Hyundai Siapkan Ioniq 3 dan Prototype EV 7-Seater di GIIAS 2026!

Hyundai Siapkan Kejutan di GIIAS 2026! Ioniq 3 dan Prototype EV 7-Seater Siap Mencuri Perhatian

Panggung GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dipastikan menjadi momen penting bagi PT Hyundai Motors Indonesia (HMID). Pabrikan asal Korea Selatan itu telah menyiapkan sederet amunisi baru yang siap diperkenalkan kepada publik, mulai dari mobil listrik terbaru hingga sebuah prototype kendaraan listrik tujuh penumpang yang masih dirahasiakan identitasnya.

Total, Hyundai akan memamerkan 14 model kendaraan selama GIIAS 2026 berlangsung. Dari jumlah tersebut, empat model akan menjalani debut perdana di Indonesia, sementara dua di antaranya dipastikan menjadi magnet utama, yakni Hyundai Ioniq 3 edisi spesial dan sebuah prototype EV 7-seater yang digadang-gadang bakal diproduksi di Indonesia.

Kehadiran kedua model tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Hyundai semakin agresif memperluas portofolio kendaraan elektrifikasi di pasar nasional.

Empat Mobil Baru Siap Debut di Indonesia

Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, mengonfirmasi Hyundai akan membawa beragam model baru yang mencakup segmen SUV listrik, MPV listrik, hingga MPV hybrid.

Meski belum mengungkap identitas seluruh produk yang akan dipamerkan, Hyundai memastikan seluruh model tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat posisinya di pasar otomotif Indonesia yang kini mulai beralih menuju era elektrifikasi.

Dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, Hyundai melihat Indonesia sebagai salah satu pasar yang memiliki potensi pertumbuhan terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Hyundai Ioniq 3, Bintang Baru

Salah satu model yang paling dinanti adalah Hyundai Ioniq 3. Setelah sukses memperkenalkan Ioniq 5 dan Ioniq 6, kini Hyundai menghadirkan hatchback listrik bergaya futuristis yang lebih ringkas namun tetap mengedepankan efisiensi dan teknologi modern.

Ioniq 3 dibangun menggunakan platform Electric-Global Modular Platform (E-GMP) berarsitektur 400 volt. Mobil ini mengusung konsep desain Aero Hatch yang dirancang untuk memaksimalkan efisiensi aerodinamika tanpa mengurangi kenyamanan kabin.

Koefisien hambatan udara hanya 0,263 Cd, menjadikannya salah satu mobil listrik paling aerodinamis di kelasnya. Desain tersebut berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi energi sekaligus memperpanjang jarak tempuh.

Dimensinya yang kompak dengan panjang 4.155 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.505 mm, serta wheelbase 2.680 mm menghadirkan ruang kabin yang lega untuk lima penumpang. Kapasitas bagasi mencapai 441 liter, termasuk kompartemen penyimpanan tambahan Megabox yang membuat mobil ini semakin praktis digunakan sehari-hari.

Jarak Tempuh Hampir 500 Kilometer

Di pasar Eropa, Hyundai menawarkan Ioniq 3 dalam dua pilihan baterai.

Varian Standard Range menggunakan baterai berkapasitas 42,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 344 kilometer (WLTP). Sementara versi Long Range mengusung baterai 61 kWh yang mampu melaju hingga 496 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Proses pengisian baterai juga tergolong cepat. Dengan DC Fast Charging, kapasitas baterai dapat terisi dari 10 hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Sedangkan pengisian AC mendukung output hingga 22 kW.

Motor listrik penggerak roda depan menghasilkan tenaga 145 hp dan torsi 250 Nm, cukup untuk membawa Ioniq 3 berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu sekitar sembilan detik dengan kecepatan maksimum mencapai 170 km/jam.

Teknologi Digital Semakin Modern

Tak hanya mengandalkan efisiensi, Hyundai juga membekali Ioniq 3 dengan teknologi digital terbaru.

Mobil ini menjadi model pertama Hyundai di Eropa yang menggunakan sistem infotainment Pleos Connect berbasis Android Automotive OS. Seluruh informasi kendaraan ditampilkan melalui layar sentuh berukuran 14,6 inci yang mendukung berbagai aplikasi populer seperti YouTube, Spotify, Zoom, hingga pembaruan perangkat lunak secara Over-the-Air (OTA).

Untuk keselamatan, Hyundai menyematkan paket Hyundai SmartSense yang mencakup Highway Driving Assist 2 (HDA2), Blind Spot View Monitor, Surround View Monitor, Remote Smart Parking Assist, hingga Memory Reverse Assist.

Seluruh varian juga telah dibekali tujuh airbag sebagai perlengkapan standar.

Prototype EV 7-Seater Buatan Indonesia

Selain Ioniq 3, perhatian publik justru tertuju pada sebuah prototype mobil listrik tujuh penumpang yang akan tampil perdana di GIIAS 2026.

Hyundai memberi sinyal bahwa kendaraan konsep tersebut dirancang untuk diproduksi di Indonesia dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi. Sayangnya, HMID masih merahasiakan identitas model yang dimaksud.

Berbagai spekulasi pun bermunculan. Dugaan terkuat mengarah pada Hyundai Stargazer EV.

Prediksi tersebut cukup masuk akal mengingat Stargazer merupakan MPV yang sejak awal dikembangkan khusus di Indonesia dan diproduksi di fasilitas Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI). Platform, desain, hingga karakter berkendaranya memang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Apabila benar merupakan Stargazer EV, Hyundai berpotensi menjadi salah satu pelopor di segmen MPV listrik tujuh penumpang yang diproduksi secara lokal.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan Hyundai menghadirkan model lain yang benar-benar baru atau bahkan mengembangkan versi listrik dari Staria untuk pasar global.

Hyundai Semakin Agresif

Selama beberapa tahun terakhir, Hyundai menjadi salah satu pemain paling aktif dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Melalui investasi besar di fasilitas produksi HMMI, Hyundai telah merakit sejumlah model listrik seperti Ioniq 5 dan Kona Electric secara lokal. Kehadiran Ioniq 3 serta prototype EV tujuh penumpang akan semakin memperkuat posisi Hyundai sebagai salah satu pemimpin pasar kendaraan elektrifikasi di Tanah Air.

Kini tinggal menunggu hitungan hari hingga GIIAS 2026 resmi dibuka. Apakah seluruh prediksi tersebut akan menjadi kenyataan? Ataukah Hyundai justru telah menyiapkan kejutan lain yang belum pernah terungkap sebelumnya? Seluruh jawabannya akan segera tersaji di panggung otomotif terbesar Indonesia.

Beredar Teaser Siluet SUV, Apakah ini Suzuki XL7 Facelift?

Suzuki nampaknya bakal meluncurkan model SUV terbarunya. Kabar tersebut merebak setelah pabrikan otomotif berlogo S tersebut secara resmi mengunggah gambar bocoran atau teaser siluet mobil misterius di akun Instagram Suxuki.

Apakah sosok SUV tersebut adalah versi penyegaran terbaru dari Suzuki XL7? Jika benar, persaingan pasar segmen Low SUV (LSUV) tujuh penumpang di Tanah Air bakal makin seru.

Penyegaran Eksterior?

Dalam unggahan video tersebut siluet bodi kendaraan nampak samar dengan latar belakang gelap. Fokus utama pada sorot sepasang lampu utama (headlamp) dengan lampu kabut (fog lamp) di area bumper depan bagian bawah menjadi petunjuk awal.

Dengan slogan “The SUV Redefined”, makin jelas jika ini adalah sosok versi facelift alias penyegaran. Suzuki XL7 memang sudah waktunya untuk dikemas tampilannya agar terlihat lebih modern dan memikat.

Saat ini pihak PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memang masih menutup rapat keran informasi seputar identitas asli dari mobil tersebut. Namun prediksi kuat mengarah pada spyshot yang diduga sosok Suzuki XL7 versi facelift sedang menjalani uji jalan dengan selubung kamuflase.

Dari segi postur dan dimensinya menyerupai Suzuki XL7. Cukup banyak yang memprediksi jika XL7 bakal mengalami ubahan cukup banyak di area depan. Mulai dari grille, lamlu utama hingga bumper depan nampaknya bakal mengalami ubahan desain tampilan.

Upgrade Mesin dan Fitur?

Perihal sektor performa, Suzuki mungkin akan tetap mempercayakan pada mesin 4-silinder 1.500 cc berkode K15B yang sudah teruji. Demikian pula dengan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang sukses menghasilkan konsumsi bahan bakar yang efisien serta menekan emisi gas buang.

Penyegaran pada area eksterior tentu tak lengkap tanpa upgrade pada kemasan gaya maupun fitur interior.

Potensi upgrade fitur prediksinya menguat pada peningkatan ukuran layar utama pada dashboard. Kombinasi warna interior pun namoaknya bakal ada penyegaran. Tentu saja pars konsumen berharap akan ada upgrade fitur keselamatan aktif terintegrasi. Tak hanya tampil makin gaya, tapi juga ounya daya saing yang lebih besar di kelasnya.

Apakah Suzuki bakal segera meluncurkan secara resmi mobil misterius ini dalam waktu dekat? Atau justru PT SIS menunggu momen yang pas di perhelatan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 pada penghujung Juli 2026 nanti? Kita tunggu saja tanggal tayangnya…

Suzuki Tebar Promo Menarik di Ajang Jakarta Fair 2026

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kembali meramaikan ajang Jakarta Fair Kemayoran 2026 dengan membawa beragam lini sepeda motor unggulannya. Keikutsertaan Suzuki dalam pameran multiproduk terbesar di Indonesia yang berlangsung mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026 ini sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan motor baru dengan program pembelian yang lebih menguntungkan.

Berlokasi di Hall A, Booth 36, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Suzuki menghadirkan area pamer yang lebih modern, atraktif, dan interaktif. Konsep booth terbaru tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi pengunjung saat melihat langsung produk maupun berkonsultasi dengan tim penjualan.

Deretan Motor Suzuki Siap Menyapa Pengunjung

Pada gelaran Jakarta Fair 2026, Suzuki menampilkan berbagai model sepeda motor yang mewakili kebutuhan mobilitas masyarakat dari berbagai segmen.

Pengunjung dapat melihat langsung Suzuki V-Strom 250SX yang ditujukan bagi pecinta touring dan petualangan, Burgman Street 125EX yang menawarkan kenyamanan berkendara di perkotaan, hingga Access 125 yang dikenal praktis dan irit untuk penggunaan harian.

Selain itu, Suzuki juga menghadirkan Nex Crossover yang memiliki karakter tangguh untuk berbagai kondisi jalan, serta Satria F150 yang tetap menjadi pilihan penggemar motor sport ringan berperforma tinggi.

Kehadiran beragam model tersebut memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen yang tengah mencari kendaraan sesuai kebutuhan, baik untuk aktivitas harian, perjalanan jarak jauh, maupun kebutuhan mobilitas yang lebih dinamis.

Menurut Teuku Agha selaku 2W Sales & Marketing Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Jakarta Fair 2026 menjadi momentum yang tepat bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat produk-produk unggulan Suzuki.

Pengunjung juga dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga penjualan Suzuki guna memperoleh informasi lengkap mengenai spesifikasi, fitur, hingga simulasi pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan.

Program Pembelian Khusus Selama Jakarta Fair 2026

Tak hanya menghadirkan produk unggulan, Suzuki juga menyiapkan berbagai program penjualan menarik yang dapat dimanfaatkan selama pameran berlangsung.

Salah satu program yang cukup menarik adalah uang tanda jadi yang sangat ringan. Calon konsumen hanya perlu menyiapkan dana sebesar Rp500 ribu untuk memulai proses pembelian sepeda motor Suzuki.

Selain itu, tersedia pula program potongan tenor kredit hingga tiga kali yang membuat cicilan menjadi lebih ringan dan fleksibel.

Sebagai tambahan, setiap transaksi pembelian motor Suzuki selama Jakarta Fair 2026 juga berhak mendapatkan merchandise eksklusif yang telah disiapkan khusus bagi pengunjung pameran.

Melalui partisipasinya di Jakarta Fair 2026, Suzuki ingin semakin mendekatkan diri kepada konsumen sekaligus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan sepeda motor yang mengedepankan kualitas, efisiensi bahan bakar, kenyamanan, serta performa yang dapat diandalkan.

Dengan pilihan produk yang beragam dan program pembelian yang menarik, booth Suzuki berpotensi menjadi salah satu destinasi favorit pengunjung yang sedang berburu kendaraan roda dua baru selama Jakarta Fair Kemayoran 2026.

SUV Misterius DFSK Muncul, Siap Meluncur di Indonesia?

PT Sokonindo Automobile memperlihatkan sosok SUV misterius yang sebelumnya sempat tertangkap kamera saat menjalani pengujian dengan balutan kamuflase tebal. Kini, sejumlah detail eksterior kendaraan tersebut mulai terlihat lebih jelas, mengisyaratkan bahwa peluncurannya di Indonesia kemungkinan sudah semakin dekat.

Dari foto terbaru yang beredar, tampilan fascia depan, profil samping hingga desain buritan kendaraan mulai menampakkan karakter desain yang lebih utuh. Meski identitas model masih dirahasiakan, kemunculan SUV ini semakin memperkuat dugaan bahwa DFSK tengah menyiapkan amunisi baru untuk meramaikan persaingan segmen SUV di Tanah Air.

Beberapa elemen desain terlihat mengusung pendekatan modern dengan garis bodi yang tegas dan proporsional. Hal tersebut menunjukkan bahwa DFSK berupaya menghadirkan kendaraan yang tidak hanya mengedepankan fungsionalitas, tetapi juga memiliki daya tarik visual yang kuat untuk konsumen Indonesia.

Menariknya, SUV misterius tersebut diketahui telah menjalani serangkaian pengujian di berbagai medan dan kondisi jalan. Langkah ini menjadi bagian dari proses validasi guna memastikan kualitas, kenyamanan, serta daya tahan kendaraan sebelum resmi diperkenalkan kepada publik.

Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi performa kendaraan dalam berbagai skenario penggunaan yang umum ditemui di Indonesia, mulai dari perjalanan harian di perkotaan hingga rute jarak jauh dengan kondisi jalan yang menantang.

Chief Operating Officer PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, mengungkapkan bahwa pihaknya belum dapat memberikan informasi lebih detail mengenai model yang sedang diuji tersebut. Meski demikian, ia memastikan setiap kendaraan yang dipersiapkan untuk pasar Indonesia harus melalui proses pengembangan dan pengujian yang menyeluruh.

“Untuk saat ini kami belum dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai produk tersebut. Namun, kami memastikan bahwa setiap model yang dipersiapkan telah melalui proses pengembangan dan pengujian yang komprehensif agar sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia, termasuk untuk perjalanan jarak jauh dan performanya dalam menghadapi jalanan terjal,” ujar Franz Wang.

Dengan semakin seringnya SUV misterius ini terlihat di jalan raya, berbagai spekulasi mengenai identitas dan spesifikasinya pun mulai bermunculan. Apakah model tersebut akan menjadi SUV baru bermesin konvensional, hybrid, atau bahkan kendaraan elektrifikasi terbaru dari DFSK? Jawabannya kemungkinan akan terungkap dalam waktu dekat saat PT Sokonindo Automobile resmi membuka selubung model tersebut kepada publik Indonesia.

Harga Pertamax dan Pertamax Green Naik Drastis!

Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pengguna bahan bakar minyak (BBM) non subsidi di Indonesia. PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga sejumlah produk BBM non subsidi mulai 10 Juni 2026, dengan kenaikan paling signifikan terjadi pada Pertamax dan Pertamax Green 95.

Lonjakan harga tersebut membuat konsumen harus mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar saat mengisi bahan bakar kendaraan. Bahkan, kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green kali ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Kenaikan Sampai Rp 4.000 per Liter

Berdasarkan informasi resmi dari Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax (RON 92) kini dibanderol Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Artinya, terjadi kenaikan sebesar Rp3.950 per liter.

Sementara itu, Pertamax Green 95 mengalami kenaikan yang lebih tinggi. BBM ramah lingkungan tersebut kini dijual Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter atau naik Rp4.100 per liter.

Meski demikian, pemerintah dan Pertamina memastikan bahwa harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dipasarkan dengan harga Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar bertahan di angka Rp6.800 per liter.

Penyesuaian Harga Sesuai Formula Pemerintah

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa perubahan harga dilakukan setelah melalui evaluasi berkala serta koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator.

Penyesuaian tersebut mengacu pada formula harga yang telah ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk perkembangan harga minyak mentah dunia dan kondisi pasar energi global.

Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional sekaligus memastikan distribusi BBM berkualitas tetap berjalan optimal di seluruh wilayah Indonesia.

Produk BBM Non Subsidi Lain Tidak Berubah

Di tengah kenaikan Pertamax dan Pertamax Green, beberapa produk BBM non subsidi lainnya masih mempertahankan harga sebelumnya.

Pertamax Turbo tetap dijual Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.

Sebelumnya, pada Mei 2026, Pertamina juga telah melakukan penyesuaian harga terhadap Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Saat itu, kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya biaya pengadaan bahan bakar akibat tekanan pasar energi global.

Harga Minyak Dunia dan Kurs Rupiah Jadi Faktor Utama

Pengamat menilai lonjakan harga BBM non subsidi tidak lepas dari kenaikan harga minyak mentah dunia yang terus bergerak naik akibat ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Persia.

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut meningkatkan biaya impor bahan baku energi. Mengingat sebagian kebutuhan komponen bahan bakar nasional masih bergantung pada pasar internasional, fluktuasi harga global secara langsung memengaruhi harga jual BBM di dalam negeri.

Kombinasi kedua faktor tersebut menjadi alasan utama mengapa penyesuaian harga BBM non subsidi sulit dihindari.

Pasokan BBM Dipastikan Tetap Aman

Meski harga mengalami kenaikan cukup tajam, Pertamina memastikan ketersediaan seluruh jenis BBM tetap terjaga di jaringan SPBU seluruh Indonesia.

Pasokan Pertamax, Pertamax Green, Pertalite, Biosolar hingga produk diesel non subsidi disebut berada dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap distribusi maupun stok bahan bakar.

Akankah Harga BBM Kembali Naik?

Potensi kenaikan harga BBM non subsidi dalam waktu dekat masih terbuka. Apabila harga minyak mentah dunia terus meningkat dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum menunjukkan penguatan yang signifikan, bukan tidak mungkin penyesuaian harga kembali dilakukan.

Sebaliknya, apabila kondisi geopolitik global mulai mereda dan harga minyak bergerak turun, peluang stabilisasi bahkan penurunan harga BBM non subsidi juga dapat terjadi. Karena itu, masyarakat dan pelaku industri otomotif masih perlu mencermati perkembangan pasar energi global dalam beberapa bulan ke depan.

Daftar Harga BBM Pertamina Berlaku Mulai 10 Juni 2026

BBM Subsidi
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter

BBM Non Subsidi
Pertamax: Rp16.250 per liter (sebelumnya Rp12.300)
Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter (sebelumnya Rp12.900)
Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter
Dexlite: Rp23.000 per liter
Pertamina Dex: Rp24.800 per liter

 

Suzuki Fronx Sport Meluncur di Malaysia, Kapan di Indonesia?

Jelang memasuki semester kedua tahun 2026, Suzuki Cars Malaysia meluncurkan model Suzuki Fronx Sport. Sedikit muncul rasa penasaran, seperti apa spek mobil Suzuki Fronx Hybrid berimbuhan ‘Sport’ yang baru saja launching di Malaysia? Inilah penampakannya yang kami dapat dari Paultan.org

Suzuki Fronx Sport Tampil Menggoda

Daya tarik utama Suzuki Fronx Sport terletak pada paket aksesori resmi yang membuat tampilannya jauh lebih menggoda. Jika dibandingkan dengan Fronx Hybrid standar, versi Sport hadir dengan sejumlah sentuhan visual yang memberikan kesan lebih dinamis dan eksklusif.

Bagian depan mendapat grille dan emblem berwarna hitam yang mempertegas aura sporty. Sementara itu, body kit lengkap berupa front lip extension, side skirt, dan rear diffuser membuat tampilan SUV kompak ini terlihat lebih rendah dan agresif.

Suzuki juga menawarkan pilihan warna yang menarik, yakni kombinasi two-tone Pearl Snow White dengan Cool Black serta opsi monotone Cool Black yang memberikan kesan premium.

Penyempurna tampilannya adalah penggunaan velg alloy 17 inci yang dibalut ban Continental UltraContact UC7 berukuran 215/50 R17. Kombinasi tersebut membuat Fronx Sport tampil lebih proporsional sekaligus meningkatkan daya tarik visualnya.

Fitur Tambahan yang Menarik

Tak hanya bermain di sektor kosmetik, Suzuki turut menambahkan perangkat dashcam 4K depan dan belakang. Kehadiran fitur ini bukan sekadar untuk merekam perjalanan, tetapi juga memberikan perlindungan tambahan melalui fungsi pemantauan kendaraan saat parkir maupun saat berkendara.

Sementara itu, fitur kenyamanan dan hiburan masih mempertahankan spesifikasi Fronx Hybrid. Pengguna tetap mendapatkan head unit layar sentuh 9 inci yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto, wireless charging, paddle shift, serta lingkar kemudi berlapis kulit.

Di sektor keselamatan, Suzuki Fronx Sport tetap dibekali paket Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang cukup lengkap. Fitur-fitur seperti Adaptive Cruise Control, Blind Spot Monitor, Rear Cross Traffic Alert, Lane Keep Assist, hingga Vehicle Sway Warning masih menjadi andalan.

Tetap Mengandalkan Teknologi Hybrid

Meski tampil lebih sporty, tidak ada perubahan pada sektor mekanis. Suzuki Fronx Sport masih menggunakan mesin bensin 1.5-liter empat silinder berkode K15C yang dipadukan dengan sistem mild hybrid melalui Integrated Starter Generator (ISG).

Mesin tersebut menghasilkan tenaga 103 PS pada 6.000 rpm dan torsi 138 Nm pada 4.400 rpm. Seluruh tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis 6-percepatan.

Konfigurasi suspensi juga tetap sama dengan MacPherson Strut di depan dan Torsion Beam di belakang. Sistem pengereman menggunakan cakram berventilasi di depan dan tromol di belakang.

Di Malaysia, Suzuki Fronx Sport dipasarkan dengan harga 130.888 ringgit atau sekitar Rp589 jutaan. Selisihnya sekitar Rp58 juta dibandingkan Fronx Hybrid standar yang dibanderol mulai 118.888 ringgit.

Karena model yang dijual di Malaysia berasal dari fasilitas produksi Indonesia, peluang hadirnya Fronx Sport di pasar domestik sebenarnya cukup terbuka. Terlebih, tren konsumen Indonesia saat ini menunjukkan minat yang tinggi terhadap kendaraan dengan tampilan lebih sporty tanpa harus melakukan modifikasi tambahan.

Jika PT Suzuki Indomobil Sales melihat adanya potensi pasar yang menjanjikan, bukan tidak mungkin Suzuki Fronx Sport akan menjadi amunisi baru untuk memperkuat posisi Fronx di segmen SUV kompak nasional. Dengan modal desain yang lebih atraktif dan fitur yang tetap lengkap, varian ini berpotensi menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan Fronx dengan karakter lebih eksklusif.

 

 

Lima Dekade, TMMIN Terus Perkuat Label ‘Made in Indonesia’ 

Sebagai salah satu ujung tombak industri otomotif nasional, kiprah PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai perusahaan manufaktur dan eksportir kendaraan serta suku cadang Toyota di Indonesia terus menguat. TMMIN telah beroperasi hampir lima dekade dengan saham mayoritas dimiliki oleh Toyota Motor Corporation (95%) dan sisanya oleh Astra International (5%).

Indonesia Sebagai Basis Manufaktur Global

Perjalanan TMMIN di Tanah Air dimulai dengan berdirinya pabrik manufaktur perdana di kawasan Sunter, Jakarta Utara pada tahun 1977. Hal tersebut sebagai respon dari kebijakan Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana (KBNS) yang diberlakukan pemerintah pada saat itu.

Kebijakan KBNS tersebut bertujuan untuk menggerakkan industri otomotif dalam negeri, dengan mewajibkan penggunaan sebagian komponen lokal pada kendaraan niaga sederhana yang diproduksi di Indonesia pada masa itu. Kelahiran Toyota Kijang generasi pertama menjadi bukti komitmen besar Toyota Indonesia dalam memajukan industri otomotif nasional.

Hingga saat ini TMMIN mengoperasikan lima fasilitas produksi berstandar global yang berlokasi di Sunter, Jakarta Utara dan di Karawang, Jawa Barat. Kelima unit produksi tersebut mendukung proses perakitan kendaraan Toyota, termasuk mobil utuh, mesin, komponen, hingga alat bantu produksi dengan teknologi ramah lingkungan yang efisien.

Sebagai bagian dari rantai pasok pendukung produksi, Toyota Group (Toyota & Daihatsu) menggandeng lebih dari 760 pemasok lokal. Inilah urat nadi utama berjalannya nafas produksi yang bekerja secara terpadu.

Para pemasok lokal pun terus meningkatkan kompetensi dan kualitas produk komponen agar sesuai standar pasar global. Sinergi ekosistem industri tersebut telah membuka lapangan pekerjaan bagi lebih dari 360.000 tenaga kerja di berbagai sektor di seluruh Indonesia.

Dari Pasar Dalam Negeri Menuju Pasar Global

Aktifitas produksi skala besar di Tanah Air dilakukan oleh TMMIN, mulai dari mesin, komponen serta kendaraan utuh. Muatan komponen lokal terus ditingkatkan hingga mencapai lebih dari 80%. Keberhasilan yang dicapai TMMIN telah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan juga ekspor ke pasar global untuk kendaraan bermesin Internal Combustion Engine (ICE), serta beberapa model kendaraan elektrifikasi seperti Kijang Innova Hybrid Electrified Vehicles (HEV) dan Yaris Cross HEV.

Produk-produk kendaraan Toyota buatan TMMIN diekspor dalam berbagai bentuk, mulai dari kendaraan utuh (CBU), kendaraan setengah jadi (CKD), komponen, hingga alat produksi ke puluhan negara di kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika dan Oceania.

Saat ini, Kijang Innova Zenix, baik versi Internal Combustion Engine (ICE), maupun Hybrid Electrified Vehicle (HEV) beserta Veloz, Fortuner, dan Yaris Cross (ICE maupun HEV) menjadi ujung tombak ekspor Toyota Indonesia.

Bahkan antusiasme konsumen pasar global terhadap kendaraan elektrifikasi Toyota ‘Made in Indonesia’ cukup tinggi. Tercatat di tahun 2025 jumlah ekspor mencapai 22.868 unit, atau naik 23 persen dibandingkan dengan pencapaian di periode yang sama di tahun 2024 sebesar 18.553 unit. Kinerja ekspor ini melengkapi performa industri otomotif nasional.

Tahun 2025 juga menjadi puncak prestasi ekspor TMMIN. Sejak ekspor perdana pada 1987, TMMIN telah mengekspor 3.151.794 unit kendaraan buatan Indonesia yang tersebar ke lebih dari 100 negara. Baik di kawasan Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Australia, dan Oceania.

Hal tersebut menunjukkan bahwa sumber daya manusia, kemampuan manufaktur serta kualitas produk yang dihasilkan TMMIN telah mampu bersaing di pasar global.

Dampak Konflik Timur Tengah Terhadap Pasar Global

Terkait konflik yang saat ini terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, tentunya berpotensi berdampak terhadap kinerja ekspor kendaraan dari Indonesia.

Perlu diketahui, negara di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu tujuan ekspor kendaraan Toyota dari Indonesia. Beberapa pasar potensial di kawasan tersebut, antara lain Irak, Lebanon, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, serta Kuwait yang secara geografis berada di sekitar wilayah konflik.

Dampak yang lebih signifikan yakni adanya potensi kenaikan harga minyak dunia. Iran, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab merupakan negara pemasok utama minyak di kawasan tersebut. Jika terjadi hambatan pasokan, maka dikhawatirkan bakal mengganggu stabilitas perekonomian negara-negara pengimpor. Kondisi tersebut tentunya dapat menekan daya beli sekaligus memengaruhi permintaan kendaraan di pasar tujuan ekspor.

Pasalnya, saat ini sebanyak 20% kapal pengangkut minyak dunia tak dapat melintasi Selat Hormuz. Penghubung Teluk Persia dengan Teluk Oman ini merupakan jalur distribusi utama pasokan minyak mentah dari kawasan tersebut. Rata-rata volume pengiriman bulanan minyak mentah yang melalui Selat Hormuz berkisar 2—4 juta metrik ton per Februari 2026.

Kendati saat ini tengah terjadi ketegangan geopolitik, Toyota tetap optimis memasang target ekspor yang moderat untuk periode tahun 2026 yakni di angka 300.000 unit seperti tahun sebelumnya. Hal tersebut berkaca dari capaian Toyota sepanjang 2025 yang telah mengekspor kendaraan secara utuh (completely built up/CBU) sebanyak 298.457 unit, dengan kontribusi sebesar 58% dari total ekspor nasional.

Kiprah TMMIN dalam mewujudkan label ‘Made in Indonesia’ pada kendaraan yang diproduksi di Indonesia kini menjadi hasil nyata. Bukan sekadar label produksi semata, melainkan menjadi representasi dari kemampuan dan keyakinan kolektif bahwa produk kendaraan buatan Indonesia mampu bersaing di tataran pasar otomotif global.

 

Mitsubishi Bakal Produksi Xpander Atau Xforce HEV di Indonesia?

Mitsubishi Bakal Produksi Mobil Hybrid di Indonesia, Xpander Atau Xforce HEV?

Beredar kabar bahwa PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) akan meluncurkan model terbaru jenis hybrid HEV di Tanah Air. Sementara ini belum ada info yang dibuka secara gamblang. Akan tetapi prediksi yang beredar kian mengarah pada versi HEV dari Xpander dan Xforce.

Mitsubishi Xpander HEV atau hybrid telah lebih dulu diluncurkan di Thailand pada tahun 2024. Kita tentunya tertinggal satu tahun lebih dari Negeri Gajah Putih. Xpander HEV diluncurkan bersamaan dalam dua versi sekaligus, yaitu untuk New Xpander dan Xpander Cross.

Demikian pula dengan Xforce HEV, pertama kali diluncurkan pun di Thailand pada Maret 2025. Peluncuran Xforce HEV merupakan fase lanjutan dari peluncuran Xpander HEV Play. Basis platform Xforce HEV didasarkan pada Xforce bermesin bensin yang awalnya diluncurkan di Indonesia pada tahun 2023.

Apa keunggulan yang dimiliki oleh kedua model HEV dari Mitsubishi tersebut?

Apa itu HEV?

Sebelumnya, kita bahas dulu apa itu HEV yang merupakan singkatan dari Hybrid Electric Vehicle. Mobil jenis HEV atau lebih umum disebut mobil hybrid memadukan mesin bensin dengan modul sistem hybrid yang terdiri dari motor listrik penggerak dan baterai sebagai sumber pasokan daya listrik.

Sebagai pemasok daya untuk motor listrik hybrid, Xpander dan Xforce HEV dilengkapi baterai jenis Lithium-ion yang terletak pada bagian bawah dek kabin.

Pada mode hybrid, output performa yang dihasilkan oleh perpaduan kinerja mesin bensin dan motor listrik lebih besar dibandingkan mesin bensin non-hybrid.

Dengan sistem hybrid, konsumsi BBM pun lebih ekonomis dan efisien. Bahkan terdapat mode EV yang mengaktifkan motor listrik sebagai sumber penggerak utama.  Saat berkendara di kemacetan lalu lintas yang stop and go, pengemudi bisa memanfaatkan mode EV untuk berkendara pada kecepatan rendah. Daya listrik dari baterai digunakan untuk menghemat konsumsi BBM.

Yang membedakan dengan mobil elektrik murni atau plug-in hybrid (PHEV), baterai pada kendaraan jenis HEV tidak bisa diisi ulang secara langsung melalui charging port. Pengisian ulang daya pada mobil HEV memanfaatkan sistem pengereman regeneratif. Energi pengereman akan diubah menjadi arus listrik untuk mengisi daya baterai.

Mitsubishi Xpander HEV

Sekarang kita bahas satu persatu. Jika pada Xpander biasa dibekali mesin bensin 1.500 cc, pada versi HEV kapasitas mesin MIVEC yang digunakan lebih besar, yakni 1.600 cc.

Xpander HEV mengandalkan mesin bensin 1.6-liter MIVEC dengan output 95 hp (96 PS) dan torsi 134 Nm. Mesin dipadukan dengan motor listrik berdaya 116 hp (117 PS) dan torsi puncak 255 Nm yang tersalur ke roda depan.

Dengan sistem hybrid, penghematan bahan bakar bisa mencapai 10% dibanding dengan model Xpander non-hybrid bertransmisi CVT. Efisiensi konsumsi BBM bahkan mampu mencapai 34% untuk pengendaraan harian dalam kota.

Agar faktor kenyamanan penumpang dan kapasitas ruang kabin tidak terkompromi, maka posisi penyimpanan baterai berada di bawah kursi penumpang depan sebelah kiri.

Ada 7 mode berkendara yang dibekalkan, yakni: Charge, EV Priority, Normal, Wet, Gravel, Tarmac dan Mud. Pengemudi dapat memilih mode berkendara yang sesuai dengan kebutuhan maupun kondisi jalan yang dilintasi.

Sistem Active Yaw Control (AYC) tetap disematkan untuk meningkatkan stabilitas. Sistem suspensi pun turut direvisi. Keempat roda dibekali rem cakram untuk menunjang kinerja pengereman regeneratif.

Untuk sistem keselamatan aktif, Xpander HEV dibekali sistem ADAS Mitsubishi Safety Sensing (Diamond Sense). Konten fiturnya terdiri dari Rear Cross Traffic Alert, Blind Spot Alarm, Blind Spot Warning with Lane Change Assist (BSW with LCA), dan Lane Departure Warning. Hanya saja untuk fitur seperti Adaptive Cruise Control atau Autonomous Emergency Braking saat ini masih belum tersedia.

Xforce HEV

Model kedua yakni Xforce HEV masih terbilang gress, karena baru diluncurkan di Thailand pada Maret 2025. Perihal kenapa model HEV lebih dulu dipasarkan di Thailand dibanding Indonesia, tentu terkait dengan trend pasar yang berkembang saat itu.

Konsumen di Thailand sudah melek mobil hybrid lebih dulu dari Indonesia, dan jumlah peminatnya pun banyak. Pangsa pasar mobil hybrid di Negeri Gajah Putih terbilang punya prospek yang cerah untuk di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut didukung adanya insentif untuk jenis kendaraan elektrifikasi yang lebih besar, sehingga harga jual mobil hybrid di Thailand tidak terlampau tinggi.

Disamping itu, ada kebijakan internal terkait dengan posisi Thailand sebagai rantai pasok dan basis produksi utama Mitsubishi Motors untuk pasar Asia Tenggara selain Indonesia.

Spek mesin yang dibekalkan pada Xforce HEV sama dengan Xpander HEV. Posisi baterai pun sama, yakni terletak di bawah jok depan.

Yang menbedakan, sistem hybrid Xforce HEV lebih canggih dari model Xpander HEV. Ada tambahan perangkat transaxle yang akan menyalurkan torsi ke roda dengan lebih sempurna guna menunjang traksi saat melintasi jalan non aspal.

Selain itu terdapat fungsi pemutus kinerja motor listrik dari poros penggerak saat mobil melaju pada kecepatan tinggi. Teknologi yang dibekalkan diklaim dapat menghasilkan penghematan konsumsi bahan bakar lebih baik menjadi sekitar 24,4 kilometer per liter.

Xforce HEV dilengkapi 5 mode berkendara yang sama seperti Xforce reguler yakni meliputi: Normal, Tarmac, Gravel, Mud, Wet. Bedanya, ada tambahan mode berkendara Charge dan EV Priority. Sama seperti pada Xpander HEV.

Fitur berkendara Active Yaw Control (AYC) pun tetap melekat pada Xforce HEV. Fitur ini membantu meningkatkan performa saat menikung dengan menyesuaikan gaya pengereman di roda depan. Sehingga mengoptimalkan kestabilan mobil saat bermanuver secara cepat atau di jalan licin.

Perihal fitur bantuan berkendara aktif, sistem ADAS Mitsubishi Motors Safety Sensing (Diamond Sense) pada Xforce HEV lebih lengkap dari Xpander HEV. Fiturnya termasuk Adaptive Cruise Control (ACC), Forward Collision Mitigation (FCM), Blind Spot Warning with Lane Change Assist (BSW / LCA), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Automatic High Beam (AHB), dan Lead Car Departure Notification (LCDN).

Fitur Diamond Sense inilah yang membuat SUV XForce HEV meraih peringkat tertinggi dalam pengujian keselamatan ASEAN NCAP.

Selain itu, Xforce HEV juga memastikan kinerja keselamatan tabrakan dengan bodi RISE2. Konstruksi rangka bodil menyerap energi benturan dan meminimalkan deformasi kabin jika terjadi tabrakan. Masih ditambah lagi dengan enam SRS Airbag.

Perihal harga jual, Xpander HEV dan Xforce HEV di Thailand di banderol kisaran harga Rp 400-500 jutaan. Lantas, model manakah yang nantinya diproduksi dan dipasarkan di Indonesia? Akankah ada pertanda launching di GIIAS 2026? Hmm kita tunggu…

Mitsubishi Motors Siap Produksi Mobil Hybrid di Indonesia, Apa itu?

Tahun 2026 merupakan momen penting bagi Mitsubishi Motors bertepatan dengan 55 tahun kiprahnya di pasar otomotif Indonesia.

Dalam acara buka puasa bersama awak media di kantor PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (27/2), President Director PT MMKSI, Atsushi Kurita, memaparkan pencapaian yang telah diraih di awal tahun ini.

Mitsubishi Motors menandai 55 tahun kiprah di Indonesia pada akhir 2025 dengan sekitar 2,4 juta kendaraan yang saat ini beroperasi di seluruh Tanah Air. Dalam sambutannya, Kurita memaparkan berbagai pencapaian penting, termasuk peluncuran global Mitsubishi Destinator di Indonesia di tahun 2025.

Destinator yang merupakan produk baru di segmen SUV tujuh penumpang sukses meraih pangsa pasar 53,7 persen dan memimpin di kelasnya. Sementara di segmen kendaraan niaga ringan, pikap L300 mempertahankan dominasi pasar dengan porsi 47,5 persen.

Beberapa model lain turut menunjukkan posisi yang cukup kuat. Xpander Cross menyumbangkan kontribusi penjualan 24 persen, Pajero Sport 34,7 persen, Triton 36,1 persen, dan Xforce 11 persen.

“Di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif, respons pasar terhadap produk kami sangat positif. Secara keseluruhan, kinerja lini produk kami tetap stabil dan memungkinkan kami meningkatkan pangsa pasar dari 8,3 persen menjadi 8,5 persen,” ungkap Kurita.

Pada ajang IIMS 2026, Mitsubishi mengklaim mendapat pencapaian yang lebih baik dari gelaran IIMS tahun sebelumnya. Total surat pemesanan kendaraan (SPK) yang diraih selama pameran IIMS 2026 mencapai 2.400 unit dari target 3.000 unit yang ditetapkan.

Kendati model Xpander masih mendominasi SPK, namun capaian penjualan Destinator cukup positif. Secara keseluruhan dikatakan angka penjualannya sampai saat ini sudah mencapai 10.000 unit. Varian tertinggi justru jadi yang paling diminati konsumen.

Sebagai penguatan pasar, Presiden Direktur PT MMKSI Atsushi Kurita menjelaskan, ada empat hal yang jadi prioritas utama pabrikan asal Jepang ini di Indonesia pada 2026.

Pertama, MMKSI akan terus melakukan upaya perluasan jaringan dealer di seluruh Indonesia. Tak hanya menjangkau pangsa pasar yang lebih luas, tapi yang lebih utama adalah memudahkan para konsumen dalam mengakses layanan purna jual.

Kedua, kualitas layanan purna jual sebagai kunci utama dalam menjaga kepercayaan pelanggan akan terus ditingkatkan secara berkelanjutan melalui filosofi passion to care. Yang ketiga adalah meningkatkan pengalaman pelanggan dalam mengakses layanan yang lebih praktis dan cepat melalui sistem digitalisasi dan kolaborasi berbasis AI sesuai perkembangan teknologi saat ini. Target keempat yang jadi prioritas di tahun 2026 adalah menghadirkan model mobil terbaru yang sesuai minat dan kebutuhan konsumen Indonesia.

“Menghadirkan model-model berkualitas tinggi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan Indonesia, termasuk opsi kendaraan hybrid,” tegas Kurita.

Dari paparan tersebut, mobil hybrid jadi prediksi kuat perihal model mobil baru yang akan diluncurkan oleh Mitsubishi Motors di Indonesia pada tahun ini.

Mobil Hybrid Model Apa?

Hanya saja, rasa penasaran terhadap model hybrid yang akan diluncurkan Mitsubishi di Indonesia tahun ini masih belum terjawab sepenuhnya. Bahkan pihak pabrikan saat ini masih belum membuka detail teknis seputar model kendaraan elektrifikasi tersebut.

Dalam sesi tanya jawab bersama awak media, Kurita menjelaskan bahwa model hybrid tersebut nantinya akan diproduksi di Indonesia. Proses produksi direncanakan dimulai pada semester pertama 2026. Untuk penjualan ke konsumen akan menyusul.

Kurita pun menambahkan bahwa peluncuran resmi ke pasar ditargetkan berlangsung pada semester kedua 2026. Apakah bersamaan dengan event GIIAS 2026?

Meskipun tak dijabarkan secara rinci, Kurita mengisyaratkan bahwa Mitsubishi memiliki dua model hybrid yang telah lebih dulu dipasarkan di Thailand. Namun, ia belum mengungkap model mana yang akan diboyong dan dirakit di Tanah Air. Demikian pula soal konfigurasi—apakah lima atau tujuh penumpang, hingga kisaran harga masih belum dibeberkan. Yang jelas, kata dia, kendaraan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia dan diposisikan sebagai produk strategis jangka panjang. Nah, makin bikin penasaran…

Menariknya, Mitsubishi tak semata mengejar angka penjualan besar di tahap awal. Kurita pun menegaskan bahwa ini akan menjadi model mobil hybrid pertama Mitsubishi yang diproduksi di Indonesia.

Meski demikian, MMKSI berharap respons pasar Tanah Air terhadap mobil hybrid ini akan positif. Terlebih lagi jika spesifikasi dan harga jual dinilai kompetitif.

“Pelanggan dan pasar yang akan menilai (soal harga yang kompetitif). Kami akan berusaha menghadirkan kualitas tinggi dengan spesifikasi yang cocok untuk masyarakat Indonesia,” kata Kurita.

Dari sejumlah “petunjuk” yang dipaparkan, maka prediksi pun mengarah pada Xpander HEV dan Xforce HEV. Keduanya telah lebih dulu melenggang di Thailand.

Mesin yang diusung kedua model tersebut pun sama yakni 1.6L MIVEC yang dipadukan motor listrik serta baterai. Tenaga kombinasi yang dihasilkan mencapai 116 hp dengan torsi puncak 255 Nm. Fitur keselamatan aktif Mitsubishi Motors Safety Sensing (Diamond Sense) pun dibekalkan pada keduanya.

Meski belum dapat dipastikan model apa yang akan diproduksi di Indonesia, peluang kehadiran Xpander HEV atau Xforce HEV versi Indonesia jadi kabar menggembirakan.

Dengan diproduksi di dalam negeri, maka berpotensi meningkatkan kadar muatan komponen dalam negeri, sehingga harga jual diharapkan bisa lebih kompetitif dan terjangkau. Selain itu, posisi Indonesia sebagai basis manufaktur Mitsubishi di kawasan ASEAN akan semakin kuat.

Jadi, model mobil hybrid apa yang akan diboyong ke Tanah Air oleh Mitsubishi Motors dalam waktu dekat? Kita tunggu tanggal tayangnya…

Stok BBM Shell Indonesia Langka Jelang Alih Kepemilikan SPBU

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di jaringan SPBU milik Shell Indonesia di berbagai wilayah Indonesia. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah produk unggulan seperti Shell V-Power, Shell Super, hingga V-Power Diesel dilaporkan kosong di banyak SPBU, bahkan sebagian lokasi tidak memiliki stok BBM sama sekali.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan konsumen, terutama karena terjadi di tengah rencana pengalihan kepemilikan jaringan SPBU Shell di Indonesia kepada perusahaan patungan baru.

Stok Shell V-Power Kosong di Banyak SPBU

Kelangkaan BBM Shell bukan hanya terjadi pada satu jenis bahan bakar, tetapi hampir seluruh lini produk. Berdasarkan informasi terbaru per 16 Februari 2026, Shell V-Power (RON 95) dilaporkan kosong di seluruh jaringan SPBU Shell di Indonesia.

Sementara itu, Shell Super hanya tersedia secara terbatas di wilayah Jawa Timur, tepatnya di SPBU Lamongan dan Mojokerto. Produk lain seperti Shell V-Power Nitro+ dan Shell V-Power Diesel juga mengalami keterbatasan stok yang signifikan.

Akibat kondisi ini, banyak pelanggan terpaksa mencari alternatif BBM lain dengan nilai oktan setara, seperti Pertamax Green 95 dari Pertamina, Revvo 95, maupun BP Ultimate.

Salah satu penyebab utama kelangkaan BBM Shell adalah habisnya kuota impor base fuel yang menjadi bahan dasar produk BBM mereka. Sebagai perusahaan swasta di sektor hilir migas, Shell Indonesia mengandalkan impor untuk menjaga pasokan BBM di jaringan SPBU mereka.

Situasi serupa sebenarnya pernah terjadi pada Oktober 2025, ketika Shell Super mengalami kekosongan stok dalam waktu cukup lama. Bahkan pada Desember 2025, Shell Indonesia harus membeli base fuel dari Pertamina Patra Niaga guna menjaga ketersediaan BBM dan mempertahankan kepercayaan pelanggan.

Langkah tersebut menunjukkan adanya ketergantungan terhadap pasokan impor serta perlunya koordinasi dengan pemasok domestik dalam kondisi tertentu.

Harga BBM Stabil Meski Stok Kosong

Menariknya, kelangkaan stok BBM Shell terjadi di tengah tren harga yang relatif stabil, bahkan cenderung mengalami penurunan. Berikut daftar harga BBM Shell terbaru:

Shell Super: Rp 12.050 per liter

Shell V-Power: Rp 12.500 per liter

Shell V-Power Nitro+: Rp 12.720 per liter

Shell V-Power Diesel: Rp 13.600 per liter

Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor kelangkaan bukan disebabkan oleh lonjakan harga global, melainkan lebih kepada aspek distribusi dan pasokan.

Pengalihan Kepemilikan SPBU Shell Sedang Berlangsung

Di saat yang sama, Shell Indonesia juga tengah menjalani proses pengalihan kepemilikan jaringan SPBU. Bisnis SPBU Shell akan diambil alih oleh perusahaan patungan baru yang dibentuk oleh Citadel Pacific Limited dan Sefas Group.

Citadel Pacific sendiri merupakan perusahaan yang memegang lisensi Shell di beberapa wilayah Asia Pasifik seperti Guam, Hong Kong, dan Makau. Sementara Sefas Group dikenal sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia.

Meski terjadi pengalihan kepemilikan, Shell memastikan bahwa merek Shell yang berada di bawah naungan Shell plc akan tetap hadir di Indonesia melalui skema lisensi merek. Pasokan BBM juga diklaim tetap berasal dari Shell untuk menjaga kualitas produk.

Shell Indonesia menegaskan bahwa operasional SPBU tetap berjalan seperti biasa selama proses transisi berlangsung. Proses pengalihan kepemilikan ini ditargetkan selesai pada tahun 2026 atau paling lambat tahun berikutnya.

Namun hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi apakah kelangkaan BBM yang terjadi berkaitan langsung dengan proses pengalihan kepemilikan atau murni disebabkan oleh faktor teknis seperti kuota impor dan distribusi.

Dampak bagi Konsumen dan Industri BBM

Kelangkaan BBM Shell tentu berdampak langsung bagi konsumen, terutama pengguna kendaraan yang mengandalkan bahan bakar beroktan tinggi untuk menjaga performa mesin dan efisiensi bahan bakar.

Di sisi lain, kondisi ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi perusahaan migas swasta di Indonesia, khususnya terkait regulasi impor, distribusi, serta dinamika pasar energi nasional.

Kehadiran pemain swasta seperti Shell sendiri merupakan hasil reformasi sektor migas yang memungkinkan persaingan sehat dengan perusahaan nasional. Oleh karena itu, keberlangsungan operasional dan stabilitas pasokan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan konsumen.

Kesimpulan

Kelangkaan BBM Shell di Indonesia saat ini dipicu oleh habisnya kuota impor serta dinamika distribusi, di tengah proses pengalihan kepemilikan jaringan SPBU. Meski operasional tetap berjalan, konsumen untuk sementara perlu mempertimbangkan alternatif BBM lain dengan spesifikasi setara.

Ke depan, stabilitas pasokan BBM Shell akan sangat bergantung pada kelancaran proses impor, distribusi, serta penyelesaian transisi kepemilikan jaringan SPBU di Indonesia.

daftar harga mobil lcgc juni 2026

Penjualan Mobil Honda Meningkat, Brio Paling Laris

Honda Prospect Motor, pemegang merek mobil Honda di Indonesia, mengabarkan Brio kembali jadi mobil paling laris secarfa penjualan retail di jajaran mereka.

Brio terjual sebanyak 4.236 unit atau setara 54 persen dari total penjualan Honda pada bulan Mei 2024 lalu. Secara total PT Honda Prospect Motor mencatat penjualan retail sebanyak 7.805 unit. Ini mendudukan Honda di urutan ketiga setelah Toyota dan Daihatsu yang masing-masing membukukan 24.074 dan 14.747.

Dalam keterangan resminya, HPM juga menyebutkan penjualan Brio ini mengalami peningkatan sebesar 23 persen dibanding April 2024. Yang menarik, bukan cuma hatchback itu yang mengalami peningkatan.

SUV Honda WR-V

Hampir semua model Honda mengalami kenaikan penjualan mulai dari Honda HR-V naik sebesar 15 persen (1.248 unit). Lalu Honda WR-V naik sebesar 31 persen dan terjual 1.012 unit, Honda BR-V naik sebesar 16 persen dan terjual 791 unit. All New Honda CR-V naik sebesar 13 persen atau setara 224 unit. Sisanya sebanyak 294 unit disumbangkan oleh model mobil Honda lainnya.

Penjualan di Indonesia

“Situasi pasar otomotif hingga bulan Mei di tahun ini memang cenderung belum stabil. Dikarenakan dipengaruhi situasi ekonomi politik global dan nasional,” ujar Yusak Billy Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM.

“Kami berharap berbagai aktivitas seperti motorshow yang akan dilaksanakan pada semester dua ini dapat mempertahankan tren penjualan yang positif. Didukung berbagai program penjualan yang kami siapkan untuk memudahkan pembelian dan memberikan nilai lebih bagi konsumen,” tambah Billy.

Sepengamatan kami, berdasarkan data GAIKINDO hingga Mei 2024 lalu, penjualan mobil di Indonesia secara retail maupun wholesales (dari pabrik ke dealer) masih berada di angka 300 ribuan unit. Targetnya, tahun ini penjualan mobil bisa 1,1 juta unit. Bisa? Mari kita berharap begitu.

Untuk informasi, Honda Brio saat ini dijual dalam dua varian utama yaitu Satya dan RS. Kemudian dibagi lagi menjadi Satya E, S MT, S CVT, RS MT dan Brio RS CVT. Daftar harga Honda Brio (OTR Jakarta, kepemilikan pertama) bisa dilihat di bawah.

  • S MT Rp 167,9 juta
  • E MT Rp 182,8 juta
  • E CVT Rp 198.3 juta
  • RS MT Rp 243,1 juta
  • RS CVT Rp 253,1 juta  

Ada Kemeriahan Baru di Gelaran PEVS 2024

Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) dan Dyandra Promosindo siap menggelar Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2024 pada 30 April hingga 5 Mei mendatang di JIEXPO Kemayoran.

Kepala Staf Kepresidenan RI dan Ketua Umum PERIKLINDO, Moeldoko, menginginkan kolaborasi dari semua pihak dalam mendorong program percepatan kendaraan listrik di Indonesia melalui ajang PEVS 2024 ini.

Dengan target transaksi minimum 400 miliar rupiah, PEVS 2024 diharapkan menjadi wadah kolaborasi bagi semua stakeholder di industri kendaraan listrik.

“Hadirnya puluhan merek yang berpartisipasi dan peningkatan fasilitas pameran dari satu hall menjadi empat hall, ini adalah prestasi yang luar biasa dalam hal promosi,” ucapnya dalam acara Press Conference di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, pada Senin (22/4).

Daswar Marpaung, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, mengharapkan PEVS 2024 dapat memberikan kontribusi positif dalam menurunkan polusi udara.

Selanjutnya, Direktur Retail dan Niaga PLN, Edi Srimulyanti menjelaskan PLN memberikan dukungan 1.299 unit SPKLU. Ditambah 9.800 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) dan 1.900 Stasiun Penukaran Baterai Listrik Umum (SPBKLU).

“Insya Allah tahun ini kami akan menambah lagi 2.000 SPKLU yang akan kami pasang di tiang listrik, baik itu ditanam pada tiang besi dan untuk yang ditempel pada tiang beton,” ucapnya.

Ragam Merek Siap Mendukung

Project Manager PEVS 2024, Rudi MF menambahkan, PEVS 2024 menjadi ajang hiburan yang menyenangkan dan informatif bagi masyarakat. Berbagai acara menarik pun disiapkan seperti Motorcycle Fun Run, Formula Student Show Off, PEVS Parade & Catwalk. Ada juga Miss PEVS, PEVS Push Bike Race, EVolution Seminar, EV Riding, EV Morning Run, Electric Board & Scooter. Tidak ketinggalan drone show race, EV Fire Extinguish dan yang terbaru adalah Buyers EVening Gathering.

Deretan merek yang berpartisipasi di PEVS 2024

PEVS 2024 akan diikuti oleh BMW, BYD, Chery, Hyundai, MAB, MG, Neta, Seres, Tesla (Prestige Image Motorcars) dan Wuling. Sementara dari roda dua akan hadir AHM, Gesits, Keeway, Kymco, Rakata, VMove, Volta, dan ZPT.

Peserta pendukung seperti Astra Otoparts, DUBBS, PT Energi Vertikal Indonesia, Gotion High-Tech, Hardy Motor, HEX UP, Ni Xing, Powerindo, SSKTama, Starvo, dan TL Power juga akan turut serta.

Asia Bike Jakarta

Peserta dari luar negeri juga menunjukkan minat tinggi. Dibuktikan dengan konfirmasi partisipasi dari 90 peserta internasional yang akan meramaikan Asia Bike Jakarta.

Keikutsertaan Asiabike Jakarta (ABJ) akan menyatukan jaringan industri global, regional, dan lokal melalui aliansi strategis.

Asiabike Jakarta didukung oleh Messe Frankfurt, PERIKLINDO, Dyandra Promosindo, dan Jiangsu Bicycle Co Ltd. Dikatakan menjadi pameran perdagangan pertama industri roda dua di Indonesia.

 

 

 

 

Ekspor TMMIN

Tiga Negara Yang Punya Investasi Besar di Sektor Otomotif Indonesia

Indonesia masih dipandang ‘seksi’ untuk sektor otomotif. Dan hal itu memicu gelontoran dana investasi otomotif Indonesia dari berbagai negara yang merasa mampu berkiprah di pasar kendaraan bermotor di negara ini. Gaikindo mencatat, tahun ini (Januari-September 2023) tiga besar investor berasal dari negara-negara Asia.

Dikutip dari situs Gaikindo, Jepang masih tetap yang paling besar di tahun 2023 ini, dengan nilai investasi yang terealisasi sebesar US $804,35 juta. Posisi kedua ditempati oleh Korea Selatan dengan US $73,05 juta. Dan ketiga, ada Singapura dengan nilai investasi US $32,04 juta. Lalu, di mana posisi China?

Secara mengejutkan, dengan segala gebrakan produk yang ada, ternyata realisasi investasi Tiongkok baru US $3,4 juta, atau setara Rp 54,3 milyar tahun ini. Meski begitu, angka tersebut adalah sebuah kenaikan yang signifikan dibanding periode sama di tahun sebelumnya. Waktu itu, mereka ‘hanya’ menggelontorkan US $1,54 juta.

Wuling Air ev

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi total otomotif di Indonesia mencapai Rp 47,14 trilyun dari Januari hingga September 2023. Persentase kenaikannya menyentuh 80,98 persen dibanding tahun lalu, periode yang sama. Di dalamnya, termasuk penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 15,62 trilyun.

Menurut Jongkie Sugiarto, Ketua Umum 1 Gaikindo, pihaknya menyambut baik investasi dari mana saja. Termasuk dari pabrikan China. Menurut mantan petinggi Hyundai Indonesia itu, yang diuntungkan adalah konsumen karena pilihan jadi makin beragam.

Daftar Panjang CKD

Tidak kalah menarik adalah, tahun depan sepertinya mobil Tiongkok yang dirakit di Indonesia akan makin banyak. Paling dekat, Great Wall Motor (GWM) yang beroperasi di Indonesia di bawah bendera Inchcape dan Indomobil. Pabrik mereka akan operasional di kuartal pertama 2024. Tidak hanya itu, Mercedes-Benz juga akan dirakit di pabrik yang sama. Wajar, karena pabrikan Jerman ini di Indonesia, berada di bawah payung usaha yang sama dengan GWM. Untuk pertama kalinya di dunia, GWM dan Mercedes-Benz bekerja sama.

Showroom Neta di Shanghai

Kemudian pabrikan Neta juga akan melakukan assembly mobilnya di Pondok Ungu, Bekasi. Bekerja sama dengan PT Handal Motor Indonesia (HMI), yang dulu pernah merakit Hyundai. Kemungkinan besar akan operasional mulai kuartal kedua 2024. Tidak tanggung, target mereka memproduksi 10.000 unit kendaraan.

Yang akan dirakit adalah Neta V untuk tahap pertama. Kemudian, sepenelusuran kami di markas mereka di Shanghai beberapa waktu lalu, kemungkinan besar SUV listrik Neta X akan dibuat di Indonesia. Namun masalahnya, versi setir kanan Neta X masih dalam pengembangan.

Sumber: Gaikindo

Kawasaki KX85 dan KX112 Meluncur, Siap Layani Crosser Pemula

Kawasaki Motor Indonesia (KMI) kembali meluncurkan varian terbaru pada seri KX atau yang sering disebut dengan motocross (6/10/2023). Pabrikan Jepang ini menghadirkan Kawasaki KX85 dan KX112 hasil produksi lokal (CKD), Indonesia.

Motor cross untuk pemulaDua model KX terbaru ini didesain dengan filosofi ‘menjadikan pengendaranya seorang pemenang’. Ini sudah ditanamkan sejak lahirnya merek KX, 50 tahun lalu.

KX85 memberikan performa proporsional dari mesin 84 cc. Dibekalli transmisi 6-percepatan yang diklaim tangguh. Suspensinya mengangalkan garpu up side down 35 mm di depan, yang bisa disesuaikan kekerasannya. Tinggi jok yang 870 mm cukup mendukung untuk mereka yang baru main motor cross. Sementara KX112 juga dibekali fitur serupa, namun memiliki ciri khas tersendiri. Salah satunya adalah mesin 112 cc.

Keduanya dibekali teknologi ERGO-FIT. Desain cover radiator berfungsi meningkatkan ergonomi dan meningkatkan kinerja pendinginan. Dan dua motor trail pemula ini mengandalkan balutan ban Dunlop MX33.

Kawasaki KX 112

“Melihat dari meningkatnya minat dan antusias para rider muda dalam mengasah keterampilannya, KMI mengutamakan motorcycle enthusiast untuk menyalurkan hobinya di dunia offroad.”, ucap Michael C. Tanadhi, selaku Head Sales & Promotion PT. KMI.

Kawasaki KX85

Bagi Anda yang baru gemar bermain lumpur, Kawasaki KX85 dan KX112 sangat cocok untuk menemani akhir pekan. KX85 dibanderol dengan harga Rp 66.300.000,- (Off-the road Jakarta). Sementara untuk KX112 dijual dengan harga Rp 69.300.000,- (Off-The Road). Start delivery kedua unit tersebut akan dimulai minggu ini. Tepatnya pada tanggal 12 Oktober 2023.

 

Yadea G6 2023

Aturan Subsidi Motor Listrik Berubah, Jualan Makin Laris

Pemerintah resmi merevisi peraturan soal pembelian dan subsidi motor listrik. Hal tersebut demi mencapai target penyebaran yang lebih cepat. Kini, satu NIK (Nomor Induk Kependudukan) bisa membeli maksimal satu motor.

Tadinya, syaratnya agak rumit. Pemerintah menegaskan penerima subsidi tersebut adalah BPUM, masyarakat penerima KUR, penerima subsidi listrik kurang dari 900 VA dan penerima BSU. Otomatis, ini membatasi penyerapan kendaraan elektrik roda dua.

Motor listrik ALVA One 2022

Dikutip dari situs Kementerian Perindustrian RI, pada Permenperin 21/2023, disebutkan bahwa program bantuan diberikan untuk satu kali pembelian KBL Berbasis Baterai Roda Dua yang dilakukan oleh masyarakat, dengan satu nomor induk kependudukan (NIK) yang sama.

“Artinya, masyarakat yang ingin mendapatkan program bantuan pemerintah ini syaratnya adalah WNI berusia paling rendah 17 tahun dan memiliki KTP elektronik. Satu NIK KTP bisa membeli satu unit motor listrik,” jelas Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. Syarat tambahannya, usia minimal 17 tahun dan punya KTP elektronik.

Penjualan Melonjak

Dilihat dari situs Sistem Informasi Pemberian Bantuan Pembelian Kendaraan Listrik Roda Dua (SISAPIRA) hari ini (05/09/2023), sisa kuota subsidi berada di angka 197.569 unit. Masih jauh dari target 200.000 unit? Mungkin, tapi dengan kemudahan persyaratan tadi, diharapkan akhir tahun ini bisa tercapai. 

Bisa disimpulkan juga, selama 2023 ini telah terjual 2.431 unit sepeda motor listrik. Dikutip dari Kompas, bulan Juli lalu, hanya 36 unit motor tersalurkan. Setelah ada perubahan aturan tersebut, bulan September ini telah tersalurkan 225 unit, hingga tanggal empat kemarin.

Motor listrik

Yang turut berbahagia tentu para produsen. Meski mereka juga tidak sembarangan dan ada ketentuan yang wajib diikuti. Meski begitu, mereka optimis target 200 ribu unit akan tercapai.

Dikatakan Ketua Asosiasi Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setyadi mengaku optimistis bahwa penjualan sepeda motor listrik dengan subsidi Rp 7 juta dari pemerintah akan mencapai target tahun 2023. Hal ini seiring dengan dilakukannya perluasan terhadap penerima subsidi motor listrik untuk umum, yang akan mengerek jumlah peminat hingga mencapai target yang ditetapkan pemerintah.

“Dengan adanya skema yang baru pastinya itu akan mendongkrak kenaikan minat masyarakat. Sekarang pun sudah banyak industri yang tanya-tanya. Yang kita harapkan percepatan dari regulasi ini (perubahan skema). Sehingga sampai Desember, kita optimis,” papar Budi.

 

10.000 Air ev Terjual, Wuling Green Drive Festival Digelar Lagi

Wuling Motors (Wuling) kembali menggelar kegiatan customer gathering, ‘Green Drive Festival’. Kali ini berjalan di Surabaya. Acara untuk para konsumen ini, didasari atas pencapaian penjualan lebih dari 10.000 unit Air ev di Indonesia.

Acara tersebut diadakan pada Sabtu, (26/8) di Grand City Hall, Surabaya. Diikuti lebih dari 50 unit Air ev dari komunitas Wuling Electric Vehicle Indonesia (WEVI) dan para konsumen Air ev. Gelaran Green Drive Festival turut diramaikan oleh berbagai aktivitas menarik dan penampilan spesial dari musisi Juicy Luicy.

Tanam Bakau

Perhelatan Green Drive Festival dimulai dari Grand City Hall, Surabaya. Setelah melakukan registrasi dan mendapatkan Air ev Starter Kit, para peserta langsung menuju Mangrove Wonorejo Ecotourism untuk prosesi penyerahan bibit bakau dilakukan oleh perwakilan Wuling serta WEVI.

Selanjutnya, konvoi kembali ke Grand City Hall untuk mengikuti acara utama. Wuling menyiapkan beragam macam food stall, game corner, lima unit Air ev yang dipersonalisasi, pengecekan unit oleh aftersales. Tidak lupa, tersedia pula unit test drive bagi para pengunjung yang ingin mencoba berkendara dengan Air ev.

Wuling air ev terjual 10.000 unit.

Sambutan pun dilakukan Edison, Regional Sales Manager Wuling Motors. Dilanjutkan penyematan pin secara simbolis kepada perwakilan komunitas WEVI dan konsumen. Acara ditutup oleh Juicy Luicy yang sukses mengajak pengunjung bernyanyi bersama.

Wuling Green Drive Festival

“Melalui perhelatan Wuling Green Drive Festival, kami merayakan kebersamaan menjalani perjalanan menuju masa depan yang lebih hijau bersama konsumen dan anggota WEVI Surabaya. Yang telah menjadi bagian dari 10.000 lebih pengguna Air ev di seluruh Indonesia,” ujar Edison.

“Kami berharap, masyarakat Indonesia semakin yakin terhadap Air ev yang mampu menghadirkan solusi mobilitas berkelanjutan sesuai dengan semangat ‘Drive for A Green Life’,” tambahnya.

Panggung Wuling Green Drive Festival Surabaya

Sedikit info, saat ini Wuling Air ev menyandang predikat mobil listrik terlaris di Indonesia. Selain itu, mobil mungil ini juga dipercaya menjadi Official Car Partner pada acara KTT G20 2022 di pulau dewata, KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo serta KTT ASEAN 2023 di Jakarta pada September nanti.

Harley Davidson Pan Americana Indonesia

Harley Davidson Kembali Lagi di GIIAS, Bawa Dua Motor Baru

Tiga tahun Harley Davidson tidak terdengar di pasar otomotif Indonesia. Kini di GIIAS 2023 pabrikan Amerika itu hadir lagi. Tidak tanggung, mereka menampilkan banyak model. Termasuk sepasang motor baru, Harley Davidson Pan America 1250 Special dan Breakout 117. Turut dipajang juga Sporster S, Nightster Special, Road King Special, Street Glide Special, Fatboy 114 dan Ultra Limited.

Saat ini, nama ini diageni oleh JLM Auto Indonesia, yang berada di bawah payung Inchcape Plc dan Indomobil. Dealer resminya ada lima, tersebar di berbagai kota di pulau Jawa dan Bali.

“Saya sangat bangga menjadi bagian dari peluncuran perdana Harley-Davidson Pan America 1250 Special dan Breakout 117 yang kita miliki di Indonesia,” ujar Irvino Edwardly, Sales & Marketing Director, JLM Auto Indonesia. “Serta motor lain seperti Nightster Special dan Sportster S yang menggunakan teknologi mesin terbaru Revolution Max dan telah menjadi wajah baru dari brand Harley-Davidson di pasar Indonesia serta keseluruhan di pasar global.” 

Di GIIAS 2023 Harley Davidson juga hadirkan koleksi General Merchandise Harley-Davidson edisi terbatas 120th seperti pakaian, serta aksesoris.

Pan America 1250

Harley Davidson Pan Americana Indonesia

Agak unik melihat Harley Davidson Pan America 1250 Special yang bergenre adventure. Motor ini memang dibuat sebagai kendaraan touring adventure. Mereka yang suka jalan jauh melalui jalan yang tidak menentu akan suka.

Mesinnya mengandalkan keluarga V-Twin baru bernama Revolution Max 1250. Tenaganya diklaim mencapai 150 hp, dengan kapasitas 1.250 cc. DIrancang untuk punya bentangan tenaga (powerband) yang lebar, sehingga tenaga tetap mengisi di berbagai putaran. Terutama RPM atas.

Selain performa, Pan America 1250 Special juga punya mode berkendara yang dikontrol secara elektronik. Beragam fitur teknologi yang disematkan ini diklaim telah dirancang untuk menyesuaikan performa sepeda motor dengan traksi yang tersedia selama akselerasi, deselerasi, dan pengereman. Intinya, motor ini penurut. Belum lagi suspensinya juga pintar dan dapat disetel secara elektronik.

Harley Davidson Breakout 117

Harley Davidson Breakout

Breakout 117 yang dibawa adalah model tahun 2023, alias paling baru. Punya profil ala chpper yang cukup kental dengan stang rendah yang jadi ciri khasnya. Breakout dibekali salah satu mesin legendaris HD, Milwaukee Eight 117. Konfigurasi silindernya tetap V-Twin.

Untuk model 2023 ini, Breakout dibekali beberapa revisi yang dikatakan membuat motor lebih baik. Salah satunya stang stainless yang dibekali riser.

Tangki BBM kini mampu menampung 19 liter. Bentuknya membuat siluet motor terlihat lebih panjang. Untuk menunjang kenyamanan juga, disediakan cruise control. Berguna untuk menjelajah jarak jauh.

Plaza Subaru Pondok Indah Diresmikan, Incar Pasar Ibukota

Subaru Corporation Japan bersama Subaru Indonesia meresmikan Plaza Subaru Pondok Indah, dealer pertamanya di Jakarta pada Rabu, (9/8).

Berdiri diatas lahan seluas 2007 m2, Plaza Subaru Pondok Indah menempati lokasi strategis di Jl. Arteri Pondok Indah no. 1A, Jakarta Selatan. Dealer ini hadir dengan layanan 3S (sales, service, & sparepart) dengan standar tinggi yang ditetapkan Subaru Corporation Japan. Dilengkapi pula dengan 6 display car di area showroom dan 9 working stall di area bengkel.

Dealer ini memiliki tenaga ahli yang telah mendapatkan Subaru Technician Premium Award dan area Spareparts seluas 100 m2. Seluruh layanan sales dan aftersales yang ada dibalut dengan prinsip hospitality Omotenashi khas Jepang.

Peresmian ini turut dihadiri oleh Jinya Shoji, Corporate Senior Vice President & Chief General Manager dari Subaru Corporation Japan. Hal tersebut dikatakan menjadi bukti komitmen bersama antara Subaru Corporation Japan dan Subaru Indonesia.

Selain itu mewakili Indonesia, hadir juga Paula Dewiyanti, Board of Director Plaza Capital Group. Tentunya hadir juga Arie Christopher, Chief Executive Officer Subaru Indonesia dan Carlos Sanusi, Chief Executive Officer Plaza Subaru.

Dipercaya Untuk Tumbuh

Jinya Shoji mengutarkan kepercayaannya untuk Subaru Indonesia dan jaringan dealer Plaza Subaru. Keduanya diyakini akan mendorong pertumbuhan merek Subaru di Indonesia. “Kami berkomitmen untuk mendukung perkembangan Subaru di Indonesia dengan produk-produk luar biasa, mendengarkan permintaan konsumen, hingga kesuksesan untuk mendirikan enam dealer Subaru hingga akhir tahun 2023,” ujar Jinya.

Arie Christopher, Chief Executive Officer, Subaru Indonesia mengatakan, “Peresmian yang hari ini dilakukan Subaru Corporation Japan perlihatkan komitmen yang luar biasa dari prinsipal kami dan kerja keras yang luar biasa dari tim Plaza Subaru untuk menghadirkan dealer flagship 3S dengan global brand identity Subaru.”

Area DKI Jakarta diakui Subaru memiliki pertumbuhan pasar potensial dan terus meningkat setiap tahunnya. Penambahan jaringan diler di daerah ini merupakan salah satu hal yang penting untuk mendukung permintaan dari konsumen yang juga meningkat. Selain itu, Jakarta dipilih sebagai dealer ke-empat Subaru di Indonesia karena kota ini merupakan pusat bisnis, industri, serta pusat dari wilayah aglomerasi Jabodetabek.

“Kami mengundang seluruh fans, calon pelanggan, dan para Subarist untuk mengunjungi Plaza Subaru Pondok Indah mulai 10 Agustus. Untuk informasi terkait Plaza Subaru Pondok Indah, pelanggan dapat menghubungi (021) 38250999”, tutup Carlos Sanusi.