CATL Ning Service, Reparasi Baterai EV di 100 Kota Dunia

CATL mengambil langkah besar dengan menyiapkan jaringan layanan purnajual baterai kendaraan listrik di 100 kota di seluruh dunia hingga akhir 2026.

Melalui layanan bernama Ning Service, produsen baterai asal China ini ingin mengubah paradigma perbaikan baterai EV yang selama ini cenderung berujung pada penggantian satu paket baterai secara keseluruhan.

CATL Ning Service menargetkan proses perbaikan dapat diselesaikan dalam waktu maksimal 72 jam melalui pusat layanan yang dioperasikan langsung perusahaan dan memanfaatkan teknologi robotik.

Dari Ganti Satu Pack Menjadi Perbaikan Sel

Persoalan baterai menjadi salah satu kekhawatiran calon konsumen mobil listrik. Kerusakan akibat benturan, kebocoran, maupun gangguan komponen tertentu dapat membuat satu unit battery pack harus diganti, meskipun kerusakannya sebenarnya hanya terjadi pada bagian tertentu.

CATL Ning Service mencoba menawarkan pendekatan berbeda melalui teknologi cell-to-pack repair. Alih-alih mengganti seluruh baterai, teknisi dapat melakukan penggantian pada sel atau komponen yang mengalami kerusakan.

Pendekatan ini diklaim mampu memangkas biaya perbaikan secara signifikan. CATL Ning Service sebelumnya menargetkan biaya perbaikan dapat ditekan dari sekitar 100.000 yuan menjadi 10.000 yuan, atau turun hingga 90 persen.

Langkah tersebut berpotensi menjadi perubahan penting dalam biaya kepemilikan mobil listrik, terutama ketika kendaraan memasuki usia penggunaan yang lebih panjang.

10 Pusat Layanan Sudah Beroperasi

Dalam acara Ning Day 2026 di Haikou, CATL mengungkapkan delapan Ning Service yang dioperasikan langsung telah berjalan di China. Dua pusat layanan internasional juga telah beroperasi di Norwegia dan Istanbul.

Secara keseluruhan, Ning Service saat ini memiliki 1.376 pusat layanan waralaba di 84 negara. Jaringan tersebut juga menangani sekitar 1.505 stasiun battery swap dalam ekosistem Choco-SEB milik CATL.

CATL menyatakan fasilitas terbaru kini dapat menangani 76,8 persen model kendaraan energi baru yang dijual di China, meningkat dari sebelumnya 47 persen.

Menariknya, layanan terbaru tidak lagi hanya ditujukan untuk kendaraan yang menggunakan baterai CATL. Namun, mekanisme penanganan kendaraan dengan baterai dari produsen lain masih belum dijelaskan secara rinci.

Reparasi Baterai Dikerjakan Robot

Teknologi menjadi salah satu pembeda Ning Service. CATL mengembangkan lini reparasi otomatis yang memungkinkan robot melakukan sejumlah pekerjaan, mulai dari memotong, mengecat hingga mengaplikasikan perekat pada battery pack.

CATL juga memperkenalkan mobile repair truck berbasis kendaraan listrik dengan jarak tempuh hingga 800 km. Kendaraan ini diklaim mampu melakukan 30 jenis diagnosis dan sekitar 50 jenis perbaikan.

Untuk kasus yang tidak membutuhkan pembongkaran baterai secara mendalam, layanan bergerak tersebut diklaim dapat memangkas waktu pengerjaan dari 72 jam menjadi sekitar 48 jam.

Sementara pekerjaan kompleks seperti penggantian sel, pembongkaran level sel, maupun rekondisi battery pack kemungkinan tetap membutuhkan fasilitas khusus.

Purnajual Jadi Senjata Baru Industri EV

Langkah CATL Ning Service menunjukkan bahwa persaingan industri kendaraan listrik mulai memasuki babak baru. Setelah teknologi baterai, kapasitas produksi, dan kecepatan charging menjadi medan persaingan, layanan purnajual baterai berpotensi menjadi faktor penting dalam keputusan membeli EV.

Bagi konsumen, jaringan reparasi yang semakin matang berarti kekhawatiran terhadap biaya baterai rusak dapat ditekan. Terutama CATL merupakan salah satu produsen baterai terbesar dunia dengan basis pelanggan yang mencakup berbagai merek otomotif global.

Jika target 100 kota berhasil direalisasikan hingga akhir 2026, CATL Ning Service bukan hanya menjadi jaringan reparasi baterai, namun juga dapat menjadi fondasi baru ekosistem kepemilikan mobil listrik jangka panjang.

Mudah-mudahan segera hadir di Indonesia…

Leapmotor Mulai Produksi Lokal B10 dan C10 di Purwakarta

Peta persaingan kendaraan listrik Indonesia kembali berubah. Leapmotor resmi memulai perakitan lokal dua SUV listriknya, B10 dan C10, di fasilitas PT National Assemblers Plant 3, Purwakarta, Jawa Barat. Langkah ini menjadi lebih dari sekadar strategi memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga menegaskan ambisi Leapmotor menjadikan Indonesia bagian penting dari ekspansi kendaraan listrik di kawasan ASEAN.

Perakitan lokal tersebut dilakukan melalui kolaborasi Leapmotor, Stellantis, dan Indomobil Group dengan mengacu pada standar manufaktur global. Dengan pendekatan tersebut, kendaraan yang diproduksi di Indonesia tetap dituntut memenuhi standar kualitas, keamanan, serta konsistensi produksi yang berlaku dalam ekosistem Leapmotor dan Stellantis.

Kehadiran fasilitas lokal juga memberikan keuntungan lain bagi konsumen. Produksi di dalam negeri membuat rantai pasokan kendaraan menjadi lebih fleksibel sekaligus membuka ruang bagi Leapmotor untuk menyesuaikan portofolionya dengan perkembangan pasar Indonesia.

B10 dan C10 menjadi dua model pertama yang mengambil peran tersebut. Keduanya telah diperkenalkan secara resmi di GIIAS 2026 sebagai SUV listrik berbasis baterai dengan karakter berbeda. B10 bermain sebagai SUV listrik yang lebih kompak, sedangkan C10 menawarkan ruang kabin lebih besar untuk kebutuhan keluarga.

Keduanya membawa kombinasi teknologi kendaraan listrik, Level 2 Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), serta standar keselamatan yang telah memperoleh rating lima bintang Euro NCAP. Pengembangan karakter berkendaranya juga melibatkan tim engineering Stellantis di Balocco Proving Ground, Italia.

Menariknya, kehadiran produksi lokal berjalan beriringan dengan strategi harga yang cukup agresif. Saat peluncuran di Indonesia, Leapmotor B10 dibanderol Rp499 juta OTR Jakarta, sedangkan C10 dipasarkan mulai Rp618 juta OTR Jakarta. Khusus periode GIIAS 2026, keduanya mendapatkan harga promosi masing-masing Rp449 juta dan Rp598 juta untuk 500 konsumen pertama.

Di balik produksi tersebut berdiri PT National Assemblers Plant 3 yang dikembangkan Indomobil Group untuk menopang kebutuhan kendaraan listrik. Fasilitas ini dirancang dengan pendekatan manufaktur modern, otomasi, serta sistem kontrol kualitas yang memungkinkan proses produksi dilakukan secara presisi.

Kapasitas produksi juga disiapkan untuk berkembang mengikuti permintaan. Pada tahap awal, fasilitas mampu memproduksi hingga lima unit per jam atau sekitar 10.000 kendaraan per tahun. Kapasitas tersebut dapat ditingkatkan hingga 17 unit per jam atau sekitar 34.000 unit per tahun melalui pengembangan fasilitas produksi, termasuk body shop dan paint shop.

Namun, strategi Leapmotor tidak berhenti di pabrik. Indomobil juga memperkuat jaringan dealer, layanan purnajual, ketersediaan suku cadang, serta teknisi yang mendapatkan pelatihan sesuai standar Leapmotor.

Pendekatan tersebut penting karena persaingan mobil listrik kini tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi. Konsumen juga membutuhkan kepastian mengenai layanan setelah kendaraan dibeli.

Secara global, Leapmotor sendiri tengah mengalami pertumbuhan pesat. Pada Juni 2026, perusahaan mencatat 93.376 pengiriman kendaraan secara global, meningkat 95 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan dimulainya perakitan B10 dan C10 di Purwakarta, Indonesia kini tidak hanya menjadi pasar bagi produk Leapmotor. Tanah Air mulai ditempatkan sebagai bagian dari strategi manufaktur dan ekspansi regional merek tersebut.

Bagi industri otomotif nasional, langkah ini juga menjadi sinyal bahwa investasi kendaraan listrik mulai bergerak dari sekadar menghadirkan produk impor menuju penguatan kapasitas produksi lokal. Sementara bagi Leapmotor, pabrik, produk, jaringan distribusi, dan layanan purnajual menjadi satu fondasi untuk mengejar target yang lebih besar: membangun kehadiran jangka panjang di Indonesia dan Asia Tenggara.

Chery J6T CSH Debut di GIIAS 2026, REEV Tembus 1.000 Km!

Chery J6T CSH resmi mencuri perhatian pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. SUV terbaru ini melengkapi keluarga J6 Series sekaligus menjadi model terbaru yang mengusung teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV) dalam lini Chery Super Hybrid (CSH).

Berbeda dari mobil hybrid konvensional, teknologi REEV pada Chery J6T CSH tetap mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama. Sementara mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai, sehingga pengalaman berkendara tetap senyap, responsif, dan efisien layaknya mobil listrik murni.

Keunggulan tersebut membuat Chery J6T CSH menjadi solusi bagi konsumen yang ingin menikmati sensasi berkendara kendaraan listrik tanpa harus khawatir dengan keterbatasan jarak tempuh maupun infrastruktur pengisian daya.

Daya Jelajah Lebih dari 1.000 Kilometer

Salah satu nilai jual terbesar Chery J6T CSH adalah kemampuan menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar penuh. Angka ini menjadikannya salah satu SUV elektrifikasi dengan daya jelajah terpanjang di kelasnya.

Teknologi Chery Super Hybrid memungkinkan perpindahan tenaga antara motor listrik dan generator berlangsung otomatis sehingga konsumsi energi menjadi lebih efisien tanpa mengurangi performa.

Kombinasi tersebut membuat J6T CSH cocok digunakan untuk mobilitas harian di dalam kota maupun perjalanan antarkota tanpa rasa khawatir kehabisan daya.

Karakter SUV adventure tetap dipertahankan melalui desain boxy khas J6 Series. Mobil ini memiliki ground clearance 220 mm serta kemampuan melintasi genangan air hingga 650 mm, sehingga siap menghadapi berbagai kondisi jalan.

Untuk meningkatkan kemampuan bermanuver, Chery membekali J6T CSH dengan Tank Turn Feature, fitur yang memudahkan kendaraan berputar di area sempit maupun saat melintasi jalur off-road.

Kenyamanan juga mendapat perhatian lewat penyempurnaan sudut sandaran kursi baris kedua yang lebih rileks, membuat perjalanan jarak jauh terasa lebih nyaman bagi seluruh penumpang.

Fitur Modern dan Keselamatan Lengkap

J6T CSH juga menawarkan berbagai teknologi modern yang mendukung gaya hidup aktif. Salah satunya adalah fitur Vehicle-to-Load (V2L) 6 kW, yang memungkinkan kendaraan menjadi sumber listrik untuk berbagai perangkat elektronik saat berkemah atau beraktivitas di luar ruangan.

Di dalam kabin tersedia layar sentuh berukuran 15,6 inci sebagai pusat pengaturan kendaraan, navigasi, konektivitas, hingga sistem hiburan.

Dari sisi keselamatan, SUV ini telah dilengkapi 15 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan enam airbags, memberikan perlindungan maksimal bagi pengemudi maupun penumpang.

Melalui kehadiran Chery J6T CSH di GIIAS 2026, Chery semakin mempertegas komitmennya menghadirkan solusi elektrifikasi yang praktis dan fleksibel. Dengan teknologi REEV, jarak tempuh lebih dari 1.000 km, fitur modern, serta karakter SUV tangguh, J6T CSH berpotensi menjadi salah satu pilihan paling menarik di segmen SUV elektrifikasi Indonesia.

Mazda Indonesia Plant, Tonggak Sejarah Baru yang Berfokus Pada Produk Berkualitas

Mazda Indonesia Plant merupakan tonggak penting dalam perjalanan PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Mazda di Indonesia. Kehadiran fasilitas ini menjadi wujud nyata komitmen investasi jangka panjang Mazda, sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap perkembangan industri otomotif nasional.

Berbeda dengan sebagian besar fasilitas perakitan kendaraan yang menggunakan lini produksi bersama, Mazda memilih
membangun dedicated assembly facility yang secara khusus dirancang untuk proses perakitan kendaraan Mazda. Seluruh fasilitas produksi, mesin, peralatan, serta dedicated test track, merupakan investasi baru yang dipersiapkan untuk memenuhi standar manufaktur global Mazda.

Jaga Konsistensi Kualitas

Mazda meyakini bahwa kualitas hanya dapat diwujudkan melalui fasilitas, proses, dan Sumber Daya Manusia yang dipersiapkan secara khusus. Oleh karena itu, Mazda Indonesia Plant dibangun sebagai fasilitas yang sepenuhnya didedikasikan untuk menjaga konsistensi kualitas di setiap tahapan produksi. Mulai dari penerimaan komponen, proses perakitan, hingga pemeriksaan akhir sebelum kendaraan dikirim kepada pelanggan.

Mazda Indonesia Plant juga menjadi langkah awal dalam pengembangan kapabilitas manufaktur Mazda di Indonesia. Ke depan, fasilitas ini dipersiapkan untuk mendukung perakitan lebih banyak model Mazda, meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap, meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), memperluas penyerapan tenaga kerja, serta membuka peluang pengembangan aktivitas manufaktur dan ekspor, sesuai dengan perkembangan pasar di masa mendatang.

CX-30 Jadi Model Pertama

Fasilitas ini dibangun dengan empat tujuan utama. Yang pertama ialah mempertegas komitmen investasi jangka panjang Mazda di Indonesia. Kemudian menghadirkan dedicated assembly facility yang menerapkan standar kualitas global Mazda.

Lalu, mengembangkan kapabilitas manufaktur nasional, melalui penguatan
Sumber Daya Manusia dan peningkatan TKDN. Selanjutnya ialah menjadi fondasi bagi pengembangan model Mazda berikutnya, serta mendukung pertumbuhan industri otomotif Indonesia.

Mazda Indonesia Plant yang berlokasi di Citeureup, Bogor, Jawa Barat, ini mulai beroperasi pada 29 Juli 2026. Dengan luas area sebesar 6,2 hektar, fasilitas ini memiliki kapasitas produksi mencapai 5.700 unit per tahun. Dengan model yang dirakit saat ini ialah Mazda CX-30.

Terapkan Standar Global

Menurut Mazda, kualitas bukan sekadar hasil akhir dari proses produksi. Kualitas merupakan budaya yang dibangun melalui
setiap orang, setiap proses, dan setiap kendaraan yang diproduksi. Karena itu,
People dan Quality menjadi dua fondasi utama dalam operasional Mazda Indonesia Plant.

Seluruh Operator, Inspector, Engineer, dan Supervisor merupakan Sumber Daya Manusia yang direkrut secara khusus, untuk operasional Mazda Indonesia Plant. Serta menjalani pelatihan berstandar global dengan pendampingan langsung dari tenaga ahli Mazda Jepang.

Selain memahami proses kerja, seluruh personel juga dibekali filosofi Monozukuri, yaitu seni menciptakan sesuatu dengan ketelitian dan dedikasi. Serta semangat Takumi Craftsmanship, yang menempatkan keterampilan manusia sebagai inti dari proses manufaktur.

Tidak Ada Kompromi Kualitas

Mazda meyakini bahwa teknologi mampu menciptakan konsistensi, namun manusialah yang menjaga kualitas. Oleh karena itu, setiap individu memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap kendaraan diproduksi sesuai dengan standar global Mazda. Pendekatan tersebut membentuk zero defect mindset.

Seluruh proses perakitan di Mazda Indonesia Plant dirancang untuk memastikan kendaraan yang diproduksi di Indonesia menghadirkan kualitas, performa, serta karakter berkendara yang selaras dengan filosofi Jinba-Ittai.

Bagi Mazda, kualitas akan selalu menjadi prioritas utama. Peningkatan volume produksi akan mengikuti perkembangan pasar, namun kualitas tidak dapat dikompromikan. Setiap kendaraan yang diproduksi di Mazda Indonesia Plant harus memenuhi standar kualitas global Mazda sebelum diterima oleh pelanggan.

OMODA 4 Tertangkap Kamera di Indonesia, Segera Meluncur?

Sebelum resmi diperkenalkan di Indonesia, sebuah unit OMODA 4 tiba-tiba tertangkap kamera saat melintas di jalan raya. Kemunculan SUV bergaya futuristis tersebut langsung memicu berbagai spekulasi. Pasalnya, hingga kini OMODA & JAECOO Indonesia belum mengumumkan jadwal peluncuran model tersebut secara resmi. Jika benar mobil yang terlihat merupakan OMODA 4, maka besar kemungkinan pabrikan tengah melakukan pengujian atau persiapan sebelum meluncurkannya ke pasar nasional.

Momen kemunculan OMODA 4 ini menjadi kejutan tersendiri bagi pecinta otomotif Tanah Air. Selama ini, model tersebut baru diperkenalkan secara global dan diposisikan sebagai SUV kompak terbaru yang akan melengkapi lini OMODA di bawah OMODA 5. Kehadirannya diyakini akan menyasar konsumen muda yang menginginkan desain agresif, teknologi modern, serta pilihan sistem penggerak ramah lingkungan.

Secara tampilan, OMODA 4 mengusung bahasa desain baru yang jauh lebih berani dibandingkan pendahulunya. Garis bodinya terlihat tajam dengan siluet bergaya coupe SUV, dipadukan lampu depan tipis berteknologi LED serta DRL berbentuk kilat yang menjadi identitas utamanya. Bagian belakang juga tampil modern dengan desain lampu horizontal yang memperkuat kesan futuristis. Dimensinya berada di kisaran panjang 4,4 meter sehingga menempatkannya di segmen SUV kompak yang siap bersaing dengan berbagai model populer di kelasnya.

Masuk ke dalam kabin, OMODA 4 diperkirakan menawarkan nuansa premium dengan layar infotainment berukuran 13,2 inci yang menjadi pusat pengaturan berbagai fitur kendaraan. Sistem hiburan tersebut didukung konektivitas pintar berbasis AI, panel instrumen digital, kamera 540 derajat, serta paket Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang mencakup sekitar 16 fitur keselamatan aktif untuk membantu pengemudi saat berkendara maupun parkir.

Untuk sektor dapur pacu, OMODA 4 dipersiapkan dalam beberapa pilihan teknologi. Secara global, model ini akan tersedia dalam versi Battery Electric Vehicle (BEV), hybrid, hingga Super Hybrid System (SHS) di sejumlah pasar. Varian listrik disebut menawarkan baterai berkapasitas sekitar 50–67 kWh dengan estimasi jarak tempuh hingga 450 kilometer, sementara versi hybrid mengedepankan efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan performa berkendara.

Hingga saat ini belum ada konfirmasi apakah unit yang tertangkap kamera tersebut merupakan kendaraan uji resmi untuk pasar Indonesia. Namun, kemunculannya tentu menjadi sinyal menarik bahwa OMODA 4 berpotensi segera menyapa konsumen nasional. Apabila benar diluncurkan dalam waktu dekat, SUV ini diyakini akan menjadi salah satu penantang baru di segmen SUV kompak berkat perpaduan desain futuristis, teknologi canggih, serta pilihan elektrifikasi yang semakin diminati pasar Indonesia.

Wahana Honda Jual Lebih dari 2.700 Unit Motor Selama Dua Pekan JFK 2026

Ketertarikan masyarakat terhadap jajaran sepeda motor Honda di Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 menunjukkan tren positif. Memasuki pekan kedua, Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta – Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), sukses menjualan lebih dari 2.700 unit. Penjualan tersebut masih didominasi oleh model skuter matik (skutik).

Honda Vario series mencatatkan penjualan tertinggi mencapai lebih dari 600 unit, disusul Honda Stylo 160 lebih dari 600 unit, dan Honda Beat Series, PCX & ADV160 masing-masing lebih dari 300 unit. Tingginya angka penjualan keempat model tersebut, menunjukkan bahwa skutik tetap menjadi favorit. Tentunya berkat perpaduan desain, performa dan fitur modern.

Berbagai program penjualan yang dihadirkan selama JFK 2026 menjadi daya tarik bagi pengunjung. WMS hadirkan potongan harga hingga jutaan rupiah, serta potongan tenor hingga lima kali bagi konsumen yang melakukan pembelian secara kredit. Ada juga benefit purna jual berupa program gratis oli sebanyak empat kali selama event berlangsung.

Optimis Jual Lebih Dari 6.000 Unit

Kemudahan proses pembelian kepada seluruh calon konsumen juga dihadirkan. Transaksi secara tunai maupun kredit, dapat dilakukan langsung di booth Honda JFK 2026. Setelah proses administrasi dan pembayaran selesai, estimasi pengiriman unit bervariatif, menyesuaikan tipe dan warna sepeda motor yang dipilih.

“Kami mengapresiasi antusiasme para pengunjung yang mampir ke booth Honda di JFK 2026. Pencapaian penjualan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik,” kata Olivia Widyasuwita, Division Head of Sales PT Wahana Makmur Sejati.

Berbekal pencapaian tersebut, WMS optimistis mampu mencapai target penjualan lebih dari 6.000 unit, hingga penyelenggaraan JFK 2026 berakhir. Optimisme ini didukung oleh tingginya jumlah pengunjung yang masih terus berdatangan setiap harinya.

Konsep Megah dan Atraktif

WMS juga menyiapkan berbagai penawaran khusus bagi pengunjung yang ingin beralih menggunakan EV. Langkah tersebut menjadi upaya Honda dalam memperluas pilihan kendaraan ramah lingkungan.

Pada gelaran JFK 2026, Booth Honda hadir dengan konsep megah dan atraktif melalui sembilan zona tematik, yaitu Prestige, Big Scooter, Fashion, Urban, Racing, EV, Lifestyle, Xplorer, dan Modif Corner. Setiap zona dirancang untuk merepresentasikan karakter serta gaya hidup pengendara. Sekaligus memudahkan pengunjung mengenal lebih dekat jajaran sepeda motor Honda, sesuai kebutuhan dan preferensi berkendara.

Salah satu area yang menjadi perhatian dari booth Honda di JFK 2026 ialah Modif Corner. Dimana menghadirkan beragam inspirasi modifikasi, mulai dari Honda Stylo 160 hasil Honda Dream Ride Project (HDRP), hingga Honda PCX160, ADV160, dan Honda Vario 125.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang lengkap bagi setiap pengunjung JFK 2026. Booth Honda tidak hanya menjadi tempat untuk melihat dan membeli sepeda motor, tetapi cara kami memperkenalkan kemajuan teknologi sepeda motor Honda serta mendekatkan beragam line up kepada pengunjung,” pungkas Andra Friandana, Division Head of Marketing Planning & Analyst PT Wahana Makmur Sejati.

Carria 1, Siap Dukung Pelaku UMKM dan Armada Operasional

PT Ofero Technology Indonesia memperkenalkan Carria 1 di ajang Jakarta Fair 2026, Kemayoran. Ofero Carria 1 dirancang untuk mendukung mobilitas produktif masyarakat Indonesia. Tak hanya ditujukan untuk penggunaan personal saja, namun juga dikembangkan sebagai solusi mobilitas bagi beragam konsumen dan pengguna.

Carria 1 ini hadir seiring pertumbuhan e-commerce nasional yang terus membuka peluang baru bagi pelaku usaha. Pemerintah juga terus mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional, sebagai bagian dari transformasi transportasi yang lebih modern dan berkelanjutan. Melalui Carria 1, Ofero berupaya untuk memberikan manfaat ekonomi langsung. Utamanya bagi pelaku usaha melalui biaya operasional yang lebih efisien, dan performa yang andal.

“Melalui Carria 1, kami ingin menghadirkan solusi mobilitas yang dapat membantu pelaku usaha lokal, maupun kurir. Melalui peningkatan efisiensi operasional, tanpa mengurangi produktivitas,” papar Auditya Gunawan, Brand Department Ofero Indonesia.

Didukung Sistem Dual Battery

Carria 1 dirancang untuk mendukung aktivitas operasional berintensitas tinggi melalui kombinasi daya tahan, kapasitas angkut, serta efisiensi penggunaan. Salah satu keunggulan utamanya adalah penggunaan sistem baterai ganda (Dual Battery). Sehingga memungkinkan jarak tempuh mencapai hingga 130 kilometer, dalam satu kali pengisian daya penuh. Kemampuan tersebut memberikan keleluasaan bagi pengguna, tanpa perlu khawatir melakukan pengisian daya berulang kali.

Carria 1 juga punya kapasitas angkut besar, dengan kemampuan membawa beban hingga 200 kilogram. Carria 1 dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan usaha, mulai dari distribusi barang, layanan pengiriman last mile, usaha kuliner, hingga menjadi kendaraan lapangan yang andal.

Untuk memberikan keselamatan berkendara, Carria 1 dibekali teknologi Traction Control System (TCS) yang membantu menjaga traksi kendaraan pada berbagai kondisi permukaan jalan. Selain itu, Carria 1 juga dilengkapi fitur Automatic Repair System (ARS), yang memungkinkan sistem melakukan pemulihan otomatis ketika terjadi kendala tertentu, sehingga pengguna tetap dapat melanjutkan perjalanan menuju titik layanan terdekat.

Siap Di Berbagai Aktivitas Harian

Dari sisi kenyamanan dan kepraktisan, motor listrik ini disematkan berbagai fitur modern seperti panel digital 6 inci dengan auto brightness, NFC keyless access, USB charging port, alarm anti-maling, serta bagasi berkapasitas 34 liter.

“Kami mengembangkan Carria 1 dengan memahami bahwa kebutuhan pengguna di Indonesia sangat beragam. Kendaraan operasional harus mampu digunakan setiap hari, menghadapi berbagai kondisi jalan, membawa kebutuhan kerja maupun keluarga, serta tetap memberikan rasa aman dan nyaman saat dikendarai,” imbuh Zhaenal Fanani, Retail Training Ofero Indonesia.

Berdasarkan simulasi penggunaan kendaraan operasional sejauh 200 kilometer per hari, motor listrik mampu memberikan penghematan biaya operasional hingga sekitar Rp14,6 juta per tahun, dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin. Efisiensi tersebut berasal dari biaya energi yang lebih rendah, minimnya kebutuhan perawatan rutin, serta berbagai keuntungan operasional lainnya.

Melalui perkenalan Carria 1, Ofero mempertegas komitmennya untuk terus menghadirkan solusi mobilitas berbasis teknologi lithium yang andal dan efisien. Ofero juga optimis bahwa kendaraan listrik akan memainkan peran yang semakin besar, dalam mendukung aktivitas ekonomi produktif.

GAIKINDO Usulkan Insentif Untuk Semua Jenis Kendaraan

Industri otomotif nasional kembali mendapat angin segar setelah Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Perindustrian, dalam menjaga pertumbuhan dan daya saing sektor otomotif di Tanah Air.

Menurut GAIKINDO, pemerintah selama ini konsisten menghadirkan berbagai kebijakan strategis, mulai dari insentif fiskal, fasilitas investasi, hingga forum komunikasi dengan pelaku industri. Langkah tersebut dinilai mampu menjaga keberlangsungan industri otomotif di tengah berbagai tantangan, mulai dari pandemi COVID-19, transisi menuju elektrifikasi, hingga dinamika ekonomi global.

Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, mengatakan bahwa hubungan pemerintah dengan industri otomotif dibangun melalui komunikasi terbuka dan kebijakan yang berkesinambungan.

Salah satu bentuk dukungan yang diapresiasi adalah fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS). Selama periode Juli 2008 hingga Desember 2025, skema tersebut telah dimanfaatkan oleh 74 perusahaan, dengan 57 di antaranya berasal dari industri otomotif. Fasilitas ini memungkinkan pembebasan bea masuk untuk impor bahan baku dan komponen yang belum diproduksi di dalam negeri sehingga mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi.

Selain itu, kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) juga dinilai berperan penting dalam menjaga permintaan kendaraan domestik. Program tersebut dimanfaatkan oleh berbagai produsen otomotif seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi, Suzuki, Nissan, hingga Isuzu yang telah memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Di sisi lain, implementasi Program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 Tahun 2021 turut mendorong investasi baru di sektor kendaraan elektrifikasi. Program ini mencakup kendaraan Low Cost Green Car (LCGC), Hybrid Electric Vehicle (HEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV).

GAIKINDO juga menilai forum komunikasi antara pemerintah Indonesia dan Jepang, seperti Indonesia–Japan Automobile Dialogue serta Biofuel Co-Creation Task Force Meeting, telah menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat pengembangan biofuel sekaligus mempererat kerja sama industri otomotif kedua negara.

Melihat besarnya kontribusi industri otomotif terhadap perekonomian nasional, GAIKINDO berharap dukungan pemerintah terus diperluas. Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO, Jongkie Sugiarto, mengungkapkan bahwa sejumlah produsen otomotif asal Tiongkok yang mulai berinvestasi di Indonesia juga menginginkan dukungan kebijakan serupa agar dapat menjalankan investasi jangka panjang.

Karena itu, GAIKINDO telah mengusulkan kepada Kementerian Perindustrian agar stimulus insentif tidak hanya diberikan kepada kendaraan elektrifikasi, tetapi juga mencakup kendaraan bermesin konvensional (ICE), Hybrid (HEV), Plug-in Hybrid (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV). Langkah tersebut diyakini mampu menjaga keseimbangan pertumbuhan pasar sekaligus memperkuat daya tarik Indonesia sebagai pusat investasi otomotif di kawasan Asia Tenggara.

OLX Luncurkan Fitur Mobil Baru dan Promo Trade-In di GIIAS 2026

Perubahan perilaku konsumen di pasar otomotif Indonesia mendorong pelaku industri menghadirkan layanan yang semakin adaptif. Menjawab dinamika tersebut, OLX resmi meluncurkan Sub Kategori Mobil Baru, sebuah fitur yang memungkinkan pengguna membandingkan pilihan mobil baru dan mobil bekas dalam satu platform. Inovasi ini sekaligus menjadi langkah strategis OLX dalam menyambut gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Peluncuran fitur terbaru tersebut didasarkan pada perubahan tren pencarian kendaraan di platform OLX. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, minat terhadap iklan mobil bekas tercatat turun sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, aktivitas pencarian kendaraan tetap tinggi dengan rata-rata mencapai 2,7 juta pencarian setiap bulan.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa calon pembeli kini tidak lagi terpaku pada satu pilihan. Mereka cenderung membandingkan mobil baru dan mobil bekas sebelum mengambil keputusan pembelian. Bahkan, berdasarkan hasil studi yang dikutip OLX, sebanyak 66 persen calon konsumen kini lebih fleksibel dalam mempertimbangkan kedua opsi tersebut.

Memilih Mobil Kini Lebih Praktis

Melalui Sub Kategori Mobil Baru, pengguna dapat mengakses berbagai pilihan kendaraan baru tanpa harus berpindah platform. Caranya pun cukup sederhana. Pengguna hanya perlu masuk ke kategori Mobil, kemudian memilih Sub Kategori Mobil Baru untuk melihat beragam merek serta model yang tersedia sesuai kebutuhan dan anggaran.

Direktur OLX, Agung Iskandar, menjelaskan bahwa kehadiran fitur ini bukan berarti pasar mobil baru akan menggantikan mobil bekas. Sebaliknya, kedua segmen tersebut justru saling melengkapi.

Menurutnya, konsumen umumnya memulai proses pencarian dengan mengeksplorasi berbagai pilihan terlebih dahulu sebelum menentukan kendaraan yang paling sesuai dengan kebutuhan maupun kemampuan finansial. Karena itu, OLX menghadirkan seluruh pilihan dalam satu ekosistem sehingga proses “Cek, Bandingkan, Deal” menjadi lebih mudah dan efisien.

Promo Menarik Selama GIIAS 2026

Momentum peluncuran fitur baru ini juga bertepatan dengan penyelenggaraan GIIAS 2026 yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.

Selama pameran otomotif terbesar di Indonesia tersebut, OLX menghadirkan promo khusus berupa saldo e-Toll hingga Rp500 ribu bagi pengguna yang melakukan proses pencarian, membandingkan kendaraan melalui platform OLX, hingga berhasil menyelesaikan transaksi.

Tak hanya itu, OLXmobbi juga kembali berpartisipasi sebagai Official Trade-in Partner GIIAS 2026. Kehadiran layanan ini memberikan solusi praktis bagi pemilik kendaraan yang ingin melakukan tukar tambah dengan proses yang cepat, aman, serta transparan.

Sebagai bagian dari program promosi selama pameran, OLXmobbi menawarkan cashback hingga Rp15 juta, disertai berbagai aktivitas interaktif dan hadiah menarik bagi para pengunjung.

Melalui kombinasi layanan tersebut, OLX ingin menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap bagi konsumen, mulai dari mencari informasi mobil baru, membandingkan berbagai pilihan kendaraan, hingga menjual atau melakukan trade-in mobil lama melalui OLXmobbi. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi OLX sebagai salah satu platform otomotif digital yang terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar Indonesia.

Kolaborasi Wuling dan Grab, Dukung Pemanfaatan EV dalam Layanan Transportasi di Indonesia

Wuling memperkuat kolaborasinya dengan Grab Indonesia, melalui kerja sama dengan GrabRentals, lini bisnis Grab di bidang penyewaan kendaraan. Kolaborasi tersebut ditandai dengan handover ceremony yang dilaksanakan pada hari ini (19/6), di Cerita Rasa Nusantara, Jakarta.

Seremoni serah terima armada ini, menjadi upaya kolaboratif kedua perusahaan untuk memperluas pemanfaatan kendaraan listrik (EV). Sekaligus mendukung pengembangan ekosistem mobilitas berkelanjutan di Indonesia.

Solusi Mobilitas Berpadu Dengan Inovasi

“Kami mengucapkan terima kasih kepada GrabRentals atas kepercayaan yang diberikan kepada Wuling. Seremoni serah terima kendaraan ini menjadi titik awal kolaborasi dan wujud nyata dari hubungan kemitraan yang terus berkembang antara kedua perusahaan,” ucap Tang Wensheng, selaku President Director of Wuling Motors.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat membuka peluang kerja sama dalam menghadirkan solusi mobilitas yang inovatif. Memberikan manfaat bagi mitra pengemudi maupun masyarakat, serta mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” tambahnya.

Kolaborasi antara Wuling dan GrabRentals Indonesia, menjadi langkah strategis dalam memperluas pemanfaatan kendaraan listrik pada ekosistem mobilitas di Indonesia. Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan menghadirkan solusi mobilitas yang memadukan inovasi kendaraan listrik, dengan layanan transportasi berbasis aplikasi, untuk mendukung mobilitas masyarakat yang lebih efisien, mudah diakses, dan berkelanjutan.

Tepat Untuk Mobilitas Harian

Unit Wuling New BinguoEV Lite dipilih untuk mendukung operasional dalam ekosistem layanan GrabRentals Indonesia. Bukan tanpa alasan, sebab produk ini menawarkan perpaduan desain ikonik, kemudahan penggunaan, serta kenyamanan berkendara untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.

EV ini dibekali baterai LFP berkapasitas 31,9 kWh, dengan jarak tempuh hingga 333 kilometer (berdasarkan standar CLTC). Serta didukung fitur smartphone interconnection dan pengisian daya cepat. Sehingga mampu mengisi baterai dari 30 persen hingga 80 persen, dalam kisaran waktu 35 menit saja.

Sebagai perusahaan penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi, Grab Indonesia terus memperluas pemanfaatan EV sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, untuk menghadirkan ekosistem mobilitas yang lebih rendah emisi. Sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi mitra pengemudi, dan layanan yang berkualitas bagi pengguna.

Saat ini, lebih dari 14 ribu unit EV telah beroperasi dalam seluruh ekosistem Grab di Indonesia termasuk GrabRentals. Grab juga menargetkan peningkatan jumlah armada kendaraan listrik hingga tiga kali lipat pada akhir tahun 2026 ini.

Suguhkan Dampak Positif

“Kolaborasi bersama Wuling menjadi langkah penting bagi GrabRentals Indonesia, dalam memperluas sekaligus memperkuat pemanfaatan kendaraan listrik di ekosistem mobilitas kami. Melalui GrabRentals Indonesia, mitra pengemudi dapat mengakses Wuling BinguoEV melalui skema sewa yang lebih terjangkau,” jelas Halim Wijaya, Director of GrabRentals Indonesia.

“Kami percaya, melalui kolaborasi antara GrabRentals Indonesia, Wuling, dan seluruh pemangku kepentingan, kendaraan listrik dapat semakin mudah diakses. Turut mendukung produktivitas mitra pengemudi, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun lingkungan,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari kolaborasi ini, Wuling turut mendukung implementasi armada kendaraan listrik GrabRentals Indonesia melalui layanan purna jual, dukungan teknis, serta program pelatihan bagi mitra pengemudi dan mekanik. Wuling dan GrabRentals Indonesia berharap kolaborasi ini dapat terus memperluas pemanfaatan EV di Indonesia, seiring dengan mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.

SUV Misterius DFSK Muncul, Siap Meluncur di Indonesia?

PT Sokonindo Automobile memperlihatkan sosok SUV misterius yang sebelumnya sempat tertangkap kamera saat menjalani pengujian dengan balutan kamuflase tebal. Kini, sejumlah detail eksterior kendaraan tersebut mulai terlihat lebih jelas, mengisyaratkan bahwa peluncurannya di Indonesia kemungkinan sudah semakin dekat.

Dari foto terbaru yang beredar, tampilan fascia depan, profil samping hingga desain buritan kendaraan mulai menampakkan karakter desain yang lebih utuh. Meski identitas model masih dirahasiakan, kemunculan SUV ini semakin memperkuat dugaan bahwa DFSK tengah menyiapkan amunisi baru untuk meramaikan persaingan segmen SUV di Tanah Air.

Beberapa elemen desain terlihat mengusung pendekatan modern dengan garis bodi yang tegas dan proporsional. Hal tersebut menunjukkan bahwa DFSK berupaya menghadirkan kendaraan yang tidak hanya mengedepankan fungsionalitas, tetapi juga memiliki daya tarik visual yang kuat untuk konsumen Indonesia.

Menariknya, SUV misterius tersebut diketahui telah menjalani serangkaian pengujian di berbagai medan dan kondisi jalan. Langkah ini menjadi bagian dari proses validasi guna memastikan kualitas, kenyamanan, serta daya tahan kendaraan sebelum resmi diperkenalkan kepada publik.

Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi performa kendaraan dalam berbagai skenario penggunaan yang umum ditemui di Indonesia, mulai dari perjalanan harian di perkotaan hingga rute jarak jauh dengan kondisi jalan yang menantang.

Chief Operating Officer PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, mengungkapkan bahwa pihaknya belum dapat memberikan informasi lebih detail mengenai model yang sedang diuji tersebut. Meski demikian, ia memastikan setiap kendaraan yang dipersiapkan untuk pasar Indonesia harus melalui proses pengembangan dan pengujian yang menyeluruh.

“Untuk saat ini kami belum dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai produk tersebut. Namun, kami memastikan bahwa setiap model yang dipersiapkan telah melalui proses pengembangan dan pengujian yang komprehensif agar sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia, termasuk untuk perjalanan jarak jauh dan performanya dalam menghadapi jalanan terjal,” ujar Franz Wang.

Dengan semakin seringnya SUV misterius ini terlihat di jalan raya, berbagai spekulasi mengenai identitas dan spesifikasinya pun mulai bermunculan. Apakah model tersebut akan menjadi SUV baru bermesin konvensional, hybrid, atau bahkan kendaraan elektrifikasi terbaru dari DFSK? Jawabannya kemungkinan akan terungkap dalam waktu dekat saat PT Sokonindo Automobile resmi membuka selubung model tersebut kepada publik Indonesia.

Harga Pertamax dan Pertamax Green Naik Drastis!

Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pengguna bahan bakar minyak (BBM) non subsidi di Indonesia. PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga sejumlah produk BBM non subsidi mulai 10 Juni 2026, dengan kenaikan paling signifikan terjadi pada Pertamax dan Pertamax Green 95.

Lonjakan harga tersebut membuat konsumen harus mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar saat mengisi bahan bakar kendaraan. Bahkan, kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green kali ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Kenaikan Sampai Rp 4.000 per Liter

Berdasarkan informasi resmi dari Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax (RON 92) kini dibanderol Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Artinya, terjadi kenaikan sebesar Rp3.950 per liter.

Sementara itu, Pertamax Green 95 mengalami kenaikan yang lebih tinggi. BBM ramah lingkungan tersebut kini dijual Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter atau naik Rp4.100 per liter.

Meski demikian, pemerintah dan Pertamina memastikan bahwa harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dipasarkan dengan harga Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar bertahan di angka Rp6.800 per liter.

Penyesuaian Harga Sesuai Formula Pemerintah

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa perubahan harga dilakukan setelah melalui evaluasi berkala serta koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator.

Penyesuaian tersebut mengacu pada formula harga yang telah ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk perkembangan harga minyak mentah dunia dan kondisi pasar energi global.

Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional sekaligus memastikan distribusi BBM berkualitas tetap berjalan optimal di seluruh wilayah Indonesia.

Produk BBM Non Subsidi Lain Tidak Berubah

Di tengah kenaikan Pertamax dan Pertamax Green, beberapa produk BBM non subsidi lainnya masih mempertahankan harga sebelumnya.

Pertamax Turbo tetap dijual Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.

Sebelumnya, pada Mei 2026, Pertamina juga telah melakukan penyesuaian harga terhadap Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Saat itu, kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya biaya pengadaan bahan bakar akibat tekanan pasar energi global.

Harga Minyak Dunia dan Kurs Rupiah Jadi Faktor Utama

Pengamat menilai lonjakan harga BBM non subsidi tidak lepas dari kenaikan harga minyak mentah dunia yang terus bergerak naik akibat ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Persia.

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut meningkatkan biaya impor bahan baku energi. Mengingat sebagian kebutuhan komponen bahan bakar nasional masih bergantung pada pasar internasional, fluktuasi harga global secara langsung memengaruhi harga jual BBM di dalam negeri.

Kombinasi kedua faktor tersebut menjadi alasan utama mengapa penyesuaian harga BBM non subsidi sulit dihindari.

Pasokan BBM Dipastikan Tetap Aman

Meski harga mengalami kenaikan cukup tajam, Pertamina memastikan ketersediaan seluruh jenis BBM tetap terjaga di jaringan SPBU seluruh Indonesia.

Pasokan Pertamax, Pertamax Green, Pertalite, Biosolar hingga produk diesel non subsidi disebut berada dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap distribusi maupun stok bahan bakar.

Akankah Harga BBM Kembali Naik?

Potensi kenaikan harga BBM non subsidi dalam waktu dekat masih terbuka. Apabila harga minyak mentah dunia terus meningkat dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum menunjukkan penguatan yang signifikan, bukan tidak mungkin penyesuaian harga kembali dilakukan.

Sebaliknya, apabila kondisi geopolitik global mulai mereda dan harga minyak bergerak turun, peluang stabilisasi bahkan penurunan harga BBM non subsidi juga dapat terjadi. Karena itu, masyarakat dan pelaku industri otomotif masih perlu mencermati perkembangan pasar energi global dalam beberapa bulan ke depan.

Daftar Harga BBM Pertamina Berlaku Mulai 10 Juni 2026

BBM Subsidi
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter

BBM Non Subsidi
Pertamax: Rp16.250 per liter (sebelumnya Rp12.300)
Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter (sebelumnya Rp12.900)
Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter
Dexlite: Rp23.000 per liter
Pertamina Dex: Rp24.800 per liter

 

Indomobil Expo Jakarta Raih 1.145 SPK, Bukti EV Makin Diminati

Transformasi kendaraan listrik di Indonesia tampaknya semakin menunjukkan arah yang positif. Hal tersebut tercermin dari pencapaian gemilang yang dibukukan oleh Indomobil Group melalui gelaran Indomobil Expo Jakarta yang sukses mencatat transaksi hingga ratusan miliar rupiah selama penyelenggaraan acara berlangsung.

Pameran otomotif yang mengusung konsep “EVperience” tersebut bukan sekadar ajang promosi kendaraan, melainkan menjadi wadah edukasi sekaligus pengalaman langsung bagi masyarakat untuk mengenal teknologi kendaraan listrik yang kini semakin relevan dengan kebutuhan mobilitas modern.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari total Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang berhasil mencapai 1.145 unit. Menariknya, kontribusi terbesar justru datang dari lini kendaraan listrik berbagai merek di bawah naungan Indomobil Group.

Beberapa brand EV yang menjadi magnet utama pengunjung di antaranya adalah GAC Indonesia, Changan, Citroën Indonesia, hingga Indomobil eMotor. Dominasi kendaraan listrik dalam total SPK tersebut menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat Indonesia mulai semakin percaya terhadap ekosistem EV nasional.

Tak hanya dari sisi penjualan, tingginya minat pengunjung juga terlihat dari aktivitas test drive yang mencapai 1.075 sesi selama pameran berlangsung. Sejumlah model seperti AION V, AION UT, HYPTEC HT, hingga Changan Deepal S07 menjadi kendaraan yang paling banyak dicoba langsung oleh pengunjung.

Salah satu sorotan utama dalam pameran ini juga datang dari Volkswagen Indonesia yang resmi menghadirkan Volkswagen ID. Buzz Eclipse Edition. Kehadiran model listrik premium bergaya retro-modern tersebut sukses menarik perhatian pecinta otomotif Tanah Air.

Secara keseluruhan, Indomobil Expo Jakarta berhasil mendatangkan 40.656 pengunjung selama acara berlangsung. Jumlah tersebut menjadi gambaran besarnya rasa penasaran sekaligus minat masyarakat terhadap perkembangan kendaraan listrik dan teknologi mobilitas masa depan.

Tak hanya menghadirkan display kendaraan, Indomobil Expo juga dikemas sebagai ruang interaksi melalui berbagai sesi talkshow bersama komunitas otomotif, konsumen EV, hingga praktisi industri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Indomobil Group untuk menghadirkan edukasi kendaraan listrik yang lebih mudah dipahami masyarakat luas.

CEO Indomobil Dealers Group, Santiko Wardoyo mengatakan bahwa pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia.

Melalui pendekatan “EVperience”, Indomobil Group terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional, termasuk menghadirkan solusi mobilitas roda dua listrik melalui Indomobil eMotor. Dengan semakin luasnya pilihan produk dan edukasi yang masif, masa depan kendaraan listrik di Indonesia kini terlihat semakin menjanjikan.

EV Melejit! Penjualan Mobil Listrik RI Geser Dominasi Mobil BBM

Kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai mesin pertumbuhan baru industri otomotif nasional. Lonjakan penjualan yang terjadi sejak tahun lalu diprediksi terus berlanjut hingga 2026. Perubahan preferensi konsumen semakin mengarah pada kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan.

Momentum ini kian menguat seiring kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, serta semakin tipisnya selisih harga antara mobil listrik dan kendaraan bermesin ICE (internal combustion engine). Di sisi lain, peningkatan teknologi baterai yang mampu menjelajah hingga 600 km turut mengurangi kekhawatiran pengguna terhadap range anxiety.

Pangsa Pasar EV Melonjak, ICE Tergerus

Transformasi pasar otomotif nasional terlihat jelas dari pergeseran kontribusi penjualan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, porsi kendaraan ICE turun signifikan dari 99,6% pada 2021 menjadi 78,2% di 2025.

Sebaliknya, segmen battery electric vehicle (BEV) melonjak dari hanya 0,1% menjadi 12,9% di periode yang sama. Tren ini berlanjut hingga Maret 2026, di mana porsi BEV meningkat menjadi 15,6%, sementara ICE turun menjadi 75%.

Dari sisi volume, penjualan BEV tumbuh 96% menjadi 33.146 unit, jauh melampaui pertumbuhan industri otomotif secara keseluruhan yang hanya 1,7%. Sebaliknya, penjualan mobil ICE mengalami penurunan dari 174.776 unit menjadi 156.684 unit.

Hingga akhir 2026, pangsa pasar BEV diproyeksikan menembus kisaran 19–20%, menegaskan peran strategisnya sebagai pendorong utama pertumbuhan industri.

Lonjakan adopsi EV tidak lepas dari berbagai faktor kunci, mulai dari kenaikan harga energi global hingga semakin banyaknya pilihan model di pasar. Saat ini, jumlah model BEV di Indonesia telah mencapai 74 unit, meningkat drastis dibandingkan hanya 11 model pada 2021.

Selain itu, harga EV yang semakin kompetitif dengan kisaran Rp300 jutaan, membuatnya semakin terjangkau bagi konsumen. Total biaya kepemilikan (total cost of ownership/TCO) yang lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar fosil juga menjadi daya tarik utama.

Kebijakan Pajak Baru

Di tengah tren positif ini, pemerintah menerapkan kebijakan baru melalui Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 yang mengatur bahwa kendaraan listrik tidak lagi otomatis bebas dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sejak 1 April 2026.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap memiliki kewenangan untuk memberikan insentif berupa pembebasan atau pengurangan pajak. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah penyesuaian, bukan hambatan, selama diterapkan secara proporsional.

Sejumlah pihak bahkan mendorong penerapan tarif pajak progresif, di mana EV dengan harga tinggi dikenakan pajak lebih besar, sementara model yang lebih terjangkau tetap mendapatkan keringanan guna menjaga daya beli masyarakat.

PHEV sebagai Jembatan Transisi

Selain BEV, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dinilai memiliki potensi besar sebagai solusi transisi menuju elektrifikasi penuh. Dengan kemampuan berkendara menggunakan listrik untuk kebutuhan harian serta mesin konvensional untuk perjalanan jarak jauh, PHEV dianggap cocok untuk kondisi Indonesia yang masih menghadapi ketimpangan infrastruktur pengisian daya.

Saat ini, penjualan PHEV juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, dari hanya 42 unit pada Maret 2025 menjadi 1.521 unit pada Maret 2026. Oleh karena itu, banyak pihak mendorong agar PHEV mendapatkan tambahan insentif guna mempercepat adopsinya.

Dari sisi industri, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB). Hingga kini, tercatat ada 14 perusahaan perakitan mobil listrik dengan kapasitas 409.860 unit/tahun. Kemudian untuk motor Listrik ada 68 produsen dengan kapasitas 2,51 juta unit/tahun. Disusul pasar komersial dengan 9 produsen bus listrik berkapasitas 4.100 unit/tahun. Maka, total investasi di sektor ini telah mencapai Rp25,67 triliun.

Populasi kendaraan listrik nasional pun telah menyentuh 358.205 unit per Maret 2026, dengan pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) di atas 140% dalam lima tahun terakhir.

Pemerintah juga menargetkan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dari minimal 40% hingga 2026, menjadi 80% pada 2030. Langkah ini bertujuan memastikan bahwa investasi EV memberikan nilai tambah maksimal bagi industri domestik.

Sementara itu, pemain global seperti BYD semakin agresif menggarap pasar Indonesia dengan menghadirkan berbagai model dan memperluas jaringan dealer. Hal ini turut mendorong kompetisi yang sehat sekaligus mempercepat adopsi EV di Tanah Air.

Menuju Pusat Produksi EV Global

Dengan dukungan kebijakan yang semakin matang, pertumbuhan permintaan domestik, serta masuknya investasi global, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat produksi kendaraan listrik di kawasan, sekaligus basis ekspor global.

Di tengah dinamika harga energi dunia dan tuntutan pengurangan emisi karbon, EV bukan lagi sekadar tren, melainkan fondasi baru bagi masa depan industri otomotif nasional.

Leapmotor Buka Pusat Desain di Munich, Siap Ekspansi Global!

Tak puas hanya mengandalkan pusat riset yang ada di kota Hangzhou dan Shanghai, China, Leapmotor pun mulai menancapkan kakinya di kota Munich, Jerman. Sebuah gedung menjulang bernama Leapmotor Europe Innovation Centre GmbH diresmikan pada 23 Maret 2026 di Georg-Muche-Straße 4, distrik Schwabing-Freimann di sisi utara kota Munich.

Sebelumnya, sejumlah pabrikan asal China yakni Nio, Xpeng, Xiaomi, dan Li Auto telah mendirikan pusat desain dan R&D di kota yang sama. Kini, kehadiran Leapmotor kian memperkuat pamor kota Munich sebagai pusat riset industri otomotif di Jerman.

Produsen kendaraan listrik asal China termasuk Leapmotor nampaknya semakin serius dalam menggarap pasar global. Jerman jadi jalan masuk utama untuk bisa menguasai pasar Eropa.

Pusat Perancangan Inovasi Kreatif

Sebagai tahap awal, Leapmotor hanya akan memberdayakan lebih kurang sekira 100 tenaga ahli. Pusat inovasi ini dirancang sebagai “otak kreatif” Leapmotor di Eropa.

Selain melakukan studi riset pengembangan filosofi desain khas Leapmotor, juga inovasi fitur teknologi. Dalam hal desain, beragam elemen akan dirangkum dalam pendekatan “technological natural aesthetics” yang nantinya bakal menjadi identitas dari produk dan brand Leapmotor kedepannya.

Salah satu tenaga ahli yang dipercaya oleh Leapmotor adalah Adil Benwadih. Direktur yang mengepalai Leapmotor European Advanced Design Centre di Munich ini bukan orang baru di bidang rancang bangun mobil listrik dan industri otomotif.

Spesialis desain eksterior mobil ini telah kenyang dan sarat pengalaman di berbagai brand, termasuk Audi, Aston Martin, Lotus, DS dan Citroen. Sebelum berlabuh di Leapmotor, ia menjabat sebagai direktur desain eksterior ONVO, sub-brand dari NIO.

Lantas, kemana arah visi desain produk dari Leapmotor untuk pasar global dan Eropa? Jawabannya ada pada model SUV teranyar, Leapmotor B03X. Model yang mengusung konsep “technological natural aesthetics 2.0” ini dipresentasikan langsung oleh Head of Global Design Center Leapmotor, Yu Shuyue, dalam acara peresmian di Munich. Mobil Leapmotor A10 yang belum lama ini launching di Eropa adalah salah satu contoh pendekatan filosofi desain “technological natural aesthetics 2.0”.

Canggih secara teknologi saja tidaklah cukup, kemasan desain harus bisa terus beradaptasi dengan trend untuk menarik minat beli konsumen.

Keberadaan pusat inovasi di Eropa ini akan memungkinkan Leapmotor untuk lebih dekat dengan trend dan kebutuhan konsumen pasar global. Dengan kolaborasi talenta di bidang desain dan engineering kelas dunia diharapkan mampu mempercepat upaya pengembangan produk yang memiliki daya saing tinggi.

Kemitraan yang terjalin antara Leapmotor dengan Stellantis terbukti membawa hasil yang signifikan. Dari 596.555 unit kendaraan Leapmotor yang terjual tahun lalu, sebanyak 67.052 unit diserap oleh ekspor pasar global, terutama kawasan Eropa.

Leapmotor Bakal Masuk Pasar Indonesia

Sebagai bagian dari visi dan strategi besar Leapmotor di pasar global, kawasan adia Tenggara jadi target potensial yang dibidik.

Dengan pangsa pasar mobil listrik yang cukup menjanjikan, Indonesia jadi salah satu pasar yang dipilih. Leapmotor menjalin kerja sama dengan PT Indomobil National Distributor sebagai jalan masuk ke pasar otomotif Tanah Air.

Rencananya tahun ini Indomobil akan mulai mendistribusikan lini kendaraan listrik dan energi terbarukan dari merek Leapmotor di Indonesia. Unit model yang akan dipasarkan dirakit secara lokal (CKD) di Cikampek, Jawa Barat. Nantinya, produk kendaraan dari Leapmotor akan tersedia melalui jaringan retail khusus yakni Stellantis Brand House, bersama dengan merek Jeep dan Citroen yang telah diperkenalkan sebelumnya.

Apakah produk dari brand Leapmotor bakal tampil di ajang GIIAS 2026 mendatang? Kita tunggu saja. Mungkin malah bisa jauh lebih cepat…

 

 

Sistem ADAS G-ASD Geely Lolos Standar Uni Eropa, Siap Dipakai!

Pada awal Januari 2026 lalu Geely baru saja memperkenalkan generasi terbaru teknologi ADAS (Advance Driver’s Assistance System) mereka dalam pameran teknologi Consumer Electronic Show (CES) 2026 di Las Vegas, AS. Sistem berbasis AI yang diberi nama “Geely-Afari Smart Driving” atau G-ASD ini dikatakan telah mendukung sistem otonom Level 3. Teknologi G-ASD bahkan telah digunakan pada model kendaraan Lynk & Co–salah satu sub-brand di bawah naungan Geely. Persaingan teknologi sistem bantuan berkendara terpadu ADAS global bakal kian sengit pastinya.

Tak butuh waktu lama, sistem ADAS G-ASD baru saja mendapatkan sertifikasi UN R171 dari badan uji Uni Eropa. Dengan sertifikasi tersebut, maka sistem G-ASD legal untuk digunakan di seluruh jalan raya kawasan Uni Eropa. Sejumlah model kendaraan dari brand di bawah naungan Geely Auto Group akan dilengkapi sistem G-ASD dan segera dipasarkan di Eropa paling cepat Juni 2026 mendatang. Gercep juga…

Apa Itu G-ASD?

Sistem ADAS G-ASD dikembangkan oleh Afari (Qianli) Technology, perusahaan sektor teknologi dari anak usaha Geely yakni Lifan Group yang berpusat di Chongqing, China.

Teknologi G-ASD ini dikembangkan dari sistem software G-Pilot yang dibuat oleh Afari untuk Geely. Pengaplikasian teknologi berbasis artificial intelligence (AI) pada sistem kendali fitur kendaraan menjadikan sistem G-ASD lebih canggih dari G-Pilot. Ini adalah bagian dari strategi teknologi “AI + Auto” yang disiapkan untuk kendaraan Geely di masa depan.

Inti utama dari G-ASD adalah World Action Model, atau WAM, kemampuan sistem kendaraan untuk bisa merespon kondisi di sekeliling secara lebih intuitif dan presisi. Dengan demikian, kinerja sistem bantuan berkendara akan menjadi lebih alami dan sempurna

Sistem G-ASD dibangun menggunakan basis platform AI 2.0 hasil rancangan mandiri Geely. Dengan arsitektur modular ini, kinerja sistem akan lebih konsisten dan stabil dalam mendeteksi perubahan kecepatan, jarak dan pergerakan obyek, serta perilaku dan gaya berkendara sehari-hari. Sistem juga secara berkala mengupdate dan meningkatkan koordinasi seluruh sistem yang ada pada kendaraan.

WAM menginput data dari beragam sumber, termasuk data autonomous driving, interaksi pengemudi, input sensor kendaraan, serta beragam data dari sumber eksternal.

Hasil pengolahan data yang dinput menjadi acuan kendali kinerja pada mesin, sasis, sistem sensor elektronik, serta fungsi fitur berkendara. Untuk versi berbasis Cloud, parameter dan kalkulasi yang diinput bisa lebih dari 100 miliar data. Wuih… canggih!

G-ASD Siap Melenggang Di Eropa

Sertifikasi UN R171 yang diperoleh Geely tak ubahnya ‘SIM’ yang membuat sistem G-ASD legal dan bebas digunakan pada seluruh kendaraan Geely yang beredar di negara anggota United Nations Economic Commission for Europe. Tak perlu repot lagi harus mengajukan izin di masing-masing negara.

Untuk pasar Eropa, mobil buatan Lotus akan jadi yang pertama dibekali sistem G-ASD. Walau brand asal Inggris, tapi mayoritas sahamnya dimiliki Geely Auto Group, anak usaha di bawah Geely Holding Group.

Persyaratan sertifikasi tersebut memang tidak mudah. Di Eropa, sistem otonom dapat digunakan di jalan tol, namun hanya sebatas bantuan navigasi. Untuk penggunaan di jalan raya perkotaan, syarat dan pengujiannya amat sangat ketat.

BMW bahkan baru memperolehnya pada 2025. Sebagai catatan, Mercedes-Benz jadi yang pertamakali mendapatkan sertifikasi sistem otonom L3 di dunia.

Teknologi yang dikembangkan Afari menarik minat Mercedes-Benz untuk menyuntik dana investasi senilai 1,34 miliar Yuan atau sekira Rp 3,3 trilyun! Pabrikan Jerman ini pun kini punya andil saham sebesar 3% di Afari. Cara cerdas untuk bisa memanfaatkan teknologi G-ASD dan sistem turunannya.

GAC Bidik Dominasi EV Thailand Lewat Thailand Action 2.0

Ajang Bangkok International Motor Show 2026 (BIMS) ke-47 menjadi panggung penting bagi para pabrikan otomotif global untuk menampilkan inovasi terbaru, khususnya di segmen kendaraan elektrifikasi. Dalam momentum ini, GAC International menunjukkan keseriusannya memperluas penetrasi pasar di Asia Tenggara melalui strategi “Thailand Action 2.0”.

Program ini diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran layanan purna jual GAC CARE, yang untuk pertama kalinya diterapkan di luar China. Thailand dipilih sebagai titik awal implementasi, menandakan peran strategis negara tersebut sebagai hub ekspansi GAC di kawasan.

Bangun Fondasi Industri di Thailand

Langkah GAC di Thailand bukan sekadar memperluas penjualan, melainkan membangun ekosistem industri secara menyeluruh. Melalui sub-brand AION, GAC telah memulai penetrasi pasar kendaraan listrik sejak beberapa tahun terakhir.

Sebagai bagian dari strategi “Thailand Action 1.0”, GAC membangun fasilitas produksi modern pada Juli 2024 dengan nilai investasi mencapai sekitar US$64,8 juta. Pabrik ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 50.000 unit per tahun, tidak hanya untuk memenuhi pasar domestik, tetapi juga sebagai basis ekspor ke Asia Tenggara dan Oceania.

Tak berhenti di situ, GAC juga meresmikan GACB Sathorn Experience Center dan GAC Thailand Battery Service Center di Bangkok pada 2025. Kehadiran fasilitas ini memperkuat pendekatan bisnis “Sales + Energy Services” yang mengintegrasikan penjualan kendaraan dengan layanan energi dan purna jual.

Penjualan EV Melonjak Tajam

Strategi bertahap yang dijalankan GAC mulai menunjukkan hasil positif. Sepanjang 2025, penjualan kendaraan listrik GAC di Thailand mencapai 15.301 unit, melonjak hingga 305 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini menjadi indikator kuat bahwa pasar Thailand memiliki potensi besar bagi pengembangan kendaraan listrik. Lebih dari itu, GAC tidak hanya menjual produk, tetapi juga mulai membangun basis industri lokal yang berkelanjutan.

Melalui pendekatan “One GAC 2.0”, perusahaan mengadopsi strategi yang menekankan pada pemanfaatan sumber daya lokal. Produk yang dipasarkan di Thailand kini telah mengandung komponen lokal lebih dari 40 persen, termasuk penyesuaian desain dan fitur sesuai kebutuhan konsumen setempat.

Hadirkan Produk Khusus untuk Pasar Thailand

Salah satu wujud nyata strategi tersebut adalah peluncuran AION V 500KM, model kendaraan listrik yang dirancang khusus untuk pasar Thailand dan debut di BIMS 2026.

Langkah ini menunjukkan bahwa GAC tidak sekadar mengekspor produk global, tetapi juga melakukan riset dan pengembangan berbasis pasar lokal. Pendekatan ini dinilai efektif untuk meningkatkan daya saing di tengah ketatnya persaingan industri otomotif kawasan.

Dengan kombinasi fasilitas produksi, jaringan layanan, serta strategi bisnis yang terintegrasi, GAC semakin memperkuat posisinya sebagai pemain utama kendaraan listrik di Thailand.

Ke depan, menarik untuk melihat apakah strategi agresif GAC di Negeri Gajah Putih ini juga akan diterapkan di pasar Indonesia, yang memiliki potensi pertumbuhan kendaraan listrik yang tak kalah besar.

Maybach S680 V12 Edition, Jadi Incaran Kolektor di Jepang

Mobil edisi khusus lansiran Mercedes-Benz merupakan incaran para kolektor dunia. Tak cuma menjadi koleksi, tapi sebagai investasi jutaan dollar yang nilainya berlipat ganda di masa mendatang.

Garapan yang sempurna, brand image yang kuat serta jumlah unit yang sangat sedikit membuat nilai prestise jadi sangat tinggi.

Salah satu model limited-edition terbaru dari brand asal Jerman ini adalalah sedan ultra mewah Mercedes-Maybach S680 V12 Edition. Ini adalah “hommage” yang terinspirasi dari Maybach Zeppelin, sedan mewah pertama Maybach bermesin V12 yang diproduksi pada awal era 1930-an.

Sejak dipresentasikan kepada para kolektor dan pelanggan terpilih pada September tahun lalu, daftar peminatnya sudah sangat panjang. Hanya saja, jumlah unit yang dijatah untuk tiap kawasan dan negara tidaklah sama. Jepang cuma kebagian lima unit dari total 50 unit mobil yang dibuat.

Warna Racikan Khusus

Untuk mobil edisi khusus, Mercedes-Benz selalu tampil dengan kemasan warna bodi yang menggugah. Mercedes-Maybach S680 V12 Edition ini pun demikian, sekujur bodinya berlabur nuansa warna two-tone racikan khusus dari lab Manufaktur Mercedes-Benz.

Pada bodi bagian bawah dilapisi nuansa hitam metallic Obsidian Black nan kemilau. Sementara pada bodi bagian atas berlabur warna hijau metallic Manufaktur Olive. Aksen pinstripping High-Tech Silver pada sejumlah area bodi terinspirasi dari lis chrome pada bodi sedan klasik Mercedes-Benz.

Agar tampil senada, velg 20-inci berdesain unik dari Maybach yang dibekalkan juga berlabur warna hijau Manufaktur Olive.

Tak cuma warna bodinya saja yang diracik khusus. Teknik pengecatannya pun beda dari sedan saloon S-Klasse Mercedes-Benz atau Maybach ‘biasa’.

Pengecatan bodi mobil Maybach reguler biasanya butuh waktu paling lama lima hari. Untuk yang satu ini, proses pengecatan bodi dan detailing pada area eksterior butuh waktu 10 hari. Proses pengecatan mulai dari warna dasar hingga finishing dan detailing dikerjakan secara handmade.

Detail Super Istimewa

Salah satu proses detailing yang memakan waktu cukup lama adalah penggarapan ornamen emblem Maybach di panel bodi. Ornamen berhias siluet huruf V pada latar emblem mobil ini terbuat dari emas 24-karat yang digarap handmade oleh para seniman khusus di studio Maybach. Penggarapannya pun tak ubahnya membuat perhiasan. Amat detail dan cermat serta presisi tanpa cela.

Tentu saja area interior juga mendapat sentuhan khusus dengan detail garapan yang sempurna dan mengagumkan.

Interior dilapis bahan kulit Nappa nan mewah dengan kombinasi two-tone. Padu padan warna Manufaktur Saddle Brown/Black terlihat pada setir dan lapisan plafon. Pada headrest tersemat logo Maybach berwarna emas yang serupa dengan emblem bodi.

Sebagai penanda sah status Limited Edition, pada konsol tengah terdapat plakat khusus bertuliskan ‘1 of 50’. Ya, satu dari lima puluh unit yang dibuat khusus oleh Maybach.

Cukup 4,5 Detik Untuk Mencapai 100 km/jam

Teknologi mesin V12 era tahun 1930-an jelas beda dengan mesin era kekinian. Bongkahan mesin V12 7.0-liter dan 8.0-liter yang dulu digunakan Maybach Zeppelin sangat besar, sehingga bonnet mobil ini pun ukurannya sangat panjang. Output tenaga pun cuma mentok 200 hp dan sangat haus bensin.

Kini, mesin 6.0-liter V12 twin-turbo yang dibekalkan pada sedan Mercrdes-Maybach ukurannya cukup ringkas. Dari segi performa pun mampu memuntahkan tenaga sebesar 603 hp dengan torsi puncak 900 Nm. Transmisi automatic 9-speed dipadukan dengan sistem penggerak all-wheel drive berpengendali elektronik yang canggih.

Cukup 4,5 detik untuk melesat mencapai 100 km/jam. Demi keselamatan berkendara, top speed time dikunci di 250 km/jam.

Para peminat mobil ini di Jepang dapat memilikinya dengan harga mulai dari 53,99 juta yen atau sekira Rp 5,79 miliar. Cukup sepadan dengan status limited-edition tulen yang cuma ada 50 unit di dunia dan lima unit di Jepang. Bagaimana dengan para kolektor Indonesia, adakah yang berminat?