320 kWh milik Nusatama, yang berlokasi di depot Nusatama, Narogong.

“Kami menegaskan komitmen dalam mendukung akselerasi transisi kendaraan listrik komersial, melalui pembangunan ekosistem EV yang komprehensif. Didukung spesifikasi truk kontainer EV yang andal, serta kesiapan operasional yang nyata,” imbuh Presiden Direktur Nusatama, Bambang Susilo.

Dipantau Dengan K-Move

Pemantauan uji coba juga diperkuat melalui sistem pemantauan kinerja operasional, unit ini nantinya akan terintegrasi dengan K-Move. Berupa sistem IoT KALISTA yang memungkinkan pemantauan real-time, sebagai dasar analisa untuk peningkatan efisiensi operasional Toyota Tsusho Indonesia.

Kerja sama strategis ini menjadi penegasan komitmen KALISTA, Nusatama dan Toyota Tsusho Indonesia untuk bersama-sama mengakselerasi adopsi kendaraan listrik komersil di Indonesia sekaligus mendukung target nasional Net Zero Emission 2060, dengan menyediakan solusi logistik hijau yang efisien melalui layanan komprehensif.

Dukung Talenta Muda Indonesia, KTB Donasikan Mitsubishi Fuso Fighter Pada SMK Negeri 3 Mataram

Terus berkomitmen untuk mendukung talenta muda Tanah Air, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (PT KTB) mendonasikan satu unit Mitsubishi Fuso Fighter. Unit ini sebagai kendaraan praktik ke SMK Negeri 3 Mataram, Nusa Tenggara Barat. Penyerahan unit tersebut berlangsung pada 13 Februari 2026 silam.

KTB menyerahkan donasi truk secara simbolis yang diwakili oleh Prasetio Hartono (Direktur Divisi Administration & HR PT KTB) kepada Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Mataram, Sulman Haris, M.Pd.I. Turut hadir dalam seremonial serah terima donasi antara lain Supriadi, M.Pd selaku Kepala Bidang Pendidikan SMK Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tak ketinggalan Baiq Aji Puji Astuti, selaku Head Operasional PT Berlian Cahaya Bima, sebagai dealer resmi Mitsubishi Fuso di wilayah Mataram.

“KTB selalu berupaya untuk berperan aktif menjalankan kegiatan sosial yang membawa dampak positif bagi masyarakat. Salah satunya dengan berbagi pengetahuan kepada para talenta muda, yang nantinya akan berkontribusi terhadap perkembangan industri kendaraan niaga di masa depan,” ujar Daisuke Okamoto, Presiden Direktur PT KTB.

Dorong Potensi Inovasi 

“Pemberian donasi ini menjadi wujud nyata dari komitmen KTB untuk menyebarkan manfaat seluas mungkin bagi dunia pendidikan kejuruan di Indonesia. Kami juga berharap donasi ini dapat memberikan inspirasi terkait perkembangan teknologi otomotif, sehingga mampu mendorong potensi inovasi bagi para peserta didik,” imbuh Prasetio Hartono, Direktur Divisi Administration & HR PT KTB.

Donasi kepada SMK Negeri 3 Mataram ini menjadi donasi kelima, sekaligus penutup rangkaian donasi truk yang dijalankan oleh PT KTB selama tahun fiskal 2025. Sebelumnya, penyerahan donasi kendaraan praktik telah dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2026 bertempat di SMK Negeri 3 Sorong, Papua Barat Daya.

Bersinergi Dengan Beragam Institusi

Pemberian donasi ini merupakan salah satu kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan dari PT KTB, yang dilakukan di bawah program yaitu KTB FUSO Vocational Education Program (KTB FUSO VEP).

KTB melalui program ini telah bersinergi dengan institusi pendidikan kejuruan dan jaringan dealer resmi Mitsubishi Fuso, untuk menjalankan berbagai bentuk kegiatan. Mulai dari pelatihan otomotif bersertifikat bagi guru dan siswa SMK, donasi peralatan pendukung pendidikan, serta seminar soft skill, untuk mempersiapkan para siswa sebelum memasuki dunia industri.

Turtle Wax Punya Solusi Lengkap, Buat Pemakaian Harian Hingga Segmen Premium

PT Laris Chandra, distributor resmi merek-merek perawatan otomotif ternama seperti STP, Prestone, California Scents, Armor All, Turtle Wax, dan AutoGard, kembali menghadirkan berbagai inovasi produk unggulan untuk memenuhi kebutuhan perawatan kendaraan masyarakat Indonesia.

Turtle Wax menjadi salah satu sorotan utama dengan menampilkan rangkaian produk lengkap yang dirancang untuk memberikan hasil maksimal dengan cara yang mudah dan aman digunakan. Nilai utama yang diusung Turtle Wax adalah membantu pemilik kendaraan menjaga tampilan mobil tetap prima melalui solusi yang praktis, aman, dan terbukti efektif.

Seiring perkembangan era digital, Turtle Wax terus beradaptasi dengan menghadirkan pendekatan yang lebih modern dan interaktif. Brand ini aktif menjangkau generasi muda melalui berbagai platform media sosial, marketplace, serta konten digital kreatif yang informatif dan inspiratif.

Mengikuti Dinamika Konsumen

Melalui video singkat, tips detailing yang mudah dipraktikkan, hingga interaksi komunitas secara langsung, Turtle Wax menjadikan perawatan kendaraan sebagai bagian dari gaya hidup masa kini.

Konsumen kini dapat dengan mudah mencari referensi, mendapatkan edukasi, hingga membeli produk hanya dalam beberapa klik. Strategi ini membuktikan bahwa merek legendaris tetap relevan dan mampu mengikuti dinamika konsumen modern.

Untuk konsumen yang menginginkan hasil setara detailing profesional namun dapat dilakukan sendiri di rumah, Turtle Wax menghadirkan seri Hybrid Solutions.
Hybrid Solutions Ceramic Spray Coating
Produk menggunakan kombinasi Synthetic Wax Polymers dan formula Super Hydrophobic SiO₂, yang mampu memberikan perlindungan hingga satu tahun. Lapisan pelindung ini membantu menjaga cat kendaraan tetap mengilap, tahan terhadap air, serta menghemat waktu dan biaya perawatan jangka panjang.

Lalu ada Hybrid Solutions 3-in-1 Detailer yanh mampu membersihkan, mengilapkan, dan melindungi dalam satu langkah cepat. Cocok digunakan untuk sentuhan akhir sebelum bepergian atau menghadiri acara penting. Solusi praktis bagi pemilik kendaraan dengan aktivitas padat.

Terbukti Selama Puluhan Tahun

Turtle Wax Original Series, terbukti dan telah dipercaya selama puluhan tahun. Sebagai produk inti yang menjadi fondasi kekuatan Turtle Wax, seri Original tetap menjadi pilihan lintas generasi. Super Hard Shell Wax memberikan perlindungan cat yang kuat dan tahan lama hingga enam bulan. Formula satu langkah yang sederhana namun memberikan hasil maksimal.

Sedangkan Metallic Car Wax membantu menyamarkan tampilan kusam ringan akibat penggunaan harian. Praktis tanpa perlu aplikasi berlapis, serta tersedia dalam kemasan sachet yang ekonomis dan mudah digunakan.

Solusi Praktis Untuk Harian

Untuk lini Modern Harian, menjadi solusi praktis untuk perawatan rutin. Untuk kebutuhan perawatan sehari-hari, Turtle Wax menghadirkan produk yang mudah diaplikasikan dan memberikan hasil langsung terlihat. Wash & Wax menghasilkan busa tebal dan melimpah dengan kandungan Carnauba, yang memberikan kilap alami pada hasil akhir. Tersedia dalam dua varian wangi segar, Crushed Candy dan Tropical Twist.

Sedangkan Wiper Fluid menjadi cairan pembersih kaca siap pakai, tanpa perlu dicampur air. Tidak mengandung amonia, dan aman untuk semua jenis kaca kendaraan. Tak ketinggalan Scratch & Swirl Remover, yang dilengkapi teknologi Micro-Polishing untuk membantu menghilangkan goresan halus dan swirl mark. Memberikan hasil akhir mengilap sekaligus perlindungan wax, dapat digunakan secara manual maupun dengan mesin.

Turtle Wax terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi perawatan kendaraan yang praktis, efisien, dan memberikan hasil nyata. Termasuk dengan inovasi berkelanjutan serta pendekatan digital yang adaptif.

Inchcape GWM Indonesia Buka Dealer di Kawasan Kelapa Gading

Inchcape GWM Indonesia bersama mitra dealernya, PT Trans Indo Persada, meresmikan Dealer GWM Kelapa Gading, yang berlokasi di kawasan strategis Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading, pada 11 Februari 2026. Dealer ini sekaligus menjadi dealer ke-17 GWM di Indonesia. Juga menjadi dealer ketiga yang dioperasikan oleh Trans Indo Persada, selain GWM Cibubur dan GWM Puri.

Peresmian GWM Kelapa Gading memperkokoh komitmen GWM dan Trans Indo Persada, untuk menyuguhkan layanan penjualan dan purnajual kendaraan GWM. Termasuk menjadi langkah strategis, dalam memperluas jaringan di kawasan potensial Jabodetabek.

Peresmian GWM Kelapa Gading berlangsung pada momen yang sangat istimewa, sebab bertepatan dengan penyelenggaraan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Yang mana Inchcape GWM Indonesia baru saja meluncurkan GWM Tank 500 Diesel.

Berkembang Pesat

Model ini langsung mendapat sambutan luar biasa dari publik. Dalam lima hari pertama setelah diluncurkan di periode IIMS 2026, GWM telah membukukan hampir 250 pemesanan, dan sekitar 40 persennya berasal dari Tank 500 Diesel. Antusiasme ini semakin memperkuat posisi GWM, sebagai salah satu brand otomotif yang berkembang pesat di Indonesia.

“Peresmian GWM Kelapa Gading menegaskan komitmen kami untuk memperluas jaringan penjualan dan layanan GWM di Indonesia. Dengan filosofi global All Scenarios, All Powertrains, All Users, GWM terus menghadirkan beragam pilihan kendaraan. Mulai dari Hybrid, Full Electric, hingga Diesel, untuk menjawab kebutuhan mobilitas konsumen modern,” ujar Bagus Susanto, CEO Inchcape GWM Indonesia.

“Hal ini kami wujudkan melalui kemitraan strategis dengan GWM Global dan investasi Inchcape pada fasilitas manufaktur di Wanaherang, Jawa Barat. Langkah ini menunjukkan keseriusan kami, dalam menyediakan produk global GWM terbaik bagi pasar Indonesia,” imbuhnya.

Dikelola Trans Indo Persada

“Kami bangga dapat meresmikan Dealer GWM Kelapa Gading sebagai dealer GWM ketiga yang dikelola oleh Trans Indo Persada. Potensi pasar di kawasan ini sangat kuat, dan kehadiran dealer ini merupakan wujud kepercayaan serta kemitraan harmonis kami bersama Inchcape GWM Indonesia,” terang Andrew Bingei, President Director PT Trans Indo Persada.

Dealer GWM Kelapa Gading hadir sebagai dealer 3S (Sales, Service, Spare Parts) dengan fasilitas modern berstandar global. Berdiri di atas lahan operasional seluas 1.067 m², dan dilengkapi dengan showroom seluas 149 m², mampu menampilkan hingga empat display car.

Workshop seluas 156 m², dengan perlengkapan servis modern dan area kerja efisien untuk layanan purnajual cepat dan berkualitas. Sedangkan Customer Lounge yang nyaman, untuk konsultasi pembelian dan layanan purnajual. Tak ketinggalan Customer Service Area serta Coffee Bar.

“GWM Kelapa Gading hadir di lokasi strategis untuk menjangkau konsumen di area Jakarta Utara dan sekitarnya. Kami percaya fasilitas modern dan tim yang kompeten akan memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pelanggan GWM,” tambah Andrew Bingei.

Mitsubishi Xpander Diproyeksi Masih Jadi Jagoan di IIMS 2026

Mitsubishi Destinator memang produk lansiran terkini yang dipasarkan oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) di Indonesia. Meski begitu, di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, manajemen MMKSI malah menguak rencana dan strategi lain.

“Kami menargetkan jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) mencapai 3000 unit, selama pameran IIMS 2026 berlangsung,” ujar Irwan Kuncoro, selaku Direktur Pemasaran PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia.

“Dua produk Mitsubishi akan jadi tulang punggung penjualan di IIMS 2026, yaitu Xpander dan Destinator. Proyeksinya 1000 unit Xpander dan 800 unit Destinator,” imbuhnya.

Sebagai catatan, target SPK 3000 unit tersebut justru naik tiga persen dibanding SPK final pada IIMS 2025 silam. Diketahui pada pameran IIMS tahun lalu, Mitsubishi berhasil mencapai SPK sebanyak 2400 unit. Selain itu, memasuki hari keempat gelaran IIMS 2026, MMKSI sudah memperoleh sekitar 1000 SPK, dari beragam model kendaraan Mitsubishi.

Di IIMS 2026, MMKSI menghadirkan total 10 unit mobil display. Guna menjaring konsumen, MMKSI juga menyediakan total enam unit kendaraan test drive. Sehingga memungkinkan konsumen merasakan langsung karakter berkendara, performa, serta teknologi khas Mitsubishi, dalam berbagai kondisi penggunaan.

MMKSI meyakini bahwa aktivitas test drive adalah program andalan di IIMS 2026. Sebab, sebagian besar pengunjung akan memutuskan untuk membeli kendaraan setelah merasakan sendiri pengalaman mengendarai produk Mitsubishi.

Dalam kesempatan yang sama, Atsushi Kurita, selaku President Director MMKSI menjelaskan bahwa dalam IIMS 2026, MMKSI memang mengandalkan dua unit edisi terbatas. Ya, Mitsubishi Destinator 55 Anniversary dan Mitsubishi Xforce 55 Annniversary.

“Dua unit tersebut dipilih, karena memang menjadi produk yang spesial saat kiprah Mitsubishi mencapai lima dekade. Sebab, Mitsubishi Xforce dan Mitsubishi Destinator merupakan produk global yang diluncurkan perdana di Indonesia,” tukasnya.

Massiv Hadirkan Thunder EV, Spesial Buat Mobil Listrik

Beberapa tahun terakhir, pasar otomotif Indonesia semakin marak dengan banyaknya pilihan mobil listrik. Posisinya semakin diterima oleh masyarakat, serta jumlahnya semakin banyak tersebar. Di setiap mobil listrik murni (BEV) terdapat satu komponen vital, yakni aki 12V. Keberadaan aki 12V ini bertugas sebagai sumber tenaga komponen yang bertegangan 12 volt. Sebut saja untuk lampu mobil, speaker, head unit dan sebagainya.

PT. Wacana Prima Sentosa selaku pemegang merk aki Massiv, menyadari betapa besar peran aki tersebut pada BEV. Karena itu Massiv membuat terobosan baru untuk menghadirkan aki 12V yang dikhususkan untuk keperluan BEV.

“Kami memperkenalkan Massiv Thunder EV sebagai aki yang didedikasikan untuk digunakan khusus pada mobil listrik murni. Massiv jadi pelopor dan pertama di Indonesia,” kata Austin Wanandi, Direktur PT. Wacana Prima Sentosa.

Solusi Pilihan Bagi Pengguna BEV

Aki Massiv Thunder EV ini hadir untuk menjadi jawaban dan opsi yang masuk akal bagi kendaraan listrik murni yang menggunakan tipe aki konvensional ataupun tipe maintenance free (MF).

“Pengguna mobil listrik di Indonesia mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Jadi kehadiran aki Massiv Thunder EV dapat menjadi solusi pilihan bagi pengguna BEV, untuk mendapatkan aki didedikasikan untuk mobil listrik,” imbuh Tumenggung Prabowo, Chief Public Relation Officer PT Wacana Prima Sentosa.

Aki Massiv Thunder EV hadir dengan dibekali teknologi khusus, yang memberikan tegangan yang stabil untuk menjaga peralatan elektronik di mobil listrik berfungsi dengan baik dan aman. Utamanya dari fluktuasi output baterai utama yang memiliki tegangan tinggi.

Pakai Formula Khusus

Kinerja stabil ini berpengaruh langsung pada efisiensi energi dari baterai utama. Sistem manajemen daya kendaraan (Vehicle Power Control Unit) bekerja lebih efisien, dalam mengatur distribusi energi antara aki, baterai utama, dan sistem elektronik pada kendaraan.

Aki Massiv Thunder EV dirancang dengan formula khusus yang membuat aki lebih mudah saat charging, dibanding aki biasa yang tidak membebani baterai utama. Dengan kata lain, turut menjaga keawetan baterai utamanya. Material sel baterainya disempurnakan dengan formulasi konduktor berdaya hantar tinggi. Selain itu, memiliki kepasitas besar sehingga lebih tahan lama dan aman untuk jangka panjang.

Dalam pengujian internal, aki ini menunjukkan performa yang konsisten. Bahkan pada pengujian Depth of Discharge, performanya dua kali lebih baik dibanding aki biasa. Dengan tingkat efisiensi 20 persen lebih optimal, dan kestabilan arus tetap terjaga pada kondisi ekstrem. Baik itu suhu tinggi maupun suhu rendah.

Dari sisi perawatan, Massiv Thunder EV merupakan jenis Maintenance Free (MF) yang bebas perawatan. Sedangkan sebagai produk khusus EV, Massiv Thunder EV tetap ditawarkan dengan harga yang rasional dan tidak memberatkan pengguna mobil listrik. Massiv Thunder EV tersedia dalam empat pilihan spesifikasi, yaitu B20AEV-38, B24AEV-46, D44AEV-50, dan CMF60AEV-65.

Dunlop Blue Response TG Akomodir Banyak Jenis Kendaraan

Ban menjadi salah satu komponen kendaraan yang krusial. Jika tepat, maka performa dan efisiensi kendaraan bisa didapat secara optimal. Namun, kalau salah pilih malah berpotensi mengurangi kedua aspek tersebut. Dunlop menyadari bahwa setiap konsumen perlu menggunakan ban yang berkualitas. Oleh karenanya diperkenalkan ban Dunlop Blue Response TG.

Dunlop Blue Response TG merupakan ban generasi terbaru yang diposisikan sebagai ban smart premium. Konsep yang diusung ialah Smart Choice, Smart Premium. Sehingga Dunlop menegaskan bahwa konsumen dapat menikmati performa dan teknologi ban premium, melalui pilihan yang cerdas, relevan, dan bernilai. Ban Dunlop Blue Response TG ini dapat digunakan ntuk beragam jenis kendaraan. Mulai dari mobil konvensional hingga kendaraan listrik.

Tidak Kompromi Terhadap Efisiensi Bahan Bakar

Ban Blue Response TG dikembangkan dari warisan SP Sport Series. Sebab dirancang untuk menjawab kebutuhan berkendara masa kini. Dengan peningkatan signifikan pada stabilitas, umur pakai, dan pengereman pada jalan basah. Tanpa kompromi terhadap efisiensi bahan bakar.

“Dengan profil dan struktur baru, Blue Response TG memberikan respons kemudi yang lebih presisi dan stabil. Tanpa mengorbankan karakter halus dan senyap yang menjadi DNA Dunlop,” kata Yukishi Yoshida, GM Product Development Dunlop Indonesia.

Berkarakter Premium

“Optimalisasi pola telapak serta alur pembuangan air, juga menghasilkan daya
cengkeram yang lebih baik. Termasuk di kondisi jalan basah, dengan tingkat kebisingan yang tetap rendah,” imbuhnya.

Dunlop selalu berupaya untuk selalu menghadirkan produk premium yang fungsional dan rasional. Konsumen akan mendapatkan manfaat teknologi yang benar-benar terasa dan relevan, terutama dalam penggunaan sehari-hari.

Ban ini hadir dengan karakter premium. Memiliki keseimbangan performa, kenyamanan, daya tahan, dan efisiensi jangka panjang serta mudah dijangkau oleh konsumen di Indonesia. Konsumen mendapatkan nilai tambah berupa Premium Warranty hingga satu tahun atau 24.000 km.

EV Ready

Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, Dunlop membekali Blue Response TG dengan konsep EV Ready, yang menunjukkan bahwa ban ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik kendaraan listrik. Seperti beban kendaraan yang lebih berat, torsi instan, serta tuntutan efisiensi dan tingkat kesenyapan. Blue Response TG adalah ban yang sesuai untuk semua type mobil, dari konvensional, hybrid, maupun EV.

Unit ban Dunlop Blue Response TG mulai tersedia di pasar Indonesia secara bertahap di seluruh jaringan resmi Dunlop, mulai 1 Februari 2026 nanti.

iCAR V23 Dapat 5-Star ASEAN NCAP!

Jelang kehadiran resminya di Indonesia pada tahun ini, iCAR segera memperkenalkan identitas merek dan ambisinya kepada pasar Tanah Air. Berada di bawah naungan Chery Group, iCAR hadir dengan desain berkarakter dan teknologi yang relevan. Sekaligus menawarkan pilihan mobilitas yang selaras dengan gaya hidup berjiwa muda.

iCAR menggabungkan teknologi Chery yang telah teruji, dengan pendekatan digital dan kreatif. Sehingga menghadirkan kendaraan yang terasa personal, serta nyaman digunakan.

Model perdana iCAR yang akan diluncurkan di Indonesia ialah V23. Dengan mengusung desain boxy modern, fitur keselamatan lengkap, serta kualitas bodi yang kokoh. Pencapaian rating keselamatan 5-Star ASEAN NCAP yang diumumkan pada 26 Desember 2025, menjadikan V23 sebagai kendaraan boxy pertama yang meraih predikat tersebut. Sekaligus menegaskan keseriusan iCAR dalam menghadirkan kendaraan yang andal bagi pengguna di Indonesia.

ASEAN NCAP adalah sistem penilaian keselamatan yang terpercaya dan diakui di Asia Tenggara. Evaluasinya mencakup empat area: Perlindungan Penumpang Dewasa (Adult Occupant Protection), Perlindungan Penumpang Anak (Child Occupant Protection), Bantuan Keselamatan (Safety Assist), dan Keselamatan Pengendara Sepeda Motor (Motorcyclist Safety).

iCAR V23 menerima peringkat 5 bintang di keempat kategori tersebut. Menunjukkan bahwa V23 memenuhi standar internasional dalam struktur bodi, desain keselamatan, dan fitur keselamatan aktif maupun pasif. iCAR V23 mencatatkan skor total 91,02 poin dan berhasil meraih sertifikasi bintang lima ASEAN NCAP. Pencapaian ini menegaskan komitmen jangka panjang iCAR dalam menjaga standar keselamatan yang tinggi di setiap produknya.

iCAR akan terus mengacu pada standar keselamatan global dengan mengoptimalkan struktur kendaraan, serta mengembangkan sistem keselamatan berkendara cerdas. Melalui penyempurnaan produk yang berkelanjutan, iCAR berkomitmen menghadirkan solusi mobilitas energi baru yang memadukan teknologi mutakhir dengan kualitas yang andal, untuk menjawab kebutuhan lebih banyak pasar dan pengguna.

Karsono Kwee, Taipan Bisnis Otomotif Asia yang Merintis Dari Nol

Eurokars Group menjadi pelaku bisnis otomotif premium yang terkenal di kawasan Asia. Sosok yang berada di balik kesuksesan perusahaan tersebut ialah Karsono Kwee. Sebagai nakhkoda dari perusahaan yang bermarkas di Singapura tersebut, pria kelahiran Surabaya ini memang sudah puluhan tahun berbisnis di Singapura. Tepatnya sudah 40 tahun kiprah Eurokars Group di bisnis otomotif.

Perjalanan bisnisnya dimulai dari Surabaya, hingga menjadi tokoh utama di pasar mobil mewah, merupakan kisah tentang ketajaman bisnis, inovasi, dan dedikasi tanpa lelah. Di usia mudanya, Karsono Kwee, kagum dengan hal-hal terbaik dalam kehidupan. Dunia otomotif juga selalu menghiasi dalam hati dan pikirannya. Ia membayangkan bahwa suatu hari nanti akan memiliki mobil sungguhan sendiri.

Berkat Kegigihan dan Restu Ibu

Ibunya selalu meyakinkan, bahwa ia akan mampu mewujudkannya. Maka, dengan restu ibunya dan ambisi yang tak tergoyahkan, Karsono Kwee memulai perjalanan yang penuh rintangan dan kerja keras. Kemudian ia membangun jaringan perdagangannya di bidang peralatan rumah tangga, elektronik, dan barang konsumsi. Semuanya dari nol. Dengan ketekunan, kecerdasan, dan niat untuk memberikan layanan berkualitas, menjadi dasar pertumbuhan bagi bisnis perdagangannya.

Pada tahun 1970, dengan berbekal SGD 20.000, Karsono Kwee memindahkan operasi perdagangan utamanya ke Singapura. Langkah ini menandai titik awal babak yang besar, dalam perjalanan kewirausahaannya dan kiprahnya di pasar kelas premium. Awal merintis bisnis di Singapura, Karsono Kwee belum menggeluti bidang otomotif. Laju bisnisnya di Singapura menuai sukses, satu per satu cita-citanya digapai. Tentunya dengan memiliki mobil impian, di antaranya ialah Porsche.

Di era 1980an, Karsono Kwee menjadi salah satu konsumen Porsche. Namun keagenan Porsche di Singapura saat itu, sedang mengalami kendala, serta ingin menghentikan bisnisnya. Sehingga berdampak pada layanan purna jual maupun servis. Antusiasme dan semangat Karsono Kwee terhadap sektor otomotif, mengantarnya untuk mengambil langkah berani. Pada tahun 1985, ia bersama tim yang berjumlah 20 orang dan fasilitas terbatas, mengoperasikan bisnis Porsche di Singapura.

Bisnis Berkembang Pesat

Bakat bisnisnya yang cemerlang dan jaringan yang kuat, Porsche merasa yakin dengan langkah Karsono Kwee. Di bawah kepemimpinan yang cerdas, bisnis otomotifnya berkembang pesat. Kesuksesan bersama Porsche menjadi awal dari rencana besarnya. Sesuai dengan pandangan strategis, Karsono Kwee mampu memegang berbagai merek otomotif lain. Bahkan brand yang supermewah.

Di awal tahun 2026 ini, kami tak hanya berkesempatan untuk berjumpa langsung dengan Karsono Kwee di Singapura. Namun juga mengunjungi bentuk manifestasi kesuksesan bisnis Eurokars Group, yakni Eurokars Centre. Fasilitas yang terletak di 11 Kung Chong Road, Singapura, memiliki struktur delapan lantai dengan tiga level basement tambahan.

Bangunan ini tidak hanya sebagai kantor operasional saja, tapi juga terdapat showroom Rolls-Royce dan BMW. Tak ketinggalan terdapat fasilitas workshop untuk Rolls-Royce, McLaren, dan Pagani. Setelah 40 tahun, Karsono Kwee dan Eurokars Group berhasil menjadi ‘pemain’ utama dalam bisnis otomotif di Asia. Khusus di Indonesia, Eurokars Group menangani brand Porsche, Rolls-Royce, BMW, BMW M, BMW Premium Selection, MINI, Ferrari, Maserati, McLaren, Pagani, Bentley, dan tentunya Mazda.

Akhir Tahun Haka Auto Bikin Program Penjualan Spesial Mobil Listrik BYD

Jelang berakhirnya tahun 2025, Haka Auto menghadirkan sebuah penutup manis bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik. Lewat ATPM Sales Program periode hingga 31 Desember 2025, Haka Auto merangkum beragam keuntungan eksklusif untuk lini kendaraan listrik BYD, mulai dari kemudahan pembiayaan, perlindungan jangka panjang, hingga pengalaman perjalanan yang bernilai lebih.

Bagi Haka Auto, akhir tahun bukan sekadar momentum penjualan, melainkan kesempatan untuk memperkuat komitmen terhadap mobilitas berkelanjutan. Program ini dirancang agar konsumen bisa masuk ke ekosistem kendaraan listrik dengan rasa aman, nyaman, dan perhitungan yang matang.

“Program akhir tahun ini kami susun agar konsumen tidak hanya mendapatkan harga menarik, tetapi juga nilai jangka panjang dari kepemilikan mobil listrik BYD,” papar Bayu Marfiadi, Sales Support Manager PT Bumi Hijau Motor.

Perawatan Berkala Tanpa Biaya

Salah satu daya tarik utama program ini adalah Free Maintenance hingga 4 tahun atau 60 ribu km. Sehingga memberikan ketenangan bagi pemilik kendaraan listrik BYD dalam jangka panjang. Perawatan berkala tanpa biaya ini menjadi bukti bahwa kendaraan listrik bukan hanya ramah lingkungan, namun juga ramah di sisi kepemilikan.

Tak hanya itu, Haka Auto juga menghadirkan Free Insurance hingga dua tahun untuk model-model tertentu. Atau memberikan perlindungan ekstra sejak hari pertama kendaraan digunakan. Bagi konsumen yang ingin melakukan pergantian kendaraan, tersedia pula program trade-in atau trade-up dengan benefit. Membuat proses beralih ke mobil listrik terasa lebih mudah dan rasional.

Haka Auto turut menyematkan sentuhan gaya hidup dalam program ini. Konsumen berkesempatan memperoleh Travel Voucher by Tiket.com senilai Rp 10 juta, sebuah benefit yang merepresentasikan semangat kendaraan listrik dengan perjalanan yang lebih bersih, efisien, dan menyenangkan.

Mencakup Berbagai Model Unggulan

Dari sisi pembiayaan, Haka Auto membuka akses lebih luas melalui program Low Down Payment mulai 10 persen, serta skema kredit dengan bunga ringan untuk model tertentu. Dengan kombinasi ini, kepemilikan mobil listrik BYD tidak lagi terasa jauh, bahkan bagi konsumen yang baru pertama kali masuk ke segmen EV.

Program penjualan ini mencakup berbagai model unggulan BYD.Mulai dari kendaraan keluarga yang fungsional, SUV modern, hingga sedan berperforma tinggi. Setiap model memiliki skema benefit yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter penggunanya.

“Lewat program ini, kami ingin menunjukkan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk beralih ke kendaraan listrik. Infrastruktur semakin siap, produknya semakin matang, dan dari sisi kepemilikan semakin masuk akal,” tutup Bayu.

Green SM Siap ‘Narik’ dari Stasiun KCIC Halim

Kehadiran kereta cepat telah mengubah cara masyarakat Jakarta bepergian ke Bandung, dengan menawarkan alternatif perjalanan yang lebih cepat, senyap, dan dan efisien. Namun, bagi banyak penumpang, perjalanan tidak berhenti di gerbang stasiun. Mulai 18 Desember 2025, Green SM resmi beroperasi di stasiun KCIC Halim, dengan menghadirkan layanan taksi listrik penuh bagi penumpang yang bepergian dari dan menuju stasiun.

Transportasi antarkota berkembang pesat menjadi semakin bersih dan efisien. Namun di sisi lain, perjalanan awal dan akhir di sekitar transportasi umum masih sangat bergantung pada kendaraan konvensional berbahan bakar bensin. Berdasarkan laporan inventarisasi emisi Jakarta, sektor transportasi menyumbang sekitar 46 persen dari total emisi kota, dengan kendaraan jalan raya sebagai kontributor terbesar, terutama di kawasan perkotaan dengan kepadatan lalu lintas tinggi.

Frekuensi Perjalanan Untuk Keperluan Bisnis

Studi juga menunjukkan bahwa transportasi menghasilkan dua jenis polutan (PM2.5 dan black carbon). Dua polutan ini erat kaitannya dengan emisi kendaraan bermotor. Serta tingkat kemacetan di kawasan dengan aktivitas tinggi, seperti stasiun, kawasan komersial, dan pusat kegiatan perkotaan.

Konektivitas kereta yang semakin cepat mendorong frekuensi perjalanan untuk keperluan bisnis, liburan singkat, maupun perjalanan akhir pekan. Namun, ketika tahap akhir perjalanan, masih bergantung pada kendaraan konvensional di kawasan padat lalu lintas. Sebagian manfaat lingkungan dan kenyamanan yang ditawarkan perjalanan kereta, menjadi tidak sepenuhnya optimal.

Dalam hal ini, meningkatnya kebutuhan akan perjalanan yang lebih bersih dan nyaman, mobilitas listrik mulai memainkan peran nyata di Stasiun KCIC Halim, terminal Jakarta untuk Kereta Cepat Indonesia – China (Whoosh). Layanan ini beroperasi dari area penjemputan khusus di dalam kawasan stasiun, memungkinkan transisi perjalanan yang lebih praktis dan bebas repot.

Tekan Emisi Secara Signifikan

Selain mempertimbangkan faktor lingkungan, faktor operasional turut menentukan efektivitas layanan first-mile dan last-mile. Kendaraan Green SM yang melayani Stasiun Whoosh Halim tidak terdampak kebijakan ganjil-genap Jakarta, sehingga membantu mengurangi ketidakpastian waktu tempuh, terutama pada jam sibuk ketika kepadatan lalu lintas di sekitar stasiun meningkat.

Kehadiran taksi listrik di Stasiun Whoosh Halim selaras dengan karakter kereta cepat yang sepenuhnya bertenaga listrik. Elektrifikasi kereta mampu menekan emisi secara signifikan dalam perjalanan antarkota. Maka perluasan mobilitas listrik memungkinkan manfaat tersebut berlanjut setelah penumpang meninggalkan stasiun. Dengan demikian, pengalaman perjalanan rendah emisi dapat dirasakan secara lebih menyeluruh, dari awal hingga akhir perjalanan.

“Seiring perjalanan kereta yang semakin cepat dan efisien, perhatian juga perlu diberikan pada pengalaman penumpang setelah turun dari kereta. Melalui kolaborasi Green SM dengan Stasiun Whoosh Halim, kami ingin mendukung perjalanan yang lebih mulus sejak penumpang tiba hingga mencapai tujuan akhir,” kata Deny Tjia, Managing Director Green SM Indonesia.

Sistem Tarif yang Transparan

Sedangkan KCIC terus berupaya untuk menunjukkan komitmennya terhadap energi terbarukan dan transportasi hijau melalui beberapa inisiatif. Salah satunya dengan menggandeng Green SM sebagai moda transportasi lanjutan yang ramah lingkungan.

“KCIC memandang pengembangan kereta cepat tidak dapat dipisahkan dari penguatan konektivitas first-mile dan last-mile yang berkelanjutan. Kolaborasi dengan Green SM ini menjadi bagian dari komitmen KCIC dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang konsisten, ramah lingkungan, dan nyaman. Dari stasiun hingga tujuan akhir penumpang,” imbuh Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC.

Seluruh armada Green SM menggunakan 100 persen mobil listrik VinFast yang menghasilkan nol emisi gas buang. Penggunaan kendaraan listrik VinFast, yang didukung oleh standar kondisi armada yang terjaga. Serta pengelolaan mitra pengemudi yang profesional, menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih tenang, bersih, dan konsisten.

Green SM memiliki sistem tarif yang transparan melalui aplikasi, alur layanan yang jelas, dan dapat diprediksi. Sehingga dapat menjadi pilihan mobilitas yang praktis, andal, dan ramah lingkungan untuk kebutuhan perjalanan perkotaan sehari-hari.

Sebagai bagian dari peluncuran layanan di Stasiun Whoosh Halim, Green SM menghadirkan promo diskon 15 persen hingga Rp 50 ribu, untuk perjalanan menuju dan dari stasiun Whoosh Halim. Pengguna baru juga dapat menikmati total potongan hingga Rp 150 ribu, melalui program promo awal. Sebagai upaya mendorong lebih banyak masyarakat beralih ke transportasi yang nyaman dan ramah lingkungan.